Balas Review! :D

Honey Sho: Saya menjelajah yang versi Indo karena kebetulan aja nemu pas lagi nyari Basara Wikipedia! :D

Cowboy: "Hahaha! Deja vu-nya memang kerasa banget!" XD

Thundy: "Mein freund! Pernah ngerasain disetrum Thunderbolt berkekuatan 90 juta volt (?)?!" *ngeluarin dark aura plus Thunder Staff.*

Cowboy: "Oke, friends! Hanya bercanda!" *gelagapan.*

Mathias: "Mending dilanjutin aja! Gue males ngeliatnya! Moncong-moncong (?), Rex itu siapa, ya? Dinosaurus (?)?"

Me:"Bukan, Mathy! Itu nama salah satu chara CSO!"

Mathias: "Oh!"

Me: *sweatdrop.*

Oke, Thanks for Review! :D

Sakazaki-Rikou: Hahaha! Baiklah, terima kasih Review-nya! :D

Happy Reading! :D


Chapter 26: Nordic plus LanYasuMasmunChika (?) versus OC


Thundy: "Sebentar, deh! Sebelum kita mulai, kayaknya ada yang complain!"

Lance: "Gimana kagak complain?! Kenapa nama kita berempat disingkat segaje itu, sih?!" *nyiapin Gun Blade.*

Thundy: "Jangan salahin gue, coy! Gue cuma ngikutin skrip si Author!" *kabur.*

Lance: *ngejar Thundy.*

Girl-chan, Daimyo, dan Nordics: *sweatdrop.*

Cowboy: "Kenapa harus gue lagi?" *facepalm.* "Baiklah! Kita langsung aja ke ceritanya daripada ngeliatin sohib gue (baca: Thundy) dibantai sama Lance!"


"Semuanya udah siap?" tanya Roderich selaku wasit kali ini.

Para Nordic plus Lance, Ieyasu, Masamune, dan Motochika pun hanya mengangguk. Roderich menengok ke arah para OC yang menjadi lawannya dan mereka pun mengangguk mantap.

"Oke! Mulai!" kata pria Austria itu sambil ngasih lampu ungu (?).

"Eagle Eyes!" teriak Musket sambil melempar frisbee-nya.

Ketika frisbee itu lepas landas (?), entah kenapa tuh frisbee malah berubah menjadi seekor elang dan terbang menjauh dari lapangan sekolah yang menjadi arena 'DFT'. Reaksi mereka yang melihat skill abstrak tersebut? Para Nordics, guru, OC min Tsundere Trio (baca: Daren, Thundy, dan Cowboy) dan Musket, plus Sadiq dan Roderich langsung ber-gubrak ria, sementara Tsundere Trio hanya bisa sweatdrop.

"Hei, Musket! Kenapa harus pake skill itu, sih?" tanya Tsundere Trio yang masih sweatdrop.

"Hehehe! Aku lupa, dayo!" jawab Musket watados. (Girl-chan: "Ngapain coba dia ngulangin kejadian di Chapter 'Dodge Frisbee Training Again?'?" -_-")

"Dasar!" kata Mathias sambil menghela nafas dan ngeluarin frisbee cadangan dari saku celananya.


Setelah beberapa adegan kucing nyasar (?) kemudian...

Karena kejadian barusan, tim OC pun mengulangi pelemparan mereka. Kali ini giliran seorang gadis berambut coklat twintail, bermata hazel dengan kacamata berbingkai bulat, dan memakai gaun berwarna coklat yang melempar.

"Meteor Rush!" teriak gadis itu sambil melempar frisbee itu.

Saat frisbee itu melaju dengan kecepatan planet Venus (?), benda itu pun berubah menjadi komet api (?) beserta hujan meteor yang langsung muncul begitu saja.

"WHAT THE HELL?!" pekik tim NNG sambil ngacir berjamaah.

"Eh, Makkun! Lu bisa pake defense skill lu, kagak?" tanya Ieyasu kepada Mathias yang berlari di sebelahnya.

"Ya kagak bisa lah! Orang kemaren badai petirnya Masamune aja kagak bisa, apalagi hujan meteor!" jawab Mathias sewot.

Masamune yang merasa terpanggil hanya bisa kicep mendengarnya.

