Chapter 9

Title: Music Box

Author: Lee Shikuni

Genre: Crime, mystery

Archip: drabble, sad ending, yaoi

Cast: -All members EXO

-And OC

Warning: GJ, Typho(s), RnR, please… DLDR!

A/n: Ada yg kangen sma FF ini? Cri inspirasi bwt bikin cerita org mati itu susah. Jd utk kli ini seadanya aja, ne? ._.

Istrinya Sehun: Aaa… Blh Shi jujur? Shi bahkan lebih merinding bca review Chingu dri pda bikin FF ini. ._. … Ok, just kidding. ^^ Jgn di masukin ke hati, ne? Dan… Jgn salahin Shi atas kematian member EXO. Tanya rmh aja sna. #So'Cuek# Idupin lgi? Huh? Tp Shi bkn Tuhan… #GelengImut# #AegyoBalik #AegyoGagal# Bnyk yg di skip? Gmn bsa kerasa feel-nya klo bnyk di skip? Genre-nya kn Crime&Mystery. Emmh,… Kali-kali cba bca semua. Pasti seru. Ok, gomawo udh review…. ^^

Ok, hope U like it. Happy reading… ^^ And joseonghamnida klo masih kurang panjang.

AUTHOR POV

Kai menundukkan kepalanya sepanjang perjalanan pulang sekolah. Sekarang hatinya benar-benar terasa kosong. Orang tuanya belum kembali dari tugas dan sekarang dia kehilangan jejak namjachingu tercintanya.

Di sekolah dia tidak menemukan sosok mungil yang ia rindukan sejak kemarin. Lu Han dan yang lainnya pun juga tidak tahu dimana keberadaan namja mungil miliknya itu.

Kai tetap memutuskan untuk pulang. Sepanjang jalan ia terus mengotak-atik ponselnya berharap ada balasan dari seluruh pesan dan panggilan dari D.O. tapi semuanya nihil.

Dan sampailah ia di depan rumah tua itu. Dia berhenti di depan pagar tua rumah itu. Menatapnya nanar. Lalu beralih lagi pada ponselnya. Dia mencoba menghubungi D.O.

Beberapa nada sambung mulai terdengar. Tapi tunggu dulu. Ada yang ganjal. Dia sepertinya mendengar dering ponsel D.O di sekitar rumah tua itu. Kai menatap halaman berantakan rumah tua itu. Dan… Gotcha! Dia menemukannya. Itu ponsel D.O.

Tanpa pikir panjang, Kai segera mendobrak gerbang itu dan mengambil ponsel D.O. dan setelah ia amati. Itu memang ponsel D.O, kekasihnya, namjachingu tercintanya.

'Kenapa ponsel D.O Hyung ada di sini? Apa… D.O Hyung kemari semalam?' batin Kai. Dan bulu kuduknya terasa berdiri saat berpikir yang aneh-aneh yang mungkin saja terjadi pada kekasihnya. Kai menggeleng cepat. 'Tidak mungkin! Tidak mungkin itu semua terjadi!' batin Kai.

Lagi-lagi Kai melihat ke sekeliling. Dia merasa ganjal dengan sesuatu di sana. Dan untuk beberapa detik Kai menatap pintu gerbang tua yang masih terbuka hasil dobrakannya tadi. Beberapa detik berpikir akhirnya ia tahu.

"Bukankah pintu gerbang tua itu asalnya tidak bisa terbuka karena macet? Kenapa sekarang aku dengan mudahnya mendobrak gerbang itu dan terbuka?" gumam Kai agak terkejut.

Dan tiba-tiba, alunan musik terdengar dari rumah tua itu. Kai menolehkan kepalanya ke rumah itu, dan sepersekian detik, Kai sudah seperti terhipnotis alunan indah musik itu. Kakinya melangkah perlahan mengikuti perintah musik tersebut.

Tidak ke dalam rumah, tidak ke pintu utama rumah itu. Melainkan kaki Kai melangkah ke halaman sebelah kanan rumah itu.

Bau karat sudah tercium dari beberapa meter tempat ia berjalan sekarang. Tapi karena terlalu menikmati musik yang di sediakan(?), Kai tidak menghiraukan itu. Hingga ia sampai di halaman yang di tuju oleh musik itu. Volume musik itu agak memelan. Membiarkan Kai beradaptasi dengan sekitarnya.

Mata Kai mengerjap pelan. Memperjelas penglihatannya yang ntah kenapa agak kabur tadi. Hari masih sore, jadi penerangan masih cukup untuk melihat sekitar.

Kening Kai kali ini mengernyit saat matanya melihat seonggok manusia dengan darah dimana-mana dan juga sebuah belahan kaca yang cukup besar menancap di punggung atasnya. Tepat pada tulang belakangnya. Ukuran tubuhnya pun kecil dan dia pendek. Bukannya panik melihat jasad tewas dengan mengenaskan seperti ini, Kai malah terus mecoba memperhatikan wajahnya yang tertunduk agak menyamping(?). Sepertinya ia kenal wajah yang penuh darah ini. Kai mencoba mengingat-ingatnya. Setelah beberapa lama, akhirnya ia sadar. Jika jasad yang ada di depannya itu…

"D.O Hyung!" teriak Kai tak percaya. Matanya mulai berembun mengaburkan penglihatannya.

