Cast :
[Do Kyungsoo] [Kim Jongin] [Oh Sehun] [Krystal Jung]
[Byun Baekhyun] [Park Chanyeol]
[Im Yoona] [Lee Seunggi] [Jessica Jung]
[sad romance. family. hurt. friendship.]
VISIT OUR BLOG [kaisooexostories. Blogspot. Com]
CHAPTER 3
READ
AUTHOR POV
Jongin memperhatikan pundak Kyungsoo dari bangkunya. Beberapa hari tidak melihat gadis itu membuatnya begitu merindukan Kyungsoo. Namun dia masih merasa kesal karena saat itu Kyungsoo menutup telponnya secara sepihak tanpa menghubungi dirinya lagi. Alis Jongin berkerut saat melihat sosok putih tinggi itu menghampiri Kyungsoo tanpa canggung, dia berbisik disamping Kyungsoo kemudian berjalan keluar kelas lalu tak berapa lama gadis itu menyusulnya.
"Baekhyun!" teriak Jongin. Baekhyun menatapnya sengit.
"Jangan bertanya pada ku kenapa Sehun dan Kyungsoo bisa dekat. Yang aku tau beberapa hari ini mereka sering bersama." Kata Baekhyun menjawab apa yang akan ditanyakan Jongin. Krystal yang duduk tepat dibelakang Baekhyun menajamkan pendengarannya, dengan cermat dia menyerap setiap kata yang dikeluarkan oleh Baekhyun dan Jongin.
"Bagaimana bisa? Mereka bahkan tidak saling menyapa. Dan satu-satunya teman yang dimiliki mahluk batu itu adalah Chen." sahut Jongin lagi.
"Sudah ku bilang jangan tanyakan pada ku." Baekhyun membalikan tubuhnya kesal lalu memfokuskan kembali matanya pada handphone.
"Aku akan mengklarifikasi. Aku bukan temannya setan itu ngomong-ngomong." kata Chen yang sedang duduk disamping Xiumin, kekasihnya. Jongin tidak mempedulikannya dia berjalan keluar berniat mencari Kyungsoo.
Krystal menatap kepergian Kim Jongin. Krystal tidak ingin bersikap naif. Dia mengenal siapa Kim Jongin, dan dia mengakui bahwa dia adalah penggemar berat pemuda itu. Namun melihatnya begitu peduli pada Kyungsoo, Krystal jadi sangat ingin melihat gadis itu lebih menderita lagi dan membuat seorang Kim Jongin membencinya.
…
Sehun tersenyumn penuh kemenangan saat melihat wajah kekesalan yang Kyungsoo tunjukan.
"Kau terlihat sangat manis." kata Sehun. Kyungsoo berdecih kekesalannya bertambah.
"Kau tidak bisa terus menerus mengancam ku seperti itu." kata Kyungsoo. Sehun menghampiri gadis itu, memiringkan kepalanya kesebalah kanan kemudian memandang Kyungsoo begitu intens. Kyungsoo tau dia mulai termonopoli oleh permainan Sehun namun dia tidak akan sudi untuk menyerah begitu saja. Gadis itu balik menatap Sehun. Pemuda itu menyeringai saat menyadari ada seseorang yang sedang mengawasi mereka.
"Aku tidak memiliki alasan lain untuk mengajak mu bertemu." kata Sehun. Kyungsoo mengerutkan keningnya.
"Kalau tidak memiliki alasan seharusnya kau tidak menemui ku." Sehun menaikkan alisnya.
"Sayangnya aku selalu ingin menemui mu walaupun tidak memiliki alasan." sehun menegakkan tubuhnya kemudian memeluk Kyungsoo tanpa permisi. Kyungsoo tentu saja memberontak namun Sehun terlalu erat memeluknya membuat Kyungsoo akhirnya diam, -dia menyerah.
