Balas Review! :D
l w bunga: Iya, memang cocoknya Motochika jadi banci taman lawang! XD *ditimpuk jangkar.*
Another Basara Chara: *ikutan muntah.*
Thundy: "Diobral, diobral! Kantong muntah, kantong muntah! Gope seraup, gope seraup, gope seraup!" XD
Me dan Cowboy: *sweatdrop.* (batin: "Malu dah gue punya OC/temen ke-OOC-annya selangit!")
Baiklah, ini udah lanjut! :D
Meaaaa: Iya, nanti diantar lewat FFN Post Office (?)! XD *plak!* Baiklah, terima kasih Review-nya! :D
Dissa-CHAlovers: Yang bener sih yang kedua, Aira! -_-" Oh iya, saya memang bisa gambar! Tapi kalau gambar orang agak jelek, beneran deh! -_-"V
Mathias: "KENAPA HARUS KAMBING LAGI, KENAPA?!" *pundung di pojokan.*
Me: *facepalm.*
Kalau boleh tau, nama Aira itu dari nama asli aku dan si Mea itu bukan? Kalau bukan, ya syukur deh! *plak!* Oke, Thanks for Review! :D
Happy Reading! :D
Chapter 13: Randomness Part
Randomness Part 1: Saat ada guru baru di ruang guru...
Pagi ini, Mathias sedang berjalan ke ruang guru bersama seorang bocah berambut merah pendek bermata hazel di sebelahnya.
"Nah, Lance! Tolong kau biasakan dirimu, ya! Karena di sini sering terjadi hal-hal nista, lho!" saran Mathias sedikit mewanti-wanti.
Bocah yang dipanggil Lance pun hanya mengangguk kecil.
Di ruang guru...
Para guru sekarang sedang sibuk melakukan aktivitas masing-masing. Seperti makan dango, adu panco, melakukan adegan Yaoi (khusus buat orang-orang sesat! -_-" *dibantai yang bersangkutan.*), duel, main kartu, dan lain-lain.
GREEEK!
Saat pintu ruang guru dibuka, aktivitas mereka pun berhenti saat Mathias membuka pintu ruangan tersebut.
"Gudmorgen (Selamat pagi)!" sapanya ramah.
"Ohayou mou, Køhler-san!" koor seluruh guru.
Reaksi seluruh ruangan yang melihat bocah merah itu pun bermacam-macam. Ada yang menyambut baik, ada yang langsung bisik-bisik, ada yang langsung nosebleed, dan lain-lain.
"Boku wa Lance Stoppersky, tapi bisa dipanggil Ransu! Yoroshiku!" katanya dengan ramah.
"Lance-kun merupakan guru baru yang datang dari Amerika! Jadi kalau dia perlu bantuan, tolong dibantu!"
"Ha'i!" koor seluruh guru (min Ieyasu).
"Oke, itu aja dari gue! Jaa na, minna!" kata Mathias sambil keluar lewat jendela (?).
Eh, tunggu dulu! Jendela?
PRAAAANG!
"WOY! DASAR KAMBING AUTIS! LIAT-LIAT DULU KALAU MAU KELUAR!" koor seluruh guru lama.
"Hoi! Jangan samain gue dengan Elsword si bocah autis itu!" teriak Mathias dari luar ruang guru.
"HUWAAAAAAAAAAAAA!"
'Pasti Køhler-san/Makkun udah dibantai sama Elsword!' batin seluruh ruangan (min Lance) sweatdrop. *salah fandom!*
Randomness Part 2: Saat Lance berjalan di koridor kelas 8...
"Lho, apa ada ini? Saya kan hanya numpang lewat doang!" teriak Lance yang kayaknya lagi panik karena sesuatu.
Kelihatannya dia sedang dikerumuni oleh tiga orang yang terlihat lebih besar dari Lance sendiri. Salah satu dari mereka terlihat mengambil ancang-ancang untuk menonjok bocah berambut merah tersebut.
Di kantin...
"Ternyata dia ramah juga, ya!" gumam Luthfi.
Dissa yang lagi makan bareng Luthfi (yang duduk di sebelahnya), Sho, Mea, dan Girl-chan (yang ketiganya duduk agak jauh dari mereka berdua) langsung menoleh ke arah bocah berkacamata itu.
"Siapa?" tanyanya singkat.
"Guru baru! Katanya dia tuh temannya pak Mathias, lho! "jawab Luthfi SPJ (Singkat-Padat-Jelas).
Tapi, karena otak Dissa pentium-nya seperdelapan (?), dia hanya masang tampang bodohnya. *Narator dihajar Dissa.*
"Ahaha! Gomen, Diskon-chan! Gue lupa kalau otak lu tuh hanya pentium seperdelapan!" jawab Luthfi watados.
BUK! TAK! PRANG!
"Apaan, tuh?" tanya Dissa sambil celingukan.
Dark pun dateng nyamperin mereka berdua.
