Balas Review! :D
Honey Sho: Kalau itu, saya kagak sengaja buka page tentang Deimos saat lagi menjelajah CSO Wiki! Ternyata, namanya tuh pake bahasa Yunani! -_-"a
Motonari: "Gue mau aja, tapi bayarannya?"
Me: "Mata duitan lu!" *sweatdrop.*
Ieyasu: "Wafer gosong?! Memangnya gue makanan dari Belgium?!" *dibantai Netherlands (?).*
Mathias: *facepalm.*
Yah, terima kasih Review-nya! :D
Dissa-CHAlovers: Iya, Hanbei terlalu gimana gitu! *dicambukin Hanbei.*
Hanbei: "Cabut kagak kata-kata lu itu?!" *nyiapin cambuk.*
Me: "Iya, mas!" -_-"V
Baiklah, Thanks for Review! :D
Sakazaki-Rikou: Wakakaka! Kalau itu, mungkin tempat para pencari jodoh atau pelacur mungkin! *plak!*
Cowboy: "Kagak nyambung, BakAuthor!"
Me: "Gue tau, kok!" *sweatdrop.*
Oke, ini dia kelanjutannya! :D
Happy Reading! :D
Chapter 28: The Drunken Problem
Minuman keras tradisional bernama sake adalah salah satu dari sekian banyak unsur budaya Jepang yang disukai Ieyasu. Dia sangat bangga dengan produk negaranya yang satu ini. Minuman tradisional ini unik, original, dan merupakan sesuatu yang tidak bisa begitu saja dikopi. Sake (atau yang disebut sebagai nihonshu di dalam negeri) juga merupakan hal yang sedikit banyak turut ambil bagian dalam membuat negaranya terkenal di dunia luar selain bunga sakura, gunung Fuji, dan doujin yaoi.
Namun hari ini, untuk pertama kalinya dalam seumur hidup, Ieyasu berharap negaranya tidak pernah menciptakan minuman keras berbahan dasar padi ini lagi. Minuman yang hampir membuatnya mencabuti rambut karena frustasi.
"Hik! Pokoknya Gerrard-ku yang paling -hik- top, deh~ Udah rapi -hik- disiplin -hik- contoh kepala keluarga terbaik~ Dia juga -hik- masak sarapan tiap pagi, dan selalu -hik- membantuku mengerjakan PR~"
"Cih, cuma -hik- sebegitu doang! Mathy-ku dong, jago masak -hik- terus sangat humoris! Bisa memancing -hik- dan pinter nawar harga bir! Kagak boros kayak -hik- pria British kagak berguna itu!"
"Hik! Gerrard kagak boros, kok! Jangan -hik- salahin dia kalau -hik- pak Kambing itu memang bokek dari sononya!"
"HVAD?! LU BILANG APA BARUSAN?!"
"Wah wah, ****-chan! Perlukah -hik- aku ulangi sekali lagi? Bukan salahku kalau kau -hik- punya pacar bokek kayak pak Kambing!"
"TARIK KATA-KATA LU BARUSAN! MATHY MEMANG BOKEK, TAPI GITU-GITU DIA PASSIONATE! CINTA LEBIH BERHARGA DARIPADA DUIT, TAU!"
Para penghuni ruang guru hanya bisa menatap cengo kedua gadis dari kelas 9C dan 9D yang kini sudah siap saling mencekik satu sama lain. Muka mereka sudah lebih merah dan lebih ganas dari muka Emil yang ditenggelamkan di dalam kolam Yoggi -menurut penuturan Lukas yang pernah iseng melakukannya karena sebuah taruhan dengan Berwald yang berakhir dengan...
Ah, sudahlah! Mari kita kembali ke topik!
Sungguh menakjubkan dengan apa yang dilakukan sake berkadar alkohol 20 persen yang awalnya Ieyasu berikan untuk Lance sebagai balasan atas kiriman hadiah dari pemuda American berambut merah itu beberapa hari yang lalu.
