Me: "Balik lagi!" XD
Mathias: "Oke, mari balas Review!"
l w bunga (yang balas Mathias): GUE KAGAK TAKUT! AYO, ADEPIN GUE KALAU LU BERANI! (Girl-chan: "Mathy!" *getok Mathias pake pipa.*) Oke, maaf! Nanti Sasuke bakalan dikerjain di sini! Baiklah, tu anak udah nepatin janjinya dan selamat membaca!
Mea malas Login (yang balas Girl-chan): Oh begitu! Kalau saya malah ada kejadian sama si cowok kacamata (baca: Luthfi) yang menangkap basah nulis nama 'Ieyasu' di kertas coretan! Dia malah langsung nyebutin sebagian Character Basara yang dia tau dan malah nanyain apa saya punya memori PS 2, padahal saya punya PS kagak apalagi memori PS! Ini aja nulis di warnet pake harus nanyain Card Reader karena bawa Memory Card dari rumah! Gaje, kan? (Luthfi: "Lu inget aja, Ra!") Oke, ini dia kelanjutannya! :D
Dissa-CHAlovers (yang balas Cowboy): Kegiatannya normal aja, sih! Tapi BakAuthor kagak menjamin itu bisa dijelasin! (Girl-chan: "Ente mau dibuang ke Sealand, ya?") Sorry, BakAuthor! Abisnya lu nyebelin, sih! *digeplak pipa.* Baiklah! Thanks to Review!
Honey Sho (yang balas Luthfi): Motochika kalau berisik nyebelin banget, sumpah! (Motochika: *pundung.*) Oke, itu mah hanya mereka berdua yang tau! Kali aja itu bu- (Mathias: "Kasih tau Sho, gue sembelih lu!") Oke, ampun bang Denmark! Baiklah, nanti bakalan diterima dan terima kasih Review-nya!
DUAR!
Mathias: "Et, deh! Kenapa ledakan itu masih ada, ya?" *sweatdrop.*
Me: "Happy Reading!" :D
Chapter 4: Pekerjaan Meratakan Lapangan, Ulangan Gaje bin Nista, dan Kuntilanak nyasar?
KLOTANG! KLOTENG! KLOTONG! (?)
Itulah suara yang terdengar di NihoNime Gakuen, tepatnya di kelas 9E. Dark sedang sibuk memperbaiki sebuah buldozer (?).
Sementara itu...
KLOTANG! KLOTENG! KLOTONG!
"Suara apaan, tuh?" tanya Mathias yang mendengar suara barusan.
Dia langsung menuju ke kelas 9E dan mendapati Dark yang sedang memperbaiki sebuah buldozer.
"Kurusaki-san! Bisa ikut bapak sebentar? Tolong bawa buldozer itu sekalian!" perintah pria jabrik itu.
Dark pun langsung mengikuti sang ketua guru tersebut.
Di lapangan...
"Bapak mau ngapain nyuruh saya bawa buldozer?" tanya Dark heran.
"Kamu bisa kagak ratain lapangan yang baru disemen itu?" tanya Mathias sambil menunjuk sebuah lapangan seluas stadion somplakbola (?).
"Eh? Iya deh, pak!" jawab anak itu.
"Oke! Bapak tinggal dulu, ya!" kata pria Denmark itu sambil meninggalkan Dark.
"Et, deh! Ini lapangan atau jalanan paralayang (?), sih? Bodoh amat, dah!" ujar Dark sambil menaiki buldozer-nya.
BREM! BREM! (?)
Suara mesin buldozer pun berbunyi dan Dark langsung meratakan lapangan dengan kecepatan suara (?).
NGUEEEEEEEEEEEEEEEEENG! (?)
Lima menit kemudian...
"Cepet juga kerjaannya!" kata Mathias sambil memperhatikan lapangan yang sudah diratakan tersebut.
