Me: "Balik lagi di fic ini!" XD

Luthfi: "Eh, Ra! Ini Chapter kedua, ya?"

Me: "Iyalah, memangnya kenapa?"

Luthfi: "Kagak ada!"

Me: "Lu bisa balas Review, kagak?"

Luthfi: "Apaan, tuh?" (Sebagai catatan, teman saya ini tidak tau istilah di FFN!)

Me: "Nih!" *ngasih beberapa lembar kertas.* "Lu jawab aja pertanyaan di sini!"

Luthfi: "Oh!"

Meaaaa: Saya kagak ngerti kenapa anda bisa sebahagia itu! Ya sudah! Terima kasih Review-nya!

Dissa-CHAlovers: Nama ejekan disebutin kayak gitu, anda seneng? Woi, Ra! Otaknya Dissa itu terbuat dari apaan, sih? Kok bisa segitunya? (Girl-chan: "Menekedele!" *angkat bahu.*) Nanti Motochika muncul, tapi kalau Kenshin tergantung si ****! Dia kan Author-nya! (Girl-chan: "Luthy! Bisa nggak lu panggil gue Girl-chan aja di FFN? Nama **** tuh cuma boleh di sekolah doang! Ketua kelas gaje!") Gue kan bukan Author FFN, Ra! (Girl-chan: "Terserah lu aja, dah!" *Cowboy mode (?) on.* *dihajar yang bersangkutan.*) Maafkan yang barusan dan terima kasih Review-nya!

Honey Sho: Kojuro mungkin menyusul entah kapan! Tergantung si Ra- *di-death glare Girl-chan.* Maksudnya, Girl-chan yang nulis! Kalau soal tebakan anda, mungkin yang bener Hitsugaya kali! Soalnya temen saya itu kagak tau banyak tentang Bleach! (Girl-chan: "Terusin aja! Entar gue jomblangin lu sama Dimas aja, deh!") Kagak usah segitunya juga kali, Ra! (Girl-chan: "Entar gue suruh lu baca doujin DenNor sampe selesai baru tau rasa lu!") Oh iya, perasaan Girl-chan kagak tua amat! Dia baru 14 tahun! (Girl-chan: "Kali aja dia ngira gue beberapa tahun lebih tua darinya!") Oke, terima kasih Review-nya!

Me: "Udah selesai belum, Luthfi?"

Luthfi: "Udah, Ra!"

Me: "Happy Reading!" :D


Chapter 1: The Daimyo in Our School?


Keesokan harinya, kelas 9C langsung rusuh membicarakan tentang kedatangan guru baru.

"Yang bener aja lu, Luthfi?" tanya Fareza. "Masa ada guru baru mau ngajar di sini?"

"Beneran! Mau bukti? Si **** saksinya!" jawab Luthfi sambil menunjuk Girl-chan.

"Gue ngeliat sendiri, keles!" jawab gadis itu sambil baca buku.

"Tuh! Bener, kan?"

"Yang bener lu, Ra?" tanya Feby.

"Iya, keles!" jawab Girl-chan emosi. "Lu mau digebukin dulu pake pipa baru ngerti?!"

Seluruh anak cowok (min Luthfi) pun langsung mundur beberapa langkah ke belakang.

"Gurunya datang!" teriak Bama.

Seluruh mulas (murid kelas) pun langsung duduk di kursi masing-masing.

"Selamat pagi, anak-anak!" sapa seorang guru cowok berambut coklat dan berjaket kuning memasuki kelas.

"Pagi, pak!" balas anak-anak.

"Baiklah! Namaku Tokugawa Ieyasu! Saya adalah wali kelas kalian! Apa ada pertanyaan?"

"Pak, saya mau nanya! Bapak udah punya pacar, belum?" tanya Amel.

"Belum!" jawab Ieyasu santai.

"Terus, guru yang rambutnya putih berponi tajem itu siapanya bapak?" tanya Girl-chan dengan nada jahil.

Seluruh kelas pun langsung cengo dengan pertanyaan tersebut.

"Dia hanya teman bapak, kok!"

"Hanya sekedar teman atau 'Teman Tapi Mesra', pak?" tanya Dimas.

"Sekedar teman!" jawab Ieyasu sambil berusaha untuk tidak jengkel. "Baiklah, bapak mau kenalan satu per satu! Kita mulai dari gadis di depan sini! Kamu sebutkan nama kamu dan kepanjangan dari nama kamu!"

