Me: "Balik lagi!" XD

Cowboy: "BakAuthor! Lu kagak salah bikin Chapter kayak gini?" *baca naskah cerita.*

Me: "Memangnya kenapa? Itu kan secara kebetulan muncul aja!"

Cowboy: "Terserah lu, dah!" *sweatdrop.*

Me: "Balas Review!" :D

Dissa-CHAlovers: Ya, saya kepikiran aja gitu! :D Oke, terima kasih Review-nya!

DUAR!

Cowboy: "Eh, BakAuthor! Tumben tu Kambing kagak muncul!"

Me: "Oh, si Mathy? Katanya dia mau ngurusin Norge-nya tercinta!"

Cowboy: *sweatdrop.*

Me: "Happy Reading!" :D


Chapter 6: Angket Gaje di NihoNime Gakuen


Para murid pun kembali bersekolah di sekolah mereka tercinta, NhoNime Gakuen. Sekolah mereka berjalan dengan aman, damai, dan tenteram. Mereka berpikir bahwa sekolah mereka sangatlah damai, tapi semuanya berubah saat mereka memasuki gerbang NihoNime Gakuen.

"Woa! Apa-apaan ini?" tanya Dissa saat memasuki sekolah.

Di sana, terlihat sebuah bola kaca melayang dengan gajenya! *plak!*

"Hoi! Diem di situ!" teriak bola kaca tersebut mengancam.

Para murid pun langsung merinding disko.

"Gue di sini mau nyawa kalian semua!"

Hening...

Semua murid NihoNime Gakuen pun langsung ketawa ngakak di tempat. Mendengar tawa para murid yang 11-12 mirip bang Hyena (?) tersebut, bola kaca itu pun langsung sweatdrop di tempat.

"Cukup ngakaknya! Sekarang, gue mau nyawa kalian semua dianter ke rumah gua lewat Puffin (?)! Bayarnya pake sarden (?)!" lanjut bola kaca tersebut ngawur.

Sekarang malah seluruh murid NihoNime Gakuen yang sweatdrop di tempat.

'Benda ini niat membunuh kagak, sih?' pikir para murid.

"Luthfi-kun, gue boleh kagak ancurin bola kaca sialan itu?" tanya Hanny sambil tersenyum 'manis' plus dark aura di belakangnya dan menodongkan katana-nya.

Luthfi pun hanya bisa kalap sambil menatap Girl-chan dengan tatapan 'boleh-diancurin-kagak-nih-?' yang dijawab dengan tatapan 'terserah-elu-aja-!'.

Luthfi pun langsung sweatdrop di tempat. Dengan ragu-ragu, dia berniat menganggukkan kepalanya.

CRING! KRAK! DUAR! (?)

Belum sempat Luthfi mengangguk, bola kaca itu sudah ditebas Hanny dengan kejamnya. *Narator ditebas Hanny.*

"Udah kan! Ayo masuk!" kata Hanny sambil memasang senyum psikopatnya.

Luthfi dan yang lainnya pun hanya bisa merinding disko.

Saat sudah tiba di kelas, mereka menemukan sebuah kertas di atas meja masing-masing. Mereka semua pun langsung berlarian gaje mengelilingi sekolah. Ada yang muterin kelas, toilet, lapangan, atap (?), ruang guru (?), dan langit-langit kelas (?).

Mau tau apa tulisannya?

"HUWAAAAAAAAA! GUE MASIH STRAIGHT! HUWAAAAAAAAAAAA!"

Yah, sepertinya tidak perlu dijelaskan lagi apa isinya! *Narator dibacok para murid NihoNime Gakuen.*

Cowboy: "Ekhem! Maaf, ada kesalahan teknis! Ini naskah aslinya!"

Mereka pun langsung mencermati dan mencerna apa yang tertulis di kertas tersebut. Inilah isinya!


Angket NihoNime Gakuen:

Peringatan! Harap tidak diisi dengan nama sendiri karena akan menyebabkan impotensi dan kematian dini (?)!

Terganteng:

Tercantik:

Ter-Yandere:

Terbodoh:

Terpintar:

Harap diisi dengan satu nama murid di NihoNime Gakuen selain kalian!

Ingat! Memilih diri sendiri akan mengakibatkan impotensi dan kematian dini (?)!


'Angket macem apaan ini?' pikir seluruh murid NihoNime Gakuen sweatdrop.

'Memangnya rokok sampe dikasih tulisan impotensi?' pikir mereka lagi. 'Bodoh amat, deh!'

