Balas Review! :D
Sakazaki-Rikou: Iya, terima kasih Review-nya. :D
DissaCHA-lovers: Kagak apa-apa, deh. :D
Raven: "Sama anehnya." *sweatdrop.*
Oke, Thanks for Review. :D
Happy Reading! :D
Special Chapter 6: Gambar Pembawa Petaka
'Seandainya kejadian di dalam gambar itu terjadi di dunia nyata! Setidaknya, seperti di film-film!'
Hari yang cerah di NihoNime Gakuen. Para guru sedang beristirahat setelah selesai mengajar dan ingin melakukan sesuatu untuk mengisi waktu luang.
"Err, kita ngapain nih?" tanya Keiji.
"Ya, ngapain kek yang enak!" jawab Hanbei.
"Uh, gue pengen belanja ke depan! Pada mau nitip apaan?" tanya Sasuke yang ingin pergi ke warung depan sekolah.
"Dango!" kata Yukimura.
Yang lainnya hanya sweatdrop.
"Mochi!" Mitsunari ikut-ikutan nitip.
"Ramen aja, ya!" kata Motonari ngikut-ngikut.
"Bakso pake sambel!" kata Shingen kagak mau kalah.
"Rujak!" kata Kojuro.
Yang lainnya malah tambah sweatdrop mendengarnya.
"Es kelapa!" ujar Kenshin.
Yang mendengarnya pun langsung headbang di tembok terdekat.
"Jus jeruk!" kata Ieyasu yang baru aja balik dari pekerjaan berat (baca: betulin Tadakatsu).
"Sate ikan ungu dari taman lawang (?)!" kata Motochika yang ternyata baru aja kembali dari taman lawang. (Cowboy: "Hebat! Baru selesai ngajar masih sempet-sempetnya ke taman lawang! Ngapain, sih? Mau nambah ilmu kebancian?" *ditimpuk jangkar.*)
"Woy, Chosokabe! Lu kan abis dari taman lawang! Kok lu kagak beli sendiri, sih?!" tanya Motonari sewot.
"Hehehe! Eike lupa, cyiiin~" jawab Motochika dengan gaya banci. (Thundy: "Diobral, diobral, kantong muntah, gope seraup! Gope seraup! Gope serauup!" :D/Cowboy: "Nak Motochika! Tobat naaaak!" *gaya kakek-kakek nasehatin anak kecil.*)
"Udah, nih? Woy, Mathias! Lu mau apa?" tanya Sasuke yang sadar kalau sang ketua guru sedang sibuk dengan dunianya sendiri.
Menggambar! (Cowboy dan Thundy: "Sejak kapan tu Kambing jadi suka ngegambar? Ketularan BakAuthor/Girl-chan, kah?" -_-" *dibantai bersama.*)
"Hah? Umm, Sake aja deh!" jawab Mathias yang masih memperhatikan buku sketsanya.
"Oh, oke! Gue pergi dulu, ya!" kata Sasuke sambil keluar dengan kecepatan suara (?).
"Anjrit, cepet banget dia perginya!" kata Lance sweatdrop.
"Sambil nungguin Sasuke, kita mau ngapain?" tanya Kenshin.
"Gue pengen mandi dulu!" kata Yukimura yang udah bawa handuk plus baju ganti dan langsung pergi ke kamar mandi.
"Do you want play 'Game of Doubt'?" tanya Masamune sambil mengeluarkan satu pak kartu remi dari saku celananya.
"Oke, ayo!" jawab Keiji.
Akhirnya Masamune, Keiji, Kenshin, Shingen, Kojuro, Motochika, Motonari, Lance, Mitsunari dan Hanbei pun duduk melingkar di tengah ruang guru.
"Yasu, Køhler-san! Lu berdua mau ikutan, kagak?" tanya Kenshin.
"Gue kagak mau! Ogah banget gue main begituan!" tolak Ieyasu.
