Me: "Kembali lagi!" XD

Cowboy: "Lain lagi ni Chapter-nya?"

Me: "Iyalah! Gue kepikiran aja, gitu!"

Cowboy: "Oke, mari kita balas Review!"

Honey Sho: Perasaan Mathias itu Immortal, tapi dia kagak mau dihajar hidup-hidup!

Cowboy: "Kok nama gue jadi kayak merek susu, ya?" *sweatdrop.*

Thundy: *facepalm.*

Me: "Errr, Cowboy! Itu bukannya Dancow, ya?" *sweatdrop.*

Yah, bayangin aja cewek otaku yang demen jadi seorang RPG player! Oke, terima kasih Review-nya! :D

Dissa-CHAlovers: Saya kepikiran aja namanya! Soalnya, saya kagak terlalu tau RPG! -_-" Yah, Thanks for Review! :D

Sakazaki-Rikou: Bisa, sih! Tapi, itu kayaknya mesti nunggu beberapa Chapter ke depan! Sabar, ya! :D Oke, ini dia kelanjutannya!

DUAR!

Cowboy: "Si Kambing itu kemana lagi?"

Me: "Menekedele!" *angkat bahu.*

Cowboy: *sweatdrop.*

Me: "Happy Reading!" :D


Chapter 9: Pelukan yang membawa petaka (?) (Cowboy: "Woi! Judul macam apa ini, BakAuthor?!"/Girl-chan: *nyengir.*/Cowboy: *facepalm.*)


Saat istirahat, Ieyasu sedang sibuk mencari seseorang.

"Masmun! Ngilang kemana tu orang? Gue terpaksa harus ninggalin waktu makan siang gue, dah!" gerutu Ieyasu.

"Woi! Yasuuuuuuuu! Gue di atas sini, nih!" terdengar suara Masamune entah darimana asalnya.

Ieyasu pun segera menengadah ke atas dan dia terkejut mendapati Masamune nangkring di atas pohon.

"WHAT THE TADAKATSU (?)?! NGAPAIN LU BERHABITAT (?) DI ATAS POHON, MASMUN?!" tanriak Ieyasu.

"Diem aja lu! Gue habis ditonjok sama anak kelas 9C itu sampe gue ngejogrok di sini hampir seharian, dodol!" balas Masamune sewot.

"Hah? Gimana ceritanya, tuh?" tanya Ieyasu bingung.

"Jadi-"


-Flashback-

"Selamat pagi, Masmun!" sapa Mathias sambil memeluk Masamune.

"Ah, Køhler-san! Selamat pagi!" balas Masamune sambil membalas pelukan pria jabrik itu.

"Pak Masmun! Bisakah bapak lepaskan tangan bapak dari pak Mathias?" tanya seseorang dari belakang Masamune dengan aura yang bisa disamakan dengan aura kasih sayang (?) milik Belarus.

"E-eh? Se-selamat pagi, Girl-chan!" sapa Masamune sedikit ketakutan.

Girl-chan pun mengangguk sambil berjalan ke arah Mathias untuk memberikan pelukan selamat pagi (Cowboy: "ASTAGA KAMBING (?), SEJAK KAPAN ADA PELUKAN SEPERTI ITU?!") dan mereka pun pergi menjauhi Masamune. Mathias hanya melambaikan tangannya dengan wajah ceria seperti biasa. Masamune pun berjalan menuju ke dalam ruang guru. Dia pun duduk di kursinya sambil memperhatikan pasangan lovey-dovey kambing (?) tersebut. Ketika bel masuk berbunyi, Mathias mencium kening Girl-chan yang dibalas dengan gadis itu memeluk pria Denmark tersebut. Kemudian, Girl-chan pun berjalan menuju ke kelasnya.

"Hei, Masmun! Lu ingin tau rasanya meluk Girl-chan?" tanya Mathias. Masamune pun mengangguk.

"Soalnya pas gue ngeliatin lu meluk anak itu, kayaknya asik banget, deh!" komentar Masamune.

