Balas Review! :D

FadjrinaH: Aduh, gimana ya? Aku update ini tiga hari seminggu, jadi aga susah! Yah, begitulah! Terima kasih Review-nya! :D

Sakazaki-Rikou: Itu masih rahasia! Tapi kalau mau tau, coba aja baca fic-ku yang 'Eyeglasses'! *malah promosi.* Ini dia kelanjutannya! :D

Honey Sho: Aduh, si Max bancinya kocak parah! XD

Cowboy: "Gue dari dulu takut kadal! Masalah buat lu?"

Mathias: "Maksudmu ini?" *megang bunglon.*

Cowboy: *kabur.*

Aku tidak mengerti! Maksudnya 1 vs 3 itu apaan, ya? -_-"a Oke, Thanks for Review! :D

Happy Reading! :D


Chapter 27: Uji Nyali ala NihoNime Gakuen


Di ruang guru NihoNime Gakuen, para guru plus Emil dan Lukas sedang melakukan aktivitas mereka masing-masing.

-Keiji lagi nari dengan lagu... Iwak Peyek? Padahal dia nari flamenco, lho! (Itu, lho! Tarian terkenal dari Spanyol!)

-Mitsunari yang... Ehem! Apa dunia sebentar lagi kiamat? Gue tau kalian bingung dengan perkataanku yang aneh bin ajaib binti gaje ini, tapi...

.

.

.

.

.

.

.

.

.

COBA BAYANGIN! ISHIDA MITSUNARI BERMESRAAN DENGAN TAKENADA HANBEI?! MITSUNARI BERMESRAAAN?! BUKANNYA YANG SERING BERMESRAAN ITU MASMUN SAMA YUKI?! KENAPA MALAH MEREKA BERDUA?! (Reader: "Kagak usah pakai caps juga, kale!" *getok Thundy pakai payung (?).*)

Oke, kita lewatkan saja! Saya kagak mau mati di tempat gara-gara teriak tadi! Kalau kagak percaya, bayangin aja mereka lagi bermesraan di sofa!

-Motochika yang... Ehem! Bolehkah aku menyetrum diriku sendiri? Soalnya...

.

.

.

.

.

Mouri Motonari... sedang berpegangan tangan dengan Motochika?! Motonari yang biasanya datar aja bisa romantis dengan si bajak laut banci itu?! *ditimpuk jangkar.* Apalagi di atas kepala Motonari ada lope-lope (?) yang berjatuhan dan dia menyenderkan kepalanya di pundak Motochika.

Mein Gott! Apakah dunia sudah terbalik sekarang?

-Lukas lagi membaca buku sihir ditemani seekor kucing kecil yang cute banget. X3 *plak!*

-Mathias lagi main catur sama Lance. (Cowboy: "Tumben dia anteng kayak gitu! Biasanya juga tuh Kambing bakalan nyari ribut sama si 'Hero' dari fandom CSO! Bentar lagi dunia kiamat, nih!" *dipenggal Mathias.* *dihajar Andre di Toxicity.*)

-Guru-guru lainnya lagi ngacir alias sibuk di luar karena misi.


Baiklah! Sebelum dimulai, kita liat dulu kegiatan untuk sisa guru (?) di luar.

-Masamune sedang membasmi Kecoa di rumah Hokuou-san tachi. Karena Emil takut kecoa, dia pun meminta sang Donkugaryuu untuk membasmi semua kecoa di rumah para Nordic tanpa sisa. (Cowboy: "What?! Emilkita takut kecoa? Wah! Hot News, nih!" *dilempar Emil ke danau Baikal.*)

-Sasuke harus mewawancarai... Nobunaga? Entah kenapa dia harus mewawancarai si raja iblis itu!

-Kenshin disuruh menjadi wartawan dan harus mewawancarai Sadiq yang sedang datang bulan. *ditebas Sadiq.* Ralat! Maksudnya, sedang bulan madu dengan... Roderich? (Cowboy: "Kapan nikahnya, coba?" -_-" *digetok biola.* *dilempar Sadiq ke Yunani.*)

-Yukimura harus mencari senjata kesayangan Andre yang hilang 10 hari 10 malam (?). Sampai-sampai, sang 'Hero' itu galau 10 hari 10 malam karena kehilangan senjatanya. *lebay mode on!* *Narator dihajar Andre di Storm.*

-Shingen harus ke Kai karena mendengar kabar dari salah satu prajuritnya kalau ada Demon yang mau kawin lari dengan seorang manusia (?). Dia terpaksa mengejarnya karena keadaan darurat.

