Balas Review! :D

Sakazaki-Rikou: Serem amat, deh! Oke, deh! Terima kasih Review-nya! :D

Happy Reading! :D


Chapter 15: Telepon Iseng ala Para Guru dan Ketua Guru yang Mengamuk


Sekarang para guru sedang nganggur kagak jelas setelah ngajar. Kayaknya mereka kagak punya sesuatu yang bisa mengisi waktu luang.

"Eh, semuanya! Mau ngerjain orang, kagak?" tanya Yukimura.

"Boleh, tuh!" koor semua guru (min Ieyasu, Kenshin, Lance, dan Mathias).

"Gue kagak mau! Takutnya kenapa-napa!" tolak Ieyasu.

"Idem!" balas Kenshin dan Lance bersamaan.

Sementara Mathias sibuk dengerin lagu dari headset.

"Køhler-san mau ikutan?" tanya Kojuro kepada Mathias.

Sayangnya, dia malah dikacangin sang ketua guru yang keasikan dengerin lagu. Alhasil, Kojuro pun langsung menarik kabel headset dari telinga Mathias.

"Adaow! Apaan, sih?" tanya pria jabrik itu kesal.

"Mau ikutan ngerjain orang, kagak?" tanya Kojuro TTP (To The Point).

"Nej, tak (Tidak, terima kasih)! Gue lagi mau ngurusin proposal (baca: tugas negara) dulu!" jawab Mathias sambil pergi membawa tumpukan kertas ke ruangannya.

"Yah, kagak seru deh kalau kagak ada Køhler-san!" kata Kojuro kecewa. "Eh, iya! Memangnya kita ngerjain orangnya pake apa?"

"Pake telepon!" jawab Keiji sambil mengeluarkan HP-nya. "Siapa yang mau nyoba duluan?"

Motochika pun langsung nyamber HP Keiji dan mengetik sebuah nomor.

"Halo, ini M*cD*n*ld! Ada yang bisa dibantu?" tanya orang di seberang sana (?).

"Saya pesan burger segunung dan soda sekolam!" kata Motochika.

Tuuuut! Tuuuuuuuuuuut!

"HUAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!"

Gelak tawa pun langsung terdengar di seluruh ruang guru.

"Gue mau nyoba, dong!" kata Masamune.

Si banci Shikoku pun langsung ngasih HP-nya ke Masamune. *Narator ditimpuk jangkar.* Masamune pun langsung mengetik sebuah nomor.

"Di sini K*C! Ada yang bisa dibantu?" tanya seorang gadis.

"Congratulation! Anda mendapatkan 300 triliyun Yen, tapi bohong!" kata Masamune.

Tuuuuuuuut! Tuuuuuuuuuuuuuut!

"HAHAHAHAHAHAHAHAHA!"

Gelak tawa pun kembali terdengar di ruang guru.

"Yah! Pulsa gue habis, nih!" kata Keiji kecewa saat mengecek pulsa di HP-nya.

"Pake punya gue aja, tapi gue duluan ya!" ujar Motonari sambil mengetik sebuah nomor di HP-nya.

"Halo, disini H*kB*n! Ada yang bisa dibantu?" tanya seorang pria di seberang sana.

"Permisi! Boleh digombalin, kagak?" tanya Motonari dengan suara yang dibikin semirip mungkin dengan cewek.

"Boleh!"

"Bapak kamu pilot pesawat, ya?"

"Kok tau, sih?"

"Soalnya aku denger pesawatnya abis jatuh ke selokan, tuh!"

Tuuuuuuuuuuut! Tuuuuuuuuuuuuuuuuuut!

"GYAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!"

Gelak tawa para guru pun semakin keras terdengar di ruangan tersebut.

"Cakep banget, tuh!" puji Hanbei.

"Gue mau, dong!" kata Mitsunari.

Pria langsing (?) itu pun memberikan HP-nya kepada si poni pensil (?) tersebut. *dibalang Ring Blade.* *ditebas Mitsunari.*

"D's'ni 'Nord'c Fiv' Flow'r Shop!" kata seseorang dengan suara terbata-bata.

'Gue kayak kenal tu suara!' batin Lance yang mendengar dari jauh.

"Apakah ada bunga bangkai (?)? Soalnya teman Kambing (?) kami baru aja tewas kelindes robot raksasa (?)!" balas Mitsunari.