"Aku selalu bertanya-tanya sebenarnya keluarga seperti apa yang kau sembunyikan. Aku ingin mengetahuinya, namun aku selalu berpikir kau tidak menganggap ku sebagai teman mu jadi kau pasti tidak akan menceritakannya. Tapi setelah berpikir lebih keras lagi aku bahagia karena ternyata hanya aku yang mengetahui rahasia itu. Aku satu-satunya orang yang lebih dekat dengan mu daripada teman-teman mu."
"Kau benar-benar ingin bermain-main dengan ku Oh Sehun?" tanya Kyungsoo. Dia tidak ingin memikirkan kalimat panjang lebar dari seorang Oh Sehun walaupun sebenarnya kalimat itu amat sangat mempengaruhi dirinya.
"Jika kau mengizinkannya aku akan sangat senang bermain-main dengan mu Soo-ya." Kyungsoo melepaskan pelukan Sehun kemudian menatap pemuda itu begitu lirih.
"Saat ini aku sedang tidak ingin bermain kata-kata, jadi kita akhiri pembicaraan tanpa arah ini. Dan tetap jaga bibir mu Tuan Oh." kata Kyungsoo kemudian pergi meninggalkan Sehun tanpa menyadari keberadaan Jongin yang sejak tadi memperhatikan mereka.
.
.
.
KYUNGSOO POV
Ku lihat Krystal dan ibunya sedang duduk santai didepan televisi. Sungguh menganggap rumah ini adalah rumah mereka. Menjijikan sekali.
"Kyungsoo!" langkah ku terhenti saat Krystal memanggil ku. Aku hanya diam menatapnya heran.
"Sepertinya kau sangat dekat dengan Kai." ucapnya, terselip sebuah arti yang tidak aku mengerti.
"Bukan urusan mu." kata ku sinis. Jessica menatap ku marah.
"Jangan berani menggunakan nada bicara seperti itu pada putri ku!" katanya. Aku tersenyum sinis. Rasanya aku ingin berteriak didepan wajahnya bahwa aku juga putrinya, tidak sadarkah dia?
"Aku menginginkannya, bisakah kau menjauhi Kai dan membiarkan dia dekat dengan ku?" aku mendelik mendengar Krystal mengatakan hal yang begitu menjijikan ditelinga ku.
"Kim Jongin tidak akan sudi berdekatan dengan gadis iblis seperti mu." kata ku. Krystal tersenyum sinis. Jessica duduk diam sambil menyesap anggurnya yang aku yakini dia mendengarkan dengan hati-hati pembicaraan ini. Begitukah dia mendidik seseorang yang dia katakan sebagai putrinya? Aku sangat kasian pada Krystal.
"Begitukah? Jangan menyepelekan aku Kyungsoo, bersiap-siaplah kehilangannya." aku berjalan perlahan menghampiri Krystal menatapnya tajam kemudian berbisik ditelinganya.
"Jongin tidak menyukai sampah." setelah mengucapkan kalimat itu aku pergi meninggalkan kedua wanita itu.
…
Aku berdiri diambang pintu kelas memperhatikan Jongin yang baru aku sadari dia sama sekali tidak menyapa ku kemarin.
"Kalian bertengkar lagi? Apa karena Sehun?" Baekhyun berkata begitu pelan disamping ku membuat aku mengerutkan kening. Kenapa harus karena Sehun?
"Apa kau tidak tau? Kemarin Jongin mengejar mu saat kau meninggalkan kelas dengan Sehun. Saat kembali wajahnya begitu suram, terlihat marah dan frustasi." jelas Baekhyun. Aku menatapnya tak percaya.
"Hai Kai.." aku memalingkan wajah ku saat mendengar suara Krystal memanggil Jongin. Pemuda itu menatapnya tanpa minat membuat ku mau tidak mau tersenyum menertawakan Krystal dalam hati.
"Jongin aku perlu bicara!" kata ku sambil menyingkirkan Krystal. Jongin menatap ku kemudian menatap krystal.
"Kau tadi menyapa ku? Ada apa?" aku mematung saat Jongin tidak menanggapi ku. Kali ini Krystal yang menyingkirkan ku.
