Balas Review! :D

Sakazaki-Rikou: Iya deh, maaf! -_-" Okelah, terima kasih Review-nya! :D

Happy Reading! :D


Chapter 21: Balada Film Horror


Sehari setelah Pentas Seni, sebagian guru NihoNime Gakuen sekarang lagi nganggur kagak jelas di ruang guru. Bahkan, Emil dan Lukas yang lagi berkunjung pun juga ikutan nganggur. Nah lho? Kesambet hantu nganggur kah? *plak!*

"Enaknya ngapain, nih? Bosen!" kata Lukas dengan nada bosan.

"Bagaimana kalau Dodge Fris-" Saran Emil terpotong saat Ieyasu melayangkan death glare mautnya.

"Jangan mulai lagi, BakaSteilsson!" bentak Ieyasu.

"O-oke!" balasnya sambil menelan ludah mengingat kejadian sebelumnya. (Note: Baca Chapter 'Dodge Frisbee Tournament for Teacher'!)

"Oh iya, Yasu! Gue pengen banget nonton film, nih! Ada yang mau ikutan?" tawar Lance sambil membawa setumpuk VCD.

"Boleh juga tuh, Stoppersky-san!" jawab Kojuro sambil menghampiri sang guru prema- *Narator ditabok Lance.* (Lance: "Lu mau nyari mati sama gue, ya?!" *nyiapin Gun Blade.*/Thundy: "A-ampuuuuuun!" *langsung kabur.*) Ralat! Maksudnya, sang guru muda tersebut.

Keiji melihat tumpukan VCD itu dan tertarik dengan salah satu VCD. Kemudian, dia pun langsung mengambilnya.

"Kayaknya yang ini bagus banget, deh! Kita tonton, yuk!" ajak Keiji.

Lance, Ieyasu, Emil, dan Lukas yang punya firasat buruk sama VCD itu pun langsung mencegatnya.

"JANGAN DITONTON!" koor keempatnya.

"Lho? Memangnya kenapa?" tanya Kenshin penasaran.

"Karena itu film Horror, jadi serem banget lho!" jawab Emil merinding.

"Yah, anggap aja uji nyali gitu!" balas Masamune watados.

"Bener juga, ya! Tumben lu pinter, Donkugaryuu/Masamune-sama!" kata Triple K (Kenshin-Keiji-Kojuro) bersamaan.

"Do you think i'm stupid, right?" tanya Masamune sweatdrop.

"LU BEREMPAT GILA, YA?! ENTAR LU MAU APA DIPENGGAL SAMA MAKKUN?!" bentak Ieyasu sewot.

"Bener itu!" koor Lukas, Emil, dan Lance.

"Memang apa hubungannya Køhler-san sama film itu?" tanya Masamune, Kojuro, Kenshin, dan Keiji heran.

"Det er en hemmelighet/Það er leyndarmál/It's a secret/Sore wa himitsu desu (Itu rahasia)!" jawab keempatnya bersamaan.

Keempat pria itu pun langsung sweatdrop dengan jawaban tersebut.

"Ya udahlah! Kita tonton di ruangan Køhler-san aja, deh!" kata Keiji sambil berjalan pergi ke ruangan Mathias diikuti Kenshin, Kojuro, dan Masamune. (Cowboy: "Untuk sekedar informasi, karena VCD Player-nya hanya ada di ruangan Mathias, jadinya mereka nonton di situ!")

"Eh, bocah merah (baca: Lance)! Kenapa VCD itu bisa ada padamu? Bukannya waktu itu gue buang, ya?" tanya Lukas.

"Kalau itu, gue sempet pungut karena kagak tega! Masa barang baru langsung dibuang?" jawab Lance watados.

"Oh, iya! Mendingan kita jagain aja pintu masuknya untuk antisipasi siapa tau aja si Dan nyelonong masuk!" saran Emil.

"Bener juga!" koor ketiga cowok itu.


Sementara itu...

"Kenapa perasaan gue kagak enak, ya?" tanya Mathias merinding sambil berjalan ke ruang guru.

Dia baru saja kembali dari lapangan setelah bermain bola dengan mulas cowok 9C.


-Flashback-

"Pak Mathias mau main bola sama kita, kagak?" tanya Luthfi kepada Mathias yang kebetulan lagi baca buku di kantin.

"Hmm, boleh deh! Kebetulan bapak lagi nganggur!" jawab sang ketua guru sambil menutup bukunya dan berjalan mengikuti ketua kelas 9C tersebut.


