Me: "Balik lagi!" XD
Cowboy: "Sekarang apalagi, BakAuthor?"
Me: "Memangnya kenapa, sih?"
Cowboy: "Terserah lu aja, deh!"
Me: *sweatdrop.* "Mari kita balas Review!" :D
Dissa-CHAlovers: Sebenarnya fic ini Humor, tapi otakku sering ngadat sampai ide yang kayaknya agak aneh ketulis begitu saja!
Mathias: *nyanyi.* "Oh bidadari, jatuh dari surga! Di hadapanku, eaaa~" *digampar Cowboy.*
Cowboy: "Jangan nyanyi, Kambing! Nanti satu warnet bendera kuning semua!"
Silakan anda abaikan kedua makhluk barusan! Jawaban anda benar, walaupun sedikit curang! *di-Thunderbolt.*
Thundy: "Gila lu, Girl-chan! Kalau bener, memang apa hadiahnya?"
Me: "Lu kagak baca Author Note Chapter sebelumnya?"
Thundy: "Eh?" *baca Author Note Chapter 3.* "Iya juga, sih!"
Oke, ini udah lanjut! :D
l w bunga: Mungkin 2 Chapter mendatang! Sabar aja, ya! :D
Cowboy: "Lho? Kok bisa?"
Mathias: *baca naskah cerita Girl-chan.* "Soalnya Chapter depan Special Chapter lagi!"
Me: "Jangan baca naskah gue, Mathy!" *langsung getok kepala Mathias pake pipa.*
Oke, Thanks for Review! :D
Honey Sho: Maaf, tapi otak saya sering ngadat kalau lagi ngetik cerita di rumah pake my 'Mathy'! XD
Mathias: "Gue?"
Me: "Bukan lu, tapi HP gue!"
Mathias: "Kenapa tu HP lu kasih nama 'Mathy'?"
Me: "Karena gue pasang gambar lu di wallpaper HP gue! :p
Mathias: *sweatdrop.*
Oke, terima kasih Review-nya! :D
DUAR!
Cowboy: "Hei, BakAuthor! Kenapa selalu saja ada ledakan gaje di sini, sih?"
Me: "Menekedele!" *angkat bahu.* "Happy Reading!" :D
Chapter 3: NihoNime Gakuen Horror Story
Selagi para guru tidak ada jadwal ngajar, mereka sibuk mengobrol.
"Eh, kalian! Apa kalian pernah denger rumor di sekolah ini?" tanya Ieyasu.
"Rumor apaan? Rumor si Kambing pacaran sama gadis kelas 9C itu? Itu mah semua orang udah tau, keles!" balas Mitsunari cuek.
"Bukan itu, Mitsunari-dono! Ini tentang hantu jabrik yang berkeliaran di sekolah ini!" ralat Yukimura. "Tapi jangan kasih tau Mathias-dono, takutnya dia ngamuk!"
"Oke! Memangnya kayak gimana ceritanya?" tanya Hanbei.
"Begini! Kabarnya ada pria berambut jabrik dengan mata biru gelap sedang berkeliaran saat tengah malam!" kata Motochika sambil duduk di sebelah Motonari. Siapa tau aja dia bakalan dapat pelukan gratis dari Motonari yang ketakutan secara tiba-tiba. *dihajar Motonari.*
"Nah, kabarnya, siapapun yang meringkuk di bawah meja murid di kelas akan dijadikan tumbal oleh pria itu!" sambung Ieyasu. "Dan..."
"Dan apa? Jangan nakut-nakutin gue, deh!" kata Keiji yang merinding disko mendengarnya.
"Dia akan dipenggal dan kepala akan... DIMAKAN!"
"HUGYAAAAAAH!" teriak Kojuro sambil memeluk kaki tuannya. (Girl-chan: "Wah, kayaknya bakalan di-Death Fang, tuh!"/Ding Feng: "Apa ada yang manggil gue?"/Mathias: "BUKAN LU, SOMPLAK!" *langsung bantai Ding Feng di tempat.*/Girl-chan: *sweatdrop.*)
"Hey, Kojuro! Why you hug my feet?!" tanya Masamune sewot. "You like a Mort from PoM, right?!"
"Go-gomen, Masamune-sama!" kata Kojuro sambil menjauh dari kaki tuannya. (Girl-chan: "Oke! Kayaknya julukan MasMun yang cocok itu 'Evilkugaryuu' (?), deh!"/Egil (2p!Iceland): "Ada yang manggil gue?"/Mathias: "Kayaknya Girl-chan itu nyebutnya 'Evil' bukan 'Egil'!"/Egil: "Oh!" -0-/Mathias: *sweatdrop.*/Masamune: *langsung nebas Girl-chan di tempat.*)
"Kalau bapak-bapak tau rumor itu, kenapa kagak ajak kami saja?"