Tadinya Kenshin juga mau nanyain Mathias, tapi kayaknya dia udah punya 'kesibukan' sendiri. Akhirnya, dimulailah permainan 'Game of Doubt' beranggotakan sepuluh orang tersebut.
"Nah, Ace of Club!" kata Masamune sambil menaruh satu kartu tertutup di tengah lingkaran.
Setengah jam kemudian...
"Eight of Diamond!" kata Keiji sambil menaruh satu kartu di tengah.
Shingen yang menyembunyikan smirk-nya pun langsung berdiri dan meneriakkan sesuatu ke arah Keiji.
"Doubt!"
"Jiah!" Keiji pun dengan pasrah membuka kartunya yang ternyata bukan delapan wajik, melainkan sembilan sekop.
Di tempat lain...
"Arigatou, Väinämöinën-san!" kata Sasuke sambil mengangkat pesanan teman-temannya.
"Yhtä (Sama-sama)!" balas sang penjaga warung berambut platinum blonde bermata ungu dari Finland bernama Tino Väinämöinën tersebut.
Sasuke pun langsung pergi setelah berpamitan.
"Yosh! Tinggal ke taman lawang, deh!" gumam Sasuke sambil berjalan ke taman lawang.
Kembali ke ruang guru!
Permainan 'Game of Doubt' pun masih berlanjut. Mari kita lihat dulu dua orang yang kagak ngapa-ngapain.
"Makkun!" panggil Ieyasu.
"Hmm, hvad er det (ada apa)?" jawab Mathias bertanya balik sambil menutup buku sketsa berwarna putih.
"Gambar-gambar lu masih disimpen?" tanya Ieyasu.
"Masih, kok! Kalau mau liat, ambil aja satu!" jawab Mathias sambil mengeluarkan tiga buku sketsa dengan sampul berwarna biru, hitam, dan merah.
"Oke, arigatou!" kata Ieyasu sambil mengambil buku bersampul biru dan membawanya ke meja kerjanya untuk melihat isi buku tersebut sambil duduk.
"Haaah, segernya abis mandi!" kata Yukimura yang baru selesai mandi.
Yukimura yang sekarang udah memakai baju santai pun melirik dua buku milik Mathias.
"Mathias-dono! Boleh liat satu, kagak?" tanya Yukimura.
Sayangnya, Yukimura dikacangin begitu aja sama Mathias yang lagi sibuk gambar. Akhirnya, Yukimura pun dengan iseng mengambil topi kecil Mathias. (Thundy: "Yuki-chan jahilnya kumat, tuh!" -_-" *di-Daisharin.*)
SEET!
"Lu kenapa, sih?" tanya Mathias yang kesal karena 'aktivitas'-nya terganggu.
"Gue pinjem buku lu satu, ya!" kata Yukimura to the point.
"Yah, kenapa kagak bilang dari tadi? Ya udah, ambil aja satu! Oh iya, entar balikin kalau udah selesai!" kata pria jabrik itu panjang kali lebar kali tinggi sama dengan volume balok. *plak!*
Akhirnya, Yukimura pun mengambil sebuah buku bersampul merah. Yukimura pun duduk di meja kerjanya yang di depannya ada Masamune yang lagi main 'Game of Doubt'. Yukimura pun mulai melihat satu per satu gambar Mathias.
"Yang pertama, 'Alternate Artwork for The Personification of Seychelles'!" katanya sambil melihat tulisan kecil di sampul buku tersebut.
Gambarnya adalah gambar seorang gadis berambut coklat pigtail bergaun biru yang bernama Seychelles (Cowboy: "Kagak tau? GO GOOGLE IT!" *ditabok.*) dengan artwork yang beda.
Yukimura mulai membolak-balik halaman buku tersebut. Tidak lama kemudian, dia menemukan sesuatu yang bisa membuat seluruh guru NihoNime Gakuen gempar.
"Woy, Masamune-dono!" kata Yukimura sambil mencolek pundak Masamune.
