Me: "Balik lagi!" XD

Cowboy: "Mari kita balas Review!"

Meaaaa: Hahaha, mimpi tentang Tenkai-nya lucu! :D Yah, ini dia kelanjutannya! :D

Dissa-CHAlovers: Iya, saya kepikiran karena terdengar agak greget gitu! :D Nah, terima kasih Review-nya! :D

Honey Sho: Oh begitu, ya! Tapi saya lebih demen main Elsword dan itu udah lama banget! Kalau kagak salah, dari sebelum tahun baru 2013, deh! -_-a Oke, Thanks for Review! :D

l w bunga: Eh, Mego-san! Masmun itu melakukannya hanya demi fic ini doang, lho! -_-"

Mathias: "Terserah! Yang penting, gue masih baik hati lah!"

Ngerjain Sasuke-nya ada di Chapter 'PML, UGN, dan KN?'! Silakan dibaca! :D

Sakazaki-Rikou: Iya, mungkin beberapa Chapter ke depan! Sabar, ya! :D

DUAR!

Mathias: "Lagi?" *sweatdrop.*

Cowboy: "Menekedele!" *angkat bahu.*

Me: "Happy Reading!" :D


Special Chapter 5: Part Job Time Season 2


Mathias hanya bisa menghela nafas kecil. Dia sekarang sedang sibuk mengurus pekerjaan anak didiknya. Belum lagi tugas negara yang jumlahnya berjibun menumpuk di meja kerjanya sejak pria Denmark itu menjabat sebagai ketua guru.

Wah! Kalau seperti ini terus, sepertinya Mathias bakalan tepar dengan kepala berasap!

Pria jabrik itu merebahkan kepalanya di atas meja dengan sangat pusing. Dia butuh sesuatu untuk menenangkan pikirannya. Mungkin, seperti mengunjungi gadis kelas 9C merangkap kekasihnya. Tapi, kayaknya dia punya hal yang lebih penting untuk dilakukan.

Saat Ieyasu melihat teman seperjuangannya yang sakit kepala dengan tugas berat, dia langsung datang menghampiri Mathias.

"Hei, Makkun! Mau refreshing?" tanya pemuda berambut coklat itu.

"Hmm, boleh aja sih! Tapi ngapain?" ujar Mathias bertanya balik.

"Bagaimana kalau part job time? Lumayan, buat tambahan penghasilan!" jawab Ieyasu sambil menggesekkan jarinya. (Cowboy: "Yasu! Kok lu jadi mata duitan kayak di Chapter 'Rahasia dibalik Angket Gaje di NihoNime Gakuen', sih?" -_-" *digiles Tadakatsu bolak-balik.*)

"Iya, deh! Tapi dimana kerjanya?" tanya Mathias lagi.

"Basara Café!" balas Ieyasu sambil nyengir kuda laut (?).

"Basara Café?" ulang pria jabrik itu sambil mengangkat alisnya.

Ieyasu hanya mengangguk kecil. Mathias pun langsung memasang cengiran khas-nya.

"Oke! Sepulang sekolah, ya!" kata Mathias bersemangat.


-skip time-


"Makkun lama banget!" gerutu Ieyasu.

Sekarang dia sedang berada di depan gerbang sekolah menunggu sang ketua guru.

"Yasu! Beklager, ja! Gue habis beresin kelas 9C dulu! Habisnya, mereka ngerusuh mulu, sih!" sapa Mathias sambil menghampiri pemuda berambut coklat itu.

"Oke! Ayo berangkat!" kata Ieyasu bersemangat.

"Eh, tunggu dulu! Kagak jemput yang lain?" tanya pria jabrik itu.

"Mereka udah nyampe duluan, kok! Ayo!" ajak Ieyasu sambil berjalan pergi.

Keduanya pun berangkat ke tempat dimana sebelumnya Girl-chan dan kawan-kawan pernah bekerja di sana. (Note: Baca Chapter 'Part Job Time in Basara Café'!)


Di Basara Café...

Saat mereka tiba di Café tersebut, ada empat orang cowok yang sudah menunggu di sana.

"Kenapa lama sekali?" tanya seorang pria berambut hitam spiky bermata topas dengan Nasod Arm di tangan kirinya kepada kedua cowok tersebut.

"Hehehe! Maaf, Ven! Skole problemer er generende (Masalah sekolah yang merepotkan)!" jawab Mathias sambil tertawa garing.

"Oke! Ayo masuk!" ajak seorang pemuda berambut pirang bob bermata biru dengan sepasang helaian rambut mirip telinga Pikachu (?) di rambutnya.