Saat melihat ketua guru itu berada di tengah lapangan, Dark pun langsung memasang evil smirk-nya.
BREM! BREM! NGUEEEEEEEEEENG!
"Eh? Suara apaan, tuh?" tanya Mathias yang kagak keburu menghindar dan langsung dilindes oleh buldozer Dark.
CRAT!
-skip time-
"Hoi, Kurusaki-san! What are you doing?" tanya Masamune saat melihat anak didiknya sedang memcuci buldozer.
"Habis ngeratain lapangan, pak! Masa mau ngelindes pak Mathias?" jawab Dark watados.
Masamune pun langsung sweatdrop.
"Oh, that goat man (?)!" ujar Masamune. "Setau bapak, dia itu Immortal! Jadi kayaknya dia kagak kenapa-napa dilindes!"
Setelah Masamune mengatakan hal itu, Dark pun langsung headbang di buldozer-nya.
Di kelas 9C...
"Eh, Darukun! Pala lu kenapa, tuh?" tanya Girl-chan saat melihat Dark mendatanginya dengan kepala berdarah.
"Mungkin Kurusaki-san habis headbang atau sejenisnya!" jawab Kojuro watados sambil memasuki kelas.
'Itu mah namanya headbang beneran!' batin seluruh mulas sweatdrop.
"Gue keluar dulu, ya!" kata Dark sambil berjalan meninggalkan kelas 9C.
"Oke, anak-anak! Mari kita-" Perkataan Kojuro terputus saat dia melirik seluruh sudut kelas dengan wajah bingung. "Err, kenapa banyak yang tidak masuk, ya?"
Benar juga, sih! Mulas yang masuk hari ini hanya Girl-chan, Luthfi, Anko Trio (yang baca Chapter 2 pasti tau siapa anggotanya), Dimas, Bama, Delle, Fahira, Erlin, Idham, Ghevira, Jonathan, Timothy, Khalisa, Mariska, Dianka, dan Amel. Sisanya, entah mereka ada dimana.
"Menekedele!" jawab seluruh mulas yang masuk sambil angkat bahu masing-masing.
Kojuro pun hanya bisa sweatdrop mendengarnya.
"Baiklah! Hari ini kita ulangan, ya!" kata Kojuro santai.
Webek, webek...
"HUWAPHUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA?! WHAT THE FUCK?! WHAT THE HELL WHAT THE DENMARK?! ULANGAN?! DUNIA KIAMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAT!" teriak seluruh mulas panik.
Kojuro pun langsung tuli mendadak dan telinganya menjadi Køhler-gan (?) (baca: korengan). *digampar Mathias.*
Sementara itu...
"Hachi!" Mathias bersin di tempat sampai tak sengaja menerbangkan sebagian tugas negaranya ke wajah Ieyasu.
"Lu kenapa sih, Makkun?" tanya Ieyasu sambil menyingkirkan kertas itu dari wajahnya.
"Tidligere var der tale om mig (Tadi ada yang membicarakanku)!" jawab pria jabrik itu sambil merapikan kertas tersebut.
Ieyasu pun hanya ber-'oh' ria mendengarnya.
Kita kembali ke kelas 9C!
"Baiklah! Kalian punya waktu satu jam untuk mengerjakan soal! Tidak boleh mencontek, tidak boleh diskusi, dan tidak boleh jual beli kunci jawaban (?)!" jelas pria berambut coklat itu sambil membagikan kertas soal dan kertas jawaban untuk menjawab soal.
Mari kita liat apa aja soalnya!
1. Sebutkan nama negara di Eropa Utara!
'Bujug! Perasaan kagak ada di pelajaran, deh!' batin para cowok cengo.
Sementara Girl-chan nulis 'Iceland, Finland, Norway, Denmark, Sweden' di kertasnya sambil nyengir kuda laut (?).
2. Siapakah pacarnya guru mapel Biologi?
'Memangnya pak Kojuro punya pacar?' pikir para cewek (min Girl-chan) heran.
