Balas Review! :D

l w bunga: Hahaha, suka ya? Aku kepikiran aja, sih! Ini dia kelanjutannya! :D

Sakazaki-Rikou: Ampun, Saki-chan! Gue kan kagak tau! Lagian, gue bukan tipe orang yang ngerti gitu aja! (Nah lho?) Ya, terima kasih Revie-nya! :D

Dissa-CHAlovers: Iya, nanti aku siapkan SC-nya! Oke, Thanks for Review! :D

Happy Reading! :D


Chapter 23: Demam Licorice dan Dodge Frisbee Tournament Season 2?


Luthfi hanya bisa menghela nafas beberapa kali. Suasana di kantin memang agak rame saat istirahat, tapi ada suatu keanehan di sana.

Entah kenapa, para murid di sana menyerbu sebuah menu makanan yang terkenal dari Islandia. Yap, licorice!

"Memangnya apa enaknya sih nasi gelap (?) dari Islandia itu? Sampe diserbu kayak begitu!" tanya Luthfi yang sweatdrop melihat kerusuhan di sana.

"Menekedele!" jawab Sho sambil duduk di depan cowok berkacamata itu. "Tapi kayaknya kagak cuma kita doang, deh! Buktinya, para guru pun juga ikutan ketularan!"

Yang dikatakan Sho sih bener juga! Soalnya, beberapa guru juga ikutan nyerbu licorice. Salah satunya, si idiot sayuran kita! *Narator ditebas Kojuro.*

"Ya ampun! Gue kagak nyangka makanan kesukaan Ice bisa diserbu seheboh itu!" komentar Mathias sweatdrop sambil memakan donat berisi selai blueberry-nya.

"Idem!" balas Lukas ikutan sweatdrop. "Laku banget licorice di sini!"

"Hoi, Køhler-san! Memangnya ada apaan, sih?" tanya Keiji yang muncul tiba-tiba kayak hantu (?) *plak!* sambil menepuk punggung Mathias dengan kencang.

Sontak, yang ditepuk pun langsung memuntahkan makanannya kayak kambing memuntahkan rumput (?). *Narator dipenggal Mathias.*

"Ish, ngagetin aja lu!" bentak Mathias kesal. "Lu kagak tau apa kalau gue lagi makan?!"

Keiji pun hanya bisa nyengir kuda laut (?).

"Gomen ne, Køhler-san!" kata Keiji sambil menggaruk kepalanya. "Ngomong-ngomong, licorice itu apa, ya?"

GUBRAK!

Kedua pria dari Denmark dan Norwegia itu pun langsung ber-gubrak ria mendengar pertanyaan Keiji yang (terlalu) watados tersebut.

"Hoi, Makkun! Lu liat Steilsson-san, kagak?" tanya Ieyasu sambil membawa sebungkus licorice.

"MAY DAY, MAY DAY! SI YASU KENA DEMAM LICORICE! CEPAT TELPON AMBULANS!" teriak Mathias panik sebelum dibungkam Lukas dengan menarik dasinya.

"Diem lu, Anko Uzai!" bentak Lukas datar.

"Hei, sudahlah! Gue kan cuma mau bawain licorice buat Steilsson-san doang, kok!" lerai Ieyasu sambil memperlihatkan licorice yang dibawanya.

"Si Ice kayaknya lagi sama si bocah merah (baca: Lance) itu, deh! Cari aja sendiri kalau kagak percaya!" kata Lukas sambil menunjuk lapangan.

Ieyasu pun berjalan ke lapangan, sementara Keiji sibuk membantu Mathias melepaskan cekikan dasi di lehernya karena ditarik Lukas barusan.


Sementara itu...

"Kenapa kita ke sini, Emil-san? Bukannya ini tempat latihan Dodge Frisbee, ya?" tanya Lance saat dia dan Emil berada di ruang bawah tanah ruang guru.

