Balas Review! :D

Honey Sho: Hahaha, saya kagak punya pemikiran lain soal itu! *plak!*

Mathias: *pundung setelah dihajar Andre.*

Me: "Please deh, Mathy! Lu kenapa, sih?" *sweatdrop.*

Licorice itu makanan khas Islandia! Silakan cari di Google untuk info lengkapnya! *double plak!*

Emil: "Kayaknya kali ini bukan aku wasitnya!"

Oke, terima kasih Review-nya! :D

Dissa-CHAlovers: Baiklah, Thanks for Review! :D

Mea gabisa login: Aira itu nama OC-nya Dissa! -_-" Nah, ini dia kelanjutannya! :D

Happy Reading! :D


Chapter 24: Dodge Frisbee Training Again?


Keesokan harinya, 13 guru NihoNime Gakuen plus Hokuou-san tachi sudah berkumpul di ruang bawah tanah ruang guru untuk berlatih Dodge Frisbee.

"Kenapa kita harus latihan ini lagi, Steilsson-san?" tanya Sasuke heran.

"Aku kasih tau, ya! Besok akan ada 'DFT' kedua, jadi kita harus siap-siap!" jawab Emil menjelaskan.

Para guru pun (min Lance dan Mathias) pun hanya ber-'oh' ria mendengar penjelasan dari Emil. Pemuda Iceland itu pun langsung sweatdrop mendengar balasan dari para guru tersebut.

"Tap' Ice, k'nap' h'rus s'k'rang lat'h'nny'?" tanya Berwald.

"Yeee, jangan tanyain gue! Tanyain aja si Dan!" jawab Emil sewot sambil nunjuk Mathias yang berada di sebelahnya.

"Kenapa gue?" tanya Mathias sweatdrop.

"Udah, udah! Cepetan mulainya!" lerai Lance kagak sabaran.

Para guru gaje (min Lance, Ieyasu, dan Mathias) itu langsung kaget melihat sang guru muda yang berada di tengah mereka.

"Lu ngapain ikutan ke sini, Lance-dono?" tanya Yukimura heran.

"Mau ikutan latihan! Kenapa? Kagak boleh?" jawab Lance bertanya balik.

"Memangnya Stoppersky-san punya M-" Pertanyaan Sasuke terpotong saat Lance memperlihatkan MG yang dipakainya.

"Sejak kapan Stoppersky-san punya MG?" tanya para guru (min Lance, Kenshin, Ieyasu, dan Mathias) heran.

"Gimana ceritainnya, ya? Kepo, sih!" jawab Lance watados sambil memeletkan lidahnya.

Ieyasu dan Mathias langsung sweatdrop mendengarnya, sementara sebelas guru sarap plus empat bocah (?) Nordic itu pun langsung jawdrop berjamaah.

'Lu kenapa, Ransu-kun/Lance?' batin Ieyasu dan Mathias sweadrop kuadrat.

"Oke, ayo kita latihan 'Five on Five'!" kata Emil sambil berusaha mengangkat rahangnya.

"Why you say 'Five on Five'?" tanya Masamune heran.

"Eh, Anko! Sini lu!" kata Lukas sambil menarik Mathias yang berada di depannya.

"Hiyeeeee!" Sang ketua guru pun langsung diseret paksa sama pria Norway bersalib tersebut.

"Errrr, kenapa Bondevik-san nyeret Køhler-san?" tanya Shingen heran.

"Kenapa? Ini 'Five on Five', lho!" jawab Lukas singkat dan datar.

"Oooooh, jadi lima dari kami bertiga belas harus melawan kalian berlima?" tanya Lance meringkas (?) penjelasan singkat (?) Lukas.

"Benar sekali!" jawab Emil sambil tersenyum kecil. "Harap pilih lima dari kalian bertiga belas untuk melawan kami berlima!"

"A-apa?" Mathias langsung shock mendengarnya.

Pasalnya, siapa sih yang mau melawan temen sendiri? Kalau gue jadi dia, gue kagak bakalan rela!

"Sabar ya, Ta-san!" hibur Tino sambil menepuk pelan punggung pria Denmark itu.

Para guru pun langsung berdiskusi menentukan siapa yang akan maju melawan Hokuou-san tachi.

