Me: "Balik lagi!" XD
Cowboy: "Kita balas Review dulu!"
Dissa-CHAlovers: Kagak apa-apa, deh! Terima kasih Review-nya! :D
Honey Sho: WHAT THE?! APA MAKSUDNYA ITU?! *caps jebol.*
Mathias: *diseret Andre ke Poisoning.* "SOMEBODY HELP ME!"
Cowboy dan Thundy: *nolongin Mathias.*
Musket: "Memangnya apa salah dia, dayo?" *sweatdrop.*
Baiklah, itu saja! Thanks for Review!
DUAR!
Cowboy: "Et, deh! Ledakan gaje itu kagak juga ilang!" *sweatdrop.*
Me: "Happy Reading!" :D
Chapter 8: Hari Nista di NihoNime Gakuen
Sekarang NihoNime Gakuen memasuki hari normal dimana para muridnya akan belajar dengan sangat bosan. Kita lihat keadaan kelas 9D yang sedang belajar ekonomi.
"Selamat pagi!" sapa Motonari.
"Pagi, pak!" balas seluruh mulas 9D.
"Waktu pertemuan sebelumnya sampai dimana?" tanya Motonari untuk sekedar menguji ingatan anak-anak
"Kalau kagak salah, bapak ngasih tugas nyari gambar jenis-jenis uang!" jawab Indah.
"Baiklah! Sekarang keluarkan tugas kalian!" kata Motonari.
Semua anak pun langsung mengeluarkan tugas mereka. Pria berambut coklat itu melirik ke arah sebuah bangku kosong.
"Pasti Dissa telat lagi!" tebak Motonari.
"Iya, pak! Udah kebiasaan!" kata Iqro
"Pasti alesannya nanti aneh-aneh lagi!" tebak Motonari lagi. "Alasan terakhirnya kemaren karena dia menolong seorang perempuan dari tabrakan kereta!"
"Pak, perasaan rumah dia kagak lewat rel kereta api, deh!" kata Jihan.
Tiba-tiba, terdengar suara dari depan pintu.
"Kali ini saya telat dengan alasan yang jelas, Pak Motonari!" kata Dissa.
"Sekarang apa alasan kamu?" tanya Motonari.
"Saya sebenarnya adalah Kamikaze, seorang iblis yang turun ke bumi untuk mencari orang yang cocok untuk menjadi raja iblis ketiga!" jawab Dissa. "Juga untuk mengalahkan raja iblis pertama dan kedua yang sedang memperebutkan kekuasaan dunia ini!"
Semua mulas pun langsung cengo, sementara Motonari langsung facepalm.
"Sekarang kamu masuk!" kata Motonari.
"Charararara chararararan!" senandung Dissa sambil berjalan perlahan kayak robot. "Chanrarararan chanrararan chan chan chan!"
Hening...
"Kamikaze masuk ke dalam kelas!" kata Dissa yang entah kenapa malah jadi kayak log di RPG
"Coba bapak lihat tugas kamu!" kata Motonari.
"Kamikaze sedang membuka tasnya!"
"Dia keseringan nonton anime, ya?" tanya Motonari selagi anak itu mencari tugasnya.
"Iya, pak! Gamer pula! Semua game dia coba! Dari yang aneh sampe yang kagak aneh, dari yang susah sampe yang kagak susah!" kata Jihan.
"Udah ketemu belum tugasnya?" tanya Motonari.
"Kamikaze sedang mencari tugasnya!" kata Dissa.
Hening lagi...
"Sepertinya Kamikaze meninggalkan tugasnya!" celetuk Dissa sambil nyengir.
Semua telasnya pun langsung pada ngakak
"Bisa-bisanya kamu telat dan lupa membawa tugas! Memangnya kamu pikir kamu itu siapa?" tanya Motonari.
"Kamikaze!" jawab Dissa watados.
Motonari pun kembali facepalm.
'Ada-ada aja anak ini!' batin Motonari.
"Sekarang kamu duduk di tempatmu!" perintah pria itu.