Bencana itu berawal ketika Ieyasu menaruh botol-botol minuman keras yang dia tau adalah kesukaan Lance itu di atas meja kerjanya, kemudian pergi untuk ngobrol dengan Hanbei dan meninggalkan botol-botol sake itu sendirian di atas meja tanpa ada yang menjaganya. Girl-chan dan Sho yang nyasar ke ruang guru memilih untuk masuk ke dalam ruangan itu. Mereka pun terengah-engah dan tentu saja, kehausan. Melihat botol berisi cairan bening yang tampak sangat segar, mereka tanpa bertanya pun langsung meneguknya. Dan tidak tanggung-tanggung, hampir satu botol sekali minum. Hasilnya, begitu selesai ngobrol dengan Hanbei soal masalah Hideyoshi, Ieyasu terkejut mendapati botol sakenya sudah nyaris kagak berisi. Yang lebih mengejutkan lagi, dia mendapati Sho yang berubah menjadi enigma bermuka dua (atau istilah lebih mudahnya, yandere), sementara Girl-chan berubah jadi tsundere akut yang siap menyalak kepada siapa saja.
Yang semakin membuat cengo para guru (termasuk Ieyasu yang sudah siap harakiri di tempat), kedua gadis yang berganti kepribadian itu entah kenapa malah saling membandingkan kekasih/caretaker/guardian/babysitter atau apapun yang bisa dipakai untuk mendeskripsikan peran Gerrard dan Mathias -yang notabene memang mengurus kedua gadis sarap tersebut- tanpa alasan yang jelas. Terus terang, hal itu semakin lama semakin menimbulkan sugesti macam-macam.
"Haah~ Tapi rayuan gombal semata -hik- kagak bakalan bisa bikin kenyang lho, Girl-chan~ Gerrard, dong! Walaupun agak kagok soal merayu, tapi begitu sudah waktunya bertindak, waow~ Kagak bakalan kelihatan deh kalau dia abis baca buku panduan~ Dan -hik- lu belum pernah lihat mukanya Gerrard kalau dia ngajak aku kencan, kan? Blushing-nya manis banget, lho~ Ah udah deh, akuin aja kalau -hik- Gerrard-ku memang paling top~"
"Sampe Sakon jadi uke pun gue kagak bakalan ngakuin! Dari segi manapun -hik- Mathy-ku jelas lebih top daripada pris British-mu itu! Walaupun kagak punya duit -hik- dia tetep kasih aku bunga yang ditanemnya sendiri! Dan setiap aku dateng berkunjung -hik- dia selalu masakin kue buatan negaranya walaupun sehari-hari dia cuma sanggup makan blueberry saat keuangan lagi ketat! Dan lu kagak tau ya -hik- mukanya kalau lagi demam pas lagi terseret masalah Nordic? Mmm -hik- so rapeable!"
Butuh tenaga yang cukup besar bagi seorang Tokugawa Ieyasu untuk tidak menarik keluar mikrofon dan mewawancarai kedua gadis itu lebih jauh tentang hubungan mereka dengan kekasih mereka. Pemuda berambut coklat itu berusaha memendam insting otaku-nya dalam-dalam sambil melihat ke sudut ruangan dan terdapat sepasang sosok yang tengah meringkuk memeluk lutut seperti siap bunuh diri kapan saja.
"A-Author Honey! Tak kusangka kau! Aku sudah salah didik di mana, coba?" Gerrard tampak tinggal sejengkal lagi merangkak ke dalam lubang dan mati sambil memeluk koleksi senjatanya.
"Girl-chan! Tolong, jangan beberkan aibku lebih dari ini!" Mathias tampak siap menenggelamkan diri ke dalam sungai bir dan hanyut sampai ke Greenland, kalau perlu sampai ke Kutub Selatan.
Di samping kedua pria putus asa itu, Andre dan Lance ikut berjongkok dan menepuk punggung sahabat mereka sambil menggumamkan belasungkawa atas tercabiknya harga diri mereka. Sementara itu, kedua gadis sakaw itu masih dengan sakaw-nya berceloteh, membeberkan aib pasangan mereka di mata dunia.
"Gerrard-ku nomer satu pokoknya! Pria tersejati di antara pria sejati lainnya!"
"Mathy-ku yang nomer satu pokoknya! Satu-satunya pria ter-fleksibel sejagad raya!"
"Ah, ciuman hangat nan romantis bareng Ger-kun berasa jambu air~"
"Ih, ciuman apaan tuh berasa jambu air! Jorok! Gue sama Mathy, dong! Ciuman kental manis berasa blueberry! Lu tahu, kagak? Orang Denmark itu terkenal paling jago ciuman, lho!"
"Ger-kun juga jago nyium, kok!"
"Tapi masih jauh lah dibandingkan Mathy! Kayak siput sama falcon gitu!"
"Ih, lu mah kagak nyambung! Ya udah! Mari kita buktiin, siapa yang bisa ngasih ciuman paling memuaskan~"
"Oke, setuju!"
