Chapter 4
Title: Music Box
Author: Lee Shikuni
Genre: Crime, mistery
Archip: drabble, sad ending, yaoi
Cast: -All members EXO
-And OC
Warning: GJ, Typho(s), RnR, please… DLDR!
A/n: Review udh di bls semua, ne? Ok, happy reading~ ^^
AUTHOR POV
Xiu Min melangkahkan kakinya di sepanjang trotoar menuju rumahnya. Dia berjalan sendirian di tengah malam sehabis dari rumah Baek Hyun temannya. Dia juga menolak tawaran Chen, kekasihnya untuk mengantarnya ke rumah. Ntahlah. Dia merasa ini semua begitu rumit, dan dia butuh waktu sendiri untuk me-relex-kan pikirannya.
Seketika langkahnya terhenti. Dia menoleh ke sampingnya. Rumah tua itu. Oh! Bahkan dia tidak sadar jika dia melewati jalan ini untuk pulang. Dia terus memandangi rumah tua itu dengan seksama. Tersirat di kedua matanya perasaan takut, benci, tidak suka, sedih, juga marah bercampur aduk menjadi satu lewat mata itu.
Dia benar-benar tidak habis pikir, bagaimana bisa teman jangkungnya itu masuk ke dalam rumah kosong ini? Dan bahkan tidak kembali hingga sekarang. Ada rasa penasaran dalam dirinya, dan dia juga jadi sangat ingin tahu ada apa di dalam rumah tua ini. Tapi… dia juga tidak mau jika tidak bisa kembali.
Xiu Min menggelengkan kepalanya cepat. Berusaha membuang keinginannya itu. Setelahnya, ia menghela nafas panjang nan berat. Dia berniat melangkahkan kakinya untuk pulang, tapi sebuah suara menginterupsinya.
Suara itu. Seperti… sebuah musik. Sangat indah di telingannya. Xiu Min masih menguasai dirinya. Dia teringat bahwa ada sebuah musik yang memekkan telinganya –menurutnya saat itu—dan saat itu juga Chan Yeol masuk ke dalam rumah itu. Tidak! Dia masih memiliki pikiran jernih hanya untuk menuruti keinginan musik misterius ini yang sekarang malah terasa enak di dengarnya. Ntah kenapa dia yakin musik ini juga yang di dengar Chan Yeol waktu itu. Tapi, kenapa terdengar berbeda saat dia me'nguntit' Chan Yeol waktu itu?
Tanpa sadar, Xiu Min melangkahkan satu per satu kakinya masuk ke dalam pekarangan rumah tua itu. Terus berlanjut hingga ke depan pintu utama dengan pikirannya yang penuh dengan banyak pertanyaan yang dia bandingkan dengan kejadian waktu itu. Karena sekarang dia mulai merasakannya. Dan tanpa sadar juga, ia telah menikmati alunan musik klasik yang terdengar indah itu.
BLAM!
Suara pintu utama tertutup dan membuat Xiu Min tersadar dari segala pikirannya. Dia melihat sekeliling. Dimana dia? Dan dia mencoba mempertajam pendengarannya. Musiknya sudah berhenti.
Sekali lagi Xiu Min melihat sekelilingnya. Benar-benar seperti rumah yang telah lama tidak di tinggali. Di sana-sini banyak debu yang menempel.
Dan tanpa sengaja, Xiu Min mencium aroma. Aroma tidak sedap. Bau karat. Xiu Min putuskan untuk melihat lebih ke dalam rumah ini –karena sudah terlanjur masuk.
Xiu Min berjalan dengan hati-hati. Hingga ia berada di ruang tengah rumah tua itu. Dia melihat sekeliling. Tidak ada yang aneh. Lalu dia beranjak ke ruangan lain. Satu per satu ruangan yang berada di lantai 1 sudah ia lihat. Tapi tidak ada yang aneh. Hingga ia masuk ke sebuah lorong. Bau karat yang tadi ia cium makin menyengat. Rasa penasarannya semakin membuncah.
Dengan agak berlari kecil ia menyusuri lorong itu, dan langkahnya terhenti seketika. Matanya membulat sempurna beserta embun air mata yang sudah agak merabunkan pandangannya dengan mulut menganga yang sekarang ia tutupi dengan salah satu tangannya. Ia mencoba menopang berat tubuhnya. Dia merutuki kakinya yang tiba-tiba lemas melihat pemandangan di depannya. Tapi dia mencoba tetap kuat. Di dekatinya sebuah pintu coklat berdebu di lorong itu. Lalu dia berjongkok. Isakan-isakan kecil mulai lolos dari bibir tipisnya. Hingga saking tertekannya(?) dia berlutut di depan seonggok… Ah, atau lebih tepatnya sesosok manusia dengan kulit pucat terbaring tak bergerak di lantai depan pintu berwarna coklat berdebu itu.
"Baek Hyun~ah…" panggil Xiu Min lirih. Beberapa bulir air mata telah jatuh di pipi chubby-nya. 'Jika di sini ada Chennie mungkin aku akan lebih tenang' pikiknya. " Baek Hyun~ah, apa yang terjadi denganmu? Hiks…" lirih Xiu Min seraya terisak. Salah satu tangannya mengusap poni Baek Hyun lembut. Bulu kuduknya serasa merinding saat kulit tangannya bersentuhan dengan kulit kening Baek Hyun yang sekarang. Yang jauh lebih dingin dari es musim dingin.
