Me: "Balik lagi!" XD
Cowboy: "Chapter lain lagi, nih?"
Me: "Ya iyalah! Gue kan kepikiran aja gitu!"
Mathias: "Oke, deh! Mari kita balas Review!"
Sakazaki-Rikou: Yah, baiklah! Terima kasih Review-nya! :D
l w Bunga: Wah, maaf! Jawabannya tuh 13! Tapi kagak apa-apa, yang penting udah nebak kok! :D Sebenarnya itu buat nguji kepintaran dan kewarasan (?) para guru aja, kok! :D Yah, selamat membaca! :D
Honey Sho: Jawaban yang pertama tuh yang bener! :D Yah, aku maafin kejadian di Review 'The Crazy Summer Camping'-nya dan Thanks for Review! :D
Dissa-CHAlovers: Hahaha, jawaban sebenarnya 13 karena kata yang aku ajukan itu tidak dihitung! :D Kalau soal itu, kagak apa-apa lha! Yang penting saya tunggu dan ini dia kelanjutannya! :D
DUAR!
Mathias dan Cowboy: *sweatdrop.*
Me: "Happy Reading!" :D
Catatan: Khusus Chapter 'Class Meeting Gaje', kita pake Ieyasu POV (kecuali beberapa Chapter tertentu)!
Chapter 30: Class Meeting Gaje Part 1 (The Absurd Meeting)
Di ruang guru, kamar Ieyasu...
"Hoam!"
Aku membuka mataku sebentar dan merasa seperti tidur di atas trampolin.
Tunggu dulu! Trampolin? Jangan bilang kalau...
"IT IS THE DENMARK!"
TUING! DUAK!
Sudah kuduga! Pasti Makkun akan melakukan itu! Dia sudah 27 kali mengerjaiku dengan cara ini dan ini yang ke-28. Alhasil, kepalaku langsung menghantam langit-langit kamar. Sakit banget, sumpah! Masa gue harus ngorbanin tampang ganteng gue (Oke, silakan muntah jika kalian mau!) untuk kejadian gaje kayak gini?! Kalau gue kagak kenal Makkun, udah gue ceburin aja dia ke gunung Fuji!
"Godmorgen (Selamat pagi), Yasu!" sapa Makkun dalam bahasa negaranya.
"Jangan bilang 'selamat pagi' setelah ngerjain orang, Makkun!" balasku sewot.
"Hehehe! Beklager, Yasu!" katanya watados.
"Udahlah! Cepat bantu gue keluar! Kepala gue sakit nih kehantam langit-langit!"
"Okay!"
-skip time-
Aku menyiapkan sarapan untukku, Makkun, dan Ransu-kun. Bicara soal keduanya, Ransu-kun lagi jogging di luar, sementara Makkun lagi mandi.
"Good Morning, Yasu! Eh, kepala lu kenapa?" tanya Ransu-kun saat melihat kepalaku yang diperban akibat kejadian barusan.
"Gara-gara Makkun!" jawabku cuek sambil duduk di kursiku.
Ransu-kun pun duduk di kursinya dengan wajah bingung diikuti Makkun yang baru selesai pakai baju.
"Jadi, apa kegiatan hari ini, Makkun?" tanyaku kepada Makkun yang baru saja duduk.
"Hmm, aku baru saja ngomong sama Norge dan Ice! Mereka ingin kita ngadain 'Class Meeting'!" jawabnya sambil memakan kue blueberry kesukaannya.
"Kayak gimana tuh lombanya?" tanya Ransu-kun penasaran.
"Aku kurang tau, tapi katanya mereka bakalan ngasih tau saat rapat nanti!" jawab Makkun datar.
-skip time-
Aku sekarang sedang menghadiri rapat yang diikuti oleh Daimyo yang jadi guru (Termasuk aku, tentunya!), Makkun, Ransu-kun, Steilsson-san, Bondevik-san, Väinämöinën-san, dan Oxenstriena-san di kelas 9C (Tentu saja mengosongkan kelas itu terpaksa harus menggunakan cara meliburkan anak-anak di sana).