Tuuuuuuuuuut! Tuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut!

Entah kenapa, tidak terdengar tawa dari ruangan ababil (?) tersebut. Yang terasa hanyalah aura merah mengerikan yang keluar dari tubuh seorang pria berambut pirang jabrik yang menyebar ke seluruh sekolah (?).


Di lapangan...

"Itu aura siapa, coba?" tanya Dissa yang lagi main dogdeball bareng kawan-kawannya saat merasakan aura mengerikan tersebut.

"Auranya pak Mathias kali!" jawab Mea watados.

"Kalau dia lagi ngeluarin aura kayak gitu, berarti para guru bakalan dapet masalah!" ujar Girl-chan datar.

Seluruh anak pun langsung menoleh ke arah gadis pigtail tersebut.

"Lu tau darimana?" tanya Dark penasaran.

"Soalnya, dia kayak punya fetish yang aneh gitu!" jawab gadis itu.

"WOY, GIRL-CHAN! MEMANGNYA KAMU PIKIR BAPAK KAGAK DENGER KAMU NGOMONG APA?!" pekik Mathias dari alam sana (?).

Seluruh anak di lapangan pun langsung kaget mendengarnya.

'Bujug, dah! Tu guru telinganya parabola (?) kali, ya?' batin mereka semua cengo.


Di ruang guru...

"Sumpah! Girl-chan tuh mulutnya ember banget!" gerutu Mathias setelah membentak Girl-chan entah gimana caranya (?).

"Eh? Memangnya tadi dia ngomong apa, Makkun?" tanya Ieyasu heran.

Pria jabrik itu hanya menggeleng dan menengok ke arah segumpal (?) makhluk yang lagi mojok di ujung ruangan. Aura merah pun kembali menyelimuti tubuhnya.

"Træk tilbage disse ord eller jeg vil halshugge dig én efter én (Tarik kembali kata-kata tadi atau aku akan memenggal kepala kalian satu per satu)!" ancam Mathias dengan aura merah yang besar plus kapak di tangannya.

Seluruh makhluk di pojokan pun langsung saling berpelukan dengan panik.

'Yah, untungnya gue kagak ikut-ikutan tadi!' batin Ieyasu, Kenshin, dan Lance sweatdrop.


Di suatu tempat...

Seorang pria berkacamata berambut pirang sedang sibuk mengurus toko bunganya saat dia merasakan sesuatu bergetar di saku celananya.

"Hmm?" gumamnya sambil mengecek HP-nya dan membaca pesan yang masuk.

Yo, Sverige! Gue mewakili temen-temen gue buat minta maaf gara-gara yang tadi siang! Mereka semua memang iseng banget! Yang penting, gue masih hidup dan bakalan pulang malam ini! Venligst forberede øl, ja (Tolong siapkan bir, ya)! Kirim salam buat Norge, ya!

Pria itu hanya mengerutkan keningnya dan membaca nama pengirim SMS tersebut.

Mathias a.k.a Denmark.

Pria itu pun langsung tertawa gaje (?).


Malamnya...

"Errr, Su-san! Bir itu buat siapa?" tanya seorang pemuda berambut platinum blonde bermata ungu saat melihat pria tadi menaruh beberapa gelas bir di atas meja.

"Bu't si D'nmark! Kat'nya d'a m'u pul'ng!" jawab pria itu datar.

"Ta-san? Bukannya dia-"

Perkataannya terpotong saat pria berkacamata barusan memberikan HP-nya.

"B'ca d'lu, b'ru k'u m'ng'rti!" katanya SPKJ (Singkat-Padat-Kurang Jelas). *plak!*

Pemuda itu pun membaca SMS yang dimaksud pria tadi dan langsung tertawa garing.

"Ahaha! Ada-ada aja, ya!" kata pemuda platinum blonde tersebut.


Sementara itu...

"Aku pu- Eh? Ada apa, Norge? Kok lu natap gue kayak gitu?" tanya Mathias heran saat membuka pintu.

Di hadapannya, terdapat seorang pria berambut pirang bermata biru gelap dengan salib kecil di poni kirinya dan baju pelaut biru tua. Di tangan kanannya, terdapat sebuah buku sihir yang sepertinya akan dipakai untuk mengutuk pria jabrik di depannya.

"Diem aja lu, hantu Anko Uzai (?)! ABRAKADABRA!"

