Hallo para pembaca setia-ku..! udah lama ya gak pernah update saya ini. Maafin ya, kehidupan Duta saya benar-benar cukup mengalihkan dunia perfanfic-an. Mohon kesediaannya ya . Ya udah, gak usah nunggu lama-lama. Silahkan dibaca chapter terbarunya. Jangan lupa reviewnya loh ya..

Chapter 23

.

.

Terkadang Naruto merasa hidupnya terlampau berat untuk dijalani. Namun tidak jarang pula dia merasa selalu dimudahkan setiap kali dirinya berhasil selamat. Seperti contohnya saat ini. Ketika Naruto dan yang lainnya berhasil lolos dari maut untuk kesekian kalinya, secara tidak sengaja mereka menemukan sebuah tempat yang berisi beberapa bahan makanan. Ya, sebelumnya Tenten mengatakan jika di tempat itu terdapat banyak makanan.

Jujur, kabar itu benar-benar berita gembira bagi Naruto. Wajar saja, bagi bocah pirang itu dan yang lain, hal ini adalah sebuah berkah yang terlampau indah. Mengingat selama beberapa hari mereka hanya mengkonsumsi air saja.

Naruto segera memasuki tempat yang ditunjukkan oleh Tenten dan menemukan teman-temannya tengah duduk mengerumuni meja yang penuh dengan makanan. Dia bisa melihat betapa lahap teman-temannya memakan makanan yang tersedia di tempat itu. Nafsu makan Naruto kembali berderu ketika melihat makanan tersaji di hadapannya. Tanpa buang waktu dia segera meraih sepotong roti dan bersiap melahapnya. Namun tepat sebelum dia menggigit roti itu, dia menghentikan aksinya.

"Hei.. apa kalian yakin makanan ini tidak beracun ?" tanya Naruto entah pada siapa.

Sai yang tepat berada di samping Naruto segera bereaksi terhadap pertanyaan bocah pirang itu. Bocah kulit pucat itu segera menunjuk ke arah belakangnya. Tanpa banyak tanya Naruto mengikuti ke arah tunjuk Sai. Disana dia melihat seekor tikus yang tengah menikmati sebuah keju, roti dan yang lainnya. Melihat hal itu, Naruto segera paham apa maksudnya. Bocah pirang itu pun segera melahap makanannya tanpa memikirkan hal yang lainnya.

Sepotong roti tidaklah cukup bagi Naruto. Bocah pirang itu pun segera meraih sepotong roti berikutnya. Tidak lupa pula dia meraih keju dan beberapa buah pisang dalam jumlah yang cukup banyak. Dia bahkan tidak peduli dengan teriakan protes dari yang lainnya.

Selang beberapa waktu, makanan yang berada di meja itu sudah tandas semuannya. Naruto bahkan sempat bingung lantaran kesulitan dalam membedakan antara dia dan teman-temannya dengan sekumpulan gelandangan yang kelaparan. Menurutnya tidak ada perbedaannya sama sekali.

Wajah Neji dan yang lainnya berubah menjadi serius setelah menghabiskan makanan mereka. Firasat Naruto seketika menjadi tidak nyaman ketika melihat ekspresi seperti itu. Bocah pirang itu merasa ada sesuatu hal yang buruk akan segera terjadi sebentar lagi.

"Ada apa ini ? kenapa kalian memasang wajah seperti itu ?" tanya Naruto pada semua teman-temannya.

Neji segera menatap Naruto merespon pertanyaan bocah pirang itu. Melihat ekspresi wajah Neji yang begitu dingin, bocah pirang itu sudah bisa menduga jika ada sesuatu yang tidak beres saat ini. Dia segera meminum air di sampingnya guna mengakhiri aktivitas makannya dan bersiap mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Neji.

"Makanan ini tidak disediakan secara cuma-cuma.." ucap Neji membuka suara.

"Apa maksudmu ?" tanya Naruto tidak mengerti.

"Apa kau tidak sadar ? tempat dimana kita berada saat ini berpenghuni.. dan makanan ini adalah milik mereka." ucap Neji menjelaskan.

