Mrs Kim siFujoshi
Present
~ A.D.T.O.Y ~
Cast : Luhan x Xiumin
Genre : Romance, PWP
Rated : M
.
.
.
A/N : From MV nya 2PM – A.D.T.O.Y, Nickhun, Wooyoung, Junho part jadi satu.
Karena scene mereka saling berhubungan ^^
Sejujurnya, pilih pair ini karena di FFn sekarang crack pair ini bisa dengan mudah ditemukan -_-
Dan saya gak bisa bayangin kecuali Xiumin!GS dan meng-imajinasikannya sebagai Sohee WG -_-
So, ini GS aja yaa ^^v
.
.
.
.
.
Xiumin, wanita asli Korea dengan kecantikan exotis China. Tubuh ramping mungilnya dibalut dengan mini dress merah yang memamerkan punggung mulusnya. Rambut bergelombangnya ditata kuncir kuda hingga makin menegaskan keseksian lehernya. Bulu mata lentik dengan bibir berhiaskan warna merah menyala. Menggoda setiap pria yang mendatangi pembukaan butik dari designer ternama Korea. Dan pada setiap dindingnya dengan posisi sedemikian rupa, wajah dan tubuh Xiumin lah yang menghiasinya.
Pada pesta yang diadakan didalam butik itu sendiri – tentunya rak-rak pakaian belum dipajang – didatangi oleh model-model ternama Korea bahkan model-model kelas dunia, serta beberapa wartawan dari majalah mode paling terkenal di Korea dan Dunia juga turut hadir. Mengingat nama designer yang sudah tidak diragukan lagi. Xi Luhan namanya. Di usianya yang baru memasuki 26 tahun, dia berhasil membuat mata mode dunia menatapnya. Bukan lagi sekedar meliriknya.
Sayangnya, dia sedang sibuk diwawancarai sekarang. Membuat Xiumin sedikit jengkel. Well, Luhan dan Xiumin memang menjalin hubungan. Sejak mereka bertemu di Paris beberapa tahun lalu. Ketika Xiumin sekolah model dan Luhan sekolah design langsung pada ahlinya di Paris. Tapi mereka begitu ahli menyembunyikan romansa kisah cinta mereka dari publik. Hanya keluarga dan teman dekat mereka saja mengetahui hubungan keduanya. Dan malam ini, Luhan akan memberikan kejutan manis pada sang kekasih hatinya.
.
.
.
Xiumin mengambil gelas sampange nya yang kedua. Berdiri anggun menatap Luhan dengan bibir dan lidah bermain pada bibir gelas. Mengacuhkan model pria yang gencar mendekatinya. Bahkan tanpa peduli blitz kamera wartawan mengambil gambarnya yang tengah mencoba merayu model sexy-mungil itu.
Luhan menatapnya tidak suka. Disela wawancaranya dia menyeringai melirik Xiumin. Dengan isyarat tangannya, reporter yang tengah bertanya menghentikan ucapannya. Luhan berjalan pelan ketengah ruangan. Mengambil gelas sampange dari pelayan yang berkeliling dan mengetuknya pelan dengan kuku rampingnya.
Ting ting!
Semua perhatian para tamu pun teralihkan pada Luhan. Begitu pula Xiumin dan model pria yang tengah merayunya.
"Maaf mengganggu obrolan kalian." Ucap Luhan dengan senyum menawannya. Membuat beberapa model wanita bersemu melihatnya.
"Aku ingin membagi kabar bahagia pada kalian semua." Tanngannya merogoh saku celananya. Melirik Xiumin dengan seringai tipisnya. Perlahan, Xiumin melangkah mendekat.
"Hari ini, aku ingin melamar kekasihku." Ucapan tenang Luhan disambut pekikan kaget semua orang. Kecuali satu wanita yang kini menyeringai tipis.
Luhan berjalan pelan menyambut Xiumin yang juga tengah berjalan kearahnya. Ketukan sepatunya dan heels Xiumin beradu dengan lantai. Menimbulkan melodi yang mengembalikan sang kameramen pada dunia nyata. Segera menyorot fokusnya pada Luhan dan Xiumin. Well, mini dress merah, ketat, sexy yang dipakai Xiumin ternyata serasi dengan setelan Luhan.
Setelah jarak mereka hanya tinggal 10 cm, Luhan membuka kotak bludru merahnya. Menampilkan cincin yang bertahtakan swaroski biru – seperti cincin yang dipakai pangeran William ketika melamar Kate –. "Would you marry me?" ucap Luhan. Sexy.
