Me: "Balik lagi!" XD

Cowboy: "Oke, kita balas Review dulu!"

Mea malas login (yang balas Girl-chan): Saya sedikit ngerti bahasa Jerman karena belajar dari padepokan Hetalia (?), lho! XD *plak!* Kelanjutannya itu pake bahasa Iceland karena terinspirasi dari video 'Let it go Hetaloid by 25 Character'! XD *double plak!* Grim Reaper itu terinspirasi dari Lost Saga, lho! Cuma saya bingung cara jelasinnya! -_- *triple plak!* Baiklah, terima kasih Review-nya! :D

Honey Sho (yang balas Mathias): Perasaan gue marahnya bukan ke dia, deh! -_- Tapi kagak apa-apa, deh! Ini dia kelanjutannya!

Dissa-CHAlovers (yang balas Cowboy): Singkat amat! *sweatdrop.* Baiklah, Thanks for Review!

DUAR!

Mathias: "Ya ampun!" *sweatdrop.*

Cowboy: "Kagak usah diperduliin juga, keles!"

Me: "Happy Reading!" :D


Warning tambahan: Banyak Hint Yaoi dan Straight bertebaran, OOC tingkat tinggi, dll!


Chapter 5: What The King of Game?!


Sepulang sekolah, sebagian guru sedang bersantai di kantin bersama Girl-chan, Luthfi, Hanny, Dark, Runa, Sho, Mea, dan Dissa. Tiba-tiba Ieyasu datang sambil membawa sebuah gelas berisi beberapa sumpit.

"Minna, mari kita main!" ajak Ieyasu.

"Main apaan?" tanya mereka yang ada di kantin.

"KING OF GAMES!" teriak Ieyasu sambil menaruh gelas berisi sumpit tersebut.

"KING OF GAMES?!" koor seluruh guru kam- *Narator digiles traktor (?).* (Ieyasu: "Lu bilang kambing lagi, gue lindes lu pake truk bolak-balik!"). Maksudnya seluruh guru di kantin tersebut.

Dissa memperhatikan Mathias yang udah keringet dingin.

"Pak Mathias! Bapak kenapa?" tanya Dissa.

"King of Games! Permainan dengan taruhan terbesar!" jawab pria jabrik itu sambil menggigil.

"Taruhan terbesar? Memang apa taruhannya, pak?" tanya Hanny kagak ngudeng.

"Kalau salah sedikit, harga diri kalian terancem!" jawab Mathias yang masih menggigil. Tumben dia kagak minum bir! Bukannya dia bilang bir itu bisa ngangetin tubuh?

"Gimana cara mainnya, pak?" tanya Luthfi penasaran.

"Di dalem sini ada beberapa sumpit! Dari sumpit-sumpit yang ada di sini, hanya ada satu sumpit dengan tanda 'KING' dan sisanya nomor dari 1 sampe 30! Yang dapet sumpit 'KING' harus nyebutin satu nomor, terus sebutin perintahnya!" jelas Ieyasu dengan cara yang gaje.

Yang lainnya pun hanya manggut-manggut.

"Okeee, mulai!" kata yang lainnya (plus Ieyasu) dan segera ngambil sumpit yang ada di gelas itu.

"Siapa yang dapet?" tanya Ieyasu.

Mea pun mengangkat tangannya.

"Jadi Mea duluan, ya?" tanya Motonari.

"Nomor 17! Umm, bapak-bapak di sini pada pake jaket semua, kan?" tanya Mea sambil ngeliat para guru pake jaket.

"Lepasin jaketnya, terus pakein jaketnya berdua sama saya!" perintah Mea.

Motonari pun melepaskan jaketnya untuk dibagi bersama Mea. Yang lainnya pun langsung siul-siul.

"Cieee! Ada pasangan baru, niiiih!" kata Sho sambil godain pasangan MeaNari tersebut.

"Udahlah! Mulai lagi!" kata Motonari sambil ngacak-ngacak sumpitnya lalu ditaruh lagi di gelasnya dan ngambil satu. Begitu juga dengan yang lainnya.

"Yatta! Gue dapet!" kata Kojuro sambil ngacungin sumpitnya.

"Cepetan, nomor berapa?" tanya Sasuke kesel gara-gara kelamaan.

"Umm, apa ya?" ujar Kojuro bingung.

"Tantangannya harus lebih ekstrim dari yang sebelumnya, pak! Biar seru!" saran Sho.

"Nomor 6, main 'Pocky Games' sama bapak!"

Yang lainnya pun langsung kaget.

"Kojuro! Kalau lu dapet sama para murid, berarti kejantanan lu harus diraguin banget!" kata Motochika sambil nyengir kuda laut (?).

"Lha, lu sendiri banci, kan?" balas Kojuro yang berhadiah lemparan jangkar dari si banci Shikoku. *plak!*

"Nah, siapa nomor enam?" tanya Kojuro.