Naruto menepuk dahinya. Bocah pirang itu merasa bodoh karena terlambat untuk menyadarinya. Kendali pikirannya seolah tertutupi oleh naluri seorang manusia yang begitu kelaparan. Sehingga wajar saja bila hal-hal yang begitu remeh-temeh seperti itu bisa tak terpikirkan oleh kepala kuningnya.

Setelah mendengar penjelasan dari Neji, rasanya Naruto ingin segera memuntahkan makanan yang telah ditelan kerongkongannya. Bocah pirang itu merasa seperti seorang pencuri. Dia merasa begitu bersalah. Bocah pirang itu tidak habis pikir. Dia merasa kesal kepada Neji dan yang lainnya karena tidak memberitahukan perihal itu kepadanya.

"Aku tahu ini memang salah, tapi apa kau ingin mati kelaparan ?" tanya Neji seolah paham apa yang ada di benak Naruto.

"Manusia bisa bertahan hidup tanpa makanan selama berminggu-minggu.." timpal Naruto.

"Bicaramu terlihat seperti seorang survivor, bung.." balas Shikamaru. "Memang benar kita mungkin bisa bertahan selama itu tanpa makanan. Tapi apa kau pikir kita tidak butuh energi untuk melanjutkan perjananan ?"

Naruto terdiam setelah mendengar perkataan Neji. Bocah pirang itu sadar akan hal tersebut. Namun bukan berarti pula melakukan segala cara yang merugikan pihak lain demi terus bertahan. Naruto tidak tahu kenapa dirinya merasa semua ini adalah salah. Dia hanya merasa semua tindakan ini keliru. Satu pertanyaan kemudian muncul dalam benak Naruto. Memangnya seperti apa dirinya tempo dulu sebelum kehilangan ingatan ?

"Tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi. Ada satu hal yang ingin aku tunjukkan padamu.." Neji berhenti berucap. "... dan juga pada kalian."

Naruto segera mengalihkan perhatiannya kepada Neji. Bocah pirang itu kembali merasa penasaran dengan intonasi penuh keraguan yang digunakan pemuda berambut panjang itu. Ada jeda ketika dia berucap antara memberitahukan kepada dirinya dan kepada yang lainnya. Mungkinkah ini soal rahasia antara mereka berdua ? lalu alasan apa yang membuat Neji pada akhirnya mengungkapkannya pada yang lain.

Neji kemudian bangkit dari tempat duduknya. Pemuda berambut panjang itu lalu memberikan kode kepada Tenten. Gadis kuncir kuda itu pun segera bangkit dan berjaga di pintu masuk yang letaknya cukup jauh seorang diri. Mungkin jika Lee masih ada, gadis itu tidak akan sendirian berjaga. Memikirkan soal Lee membuat perasaan Naruto kembali memburuk.

Semua terduduk dalam diam. Naruto memutar pandangannya ke sekitar. Mencoba memandangi wajah teman-temannya satu persatu. Keadaan mereka semua terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya. Sakura dan Ino juga terlihat lebih segar. Mungkin mereka berdua sempat membersihkan diri sebelumnya di tempat ini.

"Awalnya aku tidak ingin membagi rahasia ini kepada kalian selain Naruto. Tapi setelah mengetahui jika ada orang lain yang mengetahui tentang hal ini, aku memutuskan untuk memberitahukannya pada kalian semua." Ucap Neji berdiri. Intonasi suaranya kembali tegas seperti biasanya.

"Apa alasanmu tidak memberitahu kami ?" tanya Sakura. Rasanya seperti sudah begitu lama Naruto tidak mendengarkan suara gadis musim semi itu.

"Sudah jelas kan ? dia mencurigai kita. Itu poin pentingnya.." timpal Shikamaru. Bocah pemalas itu terlihat begitu tersinggung.

Neji diam tidak merespon perkataan Shikamaru. Pemuda berambut panjang itu tidak mencoba mengelak karena memang seperti itulah kenyataannya. Sejak awal Neji memang tidak pernah mempercayai teman-teman Naruto. Ditambah dengan kebenaran tentang asal usul Sai yang masih begitu misterius, lengkap sudah alasan Neji untuk tidak membagi rahasia kepada yang lainnya.