"Eh, apa yang- HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

POOF! DUAR! DAK! DOK! GUBRAK! BRAK! PLAK! TOWEWEWEWEW! MEONG! (?) MBEEK! (?) PASTAAAAAAAAAAAA~ (?) (Cowboy: "Wah, ada Italy nyasar!" *salah fandom!*)


-skip time-


"Lu kenapa sih, Norge? Kalau ada orang pulang sambut kek, ini malah diserang!" gerutu Mathias setelah menjadi korban serangan pria bersalib barusan.

"Kayak lu bukan hantu aja!" balas seorang pemuda berambut platinum blonde bermata ungu dengan seekor Puffin bertengger di pundaknya.

"Eh? Hantu? Sve mana? Gue mau ngo-" Mathias yang berniat ke dapur langsung dihalangi oleh pemuda platinum blonde barusan yang memegang pistol plus aura biru (?) mengerikan di tubuhnya.

"LANGKAHI MAYATKU DULU, HANTU DANMARK!"

"GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" pekik Mathias sambil kabur keliling ruangan.

DUAR! DOR! GUBRAK! BRAK! GEDUBRAK! PRANG! TOWEWEWEW! GUK GUK! (?) CIAP CIAP! (?) CHIGIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII~ (?) (Cowboy: "Kenapa ada Romano nyasar di sini?" -_-" *salah fandom!*)


-skip time-


"Bahkah Emil sampai ikut-ikutan! Gue males banget jelasin kalau gue bukan hantu! Mending gue balik ke sekolah aja, dah!" gerutu Mathias kesal sambil berjalan keluar.

"Ahaha! Maaf, Ta-san! Kami kagak tau hal itu, lho!" kata pemuda platinum blonde yang muncul dari dapur sambil membawa segelas bir.

Pria jabrik itu langsung menengok dan hanya menghela nafas kecil sambil mengambil bir itu dari tangan pemuda di depannya.

"Terus, SMS di HP Sve itu kalian kagak baca, ya?" tanya Mathias lesu sambil berjalan ke kamarnya.

Kedua cowok yang menyerang Mathias barusan langsung ber-'heh' ria dan segera nyamperin pria pirang berkacamata yang sedang memainkan HP-nya.

"SVE! PINJEM HP LU, DONG!" teriak keduanya sambil nyamber pria berkacamata tersebut.

BRAK! GUBRAK! GEDUBRAK! PLAK! DAK! DOK! DUAK! TOWEWEWEW! CIT CIT CIT! (?) GROAAAAAR (?) KESESESESESESE~ (?) (Cowboy: "Et, deh! Bahkan Prussia sampe nyasar ke sini?" *salah fandom!*)


-skip time-


Sekarang pria berkacamata itu pun udah babak belur diserbu kedua bocah (?) gila tersebut. *ditabok yang bersangkutan.* *dipatuk Puffin.* *diinjek troll.*

Kedua bocah yang membaca SMS di HP pria tadi pun langsung shock setelah membacanya.

"HEAAAAAAAAAAAT!"

BRAK! PRANG!

Keempat pria yang berada di ruang tengah pun langsung ke kamar Mathias dan mendapati pria jabrik itu tengah menghancurkan kamar dengan kapaknya.

"ANKO UZAI/TA-SAN! JANGAN NGAMUK DI SINI, BEGO/DONG!" pekik pria bersalib dan pemuda platinum blonde tersebut.

"Ap' kit' p'rlu pangg'l 'd'a'?" tanya pria berkacamata itu.

Mendengar kata 'dia', pemuda platinum blonde yang satunya lagi pun langsung nyamber HP-nya dan mengetik sebuah nomor.


Di rumah Girl-chan...

"Five of Heart!" kata Hanny sambil menaruh sebuah kartu tertutup di atas meja.

Rupanya, Girl-chan dan kawan-kawan sedang main 'Game of Doubt'.

KRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING!

Tiba-tiba, telepon di rumah Girl-chan berbunyi dan gadis itu pun langsung mengangkatnya.

"Halo? Iya! Kenapa? APA LU BILANG, EMIL?! MATHIAS NGAMUK?!" pekik Girl-chan panik.

Teman-temannya yang lagi main pun langsung kaget mendengar teriakan gadis itu.

"Oh, oke! Gue bakalan ke sana!" kata Girl-chan sambil menutup telepon itu.