-Kojuro harus ke Shadow Forest untuk merawat Giant Ent yang kena penyakit racun pohon (?).


Nah, selesai sudah penjelasanku! Saatnya mu-


Mathias: "Eh, sebentar! Ice mana? Kok kagak kelihatan?"

Thundy: "Oh iya, gue lupa kasih tau soal Emil!" (batin: "Cih, gue kagak nyangka insting si Kambing itu sepeka ini!")


Kucing kecil yang bersama Lukas itu adalah...

JENG JENG!

Ternyata kucing itu adalah Emil yang DIKUTUK oleh Lukas. Gara-garanya, Lukas cemburu mengira adiknya dan Lance... ngelakuin 'itu'! Soalnya, dia pernah memergoki Lance dan Emil lagi berdua di dalam perpustakaan dan mereka sempat ngeluarin desahan yang agak ambigu. (Cowboy: "Kalian pasti tau tanggapan seorang kakak kalau memergoki adiknya berdua dengan seseorang di satu ruangan, tidak peduli sesama jenis atau lawan jenis! Udah gitu, ngeluarin suara yang ambigu pula!")

Syukur-syukur Mathias kagak tau hal itu! Karena...

Kalau dia tau, dia kagak bakalan main catur sama Lance, tapi malah membunuhnya karena salah paham!

Walaupun Emil sudah menjelaskannya, tapi Lukas tetap mengutuk adiknya dan dia tetap menjadi kucing selama satu hari penuh. (Cowboy: "Ringan amat!" *sweadrop.*)

Baiklah, kita mulai saja ceritanya!

BRAK!

Tiba-tiba, pintu ruang guru ditendang sampai pintunya mental *lebay terdeteksi!* dan terlihat Ieyasu yang bermuka sangar.

"Ada apa, Yasu?" tanya Mitsunari yang baru saja menyelesaikan acara bermesraannya dengan Hanbei.

"Ehehe! Nanti jam sebelas malam, kalian ke Mansion di Hokkaido (Cowboy! "Memangnya ada, ya?" -_-"), ya~" kata Ieyasu dengan senyuman yang menurut Girl-chan dan para guru, senyuman itu adalah bencana. *digiles Tadakatsu.*

Mereka semua pun hanya kebingungan.


-skip time-


Di Mansion...

"Ada apa, Yasu?" tanya Mitsunari lagi.

"Aku akan menguji keberanian kalian melawan roh halus! Karena memalukan jika kalian takut roh halus!" jawab Ieyasu watados.

"Oh~ Memalukan juga kalau lu takut T-I-K-U-S!" balas Mitsunari menyindir dan OOC. (Cowboy: "Hah?! Yasu takut tikus?!" *digiles Tadakatsu.*)

"Diamlah! Nah, lokasi uji nyalinya adalah di dalam Mansion tua ini! Kalian harus sendirian di dalam ruangan yang sengaja dimatikan lampunya! Syarat uji nyalinya adalah, di sana ada empat kamera di setiap sudut dan dipasang inframerah, kalian tidak boleh melewati jangkauan kamera! Kalian hanya akan ditemani lilin sebagai penerangan satu-satunya dan hanya ada dua lilin, yang satu untuk cadangan! Kalau menyerah, lambaikan tangan di depan kamera dan kalian harus mengatakan sesuatu yang kalian rasakan dan temukan di area tersebut! Oh iya, kalian akan dipasang helm berkamera agar aku bisa lihat apa yang kalian lihat dan lokasi pengamatan kalian beruji nyali di sini!" jelas Ieyasu yang mirip Rudi 'KawiNlarang'. *digampar.* Ralat! Maksudnya, Rudi Kawilarang!

Mereka semua pun hanya bisa sweatdrop.

'Kayaknya Yasu kebanyakan nonton '[masih] dunia lain', deh! Makanya ikut-ikutan!' pikir mereka semua (min Ieyasu).

"Baiklah! Kalian akan diundi siapa yang di ruangan pertama dan seterusnya! Tenang, setiap pintu ruangan sudah aku tempelin nomornya!" kata Ieyasu sambil memberikan kotak undian (?) yang entah sejak kapan didapatkannya.

Mereka semua pun langsung mengambil.

"Hm? Kucing? Maaf! Kau kagak boleh ikut dalam undian ini, tapi kau boleh menemani tuanmu kok!" kata Ieyasu ketakutan di-death glare Emil versi Kucing saat mendengar kata 'kagak boleh ikut'.

Oh iya, mereka semua kagak tau kalau kucing itu Emil. Begitu juga Ieyasu. Tapi yang mengetahuinya hanya Lukas, Motonari, dan Lance.

