Balas Review! :D
l w bunga: Oke, ini udah lanjut! :D
Ini Deissa Males Login: Yang bener tuh Rayap Ventilasi! -_-" Oke, Thanks for Review! :D
Dissa-CHAlovers: Oke, terima kasih Review-nya! :D
Sakazaki-Rikou: Iya, makasih dukungannya! :D
Happy Reading! :D
Chapter 10: Dodge Frisbee Battle
Hari Minggu yang cerah di NihoNime Gakuen. Sekarang para guru sedang berada di lapangan. Kenapa? Karena mereka mau bertanding 'Dodge Frisbee' dengan 'seseorang'.
"Hvernig ert þú allir (Apa kabar kalian semua)?" sapa seorang pemuda berambut platinum blonde bermata ungu dengan seekor Puffin bertengger di kepalanya dan memakai baju putih ditutupi jaket coklat -yang entah sejak kapan sudah berada di lapangan.
"Steilsson-san! Ngapain lu di sini?" tanya Kojuro penasaran.
"Kalau itu sih, gue diundang sama 'dia'! Kagak tau tuh mau ngapain!" jawab Emil sambil mengangkat bahunya.
Kemudian, datanglah seorang pria berambut pirang bermata biru gelap dengan salib kecil di poni kirinya dan memakai baju pelaut berwarna biru tua.
"Kemana tuh dia? Katanya anak itu mau dateng duluan!" kata pria itu. "Oh iya, Emil! Tolong panggil aku 'Onii-chan'!"
"Tidak mau!" tolak Emil judes.
"Onii-chan? Woy, Emil! Dia kakak lu?" tanya Keiji 'sopan' banget.
"Yap!" jawab Emil singkat.
"Kalau begitu, namanya pasti Steilsson-" terka Hanbei.
"Salah! Namanya tuh Lukas Bondevik!" ralat Emil mengoreksi perkataan Hanbei.
"Lha, kok bisa beda marga?" tanya Yukimura sweatdrop.
"Kagak tau juga, sih!" jawab Emil dan Mathias watados.
GUBRAK!
Semua orang yang berada di sana pun langsung ber-gubrak ria di tempat mendengar jawaban kedua cowok dari Eropa Utara yang terlalu watados tersebut.
"Ok, nok snakk (Baiklah, cukup bicaranya)!" sela Lukas.
"Yo!" sapa seorang pemuda berambut abu-abu (?) berkeriwil ke bawah (?) bermata hijau dengan memakai baju berwarna hitam.
"Tumben lu datengnya telat!" sindir Emil datar.
"Ngurusin Astamon dulu!" jawab pemuda itu sambil menggaruk kepalanya.
"Baiklah! Perkenalkan dirimu dulu!" ujar Lukas.
"Boku wa Mogami Ryouma! Yoroshiku!" kata pemuda itu memperkenalkan dirinya.
Entah kenapa, para Daimyo (min Ieyasu) plus Lukas langsung merinding gaje. Kenapa? Olala~ Karena ternyata Mathias sudah mengeluarkan aura merah mengerikan dari tubuhnya. Tunggu, kenapa Lukas ikut merinding? Karena dia sudah pernah merasakan aura mengerikan dari sang 'Anko' tercinta. (Note: Baca 'Perlombaan untuk Nation' Chapter 4! *malah promosi!*) Lha, kok Ieyasu biasa aja? Itu mah hanya dia dan Tuhan yang tau! *plak!*
"Oooh, jadi lu yang nyuruh gue buat pergi ke tempat penangkaran kambing?!" tanya Mathias kesal.
"Aah, hisashiburi! Kambing Pedo!" sapa Ryouma yang sukses membuat Mathias ingin menebas bocah tersebut. (Ryouma: "Biar lebih jelas, baca dulu fic Author 'Perlombaan untuk Nation' chapter 4 untuk mengetahui kenapa Mathias dipanggil Kambing Pedo!"/Girl-chan: "Promosi jangan di sini, oy!")
Tiba-tiba, Ieyasu langsung melempar seonggok Nasod Miner (?) yang datang dari sebuah portal gaje di Elrios (?). *salah fandom!* Kecepatannya yang melampaui Apollo 99 (?) membuat Ryouma hanya pasrah menghadapi robot nyasar yang melayang ke arah perutnya. Alhasil, makanan yang baru saja dicernanya pun langsung dikeluarkan lagi lewat mulutnya. XD
"Rasain, tuh!" kata Ieyasu yang kayaknya udah melampiaskan kekesalannya dengan skrip 'PuN' yang nantinya mulai agak ngaco. *Narator ditabok Girl-chan.*
"Hei, sudahlah!" lerai Motonari dan Mitsunari.