"Kayaknya ada murid baru yang salah ambil jalan, deh!" kata Dark sambil memberikan isyarat kepada Dissa untuk memeriksanya.
Sebentar! Perasaan Lance itu guru, deh! Kok Dark ngomong 'murid', sih? Ah, mungkin aja karena tu guru umurnya belasan tahun, jadinya dia dianggap murid oleh para murid kelas lain (kecuali kelas 9C yang pertama kali diajarin sama dia).
Dissa pun segera berlari ke koridor kelas 8 diikuti Dark. Luthfi yang ditinggal sendirian itu pun hanya bisa pundung sambil memeluk kaki meja (?).
Kita kembali ke tempat Lance!
BUK! TAK! PRANG!
"Akh!"
Bukannya menghindari tonjokan itu, Lance malah menerima tonjokan itu di perutnya. Dia pun terjatuh dan tak bisa bangkit lagi~ (Cowboy: "Malah nyanyi!" -_-")
"Hehehe!" Ketiga orang itu pun hanya ketawa bengis.
Tapi, tiba-tiba salah satu dari mereka langsung tewas seketika. (Thundy: "SALAAAAAAAAAH! Woy, Girl-chan! Bikin skripnya yang bener dikit, dong?!"/Girl-chan: *nyengir gaje.*) Maksudnya, salah satu dari mereka langsung berhenti tertawa karena merasakan dinginnya besi tajam yang menempel di lehernya.
"Sokomade da!" kata Dark dingin.
Si tukang pukul itu pun langsung tewas seketika karena jantungan. XD
"Ck, lu udah berapa kali makan korban, Darukun!" kata Dissa sambil geleng-geleng kepala melihat bocah naas tersebut.
Dua orang lainnya pun langsung kabur tunggang-langgang melihat Dark yang tiba-tiba Yandere mode on.
"Engghh!" Lance berusaha berdiri dibantu Dissa.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Dark.
Lance hanya mengangguk pelan.
"Hoi, lu udah gila melewati koridor kelas 8?" tegur Dark.
Lance hanya menundukkan kepalanya.
"Ya udah, deh! Kalau lu kagak mau ngomong!" kata Dark sambil mengangkat dagu Lance dan memperhatikan sekeliling.
"Cocok jadi uk- Ugh!"
Belum sempat Dark membisikan sesuatu ke Lance, perutnya sudah menjadi sarang bogem mentah dari tangan Dissa. Dark pun langsung tepar di tempat.
"Sejak kapan lu jadi yaoi, Darukun?" tanya Dissa sambil geleng-geleng kepala.
"Ngapain gue jadi yaoi? Orang gue cewek (?), kok!" jawab Dark watados.
Loading...
Black Screen! (?)
Otak Dissa yang masih bekerja full tapi lemot gara-gara pentium otaknya yang hanya seperdelapan itu pun hanya bisa cengo sambil berusaha mencerna kata-kata Dark.
"Mana buktinya?! Kalau lu cowok, gue pacarin deh! Kalau lu cewek, gue rela deh jadi uke lu!" tantang Dissa (yang dengan baka-nya nantangin Dark).
"Nih!" kata Dark sambil- (Cowboy: "Woy, inget rating!" *ngeluarin Revolver.*)
-skip time-
Di ruang guru...
GREEEK!
"Ah, Ransu-kun!" kata Ieyasu sambil nyamperin Lance.
"Gue denger dari Dissa kalau lu melewati koridor kelas 8, ya?" tanya Mathias.
Lance pun hanya mengangguk.
"Mendingan lu jangan pernah lewat sana lagi, deh! Bahaya!" saran Ieyasu khawatir.
"Ah, terima kasih sarannya!" kata Lance sambil tersenyum kecil sambil duduk di kursinya.
Randomness Part 3: Setelah turnamen gaje Senin siang...
"Sialan tuh si 'Steilsson' sarap!" gerutu Keiji yang masih kesel.
"Iya, nih! Perusak suasana banget! Kalau mau, buat kita semua menang aja apa? Kagak usah pake acara begituan!" timpal Mitsunari yang juga kesal.
Kalau kalian tanya sekarang mereka berada di mana, mereka sedang berada di ruang guru untuk berkumpul sambil ngomel kagak jelas ke si 'Steilsson' tersebut.
"Ah, gaje banget, nih! Udah, ah! Gue mau ngemil dulu, deh!" kata Yukimura sambil ngambil dango kesayangannya dari dalam kulkas.
Sementara yang lainnya pun hanya bisa sweatdrop melihat kelakuan Yukimura.
TOK TOK TOK!
"Siapa?" tanya Motonari dari dalam dengan toa kampung Lost Saga (?). *salah fandom!*
"Et, deh! Bisa kagak buka dulu pintunya baru nanya?!" jawab yang di luar nyolot.
Dengan berat hati, Motonari pun membuka pintunya. Terlihatlah seorang pemuda berambut platinum blonde beriris ungu dengan t-shirt kuning dan celana panjang berwarna coklat.