"Kalau kagak boleh ikut kagak bisa, ya?" tanya Keiji.

"Ini wajib!" jawab Ieyasu.

"Yang lainnya gimana?" tanya Lance.

"Setelah selesai dengan urusan mereka!" jawab Ieyasu santai.

"Yah, aku nomor satu!" kata Mathias lemes.

"Dua!" kata Mitsunari datar.

"Tiga?!" pekik Motochika panik.

"Empat!" kata Lance.

"Lima~" kata Keiji.

"Enam!" ujar Hanbei.

"Tujuh!" kata Lukas datar.

"Delapan!" kata Motonari ikutan datar.

"Meong (nomor yang bagus)!" kata Emil dalam bahasa kucing.

"Benar juga katamu, Ice!" balas Lukas sambil menganggukkan kepalanya.

"Oh iya, batas waktunya empat jam! Jadi kagak usah khawatir!" kata Ieyasu.

"Dan dimulai jam dua belas!" lanjutnya sambil memasang helm di kepala Mathias dan segera mengantarnya ke lokasi (soalnya yang pertama diantar Mathias karena dia nomor satu).

"Hati-hati ya, Mat!" kata Lance.

"Hati-hati, sobatku tercinta!" ujar Motochika sambil ngeluarin air mancur dari matanya kayak seorang banci yang bakalan ditinggalkan teman seperjuangan selama sepuluh tahun (?). *Narator ditimpuk jangkar.*

Mathias dan yang lainnya (min Motochika) pun hanya bisa sweatdrop.

"Oh ya, Køhler-san! Jika terjadi apa-apa di sana, jangan menghancurkan tempatnya karena ketakutan!" nasihat Keiji. "Kasihan orang yang dulu membangun Mansion ini!"

"Lu kate gue gajah, ya?! Bisa ngancurin Mansion ini sekejap mata, hah?!" tanya Mathias sewot.

"Iya~" jawab Keiji watados.

"Lu benar-benar bakalan gue penggal!" teriak Mathias emosi dan langsung mengeluarkan kapak raksasanya.

Lance dan Hanbei pun langsung menahan amukan Mathias.

"Su-sudahlah, Mat! Maeda-san kan hanya bercanda!" kata Lance sambil berusaha menghibur sobatnya yang Yandere tersebut.

"Benar! Lagian, kalau marah-marah terus nanti cepet tua, lho!" nasihat Hanbei yang awalnya ingin menenangkan Mathias agar Keiji selamat malah membuatnya menjadi target (?) si Jabrik Yandere tersebut.

"Hooh! Jadi maksud lu, gue udah kakek-kakek, hah?!" tanya Mathias dengan aura merah mengerikannya.

"Ka-kagak, kok! Gue hanya bercanda!" jawab Hanbei ketakutan.

"Heaaaaa! Danish Axe Strike!" teriak Mathias sambil menyerang Hanbei.

"GYAAAAAAAAAAAAAAA!" Hanbei pun langsung ngacir. "Mitsu-kun! Tolongin gueeeeeeeeee!"

"Hah? Apa, Hanbei-sama? Gue kagak denger!" tanya Mitsunari sambil mencabut headset-nya (?).

"Lupakan!" teriak Hanbei sambil ngacir.

"Hah? Ya sudahlah!" balas Mitsunari santai sambil mendengar lagu lagi.

Setelah dimarahi Ieyasu selama beberapa menit, Mathias pun segera ke lokasi ruangan pertama (?) beserta yang lainnya yang juga sudah berada di ruangan masing-masing.


-skip time-


Mathias place...

"Uh! Di sini gelap banget, sih! Demi nenekku (Cowboy: "Sejak kapan si Kambing itu punya nenek?" *dipenggal Mathias.*) yang sudah meninggal, tolong lindungi cucumu ini!" kata Mathias sambil berdoa.

GRATAK!

Mathias yang lagi berdoa ria (?) pun langsung kaget karena mendengar sebuah suara.

"Hahahaha! Jangan takut, Denmark! Jika kau takut dengan makhluk yang kagak ada kemungkinannya di dunia ini, itu hanya akan mencoreng nama baik negaramu (Thundy: "Wow, tumben Mathias peduli banget! Sebentar lagi kiamat, nih!" *digetok gagang kapak.*)!" kata Mathias ketakutan dan tetap berada di lokasinya sambil duduk dengan gemeteran.


Mitsunari place...