"Setelah yang telah kita lakukan selama ini, kau masih mencurigai kami ?" tanya Ino tidak percaya. "Kau pikir selama ini kita hanya berakting ?"

"Jika kau mengira kami begitu mencurigakan, lalu apa bedanya denganmu ? tiba-tiba muncul diantara kami. Kemudian bersikap seperti seorang pahlawan kesiangan. Apa kau pikir itu tidak mencurigakan ?" sambung Sai. Ucapan bocah kulit pucat itu ada benarnya juga.

"Oke, lupakan soal saling mencurigai. Intinya sekarang aku telah berubah pikiran.." ucap Neji dengan entengnya. Pemuda berambut panjang itu seolah tidak peduli dengan perasaan Shikamaru dan yang lainnya.

Shikamaru dan yang lain terdiam tidak membalas ucapan Neji. Mereka seolah sudah paham akan tabiat Neji yang terlampau menyebalkan. Daripada memperpanjang perdebatan yang tiada akhir, mereka lebih memilih untuk diam.

Melihat sikap Neji saat ini, Naruto tersenyum miris mengingat akan perbicangannya dengan Neji beberapa waktu lalu. Dia tidak mengira jika pemuda berambut panjang itu kembali menjadi dirinya yang brengsek seperti sediakala. Padahal sebelumnya bocah pirang itu sempat berharap Neji akan sedikit mengubah sikapnya.

"Jadi apa yang ingin kau tunjukkan pada kami.." ucap Naruto memecahkan suasana.

Neji kemudian menarik kain yang nampaknya menutupi sebuah mural besar yang berada di tampat itu. Betapa terkejutnya Naruto ketika melihat isi dari mural tersebut. Sekarang Naruto sadar alasan mengapa Neji sampai harus terpaksa membagi rahasia dengan Shikamaru dan yang lainnya.

Akulah yang terindah

Melayang gagah diantara Anak dan Ayahku

Ayah yang telah kubunuh

dan Anak yang membunuhku

Suatu saat aku akan kembali dan berkuasa

Bersama ketujuh anak-anakku yang setia

Ya, begitulah bunyi dari apa yang terkandung dari isi mural besar tersebut. Naruto segera menatap Neji penuh tanya. Dalam diam pemuda berambut panjang itupun meresponnya dengan mengendikan bahunya tanda tak mengerti. Di sisi lain, Shikamaru dan yang lainnya hanya mengerutkan kening tanda tak paham dengan maksud dari tulisan pada mural tersebut.

"Jadi, inilah sebuah rahasia yang selama ini aku sembunyikan pada kalian terkecuali Naruto." ucap Neji memecah keheningan.

Shikamaru menghembuskan nafasnya kasar seolah pertanda dia tidak tertarik akan hal ini. Nampaknya bocah pemalas itu sudah terlanjur tersinggung dengan pernyataan Neji sebelumnya. Berbeda dengan Shikamaru, baik Sakura, Ino, Sai dan Shino justru terlihat menunjukkan ketertarikannya.

"Apakah itu sebuah syair ?" tanya Sakura.

"Sepertinya begitu." Balas Shino.

"Sebelumnya, boleh aku bertanya kenapa kau hanya membagi rahasia ini kepada Naruto. Pasti ada alasan selain karena kau mencurigai kami." Tanya Shino pada Neji.

Neji terdiam. Pemuda berambut panjang itu terlihat berpikir terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Shino. Setelah merasa yakin, pemuda itu kemudian mulai menjelaskan alasannya.

"Karena pada dasarnya hanya Naruto lah yang berhak mengetahuinya." Jawab Neji.

"Sebulan sebelum aku bertemu dengan kalian, nona besar mengirimkan syair tersebut kepadaku. Dia berpesan agar aku memberikannya kepada seseorang pria berambut pirang yang selamat dari pembantaian bom nuklir... dan akhirnya aku bertemu dengan Naruto."