"Oh iya, Emil-san! Apa bisa Cross Technique bertiga?" tanya Lance kagak nyambung kepada Emil yang berada di depannya.

"Gue kagak tau! Tapi sama siapa dulu?" jawab Emil bertanya balik.

"Lu sama Lukas-san dan Mathias aja!" balas Lance watados.

"Hva (Apa)?! Ogah banget gue sama si Anko itu!" tolak Lukas emosi.

"Bodo amat sama siapa, yang penting Cross Technique!" teriak Mathias sambil memegang tangan Lukas yang berada di sebelahnya, kemudian berhenti dan berbalik.

Emil pun ikut berbalik dan ketiganya pun bersiap di tempat.

"Cross Technique: Fire/Light/Ice Skill-" Mereka bertiga pun merentangkan tangan masing-masing ke depan.

"Danish Pyro Gust/Norwegian Blessing Shield/Icelandic Glacier Wall!"

Pilar api, perisai cahaya, dan tembok glester pun bersatu menghasilkan es krim api bercahaya (?). *plak!* Eh, salah deng! Maksudnya, pelindung rangkap tiga yang melindungi seluruh tim NNG.

"Viileä (Keren)!" puji Tino saat melihat pelindung ajaib tersebut.

"Motochika, out!" kata Roderich.

"Hah?!" Seluruh anggota tim NNG pun langsung kaget mendengarnya.

"Maaf, kawan-kawan! Kalau boleh tau, memangnya kalau kena jaket keluar ya?" tanya Motochika.

Ujung lengan jaketnya yang hanya tersampir di pundak pun juga terlihat ada sedikit bekas terbakar. Berwald yang menyadari hal itu pun langsung bertanya.

"J'ngan-j-ngan, fr'sb'e 'tu m'ng'naimu s'b'lum m'rek' ng'lu'rin Cross T'chniqu'?" tanya Berwald. "So'lny' tad' 'ku m'lih'tmu lar' p'ling b'lak'ng, jad' k'y'kny' k'u y'ng k'na d'lu'an!"

"EEEEEEEEEEEEEEEH?!" Mathias, Lance, Ieyasu, dan Masamune pun langsung tambah kaget mendengarnya.

"Benar, Oxenstriena-san!" jawab Motochika pasrah sambil berjalan keluar arena.

"Oke!" Lance yang udah ngambil frisbee-nya pun langsung bersiap melempar. "Super Plasma Beam!"

Frisbee itu pun berubah menjadi cahaya komet (?) berwarna ungu yang melaju ke arah Saphire. Saphire yang kagak ngudeng pun langsung terkena lemparan tersebut.

DUAK!

"Saphire, out!" kata Roderich.

"Soeur de base stupide (Dasar kakak bodoh)!" rutuk Daren dalam bahasa Prancis saat melihat kakaknya keluar arena.

"Nah, siap-siap ya? Soalnya bakalan serem, nih!" kata Cowboy mengingatkan.

Seluruh tim NNG pun bersiap di tempat masing-masing.

"Mud Vortex!" teriak pemuda berambut pirang itu sambil melempar frisbee-nya.

Frisbee itu pun berubah menjadi komet lumpur (?) dan melaju dengan kecepatan suara ke arah Lukas.

"Crystalic Shield!"

Perisai kristal yang sama dengan yang pernah dikeluarkan Emil sebelumnya (Note: baca Chapter 'Demam Licorice dan Dodge Frisbee Tournament Season 2?') pun langsung muncul di depannya. (Cowboy: "Sekedar informasi, sebenernya Nordics itu punya 2 elemen tetap! Crystal dan Wind! Tapi elemen ketiganya berbeda, kecuali Tino yang cuma punya 2 elemen itu saja! Lukas elemen ketiganya Light, Mathias Fire, Emil Ice, dan Berwald Water! Sudah jelas, kan? Kalau kurang jelas, tanyakan saja BakAuthor! Gue capek jelasin sepanjang ini!")

Sayangnya, komet lumpur itu berhasil memecahkan perisai tersebut dan Lukas yang tidak punya defense skill yang lebih kuat pun langsung terkena komet gaje itu. Entah kenapa, komet itu malah mengarah ke Mathias dan yang bersangkutan kagak ngudeng saat tangan kirinya terkena serangan itu karena sibuk menertawakan 'Norge'-nya.

