Chapter 15

Title: Music Box

Author: Lee Shikuni

Genre: Crime, mystery

Archip: Yaoi, chapter, T

Cast:

-All members EXO

-Huang Zi Tao

-Wu Yi Fan a.k.a Kris

-Lu Han

-And OC

Warning: GJ, Typho(s), RnR, please… DLDR!

A/n: Misslah: Udah dilanjut, nih. Semoga puas. Kalo mengecewakan, maaf. #bow Kalo masih bingung PM Shi aja, ya? ^^ Gamsahamnida udah baca & review... ^^

nichi: Dia baik2 aja... Menurut Shi. :v Itu "ba by ba by", dibacanya (maaf) "babi"/"baby"/"bye2"? Haha. xD Gamsahamnida udah baca & review... ^^

Yg mau protesnya dilanjut... silahkan menghampiri kotak review. Dengan senang hati Shi baca sambil senyum... :) Happy reading... ^^

AUTHOR POV

Alunan musik klasik kembali terdengar. Kotak musik itu terbuka tetap pada tempatnya di sebuah meja nakas kecil di sudut ruangan.

Sebuah tangan meraba-raba meja nakas itu. Mencari sesuatu dan pergerakannya terhenti setelah menemukan yang ia inginkan. Tangan itu mengangkat sebuah kepala yang berada di meja nakas itu dan mengapitnya di sebelah pinggangnya lalu berbalik.

JRAK!

"Oh, annyeong Klih~ah." sapa seorang namja imut chubby yang baru saja melepas pisau dari mulutnya dari arah dapur.

"Oh, hai Xiu Min-ge. Kenapa kau jadi cadel begitu?" sahut sebuah kepala yang berada di pinggang itu.

"Molla. Lidahku sobek." adu Xiu Min.

"Yeollie? Eoh? Hyungdeul, di sini ada Yeollie?" beo seorang namja manis nan pendek dengan pecahan kaca besar terselip di kepalanya.

"Yak! Baekkie! Kau menginjak kepalaku! Kyaaa! Eomma~! Kepala anakmu ini hancur~!" histeris namja jangkung dengan kepala hancur.

"Kau tidak pernah tampan, Chan Yeol-er. Ish! Ini jantung milik siapa ada dipangkuanku!" merinding seorang namja bertubuh kuyup sembari menuruni tangga. Beberapa detik hening. Hingga yang ada di sana tertawa melihat ekspresi kesal namja tersebut.

"Lay-ge. Itu milikku. Kembalikan~" lirih namja yang memiliki lubang di dadanya tergeletak lemas di lantai.

"Lay~ah, bisa bantu aku melepas ini?" pinta seseorang dari arah pintu utama.

"Oh, astaga! Su Ho-ge!" panik Lay dan melempar jantung di tangannya hingga tepat menemui wajah Chen. Kembali yang ada di sana tertawa.

"Yah~ Kenapa kepalaku bisa hancur begini?" tanya seorang namja pucat tinggi sembari menuruni tangga dengan tangan yang mencoba menetapkan posisi kepalanya berada di tempatnya.

"Pegang saja seperti ini, Se Hun-er." usul Kris. Se Hun menoleh -mungkin. Karena kepalanya hancur- lalu mengikuti saran Kris.

"Annyeong yeoreobeun~" sapa pelan seorang namja pendek diikuti Su Ho dan Lay.

"D.O-er." panggil Lay lalu menepuk pelan lengan D.O. Yang mengejutkan, lengan itu berayun sesuai arah tepukan begitu saja. "Tanganmu kenapa?"

"Aku jatuh dari lantai atas. Jadi seperti terkulai lemas tanpa tulang begini." jelas D.O yang memang kepalanya agak penyok dengan darah kering memenuhi sisi-sisi kepala.

"Apa Lu-ge selamat?" tanya Se Hun memandang sekitarnya.

"Dia di pohon. Halaman belakang." jawab Chen pelan. Lebih ke merasa bersalah. Se Hun segera melesat ke sana.

"Ugh!" ringis seseorang di dekat meja nakas. Yang lain menoleh.

"PanTao!" seru Kris kelewat senang. Ia mulai menghampiri tubuh Tao yang masih berusaha berdiri. "Kenapa aku tidak melihatmu di sana tadi?"