"Ayolah! Cepetan mulainya!" teriak Motochika yang udah mulai bad mood.
"Oke!" jawab Lukas datar dan menghampiri Ieyasu. "Oh iya, kok lu biasa aja ngeliat aura-nya si Anko?"
"Gue udah biasa ngeliat Makkun kayak gitu!" jawab Ieyasu cuek.
Setelah Ryouma sembuh dari lemparan Nasod Miner di perutnya...
"Kirimkan 3 orang terbaik kalian! Kita duel 3 lawan 3!" perintah Emil.
Seluruh guru pun langsung berunding.
"Eh, siapa aja nih yang main?" tanya Kenshin.
"Kalau gue liatin aja dulu!" jawab Masamune singkat.
"Gimana kalau Chosokabe? Kan dia banci (?)!" kata Motonari watados.
Tentu saja Motochika kagak bakalan nimpuk sang gebetan tercinta.
"Oke, abis itu?" tanya Shingen.
"Gue! Gue masih punya dendam sama yang namanya Ryouma itu!" jawab Mathias sambil mengepalkan tangannya dengan kesal.
Yang lainnya hanya bisa sweatdrop mendengar Mathias yang kayaknya lagi ngamuk tersebut.
"Terus, siapa lagi?" tanya Sasuke.
"Hmm, kita kan nanti butuh orang yang bisa bertahan dari lemparan Steilsson-san! Lu inget kagak kayak gimana lemparannya?" tanya Hanbei sambil mengingat gimana Ice Blast-nya Emil.
"Orang yang paling jago bertahan di antara kita semua-" kata Yukimura sambil nengok ke Ieyasu.
Semuanya pun langsung pasang puppy eyes di depan Ieyasu.
"Iya, iya! Gue ikut! Kagak usah pake puppy eyes segala, keles! Apalagi Motochika, jijik banget ngeliatnya!" jawab Ieyasu yang merasa risih diliatin terus.
Motochika pun langsung pundung di tiang bendera (?) terdekat.
"Sepakat kagak, nih?" tanya Kojuro.
-skip time-
"Nah, siapa aja yang duel?" tanya Emil.
Mathias, Motochika, dan Ieyasu pun langsung menghampiri dua Nation dan satu bocah tersebut.
"Kok lawannya satu cowok, satu banci, dan satu kambing jadi-jadian (?), sih?" tanya Ryouma watados. *ditimpuk jangkar.* *ditebas Mathias.*
"Lu takut, ya?" tanya Ieyasu nakut-nakutin.
"AAAAAH! Udahlah! Cepetan mulai!" kata Lukas yang udah kagak sabaran sambil berjalan ke belakang arena tim tamu.
Motochika pun juga ikut pindah ke belakang arena tim NihoNime Gakuen.
"Batu-gunting-kertas!" Ryouma dan Mathias pun suit untuk menentukan siapa yang melempar pertama.
"Kita menang, cyiiin~" kata Ryouma dengan nada banci yang sangat OOC tersebut. *Narator ditabok Ryouma.* (Ryouma: "Woi! Yang bener apa? Kok gue jadi kayak si banci terong (?) itu, sih?"/Thundy: *evil laugh.*/Ryouma: *bantai Thundy pake AK-47 Vash (?).*/Thundy: *tepar*)
Ulangi lagi!
"YATTA! Gue menang!" kata Ryouma yang menang suit.
Mereka pun langsung masang Magic Glove di kaki mereka. *plak!* Maksudnya, di tangan masing-masing. Ryouma pun udah siap melempar
"Energize Ball!" kata Ryouma sambil melempar frisbee-nya.
Frisbee itu berubah jadi sebuah bola energi yang dengan cepatnya menuju ke arah Mathias.
"Min Gud!" kata Mathias yang panik karena baru ngudeng.
Mathias pun hanya bisa melindungi dirinya dengan menutup matanya
FYUUUUUH! TENG! (?)
"Hoi, Køhler-san! Lu belum keluar!" teriak Motochika dari seberang arena.