"Seperti apa yang aku katakan sebelumnya. Sejak awal aku tidak berniat untuk membaginya kepada kalian. Namun setelah melihat jika syair tersebut terdapat pada mural ini. Bukan tidak mungkin jika ada orang lain yang telah mengetahuinya." Jelas Neji. "Karena itulah aku memutuskan untuk memberitahukannya pada kalian. Dalam syair ini terkandung sebuah rahasia dan aku harap kalian bisa membantu dalam memecahkannya."

Samar-samar Naruto bisa melihat ekspresi menyeringai diperlihatkan oleh Shikamaru setelah mendengar ucapan Neji yang secara tidak langsung meminta pertolongan pada mereka. Bocah pemalas itu rupanya menjadi pendengar setia meskipun pada awalnya bersikap tidak peduli. Entah kenapa Naruto bisa melihat raut wajah bangga ditunjukkan oleh Shikamaru ketika tahu Neji membutuhkan bantuannya.

"Aku tidak mengira pada akhirnya orang sepertimu meminta pertolongan pada kami." Ucap Shikamaru membuka mulut. Nada bicaranya terkesan mengejek.

"Kalau memang peluang berhasilnya meningkat, aku tidak bisa menghiraukannya.." balas Neji santai.

Shikamaru cukup jengkel mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Neji. Bocah pemalas itu tidak mengira jika respon Neji tidak seperti perkiraannya.

"Bagaimana jika ternyata rahasia yang terkandung dalam syair itu telah dipecahkan oleh orang lain ?" tanya Sai tiba-tiba. Naruto merasa ada benarnya pertanyaan yang dilontarkan oleh bocah kulit pucat itu.

"Tidak.." jawab Neji tegas. "Jika memang seperti itu, dunia ini pasti sudah hancur. Itulah yang dikatakan oleh nona besar. Aku sendiri tidak tahu apa maksudnya."

Jantung Naruto berdegup kencang mendengar ucapan Neji. Bocah pirang itu berharap ucapan pemuda berambut panjang itu hanyalah sebuah ekspresi berlebihan saja. Namun setelah menatap mata pucatnya, Naruto akhirnya paham jika apa yang diucapkan oleh Neji memang benar adanya.

"Jangan bercanda ! kau terlihat seperti anak kecil tahu.." timpal Ino. Meskipun gadis pirang itu membantah, ada perasaan ketakutan terlihat jelas dimatanya.

"Kebodohan apa lagi ini ?" tanya Shikamaru. Bocah pemalas itu benar-benar tidak percaya dengan kata-kata Neji.

"Dia tidak bercanda.." ucap seseorang membela Neji. Naruto tidak menyangka jika itu adalah Sakura.

"Sakura, ada apa dengan..."

"Ino, aku bisa melihat kebenaran dibalik sorot matanya." Ucap Sakura memotong perkataan Ino tegas.

Semua terdiam mendengar penuturan Sakura. Sedangkan bagi Naruto, hal itu cukup mengejutkan setelah tahu jika bukan hanya dia sendiri yang memahami kebenaran dari apa yang telah disampaikan oleh Neji.

"Ck, jadi darimana kita harus memulainya ?" tanya Shikamaru. Bocah pemalas itu akhirnya mau membantu meskipun terlihat masih setengah hati.

"Kita harus menemukan makna dari setiap bait-bait syair itu.." Jawab Neji.

Sontak semua mengangguk tanda paham. Selanjutnya, suasana menjadi hening. Semuanya tanpa terkecuali Naruto mulai memeras isi kepalanya demi menemukan makna tersembunyi dari bait-bait syair tersebut. Berharap saja waktunya cukup sebelum pemilik tempat tersebut kembali.

"Hmm.. menurutmu apa makna dari bait pertama itu, Shikamaru ? bukankah otakmu itu jenius ?" tanya Ino pada Shikamaru yang masih asyik berpikir.

"Akulah yang terindah.. menurutku memang seperti itulah maknanya." Sambung Sai. Segera semua mata tertuju pada Sai penuh tanya.

"Maksudku, memang artinya yang paling terindah. Tidak ada maksud tersembunyi dalam bait pertama itu." Jelas Sai.