"Iya, pak 'Ikebana Edogawa YAmaha SUzuki' (?)!" kata Girl-chan sambil nyengir.

Seluruh kelas pun langsung tertawa mendengar nama kepanjangan Ieyasu yang kocak tersebut, sementara Ieyasu hanya bisa facepalm dengan kelakuan gadis itu.

"Oke! Nama kepanjangan buat bapak kreatif juga!" puji Ieyasu. "Sekarang giliran kamu!"

"Nama saya **** ********! Kepanjangannya 'RAta-RAta AZab ZAkar Hantu RAHang' (?)! Bisa dipanggil Girl-chan atau 'GIRing Lintah CHANtolan' (?)!" kata Girl-chan sambil nyengir lebar.

Seluruh anak pun langsung ketawa lagi mendengar nama kepanjangan Girl-chan yang konyol tersebut.

"Baiklah! Sekarang kamu yang di belakang!" kata Ieyasu sambil menunjuk Nova.

"Nama saya Nova Agung! Kepanjangan 'NOda VAs AGgrek UNGu' (?)!" jawab Nova.

"Nah, kamu yang di sana!" Ieyasu langsung menunjuk Fahira.

"Nama Fahira Anfal! Kepanjangan 'FAjar HIlang RAmbu ANti FAsis Logam' (?)!"

Karena nanti bakalan kebanyakan nyebutin satu per satu, kita beralih ke kelas 9D.


"Eh, Diskon! Menurut lu, wali kelas kita cewek atau cowok?" tanya Raisa.

"Cowok kali!" jawab Dissa sambil membaca Manga 'Basara Gakuen'.

"Gurunya datang!" kata Andhika.

Ketika semua murid duduk di kursi masing-masing, seorang guru cowok berambut putih dengan eyepatch di mata kirinya dan berjaket ungu memasuki kelas.

"Selamat pagi!" sapa guru itu bersemangat.

"Pagi, pak!" balas anak-anak.

"Baiklah! Nama bapak Chosokabe Motochika dan saya akan jadi wali kelas kalian! Ada pertanyaan?"

"Pak, saya mau nanya! Bapak bajak laut, ya?" tanya Ninis.

"Bapak bajak laut dari Shikoku! Ada lagi?"

"Bapak udah punya pacar?" tanya Elga.

"Belum!"

"Kalau guru berambut coklat berbadan ramping itu siapanya bapak?" tanya Dissa.

"Teman dekat!"

"Teman dekat doang, pak?" tanya Redha.

"Iyalah! Bagaimana kalau sekarang kita kenalan? Mumpung biar bisa lebih deket aja!"

Sementara mereka kenalan satu per satu, kita langsung ke kelas 9B.


"Adek! Katanya wali kelas kita para Daimyo, ya?" tanya Mikado, kakak kembar Hanny.

"Iya, bang!" jawab Hanny cuek sambil membaca Doujin 'AsaKiku'.

"Gurunya dateng, coy!" kata Haikal.

Seorang guru cowok berambut putih dengan poni tajam dan berjaket hitam memasuki kelas.

"Selamat pagi!" sapa guru itu datar.

"Pagi, pak!" balas anak-anak sweatdrop.

"Nama saya Ishida Mitsunari! Wali kelas kalian! Ada pertanyaan?"

"Saya kagak nanyain bapak, tapi mau ngajakin bapak duel!" kata Hanny sambil ngancungin katana yang dibawanya.

"Oke, bapak terima tantangan kamu!" ujar Mitsunari sambil ngeluarin senjatanya.

Sementara kelas itu sibuk dengan duel sepihak antara guru dan murid tersebut, kita pantau kelas 9A yang sangat ribut.


"Woi, Mea! Tangkap ini!" kata Ribby sambil melempar bola tenis ke arah Mea.

"Oke!" Gadis itu pun langsung menangkap bola itu dan berniat melemparkan bola itu ke arah Faisal, tapi...

"Selamat pa- Wadaow!"

... seorang guru cowok berambut coklat dengan tubuh yang ramping dan berjaket hijau terkena lemparan bola tersebut.

"Pa-pagi, pak!" balas anak-anak panik sambil duduk di bangku masing-masing.