"Lukas dan Mathias, out!" kata Roderich.

Webek, webek...

"HVAD?! KOK GUE JUGA?!" pekik Mathias lebay.

"Errr, Mat! Coba liat tangan kiri lu, deh!" saran Lance ragu.

Dengan bingung, pria jabrik itu langsung memperhatikan tangannya dan kaget melihat bekas lumpur di tangan kirinya.

"WHAT THE HELL?! APA-APAAN INI?!"

Ieyasu dan Emil pun hanya bisa facepalm melihat reaksi Mathias yang kelewatan lebay tersebut.

"HAHAHAHA! RASAIN ITU, KAMBING/ANKO!" teriak Cowboy dan Lukas menertawakan Mathias.

Mathias dengan pasrah berjalan keluar arena diikuti Lukas. Motochika hanya bisa menepuk punggung ketua guru itu untuk menghiburnya.

"Sabar ya, Køhler-san!" hibur Motochika.

"Kayaknya mulai seru aja!" komentar Daren datar.

Sekarang giliran Emil yang melempar frisbee-nya.

"Special Skill: Puffin Invasion!" teriak pemuda Iceland itu sambil melempar frisbee-nya.

Entah kenapa, puluhan Puffin nyasar yang entah muncul darimana langsung mengikuti arah frisbee tersebut. Seluruh tim OC yang berada di lapangan pun langsung ngibrit berjamaah melihatnya.

"WHAT THE FUCK?! SKILL MACAM APAAN ITU?! ASDFGHJKL!" gerutu Cowboy kesal sambil terus lari.

'Oh iya! Kenapa gue kagak pake cara 'itu', ya? Ah, tapi abang bego itu kan ada di luar arena! Eh, iya! Gue punya akal!' batin Daren.

"Thun!" teriak Daren kepada Thundy yang berlari di depannya.

"Oke, mein freund!" balas pemuda berambut navy blue itu sambil berbalik dan merentangkan tangannya ke depan.

"Special Technique: Electric Shockwave!" teriak Thundy.

Perisai elektrik pun langsung muncul dan menyelimuti mereka semua. Tapi sialnya, dia kagak melihat evil smile di wajah Emil.

"Sekarang, Svi! Fin!" teriak Emil ngasih isyarat.

"Cross Technique: Finnish and Swedish Storm!" teriak Tino dan Berwald. (Tino: *baca nama skill-nya.* "Skill macam apaan ini?" *sweatdrop.*)

Badai tsunami bercampur tornado pun muncul dan langsung mematahkan perisai elektrik itu serta menghanyutkan pemuda berambut navy blue tersebut.

"Thundy, out!" kata Roderich.

"Sekarang keadaannya seimbang, ya?" tanya Cowboy meratapi temannya yang keluar arena.

"Kita harus usaha, dayo!" kata Musket.

"Back!" kata Lukas dan Mathias bersamaan.

Keduanya pun langsung adu death glare dan berubah menjadi acara adu toa plus gulat (?).

"Heh! Gue juga mau main, Norge!" teriak Mathias emosi.

"Heh! Sadar diri, Anko! Arena ini kan butuh orang beneran buat main, bukan buat kambing jadi-jadian (?) kayak lu!" balas Lukas sangar. (Cowboy: "Sangar? Memangnya harimau?")

"Egois lu, Norge!" teriak Mathias kesal.

"Lu yang egois, Anko goblok!" balas Lukas sarkastik.

Reaksi orang yang melihat kelakuan mereka berdua? Mereka hanya bisa sweatdrop berjamaah melihat kelakuan kedua pria Nordic tersebut.

"Hei, Dan! Nore! Bisa dimulai lagi, kagak?" tanya Emil yang masih sweatdrop.

"Baiklah!" jawab keduanya sambil ngeluarin aura mengerikan masing-masing yang sukses membuat pemuda Iceland itu langsung kelabakan.

"Eh? Apa-apaan ini? Kenapa kalian ngeluarin aura kayak gitu?" tanya Emil sambil merinding disko.

Sontak, Emil pun langsung jadi korban amukan pria Denmark dan Norway tersebut.


Setelah acara pemenggalan dan penginjakan oleh troll (?)...