Tadinya dia berharap setidaknya Hanny atau Runa yang dapat, tapi...

"Masamune-sama?!" Kojuro pun langsung kaget saat melihat sumpit nomor enam yang dipegang Masamune.

"Oh, come on! Mulai aja! It is only game, right?" tanya Masamune sambil marah-marah.

Mathias, Ieyasu, Yukimura, dan Keiji pun langsung membuat spanduk 'MasMunKoju: Way to Servant and Master Pairing' (?).

"Ini harus sisa berapa senti?" tanya Kojuro.

"Umm, satu milimeter!" jawab Keiji, Yukimura, dan Ieyasu yang dihadiahi timpukan negi, lobak, dan terong dari Kojuro.

"Maaf, ya! Tapi gue kagak kayak lu-lu pada!" kata Kojuro sewot.

"Ayo Masamune-sama!" Kojuro pun bersiap dengan 'Pocky'-nya.

Masamune di sisi lainnya pun juga sudah siap. Mereka pun mulai menggigiti biskuit itu dari dua sisi.

3 cm...

"AYO, TERUS! TERUS!" Yang lainnya nyemangatin Kojuro dan Masamune.

Mereka berdua pun berusaha menahan rasa malu mereka yang udah selangit. XD

2 cm...

"TERUS! SATU MILIMETER!" teriakan para penyemangat yang malah membuat Kojuro ingin menghajar mereka satu per satu.

1 cm...

"AYO! SATU MILIME-"

"DIEM AJA LU, MAKHLUK-MAKHLUK LAKNAT!" teriak Kojuro yang udah emosi dan menjatuhkan biskuit yang masih sesenti tersebut.

"Yaaah! Masa cuma satu senti, sih? Kan pada minta satu milimeter!" komentar Mathias kecewa.

"HEH! GUE KAGAK KAYAK LU PADA, YA!" balas Kojuro emosi sambil menyiapkan senjata kesayangannya.

CRAT! CRAT! CRAT! CRAT!

Para guru Fudanshi itu pun sekarang udah bersimbah darah! XD

Oke, lanjutkan!

"Err, siapa raja kali ini?" tanya Ieyasu.

"Gue!" kata Motochika kesenengan plus otak mesum yang udah aktif dari tadi.

"Nomor lima! Gue cium, ya!" teriak Motochika tanpa lalilulelo (?).

Kenshin yang udah ngerasain firasat buruk mulai berkeringat dingin.

"Pssst, pak Kenshin! Bapak nomor berapa?" tanya Runa.

Kenshin yang udah pucet pun dengan pasrah nunjukin sumpit yang dipegangnya.

"Oh, ya udah! Semoga bapak tahan sama ke-maho-annya pak Motochika!" kata Runa prihatin.

Hening...

"APHUAAAAAAAAAAAAAA?! WHAT THE FUCK?! WHAT THE HELL?! WHAT THE DENMARK?! MOTOCHIKA MAHO?! KOK BAPAK BARU TAU, SIH?!" pekik Kenshin sambil melihat Motochika yang udah kayak hewan kelaperan.

"Ah, kagak apa-apa kalau Ken-chan (?)! Orang dia udah kayak cewek, kok!" gumam Motochika ngawur.

Kalau Hanbei sih masih mending dibilang begitu. Lha, Kenshin? Mata lu kemana sih, Motochika? Maksud lu, Kasuga kali yang cantik!

"WHAT?! NO! GUE MASIH NOR- UAGH!" Kenshin pun langsung dibungkam keluar kantin oleh Motochika.

Kita sensor saja bagian ini karena bahaya terhadap rating di fic ini! Orang-orang yang melihat kejadian itu pun langsung swetadrop di tempat.

"Dua orang keluar!" kata Ieyasu sweatdrop sambil ngeluarin sumpit nomor 29 dan 30 dari gelas itu karena dipastikan Motochika dan Kenshin kagak bakalan balik dan sepertinya Kenshin bakalan diperkaos (?) oleh Motochika. *dibekuin.* *ditimpuk jangkar.*

"Nah, ayo ambil lagi!" kata Mitsunari sambil ngambil satu sumpit.

Yang lainnya pun juga ngambil satu sumpit.

"Siapa raja?" tanya Hanbei.

"Gue dapet~" teriak Mathias kegirangan.

"Cepetan perintahnya!" kata Yukimura protes.

"Nomor tiga belas! Selamat, anda mendapatkan dua puluh juta Kroner dipotong kepala! Mwehehehe!" teriak Mathias dengan nada sadis.

Yang lainnya pun langsung merinding disko setelah mendengar perkataan si jabrik Yandere tersebut.

"Mati deh gue!" kata Ieyasu sambil nutup matanya plus nunjukin sumpit bernomor tiga belas.