Seluruh guru di ruangan itu pun langsung menengok ke arah pintu dan mendapati Girl-chan sedang membawa beberapa gelas bir bersama Dissa dan Luthfi.
"Kalian sejak kapan berada di sini?" tanya Motonari.
"Sejak tadi!" jawab Dissa watados.
"Bir itu buat siapa?" tanya Sasuke sambil menunjuk bir yang dibawa anak-anak itu.
"Kagak tau, pak! Yang nyuruh kami bawa ini ke sini pak Mathias!" jawab Luthfi.
Seluruh guru pun langsung sweatdrop.
"Oke, bagaimana kalau kalian bertiga ikut kami uji nyali aja?" tanya Motochika nekat.
Alhasil, Motonari, Mitsunari, dan Masamune (Mathias: "Triple M?"/Cowboy: "Kalau lu sama Motochika ikutan, bakalan jadi fic M Group (?)!" *mesum mode on.*/Motochika: "What The?!" *langsung bantai Cowboy di tempat.*) langsung men-death glare Motochika, Ieyasu, Yukimura, dan Hanbei sweatdrop, sementara Kojuro, Sasuke, dan Keiji hanya bisa facepalm.
"Kalau pak Motochika mau, kita boleh ikutan, kok!" jawab Dissa yang sama nekatnya dengan Motochika.
Luthfi dan Girl-chan pun hanya bisa sweatdrop di tempat.
-skip time-
Para guru pun sekarang sedang berada di depan gerbang sekolah.
"Sekarang jam berapa?" tanya Mitsunari.
"Nine o'clock in the night!" jawab Masamune datar.
"Ieyasu lama amat nyamperin anak-anak itu!" gerutu Motonari.
"Sabar aja, keles! Dia kan cuma tau alamatnya Girl-chan (itu pun hasil nyolong dari Mathias, sih) sama Dissa (hasil merengek 9 hari 9 malam (?) ke Motochika)! Luthfi aja pake numpang di rumah temen sekelasnya!" jelas Hanbei panjang kali lebar kali tinggi sama dengan luas dan lega (?). (Hanbei: "Rumus macam apaan itu?" *langsung cambukin Girl-chan di tempat.*)
Beberapa menit kemudian, keempat orang yang dibicarakan pun sudah tiba di depan gerbang sekolah.
"Ni hâo!" sapa Ieyasu yang entah kenapa pake bahasa Cina.
"Guten nacht!" balas teman-temannya dengan bahasa Jerman.
Tunggu dulu! Sejak kapan mereka bisa bahasa lain selain Jepang dan Indo? Belajar dari padepokan Hetalia (?), kah? *plak!*
"Kok jawabannya kagak nyambung, sih?" tanya Luthfi bingung.
"Habisnya kita bingung mau balas apa!" jawab para guru watados.
"Oke, deh! Kita bagi lima kelompok! Satu kelompok satu kelas yang berbeda!" jelas Girl-chan. "Tapi, ada berapa orang, nih?"
Orang yang mengikuti (?) uji nyali tersebut adalah Yukimura, Masamune, Sasuke, Kojuro, Keiji, Hanbei, Ieyasu, Mitsunari, Motonari, Motochika, Girl-chan, Luthfi, Dissa, Yumekichi (?) dan Jelly (?).
"Lengkap sih 15 makhluk (?)! 13 manusia dan 2 hewan!" kata Dissa sambil menunjuk monyet milik Keiji dan kucing milik Girl-chan.
"Baiklah! Kita bagi kelompoknya, ya!" kata Yukimura yang selalu semangat dimanapun dia berada.
Kerompoku (?), eh salah! Kelompok yang akan melaksanakan (?) uji nyali adalah:
Kelompok 1 (di kelas 9A): Motonari, Keiji, Yumekichi
Kelompok 2 (di kelas 9B): Mitsunari, Hanbei, Ieyasu
Kelompok 3 (di kelas 9C): Girl-chan, Jelly, Luthfi
Kelompok 4 (di kelas 9D): Dissa, Motochika, Masamune
Kelompok 5 (di kelas 9E): Yukimura, Sasuke, Kojuro
Di kelas 9C, dua anak dan satu kucing tersebut segera mencari tempat untuk meringkuk di bawah meja.
"Lu ngumpet dimana, Luthy?" tanya Girl-chan sambil mengambil posisi di bawah mejanya. "Lu boleh ambil tempat dimana aja, asal jangan di sebelah gue! Soalnya gue udah booking (?) buat nempatin Jelly di sebelah gue!"