"Kamikaze berjalan ke bangkunya!" kata anak itu.
Saat dia sedang berjalan menuju bangkunya, Iqro nyenggol Dissa.
"Kamikaze terkena 5 damage!" kata Iqro.
"Makanya kalau jalan hati-hati, Kamikaze!" ujar Jihan.
Si 'Kamikaze' pun akhirnya sampai di tempat duduknya.
"Objective Complete! Kamikaze Level Up!" kata Dissa.
"HOREEEE!" teriak seluruh mulas 9D dengan gaje-nya.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Kamikaze dapat menemukan orang yang dicarinya itu atau dia malah dihukum berdiri di depan kelas karena keterlambataannya? CHARARARARARARARARAAARARARAN! (backsound)
-skip time-
Mari kita lihat beberapa guru yang sedang main somplakbola (?) dengan anak-anak cewek. Bomat lah kalau cewek bisa main bola, yang penting main. *plak!*
"SHO, OPER KE SINI!"
"LU JANGAN NGALANGIN GUE, YASU!"
"DIEM AJA LU, KAMBING!"
"MEA, KE DEPAN GAWANG!"
"OKE!"
"KAMU JANGAN HARAP BISA LOLOS DARI BAPAK, YA!"
"PAK MATHIAS! TOPINYA TERBANG, TUH!"
"HAH?! TERBANG?!"
"DISSA, OPER KE SINI!"
Dissa pun mengoper ke arah Mea. Gadis itu pun langsung menendang ke arah gawang yang dijaga oleh Hanbei. Tapi sayangnya, bolanya membentur tiang gawang dan entah kenapa malah terbang ke lantai dua. Kemudian, terdengar suara dari lantai dua.
"WADAOW!"
Di lapangan...
"Kayaknya gue kenal tu suara!" kata Mathias.
"Memangnya siapa, pak?" tanya Girl-chan.
Pria jabrik itu pun berpikir sebentar. Kemudian, dia langsung merinding disko dan ngomong, "Su-suaranya Emil!"
"HAH?! MAKSUD BAPAK PEMUDA DARI ICELAND ITU?!" pekik para cewek panik.
Ieyasu, Hanbei, Motochika, dan Kojuro pun langsung ikutan merinding. Sementara Sho dan Runa, mereka udah ngibrit duluan.
"Gimana, nih? Kita bakalan berakhir dipatuk oleh puffin-nya!" kata Kojuro panik.
"Tenang saja, bapak-bapak sekalian! Saya punya teknik jitu biar kita kagak dipatukin burungnya itu!" ujar Dissa tiba-tiba.
"Memang apa caranya? Dirayu?" tanya Motochika.
"Itu mah caranya pak Keiji! Pokoknya ikutin saya aja, ya!"
Di lantai dua, seorang pemuda berambut platinum blonde bermata ungu muncul sambil membawa bola dan berteriak, "SIAPA YANG NENDANG?!"
Dissa pun langsung mengeluarkan kuda-kuda ala Kungfu Panda (?) dan menyuruh mereka mengikutinya sambil ngomong, "Kami lagi latihan, abang (?) Emil!"
Emil pun langsung melempar bola itu ke bawah. Dissa menangkapnya dan mereka pun langsung kabur bersamaan dengan bel masuk berbunyi.
Di kelas 9C...
"Selamat siang, anak-anak!" sapa Mitsunari.
"Siang, pak!" balas seluruh mulas 9C.
"Kursi itu siapa yang nempatin?" tanya Mitsunari sambil menunjuk ke arah kursi depan yang kosong
"Itu si ****, pak!" jawab Atun. "Tu anak memang keseringan ke perpus sampe lupa masuk!"
"Oke, sekarang kalian buka kembali catatan kalian tentang penggolongan jaringan komputer!" kata Mitsunari. "Siapa yang bisa menjelaskan arti pengelompokkan berdasarkan topologi?"
Beberapa anak mengangkat tangannya. Mitsunari menunjuk seorang anak. "Nadira!"