Akhirnya, Lukas pun ngalah dan tetap di luar arena. Sebelum Musket mulai melempar frisbee-nya, Saphire bilang 'back' dan berjalan ke dalam arena.

"Special Technique: Eagle Strike!" teriak Musket sambil melempar frisbee-nya.

Frisbee itu pun berubah menjadi elang jejadian yang melaju dengan kecepatan suara ke arah Masamune. Sang Donkugaryuu pun hanya memasang senyum yang tidak bisa diartikan.

'Eh, sebentar! Jangan bilang kalau dia mau pake skill itu?' batin Lance yang menyadari maksud dari senyuman Masamune tersebut.

"Copy Skill: Skill Reflection!" teriak Masamune.

Entah kenapa, elang jejadian itu malah berbalik ke arah arena tim OC dan Musket pun langsung ngacir saat melihat elang buatannya sendiri menuju ke arahnya.

"Lu copy skill-nya Ransu-kun, ya?" tanya Ieyasu yang sweatdrop melihat kejadian barusan.

Masamune hanya bisa nyengir kuda laut sebagai jawabannya. Lance pun langsung facepalm. (Cowboy: "Tunggu dulu! Yang nanya kan Yasu, kenapa malah dia yang facepalm?" *sweatdrop.*)


Setelah acara kejar-kejaran gaje...

Setelah Musket keluar arena akibat terkena skill-nya sendiri (Cowboy: "Kenapa jadi deja vu dengan yang pernah dialami Emilkita di Chapter 'Dodge Frisbee Training Again?', ya?" -_-" *dibantai Emil.*/Emil: "Kenapa 'Emilkita' lagi?! Gue kan udah bilang kalau gue bukan merek permen!"/Cowboy: "Et, deh! Pertama si Kambing, sekarang lu! Kenapa malah protes ke gue?! Kan yang bikin skrip-nya si BakAuthor!"/Mathias: *ikut bantai Cowboy setelah mendengar kata 'Kambing'.*), sekarang giliran Saphire yang bersiap melempar frisbee-nya.

"Take this, Interval Wind!"

Badai angin pun muncul dan Ieyasu dan Lance pun segera ngeluarin Cross Technique mereka (Note: Baca Chapter 'Dodge Frisbee Training Again?'!). Tapi sayangnya, Masamune, Berwald, dan Tino terkena badai angin itu dan langsung terbang keluar arena tepat saat perisai aneh itu mau keluar.

"Masamune, Berwald, dan Tino, out!" kata Roderich.

"Kayaknya kita kagak bakalan menang kalau kayak gini caranya!" gerutu Emil.

"Aku tidak tau harus ngomong apalagi! Kalau tau bakalan sesusah ini, mungkin aja bisa membalikkan keadaan!" gumam Lance.

Merasa mendapatkan ide bagus, Mathias menyolek bahu pemuda berambut merah itu.

"Ada apa, Mat?" tanya Lance bingung.

"Kalian sini, deh! Gue punya akal!" kata Mathias dengan senyuman yang sulit diartikan.

Mereka berempat pun langsung berdiskusi.

"Baiklah, Makkun! Aku mengerti!" kata Ieyasu yakin.

Sekarang sang ketua guru pun sudah bersiap melempar frisbee-nya.

"Special Technique: Giant Axe Spin!"

Frisbee itu pun berubah menjadi kapak jejadian. Daren dan Saphire bersiap mengeluarkan defense skill.

"Reflector Shield!" teriak kedua bocah Andreas tersebut.

Tapi anehnya, kapak itu bukannya berbalik, malah berbelok ke atas. Seluruh tim OC yang melihat keanehan itu hanya bisa jawdrop melihatnya, terutama kedua bocah Andreas itu.

"WHAT THE HELL?!" teriak keduanya kaget.

"Sekarang, Ice!" Mathias langsung ngasih isyarat ke Emil.

"Frozen Meteor!"

Kapak itu pun langsung berubah menjadi hujan meteor es yang menghujani arena tim OC (kecuali Daren, Saphire, dan Cowboy yang tertolong berkat perisai milik Cowboy).

"Masih belum selesai! Rudal Rain!"