"Memang asik! Girl-chan kan tubuhnya kecil dan hangat! Terus, dia punya bau bunga melati, lho!" jawab Mathias sambil memasang cengiran khas-nya.


Di taman, saat istirahat...

"Ada apa ya bapak manggil saya ke sini?" tanya Girl-chan sambil berjalan ke arah sebuah pohon tempat Masamune sedang menunggunya.

"Spin your body!" perintah Masamune. (Cowboy: "Sebenarnya, perintah yang dimaksud Masmun itu 'berbaliklah'! Tapi karena otak BakAuthor lagi ngadat, dia malah pake English ngaco!" *dibalang pipa.*)

"E-eh? Ba-baiklah!" kata Girl-chan agak bingung.

Tiba-tiba, Masamune langsung memeluk gadis itu dari belakang. Aduh, Masmun! Betapa bodohnya dirimu, Donkugaryuu! -_-' *di-Magnum Step.*

"Wah, bener kata Køhler-san! Kamu punya bau bunga melati! Kok kayak bau istri-?"

BUAAAAKK!

Masamune pun langsung terpental ke atas pohon berkat sebuah tonjokan dari Girl-chan.

-Flashback End-


"Begitulah kejadian 'The Oshuu Leader on The Tree' (?)!" kata Masamune mengakhiri ceritanya.

"Bujug, dah! Ternyata, Girl-chan kecil-kecil tenaganya kayak Makkun!" komentar Ieyasu cengo.

"Yeah! Oh iya, Yasu! Turunin gue, dong! Gue kagak bisa turun, nih!" pinta Masamune.

"Hmm, baiklah! Perhatiin cara manjat gue, ya!" kata Ieyasu sambil manjat pohon.

Tapi ketika sampai di tempat Masamune...

"Mampus! Gimana cara turunnya, nih?" tanya Ieyasu watados sambil merinding disko.

GUBRAK!

Masamune pun langsung ber-gubrak ria melihat Ieyasu yang begonya malah masang tampang 'Ya-ampun-! Tinggi-banget-ya-!'.

"GOBLOOOOOK! NGAPAIN LU IKUT-IKUTAN MANDEK DI SINI, WAHAI TOKUGAWANG (?)?!" teriak Masamune panik.

Sepertinya, korban di atas pohon (?) bertambah satu! *digiles Tadakatsu.*

"WOOIIIIII! NAMA GUE TOKUGAWA IEYASU, BUKAN TOKUGAWANG! WALAUPUN GUE JUGA SUKA BAWANG, SIH! EH, KENAPA GUE MALAH NGOMONGIN HAL ITU?! Oh, iya! Gue bingung kenapa gue harus ikut-ikutan ber-nangkring ria (?) bareng si mata satu yang asem macem Prussia kayak lu!" balas Ieyasu panjang lebar. Sampai-sampai, Masamune harus membuka payung (yang entah dapat dari mana) untuk menghindari hujan 'kuah' lokal (?).

"Udah puas?" tanya Masamune.

"Yah!" jawab Ieyasu sambil berlagak kayak Germany menolak pasta dari Italy (?).

Masamune pun menutup payungnya dan langsung berteriak, "LU TU YANG ASEM!"

"DIEM DEH LU!" balas Ieyasu nyolot.

"LU TU YANG DI- AAAAAHH! POHONNYA GOYANG!" Makian Masamune berhenti saat pohon yang mereka tumpangi bergoyang dengan sangat dahsyat. Se-dahsyat goncangan yang dilakukan Norway saat meminta Iceland memanggilnya 'Onii-chan' (?).

"GUE TERLALU GANTENG UNTUK MATIIII!" teriak Ieyasu sambil pegangan ke Masamune (?).

"Eh? Pohon-dono (?) punya buah yang bisa bicara (?), ya?" tanya seseorang yang sepertinya merupakan biang masalah kenapa Ieyasu meluk Masamune. (Cowboy: "YasuMasmun?" *plak!*)

"Eh? '-dono'? YUKIMURA?!" teriak mereka bersamaan.

"Huwaaaa! Pohon-dono bisa bicara dan dia tau namaku! Hyiiiii, serem banget!" ujar manusia (yang diketahui bernama Yukimura) tersebut kaget.