"Tidak usah, Ge. Aku bisa sendiri."

JRAK!

Tao kembali meringis saat mencabut paksa pisau yang tertancap di jantungnya. Lalu berdiri.

"Pelan-pelan, Kai! Aku tidak bisa mengimbangi langkahmu!"

"Hun-er, singkirkan kepala hancurmu dari tubuhku! Aku ingin menangis melihatnya~"

Se Hun datang dengan 2 orang lainnya. Salah satu dari mereka dibopong oleh Se Hun dan seorang lagi yang memiliki luka tembak di kepala. Sampai di salah satu sofa single, orang yang dibopong itu didudukan di sana. Dia tidak punya alat gerak satu pun.

"Kenapa Lu-ge mau menangis?" tanya Se Hun.

"Karena... Karena aku... yang tidak sengaja menghancurkan kepalamu."

Hening. Hening. Hingga seorang yeoja kecil terkekeh di sofa paling besar di sana. Refleks mereka menoleh.

"S-Sejak kapan kau di sana?" cicit Chan Yeol memandang horror.

"Sejak tadi. Kalian saja yang tidak lihat." jawab yeoja itu santai.

"Tunggu, dia siapa?" celetuk Lu Han lalu menatap Chan Yeol. "Kau kenal?"

"Dia Lee Shikuni." jawab Chen tiba-tiba. Yang lain mengalihkan pandang. "Anak yang ada di photo itu." Chen menunjuk sebuah bingkai photo kecil di atas meja nakas di samping kotak musik yang terbuka.

"Senyumanku jelek. Tidak perlu dilihat." ucap Shikuni dengan smirk gagalnya.

"Dan smirk-mu juga tak pantas di wajah itu. Singkirkan." cibir Chan Yeol. Shikuni mendelik.

"Diam kau, Dobi." hardik Shikuni.

"Ah, aku ingat! Yang membunuh kita semua... Chan Yeol-er dan... Chen-er!" tuduh Lay dengan menunjuk satu persatu orang-orang yang disebutkannya.

"Benarkah? Aku tidak tahu." beo Kris dengan nada agak geram.

"Tentu, saja. Kami hebat, kan? Membunuh kalian seolah itu adalah hal mistis, atau pun hanya kecelakaan yang kalian buat sendiri di rumah ini." bangga Chen.

"Yang membunuh Kris Hyung itu aku!" protes Chan Yeol. Chen manggut-manggut.

"Kau juga membunuhku, Chan Yeol-er!" protes Lay.

"Tunggu. Aku rasa aku melihat jasad kalian berdua." Kris menengahi.

"Yakin jasad kami?" tantang Chen. "Apa pun bisa dimanipulasi. Jasadku, atau pun jasad Chan Yeol Hyung yang kalian lihat, adalah jasad palsu."

"Lagi pula kami baru mati kemarin." celetuk Chan Yeol dongkol. Shikuni tertawa keras.

"Kalian masih bisa hidup hingga kemarin?" kaget Lu Han.

"Aku melakukan perundingan. Sebelum belahan kaca pecah itu menancap pada tubuhku, aku terlanjur menghindar dan tanpa sengaja melihat sosok gwishin cilik menyebalkan nan tak tahu sopan-santu itu."

"Gomawo pujianmu, Dobi." selip Shikuni dengan datar.

"Aku sempat memberikan penawaran dan ia setuju. Jadi aku membantunya mengumpulkan nyawa seperti yang ia minta. Aku juga berpikir kalian pasti mencariku." jelas Chan Yeol.

"Dan kau mempertaruhkan nyawa-nyawa kami?!" D.O berteriak frustasi.

"Yah~ Tapi akhirnya kami berdua mati juga dibunuh olehnya." lanjut Chan Yeol. Semua mata memandang Shikuni tak mengerti dan habis pikir.

"Semua yang ada di sini milikku. Mereka berdua berniat menjualnya! Sudah kurang baik apa aku membebaskan nyawa mereka?" adu Shikuni.