Puluhan rudal nyasar yang muncul entah darimana pun udah langsung bikin keadaan arena tim OC tambah hancur. Setelah asap gaje akibat rudal itu menghilang, terlihat sebuah peti mati (?) tergeletak di tengah arena beserta Cowboy dan Saphire yang udah tepar di luar arena.

"Kawarimi no Jutsu lagi?!" gerutu Lukas kesal dari luar arena karena mengingat kejadian yang pernah dia lakukan sebelumnya. (Note: Baca Chapter 'Dodge Frisbee Battle'!)

"Kenapa harus gue yang ngurusin mereka?" tanya Daren setelah muncul dari dalam peti mati tersebut. *Narator ditembak Daren.*

"Huwaaaaaa! Ada zombie nyasar (?)!" teriak Quartet Sarap (Mathias, Emil, Lance, dan Ieyasu) sambil ngacir berjamaah. *ditimpuk gelas bir.* *dilempar ke Segitiga Bermuda.* *digetok Gun Blade.* *digiles Tadakatsu.*

"HOI! SIAPA YANG KALIAN BILANG ZOMBIE NYASAR, HAH?!" pekik Daren emosi melihat kesarapan keempat orang di seberang sana. *dibantai bersama.*

"Salah lu juga pake skill peti mati (dayo)!" kata Thundy dan Musket bersamaan.

"Yeeee, mau gimana lagi?! Gue kan kagak punya defense skill yang lain!" balas Daren sewot.

Mereka yang mendengarnya pun langsung sweatdrop berjamaah.


Setelah adegan zombie jadi-jadian dan pengungsian korban (?)...

"Mon cher frère (Kakakku tersayang)! Kalau aku kalah nanti, kau harus melakukan taruhannya! Comprenez vous (Kau mengerti)?" tanya Daren dengan senyum mengerikan ke arah kakaknya.

Saphire hanya bisa menelan ludah melihat senyum adiknya tersebut.

"Semoga kau bisa selamat dari taruhan itu, ya!" kata Cowboy watados.

"Oke, Flying Torch!" teriak Daren sambil melempar frisbee-nya.

Entah kenapa, saat frisbee itu ngilang entah kemana, frisbee itu malah berubah menjadi sebuah obor terbang (?). Ieyasu pun langsung mengambil posisi untuk melakukan sesuatu.

"Copy Skill: Icelandic Catcher!"

TAP!

Entah gimana caranya, Ieyasu berhasil menangkap obor jejadian itu dan benda gaje itu pun kembali menjadi frisbee.

"Heh! Ngapain lu copy skill gue, sih?!" tanya Emil emosi.

"Maaf, Steilsson-san! Kagak sengaja!" jawab Ieyasu watados sambil memeletkan lidahnya.

'Kayak gitu kagak sengaja?!' batin pemuda Iceland itu kesal.

"Ikkou ze, Robotic Imigration!" teriak Ieyasu sambil melempar frisbee itu.

Entah kenapa, puluhan Tadakatsu (?) langsung menyerbu Daren yang defenseless tersebut.

"WAKS?!" Daren yang kagak siap pun langsung kena serbuan puluhan robot nyasar tersebut.

Reaksi orang yang melihat skill Ieyasu yang gaje tersebut? Para guru (min Ieyasu), Hokuou-san tachi, plus para OC (min Daren) hanya bisa jawdrop berjamaah.

"Dafuq! Skill macam apaan, tuh?" tanya Mathias sambil berusaha mengangkat rahangnya.

"Oke, pemenang kali ini adalah tim NNG! Selamat, ya!" sahut Roderich datar.

Semua yang berada di lapangan pun langsung bertepuk tangan dengan meriah.


To Be Continue...


Cowboy: "Kenapa kami harus kalah dengan cara kagak elit kayak gitu?" *sweatdrop.*

Me: "Gue kagak tau harus gimana lagi!"

Ieyasu: "Oh iya, Mercowlya-san! Memangnya Andreas-san tachi taruhan apaan, sih?"

Cowboy: "Kalau soal itu, gue kagak tau! Thun-kun, lu aja deh yang jawab!"

Thundy: "Oke deh, mein freund! Mereka tuh lagi taruhan lomba minum wine terbanyak!"

Ieyasu: *sweatdrop.*

Me: "Review!" :D