Xiumin tersenyum cantik nan menawan, membuat model-model wanita itu memekik iri.
"I do." Jawab Xiumin tegas.
Luhan mengambil cincinnya. Mengambil jemari mungil Xiumin dan menyematkan cincin turun temurun dalam keluarga besarnya.
Tidak bisa menahan godaan bibir kissable Xiumin, Luhan menarik tengkuk Xiumin dan melumat bibir mungil kekasihnya didepan semua orang yang terperangah. Didepan kamera yang merekamnya dan menyiarkanya secara live tersebut. Selesai dengan ciuman panasnya, Luhan tersenyum tampan kamera yang tengah menyorotnya.
"Silahkan nikmati kembali pesta ini." Ucapnya dan setelah itu Luhan menarik Xiumin keluar dari butiknya, menghindari beberap wartawan yang gencar mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar hubungan mereka.
Dan sebelum Luhan masuk kedalam Audy nya – setelah memasukan Xiumin tentunya – dia hanya menjawabnya dengan, "Aku akan mengadakan jumpa pers 3 hari lagi."
Deru mobil Luhan meninggalkan butiknya dengan kericuhan yang dia timbulkan.
.
.
.
.
Luhan membawa Xiumin kerumah yang sudah dia persiapkan untuk hidup mereka kelak. Sepanjang perjalanan, Xiumin tak hentinya ngomel tentang dia yang tidak mau diserang oleh wanita-wanita genit fans Luhan, juga tentang kemungkinan dia ditinggalkan fans dan sponsor-sponsor nya selama ini. Dan jawaban Luhan adalah ...
"Aku memang berencana memintamu berhenti dari dunia model, sayang. Aku ingin menyimpanmu untukku sendiri. Aku tidak ingin lagi tubuhmu berlenggak-lenggok kesana-kemari didepan para pria hidung belang itu."
"Sound posessive ~~~"
"Of course. You're mine!"
"Yes baby. I am your!"
Tepat ketika mobil berhenti didepan rumah mewah – meski tidak seperti istana – didaerah perumahan elit di Seoul, Luhan menarik Xiumin dan melumat bibir sexy kekasihnya itu, lagi. Hingga menarik Xiumin pada pangkuannya. Tangannya merajalela pada tubuh Xiumin. Pinggang. Punggung. Leher. Dan meluncur turun pada bokong Xiumin. Meremasnya gemas.
"I miss You ~~" Ucap Luhan diatara lumatan bibir mereka.
"I miss You too.." balas Xiumin diantara desahannya.
Luhan menghentikan lumatannya. Menghasilkan erangan kecewa dari bibir kekasihnya. Tangannya membuka pintu mobil. Dengan hati-hati keluar dari mobil dengan Xiumin masih dalam pangkuannya yang tentu saja berakhir dengan dalam gendongan koalanya. Tapi Xiumin menurunkan tubuhnya. Berdiri didepan Luhan.
Dua insan yang sedang saling merindu ini berjalan tergesa memasuki rumah baru mereka.
"Well, aku akan mengajakmu berkeliling." Kata Luhan begitu menutup pintu masuk rumahnya.
.
.
.
.
( Nickhun part. )
.
.
Melepas jas nya. Dasinya. Membuka kancing pada kedua lengannya. Dan Xiumin berjalan mundur, menggoda Luhan dengan memainkan ujung mini dress nya. Memainkannya tepat didepan selangkangannya. Dan dengan tidak sabarnya, Luhan menarik Xiumin mendekatinya. Jatuh dalam pelukannya. Melumat kasar bibir Xiumin. Dengan nafsu yang sudah memuncak hingga ubun-ubunnya.
Xiumin membalas lumatan Luhan tidak kalah bernafsunya. Tangannya ikut bermain pada tubuh Luhan, sama seperti apa yang dilakukan tubuh Luhan pada tubuhnya. Membuka kancing kemeja Luhan, kasar.
Luhan mendorong tubuh Xiumin hingga menempel pada dinding koridor, menuju ruang tamunya. Tangannya meremas gemas bokong menggairahkan Xiumin. "Welcome to our home, baby."
"Eeghhh..."
Luhan menarik tubuh Xiumin – dengan remasan pada bokongnya – menempel pada tubuhnya. Berjalan menuju sofa diruang tamu. Menjatuhkan tubuh Xiumin disana dengan dirinya berdiri didepan Xiumin.
"Ini ruang tamunya. Bagaimana?"
"Aku pikir, aku akan menyukai sesi bercinta kita diatas sofa ini." Jawab Xiumin, nakal.