"Itu juga yang terjadi padaku." mulai Chen dan pandangan beralih padanya kembali. "Aku membuka gudang kecil di salah satu lorong. Setelah membuka pintunya, aku tak langsung masuk. Tapi sebuah open jatuh tepat di depanku. Sontak aku melompat ke belakang karena terkejut. Sejenak aku melihat sosoknya. Berdiri bersama siluet orang tinggi. Dan ternyata itu Chan Yeol Hyung. Awalnya aku tidak mengerti. Tapi saat yeoja cerdik itu ambil tindakan, aku berunding dan menyetujui hal yang sama dengan Chan Yeol Hyung."

"Jadi setiap kalian melihat sosok Shikuni-ssi ini, kalian bisa berunding?" tanya Su Ho dan Chen juga Chan Yeol mengangguk. Su Ho menatap lekat yeoja yang tengah asyik duduk santai itu.

"Kenapa selain mereka tidak ada yang melihatmu?" tanya Su Ho bingung.

"Saat pertama kali bertemu Chan Yeol-ssi dia target pertamaku. Makanya aku harus turun sendiri ke lapangan untuk mendapatkan nyawa. Tidak aneh jika ia dapat melihat sosokku. Tapi saat Chen-ssi, aku hanya kebetulan saja ingin melihat proses Chan Yeol-ssi memberikan nyawa-nyawa itu padaku." jelas Shikuni.

"Kenapa kau butuh nyawa?" tanya Se Hun cepat.

"Aku butuh teman. Saat kedua orang tuaku sudah tenang di sana, ntah kenapa aku tak bisa menyusul mereka." jawab Shikuni.

"Arwah penasaran." celetuk Chan Yeol. Shikuni menatapnya tajam.

"Kenapa kau bisa mati?" Lay bertanya prihatin.

"Penyakit. Waktu itu umurku 10 tahun. Orang tuaku meninggal dunia karena sebuah kecelakaan mobil dan meninggalkanku sendiri di sini. Awalnya aku tak tahu apa-apa. Aku menunggu mereka selama berhari-hari hingga persedian makanan habis dan kondisi tubuhku semakin parah. Aku mengetahui berita kematian orang tuaku setelah aku mati terbujur kaku di sini. Aku sudah menjadi arwah, dan polisi datang ke sini. Mungkin ingin meninformasikannya. Tapi setelah melihatku, mereka mengurus kematianku. Anehnya mereka tak menguburku." cerita Shikuni. "Mereka memasukanku ke dalam peti mati dan meletakannya begitu saja di ruang bawah tanah. Itulah kenapa sekarang wujudku tak memiliki luka fisik seperti kalian."

"Sepertinya aku mengenal suaramu." gumam Kris. Shikuni menatap dalam manik mata elang Kris.

"Tentu, saja. Yang menuntunmu itu aku." jawab Shikuni santai. Kris bergeming.

"Kenapa kau menuntunku?" tanya Kris lagi.

"Kupikir kau harus tahu. Emmh... Mollayo. Tidak ada alasan khusus. Hanya ingin bermain-main denganmu lebih lama." jawab Shikuni ringan. "Oh, ne. Tao-ssi itu bagianku. Aku yang menuntunmu untuk bunuh diri." Tao berjengit di tempat.

"Kau tidak sadis-sadis amat kelihatannya." sindir D.O.

"Namanya juga bunuh diri." cibir Chen.

"Haha. Aku kasian padanya. Luka psikis-nya paling parah." canda Shikuni.

"Tertawamu mengerikan. Hentikan itu." ketus Kris.

"Kai-ssi, Xiu Min-ssi. Kalian diam, saja. Bicara." titah Shikuni asal layaknya bos.

"Annyeong." sapa Kai singkat sedang Xiu Min tetap diam.

"Xiu Min-ssi?" pancing Shikuni.

"Ah, lidahnya sobek. Kau tidak akan mengerti dengan apa yang dikatakannya nanti." celetuk Kris. Shikuni menepuk pelan dahinya.

"Aku lupa kalau kerongkonganmu ditusuk dalam. Itu perbuatan Chan Yeol-ssi." tuduh Shikuni singkat. Chan Yeol berjengit.

"Lalu bagaimana caranya kita bisa tenang? Kita tidak mungkin begini terus, kan?" tanya Su Ho mencari jalan keluar.