"Kalian main apa sampai lempar bola di dalam kelas?" tanya guru itu.

"Lempar tangkap, pak!" jawab anak-anak itu.

Guru itu pun langsung facepalm.

"Baiklah! Nama bapak Mouri Motonari, wali kelas! Ada pertanyaan?"

"Bapak mau main catur sama saya?" tawar Dhennis sambil ngeluarin papan catur.

"Tidak, terima kasih!" tolak Motonari.

"Bapak! Pacaran, yuk!" tawar seseorang.

Seluruh mulas dan Motonari pun langsung cengo mendengar tawaran orang tersebut.

"Siapa yang tadi ngomong?" tanya Motonari.

Seluruh mulas pun langsung angkat bahu.

"Baiklah! Sekarang kita kenalan satu-satu!"

Kita beralih ke kelas 9E yang jauh lebih ribut lagi.


Kelas itu sekarang sedang perang lempar-lemparan kertas. Mulai dari bola kertas, pesawat kertas, shuriken kertas, bahkan surat cinta (?) pun dilempar begitu saja. Ajaib sekali kelas ini!

"Good morning, students!" sapa seorang guru cowok berambut coklat sebahu dengan eyepatch di mata kanannya dan berjaket biru dengan gaya English-nya.

"Morning, sir!" balas anak-anak itu sambil tetap berdiri di tempat mereka.

"Well, why you don't sit on your chair? Take easy, okay?" kata guru itu santai.

Seluruh mulas pun langsung duduk di bangku masing-masing.

"All right! My name is Date Masamune! Anything question? You can use your language!"

"Bapak udah punya pacar?" tanya Ryeid.

"Nothing! Why?"

"Guru berambut coklat yang hobi teriak-teriak itu siapanya bapak?" tanya Switch.

"He is my rival!"

"Namanya siapa, pak?" tanya Hadi.

"His name is Sanada Yukimura!"

"Bapak bisa pake bahasa Indonesia, nggak?" tanya Silva. "Saya kagak terlalu ngerti bahasa Inggris, pak!"

"Baiklah, akan bapak lakukan!" kata Masamune. "Sekarang bagaimana?"

"Lebih baik, pak!" kata sebagian murid yang non-English sambil ngangkat jempol.

"Nah, sekarang kita kenalan! Kalian bisa pake bahasa Indonesia atau English!"

Karena semua kelas 9 sudah ada wali kelasnya, kita liat keadaan para guru saat istirahat.

TENG TONG TENG TONG TENG TONG TENG TERERERENG! (?)


Di kantin...

"Oke, kawan-kawan! Bagaimana keadaan kelasnya?" tanya seorang pria berambut pirang jabrik.

"Lumayanlah, walaupun sedikit heboh dan nista!" jawab para Daimyo yang menjadi wali kelas barusan.

Tanpa mereka sadari, Dissa dan Mea tak sengaja memperhatikan pembicaraan antara Daimyo dan pria jabrik itu.

"Eh, Dissa! Pria jabrik itu siapa, sih?" tanya Mea.

"Kata Girl-chan sih, dia tuh ketua guru di sekolah ini!" jawab Dissa.

"Kayak ketua kelas?"

"Iya, kurang lebih! Tapi tu guru jarang banget keliatan karena katanya, dia itu orang Denmark!"

"Bujug, dah! Lu tadi bilang apa? Orang Denmark?" tanya Luthfi yang entah sejak kapan sudah berada di dekat mereka.

"Iya, Luthfi!" jawab Dissa. "Oh iya, Girl-chan kemana?"

"Di perpus! Lu kan tau kalau dia seneng baca!"

"Oh!"

TONG TONG TONG TONG TONG!

"Oke, deh! Lu pada inget kan salam Girl-chan pas pulang?" tanya Luthfi.

"Salam Om Nom, salam permen! Iya kan?" jawab Dissa dengan muka happy.

"Iya, deh! Ayo pulang!" ajak Mea.

Seluruh murid di NihoNime Gakuen pun langsung pulang ke rumah masing-masing.


To Be Continue...


Me: "Selesai juga!" :D

Luthfi: "Eh, Ra! Memangnya pria jabrik itu siapa, sih?"

Me: "Itu rahasia! Entar lu juga bakalan tau!"

Luthfi: "Oh!" -o-

Me: *sweatdrop.* "Review!" :D