"Yo, Koju!" sapa Sasuke sambil memasuki kelas. "Gue bawain negi buat lu, nih!"
Alhasil, para cowok (plus Girl-chan) langsung memasang evil smile sambil nulis 'Pak Sasuke' di kertas mereka. Kalau sampai tu guru tau, kayaknya bakalan dibantai mereka yang jawab begitu.
3. Gambar apakah ini?
"Gambarnya kagak jelas, nih!" kata Feby sambil menerawang (?) lembar soal tersebut.
"Pak Kojuro! Ini gambarnya apa?" tanya Amel sambil menunjuk gambar yang dimaksud.
"Anak-anak! Gambarnya itu guru Geologi yang lagi senam pagi, ya!" jelas Kojuro.
Seluruh mulas pun langsung bersorak gembira. Kagak nyadar dia kalau udah dimanfaatin! *Narator ditebas Kojuro.*
4. Apa arti kalimat berikut? Ich liebe dich und Küss mich
'Ini bahasa apaan, coba?' batin seluruh mulas (min Girl-chan) heran.
Alhasil, seluruh mulas langsung jawab asal-asalan, sementara Girl-chan nulis 'Aku cinta kamu dan cium aku' sambil tertawa geli.
5. Apa kelanjutan lagu ini? Og som krystalder står en tanke ganske klart...
'Ini bukannya lagu yang sering dinyanyiin ****, ya?' batin para cewek cengo.
Sementara Girl-chan malah nyanyi sambil nulis 'Ég adrei aftur sný pað var sem eitt sinn var' di kertasnya.
6. Dimanakah tempat tinggal sang ketua guru?
Seluruh mulas pun langsung nulis 'Denmark' di kertas mereka.
Di ruang guru...
"Hachi!" Mathias langsung bersin lagi.
"Lu kenapa, Mathias-dono?" tanya Yukimura heran.
"Jeg taler om længere (Aku dibicarakan lagi)!" teriak pria itu emosi.
7. Apa tulisan segel di kotak soal (?) ulangan?
Seluruh mulas pun langsung melirik ke arah Luthfi.
"LUTHFI! APA ISI KERTAS SEGEL YANG LU BACA BARUSAN?!" tanriak para cowok.
"Bisakah kalian diam?!" Kojuro langsung membanting sebuah lobak (?) ke atas meja.
"Err, soal itu-" Luthfi berniat bercerita.
-Flashback-
"Siapa yang naruh ni kotak soal di sini, coba?" tanya Luthfi sambil memperhatikan sebuah kotak mengapung (?) di atas meja dengan segel rantai Grim Reaper (?) di sekeliling kotak tersebut.
Dia berniat membuka kotak tersebut, tapi dia berubah pikiran saat membaca tulisan di kertas segel tersebut.
Isinya seperti ini: 'Jangan membuka segel ini, kecuali oleh guru mapel yang bersangkutan! Jika dibuka, kapak melayang ke kepalamu!'
Luthfi pun langsung merinding disko membacanya dan buru-buru kembali ke kursinya.
-Flashback End-
"Kalau tidak salah, isinya 'Jangan dibuka kecuali oleh guru mapel yang bersangkutan! Jika dibuka, kapak melayang ke kepalamu'!" jelas Luthfi sambil merinding mengingat isi pesan yang hampir merenggut nyawanya tersebut.
'Serem amat, tuh!' batin para mulas (min Girl-chan) sambil merinding disko.
8. Siapakah yang menulis soal ini?
'Pastinya pak Mathias!' pikir Delle sambil nulis nama ketua guru tersebut. Kayaknya belum tentu deh, Del!
Sementara itu...
"Hachi!" Mathias bersin lagi untuk yang ketiga kalinya.