Mereka berniat mengabaikan angket tersebut. Tapi...

"MURID YANG TIDAK MENGISI ANGKET, JANGAN HARAP MASIH BISA HIDUP!" Suara yang menggelegar seantero NihoNime Gakuen itu pun sukses membuat para murid merinding disko dan buru-buru mengisi angket tersebut.

"Hiiy, pak Mathias serem banget! Dapet darimana coba kata-katanya?!" tanya Dissa sambil kesal sendiri.

"Mendingan cepetan diisi! Daripada kita dipenggal!" kata Sho sambil menyeruput minumannya.

"Iya-iya!" kata Dissa sambil memanyunkan bibirnya.


-skip time-


Setelah mengisi angket tersebut dengan khidmat, mereka pun langsung duduk di bangku masing-masing. Tapi sepertinya kelas 9C lagi apes, deh!

"Minna! Hari ini kita ada ulangan, ya! Bapak kasih waktu sepuluh menit untuk belajar! Ayo cepat!" Yah, siapa lagi kalau bukan guru Biologi kita, Katakura Kojuro.

Guru yang satu ini memang suka memberikan ulangan dadakan. Lebih parahnya lagi, soal yang diujikan 90 persen OOT dari materi yang seharusnya diajarkan. Reaksi mereka saat melihat soal ulangan tersebut bermacam-macam. Ada yang pingsan, tidur, muntaber, kejang-kejang, dan nyaris mati- *woy!*


-skip time-


"Gila! Masa ada pertanyaan 'Siapakah raja Denmark yang kelima puluh?'? Kagak lucu banget, deh!" gerutu Fahira setelah ulangan.

"Memangnya lu jawabannya apaan?" tanya Dimas penasaran.

"Err, gue jawab aja 'Adam Malik' (?)!" jawab Fahira watados.

Dimas pun langsung sweatdrop di tempat.

"Nah, lu sendiri jawab apa?" kata Fahira bertanya balik.

"Gue? Err, 'DIa Selalu SAngsara' (?)!" jawab Dimas.

Hening...

Gelak tawa pun langsung terdengar di seluruh kelas 9C. Dimas pun langsung bingung mendengar gelak tawa seluruh penghuni kelas gaje bin sarap tersebut.

"Mana ada nama raja 'DIa Selalu SAngsara'? Itu mah si Dissa, keles!" kata Amel sambil menuding Dimas di antara gelak tawanya.

Suara tawa pun semakin meledak seantero kelas 9C.

"Eh! Memangnya jawaban lu sendiri apaan?!" tanya Dimas kagak terima sambil menuding balik Amel.

"Eh?! Umm! Kalau tidak salah, 'Arasgnas ulales aid'!" jawab Amel watados.

Dimas pun langsung menggampar Amel di tempat.

"Itu mah tinggal dibalik doang, dodol!" teriak Dimas tidak terima setelah menggampar Amel.

Malangnya nasibmu, mbak! XD *Narator dihajar Amel.*

"Iya deh, ampun!" balas Amel pasrah.


Di Kantin...

"Eh, angket kemaren buat apaan, sih?" tanya Mea sambil menyeruput minumannya.

"Tau ah remang (?)!" jawab Runa sambil memakan kue yang dibelinya.

"Lu ngisi angket 'Tercantik' siapa?" tanya Sho setengah watados (?).

Mea dan Runa pun langsung menyemburkan apa yang baru masuk ke mulut mereka ke muka Sho. *Narator digebukin Sho.*

"Ngapain gue isi?! Memangnya gue lesby?!" tanya Runa sarkastik sambil mengelap mulutnya yang penuh remah kue tersebut.

"Lha, memangnya lu sendiri ngisi siapa?" tanya Mea sambil menyeruput kembali minumannya dengan khidmat dan tenang.

"Siapa lagi kalau bukan sobat gue~" jawab Sho dengan nada kambing minta kawin sebelum disembelih (?) tersebut. *Narator digebukin Sho lagi.*

"Terus, lu jawab yang 'terganteng' siapa?" tanya Runa.

"Pastinya Darukun! Body-nya itu, sixpack (?) banget!" jawab Sho sambil tersenyum gaje.

Runa pun langsung sweatdrop di tempat.

Sementara itu, kita liat percakapan di kelas 9E!

"Eh, lu nulis siapa aja di angket?" tanya Dark sambil menyeruput jus darah (?) miliknya.