Xiu Min menarik tangannya dan menatap pintu coklat berdebu di hadapannya. Dia masih penasaran. Jika Baek Hyun di sini, berarti Chan Yeol juga ada di sini, yang jelas-jelas sudah ia lihat langsung memang Chan Yeol masuk ke rumah tua ini dan dia tidak melihat Chan Yeol di ruangan mana pun tadi. Kecuali… pintu ruangan yang ada di hadapannya ini.
Xiu Min bangkit dari berlututnya. Dan tanpa mempedulikan celananya yang kotor, ia melangkah menuju pintu coklat berdebu itu.
CKLEK!
Xiu Min membuka pintu itu perlahan. Dan betapa terkejutnya ia…
"Chan Yeol~ah!" teriaknya tak percaya. Lagi-lagi bulir bening itu turun dengan deras di pipinya. Dia jatuh terduduk sekarang dia tidak tahu harus melakukan apa. Dia sudah melihat 2 orang teman yang mereka cari selama ini mati dengan keadaan tragis seperti ini. Xiu Min menangis sejadinya di depan jasad Chan Yeol.
Hingga musik itu terdengar lagi di telinganya. Xiu Min mendadak menghentikan isakannya. Ia menghapus air matanya kasar dan segera bangkit. Lalu berlari meninggalkan ruangan itu. Mencari sumber musik itu. Dia yakin ada seseorang di balik ini semua. Dan menurutnya, jika ia dapat mengetahui sumber musik ini, berarti pelakunya tidak jauh dari sana.
Xiu Min mengelilingi lagi rumah itu. Kali ini ia sampai mencari sumber suara itu hingga lantai 2 rumah tua itu. Tapi nihil. Dia bingung. Suaranya ada dimana-mana, di setiap ruangan yang ada di rumah tua itu. Hingga Xiu Min sampai di ruang dapur di rumah tua itu. Musiknya berhenti lagi. Ntah kenapa musik itu serasa mempermainkannya juga mengendalikannya. Xiu Min mendudukkan dirinya di sebuah meja yang berada di dapur itu. Lalu menundukkan kepalanya. Lagi-lagi pikirannya kalut, dan dia tidak tahu harus berbuat apa. Tidak ada orang di rumah tua ini, selain dia dan 2 jasad temannya itu.
Pandangan Xiu Min beralih menatap lurus kedapan dengan pandangan kosong banyak pikiran(?). Hingga secerca(?) cahaya putih, menyilaukan matanya. Seingatnya ini sudah malam. Di tambah penerangan minim di sini tidak mungkin bisa ada cahaya.
Xiu Min menoleh ke sumber cahaya. Tapi cahaya itu malah menghilang. Xiu Min mencoba memperjelas penglihatannya. Mungkin saja benar ada cahaya di sana yang bisa ia gunakan sekarang.
SREK!
SREK!
Xiu Min semakin penasaran dengan apa yang ada di pojok ruangan yang gelapnya tak sembarangan.
"Annyeong?" ucap Xiu Min pelan. Mungkin saja ada orang di sana. Hingga sebuah benda dengan cepatnya mengarah pada Xiu Min membuat dia tidak bisa mengelak. Xiu Min sempat berteriak karena terkejut dan…
JRASS! BRUK!
"Aaaarrrggh…!" pekik Xiu Min keras dengan nada menahan sakit. Karena benda tadi, dia terhuyung ke samping, membuatnya terjatuh dari meja dan sekarang terbaring di lantai dapur yang berdebu nan dingin. "Uhuk! Uhuk!" Xiu Min terbatuk dengan darah yang keluar dari mulutnya. Darah segar mulai tercium lagi di rumah itu.
"Apa akan ada selanjutnya?" tiba-tiba sekelebat ingatannya tentang perkataan Se Hun membuatnya tersenyum miring.
'Kau benar Se Hun. Jadi, siapa selanjutnya?' batin Xiu Min di tengah ke sadarannya hingga beberapa detik kemudian tubuhnya mulai mendingin, kulitnya mulai pucat, denyut nadinya dan detak jantungnya mulai berhenti, nafasnya menghilang dan matanya tertutup rapat. Hanya bibirnya saja yang masih memerah. Semerah darah. Darah yang di akibatkan oleh pisau dapur yang cukup besar juga panjang yang menghujam mulut Xiu Min dengan cepat –benda tadi. Perih. Tentu, saja. Xiu Min tak dapat berbicara. Tangannya memegangi tenggorokkanya yang terasa terbakar. Sakit. Tapi darah terus menetes dari mulutnya.
ΩΩΩ
A/n: Hiiiy…! Merinding bikinnya. Mana rumah lagi sepi. Shi takut. #PelukBabyPanTao# #DiCipokPisoAmaReader# Nih udh update. Update ngebut mksdnya. Karena baru aja beres bikin ini. ._.
Dan bwt, "Ayp": Tebakannya bnr, bgt! Tdnya, setelah ketauan mau langsung ganti alur. Perombakan konsep secara mendadak, karna pasti gk seru donk, karna kita udh tau korban selanjutnya. Tapi udh terlanjur bikin setengahnya. Yaudah. Semoga suka dengan kematian Xiu Min Hyung kali ini. *Aduh, bahasanya~ T_T* #DiJedotinReader#
Review, please… ^^