"Kalau begitu, kau juga akan menyukai ruang makan dan dapurnya sayang."
"Benarkah? Show me."
Luhan menyeringai mesum, menggerakan telunjuknya, mengajak Xiumin. Dengan senyum nakalnya, Xiumin berdiri menghampiri Luhan. Melumat bibir kekasihnya sekilas. Luhan membawa Xiumin dalam pelukannya berjalan menuju ruang makan yang jadi satu dengan dapurnya. Minimalis sih, tapi ini adalah dapur terlengkap yang benar-benar di impikan Xiumin. Yang memang waktu luang yang dia punya dia habiskan didapur.
"Wowww,, I love it Bebh.. muach! Thank you so much... muaach muachh..." setelah mencium ringan pipi Luhan, Xiumin mengitari dapur itu dengan riang. Menyentuh meja marmer mengkilap dan beberapa peralatan memasak merk favoritnya.
"So..." bisik Luhan, mengalihkan mata berbinar Xiumin padanya.
Luhan membuka kancing kemejanya perlahan sambil tersenyum mesum. Xiumin mendekatinya, melingkarkan lengannya pada leher Luhan. Berbisik seduktif didepan bibir Luhan, "Aku ingin melihat kamar kita, sayang."
"Dengan senang hati, Princess."
Luhan melumat bibir Xiumin, meremas bokong sexy kekasihnya untuk kemudian diangkat dalam gendongannya. Berjalan pelan dan menaiki tangga menuju lantai 2. Tanpa kesulitan meski Xiumin melumat bibirnya sedikit nakal dengan menggoyangkan pinggulnya.
Sampai di lantai 2, Luhan menekan tubuh Xiumin pada dinding. Membalas lumatan nakal kekasihnya.
"Enghhh..." Xiumin menurunkan tubuhnya. Membiarkan tangan Luhan berkeliaran pada punggungnya.
Bahkan Luhan Sudah menurunkan tali kecil pada bahu Xiumin, tangannya merambat pada leher Xiumin. Menghentikan lumatannya, menatap Xiumin dengan matanya berkilat nafsu.
"Aku menginginkanmu mendesah dan mengerangkan namaku ketika juniorku..." Luhan menyentakan juniornya pada vagina Xiumin, meski masih memakai pakaian. "... Menumbuk keras G Spot mu."
"I want to ride your big cock with my hole tight."
Luhan menarik kalung mutiara yang dikenakan Xiumin hingga butiran mutiara itu berhamburan menuruni tangga.
"Please bebh, let me get you naked."
"Ouhh, Please!"
Luhan menurunkan mini dress Xiumin. Menelanjangi kekasihnya bahkan sebelum Luhan membuka pintu kamar utama mereka. Dada telanjang Xiumin menyambut penglihatan Luhan. Xiumin melangkahkan kakinya, melewati dress nya yang sudah terkapar dilantai. Membuka seduktif kancing kemeja Luhan.
"Open the door, please."
.
.
.
.
( Wooyoung part. )
.
.
.
Srak!
Setelah pintu terbuka, Xiumin merobek kemeja Luhan. Meraba nakal dada bidang Luhan serta sixpack yang-mau-akan terbentuk. Tangan Luhan meraba pinggang, punggung hingga dada Xiumin. Memberikan sedikit remasan pada dada Xiumin. Sementara kakinya menendang pintu hingga tertutup rapat.
Bibir mereka saling melumat dan Luhan mengarah Xiumin pada ranjang king size yang dibalut dengan merah. Terlihat mewah dan menggairahkan.
Luhan mendorong Xiumin hingga jatuh terlentang diatas ranjang. Luhan menatap Xiumin sambil menjilat bibir bawahnya. Tatapannya nyalang sarat akan nafsu. Xiumin meremas dadanya – menggoda Luhan – dengan ekspresi wajahnya yang err.. erotis(?)
Luhan membuka kancing celananya. Menurunkan resletingnya. Gundukan juniornya menggoda nafsu Xiumin.
"You want it?" tatapan mereka saling menggoda. "Just get it, bitch!"
Xiumin beranjak dari posisinya. Duduk ditepi ranjang tepat didepan selangkangan Luhan. Meraba paha Luhan sambil wajahnya mendongak menatap Luhan, binal. Tangannya mengusap seduktif paha hingga gundukan junior Luhan. Meremasnya dan tersenyum senang melihat Luhan mendesah memejamkan matanya.
"Ssshhhhh.. Aaaahhhhh.."
"Are you want me to suck your big dick, babe?"
"Of course, my bitch."