Keenamnya pun masuk ke dalam Café.

KRING!

"Kon'nichiwa! Ada yang bisa kubantu?" tanya Kennyo sang pemilik Café.

"Hai, Kennyo! Kami mau part job time!" jawab Ieyasu ramah.

"Oke, Yasu! Kalian berlima, perkenalkan diri dulu!"

"Mathias Køhler!" balas pria jabrik itu.

"Raven Crowner!" kata pria berambut hitam tadi.

"Chung Seiker!" ujar pemuda pirang barusan.

"Ronan Erudon!" kata seorang pria berambut biru ponytail bermata senada dengan rambutnya.

"Lance Stoppersky!" ujar seorang pemuda berambut merah bermata hazel.

"Baiklah! Ikutlah denganku!"

Keenam cowok itu pun berjalan mengikuti Kennyo.

"Nah, ini dia seragam maid kalian!" kata pria berbadan besar itu sambil membawa enam buah seragam berbeda warna kepada keenam orang di depannya.

Keenamnya pun berganti baju di tempat yang telah disediakan. Setelah selesai, mereka sudah bersiap melayani pelanggan.


-Mathias part-

KRING!

Pria jabrik itu berjalan menghampiri pelanggan pertama dengan memakai seragam berwarna merah. Tapi...

"Selamat si- MIN GUD! KENAPA MEREKA ADA DI SINI?!" pekik Mathias dengan gelombang suara berkekuatan 50 juta miliar Hertz (?) atau yang biasa disebut 'Ultimate Sonic' (?). *plak!*

PRANG!

Teriakan tadi pun sukses membuat seluruh kaca dan gendang telinga semua orang yang berada di Café itu pecah semua.


Sementara itu...

PRANG!

"Cih! Dasar kambing menyebalkan!" gerutu Raven saat kaca di Gameboy-nya pecah berantakan akibat teriakan Mathias barusan. (Cowboy: "Et, deh! Ni orang mau melayani pelanggan atau mau main-main, sih?" -_-" *ditebas Raven.*)


Kita kembali ke pria Denmark itu!

"Ah, Ta-san! Aku tidak tau kalau kau kerja di sini!" sapa Tino sang Finland ramah.

"Hmm!" gumam Berwald sang Sweden datar.

Mathias hanya tertawa garing.

"Nyehehe! Kebetulan gue diajakin temen, sih!" balas pria jabrik itu. "Så du vil have (Jadi, kalian mau pesan apa)?"

Keempat temannya pun langsung berebutan meminta pesanan kayak anak TK diajakin ke pesta ulang tahun gurunya (?). *Narator dibantai Nordic Four (?).* (Cowboy: "Lho, kok empat, ya?"/Thundy: "Orang tu Kambing kagak ikutan bantai gue!"/Mathias: "Oooh! Jadi lu berdua mau minta dipenggal, hah?!" *ngangkat kapak.*/Cowboy dan Thundy: *langsung kabur.*)

Mathias hanya bisa menghela nafas melihat Tino, Berwald, Lukas, dan Emil yang mendadak OOC tersebut.


-Ieyasu part-

Ieyasu sibuk merapikan seragam berwarna kuning yang dipakainya sambil memperhatikan pelanggan yang masuk.

KRING!

'Panjang umur gue! Kenapa malah mereka yang datang?' batin Ieyasu shock karena ternyata yang datang adalah Trio Maeda.

"YASU! LU KERJA DI SINI? APA KATA MITSUNARI NANTI KALAU TAU HAL INI?" tanriak Keiji watados.

PRANG!

Teriakan barusan sukses membuat semua gelas, piring, jendela, kaca spion (?), Gameboy Raven (?), telur ayam (?), dan gendang telinga orang yang berada di sekitar Café tersebut langsung pecah semua.


Sementara itu...

PRANG!

"Argh! Siapa lagi sih yang teriak-teriak?!" tanya Raven kesal karena Gameboy-nya rusak lagi. (Cowboy: "RAyap VENtilasi (?)! Lu tuh sebenernya mau kerja atau mau main game, sih?" -_-" *ditebas Raven lagi.*)


Kita kembali ke korban teriakan (baca: Ieyasu) barusan! *Narator digiles Tadakatsu bolak-balik.*

"Et, deh! Diem aja, keles! Entar telinga gue budek, nih! Telinga gue udah congek gara-gara kena teriakan Makkun, malah ditambah dengan teriakan lu!" gerutu Ieyasu sambil mengorek telinganya. "Lagian, Mitsu-kun kan udah punya Hanbei!"