Hyiiiiiiiii! Bener-bener angka kematian, ya!

CRAAT!


-skip time-


Setelah kepala Ieyasu disambung lagi entah bagaimana caranya, permainan pun dilanjutkan.

"Nah, siapa raja?" tanya Sasuke.

"Nomor empat harus dihajar rame-rame!" teriak Mitsunari tiba-tiba.

"Anjir! Masa gue lagi?!" pekik Ieyasu emosi.

Sayangnya, dia udah keburu dikeroyok. Naas bener ya nasib Ieyasu hari ini!


-skip time-


Sekarang Ieyasu udah diperban seluruh tubuhnya kecuali matanya (Cowboy: "Ya iyalah! Gimana caranya coba ngeliat kalau ditutup juga matanya? Pake mata batin?"). Keadaannya sekarang jauh lebih naas dibandingkan setelah pemenggalan oleh si jabrik Yandere. XD

"Lanjutin, ya!" kata Sasuke sambil ngacak-ngacak sumpitnya, lalu ngambil satu diikutin yang lainnya.

"Akhirnya gue raja juga!" kata Keiji. "Nomor dua belas harus main 'Pocky Games' sama nomor dua puluh tiga!"

'Semoga bukan kayak tadi lagi!' batin para guru ngarep.

Tiba-tiba, Luthfi pun berdiri.

"Siapa nomor dua belas?" tanya Luthfi. Dan...

GLEK!

Hanny pun berdiri. Nah lho, gimana caranya coba?

"Heh! Bapak gila nyuruh saya main 'Pocky Games' sama dia?! Bapak kagak inget saya sering berantem sama dia?!" teriak Luthfi kesel.

"Eit, bapak rajanya sekarang!" kata Keiji santai sambil ngegoyangin sumpitnya.

"Cih, ya udahlah!" ujar Luthfi ngalah.

Tapi nyawanya juga terancam. Hanny sendiri juga dalam posisi korban. Saya kagak bisa bayangin kalau Luthfi bakalan dibantai sama Hanny!

"Berapa senti?" tanya Luthfi.

"SATU MILIMETER!" koor para guru.

"BAPAK-BAPAK SEKALIAN UDAH GILA, YA?! SATU MILIMETER SAMA AJA CIUMAN, DODOL!" teriak Luthfi kesel.

Ternyata, argumennya Luthfi jauh lebih jelas dibandingkan Kojuro! XD

"Udaaah, mulai aja napa?" tanya Girl-chan.

Luthfi pun hanya bisa nurut.

'Semoga nyawa gue kagak melayang setelah ini!' batin Luthfi ngarep sambil menahan salah satu bagian dari biskuit batangan tersebut.

Sementara Hanny duduk berhadapan dengan Luthfi dan mulai menggigiti sisi lain biskuit itu TANPA RASA MALU dengan perlahan ke arah Luthfi.

1 cm...

"Ayo! Ayo! Satu milimeter!" teriak para guru nyorakin mereka berdua.

Jarak muka mereka sekarang udah deket aja atau deket banget? *alay mode on.* Muka Hanny dan Luthfi udah kayak kepiting rebus, tuh! XD

0,5 cm...

"Terus! Terus!" Para guru pun masih aja nyorakin Luthfi dan Hanny yang mukanya udah merah banget.

Mereka pun mulai merem. Melihat kesempatan ini, Girl-chan pun ngeluarin smirk kecil selebar dada (?).

Gadis itu pun diam-diam berjalan ke belakang Luthfi dan mendorong sedikit kepalanya. Dan...

CHU~ BRAK!

"Gue terlalu kenceng dorongnya, ya?" tanya Girl-chan watados.

Sekarang Luthfi dan Hanny jatuh dengan posisi yang ambigu dan saling berciuman.

"Kyaaa! Fanservice!" teriak Yukimura sambil foto-foto adegan LuthfiHanny yang lagi ciuman tersebut.

"Sakit! Ah, Hanny-san! Kau tidak apa-apa?" tanya Luthfi panik sambil bangun.

Hanny pun langsung bangun juga.

"Siapa tadi yang dorong?!" tanya Luthfi emosi.

Sebagian guru pun langsung nunjuk ke arah Girl-chan yang dengan watadosnya main kucing.

"****! Kenapa lu pake dorong-dorong, sih?!" tanya Luthfi sambil marah-marah.

"Kagak apa-apa, kan? Biar lu kagak nge-jones seumur hidup!" jawab Girl-chan santai.

Para guru pun hanya bisa sweatdrop mendengar jawaban dari Girl-chan barusan.

"Ekhem, bisa lanjut?" tanya Ieyasu yang udah membereskan sumpitnya.

Yang lainnya pun ngangguk.

"Nah, sekarang siapa rajanya? Semoga kagak yang aneh-aneh lagi!" kata Dissa ngarep.