"Yang bener aja pak Mathias ngamuk di rumahnya?" tanya Luthfi sambil mengangkat sebelah alisnya.

"Makanya itu gue heran! Kita ke rumahnya, yuk!" ajak gadis itu sambil berjalan keluar.

Dissa, Mea, Dark, dan Hanny pun segera mengikuti Girl-chan, sementara Luthfi, Runa, dan Sho hanya terdiam saja melihatnya.

"Errr, kita ngapain sambil nungguin mereka?" tanya Runa.

"Bagaimana kalau nonton episode terbaru 'Basara Judge End'?" tawar Sho sambil ngeluarin laptop-nya.

"Gue mah mau main 'Get Rich' aja!" tolak Luthfi sambil ngeluarin HP-nya.

Ketiga bocah sarap itu pun melakukan kegiatan masing-masing.


Di rumah Nordic Five...

"Memangnya dia kenapa, Emil?" tanya Girl-chan saat pemuda platinum blonde yang meneleponnya berada di luar rumah.

"Kenapa kau tidak tanya Svi saja?" jawab Emil sambil menunjuk pria berkacamata di sebelahnya.

Sepertinya rumus untuk membuat seorang Emil adalah 10 % gunung es (?), 10 % Puffin (?), 10 % licorice (?), 10 % sarden (?), 20 % Elsword (?), 20 % Lass (?), dan 20 % Kazune (?). *dipatuk Puffin.* *ditebas Elsword.* *ditebas Lass.* *ditabok Kazune.* *salah fandom!*

"K'nap' k'u t'dak b'ca aj' in'?" tanya Berwald sambil menyerahkan HP-nya kepada gadis itu.

Rumus untuk membuat seorang Berwald: 50 % sustromming (?), 30 % Raven (?), dan 20 % Rufus (?). *ditabok Berwald.* *ditebas Raven.* *ditembak Rufus.* *salah fandom lagi!*

Girl-chan dan keempat temannya pun membaca SMS yang dimaksud Berwald dan langsung menahan tawa mereka.

"Oh iya, Tino! Kalian kagak bisa menghentikannya?" tanya Hanny kepada pemuda platinum blonde yang satunya lagi.

"Ei voi olla (Tidak bisa)!" jawab Tino sambil menggeleng. "Sepertinya dia sedang depresi karena kejadian 'itu'!"

"Kejadian 'itu'?" tanya kelima anak itu heran.

"Lukas! Apa gara-gara gambar atau yang tadi siang?" tanya Girl-chan penasaran kepada pria bersalib di depannya.

Rumus untuk membuat sang Author: 10 % kucing (?), 20 % coklat (?), 30 % Turkey (?), dan 40 % Rena (?). *dibalang pipa.* *ditabok Sadiq.* *ditendang Rena.* *salah fandom terus!*

"Mungkin keduanya!" jawab Lukas datar.

Rumus untuk Lukas: 10 % troll (?), 10 % sihir (?), 10 % Eve (?), 10 % Mari (?), 10 % Hong Kong (?), 10 % Fuuma (?), 10 % Liling (?), 10 % Japan (?), 10 % salju (?), dan 10% Dio (?). *dikejar-kejar troll.* *digampar Eve.* *digeplak buku.* *ditabok Kaoru.* *ditebas Fuuma.* *ditimpuk pensil.* *ditebas Kiku.* *dicakar Dio.* *keseringan salah fandom!*

"HOI, KALIAN! NASIB PAK KAMBING GIMANA, NIH?!" pekik Dissa stress.

Rumus membuat Dissa: 90 % Motochika (?) dan 10 % Musket (?). *ditimpuk jangkar.* *digampar Musket.* (Mukset: "Ngapain gue dimasukin, dayo?!" *tembak Thundy di tempat.*/Thundy: *tepar.*)

Emil, Tino, Hanny, Mea, dan Dark pun langsung sweatdrop mendengar teriakan Dissa. Entah karena terlalu OOT atau mereka sempat mendengar kata 'Kambing' di dalam kalimat anak itu.

"Benar juga, ya!" kata Tino sambil facepalm.