"Iya!" jawab Emil datar. "Oh iya, aku ingin memberitahumu kalau lusa nanti akan ada 'Dodge Frisbee Tournament' kedua di sekolah ini! Jadi, aku ingin melatihmu menggunakan MG yang dikasih sama Dan waktu itu!"

"Baiklah!" Lance pun memakai MG berwarna hijau bergaris coklat miliknya. "Aku siap!"

"Nah, latihan hari ini sampai jam 11 karena aku tau kau punya jadwal ngajar!" Emil pun memakai MG berwarna biru mudanya sambil mengambil sebuah frisbee dan melemparnya. "Ice Blast!"

Frisbee itu pun mengeluarkan cahaya berwarna biru. Lance segera menghindari frisbee itu dan frisbee-nya langsung membentur tembok yang meninggalkan bekas lubang di dinding.

'Sepertinya aku mesti pasang defense skill kalau kayak barusan!' batin pemuda berambut merah itu.

Dia pun mengambil frisbee itu dan bersiap melemparnya.

"Take this! Plasma Beam!" teriak Lance sambil melempar firsbee-nya.

Frisbee itu pun berubah menjadi sinar plasma berwarna ungu yang melaju dengan kecepatan Mach 99 (?) ke arah Emil.

"Crystalic Shield!" kata Emil sambil merentangkan kedua tangannya ke depan.

Sebuah perisai kristal pun muncul di depannya dan menghalangi sinar plasma tersebut.

"Kau tidak pernah bilang kalau elemenmu juga kristal seperti Mathias!" teriak Lance yang sempat cengo dengan perisai kristal barusan.

"Oh iya, hampir lupa! Elemenku sebenarnya Ice, Wind, dan Crystal! Kalau Dan Fire, Wind, dan Crystal!" jelas Emil watados.

'Dafuq! Pasti Ieyasu kagak cerita, nih!' batin Lance sweatdrop.

"Hatchi!" Terdengar suara bersin dari atas.

"Eh, siapa yang bersin di atas?" tanya Emil setengah berteriak.


Di ruang guru...

"Eh, siapa yang bersin di atas?"

"Itu bukannya suara Steilsson-san, ya?" tanya Ieyasu heran. "Asalnya dari ruang bawah tanah! Apa jangan-jangan..."

Pemuda berambut coklat itu pun segera berjalan menuruni tangga menuju ruang bawah tanah dan mendapati sepasang pemuda berambut platinum blonde dan merah sedang latihan Dodge Frisbee.

'Et, deh! Sejak kapan Ransu-kun dan Steilsson-san latihan di sini?' batin Ieyasu jawdrop.

"Yo, Yasu! Mau ikut latihan?" sapa Lance ceria.

"Boleh, deh! Tapi..." kata Ieyasu menggantung.

"Tapi apa?" tanya Emil.

"Ransu-kun dapet dari mana tuh MG-nya?" tanya Ieyasu heran sambil menunjuk sarung tangan yang dipake Lance.

"Oooh, ini? Pas gue dapet dari Mathias minggu kemaren, kejadiannya kayak gini-" jawab Lance sambil bercerita.


-Flashback-

Lance sibuk memperhatikan sarung tangan berwarna merah yang dipakai Mathias saat keduanya sedang mengoreksi tugas.

"Hoi, Mat! Gue penasaran kenapa lu dari kemaren suka banget pake sarung tangan merah itu?" tanya Lance heran sambil memperhatikan MG berwarna merah yang dipake Mathias.

"Oooh, ini? Ini 'Magic Glove', disingkat 'MG'! Oh iya, gue lupa kalau lu belum punya! Nih, gue kasih satu!" jawab Mathias sambil ngasih sepasang MG berwarna hijau bergaris coklat kepada sang guru muda tersebut.

"Jadi mesti pake 'Magic', nih?" tanya Lance sambil menerima sarung tangan itu yang dibalas dengan anggukan dari sang ketua guru.

Dia pun memakai MG tersebut dengan penasaran.