"Bukaaan! Ini Masamune dan Ieyasu! Kami kagak bisa turun, nih!" seru Masamune dengan rusuh yang malah membuat Ieyasu semakin parno takut jatuh.

"Eh?" Yukimura pun langsung menengadahkan kepalanya dan mendapati kedua orang yang dimaksud berada di atas pohon

"Masamune-dono, Ieyasu-dono! Kenapa kalian bisa berada di atas situ?" tanya Yukimura setelah melihat keduanya pelukan karena takut jatuh. Yukimura hanya bisa membatin kenapa dia kagak bawa kamera.

"Ceritanya panjang, Yukimura! Can you help we, please? Kami kagak bisa turun, nih!" pinta Masamune yang mulai stress.

Ada dua hal yang membuatnya stres. Pertama, dia mulai takut kalau dahan pohon yang sedari tadi mereka duduki bakalan patah dan kedua, dia mulai stres dengan pelukan Ieyasu yang lebih ke arah nyekek dibanding meluk.

"Hooh! Baiklah! Sebentar ya!"

Yukimura yang badannya ringan karena kurang gizi *plak!*. Maksudnya, karena Yukimura memang jago bela diri itu pun langsung naik ke atas pohon dan menurunkan mereka satu per satu. Ketika sampai di bawah, Masamune pun langsung meluk kaki Yukimura dan Ieyasu meluk tubuh pria itu.

"Makasih banget ya, Yukimura! YOU ARE MY HERO!" seru Masamune.

"Dan lu keren banget, deeeeeeeeeeh~" sambung Ieyasu.

"Eeeh? Ya sudahlah! Gue mau nyari Oyakata-sama dulu, ya! Dia pasti lagi nongkrong di suatu tempat! Jaa na~" kata Yukimura pamit sambil pergi menjauhi kedua pria tersebut.

Setelah hening beberapa saat, Ieyasu pun langsung ingat alasan kenapa dia harus meninggalkan makan siangnya.

"Oh iya, Masmun! Lu dicariin sama si err, 'you-know-who-i-mean'!" kata Ieyasu.

Dia sebenarnya kagak mau manggil Mathias 'Kambing'. Soalnya kalau iya, dia pasti bakalan berakhir dipenggal dengan kapak keramat ketua guru tersebut.

"WHAT?! Pasti gue bakalan diomelin gara-gara masalah gelas bir kemaren!" keluh Masamune sambil masang tampang kesal.

Ieyasu pun memandanginya sebentar dan langsung mengaitkan lengannya di lengan Masamune dengan wajah yang agak merah. (Girl-chan: "Awwww~" X3/Cowboy: *sweatdrop.*)

"Biar gue temenin aja, deh!" kata Ieyasu pelan.

Masamune pun langsung bengong sesaat dan kemudian, dia pun tersenyum dan memeluk Ieyasu.

"Thank you very much, Yasu! Eh, ternyata lu enak juga ya dipeluk!" komentar Masamune yang sukses membuat wajah Ieyasu memerah parah.

"Jangan meluk-meluk gue, deh!" kata Ieyasu sambil blushing.

"Ahahahaha! Suka-suka gue, dong!" balas Masamune sambil berlari menjauhi Ieyasu.

"Balik lu ke sini, Masmuuuuuuuun!" teriak Ieyasu sambil mengejar Masamune.

Yah, setidaknya Masamune kagak bakalan ngiri lagi kan sama Mathias?


Di ruangan Mathias...

"Aduuh! Kemana si Masmun? Pasti Yasu kagak nyariin dia! Awas aja! Kalau ketemu, bakalan gue penggal mereka pake kapak keramat gue!" gerutu Mathias.

Malangnya nasibmu, wahai Tokugawa Ieyasu! -_-"


To Be Continue...


Luthfi: "Naskah macam apa ini?"

Cowboy: "Lu tanyain aja BakAuthor!"

Me: "Kepikiran doang, kok!" *nyengir.*

Luthfi dan Cowboy: *sweatdrop.*

Me: "Review!" :D