"Eh, bener juga ya!" ujar Toshiie dengan senyum garing.

"Oh, iya! Apa Køhler-san juga ada di sini?" tanya Matsu.

Ieyasu berpikir sebentar dan menoleh ke arah Mathias yang sibuk mengurus para Nordic yang menjadi pelanggannya. Kemudian, dia langsung memasang senyum kecil.

"Ooh, Makkun? Kalau itu, dia masih ada urusan di 'Nordic Five Flower Shop' (?)!" jawab Ieyasu watados plus ngawur. (Cowboy: "Sejak kapan Nordic Five punya toko bunga?" -_-")

Ketiganya pun hanya manggut-manggut.


-Ronan part-


Sekarang Ronan sibuk mencium mawar yang tersemat di saku seragam biru tuanya.

KRING!

"Selamat si- NGAPAIN LU DI SINI, TUAN ERUDON TERLAKNAT (?)?!" pekik seorang pria berambut hitam spiky bermata senada dengan rambutnya sambil menunjuk Ronan dengan gaje-nya.

"Gue kerja di sini, lha! Terus, lu ngapain di sini, Kakek (?) Aeknard Sieghart?" jawab Ronan nyolot sambil bertanya balik.

JLEB!

Pria yang dipanggil Sieghart itu pun langsung pundung di pojokan.

"Hiks! Masa gue yang ganteng (?) ini dipanggil 'Kakek'?" gumam Sieghart dalan pundungnya. (Thundy: "Bagi Reader yang kagak tau apa maksudnya, Sieghart tuh sebenarnya berumur 600 ratus! Kalian pasti heran kenapa dia masih kayak pria umur 20-an, kan? Itu karena dia Immortal dan gue kagak bisa jelasin karena ini bukan fandom Grand Chase!" *dihajar massa.*)

Ronan pun hanya bisa sweatdrop dengan kelakuan sang Kakek Immortal tersebut.


-Chung part-


Chung hanya bisa menghela nafas kecil sambil melihat keluar jendela. Mathias melayani sobat sesama Nordic-nya, Ieyasu ngobrol dengan Trio Maeda, dan Ronan sibuk ngurusin Sieghart yang pundung. Sungguh abstrak banget, sumpah! =_="a

Pelanggan pun datang saat pemuda pirang itu merapikan seragam biru mudanya.

KRING!

"Aku duluan ya, Ven!" kata Chung kepada Raven.

Pria itu pun hanya mengangguk dan kembali memainkan Gameboy-nya. (Cowboy: "Serius, deh! Dia tuh sebenernya mau kerja atau kagak, sih?" -_-" *ditebas lagi.*)

"Ve~ Fratello! Kita makan dulu, ya! Aku lapar, nih!" kata seorang pria berambut coklat kemerahan berkeriwil kiri bermata hazel yang selalu tertutup kelopak matanya.

"Aduh, Feli! Bisakah kau diem aja, adek goblok?!" bentak seorang pria berambut coklat tua berkeriwil kanan bermata hijau dengan muka jutek.

"Oh, ayolah Lovi! Biarkan aja kita makan di sini!" ujar seorang pria berambut kecoklatan bermata hijau dengan wajah ceria.

"Jangan ikut-ikutan, Tomato Bastard!"

"ITALY?! ROMANO?! SPAIN?!" pekik Chung sambil ber-fansgirling ria (?) melihat ketiga pria itu.

PRANG!

Teriakan barusan sukses membuat seluruh kaca di Café tersebut dan bangunan di sekitarnya dalam radius 9,9999999999999999999 Ultrameter (?) dari tempat itu (termasuk NihoNime Gakuen yang terletak 2 kilometer dari Café tersebut) langsung pecah semua. (Cowboy: "Ini mah parahan dia daripada Mathias!" -_-"/Keiji: "Gue kagak disebutin?"/Thundy: "Teriakan lu kagak separah mereka berdua!" -_-")


Di NihoNime Gakuen...

"Teriakan siapa itu?" tanya Sasuke yang kaget saat mendengar teriakan barusan.

"Kali aja Mathias-dono!" jawab Yukimura watados.

'Perasaan teriakan Køhler-san kagak sekenceng itu juga, deh!' batin Keiji dan Kojuro sweatdrop. (Cowboy: "Sejak kapan Keiji balik ke sekolah? Perasaan dia masih ada di Café, deh!" OAO"a)


Oke, deh! Wir sind wieder da, wo Chung (Kita kembali ke tempat Chung)! *German Thundy (?) mode: on.*

"Lu nge-fans, ya?" tanya pria berkeriwil kanan tadi.

