Balas Review! :D

Sakazaki-Rikou: Maaf! Habisnya, kagak ada lagi orang yang cocok buat di-bully! XD *kena rantai.*

Mathias: "KAMBING JANAI, DENMAKU DEMOOOOOOOOOO!" *Hitsugaya mode on plus pundung di pojokan.*

Me: *sweatdrop.*

Cowboy: "Ada kucing di Suisu (Swiss)! Heh, Kambing! Diem aja lu!" *sumpel mulut Mathias pake scone England.*

Mathias: *tepar.*

Oke, terima kasih Review-nya! :D

Honey Sho: Yah, nasib deh kalau dia kayak gitu! -_-" Baiklah, Thanks for Review! :D

Happy Reading! :D


Chapter 19: Tsundere Trio and Sebonzakura?


"Sumpah! Apa mereka dari kemaren kagak bisa berhenti berantem?" tanya Cowboy saat melihat Daren dan Saphire yang dari tadi sibuk kejar-kejaran gaje di belakang panggung.

"WOI! SHERIF GADUNGAN, CROSSDRESSER, DAN PENYIHIR! CEPET KE SINI!" teriak Mathias dengan Toa Kampung Setempat (?).

"APA MAKSUD LU BARUSAN, KAMBING?!" koor Cowboy, Thundy, dan Daren (yang berhenti ngejar Saphire karena teriakan tadi) sewot.

"Lha, memang bener kan?" tanya Mathias watados yang muncul entah darimana. "Kenyataannya aja begitu!"

Sontak, ketiga orang yang dimaksud langsung ngeluarin dark aura plus Revolver (Cowboy), Thunder Staff (Thundy), dan senapan (Daren). Melihat hal itu, Mathias pun langsung menelan ludah.

"AMPUUUUUUUUUUUUUUUUUN!" pekik Mathias sambil berlari menjauhi ketiga cowok tersebut.

Kejar-kejaran gaje pun kembali terjadi di belakang panggung. XD


-skip time-


"Udahlah, dayo! Lagian, apa salahnya sih? Pentasnya kan masih harus dilanjutin!" sela Musket sambil menghela nafas kecil.

Sekarang kondisi Mathias setelah pembantaian massal itu pun udah kayak kambing sekarat (?). *dipenggal Mathias.*

"Kalau boleh tau, memangnya siapa sih yang merancang program pentas ini?" tanya Thundy sambil melipat tangannya di depan dada.

"Yang pasti, ada hubungannya sama BakAuthor!" timpal Cowboy sinis sambil menginjak pria jabrik yang terkapar dengan tidak elit di depannya.

"Sebonzakura? Aku jadi kangen sama kejadian di- Apkh!" Perkataan Saphire terpotong saat Daren menyumpel mulutnya dengan keju busuk sisa Switzerland (?). *ditembak Vash.*

"Gue tau, tapi jangan diceritain!" bentak Daren setelah menyumpel mulut kakaknya.

Musket hanya bisa menghela nafas dengan keributan yang terjadi di depannya.

Akhirnya, Cowboy, Thundy, dan Daren terpaksa menurutinya. Yah, mengingat Girl-chan juga punya sedikit sifat Yandere, mereka bertiga udah ditodongi pipa duluan sebelum kabur dari panggung.

'Nasib sial! Kalau taunya begini, gue ogah banget ke sini!' batin ketiganya sebelum berjalan ke depan panggung untuk tampil.


daitan-futeki ni HAIKARA kakumei

rairai-rakuraku hansen kokka

hinomaru-jirushi no nirinsha korogashi

akuryou-taisan AI-SHII-BII-EMU

kanjousen o hashirinukete touhon-seisou nan no sono

shounen shoujo sengoku-musou ukiyo no manima ni

SENBONZAKURA YORU NI MAGIRE KIMI NO KOE MO TODOKANAI YO

koko wa utage hagane no ori sono dantoudai de mioroshite

SANZEN-SEKAI TOKOYO NO YAMI NAGEKU UTA MO KIKOENAI YO

seiran no sora haruka kanata sono kousenjuu de uchinuite

hyakusen-renma no mitame wa shoukou

ittari-kitari no oiran douchuu

AITSU mo KOITSU mo minna de atsumare

seija no koushin wan tsuu san shi

zenjoumon o kugurinukete anraku-joudo yakubarai

kitto saigo wa daidan'en hakushu no aima ni

SENBONZAKURA YORU NI MAGIRE KIMI NO KOE MO TODOKANAI YO

koko wa utage hagane no ori sono dantoudai de mioroshite

SANZEN-SEKAI TOKOYO NO YAMI NAGEKU UTA MO KIKOENAI YO

kibou no uta haruka kanata sono senkoudan o uchiagero

kanjousen o hashirinukete touhon-seisou nan no sono

shounen shoujo sengoku-musou ukiyo no manima ni

SENBONZAKURA YORU NI MAGIRE KIMI NO KOE MO TODOKANAI YO

koko wa utage hagane no ori sono dantoudai o tobiorite

SENBONZAKURA YORU NI MAGIRE kimi ga utai boku wa odoru

koko wa utage hagane no ori saa kousenjuu o uchimakure


Setelah pertunjukkan selesai, ketiganya pun udah tepar berjamaah di belakang panggung.

"Jiah, masa udah tepar duluan?" tanya Saphire sweatdrop.

Mau tak mau, Musket pun menyeret ketiga cowok itu keluar dari panggung entah bagaimana caranya.

"Yah, kasihan banget mereka!" kata Sakazaki prihatin saat melihat Musket menyeret ketiga makhluk Tsundere yang udah sekarat tersebut. *dibunuh ketiga orang yang dimaksud.*

"Iya, bener banget!" timpal Mea sambil mengangguk.

"Hei, bentar lagi mau babak final! Cepetan!" teriak Dissa dari panggung.

Anak-anak nista yang mendengar teriakan Dissa barusan langsung sweatdrop berjamaah.

'Lu kate mau final Piala Dunia apa, Dissa/Diskon-chan?' batin Sho dan Luthfi yang masih sweatdrop.


To Be Continue...


Review! :D