"Pengelompokkan berdasarkan topologi adalah..." kata Nadira sambil menjelaskan.
Sementara itu, di luar kelas...
'Aduuh! Gue telat lagi! Udah gitu, sekarang pelajarannya pak Mitsunari lagi!' batin Girl-chan yang masih berada di depan kelas.
"Girl-chan! Kamu kenapa masih diluar?" tanya Mathias.
"Eh, pak Mathias! Sa-saya telat, pak!" jawab gadis itu.
"Terus kenapa kagak masuk kelas?" tanya pria jabrik itu lagi.
"Gurunya pak Mitsunari, pak! Entar pas saya masuk, saya malah dimarahin terus digeplak pake sarung pedang!" balas Girl-chan sambil merinding disko. Kayaknya dia pernah ngeliat Ieyasu digeplak pake benda itu.
"Tenang aja! Sini bapak kasih tau sesuatu!" kata Mathias sambil membisikkan idenya ke telinga gadis itu.
"Tapi ini berhasil kagak, pak?" tanya Girl-chan ragu.
"Dijamin! Udah buruan masuk, entar kamu malah dimarahin sama guru PKN lagi!" jawab pria Denmark itu sambil menyuruh anak itu masuk.
Akhirnya, gadis itu pun masuk ke kelasnya. Sementara Mathias langsung kabur ke kelas 9A. Ketika melihat ada anak yang telat, Mitsunari berniat menyindirnya.
"Siapa kamu?" tanya Mitsunari.
Girl-chan pun langsung manjangin pipa paralonnya dan dijadikan tongkat sambil ngomong, "Saya adalah siluman kucing bulan!"
Semua mulas yang mendengarnya pun langsung ngakak. Girl-chan pun langsung mengangkat pipanya dan menunjuk semua telasnya sambil ngomong, "Semua orang yang ada di sini adalah pengikut saya!"
Hening...
'Sejak kapan kita jadi pengikut lu?!' batin seluruh mulas 9C sweatdrop. Sementara Mitsunari langsung cengo.
"Saya juga orang sakti dari tujuh benua!" kata Girl-chan lagi.
"Tujuh penjuru!" teriak seluruh telasnya membenarkan
"Itu mah mainstream!" ujar gadis itu.
"Sekarang bapak tanya, benua itu ada berapa?" tanya Mitsunari.
"Lima, pak! Tadi saya bilang tujuh hanya untuk sensasi saja!" jawab Girl-chan watados.
"Jadi kamu yang bernama 'Siluman Kucing Bulan' itu?" tanya Dio yang duduk di pojok kiri belakang.
"Saya adalah 'Si Buta dari Gua Hantu'!" kata anak itu sambil berdiri dan berjalan ke depan barisan.
"Kalau kamu buta, kenapa kagak mentok meja pas jalan?" tanya Mitsunari.
"Saya habis ngelakuin operasi mata, pak! Jadinya bisa ngeliat!" jawab Dio.
Seluruh mulas pun langsung ngakak lagi.
"Ah, lu berdua baru jadi siluman yang saktinya 7 benua sama si buta sakti yang udah bisa ngeliat aja bangga! Lu tau badannya pak Motonari? Itu siapa yang ngelangsingin badannya sampe selangsing itu? Gue!" celetuk Dimas.
Seluruh mulas pun langsung tambah ngakak.
"Lu baru ngelangsingin badannya pak Motonari aja udah bangga! Lu tau tanduknya pak Shingen? Itu siapa yang bikin tanduknya sebagus itu? Gue!" balas Khalisa yang duduk di pojok kanan belakang.
"Itu mah semua orang juga bisa! Lu tau model rambutnya pak Mathias? Itu siapa yang bikin rambutnya kayak gitu? Gue!" ujar Ayu yang duduk di pojok kanan depan.
"Ya elah, itu mah biasa!" kata Slamet yang duduk di pojok kiri depan. "Lu tau rambutnya pak Motochika? Itu bisa cakep karena siapa? Gue!"