"Halló allir (Halo, semuanya)!" sapa orang itu.
"Konbawa, BakaSteilsson!" Yang lainnya pun menjawab sapaan si 'Steilsson' dengan dark aura yang sangat gelap.
Si 'Steilsson' hanya bisa merinding gaje melihat dark aura dari seluruh penghuni kuburan. *plak!* Maksudnya, dari seluruh penghuni ruang guru.
"O-oy, santai aja! Panggil aja Emil! Kan gue dateng ke sini buat berkunjung doang!" kata si 'Steilsson' (yang sekarang diketahui bernama Emil) tersebut panik setengah mati sambil mengibaskan tangannya ke depan.
"HAAAA'I, BAKAEMIL!" koor seluruh guru yang mulai nyiapin berbagai macam senjata.
"A-Apa? Tu-Tung- Uagh!"
BUAK! BUK! JDEER! KABOOOM! BZZZZT! GROOAAAAARGH! MEOW! (?) QIU! (?) (Cowboy: "Wah, ada Qiu Bi nyasar!" *salah fandom!*)
-skip time-
"Auch!" rintih Emil kesakitan karena dibantai abis-abisan sama seluruh guru NihoNime Gakuen.
"Lagian, lu gaje banget, sih!" kata Kenshin yang udah hilang kesalnya.
"Haaah! Oke, deh! Gue minta maaf soal yang tadi pagi! Tapi sayangnya, keputusan udah kagak bisa diganggu gu- AAAAAAAAH!"
-skip time-
"Gue hanya mau minta maaf doang kagak boleh! Ya udahlah!" kata Emil yang babak belur sambil berjalan keluar.
"Lu pada kagak kasihan?" tanya Mathias khawatir.
"Kita kan hanya bercanda doang! Ya kan, minna?" tanya Sasuke meyakinkan yang lainnya.
"Err, kayaknya yang tadi agak keterlaluan, deh!" ujar Masamune sweatdrop. (Cowboy: "Tumben! Bukannya biasanya lu sadis?" *di-War Dance.*)
Randomness Part 4: Saat ada pasangan gaje di NNG (NihoNime Gakuen) yang dihukum...
Di kelas 9C, sudah terlihat para murid yang mulai masuk ke kelas itu.
Iro hani hoheto chiri nuru wo, hi no izuru kuni jipangu
Seorang pria berambut coklat yang sedang berada di depan kelas 9C langsung ngambil HP-nya dan melihat siapa yang SMS dia.
Yasu! Hari ini gue 'pinjem' dulu pasangan yaoi di kelas 9C! Nanti jam sebelah siang mereka berdua bakalan balik! Kalau kagak balik, paling mereka lagi ber-'yaoi' ria!
Pria itu menaikkan sebelah alisnya dan melihat ke bagian tempat nama pengirim.
Mathias.
Pria itu pun langsung tertawa gaje. XD
Di taman, terlihatlah seorang cowok idiot berkacamata dan seorang cowok banci (?). *plak!* Mereka sedang menyapu lapangan sekolah karena sebuah insiden gaje.
-Flashback-
Setelah ulangan gaje barusan, beberapa anak pun ngumpul untuk ngobrol bersama.
"Hmm!" Bama terlihat sedang berpikir keras.
"Kenapa lu?" tanya Luthfi yang duduk di belakangnya.
"Bocah merah yang jadi guru barusan! Kayaknya pernah liat, deh!" jawab Bama sambil masang pose mikir.
"Kalau dipikir-pikir, iya juga sih! Kayak orang yang di majalah yang lu-" Luthfi mulai memelankan suaranya.
"Yang ini?" tanya Bama sambil memperlihatkan tasnya dan mengeluarkan satu majalah playgirl (?) dengan gambar pria yang mirip seperti Lance sebagai cover-nya.
"Nah! Yang it-"
Tanpa Luthfi dan Bama sadari, sang ketua guru sedang men-death glare si bocah banci dan bocah idiot berkacamata itu.
"Luthfi-kun, Bama-kun! Ikut bapak ke ruang guru! Bawa tas kalian juga!" tegur Mathias keras.
Bama dan Luthfi pun dengan pasrah membawa tas mereka keluar sambil mengikuti Mathias. Alasan mereka kagak melawan? Karena mereka sudah pernah dihukum kayak gini dengan aura merah yang (menurut mereka) sangat mengerikan dan kapak raksasa milik sang ketua guru jabrik tersebut. Daripada dibantai pria Denmark itu, mereka lebih memilih untuk segera mengaku.
"Dasar duo hentai!" kata Girl-chan sambil geleng-geleng kepala sambil melihat nasib duo hentai yang sekarang sedang digiring ke kantor polisi terdekat (?) untuk digeledah.
Saat digiring keluar kelas, majalah yang tadi terjatuh dari tas Bama. Mathias pun memungut majalah haram tersebut dan melihatnya sebentar.