Mathias pun membuka matanya dan mendapati dirinya berada di kuil tempat para dewa Aernas (?) bersemayam. *ngaco!* *salah fandom!* Maksudnya, dia mendapati kalau Ieyasu melindunginya dari lemparan Ryouma. (Cowboy: "Mitsunari dikemanain, Yasu?" *watados.* *digiles Tadakatsu.*/Ieyasu: "Woy! Gue lagi tanding, nih! Nyinggung tu anak terus, deh!" *nyolot.*/Girl-chan: "Yasu! Lu lagi PMS, ya?" *ditonjok Ieyasu.*/Ieyasu: "Diem aja lu, pacarnya Makkun!" *ditebas Mathias.*/Mathias: "Woy! Ngapain gue juga ikut-ikutan disinggung, sih?!"/Thundy: "Yare-yare! Kenapa jadi gaje begini, ya?" *sweatdrop.*)
"Lain kali hati-hati, Makkun! Kayaknya mereka udah pro semua, deh!" kata Ieyasu sambil mengambil frisbee yang tadi mental akibat perisai tanah barusan dan bersiap melemparnya.
"Motochika!" Ieyasu pun langsung melempar frisbee-nya dan mengarah ke Emil.
Karena hanya lemparan biasa, Emil dapat menghindarinya. Tapi...
"Baiklah! Shikoku Pirate no Jutsu, Puffin Garong (?)!" kata Motochika sambil melempar balik frisbee-nya ke Emil.
Motochika menyeringai ketika Emil tidak bergerak sama sekali. Dia hanya merentangkan tangan kanannya ke depan dan...
"Special Technique: Iceland Catcher!"
TAP!
"Hah?! Dia bisa nangkep frisbee gue?!" tanya Motochika yang kaget melihat Emil bisa menangkap frisbee-nya dengan mudah.
"Hehe! Jangan pernah meremehkan orang!" balas Emil dengan evil smile-nya.
"Alice Target!" kata Emil sambil melempar frisbee-nya ke arah Ieyasu.
"Tokugawa Earth Skill: Force Wall!"
Penghalang berbentuk tembok tanah itu pun kembali muncul dan mementalkan frisbee Emil ke atas. Mathias pun langsung mengambil frisbee itu dengan lompatan ala kambing jabrik pedofil (?). *Narator dipenggal Mathias.*
"Makan, nih! Fire Lion Attack!"
Muncullah api dari frisbee Mathias dan di belakang sang ketua guru tersebut, terdapat seekor singa raksasa dengan aura api seperti milik Burst Agumon (?). Tunggu dulu! Sejak kapan fic ini jadi nyasar ke fandom 'Digimon Master'? *Narator dihajar massa.*
"Lu kagak tau, ya? Elemen gue tuh Fire, Lightning, dan Ice! Jadi kagak bakalan mempan! Fire Absortion!" kata Ryouma sambil menangkap frisbee itu dan menghisap apinya.
Dia pun melempar frisbee itu ke Lukas. Setelah dia menerima frisbee-nya...
"Giant Troll Sarchopagus!"
Frisbee-nya mengarah ke Ieyasu dan berubah menjadi troll berukuran super besar.
'Dafuq! Kagak bisa ditahan!" batin Ieyasu panik.
"Yasu, cepetan kabur!" koor Mathias dan Motochika.
Akhirnya, Ieyasu pun memutuskan untuk berlari memutari arena miliknya. Sementara Mathias yang tiarap karena takut kena frisbee malah diinjek. XD
"Percuma, orang yang udah kena kontak sama Alice Target kagak bakalan bisa lolos dari ini!" kata Emil mengingatkan.
Tidak lama kemudian, Ieyasu pun udah keinjek sama troll itu dan troll-nya kembali menjadi frisbee biasa.
"One out, one to go!" kata Ryouma girang.
"Bíddu í eina mínútu (Tunggu dulu)!" kata Emil sambil mengingatkan frisbee yang sekarang berada di tangan Mathias.
"Special Techique: Giant Axe Spin!"
Frisbee yang dilempar Mathias berubah jadi sebuah kapak raksasa berputar (?) yang mengarah ke Lukas dengan kecepatan Falcon Penegrine (?).
Entah kenapa, Lukas malah mengeluarkan smirk kecil selebar perut (?). *Narator ditabok Lukas.* (Lukas: "Memangnya lu kate selebar perut tuh kecil, hah?!" *langsung bakar Thundy di tempat.*/Thundy: *gosong.*)
"Special Technique: Kawarimi no Jutsu!" kata Lukas.