"Betul! Gue kagak nyangka bakalan sefrontal ini permainannya!" balas Runa.

"Yooosh! Gue raja!" teriak Sho dengan OOC-nya.

'Kayaknya dia alim cuma dari tampangnya doang!' batin Dissaycho (?) dan Runanabi (?). *dibunuh bersama.*

"Nomor satu sama enam belas nyanyi lagu 'Stand Up' di 'Digimon Hunters'!" perintah Sho.

Kedua cewek siluman (?) itu pun langsung merinding gaje.

"Dissa, lu nomor berapa? Gue nomor satu!" kata Runanabi merinding.

"Ck, kita duet lagi!" bales Dissaycho.

"Nah, kita mulai ya!" kata Sho yang entah sejak kapan ada karaoke set di belakangnya.


Yeah, stand up boys!
Hora, Mae wo Muite
Kimi wo Tsutsumu E-RU ga Michibiku
Towards tomorrow
Yeah, stand up girls!
RIARU wo Koeta saki
Atsui kumo ni oowareta Hikari tsukamuyo
Ima made no hibi jyairarenai
FURU SUBIIDO de
Takai Kabe mo
Uchi nuite ikou
Stand up for your dream!
Donna tooku demo
Muchuuni natte
Tsuki susumeba Kirihirakerunda
Sagashi motometa kotaega
Donna tooku demo
Stand up for your dream!
Tatoe omoiga
Yowasa mise temo
Chikakude Kikoeru Kimi no Koega
Chikara to Yuuki wo Kureru
Dokomademo Hashitte yukeruyone


"Kurang satu sih yang nyanyi! Padahal kalau ada Mea, lengkap tuh Lady Trio!" kata Hanny sambil nyengir.

"Siapa raja?" tanya Masamune.

Ieyasu yang duduk di sebelah Girl-chan kagak sengaja ngeliat nomor di sumpit gadis itu dan langsung smirk gaje.

"Eng ing eng! Saya rajanya!" kata Ieyasu.

"Nomor sembilan harus ngikutin pose di gambar ini dengan orang yang dia sukai!" perintah Ieyasu sambil nunjukin sebuah buku gambar bersampul coklat milik Girl-chan yang entah sejak kapan ada di tangannya.

Para guru (selain Ieyasu, Motonari, Hanbei, Mitsunari, Mathias, Motochika, dan Kenshin) langsung evil laugh, sementara teman-teman Girl-chan hanya bisa melongo melihat gambar itu. Mathias pun langsung kaget melihat gambar tersebut.

"I'm the king and you must follow my order~" kata Ieyasu sambil nyengir gaje. Lalu...

PLETAK!

"Bapak dapet darimana buku saya?!" tanya Girl-chan kesel setelah melayangkan sebuah pukulan dengan pipa ke kepala Ieyasu.

"Kagak inget? Kemaren kamu jatuhin bukumu pas ngejar Luthfi! Bapak pungut aja bukunya dan inilah yang bapak dapatkan setelah liat-liat (tanpa ijin)!" jelas Ieyasu watados.

"Temme!" Girl-chan pun langsung ngeluarin dark aura yang sama kayak waktu ketahuan kencan kemaren.

"Bentar dulu, bapak mau nanya sesuatu! Kalau kamu jujur, nanti bapak bebasin dari tantangan ini!" kata Ieyasu.

Girl-chan pun langsung berbinar matanya. Iyalah! Daripada harus nahan malu gara-gara nyium Mathias, kan? *Narator digantung di tiang bendera.*

"Oke, apa pertanyaannya?" tanya Girl-chan pasrah.

"Jujur, ya! Ini gambar kamu sama Mathias yang ciuman atau sekedar fanart buat Hetalia? Kalau bohong, bapak kagak bebasin, lho!" tanya Ieyasu dengan nada serius.

Girl-chan sekarang sedang bimbang antara harus ngakuin rahasia di balik gambar itu atau nyium Mathias di depan umum.

"Oke! Itu gambar saya lagi nyium pak Mathias! Puas kalian?!" teriak Girl-chan stres.

Mathias kaget, para guru kaget, teman-temannya kaget, bahkan para Nation pun juga ikutan kaget! *salah fandom!*

Webek, webek...

"HAH?! JADI GIRL-CHAN SUKA SAMA PAK MATHIAS?!" teriak Dissa.

Hening...

"Aaah, baguslah! Baiklah, kau bebas!" kata Ieyasu sambil melempar buku gambar itu dan ditangkap oleh Girl-chan.

"Sekarang siapa rajanya?" tanya Mea.

"Gue dooong!" kata Dark sambil nunjukkin sumpitnya dengan cengiran khasnya.

"Nomor dua puluh enam! Silahkan duduk di sebelah sang raja yang paling ganteng ini~" kata Dark narsis.