'Dasar! Ada-ada aja mereka itu!' batin pria jabrik itu sambil menghela nafas.
-Flashback End-
"Ah, pake ketauan lagi!" kata Luthfi lemes.
"Ya, salah lu juga pake terlalu nunduk!" balas Bama kesal.
"HEH! Kan lu tau sendiri mata gue tuh rabun kalau kagak pake kacamata!" balas Luthfi kagak mau kalah. (Cowboy: "Kalau rabun, pake aja Eye Bright!" *plak!*)
"Lagian, lu ngapain sih pake bawa-bawa begituan ke sekolah? Sama si Amel aja lu udah takut, gimana sama pak Mathias?" tanya Luthfi heran.
"Kagak tau, sih! Tadi tiba-tiba aja ada di tas gue!" jawab Bama sambil nyengir kuda laut (?).
Luthfi pun hanya bisa garuk-garuk tanah.
"Lu kalau mau 'kunjungan' ke ruang guru, sendirian aja dong! Kagak usah ngajak-ngajak!" kata Luthfi sambil nyiapin sapu buat duel ala MitsuYasu (?).
"Ooooh, lu mau ngajakin duel nih ceritanya?" tanya Bama sambil nyiapin sapu sebagai pedang kayu dadakan.
"Dancing Samurai, HEAAAAA!" (?)
BRAK! BRUK! DAK! DOK! PLUOK! TOWEWEWEW! GULUK! (?) (Cowboy: "Kenapa ada Tarigu nyasar ke sini, ya?" -_-" *salah fandom!*)
Kita abaikan saja dua bocah yaoi yang sedang ber-'perang' ria tersebut!
-skip time-
Di kelas 9C...
"Kemana sih Bama sama Luthfi?" tanya Amel. (Cowboy: "Cieee, Amel nyariin Bama!" *ditabok.*)
"Selamat siang!" sapa seseorang.
Siapakah yang dateng? Apakah BamaLuthfi? SELAMAT! Anda salah bila menjawab itu BamaLuthfi!
"Siang, pak Ieyasu!" koor yang lain.
"Oh, iya! Bama sama Luthfi di mana ya, pak?" tanya Amel.
"Oh, mereka berdua? Sebentar, sekarang jam-" kata Ieyasu celingukan nyari jam dinding.
"Jam sebelah siang!" balas Girl-chan sambil menunjuk jam dinding di dinding kelas.
"Jam sebelah, ya? Katanya mereka lagi dihukum sama Makkun dan Mak- Err, Mathias bilang kalau jam sebelah mereka belum balik, berarti mereka lagi ber-'yaoi' ria!" jawab Ieyasu watados.
Amel dan Girl-chan pun langsung menyiapkan sapu dan pipa paralon.
Lima menit kemudian...
"Tadaima!" koor Bama dan Luthfi yang udah babak belur.
Tapi yang ada di hadapan mereka sekarang adalah Girl-chan dan Amel yang udah ngeluarin dark aura yang sangat gelap plus pipa paralon/sapu tergenggam erat di tangan mereka.
"Bama/Luthfi!" kata kedua gadis itu sambil mendekati Bama dan Luthfi yang udah babak belur.
BRAK! BRUK! DAK! DOK! PLUOK! TOWEWEWEW! GULUK! (?) QIU! (?) (Cowboy: "Serius, deh! Gimana caranya coba Tarigu dan Qiu Bi bisa nyasar ke sini?" -_-" *salah fandom!*)
-skip time-
"Tidak kusangka! Ternyata Bama yang polos dinodai sama Luthfi!" kata Amel mendramatisir.
Bama dan Luthfi yang udah double babak belur (?) itu pun hanya saling pandang kagak ngerti. Mereka pun mengingat apa yang terjadi di ruang guru.
-Flashback-
Di ruang guru...
"Hah! Tinggal lapangan doang, nih!" kata Luthfi sambil jalan keluar ruang guru.
Bama pun mengikuti Luthfi, tapi berhenti saat dia melihat HP Mathias yang tergeletak begitu saja di atas meja.
"Siapa yang di-SMS sama pak Mathias siang-siang begini, ya?" tanya Bama kepo.
Dia pun melihat isi HP Mathias tanpa izin dari sang ketua guru. Setelah beberapa lama dia membaca SMS tanda bahaya dari HP Mathias, dia pun manggil Luthfi untuk membaca isi SMS-nya. Luthfi pun mulai membaca isinya.
"Ya udah, cepetlah!" kata Luthfi ngajak Bama keluar.
"Semoga aja pak Kambing gila itu kagak nyebar ke mana-mana!" kata Bama ngarep dan segera ke lapangan.
-Flashback End-
"Sialan! Kemana tuh pak Kambing?!" tanya Bama dan Luthfi bersamaan.
Amel dan Girl-chan pun langsung menunjuk Mathias yang (entah sejak kapan) duduk di bangku paling belakang dengan tubuh yang sudah dipenuhi aura merah plus MG (Magic Glove) di tangannya.
