Mari kita balas Review! :D

13QuarterQueen13: Mungkin Chapter depan mereka bakalan ngerjain orang! *ngelirik Sasuke.*

Sasuke: "Ngape ngelirik gue? Demen?"

Me: "Kagak! Gue lebih demen Mathy daripada lu!"

Sasuke: *sweatdrop.*

Oke, ini dia kelanjutannya! :D

Meaaaa: Eh? Yang bener? Saya kagak tau kenapa! Tapi saya suka komentar anda dan soal IFNJ, saya kagak ngerti! (Ha?) Oke, Thanks for Review! :D

l w bunga: Err, yang bener tuh Denmark! Mathias, LU JANGAN BUNUH READER GUE DEH!

Mathias: *ngangkat kapak.*"Gue pengen banget bunuh orang yang nyebelin kayak dia!"

Me: "Iya, gue ngerti! TAPI ITU KAN CUMA SALAH TULIS! LU MAU GUE JOMBLANGIN DENGAN SADIQ SAMA RODERICH?!"

Mathias: *kicep.*

Sebenarnya Shingen kagak tau tentang itu, tapi setidaknya dia bersyukur karena kepala mereka yang ikut uji nyali itu tidak jadi dipenggal sama si Jabrik Yandere (?) itu! :D Oke, Tak (bahasa Denmark 'terima kasih')!

Honey Sho: Sebenarnya Humor, sih! Anda liat aja Summary-nya! :D Saya kepikiran aja! Soalnya, 2p!Iceland dan Masamune tu sama-sama pake eyepatch di mata kanannya!

Egil: "Bilang kek dari tadi!"

Masamune: *ngambil pedang.* "You want killed by me, right?!"

Me: "No, but i'm ready to run!" *kabur.*

Jimmy benar! Kayaknya masalah Mathias kagak ada hubungan sama N-men! Saya hanya ngarang aja dan siapa tau aja Mathy beneran punya kepribadian ganda! XD *plak!* Oke, silakan dinikmati (?) fic ini, Jimmy Neutron Lovers (?)!

DissaCHA-lovers: Iya! Saking ngadatnya, saya sering melenceng ke mana-mana! :D Oke, terima kasih Review-nya! :D

Happy Reading! :D


Special Chapter 2: Part Time Job in Basara Café


Girl-chan hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sudah 2 hari setelah kencan tersebut. Dia sekarang sedang berada di kantin sambil menyeruput jus jeruk yang dibelinya.

Tiba-tiba, Dissa datang mendekati Girl-chan.

"Hei, Girl-chan! Lu mau part time job, kagak?" tanya Dissa.

"Dimana?" Girl-chan bertanya balik.

Dissa hanya nyengir kecil sambil ngomong, "Di Basara Café!"

Girl-chan pun langsung mengerutkan keningnya dan bertanya, "Basara Café?"

Dissa pun mengangguk. Girl-chan pun hanya memasang senyum kecil.


Sepulang sekolah, Girl-chan, Dissa, Hanny, Mea, dan Luthfi berjalan mendekati Basara Café yang dikatakan oleh Dissa.

KRING!

"Kon'nichiwa! Ada keperluan apa?" tanya seorang laki-laki berbadan besar kepada mereka berlima.

"Kami ingin part time job!" jawab Girl-chan.

"Baiklah! Kalian berempat ingin pilih seragam maid tomboy atau maid girly?"

Sebagai catatan, Luthfi tidak dihitung karena dia laki-laki!

"Maid tomboy!" jawab Girl-chan, Dissa, Hanny, dan Mea bersamaan.

Laki-laki itu pun mengangguk.

"Baiklah! Namaku Kennyo!"

"Aku ****, tapi dipanggil Girl-chan!"

"Dissa!"

"Mea!"

"Luthfi!"

"Hanny!"

"Ikutlah denganku!"

Mereka pun berjalan ke sebuah gudang yang berisi seragam. "Ini adalah seragam tomboy untuk kalian berempat dan maid cowok untuk Luthfi!" kata Kennyo sambil tersenyum setelah memberikan seragam maid kepada mereka berlima dan mempersilahkan mereka ganti baju.