Ieyasu pun langsung pindah tempat duduk.

"Akhirnya gue bisa pindah dari sebelah lovey-dovey langsing (?) itu!" kata Ieyasu watados yang langsung dihadiahi bogem mentah dari Motonari.

Ieyasu pun duduk di sebelah Dark.

"Lanjut, ah! Sekarang siapa rajanya?" tanya Masamune.

"Gue!" kata Yukimura sambil ngangkat tangannya.

"Nomor enam belas! Jadi harem queen (?) dan gaet lima guru di sini!" perintah Yukimura.

Hening...

"Hee, serius? Saya kagak mau jadi harem queen! Saya cium pak Motonari aja, ya?" tanya Runa yang ternyata mendapatkan sumpit nomor enam belas.

Yang lainnya (min Yukimura, Mathias, Mitsunari, Kenshin, dan Motochika) langsung shock di tempat karena setelah Runa bilang kayak gitu, gadis itu pun langsung nyamber Motonari. Dan seperti yang bisa diduga, mereka sedang berciuman dan hanya ditatap dengan geli oleh para guru (min Mitsunari, Mathias, Kenshin, dan Motochika).

"Cieeeee~" teriak Hanny dan Dissa sambil 'bersiul' dengan indahnya.

"Udah, kan? Ayo kocok lagi sumpitnya!" kata Runa bersemangat setelah mencium guru tersebut tepat di bibir.

Setelah sumpitnya diacak-acak, mereka mengambil satu sumpit masing-masing.

"Oke, siapa rajanya?" tanya Kojuro yang udah mulai 'mabuk' dengan atmosfer aneh yang mulai memancar dari seluruh penjuru kantin.

"Nomor tiga! Crossdress~" teriak Hanny.

Hanbei pun langsung kaget.

"C-cr-cro-CROSSDRESS?!" teriak Hanbei saat dia sudah ditarik oleh Yukimura, Sasuke, dan Keiji keluar kantin.

"SAMBADI HELEP MI PLIS!" teriak Hanbei sambil memberontak dari tiga pria yang akan membuat kejantanannya diragukan.

"Tiga orang make-up artist terkenal menangani satu korban crossdressing lagi!" gumam Motonari sambil pundung mengingat dirinya pernah menjadi korban crossdressing saat para guru bermain ToD dua hari sekali.

Penampilan Hanbei sekarang adalah rambut yang diberi jepit rambut berwarna putih dan gaun lolita berwarna ungu. Melihat hal ini, hampir semua guru di sana langsung nosebleed di tempat (kecuali Ieyasu, Kenshin, Motochika, Mathias, dan Mitsunari. Mungkin kalau Kenshin sama Motochika ngeliat, mereka juga akan nosebleed).

"Udah, kan! Ayo mulai lagi!" kata Hanbei kesal sambil mengocok sumpitnya.

Yang lain pun lalu mengambil satu sumpit dari gelas itu.

"Siapa yang dapet?" tanya Yukimura sambil tersenyum gaje setelah selesai membuat Hanbei menjadi perempuan seja- *Narator dicambukin Hanbei.*

"Err, nomor sepuluh siapa ya?" tanya Keiji.

Yang lainnya pun langsung gemetaran, terutama Luthfi.

'Mampus! Dia lagi rajanya!' batin semuanya sweatdrop.

"Gue!" teriak Hanbei sambil ngangkat kakinya (?). *Narator dicambukin Hanbei lagi.*

Muncullah smirk kecil selebar muka di punggung Keiji (?).

"YAOI DENGAN MITSUNARI!" teriak Keiji menggelegar sampai terdengar ke seluruh Elrios (?). *plak!* *salah fandom!*

Hanbei, Mitsunari, dan Yukimura pun langsung tersenyum senang, sementara yang lainnya hanya bisa sweatdrop di tempat. Saat itu juga, Hanbei langsung mencium bibir Mitsunari.


Lima menit kemudian...

Desahan-desahan pun mulai terdengar di seluruh ruangan.

"Psst, pak Ieyasu! Mereka kapan selesainya?" bisik Dark kepada Ieyasu.

"Kagak tau, deh!" jawab Ieyasu sambil ber-sweatdrop ria.


Sepuluh menit kemudian...

"Yaoi! Yaoi!" kata Yukimura dan Keiji sambil terus 'bernyanyi' selama Hanbei dan Mitsunari berciuman.

"Argh! Udah lima belas menit, nih! Males banget gue ngeliatnya!" bisik Motonari ke Masamune.

"Can someone please stop them?" ujar Masamune pasrah.

'Untung gue kagak kayak mereka!' batin Luthfi lega.


Lima belas menit kemudian...

