Me: "Balik lagi!" XD

Cowboy: "Hei, BakAuthor!"

Me: "Iya?"

Cowboy: "Kau yakin dengan skrip ini?" *baca naskah fic sambil sweatdrop.*

Me: "Yah, mau digimanain lagi?"

Cowboy: "Iya, deh! Kita balas Review dulu!"

Meaaaa: Sebenernya kalau ngetik di warnet, update-nya 3 hari seminggu di akhir pekan (1 Chapter masing-masing di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu). Tapi karena ini ngetiknya di HP (berkat bantuan abang gue yang berbaik hati ngajarin gue cara internetan di HP Smartfren), sehari bisa sampai 2 atau 3 Chapter, lho! Oke, terima kasih Review-nya! :D

P. S: BTW, saya baca di profil anda kalau anda juga tau sedikit tentang Hetalia! Boleh Collab, kagak? *plak!*

DUAR!

Cowboy: "Aku penasaran dari mana asal ledakan gaje itu!" *sweatdrop.*

Me: "Happy Reading!" :D


Chapter 18: It is Our Drama


Malam harinya, pentas seni pun diadakan di NihoNime Gakuen. Sudah banyak anak yang berkumpul di sana.

"Hoi, Dary! Lu dari tadi ngapain ngeliatin depan panggung terus? Lagi demam panggung, ya?" tanya Saphire kepada adiknya yang lagi berada di depan tirai.

"Ish, diem aja lu!" jawab Daren sewot.

"Hoi, hoi! Drama-nya mau mulai, nih! Lu berdua malah berantem! Entar kalau lu dipenggal sama Kambing itu, bukan urusan gue ya!" lerai Cowboy sambil menarik kedua bocah Andreas itu dari depan tirai.

Ketiganya pun menghampiri Musket dan Thundy yang sudah menunggu di sana.

"Nah, pembagiannya begini! Cowboy jadi Alice pertama, gue Alice kedua, Musket Alice ketiga, Alice keempatnya Daren sama Saphire!" kata Thundy membagikan peran. "Es ist verständlich (Bisa dimengerti)?"

Keempat temannya pun mengangguk dan bersiap di posisi.


Tirai pun terbuka dan terlihat kelima pemuda berambut pelangi (?) berdiri berjajaran di atas panggung.

"Suatu hari, di suatu tempat yang tidak diketahui, terdapat sebuah mimpi!" kata pemuda pertama.

"Tidak ada yang tau siapa yang memimpikannya, tapi itu hanyalah sebuah mimpi kecil!" kata pemuda kedua.

"Mimpi kecil itu mulai berpikir, 'Aku tidak ingin diabaikan seperti ini! Bagaimana caranya aku bisa membuat manusia memimpikanku?'!" kata pemuda ketiga.

"Mimpi kecil itu berpikir dan terus berpikir, sampai akhirnya dia mendapatkan sebuah ide!" kata pemuda keempat.

"Aku akan membuat manusia tersesat dalam mimpiku, dan membiarkan mereka membuat dunia!" kata pemuda kelima.

Musik dari lagu 'Alice Human Sacrifice' pun berkumandang. Latar pun berubah menjadi sebuah hutan dan di sana, terdapat seorang pemuda berambut pirang yang membawa sebuah pedang.

Ichibanme ARISU wa isamashiku

Ken o katate ni, fushigi no kuni.

Ironna mono o kirisutete

Makka na michi o shiite itta

Selama bernyanyi, dia menebas semua benda di hadapannya dan membuat sebuah jejak berwarna merah darah (yang sebenarnya cat merah di dalam sebuah kantong plastik! Yah, bisa dibilang, penata panggung ini cerdik banget bikin efek khusus!).

Pemuda itu pun masuk ke dalam sebuah sel yang secara ajaib muncul begitu saja. Setelah dia masuk ke dalamnya, sel itu pun menghilang bersama orang di dalamnya.

Sonna ARISU wa, mori no oku.

Tsumibito no you ni tojikamerarete.

Mori ni dekita michi igai ni,

Kanojo no sei o shiru sube wa nashi


Latar pun berganti menjadi sebuah taman bunga dan seorang pemuda berambut navy blue sedang duduk di sana sambil bernyanyi.

Nibanme ARISU wa otonashiku.

Uta o utatte, fushigi no kuni.

Ironna oto o afuresasete,

Kurutta sekai o umidashita

Saat pemuda itu bernyanyi, seluruh bunga di sana pun layu dan taman itu pun berubah menjadi sangat mengerikan.

DOR!

Tiba-tiba, sebuah tembakan langsung merobohkan pemuda tersebut dan ajaibnya, sebuah mawar biru pun tumbuh di tubuhnya.

Sonna ARISU wa, bara no hana.

Ikareta otoko ni uchikorosarete.

Makka no hana o ichirin sasake,

Minna ni mederare karete yuku


Latar kembali berganti menjadi sebuah kota kecil dan terlihat seorang pemuda berambut hitam sedang bernyanyi di sana.

Sanbanme ARISU wa osanai ko.

Kirei na sugata de, fushigi no kuni.

Ironna hito o madowasete.

Okashi na kuni o tsukuriageta


Latar itu berubah lagi menjadi sebuah istana yang besar dan pemuda itu sedang duduk di sebuah singgasana.

Sonna ARISU wa, kuni no joou.