"Kenapa? Problem?" tanya Mathias watados sambil melipat tangan kirinya ke belakang dan menaruh tangan kanannya di depan dada.
Bama dan Luthfi pun hanya bisa merinding gaje. Poor you!
Randomness Part 5: Saat ada duel gaje di ruang guru...
Ketika sang guru baru sedang tidak mengajar, Keiji datang menghampirinya.
"Hoi, Stoppersky-kun! Duel!" kata Keiji sambil menaruh satu tumpukan kartu yang berjumlah sekitar empat puluh kartu di atas meja kerja Lance.
"Hooo, oke! Siapa takut?!" balas Lance sambil menaruh kartu miliknya.
"Eh? Ternyata Ransu-san itu duelist, ya?" tanya Kenshin yang mulai menonton Lance dan Keiji.
Lance pun hanya mengangguk pelan sambil mengambil satu kartu.
"Masih pemula!"
-skip time-
"AAARGH! MANA PEMULA, SIH?!" tanya Keiji kesal.
"Lho, kenapa? Gue memang pemula, kan?" tanya Lance santai sambil membereskan kartunya.
"PEMULA APAAN?! LU MENANG TIGA KALI BERTURUT-TURUT DARI GUE, DODOL!" teriak Keiji yang masih kesal.
"Lha, kan gue hanya pakai kartu atribut acak doang!" jawab Lance santai.
"PALA LU PEYANG! SINI GUE LIAT KARTU LU APA AJA!" tantang Keiji.
"Yeee! Kagak percayaan amat, sih!" kata Lance sweatdrop sambil ngasih kartunya.
Keiji pun melihat isi kartunya.
'Anjir! Random banget kartunya!' batin Keiji kaget.
"Udahan, belum?" tanya Lance.
"Kok punya lu aneh banget isinya?" tanya Keiji penasaran.
"Ya, memang kayak begitu! Mau diapain lagi, coba?" jawab Lance.
Keiji pun hanya bisa ber-sweatdrop ria.
Di lain kesempatan, Keiji diajakin duel sama Emil yang kebetulan lagi mengunjungi sobat Kambing-nya (baca: Mathias). *Narator dipenggal Mathias.* Hasilnya, duel itu pun dimenangkan oleh Emil dan Keiji pun langsung pundung.
"Argh! Lagi?!" kata Keiji sambil ngacak-ngacak rambutnya.
"Keiji-dono! Lu terlalu lemah, kali!" kata Yukimura dengan nada sedikit mengejek.
Keiji pun hanya menggembungkan pipinya. Mendengar keributan di sana, Ieyasu yang duduk tidak jauh dari tempat itu pun menutup buku kerjanya sebentar.
"Woi, Keiji! Lu lawan Ransu-kun yang deck-nya acak-acakan begitu aja kalah, gimana lawan deck-nya Steilsson-san?" tanya Ieyasu sambil mengeluarkan satu kartu dari saku celananya, melihatnya sebentar, dan memasukannya kembali ke tempat seharusnya.
Randomness Part 6: Setelah para guru main King of Game...
Para guru NihoNime Gakuen sekarang tengah mengungsi di perpustakaan. Ada yang duduk termenung kayak Masamune, ada yang masih nungging kayak Kenshin, dan ada pula yang ber-Yaoi ria kayak MitsuHanbei. Ada juga yang masih normal kayak Yukimura, Motonari, dan Kojuro. Tapi semuanya berubah saat si banci Shikoku menyerang. *ditimpuk jangkar.*
Kalau dilihat, di dekat pintu ruangan itu, ada seorang pemuda berambut platinum blonde dengan seekor Puffin di atas kepalanya, seorang pemuda berambut platinum blonde yang membawa seekor anjing, dan seorang pria berambut pirang dengan salib kecil di poni kirinya. Mereka bertiga pun langsung sweatdrop saat melihat kondisi para guru setelah 'King of Games: The Aftermath'. *plak!*
"Ah, tak fordi du kom (terima kasih kalian mau datang)!" kata sang ketua guru, Mathias Køhler.
"Errr, Ta-san! Apa yang kau lakukan pada mereka? Apakah mereka diperkaos (?)?" tanya pemuda yang membawa anjing barusan. Tino Väinämöinën, sang personifikasi Finland.
Pemuda platinum blonde dengan Puffin dan pria berambut pirang bersalib itu pun hanya bisa ber-facepalm ria mendengar jawaban 'cemerlang' dari Tino.
"Kagak kok, Suomi! Tadi mereka hanya bermain King of Games, itu saja!" jawab Mathias watados.
Pemuda berambut platinum blonde yang satunya itu pun menatap Tino dengan tatapan 'Permainan-apaan-tuh-?' yang dibalas dengan tatapan 'Kau-kagak-bakalan-tau-itu-sekarang-!' oleh Tino.