"Tapi gue penasaran sama elemen gue, deh! Gimana cara mengetahuinya, ya?" tanya sang guru muda itu penasaran.

Mathias pun hanya bisa menghela nafas sambil geleng-geleng kepala melihat level penasaran (?) Lance yang kelewat tinggi tersebut.

"Kepalkan tanganmu!" perintah Mathias.

Dengan sedikit ragu, pemuda berambut merah itu pun mengepalkan tangan kanannya. Kemudian, muncullah cahaya berwarna ungu bercampur merah dan diselubungi angin yang menerbangkan beberapa potongan besi (?).

"Woaaaah!" pekik Lance kaget sambil mengibaskan tangannya yang membuat benda gadungan (?) tersebut menghilang.

"Anjrit! Yang barusan ngagetin aja!" katanya saat mengalami kejadian barusan. "Eh, iya! Yang tadi artinya apaan, ya?"

Mathias pun langsung headbang di mejanya.

"Bisa kagak lu sekali aja kagak nanya, gitu?" tanya pria jabrik itu sambil mengusap dahinya yang berdarah akibat headbang barusan.

"Kagak!" jawab Lance watados.

Pria Denmark itu pun langsung sweatdrop di tempat.

"Iya, deh! Kalau itu artinya elemenmu Lightning, Fire, Wind, dan Metal! PUAS?!" jelas Mathias sewot.

Lance hanya nyengir kuda laut (?) menanggapinya yang sukses membuat Mathias langsung facepalm.

-Flashback End-


Emil dan Ieyasu pun hanya bisa jawdrop mendengar cerita Lance yang kayaknya perlu mempertanyakan siapa yang bernasib sial (?) di cerita itu.

'Aduh, kasihan banget Dan/Makkun! Kayaknya dia perlu belajar bersabar menanggapi orang yang selalu ingin tau, deh!' batin keduanya cengo.

"Eh, iya! Ini kan udah jam 11, Ransu-kun! Mending lu ngajar, deh!" kata Ieyasu memecahkan keheningan.

"Benar juga! Aku pergi dulu ya, Emil-san!" ujar Lance sambil berjalan menaiki tangga.

"Oke, deh! Lu mau gantiin?" tanya Emil kepada Ieyasu.

"Boleh, deh! Gue juga kagak ngajar, kok!" jawab Ieyasu sambil memasang MG berwarna coklat bergaris kuning miliknya.

Keduanya pun memulai latihan Dodge Frisbee-nya.


Sementara itu...

"Lu darimana, Ransu-san?" tanya Kenshin saat menemui Lance di depan tangga bawah tanah.

"Habis latihan!" jawab pemuda berambut merah itu watados sambil berjalan pergi.

Kenshin memperhatikan Lance dari jauh dan sempat terkejut melihat sarung tangan yang dipakai sang guru muda tersebut.

'Sejak kapan Ransu-san punya MG? Ah, paling Køhler-san yang ngasih!' batin Kenshin sambil tersenyum kecil.


Di kelas 9D...

BRAK!

"Selamat siang!" sapa Lance sambil membanting pintu.

"Si-siang, pak!" balas para mulas 9D panik sambil duduk di kursi masing-masing.

"Bapak darimana aja, sih? Kok lama banget?" tanya Dissa.

"Errr, bapak habis latihan 'itu'-an!" jawab Lance watados. "Oke, sekarang buka buku kalian!"

Para mulas 9D pun langsung mengeluarkan buku mereka.


-skip time-


"Eh, Ice! Yang bener aja 'dia' mau ngadain 'DFT' kedua?" tanya Mathias saat Emil memberitahukan hal yang sama dengan Lance sebelumnya yang Author malas mengetiknya lagi. *plak!*

"Kagak tau! Dia memang selalu kagak sabaran!" jawab Emil cuek.

"Yah! Berarti kita mesti latihan sama mereka, dong?" tanya Tino kecewa.

"Kayaknya begitu, Fin!" jawab Lukas datar.


To Be Continue...


Review! :D