Naruto mengangguk tanda paham. Bocah pirang itu mencoba membaca bait pertama itu kembali. Memang jika dipikirkan lebih jauh, tidak ada makna yang lebih masuk akal dalam bait itu selain makna yang paling terindah. Sebuah pertanyaan kemudian hinggap di kepala Naruto. Jika memang semudah itu memecahkan makna yang terkandung dalam bait pertama, lalu kenapa belum ada satupun yang berhasil memecahkannya ? mungkinkah bait-bait selanjutnya terlampau sulit untuk dipecahkan ?

"Oke.. mungkin seperti itulah makna sebenarnya. Lalu bagaimana dengan makna bait selanjutnya ?" tanya Shikamaru pada yang lainnya.

"Inilah awal bagian tersulitnya. Mungkin karena itulah hingga saat ini belum ada satupun seseorang yang berhasil memecahkannya.." balas Neji.

"Melayang gagah diantara Anak dan Ayahku .. Ini memang cukup sulit. Awalnya aku kira itu adalah sebuah pesawat terbang, satelit luar angkasa, ataupun sebuah markas rahasia yang melayang di udara. Tapi setelah membaca kata 'diantara anak dan ayahku' semuanya menjadi semakin membingungkan." Ucap Ino. Gadis pirang itu rupanya cukup frustasi.

Semua terdiam tidak merespon ucapan Ino. Bukan karena Naruto dan yang lainnya tidak peduli dengan ucapan Ino. Namun, karena pada dasarnya mereka semua juga sama-sama bingungnya. Bahkan unutk orang jenius sekelas Sahikamaru. Teka-teki syair tersebut berhasil membuat keningnya berkerut lebih dalam dari biasanya.

"Ini adalah seni menyimpan teka-teki di dalam teka-teki. Siapapun yang membuatnya, dia pasti sudah sangat ahli." Ucap Shikamaru.

Pada akhirnya Shikamaru membuka mulutnya setelah sekian lama. Rupanya selama ini bocah pemalas itu tengah mencoba menganalisis syair tersebut dalam diam. Meskipun belum memecahkan makna yang terkandung dalam syair tersebut, Naruto cukup terkesan dengan kemampuan analisis Shikamaru.

"Jadi, bagaimana makna berikutnya ?" tanya Sakura.

"Tidak ada makna berikutnya. Kita langsung saja pada tahap akhir." Jawab Shikamaru.

"Apa maksudmu ?" kali ini Naruto bertanya.

"Setiap makna yang terkandung dalam setiap bait akan merujuk pada satu hal. Jika kita mengartikannya secara satu-persatu setiap baitnya, sampai kapanpun kita tidak akan bisa menemukan jawabannya. Tapi, jika kita langsung mengartikan secara keseluruhan syair, maka jawabannya bisa kita temukan. Itulah kenapa aku menyebutnya sebagai seni menyimpan sebuah teka-teki dibalik teka-teki." Jelas Shikamaru panjang lebar.

Semua terlihat tercengang mendengar analisa Shikamaru. Bahkan Neji yang notabennya adalah sosok yang seringkali meremehkan bocah pemalas terlihat nampak terkesima. Inilah salah satu hal yang membuat Naruto menaruh respek pada Shikamaru. Kecerdasan bocah pemalas itu memang tidak terbantahkan.

"Jadi bagaimana caranya kita memecahkan syair tersebut secara keseluruhan ?" tanya Neji seraya melipat kedua tangannya di depan dada.

Shikamaru tersenyum menyeringai mendengar pertanyaan Neji. Namun tidak ada ekspresi meremehkan tercatak di wajahnya kali ini.

"Ini seperti saat kita menemukan gambar semut-gajah-manusia." Jawab Shikamaru.

Neji mengerutkan keningnya tanda tak mengerti akan perkataan Shikamaru. Namun berbeda dengan Neji, baik Naruto dan yang lainnya paham akan apa yang dimaksud oleh Shikamaru.

"Maksudmu, syair ini merujuk pada 2 hal yang berbeda namun bermakna sama ?" tanya Shino pada Shikamaru.