Girl-chan hanya ngeliatin jam tangan yang dipakenya. Katanya, dia mau ngukur berapa lama mereka ciuman daripada memperhatikan mereka ciuman. Pinter juga anak ini! *Narator digebukin Girl-chan.*

Mathias yang dari tadi duduk di sebelah Girl-chan hanya bingung sambil bergantian melihat Girl-chan yang lagi ngeliatin jamnya, Mitsunari dan Hanbei yang lagi ciuman, dan Yukimura dan Keiji yang dari tadi kagak berhenti 'nyanyi'. Lalu, muncullah ide yang menurutnya sangat 'cemerlang'.

"Hei, Girl-chan! Mereka kapan selesainya?" bisik Mathias ke Girl-chan dengan nada menggombal.

Girl-chan pun hanya bisa blushing parah sambil gelengin kepalanya.

'Kuatin dirimu, ****!' batin Girl-chan dalam hati.

"Kalau mereka selesai, aku juga mau dong!" lanjut Mathias berbisik sambil mendekatkan kepalanya. (Cowboy: "Mathias makan apa ya hari ini?" *sweatdrop.*)

BLUSH!

"Girl-chan?" tanya Mathias sambil menepuk tangan gadis itu.

Ieyasu yang dari tadi kagak memperhatikan acara yaoi MitsuHanbei itu pun hanya memperhatikan cewek berambut hitam ponytail dan pria berambut pirang jabrik tersebut. Tapi dia menyadari sesuatu. Girl-chan kagak bergerak sama sekali setelah Mathias mendekatkan kepalanya di tangan gadis itu. Ieyasu pun langsung menghampiri kedua orang tersebut.

"Err, kalau boleh tau dia kenapa ya?" tanya Ieyasu.

Mathias pun membisikkan sesuatu kepada Ieyasu. Ieyasu pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"Hoi, kalian lebih baik berhenti sekarang dan bantu aku bawa dia ke klinik!" tegur Ieyasu kepada Mitsunari dan Yukimura sambil berusaha mengangkat Girl-chan.

Mitsunari dan Yukimura yang kaget karena ada orang pingsan pun langsung menghampiri Ieyasu dan membantunya membawa Girl-chan ke klinik. Yang lainnya pun terlihat khawatir saat gadis itu dibawa ke klinik.

"Pst, Girl-chan kenapa?" tanya Hanny sambil menyenggol tangan Dissa.

Dissa hanya mengangkat bahu Mea (?) yang duduk di sebelahnya. *plak!*

"Satu orang lagi keluar!" kata Sasuke sambil berkeringat dingin.

"Padahal bukan giliran dia kena!" balas Motonari sweatdrop.

"Bisa dilanjutin?" tanya Ieyasu sambil membuang sumpit nomor 28 dan mengocoknya.

"Bisa dooong~" jawab Dark bersemangat sambil ngambil satu sumpit.

"Lu mah enak belum kena! Kalau kena, mampus lu!" balas Luthfi sambil ngambil satu sumpit.

"Siapa raja?" tanya Sho.

"ME!" jawab Sasuke seneng.

"Nah, ayo! Perintahnya, pak!" respon Hanny.

"Uh, nomor satu! Ceritain aib diri sendiri!" jawab Sasuke malas.

Sebenernya dia mau ngincer Mathias kalau saja kayak ToD. Tapi karena KoG perbandingannya satu banding dua puluh sembilan, Sasuke hanya bisa pasrah saja dengan menyebutkan nomor asal.

"Aib, ya!" kata Mathias sambil menghela nafas.

Sasuke yang awalnya lesu langsung terbakar semangatnya.

"Kayaknya gue pernah ngancurin ruang guru entah kapan!" jawab Mathias yang udah mabuk karena kebanyakan minum bir.

Para murid pun hanya bisa memunculkan tanda tanya di atas kepala mereka dan berpikir, 'Pak Mathias mabuk lagi kayaknya!'

Sepertinya, Ieyasu mengingat sesuatu yang sangat mengerikan terjadi di ruang guru saat teman-temannya ngajar.


-Flashback-

"Eh? Jadi Mathias kagak ngajar karena sakit, ya?" tanya Ieyasu kepada seseorang di teleponnya.

"Kayaknya! Menurut Oyakata-sama sih begitu!" jawab orang di telepon tersebut.

"Ah, baiklah! Aku akan melihat keadaan ruang guru dulu! Jaa!" Ieyasu pun menutup panggilan teleponnya.

Setelah menerima telepon dari Yukimura, Ieyasu pun melahap potongan terakhir roti yang dimakannya dan segera berjalan menuju NihoNime Gakuen.

TOK! TOK!

"Makkun?" tanya Ieyasu sambil mengetuk pintu ruang guru.

Tidak ada suara.

'Apa Makkun sedang tidur?' pikir Ieyasu bingung.

PRANG!

"Heh! Apaan, tuh?!" tanya Ieyasu heran.

PRANG! TRENG! PRAK!