"Yang benar saja, Anko!" kata Lukas, pria berambut pirang bersalib tadi, sambil memasang muka 'you-don't-say-?' saat melihat kondisi para guru yang udah kayak penghuni BasaraCemetery (?). *dibantai bersama.*
"Lalu, dia kenapa?" tanya pemuda berambut platinum blonde yang satunya itu, atau lebih akrab disapa Emil , sambil menunjuk seorang pria berkerudung (?) dengan posisi yang sangat tidak enak dilihat oleh mata dan beberapa duri landak menancap di bagian belakangnya. *Narator dibekuin Kenshin.*
"Ah, dia? Tadi dia menduduki landak lewat!" jawab Mathias watados (lagi).
Lukas dan Emil pun hanya bisa sweatdrop melihat kondisi Kenshin dan mendengar penjelasan Mathias yang (sangat) tidak logis dan tidak membantu sama sekali, sementara Tino hanya mendatangi pria naas tersebut sambil mengambil tang karatan yang entah dapat dari mana. Tanpa peringatan dari Tino, Kenshin pun langsung di-'operasi' saat itu juga dengan cara yang (sumpah) sangat kasar banget.
TUING! (?)
WADAOW!
Dan siklus 'cabut-teriak-cabut-teriak' pun berlangsung selama kurang lebih lima jam. XD
"Haaah! Memangnya harus aku, ya?" tanya Tino sambil menghampiri kembali Emil, Lukas, dan Mathias yang mematung sambil memandangi Kenshin yang sekarang pingsan dengan gaya yang sangat tidak elit.
"Kenshin-sama! Huwaaaaa!" Sepeninggal Tino dari sesi operasi (?), Kasuga (yang entah sejak kapan dateng ke perpustakaan) pun langsung menangis meraung-raung karena ditinggal mati sama pacar merangkap tuannya tercintanya. *Narator dibekuin Kenshin lagi.* (Kenshin: "WOI! GUE BELUM MATI, NARATOR GILA!")
"Errr, Suomi! Apakah harus sampai separah itu caranya?" tanya Emil jawdrop.
"Kagak juga, sih! Hehehe!" jawab Tino sambil nyengir kuda laut (?).
Lukas pun langsung ber-sweatdrop ria lagi.
Randomness Part 7: Sebelum kejadian 'Hantu Jabrik'...
Para guru sekarang sedang berada di depan ruang guru.
"Eh, si Yasu mana, ya? Kok kagak keliatan, ya?" tanya Mitsunari.
"Oh iya, ya! Dari tadi belum keliatan! Padahal kuncinya sama dia, kan?" jawab Keiji.
Hening...
"Nani?" tanya Motonari dengan muka 'yang-bener-lu-?' yang dibalas dengan tatapan 'beneran-deh-suwer-!' dari Keiji yang kembali dibalas dengan tatapan 'ciyus-?-miapah-?' yang hanya dibalas dengan 'jangan-mulai-alay-deh-!'.
"Yah! Kagak bisa masuk, dong!" kata Yukimura kecewa.
Hening...
Satu, dua, ti-
"DOBRAAAAK!" Para guru pun langsung menabrakkan diri mereka sendiri ke pintu ruang guru.
Ieyasu yang baru kembali sambil mengunyah sebuah takoyaki pun hanya bisa jawdrop sampai takoyaki-nya tumpah gara-gara kecerobohannya sendiri. (Cowboy: "Iuuuuuuh!" *digiles Tadakatsu.*)
"WOOOOOOOY! Lu pada ngapain, sih?! Sini gue buka pintunya!" teriak Ieyasu sambil membuka kunci pintu ruang guru.
CKLEK CKLEK!
"He?" Ieyasu pun langsung memiringkan kepalanya sejenak.
"Kenapa, Yasu?" tanya Motochika.
"Kunci yang satu lagi ada di dalam! Jadi, kagak bisa dibuka dari sini!" jawab Ieyasu santai.
Hening...
BUGH! BUGH! BUGH! BUGH! BUGH! BUGH! BUGH! BUGH!
"WOY! BUKA PINTUNYA! SIAPAPUN YANG DI DALAM! SOMEONE! BUKA DONG! HOOOOOI! KAU DENGAR APA YANG AKU TERIAKKAN?! TOLONGLAAAAAAAAAH! YANG LAINNYA KASIHAN! BELUM PADA MAKAN (?)!" kata Ieyasu sambil menggedor-gedor pintu dengan kedua tangannya secepat kilat (?) dan berteriak sebisanya.
Yang lainnya pun hanya bisa sweatdrop di tempat melihat kekonyolan Ieyasu.
"Dia sangat OOC, ya?" bisik Kenshin ke Sasuke yang dibalas dengan anggukan oleh yang bersangkutan.
"Iya, iya! Gue bu-"
BUK! BUK! BUK! BUK! JDUAGH!