"Eh, gimana nih? Kalau Køhler-san masih mending, tapi kan Bondevik-san sama Steilsson-san udah pro banget!" tanya Keiji mengingat kejadian sebelumnya. (Note: Baca Chapter 'Dodge Frisbee Battle'!)

"Gue belum tau kemampuan Oxenstriena-san sama Väinämöinën-san, tapi kayaknya mereka juga agak pro, deh!" kata Ieyasu mewanti-wanti. "Oke, deh! Jadi gue bakalan maju! Gue belajar banyak skill-nya Makkun sama Steilsson-san!"

"Gue juga!" sahut Motochika.

'Tumben Chosokabe mau maju! Pasti ada apa-apanya!' batin Motonari heran.

"Apa ada yang punya defense skill selain Yasu? Kalian masih inget kan sama troll Bondevik-san dan kapak Køhler-san?" tanya Hanbei.

"Defense skill, ya? Memangnya elemen apa yang punya defense skill?" tanya Kenshin.

"Yang gue tau dari Makkun, kalau kagak salah elemen Earth sama Metal!" jawab Ieyasu mengingat-ingat.

"Baiklah! Siapa yang punya elemen besi di sini?" tanya Mitsunari.

Tiba-tiba, Lance mengangkat tangannya.

"STOPPERSKY-SAN/-KUN/RANSU-KUN/-SAN?!" pekik yang lainnya kaget.

"Tidak apa-apa, kan? Lagian, gue juga belum pernah pake defense skill!" kata Lance datar.

"Oke, berikutnya?" tanya Kojuro.

"Oh, iya! Kalau perlu, kita juga butuh orang dengan skill pengintai!" saran Motonari.

"Skill pengintai?" tanya yang lainnya saling berpandangan.

"You read my mind, right?" tanya Masamune seneng.

"Kau tau sendiri, lha!" balas Motonari datar.

"Okelah, setidaknya dua orang dengan skill pengintai!" timpal Lance sambil nyengir kuda laut (?). (Cowboy dan Lance: "Kenapa kuda laut terus dari kemaren?"/Thundy: "Karena kuda nil terlalu mainstream!" XD/Lance: *sweatdrop.*/Cowboy: *nabok Thundy.*)

"Baiklah! Kalau Masamune-dono ikut, aku juga ikut!" kata Yukimura tiba-tiba.

'Lu gila kali ya, Yuki/Sanada-san/danna?' batin yang lainnya sweatdrop.

"Oke, kita sepakat!" ujar Sasuke.


-skip time-


Mereka pun sudah berada di posisi masing-masing. Emil dan Lance ditunjuk sebagai juru suit.

"Tolong nanti lu bilangin Mathias untuk serius karena dari tadi gue liatin dia gemetaran terus!" saran Lance cemas sambil melirik Mathias yang dari tadi gemetaran di tempatnya.

"Oke, nanti gue bilangin Dan!" balas Emil datar.

Keduanya pun langsung suit dan dimenangkan oleh Emil. Mereka pun memakai MG mereka di ka- *plak!* Maksudnya, di tangan masing-masing.

"Eh, Dan! Cobalah untuk serius karena gue tadi dikasih tau Lance buat nyuruh lu serius!" kata Emil.

"O-oke!" jawab Mathias yang masih gemetaran.

Tino pun bersiap melempar frisbee-nya.

"Swan wing!" teriak Tino sambil melempar frisbee itu.

Frisbee itu berubah menjadi seekor angsa dan entah kenapa, angsa itu malah terbang keluar jendela. Yang lainnya pun langsung sweatdrop berjamaah melihatnya. (Cowboy: "Sumpah, baru mulai tanding udah ngerusak suasana aja!" -_-")

"Hei, Fin! Kenapa mesti pake skill begituan?" tanya Mathias, Lukas, dan Emil jawdrop.

"Hehehe! Aku lupa!" jawab Tino watados.

GUBRAK!

Ketiganya pun langsung ber-gubrak ria mendengar penjelasan pemuda Finland tersebut.

"Kit' mul'i lag', y'!" kata Berwald sambil mengeluarkan sebuah frisbee dari saku bajunya. (Lukas: "Copycat lagi?" -_-")

Pria Sweden itu udah bersiap melempar frisbee-nya.

"Water Skill: Swedish Tsunami!" teriak Berwald sambil melempar frisbee-nya.

