Balas Review! :D

Honey Sho: Mungkin nama Cross Technique yang cocok buat skill mereka berdua adalah 'DangoWeed' (?), deh! XD *plak!* Bicara soal Mathy, saya sempat menjelajah CSO Wikipedia dan membandingkan wajah Walther dengan wajah Mathy yang kuhafal di luar kepala (aku pasang gambarnya di Wallpaper HP-ku saking nge-fans sama dia! Bahkan foto profile BBM-ku aja gambarnya dia versi chibi! :p) dan...

Mathias: "Kenapa menggantung begitu ngomongnya?"

Me: "Ternyata kagak mirip banget!" -_-"

Mathias: *sweatdrop.*

Kalau kagak percaya, coba aja cari di Google 'Hetalia Wikipedia Denmark' (Gue serius! Mathias tuh sebenernya dari Hetalia, tapi nama Nation-nya Denmark!)! Saya jamin pasti anda juga ikutan cengo kayak saya! *plak!* Oke, terima kasih Review-nya! :D

l w bunga: Mathias sama Andre tuh musuh bebuyutan! Kalau kagak percaya, tanya aja Sho-san! -_-"V Kalau soal gemetarannya, pikirin aja sendiri gimana rasanya ngelawan temen sendiri! Yah, walaupun reaksinya agak sedikit lebay! -_-" *ditimpuk gelas bir.*

Ieyasu: "Mending lu baca aja Chapter "Dodge Frisbee Battle', pasti ngerti!"

Baiklah, ini dia kelanjutannya! :D

Sakazaki-Rikou: Yah, Thanks for Review! :D

Happy Reading! :D


Chapter 25: What The Holy Crap is The Dodge Frisbee Tournament?!


Para guru plus Hokuou-san tachi sekarang sedang berada di lapangan untuk menunggu lawan mereka. Tapi masalahnya...

"Makkun kemana, ya? Kok dia kagak ada di sini?" tanya Ieyasu saat dia tidak mendapati si ketua guru jabrik itu di antara mereka.

"Menekedele! Kali aja dia lagi 'kencan'!" jawab Lance watados.

"Gue cariin Dan dulu, ya!" kata Emil sambil meninggalkan mereka.


Di kantin...

Ternyata, sang ketua guru jabrik kita sedang bersama 'murid kesayangan'-nya dan mereka malah asik-asikan makan bersama. Warten Sie eine Minute (Tunggu dulu)! YANG BENER AJA MEREKA-


Mathias: *nyolek Thundy.*

Thundy: "Siapa yang nyo- lek?" *nengok ke belakang dan langsung merinding disko.*

Mathias: "Bisakah lu kagak ganggu acara gue?!" *ngeluarin kapak plus aura merah mengerikan.*

Thundy: *kabur.*

Mathias: *ngejar Thundy.*

Girl-chan: *facepalm.*

Cowboy: *sweatdrop.* "Oke, gue aja deh yang gantiin!"


Tiba-tiba, Emil muncul dari belakang (entah bagaimana caranya) dan langsung menjitak kepala mereka berdua.

"Heh! Gue cariin lu kemana-mana, malah pacaran di sini! Dasar Dan kambing tempe-tempean (?)!" bentak Emil kagak nyelow.

Eh, sebentar! Apa maksudnya 'kambing tempe-tempean', Mil? (Emil: "Mil, Mil! Lu kate gue merek permen?! Lagian, cabe-cabean kan udah mainstream!" *ngamuk gaje.*/Cowboy: "Gue tau, tapi kan kagak usah sampai segitunya juga! Entar lu dikatain PMS, lagi!"/Emil: *langsung kembali tenang.* "Maaf!")

"Lu kali yang Puffin ikan-ikanan (?)!" balas Girl-chan sewot.

"Eh, Emil! Liat ke atas, deh! Ada sapi terbang!" kata Mathias tiba-tiba sambil menunjuk ke atas.

Sepertinya tu Kambing mau ngulangin kejadian di 'Hetalia April Fools Event 2011', deh! Itu lho, kejadian dimana Denmark ngasih tau tentang sapi terbang yang sukses bikin Iceland muntahin minumannya ke meja dan Puffin-nya!