-skip time-


"Eh, pak Mathias mau ikutan nih!" kata Luthfi kepada teman-temannya di lapangan.

"Pak Kambing beneran mau ikutan?" tanya Anko Trio.

"Kalian ini! Bapak bukan kambing dan bapak juga bisa main bola!" jawab Mathias sweatdrop.

"Ayolah! Masa kalian kagak tau kalau kesebelasan di negara pak Mathias pernah ikut piala dunia?" tanya Girl-chan nyolot.

"Eh, iya ya! Kita juga lupa kalau pak Mathias tuh dari Denmark!" kata Dimas sambil facepalm.

"Terus, gimana mainnya? Mau per tim atau satu lawan banyak (?) enaknya?" tanya Giro-kun. (Cowboy: "Memangnya bisa ya main bola satu lawan banyak?" -_-")

"Kayaknya bagusan satu lawan banyak, deh!" jawab Mathias watados.

Entah kenapa, Fahira langsung ngeluarin muka mupeng plus niat jahanam-nya.

"Oke, gimana kalau kita taruhan? Gue bertaruh dua puluh ribu kalau pak Mathias kalah!" kata Fahira sambil ngeluarin duit hijau dari saku bajunya. "Ada yang mau ikutan taruhan gila ini? Pertarungan bola antara pak Mathias dengan para cowok!"

Alhasil, Khalisa dan Amel pun langsung ikutan taruhan.

"Gue taruhan lima puluh/seratus ribu jika pak Mathias kalah dari para cowok!" kata keduanya bersamaan sambil ngeluarin duit biru dan merah dari saku baju masing-masing.

Mulas cewek lainnya pun langsung ikutan taruhan.

"Eh, Ra! Lu mau ikutan, kagak? Paling taruhan lu cuma lima ribu doang!" tanya Ghevira meremehkan.

"Yah, duit gue memang pas-pasan! Tapi gini aja! Kalau pak Mathias menang, lu semua harus baca doujin Nordics koleksi gue selama seminggu! Jangan kagak dibaca, oke?" tawar Girl-chan dengan niat jahanam yang lebih kejam dari Fahira.

'Tumben si ****/nee-chan/Girl-chan mau ikutan taruhan! Pasti ada maksud tertentu!' batin para mulas cowok 9C plus Mathias heran.

"Kalau nee-chan/kamu kalah?" tanya Giro-kun dan Mathias bersamaan.

"Gue bakalan ngelakuin -piiiiiiiip- sama 'seseorang'!" jawab gadis itu watados.

'Dafuq! Lu gila ya, Ra?!' batin seluruh telas cewek Girl-chan kaget.

"Oke, diterima!" kata Fahira senang.

"Gue catet, ya!" ujar Delle sambil menulis nama orang yang taruhan.

Dan apa hasilnya? Taruhan itu RUGI BANGET! Buktinya, Mathias berhasil menang LIMA BELAS GOL TANPA BALAS! Alhasil, para mulas cewek 9C yang ikut taruhan pun terpaksa merelakan uang mereka di tangan Girl-chan plus harus membaca doujin koleksi gadis itu.

"Memangnya pairing di doujin lu apa aja, Ra?" tanya Irba sebelum Girl-chan membagikan doujin tersebut.

"Ada DenNor, SuFin, DenSu, DenIce, NorIce, FinIce, DenFin, NorSu, NorFin, dan SuIce!" jawab Girl-chan dengan semangat 17 Agustus (?) (Thundy: "Karena 'semangat 45' udah mainstream!" :D) sambil membagikan doujin tersebut.

Di sisi lain, Mathias hanya bisa facepalm dan geleng-geleng kepala melihat 'murid kesayangan'-nya membagikan doujin tersebut.

-Flashback End-


"GYAAAAAAAAAAAAAAAAH!" pekik seseorang dari ruang guru.

"Suara apaan, tuh?" tanya Mathias heran.

Dia pun masuk ke dalam ruang guru dan mendapati Emil, Lukas, Lance, dan Ieyasu yang saling berpelukan satu sama lain.

"Hoi! Kalian kenapa, sih?" tanya pria jabrik itu heran.

"Dan! To-tolong, a-ada ke-kecoak!" jawab Emil ketakutan sambil mempererat pelukannya ke Lukas.

Mathias melongo ke bawah kaki mereka dan mendapati seekor kecoak mati di sana. Pria Denmark itu pun langsung sweatdrop di tempat.

"Hadeh! Kenapa harus takut sama kecoak, sih?" tanya Mathias sambil menghela nafas kecil.