"Aku membawakan mu ini…" Krystal memberikan kotak bekal pada Jongin. Aku memutar bola mata ku kesal.
"Mana mung…" ucapan ku terhenti saat tangan Jongin mengambil ketak bekal itu kemudian tersenyum pada Krystal.
"Terima kasih, ini pasti enak sekali Krys." aku menghentakan kakiku meninggalkan Jongin dan Krystal.
"Dia menyebalkan!" gerutu ku pada Baekhyun yang aku tau dia berjalan tepat dibelakang ku.
"Mungkin kau bisa menanyakan apa yang terjadi dengan sahabat mu itu." jawab Baekhyun. Aku menghentikan langkah ku kemudian membalikan badan ku yang sontak membuat Baekhyun kaget dan menghentikan langkahnya juga.
"Dia bahkan mengabaikan aku Baek." Baekhyun menatap ku kemudian tersenyum singkat.
"Boleh aku menanyakan sesuatu? Mungkin aku memiliki jawaban setelah pertanyaan ku terjawab." katanya. Aku menganggukan kepala ku.
"Apa yang kau lakukan dengan Sehun kemarin?" tanya Baekhyun. Aku diam aku tidak bisa menjawabnya.
"Kami tidak melakukan apa-apa." Baekhyun menatap ku sambil menaikan sebelah alisnya.
"Jika aku dengan Sehun melakukan sesuatu memangnya kenapa? Apa yang salah diantara hubungan perempuan dan laki-laki?seperti kau dan Chanyeol misalnya." kata ku akhirnya. Aku tidak bisa mengatakan pada Baekhyun kebenarannya.
"Kyung kau tidak bisa membohongi ku, kau tau pasti itu. Jadi kalau kau belum bisa menceritakannya pada ku, aku akan menunggumu." Baekhyun berjalan pergi meninggalkan ku. Seketika ku hela nafas ku sesak mengingat bagaimana Jongin mengabaikan ku tadi benar-benar menyakitkan. Aku tidak terima dan aku ingin marah.
"Apa kau kesepian sekarang?"
"Aku sedang tidak ingin diganggu."
"Aku akan menemani mu."
"Oh Sehun pergi dari hadapan ku, ku mohon."
Sehun mengusap pundak ku perlahan membuat ku merasa lebih tenang. Biasanya eomma atau Jongin yang selalu melakukan itu jika aku kesal dan sekarang Oh Sehun yang melakukannya? Terasa seperti de javu.
"Menangislah Soo jika kau ingin menangis, jangan menahannya." ucapnya lembut. Aku mengangkat kepala ku kemudian menatapnya sendu. Lelah itu yang aku rasakan sekarang. Aku ingin pergi meninggalkan kebisingan dan juga kehidupan yang tiba-tiba jadi menyebalkan ini.
"Bisakah kau membawa ku pergi." hanya itu yang terlintas dikepala ku. Dan secepat kilat Sehun menggenggam tangan ku kemudian membawa ku berlari keluar sekolah.
.
.
.
AUTHOR POV
"Kenapa kau membawa ku ke pantai." tanya Kyungsoo saat Sehun menghentikan mobilnya. Sehun diam kemudian keluar dari mobil lalu meninggalkan Kyungsoo menyusuri pasir pantai yang terasa hangat dikakinya karena dia sudah melepaskan sepatunya sesaat sebelum keluar dari mobil. Gadis itu menyusul Sehun.
"Apa kau sering kesini?" tanya Kyungsoo lagi. Sehun menatapnya kemudian menganggukan kepala.
"Pantai selalu membuat ku merasa nyaman dengan suara ombaknya yang memekakan telinga. Aku lebih suka suara ombak dari pada suara manusia yang selalu membicarakan ku dibelakang." kata Sehun. Kyungsoo menatapnya. Ada sedikit rasa penasaran dengan apa yang dialami Oh Sehun. Namun Kyungsoo menyadari dia memiliki batasan yang seharusnya dia jaga.
"Aku akan menceritakan semuanya jika kau ingin mengetahui semua tentang diri ku." ucapnya. Kyungsoo menatapnya tidak percaya.