Tiba-tiba, banjir bandang dadakan pun langsung melaju dengan kecepatan suara (Berwald: "M'mangny' kec'pat'n cah'y' it' ud'h m'instr'am, y'?"/Thundy: "Lu tau aja, deh!"). Yukimura, Masamune, dan Motochika pun langsung ngacir melihat badai tsunami tersebut, sementara Ieyasu dan Lance seperti bersiap melakukan sesuatu.

"Anata ga Ransu-kun, junbi ga dekite imasu ka (Kau sudah siap, Ransu-kun)?" tanya Ieyasu.

"I'm ready anytime!" jawab Lance sambil tersenyum kecil.

"Cross Technique: Enchance Force Shield!" teriak keduanya sambil merentangkan tangan kanan mereka ke depan.

Perisai tanah yang dikelilingi potongan besi pun muncul dan menyebar ke seluruh arena yang menghalangi tsunami gaje tersebut.

'Dafuq! Hebat juga mereka!' batin Mathias cengo.

"Good work!" puji Masamune sambil ngancungin jempol dan mengambil frisbee itu.

"Take this, Dragon Thunderbolt!" teriak sang Donkugaryuu sambil melempar frisbee-nya ke atas.

Arena setempat pun langsung berubah jadi badai petir. Para Nordic yang belum siap pun langsung kena badai tersebut dan muncullah sebuah ledakan dan asap gaje yang menyelimuti mereka semua.

"Sudah selesai?" tanya Yukimura.

"Kayaknya belum, deh!" jawab Lance sambil menunjuk kumpulan asap gaje di seberang sana.

Setelah asap itu menghilang, terlihat sesosok pria jabrik yang memegangi tangannya beserta dua sosok yang membuat perisai pelindung.

"Cross Technique again?!" tanya Masamune kesal.

"Tapi Køhler-san kenapa, tuh?" tanya Motochika sambil menunjuk Mathias yang memegangi tangannya.

"Lain kali hati-hati, Anko! Jangan berlagak kambing!" bentak Lukas yang berada di depannya.

Mathias hanya mengangguk dan mengambil frisbee yang terjatuh karena menabrak perisai pelindung barusan.

"Aku tau, Norge! Tapi jangan sampai ngomong kambing juga, dong!" kata pria jabrik itu sambil bersiap melempar frisbee-nya.

'Memangnya ada apaan, coba?' batin Lance dan Ieyasu sweatdrop.

Daripada penasaran, kita langsung lihat aja kejadian sebelumnya.


-Flashback-

Ketika arena Hokuou-san tachi dilanda badai petir Masamune, mereka langsung melindungi diri dengan tangan masing-masing. Tapi...

"Fire Skill: Vermilion Shockwave!" teriak Mathias sambil merentangkan kedua tangannya ke depan.

Seluruh arena pun langsung diselimuti perisai berwarna merah api. Tapi karena petir tersebut lebih kuat, pria Denmark itu tidak menahannya lebih lama. Alhasil, Emil dan Lukas yang mengetahui hal itu langsung bertindak.

"Cross Technique: Light Glacier!" teriak keduanya sambil merentangkan tangan mereka ke depan.

Sekumpulan es bercahaya (?) pun mulai mengelilingi arena itu dan meredam petir tersebut yang sukses membuat ledakan dan asap gaje dimana-mana.

"Ugh!" Mathias langsung memegangi tangannya yang kesakitan akibat menggunakan skill barusan.

"Lu kagak apa-apa, Dan?" tanya Emil.

"Lain kali hati-hati, Anko! Jangan berlagak kambing!" bentak Lukas.

-Flashback End-


Kita kembali ke pertandingan sekarang! Sepertinya sang ketua guru sudah bersiap melempar frisbee-nya.

"Special Technique: Giant Axe Spin!" teriak Mathias sambil melempar frisbee-nya.

Frisbee itu pun berubah menjadi sebuah kapak raksasa yang berputar dengan kecepatan suara menuju ke arah mereka berlima.

"Metal Skill: Tanker Wall!"

Setelah Lance mengucapkan skill itu, sebuah tembok besi muncul dan menghalangi kapak gaje tersebut. Pemuda berambut merah itu pun mengambil frisbee itu dan langsung melemparnya.

"Special Technique: Missile Locked!" teriak Lance saat melempar frisbee-nya ke arah Emil.

"Ice Skill: Snow Shield!" teriak Emil sambil memunculkan perisai es di depannya.