Ieyasu hampir yakin dia mendengar jantung Gerrard dan Mathias berhenti berdetak selama beberapa saat. Dia bahkan berspekulasi bahwa lebih dari ini, mereka berdua mungkin bakalan lebih memilih kawin lari satu sama lain daripada harus menghadapi ke-OOC-an pasangan mereka yang di luar kewajaran.
Sepasang mata itu pun melebar ngeri ketika dua pasang mata hitam yang biasanya imut itu berbalik menatap mereka dengan dibayangi nafsu yang tak mereka sangka ada di dalam kedua gadis itu.
"Ger-kun!"
"Mathy!"
Tak pernah mereka sangka, mereka akan melihat kedua pasangan mereka begitu... buas.
"Baciami!"
Kedua gadis itu pun langsung menerjang. Lance dan Andre udah ngacir entah ke mana. Gerrard dan Mathias saling memeluk satu sama lain sambil komat-kamit mengucapkan doa memohon pengampunan dosa.
"Anata-tachi! Osoreirimasu, sumimasen!"
Bisikan sopan itu pun seketika diikuti oleh suara sesuatu yang panjang membelah udara. Gerrard dan Mathias yang masih terpaku dalam posisi saling memeluk langsung cengo ketika kedua gadis mendadak seme yang tinggal sejengkal lagi meraep mereka tiba-tiba berhenti dan rubuh di lantai. Di depan mereka sekarang, berdiri Ieyasu yang menggenggam tombak yang tadi dia gunakan untuk memukul pingsan kedua gadis sakaw itu. Seharusnya, para guru dilarang membawa senjata. Namun kali ini saja, Ieyasu harus bersyukur karena dia selalu membawa tombak yang dimiliknya saat masih muda secara diam-diam. Kalau tidak ada yang cepat bertindak, bisa-bisa seisi ruang guru bakalan diraep sama Sho dan Girl-chan (tidak selebay itu juga sih, tapi setidaknya dia hanya bisa berharap).
"T-Tuan Tokugawa?"
"Yasu?"
Pemuda Mikawa itu pun kembali menyimpan tombaknya di suatu tempat di lipatan bajunya entah bagaimana caranya dan menatap kedua pria British dan Danish itu tanpa ekspresi.
"Gerrard-san, Makkun! Aku minta maaf karena harus menggunakan kekerasan, tapi bisakah kalian berdua mengamankan Sho dan Girl-chan agar tidak membahayakan orang sekitar?" saran Ieyasu.
Kedua pria itu pun mengangguk mengerti dan segera berdiri, lalu membisikkan terimakasih sekilas dalam bahasa mereka sebelum dengan hati-hati menggendong kedua gadis mereka dengan gaya bridal style (yang membuat Ieyasu harus menahan diri untuk tidak mengambil sketch book dan mulai mendesain doujin), kemudian bergegas keluar dari ruang guru.
Ieyasu menatap kepergian keduanya dan menghela napas panjang. Untuk sementara, bencana bisa dihindari. Dia hanya bisa berharap Gerrard dan Mathias cukup pintar untuk menahan Sho dan Girl-chan sampai efek sakenya memudar (insting otaku-nya entah kenapa terus membisikkan kata bed, bondage, hardc*piiiip*). Sekarang masalahnya tinggal...
Tubuhnya menegang ketika sebuah tangan memegang bahunya. Ieyasu pun berbalik dan matanya menengadah menatap mata kiri milik sang Oshuu no Hittou tersebut. Ieyasu pun langsung menelan ludah.
'Shimatta! Ketahuan sudah aku bawa-bawa senjata!' batinnya panik.
"Ma-Masmun, i-ini tidak seperti yang kau bayangkan!" Dia berusaha mengelak, walaupun dia tahu betul kalau dia sudah tertangkap basah. "A-aku akan minta maaf dan menulis proposal sebanyak yang kau mau, tapi jangan sita senjataku!"
Alis kiri berwarna coklat itu pun naik sedikit melihat pemuda Mikawa yang tengah gelagapan tersebut.
"What are you say, Yasu? Siapa yang mau menyita senjatamu?" tanya Masamune bingung. "Justru aku mau minta tolong, nih! Your sake has drank by Steilsson-san! Bisa tolong bikin dia pingsan juga?"
To Be Continue...
Maaf kalau Chapter ini agak aneh! Saya kepikiran saja membuat ini, lho! ^^V
Review! :D