"Uh, pokoknya dua pertama rahasia! 'Ter-Yandere' Hanny, sisanya lupa~" jawab Ryeid polos.

Yang lainnya pun langsung headbang di tempat.

"Kalau lu berdua?" tanya Dark sambil menunjuk Hadi dan Switch.

Mereka berdua pun saling menatap satu sama lain.

"Oh, rahasia~" jawab Hadi dan Switch dengan tatapan jahil.

Yang lainnya pun langsung sweatdrop di tempat.

"Terus, lu jawab apa aja?" tanya 3-chan sambil menunjuk diri sendiri (?).

"Oh, kalo gue lupa semua!" jawab 3-chan yang sepertinya sedang berbicara sendiri kayak orang gila. *Narator dibakar 3-chan.*

"Lu ngapain, sih?" tanya Dark heran.

"Ngomong sendiri!" jawab 3-chan watados.

Yang lainnya pun langsung sweatdrop di tempat.

"Bodo amat, deh! Eh Lala, lu jawabnya siapa aja?" tanya Hadi sambil menoleh ke arah Lala.

"Rahasia aja, deh!" jawab Lala sambil memasang pose berpikir.

"Ah, pada main rahasia-rahasiaan, nih!" gerutu Dark kesal.

"Memangnya lu sendiri jawab apaan?" tanya yang lain sambil menuding bocah psikopat tersebut.

"Apa yaaaa? Apa aja boleeeh~" kata Dark sambil berjalan meninggalkan mereka.

'Lu sendiri main rahasia-rahasiaan!' pikir 3-chan, Hadi, Ryeid, Switch, dan Lala sweatdrop.


Sore harinya di ruang media NihoNime Gakuen...

"Gue penasaran sama hasil angketnya!" kata Girl-chan sambil meminum es teh sekaligus es batunya (?).

"Iya, nih!" balas Hanny bosan.

"Memang kapan angketnya mau diumumin?" tanya Dark bingung.

"Katanya sore ini! Kan ada tulisan di kertas angket yang paliiiiiiiiiiiiiiiiiiiing bawah!" jawab Girl-chan sambil memanjangkan kata 'paling'.

Dark pun hanya bisa sweatdrop di tempat.

"Eh? Memangnya ada? Kok gue kagak liat, sih?" Sekarang giliran Hanny yang bingung dan bertanya kepada kambing yang pernah dikarantina di empang (?) tersebut. *Narator digebukin Girl-chan.*

"Lu semua kagak punya mata, ya?! Ada kok tulisannya! Gede malah! Ukurannya cuma 9,9 setengah (?)!" jawab Girl-chan watados.

Yang lainnya pun langsung headbang di tembok terdekat. Tunggu dulu! Sejeli apa mata Girl-chan sampai tulisan yang harusnya tidak ada (?) tersebut terbaca olehnya?

"Oke, sampe juga!" kata Dissa sambil membuka pintu ruang media.

KRIEEEEEEEEEET! BA DUM TESSSSS! (?)

"Eh? Apaan ini?" tanya Dissa sweatdrop sendiri saat melihat ruang media yang gelap, dingin, dan menyeramkan tersebut. *Narator dilempar ke Lubang Buaya.*

"Kenapa? Ada yang lagi latihan marching band (?) di sini, ya?" tanya Mea OOT.

CRIIIIIIIIIING!

Tiba-tiba, sebuah lampu spotlight langsung meyala tepat di depan mereka dan menyebabkan kebutaan sesaat. Setelah agak lama, barulah mereka melihat sebuah panggung besar dan megah beserta bangku ala lapak penjual soto (?) di depan panggung tersebut.

"Selamat datang di 'angket tahunan NihoNime Gakuen'! Para pemirsa, silahkan handstand (?) di kursi masing-masing!" kata sang MC -yang ternyata adalah sang ketua guru sendiri.

Para murid pun langsung melempari MC gagal itu dengan death glare andalan mereka.

"E-eh, ya sudah! Silahkan duduk di kursi kalian masing-masing!" kata Mathias mengulang perintahnya.

Mereka pun langsung duduk di kursi masing-masing dengan sweatdrop.

'Panggungnya doang megah, kursinya mah kagak!' pikir mereka semua sweatdrop.

'Dan sejak kapan ada angket tahunan di NihoNime Gakuen?' pikir Dissa, Mea, Dark, Girl-chan, dan Hanny double sweatdrop.