Xiumin menarik turun celana Luhan. Perlahan. Menjulurkan lidahnya menjilat junior Luhan yang masih dibalut celana dalam putihnya. Luhan melihat detail itu dengan mata nyalangnya, menahan dirinya untuk tidak menjambak rambut Xiumin dan melesakan juniornya dalam mulut Xiumin.
Bahkan kini Xiumin mengulum gundukan junior Luhan dengan mata terpejam. Menggoda Luhan.
Tidak tahan, Luhan menjambak rambut kunciran Xiumin dan menggeram sexy, "Suck it bitch. Suck your favorite lollipop."
Xiumin menyeringai dan tangannya menarik celana dalam Luhan. Junior besar Luhan menampar pipinya.
"Uuhhhh..."
Desah Luhan ketika juniornya merasa hangat dalam mulut Xiumin. Selanjutnya, Xiumin memberikan blow job terbaiknya.
.
.
.
.
.
"Aaahhh... Aaahhhh... sshhhh oooghhh... Deeper pleaseeee.. aaahhhhh..."
"Oooghhhh... fuck you, babe! So tight... oooghhhhh shit!"
Xiumin menunggangi junior Luhan dengan liar. Ikat rambutnya sudah terlepas. Tubuhnya terlihat sexy nan erotis dengan peluh yang membasahi. Bergerak naik-turun, maju-mundur dan kadang bergoyang diatas Luhan dengan junior Luhan menancap erat pada vagina Xiumin. Tangannya menjambaki rambutnya sendiri. So sexy.
Luhan yang terlentang dibawahnya, ikut menghentakan pinggulnya. Dengan tangannya meremas dada Xiumin yang bergerak-gerak mengundangnya. Mendesah dan mengerang mengeluarkan dirty talknya. Membuat suhu kamar itu memanas meski malam sudah hampir berganti fajar.
Luhan mengangkat tubuhnya. Susah payah menghentikan gerakan liar Xiumin dengan menahan pinggang kekasih mungilnya itu.
Berhasil menyandarkan punggungnya pada sandaran ranjang, Luhan meremas bokong semok Xiumin. Menggeram merasakan juniornya seperti dipijat.
"Uuughhhhh... ini begitu nikmat sayang... aaahhhhh... move!"
"Aaghhhh ahhhh... yes babe! Hisap yang kuat! Aaaghhhhh..."
Luhan melumat niple Xiumin sambil meremas gemas dadanya. Gerakan Xiumin makin liar. Merasakan nikmat pada titik terdalam vaginanya, payudara nya yang dikerjai Luhan dan sesekali Luhan menampar bokongnya. Membuat nafsu Xiumin makin berkobar.
.
.
.
.
Plak!
Plak!
"Aaaghhhh aghhhhh... sayang hhhhh... ini nikmathh... ssshhhh ooooghhhhh..."
"Aaaghhhhh... yes babe! Oooghhhh ssshhhhh shit! Lagi babe, pijat juniorku seperti tadi.."
"Like this, babe? Ssshhhhhhh..."
"Yes! Shit! Oooghhhh fuck! Nikmat sayang..."
"Aaghhhhh... I wanna cum... sshhh ooghhhh..."
"Oooghhhh yes babe! Together..."
Beberapa gerakan lagi dan mereka sampai pada puncak ke 4 untuk Xiumin dan ke 2 untuk Luhan malam itu. Ah, dini hari.
Xiumin menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Luhan. Membiarkan junior Luhan tetap didalam vaginanya. Mengatur nafasnya diatas dada Luhan sambil memejamkan matanya. Kesadarannya mulai hilang.
"I love you."
"Love you too."
.
.
.
.
kelambu putih pada jendela kamar sepasang kekasih yang masih terlelap itu bergerak riang diterpa angin. Perlahan, Luhan mengerjapkan matanya. Menatap kekasihnya yang masih terlelap dalam pelukannya dengan hanya selembar kain putih sutra menutup selangkangan mereka. (Nonton Fast Furious 6 kan? Pas Dom ma polwan di Fast five bangun tidur dipagi hari itu. Moment nya seperti itu ^^)
merasakan usapan lembut pada kepalanya membuat Xiumin terbangun dari tidur lelapnya. Mengerjap lucu menatap dada bidang Luhan yang pada beberapa tempat berhiaskan bercak merah yang dia buat semalam.
"Selamat pagi sayang." Bisik Luhan.
"Hhhmmm... selamat pagi.." balas Xiumin dengan suara seraknya.
.
.
.
(scene kamar mandinya Junho langsung NC yaa ^^)
.
.
.