Saat Emil nengok ke arah yang ditunjuk Mathias, sang ketua guru pun langsung kabur sambil menarik tangan Girl-chan yang berada di sebelahnya.

"Dan! Mana sapi- SIALAN! GUE DIKIBULIN DAN! KAMPRET!" pekik Emil emosi karena ternyata dia ditipu Mathias.

Sementara yang bersangkutan udah kabur bersama 'murid kesayangan'-nya meninggalkan asap bekas pelarian (?) mereka.


Di lapangan...

"Anko itu kabur sama pacarnya?" tanya Lukas saat Emil menceritakan kejadian barusan.

"Sialan banget tuh Dan! Ngapain coba dia ngulang kejadian di 'April Fools 2011', sih?!" gerutu Emil yang masih emosi.

"Yah, lu kagak tau aja Makkun kayak gimana!" kata Ieyasu watados.

"Betul banget!" balas Lance.

"Hei, hei! Mereka dateng, tuh!" kata Keiji sambil menunjuk kerumunan di seberang lapangan.

Di sana, terlihat sembilan orang berambut pelangi (?) berpakaian warna-warni. Lima dari kesembilan orang itu sangat dikenali Lance. Pasalnya, mereka tuh orang yang sama yang muncul di Chapter 'Persiapan Pentas Seni NihoNime Gakuen'.

"Kalian ngapain ke sini?" tanya Lance kepada kelima orang yang dimaksud.

"Mau tanding sama kalian, masa mau bantai BakAuthor sama si Kambing?" jawab salah satu dari mereka berlima watados.

Lance hanya bisa sweatdrop mendengarnya.

"Jangan bilang kalau yang ngundang kalian-"

"Yo!" sapa seorang pria berambut coklat bertopeng dan memakai jaket hijau dan celana coklat yang sukses memotong pertanyaan Tino.

Dia tidak sendirian, lho! Ternyata dia bersama seorang pria berambut coklat gelap bermata ungu dengan kacamata berbingkai kotak hitam. Pakaiannya pun kayak seorang aristokrat atau kalau kagak salah, perlente.

"K'lian ng'pain ke s'ni, Sad'q? Rod'rich?" tanya Berwald kepada kedua pria itu.

"Kenapa? Kami kan yang ngadain 'DFT' kedua ini, lho!" jawab pria berkacamata yang dipanggil Roderich itu datar.

Sontak, Berwald, Lukas, Emil, dan Tino pun langsung jawdrop berjamaah mendengarnya.

"Oh, iya! Mathias kemana, ya?" tanya Sadiq heran melihat si jabrik itu tidak bersama mereka.

"Itu masalahnya! Dia kabur bersama 'dia'!" jawab Emil yang masih kesal mengingat kejadian barusan.

"Siapa itu 'dia'?" tanya Sadiq dan Roderich bersamaan sambil memandang satu sama lain.

Para guru plus kesembilan orang itu pun hanya bisa sweatdrop berjamaah dengan kejadian di depan mereka.

"Errr, apa kita bisa mulai sekarang?" tanya seorang bocah cowok berambut coklat bermata ruby.

"Iya juga, ya! Bakalan kagak selesai kalau kayak gini jadinya!" kata seorang gadis berambut merah twintail bermata ruby dengan kacamata kotak berbingkai merah itu datar.

"Baiklah, untuk sementara kita abaikan si Makkun dulu!" balas Ieyasu tanpa dosa.


Sementara itu...

"Sialan si Yasu! Gue dikacangin gitu aja! Anjrot!" gerutu Mathias yang lagi bertengger (?) di atas pohon.

"Yah, salah sendiri kibulin si Emilkita (?)!" balas Girl-chan datar yang lagi gelantungan gaje kayak kukang (?). *Narator ditabok Girl-chan.*


Kembali ke lapangan...

"Hatchi!" Emil langsung bersin di tempat.

"Steilsson-san kagak apa-apa?" tanya Kenshin.

"Ah, Ég er fínn (aku baik-baik saja)!" jawab Emil datar sambil mengusap hidungnya.