"Benarkah?" tanya gadis itu tak yakin. Sehun mengangguk.
"Lalu aku akan mendengarkan cerita mu sebagai imbalannya." kata Sehun lagi. Kyungsoo memalingkan pandangannya.
"Lupakan. Aku tidak ingin mengetahui apapun tentang diri mu." Balas Kyungsoo. Sehun terkekeh.
"Apakah itu benar-benar rahasia sehingga tidak ada satu orang pun yang boleh mengetahuinya Soo?" Kyungsoo menarik nafasnya saat mendengar pertanyaan Sehun.
"Aku hanya tidak ingin dikasihani. Aku membenci itu." Sehun menatap langit biru tanpa awan diatas kepalanya. Sungguh awalnya dia hanya ingin bermain-main dengan Kyungsoo, namun entah kenapa semuanya berubah begitu saja. Sehun merasa berbeda didekat gadis ini, dia ingin terlihat menyedihkan.
"Saat aku mengetahui appa membenci ku karena eomma meninggal saat melahirkan ku, hati ku sangat sakit. Aku bahkan bertanya-tanya pada Tuhan untuk apa aku hidup jika tidak ada yang menginginkan ku didunia ini. Aku selalu menimbulkan masalah, membuat appa semakin membenci ku. Dia bahkan menyuruh ku mati." Sehun menghentikan kalimatnya menarik nafas sesaat sebelum melanjutkan lagi cerita hidupnya yang begitu menderita.
"Apa yang dipikirkan anak kecil berumur delapan tahun saat orang tuanya menyuruhnya untuk mati?" Sehun bertanya pada dirinya sendiri namun matanya yang menatap Kyungsoo seolah-olah bertanya pada gadis itu. Tubuh Kyunngsoo bahkan membatu saat melihat tatapan mata Sehun yang begitu menusuk.
Kyungsoo menggeleng,
Sehun tersenyum.
"Mengikuti apa yang orang tuanya katakan," Sehun mengangkat tangannya menyelipkan rambut panjang Kyungsoo ditelinga gadis itu. Nafas Kyungsoo tertahan. Jantungnya berdetak kencang.
"Aku memotong urat nadi ku saat itu, namun aku masih selamat dan aku melihat ayah ku menangis. Setelah itu aku memutuskan untuk hidup lebih lama lagi mencoba merubah hidup ku dan berusaha untuk menjadi bahagia." Sehun tersenyum setelah berhasil menyelesaikan cerita hidupnya yang sebenarnya sampai sekarang masih berlanjut dan dia mencoba menemukan kebahagiaan dari gadis dihadapannya ini.
"Bagaimana hubungan mu dengan ayah mu sekarang?" tanya Kyungsoo.
"Baik. Dia masih seperti dulu, menganggap ku tidak ada." Jawab Sehun. Kyungsoo merasa hatinya tercubit. Dia seharusnya merasa bersyukur karena sempat merasakan kebahagiaan, sedangkan pemuda disampingnya ini sejak bayi dia menderita.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya gadis itu lagi. Sehun terkekeh kemudian menggeleng.
"Aku tidak baik-baik saja. Tapi ini lebih baik dari hari-hari kemarin." Kyungsoo tersenyum. Dia berdiri kemudian berjalan mendekati air. Tangannya dia bentangkan seperti burung yang siap untuk terbang.
"Aku berpikir memiliki teman seperti mu tidak ada salahnya. Oh Sehun mari kita berteman." kata Kyungsoo sambil mengulurkan tangannya pada Sehun. Pemuda itu menatapnya tak percaya, dengan ragu dia mencoba meraih tangan Kyungsoo.
.
.
.