Setelah frisbee itu mental karena perisai Emil, Lukas pun menangkap frisbee-nya dan langsung melemparnya.

"Giant Troll Sarchopagus!" teriak pria Norway itu.

Frisbee-nya pun berubah menjadi troll raksasa. Alhasil, seluruh anggota tim lawan (min Lance) plus para guru yang menjadi penonton pun langsung kabur berjamaah melihatnya. (Cowboy: "Eh, Yasu! Kok lu ikutan kabur?"/Ieyasu: "Gimana kagak kabur?! Gue udah trauma diinjek sama troll gaje itu! Lu mau apa ngerasain diinjek-injek sama makhluk itu?!"/Cowboy: "Kagak lha, mas Tokugawa! Gue kan masih sayang nyawa!" *nyengir plus ngeluarin tanda peace.*)

Sementara Lance? Dia hanya memasang smirk kecil yang tidak terlihat (?) sama sekali.

"Special Technique: Skill Reflection!" teriak Lance sambil memantulkan frisbee berbentuk troll itu.

Troll gaje itu malah berbalik ke arena Hokuou-san tachi dan menuju ke arah Emil.

"WHAT THE?!" pekik Emil sambil ngacir keliling arena.

Sementara para Nordic lainnya langsung tiarap di tempat dan berakhir diinjek sama pemuda Iceland yang dikejar-kejar sama skill kakaknya sendiri.

"Percuma, Emil-san! Kau udah kena Missile Locked dariku, jadi kau kagak bisa kabur dari skill kakakmu yang kubalikkan!" kata Lance mengingatkan dengan senyum kemenangan.

Setelah beberapa menit kejar-kejaran dengan troll jejadian tersebut, Emil pun udah keinjek sama troll yang kembali menjadi frisbee tersebut. Tino mengambil frisbee itu sambil menolong Emil berjalan keluar arena.

"Oke, deh! Wind Skill: Finnish Tornado!" teriak Tino sambil melempar frisbee-nya.

Badai tornado pun mulai mengelilingi frisbee itu dan langsung menerjang seluruh tim lawan sambil terbang keluar arena.

"YATTA!" teriak empat anggota Nordic seneng.

Padahal, mereka kagak menyadari ada sesuatu di kaki mereka.

"Semuanya out! Pertandingan selesai!" kata Daren yang entah sejak kapan menjadi wasit.

Webek, webek...

"HVAD?!" pekik Mathias kaget. "Kok bisa?!"

"Nah, biar gue jelasin! Dengerin baik-baik!" jawab Daren sambil menatap pria jabrik itu dengan death glare mautnya.

Mathias hanya bisa merinding gaje melihat death glare tersebut.

"Jadi, begini! Tadi pas Tino mau ngeluarin skill-nya, Yukimura sama Motochika udah nyiapin Cross Technique-nya!" jelas Daren datar.

Mereka pun hanya bisa manggut-manggut mendengarnya.

"Cross Technique itu baru keluar beberapa detik sebelum mereka semua diterjang tornado! Nah, buat para Nordic yang masih berada di arena, tolong lihat kaki kalian!" perintah pemuda berambut coklat ikal itu.

Hokuou-san tachi (min Emil) pun langsung memperhatikan kaki mereka dan kaget melihat kumpulan rumput laut dengan buah berbentuk dango (?) yang menyelimuti kaki mereka. Para guru yang menjadi penonton plus Masamune, Ieyasu, dan Lance pun hanya bisa sweatdrop berjamaah melihat tanaman jejadian tersebut.

'Pantesan aja Motochika/Chosokabe sama Yukimura/danna mau ikutan maju! Cross Technique-nya aja kayak begono!' batin mereka yang sweatdrop barusan.

"Hvad fanden er det/Hva i helvete er dette/Mitä helvettiä tämä on/Vad fan är det här (Apa-apaan ini)?!" tanriak Mathias, Lukas, Tino, dan Berwald kaget.

"Dan karena kagak ada yang bilang 'back' saat itu, semuanya dianggap keluar?" tanya Lance.

"Benar sekali!" jawab Emil datar.

"Yah, masih mending ini hanya latihan! Besok bakalan lebih susah lagi, lho!" kata Daren sambil meninggalkan kerumunan tersebut.

Mereka semua pun langsung sweatdrop berjamaah dengan kepergian sang pemuda Hunter tersebut.


To Be Continue...


Review! :D