"Mungkin, lebih tepatnya seperti sebuah bahasa. Seperti cinta yang di setiap tempat diucapkan kosa kata berbeda namun memiliki satu makna." Jawab Shikamaru.

"Kalau begitu, apa kau tahu apa makna dari keseluruhan bait syair tersebut ?" tanya Neji kembali.

"Jawabannya sangat mudah. Makna yang terkandung dalam keseleruhan bait syair tersebut merujuk pada satu kata ataupun satu hal. Tidak lain adalah... SATURNUS.."

Semua terdiam. Tidak ada satupun yang mencoba membuka suaranya. Beberapa pemikiran kemudian melayang-layang di kepala Naruto. Mulai dari bagaimana Shikamaru bisa dengan yakinnya mengucapkan kata SATURNUS sebagai jawabannya, hingga apa maksud dari kata SATURNUS itu sendiri. Entahlah, mungkin sebentar lagi Shikamaru akan menjelaskannya.

"Bisa kau jelaskan kenapa kau berpikir jika makna dari syair ini adalah Saturnus ?" tanya Neji meminta penjelasan.

Semua yang berada di tempat itu nampak setuju dengan perkataan Neji. Bukan karena mereka tidak yakin akan jawaban Shikamaru. Tapi lebih tepatnya benar-benar penasaran dan ingin Shikamaru segera menjelaskannya secara lebih terperinci.

"Pada bait kedua hingga terakhir merujuk akan hal itu." Ucap Shikamaru. Sedangkan Naruto dan yang lainnya masih tidak mengerti.

"Bait kedua berbunyi, melayang gagah diantara anak dan ayahku. Awalnya aku juga kesulitan memahaminya. Namun setelah melihat bait ketiga dan keempat yang masing-masing berbunyi, Ayah yang telah kubunuh dan Anak yang membunuhku, aku mulai menyadari sesuatu." Ucap Shikamaru menghentikan penjelasannya.

Shikamaru kemudian memandang wajah penuh tanya teman-temannya. Bocah pemalas itu seolah tengah mencoba menikmati ekspresi penasaran itu. Setelah merasa cukup terhibur, dia pun bersiap memulai penjelasannya kembali.

"Apa kalian pernah mendengar cerita tentang dewa-dewi Yunani kuno ? jika memang tahu, makna dari syair tersebut bukanlah hal yang sulit untuk kalian pecahkan." Ucap Shikamaru kembali. Bocah pemalas itu rupanya berusaha memancing teman-temannya untuk menganalisanya sendiri.

Naruto segera memutar otak kepala kuningnya dengan kecepatan yang tidak bisa dibayangkan. Hasilnya sungguh luar biasa. Tidak sampai beberapa detik bocah pirang itu sudah paham akan maksud Shikamaru.

"Makna dari Ayah yang kubunuh adalah peristiwa dimana Kronos sang raja Titan membunuh ayahnya sendiri Ouronos. Sedangkan makna dari dan anak yang membunuhku adalah peristiwa dimana Kronos dibunuh oleh anaknya sendiri Zeus sang raja dari para Dewa-Dewi Yunani." Ucap Naruto menjabarkan. Shikamaru tersenyum menyeringai tanda membenarkan penjabaran Naruto.

"Lalu apa hubungannya dengan Saturnus ? jujur saja, aku benar-benar lemah dalam pelajaran sejarah." Tanya Ino nyengir. Gadis pirang itu mengakui kekurangannya tanpa malu-malu.

"Dalam kebudayaan bangsa Romawi Zeus disebut Jupiter, Kronos disebut Saturnus sedangkan Ouronos disebut Uranus." Ucap Shino ikut berbicara.

"..dan itu diperkuat dengan bunyi bait pertama yang telah kita pahami dan juga bait kedua. Melayang gagah diantara anak dan ayahku, maksudnya adalah planet Saturnus yang melayang diantara orbit Jupiter dan Uranus. Serta semakin diperkuat dengan bunyi bait terakhir Bersama ketujuh anak-anakku yang setia, mungkin maknanya adalah satelit-satelit yang mengelilingi planet Saturnus." Ucap Sai. Bosah kulit pucat itu juga ikut menganalisa.