Baekhyun dan Chanyeol duduk didepan Jongin yang sedang memandangi makan siangnya tanpa niat memakannya sedikit pun. Chanyeol sudah mengenal bagaimana sikap Jongin jika sedang marah, Baekhyun juga begitu. Namun untuk saat ini mereka memilih untuk menjadi pelampiasan kemarahan Jongin, asalkan pemuda itu tidak diam seperti sekarang. Jujur saja Baekhyun dan Chanyeol lebih senang melihat Jongin mengomel dan mengintograsi mereka bagaimana Kyungsoo beberapa hari ini tanpa Jongin disekolah dari pada pemuda itu hanya diam seperti batu.
"Kai kau bisa menanyakan sesuatu pada kami." kata Chanyeol memulai pembicaraan. Jongin mengangkat kepalanya kemudian menatap kesal pada Chanyeol.
"Dia bilang dia tidak tau apa yang terjadi pada Kyungsoo dan Sehun." Kata Jongin. Baekhyun -yang mengerti bahwa 'dia' yang dimaksud Jongin adalah dirinya- menarik nafasnya, Chanyeol mengusap punggung tangan Baekhyun memcoba menenangkan gadisnya agar tidak tersulut emosi. Baekhyun memang gampang sekali meledak.
"Akhir-akhir ini Kyungsoo murung, dia jarang berbicara bahkan tidak mengomel saat Chen membuat masalah dikelas. Namun saat Sehun mendekatinya membisikan sesuatu padanya dia akan keluar kelas dan akan kembali bersama Sehun. Aku memang tidak tau apa yang terjadi pada mereka berdua tapi…."
"Aku tau." Jongin memotong ucapan Baekhyun. Membuat gadis itu menatapnya bingung.
"Mungkin seharusnya aku melepaskan Kyungsoo untuk memiliki hubungan seperti kau dan dia." kata Jongin lagi sambil menunjuk Chanyeol. Baekhyun menggeleng.
"Tidak seperti itu Kai. Kyungsoo tidak mungkin memiliki hubungan seperti itu dengan Sehun, dia…"
"Aku melihatnya berpelukan dengan Sehun, Baek. Kyungsoo bahkan terlihat nyaman dipelukan lelaki itu." Lagi, Jongin memotong ucapan Baekhyun.
"Mungkin mereka sedang berakting." Jongin mendelik saat Chanyeol mengeluarkan kalimat konyol itu. Baekhyun bahkan memukul lengannya, membuat Chanyeol meringis.
"Apa salahnya mengira hal seperti itu. Siapa tau Kyungsoo memiliki rahasia dan Sehun mengancamnya akan membocorkan rahasia gadis nakal itu, iya kan?" kata Chanyeol lagi. Kali ini Baekhyun yang mendelik.
"Chanyeol kau bisa serius tidak sih? Itu sama sekali tidak lucu." omel Baekhyun. Jongin berdiri dari duduknya. Jika kedua manusia itu sudah berdebat dia tidak akan tahan, mereka akan berubah seperti harimau yang memperebutkan domba. Dan tanpa mereka sadari Chanyeol sudah mengatakan apa yang sebenarnya terjadi diantara Kyungsoo dan Sehun.
.
.
.
"KAI apa kau bisa fokus? Gerakan mu sejak tadi kacau sekali! Aku sudah mengatakan minggu kemarin jangan membawa masalah pribadi mu kesini. Ingat comeback kalian tinggal seminggu lagi jika kalian semua khususnya kau Kai tidak bisa serius lebih baik keluar dari grup ini dari pada mengacaukan semuanya. Oke semuanya kita istirahat tiga puluh menit." manajer EXO Choi Siwon pergi meninggalkan ruang latihan. Jongin membaringkan tubuhnya, nafasnya naik turun memburu. Dia benar-benar lelah. Walaupun pikirannya melayang kemana-mana tapi tetap saja dia mengeluarkan seluruh tenaganya untuk latihan.
"Akhir-akhir ini kau terlihat kacau dan hari ini kau lebih kacau. Ada apa dengan mu?" Suho sang leader duduk disampingnya. Jongin mencoba menstabilkan nafasnya.
"Hyung mianhae aku menyusahkan kalian." kata Jongin. Suho menggelengkan kepalanya.