"Apaan, sih?! Lu kagak liat gue lagi main? Hora, Jack of Clover!" balas Masamune sewot sambil menaruh satu kartu tertutup di tengah.
"Yeee, bentaran doang! Psst! Liat ini, deh!" bisik Yukimura sambil memberikan buku sketsa yang dilihatnya tadi.
Masamune pun melihat gambar yang ditunjuk Yukimura dan bibirnya mengeluarkan smirk jahil yang entah mau diapain buku malang tersebut. Setelah Masamune selesai melihat gambar tersebut, dia pun memberikan buku itu kepada sang banteng merah gila yang lepas dari kebun binatang Spanish Red Bull (?). *Narator dibantai Shingen.*
"Psst, hey Old Man! Liat gambar ini, deh! Kalau udah, oper ke sebelah!" bisik Masamune.
Shingen pun melihat buku sketsa itu setelah dia menaruh satu kartu tertutup di tengah. Setelah melihat gambar yang dimaksud, dia malah blushing sendiri. Shingen pun nyuruh Kenshin yang duduk di sebelahnya untuk melihat gambar tersebut. Kenshin dan Keiji yang ikutan melihat pun hanya bisa speechless. Kenshin pun menyerahkan buku itu kepada Lance.
"Ah, kalau ini mah gue udah pernah liat!" kata Lance santai sambil ngasih buku itu ke Motochika.
Motochika yang melihat gambar itu pun langsung nosebleed di tempat.
"Su-sugoi! Subarashi!" kata Motochika yang melihat gambar tersebut.
GREEEK!
"Tadaima!" kata Sasuke yang baru aja selesai berbelanja.
"Okaeri, Sasuke! Mana pesenannya?" tanya Motochika yang udah normal lagi.
"Nih!" jawab Sasuke sambil menjatuhkan plastik belanjaannya.
Keiji, Kojuro, Ieyasu, dan Mitsunari pun langsung mengambil pesenan mereka masing-masing
"Oy, lu kenapa sampe nosebleed begitu?" tanya Sasuke yang melihat bekas darah di hidung Motochika.
Motochika pun langsung ber-'heh' ria dan segera menghapus bekas darah di hidungnya.
"Nih, gara-gara ini!" kata Motochika sambil ngasih buku sketsa itu kepada Sasuke.
Sasuke yang melihatnya hanya bisa blushing.
"E-errr, bagus sih gambarnya! Hanya-" kata Sasuke menggantung karena dia sendiri kagak bisa menjelaskan sesuatu dari gambar itu.
Di tempat Mathias...
"Makkun! Buku lu yang merah kemana?" tanya Ieyasu sambil nyari sesuatu dan minum jus jeruknya.
"Umm, kagak tau deh! Tadi si Yukimura minjem bukunya! Gue keluarin aja semua! Vent (Tunggu)!" Perkataan Mathias terpotong karena merasa ada sesuatu yang aneh.
'Wah, mampus nih Yukimura!' batin Ieyasu sweatdrop.
"Errr, Makkun! Gambar lu yang 'itu' masih ada di buku merah?" tanya Ieyasu untuk memastikan sesuatu.
Mathias hanya diam saja dengan aura merah yang mengerikan.
'Yaah, beneran mampus nih Yukimura!' batin Ieyasu semakin sweatdrop.
-skip time-
"YUKIMURA! BALIKIN KAGAK BUKU GUE?!" teriak Mathias emosi.
Para guru yang lain (min Lance) pun langsung merinding gaje karena merasakan aura mengerikan dari Mathias.
"Nani desu ka, Mathias-dono?" tanya Yukimura gemetaran dengan tampang watados (?).
"GROAAAAGH!" Yukimura pun langsung dibantai sama Mathias.
-skip time-
'Ralat! Gue mau kejadian di gambar itu kejadian beneran! Tapi kagak pengen ujung-ujungnya kayak gini!'