"Bukankah planet Saturnus memiliki satelit lebih dari tujuh ?" bantah Sakura.

"Kau benar. Lebih tepatnya adalah sekitar 59, 48 diantaranya memiliki nama dan dari semua itu ada 7 satelit dengan ukuran terbesar daripada yang lainnya. Mereka adalah Totan, Rhea, Iapestus, Dione, Tethys, Enceladus dan Mimas. Mungkin makna ketujuh anak itu merujuk kepada jumlah 7 satelit terbesar. Apa pendapatku keliru ?" tanya Neji seraya menatap ke arah Shikamaru.

Shikamaru tersenyum mengangguk. Naruto cukup senang melihat pemandangan itu. Bocah pirang itu berharap agar kedepannya baik Neji maupun Shikamaru dapat memperbaiki hubungan keduanya. Naruto tidak bisa membayangkan betapa kuatnya sebuah tim jika diisi oleh dua orang sekaliber Shikamaru dan Neji. Ya, semoga harapannya bisa segera terjadi.

"Lalu bagaimana dengan makna dari bait kelima ?" tanya Ino lagi.

"Bait itu hanya bertujuan untuk memperkuat kesan dari Kronos itu sendiri. Tidak ada makna yang khusus." Jawab Shikamaru menjelaskan kepada Ino. Gadis pirang itu hanya mengangguk tanda paham.

"Oke, jika memang Saturnus adalah makna yang terkandung dalam syair tersebut, lalu apa arti dari Saturnus itu sendiri ?" tanya Naruto pada yang lainnya.

Kali ini Shikamaru hanya mengangkat bahunya tanda tak mengerti. Begitu pula dengan Neji, pemuda berambut panjang itu menunjukan ekspresi tak mengerti. Hal yang sama ditunjukkan pula oleh yang lainnya. Meskipun berhasil memecahkan teka-teki syair tersebut, pada akhirnya mereka semua tidak mengerti dari kata Saturnus itu sendiri. Seperti yang dikatakan oleh Shikamaru, mungkin inilah yang disebut dengan seni dalam menyembunyikan teka-teki dibalik teka-teki.

"Kalian ingin tahu apa itu Saturnus ?" sebuah suara asing tiba-tiba terdengar ditelinga Naruto dan yang lainnya.

Naruto dan yang lainnya segera menoleh ke arah sumber suara. Betapa terkejutnya Naruto dan yang lain. Dihadapanya saat ini berdiri 2 orang orang laki-laki dan 1 orang wanita dan kabar buruknya, salah satunya menodongkan sebuah pistol ke arah kepala Tenten. Ya, gadis kuncir kuda itu telah tertangkap.

.

.

to be continue

Yosh..! akhirnya chapter 23 kelar juga. Maaf banget kalo akhir-akhir ini update nya sering banget telat. Maklum kehidupan dunia nyata saya lagi sibuk-sibuknya. Ditambah lagi review yang mule sedikit bikin saya kurang termotivasi buat nulis. Hahaha.. maaf sedikit curhat. Ya udah semoga kalian suka ama chapter ini. Sampai jumpa di chapter berikutnya

.

.

Balasan Review :

KenSherlocken : Makasih buat review nya. Maaf kalo update nya lama ya. Untuk cerita masa lalu Naruto nanti akan ada waktunya. Ditunggu aja ya

Haruko Akemi : Hahaha, maaf-maaf telat banget ya. Kali ini juga telat lagi. Tolong jangan lelah buat nungguin ya terutama dalam menunggu sang pujaan hatinya ya.. Semangat !

SR not Author : Waw jadi selama itukah ? Saya mohon maaf atas keterlambatannya. Besok-besok kalo mau bayar harus pakr duit beneran loh ya

Akira ken : Iyaaaa, makasih buat review nya..

Guest : makasih buat review nya ya.. semoga terus setia membaca fic saya ini ya

Galura no Baka Lucky22 : Hahaha salam jumpa Galura san, bener kan ini manggilnya ? semoga benar deh. Kalo enggak, kita anggap saja bener. Besok-besok sering-sering review ya, biar tambah rame kotak review nya