Dengan terisak Kai mencoba menyentuh wajah D.O, namjachingu yang paling ia cintai di dunia ini lebih dari apa pun, dengan tangannya yang bergetar menahan tangis.

"Hajima…" lirih Kai. Satu butir air mata turun ke pipinya. "Hajima D.O Hyung. Hajima!" teriak Kai pilu. Ia jatuh berlutut dari berdirinya. Sekarang air mata sudah membasahi pipinya.

Dengan segera Kai berdiri lagi. Dia harus melarikan diri. Apa harus dengan membawa D.O? Kai menatap wajah D.O lagi. Melihat keadaannya yang sudah tidak bisa terselamatkan lagi… tidak. Kai harus melarikan diri seorang diri tanpa membawa siapa pun.

Segera ia berlari menuju pintu gerbang yang masih terbuka. Beberapa langkah lagi dia sampai. Tapi… TRAK! Pintu gerbang itu tertutup sendiri. Kai berusaha membukanya. Tapi sial, kenapa tiba-tiba pintu gerbang ini seperti terkunci dari luar. Menyerah, Kai menatap pintu utama rumah tua itu dengan pandangan horror. Kai menggelengkan kepalanya kasar. Tidak. Tidak mungkin dia masuk ke sana.

Musik. Musik itu terdengar lagi. Kai berusaha untuk tidak mendengarnya. Sayangnya, alunan musik itu tidak bisa membuatnya menolak. Kai mulai berjalan masuk ke rumah tua itu dengan 'intruksi' dari musik yang di dengarnya.

BLAM!

Dan sekarang Kai sudah berada di dalam. Musik itu belum juga berhenti. Sekarang tengah menggiring(?)nya ke lantai 2. Kai terus berjalan hingga ia mencapai balkon.

Musik berhenti dan Kai tengah mencerna apa yang terjadi. Dia menatap pemandangan perumahan dari atas belkon belakang rumah itu. Itu hanya perumahan. Dan sayangnya dia tidak mendapatkan apa pun.

CLEK!

Sebuah suara kecil yang membuyarkan lamunan Kai. Kai berbalik menghadap pintu balkon yang masih terbuka. Terlihat sekali bagaimana gelapnya di dalam sana, yang ia tidak ketahui kenapa dia berada di sini sekarang. Kai menolehkan kepalanya ke samping. Ntah kenapa pikirannya melayang kearah D.O.

DORR!

Kai tidak bisa merasakan tubuhnya. Kepalanya serasa berat dan hilang keseimbangan. Dia mencoba berpegang kuat pada pembatas balkon. Tapi yang terjadi malah… dia terjatuh dari balkon.

BUGH!

Seluruh tubuh Kai merasakan getaran yang kuat dan juga… sakit. Kesadarannya mulai hilang sepenuhnya. Dia benar-benar tak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali.

'Saranghae, D.O Hyung…' batin Kai sebelum dia benar-benar menutup matanya.

Musik itu mengalun kembali. Menemani rumah tua itu, dan menjadi saksi bisu kematian Kai yang tragis.

Pelipis Kai tertembak dan dia jatuh dari balkon lantai 2. Jatuh dengan menghantam batu besar di bawahnya. Sudah di pastikan seluruh tulang di tubuhnya sudah remuk akibat benturan yang sangat keras.

Dan hari ini, langit ikut berduka atas kepergian 8 orang yang tak bersalah itu.

ΩΩΩ

"Eh? Hujan?" gumam Lu Han saat melihat keluar jendela kamarnya. "Deras sekali" lanjutnya. Sebenarnya perasaannya mulai tidak enak. Tapi dia mencoba menepis itu dengan menghubungi teman-temannya.

Setengah jam kemudian, Lay, Se Hun, dan Tao dating ke rumah Lu Han atas permintaan Lu han.

"Ada apa, Lu…?" tanya Se Hun sembari merangkul leher Lu Han mesra dari belakang.

"Jangan memanas-manasi kami, Se Hun-er…" ujar Lay dongkol. Dia juga merindukan Su Ho, namjachingu-nya.

"Aku sudah merasa tenang kalian sudah mau datang" ucap Lu Han.

"Memang ada apa, Ge?" Tanya Tao.

"Ah, apa kalian dapat pesan atau panggilan dari Kai-er? Sedari tadi aku menghubunginya tapi ponselnya tidak aktif" ujar Lu Han. Semua terdiam. Termasuk Se Hun yang sedari tadi melepas rangkulannya dan duduk di samping namjachingu-nya.

Suasana ruang tengah rumah Lu Han jadi canggung. Hanya suara rintik hujan yang cukup deras di luar yang menemani ke kosongan mereka. 4 orang itu sibuk dengan pikiran masing-masing.

"Ani" gumam Se Hun. Cukup terdengar oleh yang lain. Ke-3 namja itu menoleh pada Se Hun. "Kami tidak mendapat kabar apa-apa dari Kai" lanjut Se Hun. Tao menoleh pada jendela, Lay menunduk, dan Lu Han menghela nafas berat.

'Ada apa dengan Kai-er? Dimana dia? Apa dia baik-baik, saja?' batin Lu Han khawatir.

AUTHOR POV END

~TBC~

A/n: Joseonghamnida lama next-nya. Bener2 gada ide&jgn bantai Shi karna ini terlalu pendek. Tp inspirasi Shi mentok cm sampei sini. Joseonghamnida… #Bow# Review, please… ^^