Ieyasu pun langsung mencari kunci cadangan ruang guru di dalam salah satu pot bunga di halaman depan ruangan tersebut.

"Ah, ini dia!" kata Ieyasu setelah menemukan kunci itu.

Ieyasu pun langsung membuka kunci pintu ruang guru dan segera masuk ke dalam.

"APA-APAAN INI?!" teriak Ieyasu saat melihat Mathias yang sedang mabuk di tengah ruang guru yang udah kayak kapal pecah.

-Flashback End-


"Brrr!" Ieyasu pun langsung merinding sendiri.

"Kenapa, pak Ieyasu?" tanya Hanny.

"Eh? Kagak, kok!" jawab Ieyasu sekenanya.

"Nah, ayo diambil!" kata Dissa yang udah selesai ngocok sumpitnya dan mengambil satu sumpit diikuti yang lainnya.

"Siapa raja?" tanya Kojuro.

"Saya, anata wayo (?)!" jawab Dissa yang mendadak pake logat Seito (?). *Narator dibakar dan dibekuin Seito.*

"Yah, dia yang ngocok dia yang dapet!" komentar Hanny.

'Kok perasaan gue kagak enak, ya?' batin Mea khawatir.

"Nomor dua puluh tujuh! Main pocky games pake roti Prancis!" perintah Dissa.

Mea yang dari tadi khawatir langsung keringetan gaje.

"E-eh, siapa yang dapet?" tanya Dissa.

"Dissa! Lu beneran yuri, ya?" balas Runa santai.

Dissa pun langsung kaget.

"Ma-maksudnya?" tanya Dissa yang mulai berkeringet dingin.

"Mea nomor dua puluh tujuh, ya?" tanya Luthfi menebak-nebak.

"Nani?!" teriak Dissa sambil menggebrak meja dengan nun chaku super unlimited edition (?) miliknya.

"Haaaah, biarlah! Cuma permainan, kan?" tanya Mea terpaksa.

Mereka pun memulai roti games (?). Tapi tak lama kemudian, Mea yang kagak tahan sama rasa rotinya langsung batuk-batuk kagak jelas sebelum permainan selesai.

"Ohok-ohok! Itu roti apaan sih, Dissa?!" tanya Mea sambil batuk-batuk.

"Roti busuk hadiah dari pak Francis!" jawab Dissa watados.

Yang lainnya pun hanya bisa sweatdrop di tempat.

"Oke, lanjut!" kata Ieyasu.

"Yasu! Gue mau ke toilet dulu, ya!" kata Mathias sambil berjalan meninggalkan mereka.

"Oh, oke!" balas Ieyasu sambil ngocok sumpitnya dan kagak memperhatikan kemana Mathias pergi.

"Um, kenapa pak Mathias pergi ke toilet murid?" tanya Sho sambil menunjuk Mathias yang lari ke arah toilet murid.

"Toilet guru lagi rusak, baru besok dibenerin!" jawab Ieyasu santai sambil membuang sumpit nomor dua puluh tujuh dari gelas tersebut.

Sho pun hanya manggut-manggut mendengarnya.

"Nah, siapa sekarang?" tanya Mitsunari.

"Nomor tiga, crossdress!" teriak Yupimurah (?) pake toa.

Motonari pun langsung tepar di tempat. Alhasil, para make-up artist yang akan mengubah Motonari menjadi cewek (?) itu pun hanya bisa menyeretnya keluar kantin.


-skip time-


"Gimana, minna?!" teriak Keiji pake toa.

Motonari sekarang memakai baju maid, dua jepit rambut yang menahan poninya, rambut seleher yang berkibar (?), dan bando kuning di rambutnya.

"Hoi, bangun!" kata Sasuke sambil menepuk pipi Motonari yang sedang tepar dengan elitnya.

Motonari pun membuka matanya dan melihat badannya.

"Satu..." kata Kojuro sambil memberikan aba-aba kepada Sasuke dan Keiji.

"Dua..."

"TIGA!"

"TIDAAAAAAK! KENAPA GUE BEGINI LAGIIII?!" teriak Motonari lebay.

Sementara Kojuro, Keiji, dan Sasuke pun langsung kocar-kacir ke seluruh kantin.

"KOJU! KEIJI! SASUKE!" teria Motonari sambil mengejar ketiga pria aneh yang sedang kocar-kacir di sekeliling kantin.

"Tolooong! Ada crossdresser ngamuk! Tolooong!" teriak Keiji dengan nada ngeledek.

Tapi bukannya mengejar Keiji, Motonari malah mengincar Yupimurah yang tidak bersalah. Entah kenapa, Hanbeito (?) juga ikut nyamperin Yupimurah.

"HEH! LU DOANG YANG BELUM DI-CROSSDRESS! POKOKNYA GANTIAN KITA YANG CROSSDRESS LU!" teriak Motonari dan Hanbeito kompak sambil membawa Yupimurah keluar kantin.