Setelah ganti baju, mereka pun siap melayani pelanggan.


-Girl-chan part-

KRING!

"God eftermiddag, mine herrer (Selamat siang, tuan-tuan)!"kata Girl-chan sambil membungkuk sedikit dan melihat ke atas.

'Bujug, dah! Kenapa malah mereka yang datang?' batin Girl-chan cengo karena ternyata dia melayani Ieyasu, Mitsunari, dan Hanbei.

"Hei! Girl-chan! Aku tidak tau kalau kau kerja di Basara Café!"

Girl-chan hanya bisa menghela napas sambil ngomong, "Hvad skal jeg svare (Apa aku harus menjawabnya)?"

Ieyasu pun langsung cemberut dan bertanya, "Kau pake bahasa Denmark, ya?"

Girl-chan berpikir sebentar.

"Ja! Så kan jeg hjælpe dig (Ya! Jadi, ada yang bisa kubantu)?"

Ieyasu malah tambah ribut dan berteriak, "APAKAH ADA SAKE?! HAH?! HAH?!"

Girl-chan hanya bisa facepalm. Dalam hatinya, dia sangat ingin membantai Ieyasu.

"Kan du pause (Bisakah kau diam sebentar)?!" bentak gadis itu kesal.

Kennyo pun mendekati Girl-chan.

"Nanisore, Girl-chan?" tanya Kennyo.

Girl-chan malah pergi meninggalkan Kennyo yang masih bingung.


-Luthfi part-

KRING!

"Guten Tag! Wie kann ich helfen (Selamat siang! Ada yang bisa kubantu)?" tanya Luthfi dengan bahasa Jerman.

"Luthfi! Jadi kau bekerja di Basara Café? Sungguh kagak keren!"

"Sudah ditanya dengan sopan malah mendapat balasan seperti itu!" dengus Luthfi kesal.

Motochika pun langsung cemberut.

"Hey, hey, Luthy-kun! Can you eat (my) churro?"

Luthfi hanya bisa bingung karena dia masih amatir dalam bahasa Inggris.

"Hey, hey, Luthy-kun!"

Luthfi tetap saja bingung.

"Hey, Luthy-kun!" Yang satu ini dalam mode Yandere.

Luthfi pun langsung merinding, apalagi ditambah dengan wajah seremnya Mitsuhide.

"HYAAA!" teriak Kennyo sambil berlari ke arah Luthfi yang langsung pingsan. (Kennyo OOC banget, kan?)


-Hanny part-

Hanny menatap bosan ke arah pintu. Girl-chan mendapatkan Ieyasu-Mitsunari-Hanbei, Luthfi yang sudah sadar mendapatkan Motochika-Mitsuhide-Yoshimoto. Dia berpikir akan mendapatkan Trio Ninja, Trio Maeda, atau malah Anko Trio yang sering diceritakan Girl-chan dan Luthfi.

KRING!

"KASUGA! LU BISA DIAM KAGAK, SIH?!"

Hanny pun hanya bisa menghela napas.

"Kon'nichiwa! Nani ka watashi ni dekimasu ka (Selamat siang! Ada yang bisa saya bantu)?" tanya Hanny sopan.

"Selamat siang juga! Di mana kami bisa duduk?" tanya Fuuma di secarik kertas karton.

Hanny pun langsung menarik Fuuma, sementara Fuuma sendiri menarik tangan Sasuke dan Kasuga yang masih berantem.

"Duduklah dengan tenang di sini! Aku akan mengambil menu!" kata Hanny sambil berjalan pergi.


-Mea part-

Mea menatap keluar. Hanya dia dan Dissa saja yang belum mendapatkan tugas.

"Dissa! Aku duluan, ya!" kata Mea.

Dissa hanya mengangguk.

KRING!

"Yukimura! Aku sudah katakan, kita hanya perlu istirahat!"

"Setidaknya kita makan dulu, Masamune-dono! Aku lapar!"