Pria berambut pirang jabrik yang membuka pintu dari dalam itu pun langsung bernasib naas karena mental oleh pukulan telak yang membabi-buta dari seorang Mikawa-hime. *Narator digiles Tadakatsu bolak-balik.*
Sedangkan Ieyasu yang merasakan sesuatu menghilang dari gedorannya pun berhenti sesaat dan mendapati pintu ruang guru yang sudah dibuka dan seorang pria berambut pirang jabrik yang tersungkur di pojok ruangan dengan wajah yang mengenaskan.
"Eh?" Ieyasu pun hanya memasang tampang bingung.
Kalian mau tau reaksi Ieyasu saat melihat kejadian barusan?
"YEEEY! TERNYATA GUE PUNYA KEKUATAN SUPER! YEEEY!" teriak Ieyasu sambil meloncat kegirangan.
Yang lainnya pun malah tambah sweatdrop melihatnya.
'Si Yasu lagi gila, but he is very handsome!' pikir seseorang.
Tidak perlu dikasih tau siapa yang berpikiran di atas. Sudah jelas, dia adalah sang naga bermata satu yang mesum. *di-War Dance.*
Randomness Part 8: Setelah pengejaran sang dukun elang (?)...
Para murid yang ikut pengejaran sang dukun pun terpaksa menumpang di ruang guru. Alhasil, sekarang mereka sedang mengganggur kagak jelas.
Eh? Apa perasaan gue aja, atau murid NihoNime Gakuen yang berada di ruang guru itu sedang bermalas-malasan? Biasanya dalam keadaan normal, mereka semua akan mencari ribut. Baik dengan sesama murid, para guru, sampai barang-barang kagak berdosa kayak lemari, meja, kursi, tembok (?), tiang (?), bahkan sampai sepatu (?) pun diajak ribut.
Tapi jika dilihat lebih dekat, terlihatlah bahwa Girl-chan sedang memonopoli sebuah televisi di ruangan Mathias sambil menggambar sesuatu di buku gambarnya.
"Kagak ada hiburan lain, ya?" tanya Dark sambil menguap.
"Ya, adanya hanya itu doang!" jawab Luhfi sambil menunjuk sebuah televisi layar lebar yang hanya dipakai Girl-chan untuk menggambar.
Dark pun hanya sweatdrop mendengar jawaban Luthfi.
"Kagak usah bilang kalau begitu, dodol!" balas Dark sambil menghela nafas.
"Terus, ngapain dia dari tadi nonton K*m*ch*m* K*r*n?" tanya Hanny.
"Dia memang agak- Ekhem! 'You know what I mean'?" jawab Dissa sambil merendahkan suaranya saat mengatakan kalimat terakhir.
"Ooh! MKKB, ya?" tanya Hanny sambil teriak-teriak.
"Sssst! Gila lu! Ngomongnya jangan kenceng-kenceng juga, kali!" balas Dissa dan Mea setengah berteriak.
"Lu bilang gue apa tadi?" tanya Girl-chan sambil memutar lehernya 180 derajat (?).
"H-h-h-h-h-h-ha-" Dissa, Mea, dan Hanny pun langsung berpelukan satu sama lain sambil menunjuk Girl-chan dengan nistanya.
Yang lainnya pun langsung melihat ketiga orang sarap itu dan menengok ke arah Girl-chan (yang posisi mukanya sekarang berada di belakang). Dan yang terjadi adalah...
"HANTUUUUUUUUU!"
-skip time-
"Ah, lu mah nakut-nakutin aja, deh!" kata Sho sambil menyeruput minumannya.
"Oh, iya! Lu tadi lagi ngapain, sih?" tanya Dissa back-to-the-topic.
"Yah, hanya menggambar doang! Memangnya kagak boleh?" jawab Girl-chan sambil bertanya balik.
"Gambar sih boleh! Tapi jangan sampai monopoli TV juga, dong!" balas Runa berteriak.
"Memang lu gambar apaan, sampe harus mantengin K*m*ch*m* K*r*n segala?" Kini giliran si Kegelapan (?) yang bertanya. (Dark: "Lho? Kok 'Kegelapan', sih?"/Thundy: "Kan nama lu 'Dark', artinya tuh 'Kegelapan'!" XD/Dark: *nabok Thundy.*)
"Kalau itu, gue lagi gambar sabitnya dewi (?) Ares!" jawab Girl-chan sambil menunjukkan sebuah sketsa sabit seperti yang dipakai dewa Ares di K*m*ch*m* K*r*n.
Yang lainnya pun hanya bisa sweatdrop mendengar jawaban Girl-chan.
'Setau gue adanya tuh dewa Ares, deh! Bukan dewi Ares!' batin mereka sweatdrop.
"Whoa, jadi kayak gini gambarnya ****-san?" tanya Kojuro yang muncul tiba-tiba sambil melihat gambar Girl-chan.
"Keren juga gambar kamu!" kata Keiji memuji gambar Girl-chan.
Girl-chan pun hanya memasang cengiran ala kambing (?). *Narator dibalang pipa.*
Randomness Part 9: Saat para murid sedang mengisi waktu di kantin sebelum permainan King of Game...