"Argh! Hvem ellers taler om? Hvis jeg ved, han vil afskære dit kursus (Siapa lagi yang membicarakanku? Kalau aku tahu, bakalan kupenggal saja dia)!" ujar pria jabrik itu sewot sambil mengacak-acak rambutnya.
Kenshin pun hanya bisa sweadrop melihat ketua guru yang mulai frustasi tersebut.
9. Sebutkan nama orang paling bodoh menurut kalian!
Para cewek pun langsung nulis 'Luthfi' di kertas mereka, sementara yang bersangkutan langsung bersin di tempat.
10. Apakah itu Takoyaki?
'Saudaranya Tadakatsu, kali!' batin Girl-chan sambil nyengir lebar.
Dia pun langsung nulis 'Tadakatsu no Otouto' (?) di kertasnya.
Sementara itu, Tadakatsu langsung korslet mendadak.
Wow, wow, wow, wow, wow, wow, Hokuou! Wow, wow, wow, wow, wow, wow, Hokuou! Ho-ku-o-u, FAIBU!
Bunyi bel gaje yang entah kenapa malah lagu Nordic Five itu pun langsung berkumandang.
'Bel apaan, tuh?' batin para mulas (min Girl-chan) sweatdrop.
Girl-chan malah nyengir sambil memikirkan sang pacar yang masih bertugas. Cie cie! *Narator dibalang pipa.*
"Baiklah, anak-anak! Tolong kumpulkan soal dan jawaban kalian!" perintah Kojuro sambil berjalan memutari kelas.
Setelah seluruh soal dan jawaban telah dikumpulkan, Kojuro pun langsung meninggalkan kelas 9C. Sementara para mulas 9C langsung ngomongin ulangan tersebut.
"Eh, Ra! Lu nomor 9 jawabannya apa?" tanya Fahira yang duduk di sebelah Girl-chan.
"Pastinya ketua kelas kita!" jawab Girl-chan sambil melirik ke arah Luthfi.
Di ruang guru...
"Jawabannya gaje semua, sumpah!" komentar Kojuro yang mengoreksi jawaban kelas 9C.
"Gimana kagak gaje? Orang soalnya aneh semua!" timpal Motonari yang duduk di sebelahnya.
Entah kenapa, pintu ruang guru terbuka dan terlihatlah sesosok makhluk bertubuh putih.
"HUWAAAAAAAAAAAAAAAA! ADA KUNTILANAK NYASAR (?)!" teriak para guru yang ada di ruangan itu sambil mojok ke ujung ruangan.
"Hoi! Gue Sasuke, dodol!" ujar makhluk putih -yang diketahui bernama Sarutobi Sasuke- tersebut sewot.
"Eh? Kok lu bisa kayak begitu, sih?" tanya Keiji.
"Soalnya-"
-Flashback-
"Selamat pa- HUWAAAAA!" Sasuke yang berniat menyapa mulas 9E langsung terjatuh ke dalam sebuah jebakan -yang entah sejak kapan terpasang di lantai kelas- berupa lubang berisi cat putih di dalamnya.
"Pagi, pak!" jawab anak-anak dengan senyum kemenangan.
"Sejak kapan ada jebakan di sini?" tanya Sasuke sambil berusaha keluar dari lubang tersebut.
"Sejak zaman BAkaHELenAra (?), pak!" sahut para mulas 9E bersamaan.
Sasuke pun langsung facepalm.
-Flashback End-
Seluruh guru pun langsung tertawa ngakak mendengar cerita Sasuke barusan.
"Gue kasihan banget sama lu! Sabar aja, ya!" kata Mathias sambil menepuk punggung Sasuke.
"Thanks!" balas Sasuke sweatdrop.
To Be Continue...
Ya, aku berusaha sebaik mungkin menulis bagian ini!
Oh iya, yang bagian Sasuke itu Request dari seorang Reader dengan nama 'l w bunga'! Semoga anda terhibur, Bunga-san! :D
Review! :D