"Aku setuju dengan Yukimura!"

"Don't say that, Motonari!"

"Sumimasen! Tasukeru koto ga dekiru koto wa arimasu ka (Permisi! Apa ada yang bisa dibantu)?" tanya Mea dengan ramah sambil membungkuk.

Mereka bertiga pun langsung menoleh.

"Ternyata kau, Mea-dono!" kata Yukimura.

Mea pun tersenyum dan ngomong, "Oh iya, pak Motonari! Kalau bapak ingin sekalian mencari pak Motochika, dia ada bersama Luthfi!"

Motonari pun langsung facepalm dan...

"PAK MOTOCHIKA! TOLONG DIAM!"

Teriakan Luthfi yang sudah bersiap membunuh Motochika pun terdengar. Mea pun hanya bisa menghela napas dan menunjuk ke arah tempat duduk mereka.


-Dissa part-

Dissa menatap ke arah jendela. "Dafuq!"

KRING!

"Eh, Dissa kerja jadi maid! Ayo foto dan kasih tau seluruh kelas 9D!" kata Farel, Feby, dan Nova sambil tertawa terbahak-bahak.

Dissa pun segera mengambil pipa paralon milik Girl-chan yang selalu ditakuti seluruh anak cowok di NihoNime Gakuen.

"MANTEK AJA LU BERTIGA!" teriak Dissa kesal.

Akhirnya, terjadilah kejar-kejaran antara Dissa dan Anko Trio.

Sementara itu...

"Eh? Pipa paralonku mana?" tanya Girl-chan heran.


-skip time-


Kennyo pun memberikan uang 50 ribu Rupiah dan 10 ribu Yen kepada kelima anak tersebut. Sepulang dari Basara Café, mereka pun sibuk ngobrol.

"Bai de wei eniwei baswei (?), besok kita mau ngapain?" tanya Dissa dengan English-nya yang ngawur.

"Gue mau ngerjain gambar bendera negara di dunia bareng Hanny!" jawab Girl-chan datar. "Lu pada mau ikutan, kagak?"

"Kayaknya bagus, tuh! Ya udah, deh! Kapan mulainya?" tanya Luthfi.

"Entar, pas tsunami di Denmark (?)! Ya besok lah! Dodol amat sih lu!" jawab Hanny sewot.

Kelima anak itu pun pulang ke rumah masing-masing.


Di rumah Girl-chan...

"Aku pulang!" sapa Girl-chan.

"Kok pulangnya lama, dek?" tanya sang kakak.

"Ngumpul sama temen!" jawab Girl-chan cuek.

"Eh, iya! Tadi ada yang ngirimin paket, tapi masalahnya abang kagak ngerti bahasa di dalam suratnya!" kata pria itu sambil memberikan sebuah surat kepada adiknya.

Girl-chan membaca surat itu dan langsung mengerutkan keningnya dengan isi surat tersebut.

'Ini mah kerjaannya pak Mathias! Dari bahasanya aja udah ketauan! Pantesan aja abang gue kagak ngerti!' batin gadis itu sweatdrop karena ternyata surat itu memakai bahasa Denmark.

"Memang isinya apaan, dek?" tanya sang kakak heran.

"Katanya, paket spesial dari Denmark! Hehehe!" jawab Girl-chan sambil tertawa garing.

"Dari si jabrik itu, ya?" tanya pria itu lagi dengan jahil.

PLETAK!

"Jangan ngeledek!" ujar gadis itu kesel setelah memukul kakaknya dengan pipa keramatnya.

Girl-chan pun langsung berjalan menuju ke kamarnya sambil membawa paket tersebut.

"Adek gue udah gede rupanya!" gumam sang kakak sambil tersenyum kecil.


To Be Continue...


Apa ada yang berminat menjadi teman saya? Tolong add FB dengan email raraazzahra33 yahoo. com (hapus spasi yang ada) dan BBM dengan pin 7FADAE94! Saya akan menerimanya dengan senang hati! :D

Review! :D