"Aku sendiri tidak tahu. Jika tahu, aku tidak akan mengajak kalian bersamaku sekarang ini." ujar Shikuni lesu. "Aku juga merindukan orang tuaku."

"Lalu bagaimana?" erang Baek Hyun frustasi.

"Bermainlah sesuka kalian." titah Shikuni. "Kalian boleh menyentuh dan memakai barang-barang di rumah ini, asal jangan hingga merusaknya seperti Lu Han-ssi." Shikuni menatap tajam Lu Han. Yang lain juga menatap Lu Han yang nyengir dan bergumam minta maaf.

"Maaf. Aku terlalu kalut." jawab Lu Han mengigit bibir bawahnya pelan. Rasanya ia ingin menangis lagi mengingatnya.

"Cengeng." bisik Tao pelan. Tentu semua arwah di sana mendengarnya.

"Hei, badai akan datang. Kita tidak bisa lanjut terus."

"Ya sudah. Berteduh saja di sini. Aku pikir rumah ini kosong."

"Ide bagus."

"H-Hei, kalian tidak takut? Rumah ini terlihat menyeramkan."

Shikuni menyeringai gagal. Yah~ Dia butuh belajar. Suara-suara dari beranda depan rumah mengalihkan perhatian mereka.

"Target baru. Bermainlah sesuka hati kalian." persilahkan Shikuni. "Aku mau istirahat. Usahakan jangan sampai mereka jatuh ke lubang itu, atau pun beranjak ke ruang bawah tanah." setelahnya gwishin itu menghilang. Yang lain menyeringai mendapat lampu hijau dari sang pemilik rumah.

CLEK!

"Ini tidak terlalu buruk." ucap seorang namja tinggi.

"Terlalu gelap." ucap namja yang memakai topi terbalik.

"Dan berdebu. Ini seperti di film-film horror itu, Hyungdeul. Kajja pergi~" rengek seorang namja lagi yang sepertinya lebih muda dari kedua orang itu.

"Kosong. Hening. Sepi." gumam namja tinggi.

"Mark Hyung~" yang paling muda terus merengek pada orang yang di panggilnya 'Mark'.

"Kau berisik, Yu Gyeom!" hardik seorang namja yang memakai topi.

"Kau so' berani Jackson Hyung." ledek Yu Gyeom dan menjulurkan lidahnya.

"Ssstt... Kalian tidak dengar? Ada suara lemah nada klasik." peringat Mark menajamkan pendengarannya diikuti 2 orang lainnya.

"Ah, ya. Kau benar, Hyung." setuju Jackson.

"Darimana asalnya?" tanya Yu Gyeom melihat sekitar. Mark melangkah mendekati sudut ruangan dan menemukan meja nakas kecil yang terdapat kotak musik antik.

CLEK!

Lalu menutupnya dan suara kekehan terdengar.

"Berani sekali kau menutup nada indah itu." sindir Chan Yeol yang menampakkan sosoknya membuat ketiga orang itu terdiam. Tubuh Mark kaku-bergeming. Chan Yeol mendekati Mark perlahan.

"Lari kalian berdua!"

AUTHOR POV END

~The End~

A/n: Akhirnya THE END dan jadilah drabble... =,= Shi gk bsa bikin ending yg bagus. Berakhir dg drabble gni~ -,-' Yah~ Gtulah... Seterusnya aja kayak gtu tuh mereka, sampe Kai ngeguru ke Indo bwt belajar dangdut dance/?. Ini GJ. Udah ada di warning atas, tuh. U,u Review, please~ ^^

Big thanks to:

DahsyatNyaff, Hanbyeol267, Initial D 0326, Han Kang Woo, Juniel Is A Vampire Hybrid, ayp, Iin EXO-Lay, Nutrijellu, HyuieYunnie, Koko pov, GabyGaluh, SimbaRella, ariviavina6, shirayuki miu, istrinya Sehun, , Little Kyung Kyung, sukha1312, ChanKai Love Love, Guest, narahunhan, noersa, KTOdult, Ammi Gummy, ChanBaek98, anis. , Aiko Michishige, BigSehun'sjunior, Misslah, nichi.

Kalo ada yang belum disebut, PM aja, ya... ^^