"Kita semua memiliki masalah masing-masing Jongin dan aku pikir kau memiliki masalah yang cukup sulit. Aku memahami mu tapi benar apa yang dikatakan Siwon hyung kau bisa menunda comeback kita jika kau seperti ini terus. Maaf kata-kata ku kasar tapi aku ingin kau memikirkan kami." kata Suho. Jongin mendudukan dirinya kemudian menatap langit-langit ruangan.
"Main hyung. Aku janji setelah ini aku akan serius." ucap Jongin mantap. Suho tersenyum kemudian menepuk pundak Jongin.
"Cha sepertinya ponsel mu sejak tadi bergetar, lihatlah." Suho bangkat kemudian meninggalkan Jongin sendirian diruang latihan.
"Hallo.." sapa Jongin. Si penelpon menarik nafasnya lega, dia sudah puluhan kali menelpon Jongin namun tidak mendapatkan respon.
"Bisa kita bertemu? Kau tidak bisa mendiamkan ku seperti ini." Sahut sipenelpon. Jongin melihat jam sesaat masih ada waktu lima belas menit lagi sebelum waktu istirahat selesai.
"Baiklah, temui aku ditaman." sahut Jongin kemudian menutup telponnya. Dia bergegas pergi meninggalkan ruang latihan untuk menemui gadis itu.
.
.
.
Kyungsoo duduk dibangku taman sendirian dia memang sudah berada disini sebelum menelpon Jongin. Dan entah Jongin terlalu memahaminya atau bagaimana pemuda itu mengatakan untuk bertemu ditempat ini.
"Ada apa?" sapaan dingin dari Jongin membuat Kyungsoo menolehkan kepalanya ke samping kanan dimana pemuda itu berdiri beberapa meter darinya. Kyungsoo tersenyum.
"Duduklah dulu." jawab Kyungsoo selembut mungkin. Dia tidak ingin emosinya terpancing oleh perkataan dingin Jongin.
"Aku tidak ada waktu. Cepat katakan apa yang ingin kau katakan Kyungsoo." hati Kyungsoo tercubit. Sebenarnya dia tidak tau apa yang akan dia jelaskan, dia hanya ingin bertemu pemuda ini, menatap wajahnya, menggenggam tangannya, bersandar dibahunya, kemudian merasakan pelukan hangat darinya. Namun sepertinya keinginannya harus dia buang jauh-jauh saat ini.
"Aku dan Sehun hanya mencoba untuk memulai sebuah pertemanan." akhirnya Kyungsoo mengatakan kalimat itu.
"Lalu?" Kyungsoo menundukan kepalanya.
"Aku tidak tau kenapa kau marah. Jika benar karena kedekatan ku dengan Sehun kau tidak perlu khawatir aku dan dia hanya sebatas teman. Kita berdua menemukan sesuatu yang membuat kita berdua mengerti bahwa kita memang cocok untuk berteman. Sehun dibalik sosoknya yang dingin dia menyimpan perhatian dan kelembutan yang tidak terbayangkan, dia…"
"Apa aku disini mencoba membanggakan sifat Oh Sehun yang tidak aku miliki? Kalau begitu lupakan saja aku tidak punya waktu!" Kyungsoo mengangkat kepalanya menatap punggung Jongin yang berjalan menjauhinya. Air mata Kyungsoo mengalir begitu saja. Dia benar-benar menjadi gadis yang cengeng semenjak keluarganya hancur.
"Kai!" teriak Kyungsoo. Namun Jongin tidak menghentikan langkahnya, dia terus berjalan dengan cepat meninggalkan Kyungsoo. Gadis itu akhirnya memutuskan untuk mengejar Jongin yang sudah berada disebrang jalan. Tanpa memperhatikan bahwa sudah ada mobil yang melaju kencang disampingnya.
"Jongin!" teriak Kyungsoo. Dan setelah itu hanya sebuah teriakan Kyungsoo yang terdengar.
TO BE CONTINUE
SORRY TAMBAH ANCUR DAN GAK JELAS-_-
THANKS FOR REVIEW.