Luthfi yang memperhatikan kucing Persian berbulu putih abu-abu (?) dan berhidung mancung (?) yang digendong temannya itu pun hanya bisa manggut-manggut.
"Oke, tapi kucing lu itu jantan atau betina?" tanya cowok berkacamata itu.
"Betina! Memang kenapa? Kayaknya pairing Yuri kagak ada hubungannya sama hewan, deh!" jawab Girl-chan dengan nada geli.
"Iya, deh!" balas Luthfi sambil mengambil tempat di kursi lain di sebelah kanan gadis itu.
Di kelas 9D...
"Oke! Bagaimana keadaannya, pak MasMun?" tanya Dissa.
"Entahlah!" jawab Masamune cuek.
Tik Tok, i am the nightmare!
"Suara apaan, tuh?" tanya Motochika.
I need a blood for my pacifying gift!
"Serem banget, sumpah!" kata Dissa sambil merinding jazz (?).
Tiba-tiba, seorang pria berambut jabrik yang membawa sebuah kapak raksasa memasuki kelas 9D dan menemukan ketiga orang tersebut.
"jeg fandt dig (Aku menemukanmu)!" kata pria itu sambil mengangkat kapaknya.
"HUWAAAAAAAAAAAAAAAA!"
Di kelas 9A...
"HUWAAAAAAAAAAAAAAAA!"
"Teriakan siapa itu?" tanya Keiji.
"Kagak tau, tapi gue harap bukan Chosokabe!" jawab Motonari cuek.
Di kelas 9E...
"Aku harap Masamune-dono kagak apa-apa!" kata Yukimura merinding setelah mendengar teriakan tadi.
"Tenanglah, danna! Kita doakan saja semoga mereka dalam keadaan selamat sentosa, panjang umur dan sehat wal'afiat serta bahagia sejahtera (?)!" ujar Sasuke ngaco.
'Bisa-bisanya dia bercanda di saat seperti ini!' batin Kojuro sweatdrop.
Di kelas 9B...
"Kok gue jadi merinding, ya?" tanya Hanbei.
"Sabar saja, sobat! Kali aja ada hantu nyasar (?)!" celetuk Ieyasu ngawur.
Fresh blood is my favorite!
'Jangan-jangan hantu itu memang beneran ada?' batin Mitsunari sambil merinding.
Pria jabrik itu pun masuk ke kelas 9B dan menemukan ketiga pria tersebut.
"jeg fandt dig (Aku menemukanmu)!" kata pria itu sambil mengangkat kapaknya.
"GYAAAAAAAAAAAAA!"
Di kelas 9C...
"GYAAAAAAAAAAAAA!"
"Gue jadi takut nih, Ra! Gimana, nih?" tanya Luthfi ketakutan.
"Sabar aja, keles!" jawab Girl-chan cuek. Padahal, dia sendiri juga merinding hebat.
Ore wa Denmaku no Yandere!
'Kok gue kayak kenal suaranya, ya?' batin Girl-chan.
'Denmaku? Bukannya itu bahasa Jepangnya Denmark? Jangan-jangan...' pikir Luthfi menggantung.
Pria jabrik itu pun berhasil menemukan kedua anak tadi.
"TOLOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOONG!" teriak keduanya panik.
Tiba-tiba...
DUAK! BRUK!
Pria jabrik itu pingsan dan di belakangnya, terdapat seorang pria berbadan kekar dan memakai jaket merah yang baru saja melayangkan bogem mentah ke arah pria itu.
"Pak Shingen?" tanya keduanya bersamaan.
"Kalian berdua tidak apa-apa?" tanya Shingen.
Keduanya hanya mengangguk sambil keluar dari bawah meja. Shingen pun menggendong pria jabrik itu.
"Kalian liat keadaan guru yang lain! Bapak akan bawa dia dulu ke klinik!" perintah Shingen sambil menggendong pria itu.
"Iya, pak!" kata kedua anak itu sambil berlari keluar kelas.
Keesokan harinya...
Dissa pun terbangun dan mendapati dirinya berada di sebuah ruangan luas dengan dinding bercat merah.
"Ini dimana?" tanya Dissa.
"Ruangan pak Mathias!" jawab Hanny yang entah sejak kapan berada di sana.
"Yang lainnya kemana?"
"Mereka ada di luar! Mending kita keluar aja, deh!"
Akhirnya, kedua gadis itu pun keluar dari ruangan itu.
Di kantin...
"Jadi gitu toh ceritanya!" komentar Keiji sambil manggut-manggut.
"Ja! Ked af at gøre dig bange (Iya! Maaf telah membuat kalian takut)!" kata Mathias sambil menunduk.