Tiba-tiba, Lukas sama Ryouma pun berubah tempat dan...
"Wooaah!" teriak Ryouma yang tiba-tiba ada kapak raksasa berputar di depannya.
CRAT!
"Sepertinya lu salah sasaran, Anko!" kata Lukas sambil membiarkan Ryouma yang tewas seketika dan kagak bakalan bangun lagi. (Ryouma: "GUE BELUM MATIIIII!")
"Cih!" Mathias hanya mendengus kesal saat Ryouma berjalan keluar arena.(Lukas: "Balik lu ke alam kubur!"/Ryouma: "Gue kagak pernah dikubur!"/Cowboy: "Yang jadi pertanyaan gue adalah, SEBENERNYA MATHIAS TUH DENDAMNYA KE RYOUMA ATAU KE LUKAS, SIH?! KENAPA JADI GAJE BEGINI SKRIP-NYA?!" *ngamuk gaje.*/Mathias: "Harusnya lu nanya ke Nara-" *nengok ke Thundy.* "A-ampun, Herre Thun-" *di-Thunderbolt.*/Thundy: "Enak aja lu mau protes ke gue, Kambing!" *ngeluarin dark aura plus megang Thunder Staff.*/Lukas, Cowboy, dan Ryouma: *merinding disko.* (batin: "Gue kagak mau nyari mati sama dia! Entar gue bakalan kayak si Anko/Kambing itu!"))
Oke, abaikan obrolan gaje yang nyelip barusan!
"BACK!" koor Ryouma dan Lukas bersamaan.
Mereka pun saling menatap satu sama lain dan langsung adu jontos plus Smack Down (?).
"Woy, gantian dong! Gue juga pengen main, nih!" teriak Ryouma pake toa.
"Kagak bisa! Seharusnya orang yang berada di dalam arena tuh orang dewasa, bukan buat bocah di bawah umur (?) kayak lu!" balas Lukas pake toa.
"Egois lu!" teriak Ryouma.
"Lu yang egois, goblok!" balas Lukas.
Yang lainnya hanya sweatdrop melihat dua makhluk yang lagi ber-Smack Down ria plus adu toa. XD
"Errr, bisa dimulai lagi, kagak?" tanya Emil yang masih sweatdrop.
"Oh, oke!" kata Ryouma dan Lukas yang munculin ice (?) aura yang dingin banget sampai-sampai semua orang di lapangan itu pun langsung bilang, "Dingin banget, coy!". XD
Akhirnya, Ryouma pun ngalah dan tetap berada di belakang arena. Sebelum Emil melempar frisbee-nya, Motochika bilang 'Back' dan masuk ke lapangan.
"Frozen Meteor!"
Saat Emil melempar frisbee-nya ke atas, frisbee itu berubah jadi bola es besar yang pecah menjadi komet salju (?) kecil-kecil yang menghujani Motochika dan Mathias.
Mathias yang kagak punya jurus bertahan pun hanya bisa pasrah dihujani oleh hujan salju dadakan tersebut. Melihat hal itu, Emil tersenyum kecil (Mathias: "Hvad (Apa)?! Lu curang ya, Emil?!/Emil: "Kalau iya, memangnya kenapa?" *watados.*). Tapi, dibalik kepulan asap, dia melihat seonggok jangkar raksasa (?) yang tergeletak di arena beserta Mathias yang udah tepar.
"Cih! Kawarimi no Jutsu, ya?" gumam Emil.
Jangkar itu pun meledak dan tampaklah seorang bajak laut dari Shikoku merangkap banci taman lawang (?). *Narator ditimpuk jangkar.*
"Hehe! Jangan pernah meremehkan orang!" kata Motochika yang copas dari Emil.
"Jiah, fotokopi! Bayar!" ujar Emil sambil menjulurkan tangannya buat minta uang ongkos fotokopi.
"Nih!" balas Motochika sambil melempar uang yang tiba-tiba berubah jadi frisbee (Cowboy: "Waw! Bahkan Prussia sekalipun kagak bakalan bisa kayak gitu!" *dipatuk Gilbird.* *salah fandom!*) dan langsung menghujam badan Emil. Tapi...
"Heh?" tanya Motochika yang nyadar frisbee-nya dikurung sama kumpulan es.
"Hehehe!" Emil pun mulai tertawa gaje.