Mitsunari lagi nyantai aja. Walaupun dari tadi ada yang megang pipinya (?), rambutnya dikasih pita sama roh halus (?), pedangnya dibawa kabur Hantu pencuri (?), diganggu dengan penampakan (?), diganggu dengan suara, tapi usaha para hantu itu nihil karena...

Mitsuari masih tetap duduk di tempatnya kayak patung.

"Huf, huf! Tuh orang kagak ketakutan, ya? Padahal aku kan udah menampakan diri!" tanya sang Kuntilanak ke temannya, Sadako.

"Setuju denganmu!" balas Sadako

Dasar! Mana takut Mitsunari melihat penampakan? Orang dia kagak peka sama hantu (?)!


Motochika place...

Motochika lagi resah. Gimana kagak resah? Orang jiwa Friend Complex (?) Motochika kambuh lagi! *ditimpuk jangkar.* Dia mengkhawatirkan sobatnya (dalam kasus ini Mathias, tentunya!) yang dibawa kabur sama makhluk kagak jelas dan juga Motonari.

'Aduh! Bagaimana keadaan Køhler-san, ya? Apa dia baik-baik saja? Dia kagak bakalan diganggu sama mahluk kagak jelas, kan? Atau dia dibawa kabur hantu kagak jelas itu?' batinnya resah sambil mondar-mandir. Dia tidak menyadari kalau para hantu ngumpul di sana dan melihatnya dengan sweatdrop.

Para hantu yang terdiri dari Sadako (?), Zombie (?), Suster ngesot (?), Kuntilanak (?), Tuyul (?), Pocong (?), Boneka Chucky (?), Hantu bermulut robek (?), Hantu kaca (?), Hanako (?), Deimos (?) (Andre: "Ngapain zombie dari fandom gue dimasukin juga?!" *menghajar Thundy di Panic Room.*), dan lain-lain. Yang pasti, mereka semua hanya bisa sweadrop melihat kelakukan Motochika.

"Hei, kenapa tuh orang kagak nyadar kita di sini menampakkan diri?" tanya sang Hanako.

"Aku juga kagak tau!" jawab sang Pocong.


Lance place...

Terlihat Lance yang lagi digodain sama para hantu cewek.

"Hei, tampan! Mau jadi pacarku, kagak?" tanya sang Sohee. (Reader: "Memangnya Ragnarok, sampai ada monster Sohee segala?!" *nimpuk Thundy pake batu kapur (?).*)

"Setuju! Mau kagak jadi pacarku saja?" tanya sang Hantu Cina wanita (?).

"Hahaha! Ma-maaf, tapi aku sudah punya pacar!" jawab Lance ketakutan.

"Kagak usah perduliin pacarmu, jadikan kami selingkuhanmu saja!" kata suster ngesot dengan mata lope-lope (?).

"Maaf, tidak bisa!" balas Lance ketakutan.

Kita abaikan saja Lance yang masih digoda sama hantu-hantu cewek, sampai-sampai hantu cowok pada iri (?).


Hanbei place...

Terlihat Hanbei yang ketakutan! Gimana kagak takut?! Orang hantu cowok godain dia!

"Hei, manis! Mau kagak berkencan denganku?" tanya sang Pocong.

"Tidak, denganku saja! Jangan sama lontong besar itu!" kata sang Genderuwo.

"Tidak, sama aku saja! Jangan sama si item dan lontong besar itu!" kata Vampire.

"Tidak, jangan sama si lontong besar, si item, dan gigi tonggos itu! Sama aku saja!" kata sang Serigala jadi-jadian itu.

"Tidak, sama aku! Dasar siluman jadi-jadian!" bantah si lontong besar. *Narator dikejar-kejar pocong.*

"Tidak, sama aku!" teriak sang Genderuwo.

"Tidak, sama aku!" teriak sang Vampire.

"Aku!" bantah sang Serigala.

"Aku!"

"Aku!"

"Aku!"

"Aku!"

Keempat makhluk kagak jelas itu pun sibuk memperebutkan Hanbei. Kayaknya mata keempat hantu gaje itu lagi siwer, sampai mengira Hanbei itu cewek. *dicambukin Hanbei.* *dikejar-kejar hantu yang bersangkutan.*

"HUWAAAAAAAAAA! TOLONGIN GUEEEEEEEEE! GUE MAU DIBAWA KABUR MAKHLUK KAGAK JELAS!" teriak Hanbei sambil menghancurkan tembok bagian kanan yang merupakan ruangan nomor enam dengan cambuknya.


Keiji place (sebelum kejadian)...

'Uhm, aku harus bagaimana ini?' batin Keiji saat segerombolan hantu cewek lagi menggodanya, bahkan sampai ada yang memeluknya.