-skip time-
"I-i-ittai!" kata Yukimura sambil memegangi tubuhnya untuk memeriksa apakah masih utuh atau udah dicincang.
"Cie, cie! Køhler-san! Bilang aja kalau suka! Jangan sok tsundere, deh!" ledek Kojuro.
CESSS!
"Tembak, tembak!" Motochika pun mulai nge'elu-eluin Mathias.
CESSS!
"Eaaa, jangan ditunda terus! Nanti malah diambil orang!" Kenshin mulai ikutan sambil menyeruput es kelapanya.
CESSS!
"Udah napa, tembak aja?" tanya Masamune ngeledek.
CESSS!
"Dari fanart ke orangnya beneran!" ledek Mitsunari sambil nyomot mochi-nya.
CESSS!
"Kalau perlu, 'makan' aja orangnya!" kata Keiji yang mulai mesum.
CE- Eh? Kagak, deng! *ditimpuk gelas bir.*
"Di-'makan' gimana?" tanya Mathias heran.
Keiji pun langsung headbang di tiang (?) terdekat.
"Ketauan tu orang kagak kayak Keiji!" kata Hanbei santai yang dihadiahi timpukan botol sake.
'Yah, mungkin aja mereka bakalan dihajar sama Makkun/Mathias abis ini!' batin Ieyasu dan Lance sweatdrop kuadrat.
Kalian mau tau gambarnya kayak gimana? Kepo, ya? *ditabok.* Oke, gambarnya itu sebetulnya adalah fanart dua Nation dimana Seychelles sedang ehemkissuehem dengan Netherlands yang entah kenapa mirip banget sama Mathias. Karena mata mereka tertutup, semua orang jadi salah paham kalau itu adalah gambar Mathias dan Girl-chan. (Lukas: "Wah, wah! Gue kagak nyangka! Ternyata Anko begitu, ya!" *evil smirk.*/Mathias: "Urusai!"/Emil: "Halaaah, kagak usah sok Tsunde-" *digeplak ujung kapak.*).
"Yah, tepat sesuai perkiraan!" koor Ieyasu dan Lance pelan.
Kenapa mereka berdua tau? Karena dulu mereka pernah melihat gambar itu, salah sangka, dan dihajar Mathias. XD
"Udahlah, balikin bukunya!" kata Mathias emosi sambil mengambil buku sketsa berwarna merah miliknya.
Dia pun langsung pergi ke ruangannya dan memesan tiket untuk pergi ke pulau kapuk (baca: tidur).
Hening...
Sepuluh menit kemudian...
GROOOOK!
Setelah sepuluh menit dalam diam, Mathias pun sudah sampai di pulau kapuk.
"GirlMathias!" bisik Yukimura pelan, tapi bisa terdengar oleh seluruh guru yang berada di sana.
Alhasil, Yukimura pun langsung dihadiahi bogem mentah oleh guru lainnya.
"Lu kagak kapok, ya?! Dihajar mulu! Gue aja baru sekali dihajar udah trauma!" kata Motochika ke Yukimura.
Tapi dia mendapatkan jawabannya setelah pria berambut coklat ponytail itu memperlihatkan wajah idiotnya. *di-Daisharin.*
"Huh! Otak lu lembek gara-gara kebanyakan makan dango, ya?" ledek Motochika sambil mengunyah sate ikannya.
"Ya udahlah! Mendingan kita tidur aja, deh!" kata Motonari yang menyudahi kenistaan para guru yang udah kelewatan batas.
Akhirnya, mereka pun pergi tidur.
"GirlMa- Apkh!" Bisikan Yukimura pun terpotong gara-gara lemparan buku dari Ieyasu yang masuk ke mulutnya.
"Et, deh! Udah napa!" kata Ieyasu sambil pergi tidur.
Sementara itu, ada yang langsung tidur seperti Yukimura, Motochika, dan Sasuke. Ada juga yang menghabiskan pesanannya sebelum tidur.
To Be Continue...
Review! :D