'Siapa nih yang ngomongin gue? Kok gue ngerasa nama gue kayak dijadiin nama permen (?), ya?' batin pemuda Iceland itu heran.

"Special Technique: Giant Axe Spin!"

Setelah terdengar teriakan yang entah darimana asalnya, sebuah kapak raksasa pun muncul dan melaju dengan kecepatan suara ke arah mereka semua.

"DAFUQ!" pekik kesembilan bocah itu plus Sadiq dan Roderich sambil ngacir berjamaah.

"Water Cyclone!" teriak Berwald sambil merentangkan tangannya ke atas.

Pusaran air pun mulai mengelilingi keempat anggota Nordic plus para guru yang kagak sempat kabur tersebut. Entah kenapa, kapak gaje itu malah berbelok ke atas dan langsung jatuh dari atas menuju ke arah pusat pusaran air tersebut.

'Mampus! Kayaknya Makkun udah memperkuat skill-nya, deh!' batin Ieyasu yang kenal betul pemilik skill gaje tersebut.

"Metal Skill: Tanker Wall!"

Lance langsung memunculkan perisai besi yang melindungi mereka semua. Kapak gaje itu pun langsung menghilang setelah mental kena perisai barusan.

"WOI, MAKKUN! KALAU MAU NGAJAKIN PERANG, JANGAN KAYAK GINI CARANYA!" teriak Ieyasu entah kepada siapa.

"Hah?! Jadi si Køhler-san/Mathias/Anko/Ta-san/Dan pelakunya?!" pekik semua yang masih ada di lapangan kaget.

"Napa? Problem?" Terdengar suara dari sebuah pohon yang entah kenapa mengeluarkan aura merah mengerikan.

"Hyiiiiiiii, kok pohon-dono (?) aura-nya sama kayak Mathias-dono?" tanya Yukimura merinding.

Yang lainnya pun hanya bisa sweatdrop berjamaah mendengarnya.

'Mana ada pohon dikasih suffix '-dono', Yukimura/Sanada-san/danna?' batin mereka semua (min Yukimura dan para Nordic) yang masih sweatdrop.

'Baru tau gue kalau Dan/Ta-san/Anko aura-nya sedemikian mengerikan!' batin Emil, Tino, dan Lukas jawdrop.


Di atas pohon...

"Apa mesti sampai ngeluarin aura begituan?" tanya Girl-chan sweatdrop melihat ketua guru (merangkap pacarnya) itu ngeluarin aura merahnya.

Mathias yang udah berhenti mengeluarkan aura merah pun hanya bisa menghela nafas.

"Au ah, turun aja yuk!" ajak pria jabrik itu sambil melompat turun dari pohon.

Entah kenapa, dia malah jatuh guling-guling entah karena kurang hati-hati atau kepeleset.

TUING! GEDERUBAK! TENG! (?)

"Sumpah, efek suara yang aneh banget!" komentar Girl-chan sweatdrop melihat sang ketua guru yang jatuh dengan nistanya beserta efek suara yang gajeness banget.

"Hoi, Mat! Lu kagak apa-apa?" tanya Lance sambil menghampiri pria jabrik tersebut.

"Ugh!" Hanya itu respon yang keluar dari mulut si Kambing. *Narator dikejar-kejar Mathias.*


-skip time-


"Oke, apa kalian sudah siap?" tanya Sadiq selaku wasit.

Kedua tim pun hanya mengangguk.


Errr, kalau kalian heran dengan susunan timnya, anggotanya seperti ini:

Tim 1 (sebelah kanan lapangan): Mathias, Ieyasu, Lance, Lukas, Emil, Motochika, Yukimura, Masamune, dan Keiji.

Tim 2 (sebelah kiri lapangan): Rahasia, keles! :p *Narator digampar Reader.*


Nah, kita lihat bagaimana pertarungan mereka nanti di Chapter depan! *Narator dibantai seluruh guru NihoNime Gakuen.*


To Be Continue...


Cowboy: "Kenapa sampai situ doang, BakAuthor?"

Me: "Gue lagi stress mikirin kelanjutannya, jadi kayak gitu deh!"

Cowboy: *sweatdrop.*

Me: "Review!" :D