Pemuda setengah Pikachu (?) itu pun hanya mengangguk antusias.

Kita abaikan saja si PikaChung (?) yang lagi jadi Fansboy (?) mode on! *Narator di-Lunar Blow 200 kali.*


-Raven part-


Sekarang pria berambut hitam itu hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil merapikan seragam coklat yang dipakainya. Permainannya selalu saja terganggu. Pertama karena teriakan Mathias, kedua teriakan Keiji, dan terakhir teriakan Chung. (Cowboy: "Kenapa judulnya selalu teriakan, ya?" -_-")

Kennyo yang nyadar tu orang kagak serius kerja langsung nyuruh Raven berdiri di depan pintu sampai ada pelanggan yang datang. (Cowboy dan Thundy: "Rasain! Makanya, jangan main game mulu!"/Raven: "Diem aja kalian, Baka Omae-tachi sialan!" *langsung nebas kedua orang tersebut di tempat.*/Cowboy dan Thundy: *langsung tepar bersama.*)

KRING!

Di depan pintu, terlihat lima orang gadis berambut pelangi (?). Ada yang berambut ungu, hijau, putih, hitam, dan merah.

'Mampus deh gue! Ngapain mereka dateng ke sini?' batin Raven shock.

"Hoi, Ven! Lu kerja di sini, ya?" tanya gadis berambut ungu anggur (?). *Narator di-Lightning Bolt.*

Pria itu hanya mengangguk kecil.

"Err, Sie wollen (Kalian mau pesan apa)?" tanya Raven dalam bahasa Jerman.

Kita skip aja bagian ini karena nanti bakalan diban- *dibantai Raven duluan.*


-Lance part-


Pemuda berambut merah itu sedang melihat keluar jendela sambil merapikan seragam hijaunya. Tapi...

"Dafuq!" ujar Lance kaget saat melihat pelanggan di depan pintu.

KRING!

"Eh, Natz! Lance jadi maid! Yuk kita foto dan kasih ke Anna!" celetuk Matt sambil tertawa diikuti Natalie.

Entah kenapa, Lance malah mengeluarkan aura hijau (?) mengerikan dari tubuhnya plus Gunblade di tangan kiri dan kapak raksasa keramat Mathias di tangan kanan.

"MANTEK AJA LU BERDUAAAAAAAAAAAAA!" teriak Lance kesal.

Akhirnya, terjadilah kejar-kejaran antara Matt dan Natalie dengan Lance yang ngamuk mode on.


Sementara itu...

"Eh? Kapak gue mana, ya?" tanya Mathias heran.


-skip time-


Kennyo pun memberikan 50 ribu Yen kepada Ieyasu, 50 ribu Kroner kepada Mathias, 50 ribu ED kepada Chung dan Raven (Karena mereka berdua tinggal di Elrios!), 50 GP kepada Ronan (Dia tinggal di Aernas, lho! -_-"), dan 50 ribu AS Dolar kepada Lance. (Cowboy: "Gue berani taruhan, kalau uang mereka semua dirupiahkan, kali aja kagak nyampe 5 triliunan miliaran jutaan ribuan ratusan puluhan satuan (?)!" *plak!*)

Setelah menerima upah, keenamnya pun berpisah ke tempat yang berbeda. Chung dan Raven balik ke Elrios, Ronan ke Aernas, sementara Lance ngikutin Mathias dan Ieyasu ke NihoNime Gakuen.

"Eh, Ransu-kun! Lu beneran mau ikut?" tanya Ieyasu saat Lance beneran ngikutin mereka.

"Ya, gue pengen tau aja gimana enaknya jadi guru!" jawab Lance watados.

"Psst, Makkun! Apa kagak apa-apa, nih? Ransu-kun mau jadi guru? Gue takutnya kenapa-napa, lho!" bisik Ieyasu kepada Mathias.

"Biarin aja! Lagian, kita kan kekurangan tenaga ngajar!" balas pria jabrik itu sambil nyengir.

Ieyasu pun langsung sweatdrop mendengarnya, sementara Lance udah masang puppy eyes di depan keduanya. Ieyasu pun hanya bisa menghela nafas.

"Boleh aja, deh! Besok lu siap-siap, ya!" kata pemuda berambut coklat itu.

Pemuda berambut merah itu pun mengangguk.


To Be Continue...


Review! :D