Dia pun memunggutnya dan membuang kecoak itu keluar jendela. Keempat cowok itu pun langsung menghela nafas lega.

"HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" teriak seseorang dari ruangan Mathias.

"Itu siapa yang lagi teriak di ruanganku?" tanya pria jabrik itu lagi.

"Fire gal mann som var å se en skrekkfilm (Empat pria gila yang sedang menonton film horor)!" jawab Lukas watados plus sarkastik.

"Oh iya, Makkun! Lu masih inget kagak sama kejadian 'itu'?" tanya Ieyasu memastikan.

"Memangnya kenapa? Apa jangan-jangan..." Pertanyaannya pun menggantung bersamaan dengan aura merah mengerikan yang keluar dari tubuh pria jabrik tersebut.

"Yah, jangan salahin kita kalau mereka nonton film itu!" jawab Lance merinding dan segera menarik Emil dan Ieyasu menjauh dari pria Denmark yang mulai ngamuk mode on tersebut.

'Waduh! Bakalan mampus nih mereka yang nonton tuh film!' batin Lukas sambil kabur tunggang langgang menyusul ketiga bocah yang udah kabur duluan.

Mau tau film apa yang dimaksud? Yah, sebenernya film horror biasalah! Tapi, masalahnya adalah terdapat salah satu gambar yang bisa bikin gempar satu sekolah! Yap, ada gambar Yandere!Denmark di film itu! Yah, mungkin sebagian orang udah taulah kalau ketua guru kambing itu punya sifat Yandere! Tapi, darimana Lukas, Emil, Ieyasu, dan Lance tau tentang itu? Karena mereka dulu pernah nonton film itu yang sukses membuat Mathias pundung di pojokan saat melihat gambar tersebut dan keesokan harinya, mereka berempat udah babak belur dihajar pria jabrik tersebut. Kronologi lengkapnya sih ada di fic 'Talkloid (Hetalia Version)' Chapter 'Film Horror'! *malah promosi!* Yah, walaupun bagian dihajarnya kagak dijelasin! *plak!*

Nah, kalau kalian mau nanya nasib Masamune, Kenshin, Kojuro, dan Keiji selanjutnya, mungkin aja mereka udah dikirim ke UGD terdekat setelah menjadi korban amukan Mathias! Kasihan banget, ya! -_-" *Narator dibunuh keempat orang yang dimaksud.*


Dua hari setelah kejadian...

"Eh, Motochika-dono! Kenapa Masamune-dono, Kenshin-dono, Kojuro-dono, dan Keiji-dono dibawa ke UGD, ya?" tanya Yukimura heran saat mendengar kabar keempat pria yang dimaksud berada di UGD.

"Menekedele! Yang penting, pasti Køhler-san ada hubungannya dibalik semua ini!" jawab Motochika cuek.

"Eh, danna! Gue nemu film bagus, nih! Mau ikutan nonton, kagak?" tanya Sasuke sambil membawa sebuah VCD.

"Eh, Sasuke! Kayaknya lu jangan nonton film itu, deh!" cegah Mitsunari.

"Memangnya kenapa?" tanya Hanbei.

"Karena yang gue denger dari Ieyasu, mereka berempat tuh masuk UGD gara-gara film itu!" jawab Shingen watados.

"DAFUQ! KOK BISA, SHINGEN/OYAKATA-SAMA?!" teriak Hanbei, Mitsunari, Motochika, Sasuke, dan Yukimura kaget.

"Menekedele! Tapi menurut firasat gue, kayaknya mereka habis dihajar Køhler-san deh!" kata Motonari sambil ngangkat bahunya.

Sontak, kelimanya pun langsung merinding disko.


Di UGD...

"Gue bilangin juga apa! Kalian kagak denger, sih!" kata Ieyasu kepada keempat makhluk yang badan dan sebagian kepalanya diperban.

"Udah tau nonton tuh film sama aja nyari mati dengan Anko!" sambung Lukas datar.

Lance dan Emil hanya mengangguk pelan.

"Iya, deh! Kalau taunya begini, gue kagak bakalan nonton tuh film lagi! Kapok gue dihajar sama Køhler-san!" koor keempat makhluk tadi lirih.

Yah, sejak kejadian itu, kagak ada yang berani nonton tuh film lagi dan Lukas beneran ngancurin tuh VCD dengan bantuan troll-nya. Turut berduka untuk para korban keganasan Mathias! *SALAH!*


To Be Continue...


Review! :D