-skip time-


Sekarang Yupimurah memakai baju ala Chibitalia (?). Motonari dan Hanbeito pun ketawa kagak berhenti melihat hasil kerja mereka. Yang lainnya hanya bisa ber-sweatdrop ria atau sedang fangirling kagak jelas kayak Dissa dan Mea. Ada juga yang no comment macem Luthfi atau Dark. Ada juga yang ngasah katana untuk membantai siapapun yang ngusulin permainan ini macam Hanny (Cowboy: "Kayaknya nyawa Ieyasu bakalan terancam, tuh!" XD), dan lain-lain dan seterusnya sampai Narator bingung. *plak!*

"Ah, AAAH!"

Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari luar kantin dengan kadar keambiguan yang sangat tinggi.

Motonari dan Mea pun bersiap dengan Ring Blade dan Ultimate Kebo (?) milik mereka.

"Idiih! Suara siapa, tuh?" tanya Sho yang merasa risih dengan suara berkadar ambigu kelewat tinggi tersebut.

"Itu, lho! Mak- Maksud bapak, pak Mathias pernah nyeritain pasangan yaoi para guru di kelasmu, kan?" tanya Ieyasu.

Sho pun hanya mengangguk.

"Pak Kenshin sama pak Motochika, kan?" jawab Sho sambil bertanya balik untuk memastikan kebenarannya.

Kali ini, giliran Ieyasu yang mengangguk.

"Mungkin aja mereka lagi 'itu'!" jawab Ieyasu sweatdrop sambil melihat keluar kantin sebelum mereka keburu diamuk MeaNari yang udah bersiap buat membunuh pasangan yaoi yang satu ini.

BRAK!

"Hoi! Lu pada ngapa- in?" tanya Ieyasu sweatdrop saat melihat posisi Kenshin dan Motochika.

Kenshin sedang nungging dan Motochika sedang duduk di belakangnya. Yang terpenting, mereka masih berpakaian dan itu berarti, mereka kagak saling men-grape satu sama lain.

"Tadi pas Kenshin diterjang sama gue, pantatnya kena landak lewat! Jadi deh Kenshin yang kayak sekarang ini!" jawab Motochika.

Ieyasu pun hanya bisa ber-facepalm ria mendengar penjelasan aneh bin sarap dari Motochika.

"Mendingan lu berdua ke ruang guru aja deh, daripada menambah kadar keambiguan!" kata Ieyasu sambil menyuruh mereka masuk.

Mereka pun langsung pergi ke ruang guru. Yang lainnya pun langsung sweatdrop seketika.

"Bah, bener-bener mereka itu!" kata Motonari sambil geleng-geleng kepala setelah melihat si bajak laut Shikoku dan sang pemimpin Echigo itu bertingkah setelah mereka menghilang ke ruang guru.

"Tau, tuh!" balas Mea sambil menyimpan Kebo-nya.

"Bisa dimulai sekarang?" tanya Masamune sambil mengocok sumpitnya.

Di saat yang bersamaan, Mathias pun memasuki kantin.

"Ah, Køhler-san! Ayo sini!" kata Kojuro sambil mengajak Mathias untuk masuk ke arena permainan (?).

"Abis liatin **** ya, pak? Kok lama banget?" tanya Luthfi.

Mathias hanya menggeleng kecil. (Cowboy: "Ah! Bohong, tuh!" *dibantai Mathias.*)

"Jadi nambah satu orang lagi, nih?" tanya Sasuke sambil menaruh sumpit nomor dua puluh delapan kembali ke tempat semula dan mengocoknya kembali sebelum yang lain mengambil satu sumpit pilihannya.

"Siapa raja?" tanya Hanny.

"Aduh, gue jadi pengen pindah tempat duduk, nih! Gue pindah ke sebelah nomor lima belas, ya?" tanya Masamune sambil tersenyum kecil.

"Oh, ya udah!" kata Yukimura sambil menyisihkan sebagian tempat duduknya untuk Masamune.

Yang lainnya pun hanya bisa menatap mereka tanpa sepatah kata pun.

Hening...

"E-eh, kenapa jadi suram begini?" tanya Dark memecah keheningan.

"Mendingan kita udahan, yuk! Udah banyak korban yang berjatuhan, nih!" kata Keiji yang dari tadi udah kagak tahan sama atmosfer kantin yang semakin hari semakin kagak enak setelah mereka bermain King of Games.

"Ya udah, deh! Mendingan kita balik ke rumah masing-masing!" kata Ieyasu sambil menyuruh mereka untuk pulang.


To Be Continue...


Luthfi: "Kenapa jadi kagak nyambung kayak gini?"

Me: "Gue kepikiran aja! Memangnya kenapa?"

Luthfi: "Kagak! Cuma heran doang!"

Me: "Review!"