"Ah, lu semua masih cemen!" kata Luthfi. "Gue bakalan jadi orang yang berjasa!"
"Berjasa gimana?" tanya Mitsunari.
"Karena saya bakalan ngawinin pak Masamune sama pak Yukimura!" jawab Luthfi.
Seluruh mulas pun langsung ngakak sampai terdengar di kelas sebelah. Bahkan, Mitsunari sampai harus nutupin mukanya pake buku biar kagak ketahuan kalau dia bener-bener ketawa ngakak.
"Kalau saya beneran niat, saya juga bakalan nikahin pak Mitsunari sama pak Ieyasu atau pak Hanbei!" kata Luthfi lagi.
"HAH?!" pekik Mitsunari sambil blushing.
Sementara itu, mari kita liat keadaan kelas 9A yang rusuh seperti biasanya. Kenapa? Karena katanya, mereka akan menghadapi ulangan.
"Eh, Dhennis! Katanya ada ulangan dari pak Kambing (?), ya?" tanya Wakum.
"Kayaknya, tapi gue harap soalnya kagak aneh-aneh lagi!" kata Dhennis sambil membaca buku catatannya.
Gimana kagak aneh? Pas Mathias mengadakan ulangan tiga minggu yang lalu, soalnya malah semua hal yang menyangkut tentang Nordic Five. Kagak nyambung banget, kan?
"Selamat siang, anak-anak!" sapa Mathias.
"Siang, pak!" balas seluruh mulas 9A.
"Bapak punya kabar gembira buat kalian!" kata pria Denmark itu.
"Kabar apaan, pak?" tanya Angel.
"Ulangan hari ini kagak jadi!" jawab Mathias.
"HOREEEEEEEEEEE!" teriak seluruh mulas 9A kegirangan.
"Kok bisa kagak jadi, pak?" tanya Runa.
"Ya, karena bapak malas bikin soalnya!" jawab pria jabrik itu watados.
Dafuq! Biasanya murid yang malas ulangan, tapi kenapa malah guru yang malas bikin soal? Apakah dunia sudah terbalik?
"Ya sudahlah! Sekarang buka buku kalian tentang Peluang!" perintah Mathias.
Seluruh mulas pun langsung mengeluarkan buku masing-masing.
"Sekarang bapak mau tanya! Apa yang akan kalian lakukan kalau kalian beneran ulangan?" tanya pria jabrik itu.
"Kami bakalan ngelakuin 3C, pak!" jawab Mea.
"3C? Apaan, tuh?" tanya Mathias lagi.
"Cemumut, Cabal, Ctrong!" jawab Mea sambil memasang gaya ala Cherrybelle (?).
Seluruh mulas 9A pun langsung ketawa ngakak, sementara Mathias hanya memasang wajah bingung.
"Itu bahasa apaan, ya?" tanya Mathias heran.
"Alay, pak! Alay!" jawab sebagian cewek.
"Alay? Itu artinya apaan, ya?" tanya pria Denmark itu lagi.
Tolong dimaklumi, ya! Mathias itu kagak tau yang namanya alay!
"Alay itu adalah suatu proses kedewasaan di Indonesia, pak!" jawab Runa. "Jadi skemanya begini, pak! Bayi-Anak-Anak-Remaja-ALAAAY-Dewasa!"
Unik sekali kan skemanya? Hanya ada di Indonesia, lho! Negara lain belum pernah ada yang seunik itu! Yah, walaupun beberapa Daimyo juga ada yang alay! Tapi itu baru sebagian yang tau!
"Kalau bapak kagak percaya, coba deh bapak bajak laptop-nya pak Ieyasu kalau kagak HP-nya pak Keiji! Pasti banyak foto alay-nya, pak!" saran Farhan.
Mungkin setelah pulang sekolah, Mathias beneran mau ngebajak laptop Ieyasu dan HP Keiji untuk memastikan keberadaan foto yang dimaksud.
To Be Continue...
Review! :D