"Tanpa basa-basi lagi, bapak akan membacakan hasil angket yang telah kalian isi!" kata Mathias dengan kekuatan MC Super Kambing (?) yang dimilikinya. *Narator dipenggal Mathias.*

"Untuk angket pertama, 'Terganteng'! Siapakah yang akan menjadi murid 'Terganteng' di seluruh sekolah ini?" tanya Mathias yang berusaha membuat penasaran, tapi sayangnya gagal.

"Pasti Darukun!" jawab Dissa bosan.

"Sotoy lu, Dissa! Gue lah yang paling ganteng!" kata Luthfi sambil bergaya sok ganteng -yang di mata Dissa lebih mirip kangguru gila yang baru saja kabur dari Australia (?). *Narator dihajar Luthfi.*

"Salaaaaaah! Yang paling ganteng di sini adalaaaaaaaaaah... Selamat kepada..."

Mendengar hal itu, para cowok pun langsung tegang.

"...MIKADO! YA! SULIT DIPERCAYA BAHWA ANAK YANG PSIKOPAT KAYAK ADIK KEMBARNYA ITU LAH YANG MENANG! BAGI MIKADO, DIPERSILAHKAN NAIK KE ATAS PANGGUNG!" teriak Mathias dengan toa colongan (?).

Mikado pun langsung naik ke atas panggung dengan gaya yang bisa bikin orang muntah dan berdiri di belakang Mathias.

"Ekhem! Selanjutnya untuk kategori 'Tercantik'! Pfft!" kata Mathias melanjutkan pembacaan nominasi sambil menahan tawanya.

"'Gadis' ini adalah orang berkacamata terbodoh nomor satu di NihoNime Gakuen! Kalian sudah bisa menebak pastinya!" kata Mathias sambil berusaha melakukan tugasnya tanpa tertawa terbahak-bahak saat itu juga.

Yang lainnya pun langsung saling berpandangan satu sama lain.

'Memangnya ada gadis berkacamata terbodoh di sini?' pikir seluruh murid bingung.

"Yap! Dia adalaah... LUTHFI! SELAMAT KEPADA LUTHFI YANG TELAH MENDAPATKAN GELAR MURID 'TERCANTIK' NIHONIME GAKUEN!" teriak Mathias.

Webek, webek...

"WUAPUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA?! WHAT THE FUCK?! WHAT THE HELL?! WHAT THE DENMARK?! LUTHFI CANTIK?! DUNIA KIAMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAT!" teriak seluruh murid NihoNime Gakuen sambil pontang-panting di ruangan.

"Kagak disangka! Gue kalah sama si ketua kelas bego itu!" kata Delle mendramatisir.

Sementara Luthfi langsung naik ke atas panggung seolah tidak ada yang terjadi -walaupun harga dirinya telah tercoreng. Padahal, dia sendiri banci berkacamata (?). *Narator dibunuh Luthfi.*

"O-oke! Kalian bisa duduk kembali!" kata Mathias sambil berusaha menenangkan suasana.


-skip time-


"Sekarang untuk angket 'Ter-Yandere'! Ekhem!" kata Mathias sambil berdehem sedikit.

"Ini mah pasti Hanny yang menang!" gumam Girl-chan sweatdrop.

"Dia adalah... KURUSAKI DARK! Selamat, anda adalah murid ter-Yandere!" teriak Mathias.

Dark pun langsung melangkah ke atas panggung tanpa rasa malu -karena sebenarnya dia hewan yang kabur dari kebun bina- *Narator dibunuh Dark.*

"Untuk terbodoh dan terpintar! Saya akan sebutkan berurutan! Dia adalah... RUNA DAN DISSA! SELAMAT, ANDA ADALAH MURID TERBODOH DAN TERPINTAR DI NIHONIME GAKUEN!" kata Mathias sambil menunjuk Runa saat mengatakan 'terbodoh' dan Dissa saat mengatakan 'terpintar'.

"Pst, gue yakin ini pasti hari kebalikan!" bisik Sho sweatdrop.

"Pastinya! Orang Runa paling pinter dan Dissa paling baka!" balas Mea.

"Kayaknya ada yang aneh di angket ini!"


Di suatu ruangan di NihoNime Gakuen...

"Kau yakin kita jahili mereka seperti itu?" tanya seorang pemuda berambut platinum blonde sambil menahan tawanya saat melihat kertas yang sedang dibacanya.

"Biarkan! Biarkan mereka nista!" jawab seorang pria berambut coklat sambil terkekeh kayak seorang maniak.


To Be Continue...


Review! :D