Chapter 3

Title: Music Box

Author: Lee Shikuni

Genre: Crime, mistery

Archip: drabble, sad ending, yaoi

Cast: -All members EXO

-And OC

Warning: GJ, Typho(s), RnR, please… DLDR!

A/n: Review-nya udh di bls semua, ne? Jeosonghamnida klo masih ada kekurangan dan kurang memuaskan. Mohon di maklum karna bikin FF-nya sesuai mood. -,- Happy reading… ^^

AUTHOR POV

Seorang namja berpipi tembam tengah membereskan bukunya yang berserakan di seluruh meja yang ia tempati. Wajahnya terlihat lesu tak bersemangat. Terlihat dari tadi dia terus menghela nafas sepanjang hari ini tanpa senyum.

Lalu seorang namja tampan mendekatinya. Dia mendekat dengan wajah yang ceria. Senyum tak lepas dari wajahnya, guna menghibur sang kekasih hati.

"Annyeong, Chagi!" sapa riang namja tampan itu dengan suara emasnya setelah sampai di depan kekasihnya. Namja berpipi tembam itu mendongakkan kepalanya melihat wajah kekasihnya setelah selesai memasukkan semua buku-buku itu ke tasnya.

Tapi tanpa menjawab, sedetik kemudian namja berpipi tembam itu berdiri dan hendak keluar kelas. Tapi sebuah tangan menghentikan pergerakannya. Dia menatap tangannya yang di genggam erat oleh kekasinya itu, lalu menatap lekat pada kekasihnya seolah berkata 'ada-apa?'.

Namja tampan itu memindahkan kedua tangannya di pundak kekasihnya lalu membaliknya paksa agar dapat menghadapnya. Lalu wajahnya ia sejajarkan dengan wajah sang kekasih.

"Neoga wae, Hyung? Wae geurae?" tanya namja tampan itu lembut. Namja berpipi tembam itu mengalihkan pandangannya. Dengan gemas, namja tampan itu meraih dagu kekasihnya, lalu menariknya untuk menatapnya. Tapi lagi-lagi namja berpipi tembam itu mengalihkan ekor matanya. "Ssshh~ Hyung, tatap aku!" ucap namja tampan dengan nada gemas.

Mau tak mau, sekarang namja berpipi tembam itu menatap kekasihnya. "Apa terpikirkan tentang Baek Hyun Hyung juga Chan Yeol Hyung lagi?" terka sang namja tampan. Perlahan, kekasihnya itu mengangguk pelan. "Tenanglah~ Mereka akan baik-baik saja, kok" ucap namja tampan menenangkan. Namja berpipi tembam itu menggeleng cepat.

"Ani. Aku merasa sangat bersalah. Dan aku merasa… ini semua salahku. Jika aku dapat menghentikan Chan Yeol~ah saat itu-"

"Ani! Ini bukan salahmu, Hyung. Tenanglah~ Relex…" ucap namja tampan itu tenang juga cepat hingga memotong penjelasan kekasihnya. Perlahan namja berpipi tembam itu menghembuskan nafasnya.

"Lalu sekarang dimana Baek Hyun~ah? Aku tidak melihatnya sejak pagi. Kau melihatnya?" tanya namja berpipi tembam itu. Tapi sayang, namja tampan itu menggeleng sebagai jawaban. Namja berpipi tembam itu mendesah frustasi.

"Annyeong, Chen~ah! Xiu Min Hyung!" sapa seseorang yang suaranya mereka kenal. Mereka berdua yang merasa di panggil nama panggilannya menoleh ke sumber suara.

"Eh? Annyeong semua!" sapa mereka berdua riang saat melihat ke-8 temannya berada di depan mereka.

"Ekhem! Pulang sekolah langsung lovey-dovey, eoh?" goda seorang namja berambut ikal berwarna pirang dengan sedikit terkikik. Sontak membuat 2 namja di hadapan mereka ini bersemu merah.

"Ani. Ekhem… D.O~ah, kau melihat Baek Hyun~ah tadi pagi? Atau, mungkin dia memberi pesan atau mungkin menghubungimu?" tanya Xiu Min dengan bertubi-tubi.

"Ani. Aku tidak melihatnya, dan tidak mendapat apa pun darinya" jawab D.O.

"Ponselnya juga tidak aktif, ntah kenapa. Tadi pagi aku berusaha menghubunginya. Takut-takut dia bangun ke siangan karena sibuk menangis semalaman" jelas Se Hun –namja yang bicara dengan aksen 'agak' cadel-.

"Bagaimana jika kita ke rumah Baek Hyun~ah, saja?" saran seorang namja dengan wajah angelic-nya -Suho. Yang lain menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan. "Ya… Hanya untuk memastikan dia ada di rumahnya…" lanjut Su Ho seraya mundukkan kepalanya dan manik matanya bergerak ke sana-kemari. Di tambah lagi dengan salah satu tangahnnya menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ini menandakan dia risih di tatap seperti itu.

"Ya sudah. Kajja!" ajak seorang namja yang tinggi dengan rambut pirang blonde-nya –Kris—seraya merangkul pundak kekasihnya dan berjalan beriringan. Lalu di ikuti oleh mereka semua.

ΩΩΩ

"Jinjja Baekkie tidak masuk sekolah hari ini?! Ta-Tapi... Dia juga tidak pulang kemarin. Ahjumma kira, dia menginap di rumah Chan Yeollie atau D.O-ya" ujar Ahjumma Byun –Eomma Baek Hyun, dengan agak panik karena anaknya menghilang secara tiba-tiba.

"Itu dia. Masalahnya, Chan Yeol-er juga menghilang kemarin" celetuk seorang namja dengan bicara berlogat China.

"Jinjja, Lay~ah? Lalu… Kemana mereka berdua?" tanya Ahjumma Byun. Semua terdiam dengan pose berpikir.

"Atau, jangan-jangan… ChanBaek Couple itu…." Seorang namja berkulit tan menggantungkan kalimatnya. Semua orang yang ada di ruang tamu keluarga Byun itu menatapnya lekat menunggu kelanjutan kalimatnya.

"Tidak mungkin itu terjadi… Huh! Dasar otak yadong!" celetuk D.O yang langsung menoyor kepala kekasihnya itu.

"Yak! Appo! Kau tega padaku, Kyung Soo Baby?" tanya namja berkulit tan itu dengan nada bicara yang manja. Orang-orang yang melihat itu langsung mendelik kearah namja berkulit tan itu.

"Aku berpikir…" gumam Kris. Semua orang yang mendengar gumamannya menoleh kearahnya. "Ini semua berhubungan. Iya, kan?" terka namja jangkung itu.

"Hmm… Kau benar juga, Kris Hyung" ucap Su Ho.

"Tunggu-tunggu. Bagaimana bisa kau setuju, Su Ho-er? Apa hubungannya?" tanya Lay tidak mengerti.

"Tentu saja berhubungan. Chan Yeol Hyung dengan Baek Hyun Hyung. Apa akan ada lagi selanjutnya?" celetuk Se Hun. Semua mata menatapnya sangar. Seolah mengatakan: kau-ingin-ini-di-teruskan-eoh?-Tidak-cukup-dengan-2-teman-kita-menghilang?. Kira-kira begitulah arti tatapan mereka. Se Hun hanya dapat menundukkan kepalanya.

'Ada sesuatu di dalam rumah tua itu' batin Xiu Min.

AUTHOR POV END

A/n: Shi: Jeosonghamnida klo ada salah2 kata-

Reader: #PLETAK!# Di kira pidato, woy!?

Shi: Eoh? Salah2! #PukulinBibir# "Review, please… ^^"