"Terus, bagaimana?" tanya Dark.
"Aku juga tidak tau!" jawab Mea sambil angkat bahu.
"Jadi, apa yang kami lewatkan?"
Keempatnya pun menengok dan mendapati Girl-chan, Hanny, dan Dissa berada di depan mereka.
"Hmm, jadi begini!" jelas Dark yang berniat mau bercerita.
-Flashback-
Mea dan Dark yang sedang berjalan menyelusuri sekolah terkejut mendapati Shingen menggendong seseorang di punggungnya.
"Eh, pak Shingen! Apa kabar, pak?" sapa Dark ramah.
"Kalian berdua ngapain malam-malam di sini?" tanya Shingen.
"Nginep, pak! Masa mau bunuh orang?" jawab Mea watados.
"Oh!" kata Shingen sweatdrop.
"Pak Shingen! Bapak kenapa gendong pak Mathias?" tanya Dark saat melihat wajah orang yang digendong Shingen.
"Ceritanya panjang! Kalian ikut bapak saja ke klinik!" jawab Shingen sambil berjalan pergi.
Kedua anak itu pun mengikuti Shingen ke klinik.
-skip time-
Di klinik...
"Ugh! Jeg er hvor (Aku dimana)?" tanya Mathias saat terbangun.
"Ini di klinik, Makkun!" jawab Ieyasu yang entah sejak kapan berada di sebelahnya. "Jadi, bisakah kau ceritakan kenapa kau bisa berada di sekolah semalam?"
Pria jabrik itu pun hanya bisa menghela nafas. Dia langsung duduk di ranjang klinik.
"Baiklah! Tapi yang lain kemana?"
"Mereka di kantin! Apa aku harus memanggil mereka?"
"Tidak usah! Aku jalan ke sana saja!"
Baru saja dia berjalan ke depan pintu, dua orang anak sudah berada di depannya.
"Yah, baru mau dipanggilin udah jalan duluan!" komentar Dark datar.
"Ya udah! Bapak mau ke kantin dulu!" kata Mathias sambil berjalan meninggalkan kedua anak itu.
Di kantin...
"Jadi, begini! Orang-orang di tempatku bilang aku punya kepribadian ganda! Aku yang sekarang dan yang semalam!" jelas Mathias dengan wajah serius. "Entah kenapa, kepribadianku yang lain sering muncul saat malam atau saat sedang marah!"
"Jadi itu sebabnya semalam kau..." kata Motochika menggantung.
"Itu terjadi di luar kesadaranku!" potong pria Denmark itu sambil meneguk minumannya. "Aku tak bisa mengendalikannya! Maksudku, itu sangat sulit!"
"Setidaknya untuk orang yang punya kepribadian lain yang sifatnya seperti psikopat!" komentar Motonari datar.
"Jadi gitu toh ceritanya!" komentar Keiji sambil manggut-manggut.
"Ja! Ked af at gøre dig bange (Iya! Maaf telah membuat kalian takut)!" kata Mathias sambil menunduk.
-Flashback End-
Ketiga gadis itu pun hanya bisa ber-'oh' ria mendengar cerita barusan.
"Ya, itu sebenarnya salah kami juga karena melakukan hal yang aneh-aneh!" kata Masamune.
"Sudahlah! Lagipula, kalian tidak akan melakukannya lagi, kan?" tanya pria jabrik itu sambil nyengir.
Para peserta uji nyali (?) semalam pun hanya bisa mengangguk.
"Sekarang mari kita masuk kelas dan belajar!" kata Yukimura bersemangat.
Para guru dan murid pun langsung kembali ke alam habitatnya (?) masing-masing.
To Be Continue...
Mathias: "Kok jadi melenceng ke Horror, ya?"
Cowboy: "Menekedele!" *angkat bahu.*
Me: "Masalahnya, gue kagak bisa update ni Chapter kemarin karena masalah USB tidak terdeteksi!" *nangis.*
Cowboy: "Curhat colongan lagi ni Author!" *sweatdrop.*
Mathias: "Cup cup! Yang penting usaha!"
Me: "Hiks! Thanks, Mathy!"
Thundy: *muncul tiba-tiba.* "Kencan colongan ni ye!" *langsung dibantai Mathias di tempat.*
Mathias: "Diem aja lu, Germany kedua (?)!" *ngangkat kapak.*
Ludwig: "SIAPA YANG MANGGIL GUE, HAH?!" *cetarin cambuk.*
Cowboy: "BakAuthor! Mendingan cepet di-Ending aja deh ni Author Note! Kayaknya bakalan ada pembantaian massal, nih!"
Me: "Review!" :D