Ibitsu na yume ni torisukarete.

Kuchiyuku karada ni obiengara,

Kuni no chouten ni kunrin suru


Latar kembali menjadi sebuah hutan dan terlihat sepasang pemuda berambut coklat sedang duduk sambil minum teh di sana.

Mori no komichi o tadottari

Bara no ko no shita de ochakai.

O-shiro kara no shoutaijou wa

HAATA no TORANPU

Keduanya pun memegang sebuah kartu as hati bersama. Kemudian, mereka pun berjalan pelan ke belakang.

Yonbanme ARISU wa futaho no ko.

Koughkishin kara, fushigi no kuni.

Ironna tobira o kugurinukete.

Tsuisakki yatte kita bakari.

Ko no tsuyoi ane to

Kashikoi otouto

Ichiban ARISU ni chikatta kedo..

Ketika keduanya sampai di tempat pemuda pirang itu dikurung, tiba-tiba sebuah pukulan merobohkan mereka.

Futari no yume wa, semanai mama.

Fushigi no kuni o samayotta

Tirai pun tertutup dan seluruh murid NihoNime Gakuen pun bertepuk tangan dengan meriah.


Di belakang panggung...

"Bagus sih bagus, tapi ini menyiksa!" kata Daren yang sedikit sesak nafas setelah pertunjukkan selesai.

"Yah, gue baru tau kalau si Kambing itu punya sifat Yandere!" ujar Saphire sedikit merinding mengingat Mathias yang menyuruh mereka memerankan drama tersebut.

"Memang dari sananya, kale!" balas Thundy dan Cowboy bersamaan.

"Eh, iya! Mereka bertiga udah nungguin, dayo! Ayo cepat!" kata Musket sambil menarik kedua bocah pirang dan navy blue itu ke depan panggung.

"Hoi, cepatlah! Kita mau mulai nari 'SSBN'-nya, nih!" gerutu Ieyasu.

"Eh? 'SSBN'?" tanya Musket, Thundy, dan Lance heran.

"Itu artinya 'Shota Shota Burning Night'!" kata Cowboy datar. Kemudian, dia langsung nyadar dengan omongannya barusan. "WHAT?! ITU KAN LAGUNYA LEN! JANGAN-JANGAN TU KAMBING YANG NYURUH, KAN?!"

"Kenapa? Problem?" tanya Mathias dengan aura merah mengerikannya. "Dan karena gue males bayar Vocaloid, lu aja deh yang nyanyi! Lu kan hafal lagunya!"

"Iya, deh!" ujar pemuda pirang itu pasrah.

Keenamnya pun sudah siap di posisi dan siap menari.

Shota Shota Burning Night
Motomeru hodo ni takamaru omoi Hi wo tsuketa no ha anata Dareyori chikaku mitsumeru hitomi Taikutsu na hibi Good bye Jounetsu no umi de oboretai Futari dake no sekai no naka de (Come on! Hey!)

Shota Shota Burning Night Hageshiku moeru tamashii
Shota Shota Burning Night Subete ha anata no tame yo
Tsuyoku tsuyoku dakishimetara Mitasareteku saikou no FEVER! Tomaranai Love you! Love you! Love you! Love you! Forever!

Ayaui hodo ni kasanaru toiki HEART ni fureta anata
Sosoida ai de fureta kuchibiru Doukasen no nai DYNAMITE
Shin ai no sora wo tondeyuku Toki wo koeta rakuen he yukou (Come on! Hey!)

Shota Shota Burning Night Kienai ai no honoo de
Shota Shota Burning Night Subete wo moyashi tsukusuwa
Nani mo ka mo wo nugisutetara Osaerarenai shougeki no FEVER! Kasoku suru Love you! Love you! Love you! Love you! Only you!

Kanjita koto nai ryouiki he Konya futari ittemiyou yo... (Come on! Hey!)

Shota Shota Burning Night Hageshiku moeru tamashii
Shota Shota Burning Night Subete ha anata no tame yo Tsuyoku tsuyoku dakishimetara Mitasareteku saikou no FEVER! Tomaranai Love you! Love you! Love you! Love you! Forever! Love you! Love you! Love you! Love you! Only you!


-skip time-


Setelah pertunjukkan selesai, mereka pun ngumpul di belakang panggung.

"Parah banget, sumpah!"

"Gue juga tau, dodol! Males banget, deh!"

"Gue udah bisa nebak bakalan kayak gini, dayo!"

"Hoi, Dary! Mau nyanyi 'Eh? Ah, Annoying' abis ini, kagak?"

"Buat apaan?"

"Kita disuruh sama si Kambing itu!"

"OGAH! MANA MAU GUE NYANYI LAGU BEGITUAN?! ENTAR GUE YANG DISURUH JADI ICELAND! KAGAK MAUUUUUUUUUUUUUUUU!"

"Hoi, jangan kabur!"

Akhirnya, terjadilah kejar-kejaran gaje antara kedua bocah Andreas tersebut yang disaksikan oleh ketiga temannya dengan sweatdrop.


To Be Continue...


Me: "Selesai juga!" :D

Cowboy: "Kenapa akhirannya gaje banget kayak gitu?"

Me: "Yeee, lu kan tau sendiri!"

Cowboy: "Iya, iya! Tapi kenapa?"

Me: "Males gue jelasinnya!"

Cowboy: *sweatdrop.*

Me: "Review!" :D