'Aku harus bagaimana?' batinnya resah.

"HUWAAAAAAAAAA! TOLONGIN GUEEEEEEEEE! GUE MAU DIBAWA KABUR MAKHLUK KAGAK JELAS!" Terdengar suara Hanbei dan tembok di sebelahnya pun langsung hancur.

Keiji hanya bisa sweatdrop, sementara hantu-hantu yang sedang memperebut mereka berdua hanya bisa cengo melihatnya.


Lukas place...

"Aisuuuuuuu!" teriak Lukas ketakutan sambil memeluk Emil versi kucing.

"Hei, mau kagak jadi pacarku?" tanya sang Zombie wanita (?) yang disambut anggukan para tengkorak.

"Tidaaaak! Aku hanya mau sama Aisu!" teriak Lukas sambil memeluk Emil dengan erat.

Sedangkan Emil? Dia udah tepar karena death hug dari Lukas dan entah karena keajaiban atau apa, Emil langsung bangun dari masa teparnya (?). Dia pun langsung mendesis (?) (Cowboy: "Memangnya ular apa pake kata 'mendesis'?") ke arah para hantu yang bertanda dia marah dan kesal.

Hantu-hantu di sana pun hanya bisa cengo dan ketakutan.

Mungkin Emil kesal karena kakaknya mau dibawa kabur makhluk-makhluk kagak jelas tersebut.


Motonari place...

Ehem! Pengen tau keadaan Motonari di sana?

Di sana, terlihat para hantu diikat (?) dan muka mereka terlihat ketakutan.

Gimana kagak takut? Orang salah satu hantu itu mau dibedah sama Motonari.

"Huwaaaa! Tolong! Pria gila ini mau membunuhku!" teriak salah satu Zombie yang mau dibedah Motonari ketakutan. (Cowboy: "Eh, sebentar! Bukannya lu udah mati, ya?"/Zombie: "Berisik!" *pengen gigit Cowboy.*)

"Hmm, dari dulu aku penasaran isi Zombie itu kayak gimana! Baiklah, saatnya operasi!" kata Motonari datar sambil bersiap mengotopsi zombie tersebut.

"TIIIIDAAAAAAAAAAAAAK!" teriak zombie itu.


-skip time-


Mathias place...

Mathias yang mendengar teriakan pun semakin ketakutan. Apalagi banyak tuyul dan hantu anak kecil yang lagi main petak jongkok di depannya.

Tiba-tiba, ada yang memegangi kakinya. Saat Mathias melihat kakinya, dia melihat suster ngepot (?). *dilempar suntikan.* Ralat! Maksudnya, suster ngesot yang memegang kaki Mathias sambil mengeluarkan sebuah suntikan.

Karena level ketakutannya udah Max, pria jabrik itu pun segera mengeluarkan kapak raksasanya dan langsung menghancurkan seisi Mansion tersebut.

BUUUUM!

Ieyasu yang berada di dekat lokasi langsung gosong karena ledakan tersebut.

Kondisi para makhluk di sana? Mathias masih ketakutan, Lance tepar karena ledakan tersebut (sejak kapan meledak?), Lukas yang mengeluarkan mantra yang mengakibatkan ledakan -bersamaan dengan Mathias yang menghancurkan Mansion- dengan ketakutan sambi memeluk Emil yang bulunya menghitam alias GOSONG dan jadilah Emilkita bakar (?) *dicakar.*, Motochika udah tepar dengan mulut yang ngeluarin asap gosong, Motonari hanya santai aja karena dia menggunakan para hantu sebagai tameng (?), Keiji dan Hanbei udah gosong karena ledakan tersebut sambil berpelukan satu sama lain, serta Mitsunari yang menggunakan tiang listrik (?) sebagai tameng.

Karena Mansion itu hancur, uji nyali pun dibatalkan dan para guru lainnya tidak ikut uji nyali.


Di NihoNime Gakuen...

Para guru yang tersisa pun udah pulang dan terkejut melihat teman-teman mereka udah gosong, terutama Ieyasu yang gaya rambutnya sekarang udah kayak anak Punk (?). *Narator digiles Tadakatsu.*

"Ada apa?" tanya Kojuro kebingungan.

"Jangan ditanya!" jawab mereka yang ikutan uji nyali (min Motonari).

Para guru yang tidak ikutan pun hanya bingung dengan apa yang terjadi.


To Be Continue...


Nah, untuk menyambut 100 Review di fic ini, aku bikin fic cross! Silakan dilihat! :D

Review! :D