Kita lihat kumpulan anak-anak nista bin gaje binti sarap yang sedang berada di kantin. *dibantai bersama.*
"UNO The game! Huahaha! Menang lagi!" kata Dark sambil joget Cesar.
"Iya, gue tau lu menang! Tapi kagak usah begitu juga, dong!" balas Hanny.
Sepertinya dia punya phobia terhadap Cesar! *Narator digampar Hanny.*
"Udahlah, kagak usah ditanggepin!" kata Girl-chan sambil memilih kartu yang akan dikeluarkannya.
"UNO!"
PRANG!
Ternyata teriakan Girl-chan dengan gelombang berkekuatan 6969696969,8080808080 UltraHertz (?) itu pun sukses memecahkan seluruh kaca di NihoNime Gakuen.
Di ruangan Mathias...
PRANG!
"Itu suara siapa, sih?!" gerutu Mathias kesal saat melihat gelas bir di lemarinya pecah berkeping-keping.
Kita kembali ke murid-murid NihoNime Gakuen yang sarapnya selangit. *dihajar bersama.*
Permainan UNO yang dilakukan oleh delapan orang itu pun kini hanya menyisakan sepasang anak cewek yang saling bertarung demi tercapainya semua cita-citanya (?). *lebay!*
"UNO!" teriak keduanya bersamaan saat salah satu dari mereka meletakkan kartunya.
"GUE DULUAN YANG BILANG!"
"GUE!"
"GUE!"
"GUE!"
Sepertinya mereka berdua kagak mau mengalah. Mau tau siapa sepasang cewek yang harus bertarung ini?
"Udahlah, Mea-chan! Mendingan lu ikhlasin aja kartunya!" kata Sho.
Mea pun hanya menggembungkan pipinya karena sebal.
"Oke, berarti sekarang giliran gue, kan?" kata Mea sambil mengangkat salah satu dari satu (?) kartunya.
"U-"
"Minna, mari kita main!" kata Ieyasu yang sukses menghentikan permainan mereka. (Cowboy: "Untuk kejadian selanjutnya, silakan lihat Chapter 'What The King of Game?!'!" *plak!*)
Randomness Part 10: Seminggu setelah kejadian 'Gambar Pembawa Petaka' di ruang guru...
Para guru (plus Lukas dan Emil yang lagi berkunjung) sedang berada di ruang guru untuk melakukan aktivitas masing-masing.
"Eh, Anko! Lu lagi nggambar apa?" tanya Lukas yang tiba-tiba nongol di belakang Mathias yang sibuk menggambar.
"Itu tuh, lagi menggambar artwork buat dipajang di D**i***rt! Kan gambar-gambar Køhler-san ada yang dipajang di situ!" balas Toshiie yang juga ikutan nyelonong.
"He? Tau darimana lu?" tanya Mathias panik.
"Ya, darimana kek yang enak! Gue kan pecinta Fanart!" jawab Toshiie santai.
Mathias pun hanya menghela nafas lega.
'Untung dia kagak tau yang 'itu'!' batin Mathias lega.
"Oh iya, gambar yang gue suka tuh bagian 'Seychelles' ciuman sama 'Netherlands'!" kata Toshiie sambil tersenyum jahil.
Mathias pun langsung blushing.
"Ho-hoi! Jangan ngomong kenceng-kenceng, apa?!" kata Mathias malu.
"Heehee! Apa perlu gue jadi dukun cinta lu?" tanya Toshiie jahil.
Mathias malah semakin blushing.
"Aaaakh! Udah napa! Hush! Hush!" kata Mathias sambil mengusir pria berambut coklat setengah telanjang (?) tersebut. *Narator dibantai Toshiie.*
Tapi, si Toshiie malah kagak pergi juga.
"Hmmm, apa perlu gue kasih tau anak itu aja, ya?" tanya Toshiie sambil menggoda Mathias.
Pria jabrik itu pun langsung ngamuk di tempat.
"Lu mau nyari mati, ya?!" teriak Mathias sambil ngejar-ngejar Toshiie.
"Yameno, Toshiie!" perintah Ieyasu yang entah sejak kapan berada di depan pintu.
Toshiie dan Mathias pun langsung berhenti di tempat.
"Yoshi/Okay (Baiklah)!" kata keduanya bersamaan.
Sementara itu...
"Lu mau nyari mati, ya?!"
"Siapa, tuh? Pak Mathias?" tanya Girl-chan. (Thundy: "Ecieh! Ternyata mereka nyambung!" XD *digantung di pohon kelapa (?).*)
"Mungkin! Kayaknya dia lagi ribut sama pak Toshiie, deh!" jawab Fahira sambil membuka sebungkus keripik balado.
"Mau?" tanya Fahira sambil nyodorin keripik yang tadi dibukanya.
Girl-chan hanya menggeleng dan pergi keluar kelas.
To Be Continue...
Review! :D