Rumus Tino: 30 % Santa Claus (?), 30 % Chung (?), 30 % kucing Author (?), dan 10 % Len (?). *dilindes kereta Santa.* *di-Gigantic Impact.* *dicakar Jelly.* *digiles Len.* *selalu salah fandom!*

"Mau masuk sekarang?" tanya The Miss Eaa (?). (Mea: "Lho? Kok 'The Miss Eaa', sih?"/Thundy: "Karena lu tuh suka ngomong 'eaaa', makanya tu julukan pantes buat lu!"/Mea: "Oh!" -O-/Thundy: *sweatdrop.*)

Ketika mereka mau masuk, sebuah kapak melayang ke arah mereka. Untungnya, mereka langsung menunduk saat melihat kapak tersebut dan kapak itu langsung melesat keluar rumah.

"KALIAN BELUM PUAS, HAH?!" pekik pria jabrik di depan mereka.

Entah kenapa, kelima anak itu malah cengo plus sweatdrop melihat kelakuan Mathias yang kayaknya lagi ngamuk mode on.

'Bujug, dah! Sedepresi itukah pak Mathias sampe harus ngancurin rumah?' batin kelimanya.

Girl-chan dengan nekatnya mendekati pria jabrik itu dan...

Chu~

Teman-temannya Girl-chan dan Mathias pun langsung shock melihatnya, karena...

TERNYATA GADIS ITU NYIUM TU KAMBING TEPAT DI BIBIR! APA YANG TERJADI DENGAN OTAK GIRL-CHAN, YA?! KEBENTUR TIANG, KAH?! *plak!* *caps jebol.* *dibalang pipa.*

"G-Girl-chan! Yang tadi itu apa maksudnya?!" tanya Mathias panik sambil blushing parah.

"Jangan ngamuk, Mathy! Lagian, itu balasan buat kencan kemarin!" balas gadis itu santai.

'Set! Mereka udah kencan?!' batin keempat teman Mathias yang cengo mendengarnya.

"Ya udahlah! Tugas gue udah selesai, kan? Gue mau pulang!" kata Girl-chan sambil berjalan pergi.

Keempat temannya pun mengikuti gadis itu dengan rahang yang mengangga hebat karena kejadian barusan. Sementara Nordic Five, mereka hanya diam saja. Terutama Mathias yang nyaris pingsan karena dicium tepat di bibir barusan.


Keesokan harinya...

"Semoga yang kemaren membantu!" kata Girl-chan sambil berjalan keluar rumah dengan baju lengan pendek putih dan celana training biru.

Sekarang, Girl-chan dan kawan-kawan berniat main Dodgeball di lapangan NihoNime Gakuen. Gadis itu berjalan ke sekolah dengan santai sambil mendengar lagu 'Let's Boil a Hot Water' lewat headset-nya. Dia pun bernyanyi dengan nada ceria.

("Nee, ore no kimochi...kiite kureru?
Ore, suggoku...suggoku suki nanda...
pasuta ga!")

Ore wa pasuta ga daisuki sa!
Iwarenakutatte wakarutte?
Demo ne nandomo iitainda
Datte hontou ni suki dakara

Kono sekai wa totteoki no
Kona to mizu de dekite iru!

Bon'yari sora wo nagametara
pokkari ukabu makaroni
Yukkuri ajiwau shiawase,
saa o-yu wo hito wakashi shiyou!

"Chotto tsukaretara sa, karuku pasuta demo tabete nonbiri shiyou yo~"

Ore no genki no minamoto
Dyuramu semorina hyaku paasento
Iyana koto atte mo, ki ni shinai
Asu e no pawaa ni-hyaku paasento

Tomato bako no yousei wa
("Yaa! Boku wa tomato bako no yousei da yo!")
Naki no soosu ni henshin da

Haretara ai ni ikou,
omoi ga kasanaru rabiori
Kimi no egao ga mitai kara,
saa o-yu wo hito wakashi shiyou!

Futari de sora wo nagametara,
yozora ni kagayaku suterriine
Manten no hoshi ni kakomarete,
saa o-yu wo hito wakashi shiyou!

Pasuta, pasuta, pasuta, pasuta, pasuta
Pasuta, pasuta, pasuta, pasuta, pasuta
Pasuta, pasuta, pasuta, pasuta, pasuta... iyei!

Di seberang jalan, terlihat seorang pria jabrik yang mendengar nyanyian barusan. Dengan senyum kecil, dia pun langsung berjalan berlawanan arah dengan gadis itu.

Yah, setidaknya semuanya berjalan normal seperti biasanya, bukan?


To Be Continue...


Review! :D