"I need my morning sex, babe."
"Kau belum menunjukan kamar mandinya semalam." Jawab Xiumin dengan kerlingan nakalnya.
Luhan tersenyum mesum, mengangkat Xiumin dengan bridal style menuju pintu disebelah lemari besar. Tanpa menutupnya, Luhan meletakan Xiumin pada bathtube yang muat untuk 3 orang. Mengisinya dengan air hangat dan menyalakan lilin aroma terapi di washtafel tidak jauh dari bathtube.
"Bagaimana? Kau suka?"
"Akan lebih suka kalau kau memelukku berendam didalam sini."
"With my pleasure princess."
Luhan masuk ke bathtube. Memeluk Xiumin dari belakang. Aroma terapi lavender membuat suasana makin menghangat. Xiumin menyandarkan kepalanya nyaman pada bahu Luhan setelah sebelumnya menggelung rambutnya. Menyisakan anak rambut pada tengkuknya. Makin sexy dimata Luhan.
"Eehmmmm... Hannie..."
Luhan mengecupi tengkuk, leher dan bahu Xiumin. Hanya mengecupnya ringan tanpa meninggalkan bekas. Kecuali rasa hangat yang menjalar menjadi panas pada tubuh Xiumin. Tangan Luhan yang semula memeluk perut Xiumin, tidak bisa menahan godaan mengusap paha mulus Xiumin hingga merambat bermain dengan vagina Xiumin. Mengusap lembut klitoris kekasihnya hingga membuat wanita mungil itu menggeliat sexy dalam dekapannya.
"Ssshhhh... Hannie... uuughhhhhh..."
Tangan Xiumin meraih tengkuk Luhan, bibirnya meraih bibir Luhan. Membawanya pada lumatan panas yang menggairahkan. Sedangkan dibawah sana, jemari Luhan begitu lincah bermain pada vagina Xiumin. Tak ketinggalan pinggulnya bergerak menekan belahan bokong Xiumin.
"Eenghhh... eehmmmm..."
"Ride me bitch!" Luhan menggeram disela nafsu pagi nya.
Xiumin berbalik dan Luhan dengan sigap merubah duduknya sedemikian rupa hingga Xiumin duduk dipangkuannya. Dengan juniornya menempel pada vagina Xiumin. Xiumin menggodanya dengan menggerakan pinggulnya. Menggesek vaginanya ada junior Luhan.
"I say RIDE me BITCH!" kini Luhan meremas gemas bokong Xiumin.
Xiumin mengangkat tubuhnya. Membiarkan Luhan memegang juniornya untuk dipaskan pada lubang vagina Xiumin. Mereka saling menatap dengan kilat nafsu pada binar mata keduanya. Xiumin menggigit bibir bawahnya ketika junior besar Luhan memasukinya.
"Aaaghhhh.." Luhan menghentakan pinggulnya. Ia tidak ingin bermain lembut pagi ini. Perutnya sudah lapar sedangkan ia juga tidak bisa menahan nafsunya.
"Move babe..."
"Yes. Agghhhh aaaghhhh... ssshhhh oooghhhh..." Xiumin menggerakan tubuhnya naik turun. Air hangat dalam bathtube sedikit mengganggu gerakannya.
Luhan yang mengerti hal itu membawa Xiumin – dalam gendongan koalanya – menuju washtafel. Mendudukan Xiumin disana. Kemudian, menggerakan pinggulnya keras dan kasar. Yang disambut dengan erangan dan desahan Xiumin.
"Aaaaghhhh yes babe! Oooghhh fuck you... so tight..."
"Oooghhhhh sshhhh aaghhhhhh ini nikhmathhhh Hannie..."
"Oooghhhh yes babe. Oooghhhh... lagi sayang... aku suka ketika juniorku dipijat dinding vaginamu... oooghhh ssssshhhhh..."
"Oooghhhh yess! Fuck that spot! Oooghhhh ..."
"Oooghhhhh babe... aaaghhhhh.. wanna cum..."
"Aaaghhh yes yes... together Hannie..."
Luhan makin keras menumbuk g spot Xiumin. Jemarinya menyibak rambut Xiumin yang menutup sebagian wajah kekasihnya. Menatap Xiumin dengan nafsu juga cinta.
"Aaaghhhhhhhhh..."
Mereka orgasme dengan saling menatap dan mengerang keras bersamaan.
.
.
.
.
The end!
.
.
How?
Udah full kan ini *smirk
Terimakasih untuk review kalian sebelumnya #deepbow
Terimakasih juga untuk viewer #deepbow
Last, mind to review again?