"Cross Technique-" gumam Lukas.
"-Blessing of Icelandic-Norwegian Brother: Glacier Shield!" teriak keduanya. (Lukas: *baca nama jurusnya.* "Nama jurus macam apaan ini?" -_-")
Yap, Emil sekarang dilindungi oleh sebuah lingkaran es raksasa yang menurut teori di Grand Chase bakalan jadi 'Wind Blast'-nya Arme (?). *digeplak.* *salah fandom!*
"Waw! Jurus es Iceland dan Norway bersatu!" puji Tino -yang entah sejak kapan berada di lapangan- kagum.
Sementara itu, Lukas pun mungut frisbee-nya. Sebelum melempar, dia memberi sinyal kepada Emil dan Ryouma dan melempar frisbee itu ke arah Ryouma. Ryouma pun terkena perutnya untuk kedua kalinya seperti saat dilempar Nasod Miner oleh Ieyasu (?). Suara "IUUUUUUUH!" pun langsung terdengar di seluruh penjuru lapangan.
"Lukas, Emil! Ikkou ze!" kata Ryouma sambil memberikan aba-aba (setelah sembuh dari lemparan frisbee Lukas) kepada dua bersaudara tersebut.
Dia pun melempar frisbee itu ke arena dan mengarah ke tengah arena.
"Er du klar (Sudah siap)?" tanya Lukas.
"Skulum við hefjast handa (Mari kita mulai)!" jawab Emil sambil mengambil ancang-ancang.
"Cross Technique-" kata Lukas dan Emil bersamaan.
Keduanya pun mengambil napas seperti akan memuntahkan sesuatu.
'Cih, cross technique lagi?!' batin Motochika yang panik banget atau panik aja? *alay mode: on.*
"-Northern Europe Snow Storm!"
Emil pun segera menghempaskan sebuah bola es berwarna biru dari mulutnya, sedangkan Lukas memuntahkan sebuah cahaya berwarna putih yang teraaaaaaaaaaaang banget.
Kemudian, cahaya dan bola es tadi bergabung dan membuat dunia mengalami zaman es (?). *plak!* (Cowboy dan Thundy: "Jangan ngaco, Aishurando dan Noruwe sialan!" *nabok Emil & Lukas.*/Emil dan Lukas: "Fyrirgefðu/Jeg beklager (Maaf)!"). Maksudnya, membuat gempar Motochika yang defenseless tersebut.
"Eh?!" Motochika kaget karena kagak kena frisbee mereka berdua.
"Tokugawa Earth Skill: Force Shield!"
Ternyata, Motochika masih bisa tertolong berkat Ieyasu yang masih bisa membuat benteng di hadapan Motochika dari arena seberang.
"Ryouma, cepat habisi dia!" teriak Lukas menyuruh Ryouma.
"Enak aja lu nyuruh gue!" kata Ryouma sambil mengeluarkan frisbee yang asli (Lukas: "Frisbee yang buat Cross Technique itu bohongan?"/Emil: "Yang itu pake Copycat!" :D/Lukas: -_-") dan melempar frisbee itu ke arah punggung Motochika yang sama sekali kagak terjaga.
"Kalau kalian pikir yang bisa Ice Blast hanya Emil doang, kalian salah! Ice Blast!"
Frisbee Ryouma pun langsung ditutupi cahaya berwarna biru dan langsung menghantam Motochika dengan kecepatan suara (?). Motochika pun langsung memuntahkan seluruh makanannya yang bernasib sama seperti Ryouma dan suara "IUUUUUUUH!" pun kembali terdengar di seluruh penjuru lapangan. (Cowboy: "Kayaknya BakAuthor lagi demen bikin adegan muntah, nih!" -_-")
PRIT PRIT PRIIIIT!
Tiba-tiba, Berwald yang entah datang darimana langsung meniup peluit tanda pertandingan selesai.
"Yah! Kita kalah, ya?" tanya Sasuke kecewa.
"Ya, mau gimana lagi! Orang jurusnya pada jago semua!" balas Keiji yang juga kecewa.
"But, let's applause for that three person!" kata Masamune yang udah kayak MC dadakan.
PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK!
"Oke, besok pertandingan DF dengan format enam orang! Persiapkan diri kalian!" kata Emil tiba-tiba.
Hening...
"APAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA?!" teriak para guru panik.
To Be Continue...
Review! :D