Sebenernya aku agak malas ikut rapat ini. Pasalnya, ruang kelas merangkap ruang rapat dadakan ini penuh dengan orang-orang gaje semua. Makkun (Lebih tepatnya Mathias Køhler, tapi aku lebih suka memanggilnya 'Makkun' karena kami sudah lama berteman! Lagian, dia juga kagak keberatan dipanggil begitu!) selaku pemimpin rapat membawa sejumlah minuman berakohol ke ruang rapat, Ransu-kun (Nama panggilan saja, lho! Sebenernya namanya Lance Stoppersky!) sibuk ngobrol dengan Masamune, Steilsson-san dan Bondevik-san (Nama aslinya Emil dan Lukas!) ngomongin panggilan 'Onii-chan' untuk yang kesekian kalinya (Sumpah, 'hubungan' mereka yang tanpa habis itu membuatku ingin sekali menggantung mereka berdua di tanduk Tadakatsu (?)!), Keiji dan Yukimura makan Dango tanpa rasa malu sama sekali, Kojuro gombalin sayurannya (?), dan sisanya aku malas jelaskan. Yang penting, keadaan di sana membuatku tidak tahan berada di situ lama-lama.
"Jadi, apa yang kalian bicarakan soal Class Meeting? Ice, Norge?" tanya Makkun kepada Steilsson-san dan Bondevik-san.
"Jadi begini, aku dan Nore sudah membicarakan ini jauh-jauh hari! Kami akhirnya mendapatkan kesepakatan untuk mengadakan Class Meeting yang lain daripada yang lain!" jawab Steilsson-san sambil menyerahkan sebuah kertas kepada Makkun. "Nah, Dan! Coba deh lu tulis ini di papan tulis!"
Makkun menerima kertas itu dan dia terlihat seperti berusaha untuk menahan tawanya.
"Pfft! Serius nih, Ice?" tanya Makkun kagak yakin sambil terus menahan tawanya.
"Tentu saja, Anko! Memangnya sejak kapan kami kagak pernah serius?" tanya Bondevik-san.
Makkun dengan menahan tawanya langsung menulis di papan tanggung-tanggung, papan tulis geser (?) itu pun penuh dengan daftar lomba yang abstrak semua. Entah karena tulisan Makkun yang kelewatan besar atau memang lombanya sebanyak jumlah anak kucing (?).
Bayangin! Daftar lombanya aja kayak gini:
1. Memasak
2. Menyanyi
3. Tarik tambang
4. Lompat indah dari atap sekolah (?)
5. Narsis-narsisan (?)
6. Jaipongan (?)
7. Sepak bola cewek (?)
8. Basket cowok
9. Voli campuran
10. Angkat gerobak sayuran (?)
Sumpah, gue kagak bisa bayangin gimana jadinya nanti! Yang pasti, semua orang di ruangan itu (kecuali aku, Steilsson-san, dan Bondevik-san) langsung ketawa ngakak membacanya. Bahkan Kenshin, Oxenstriena-san (Berwald Oxenstriena tepatnya! Setauku, dia selalu masang wajah datar dan sering ngeluarin aura mengerikan yang jauh lebih mengerikan dari Makkun!), Shingen, Motonari, sama Mitsunari pun sampai ngakak menggelegar.
"Sumpah! Beneran itu lombanya?" tanya Motochika di sela tawanya.
"Hahahaha! Selera humor kalian boleh juga, Nor-kun, Ice-kun!" puji Väinämöinën-san (Nama marganya memang susah banget dieja! Tapi sebagai nama alternatif (?), kalian bisa memanggilnya Tino!) dan kembali melanjutkan tawanya.
ZIIIING ZIIIING ZIIIING!
Bahkan Tadakatsu juga ikutan ngakak dari kejauhan. Jangan tanya kenapa gue tau kalau dia lagi ngakak, itu rahasia pribadi!
Rapat itu pun berakhir dengan kesepakatan bahwa Class Meeting akan diadakan lusa besok! Aku kagak bakalan bisa tidur bayangin kejadian gaje yang akan terjadi nanti!
To Be Continue...
Me: "Yes, Part 1 selesai!" XD
Ieyasu: "Gue kagak bakalan bisa bayangin!"
Mathias: "Yah, namanya juga takdir (?)!"
Cowboy: "Takdir dari Kanada? Se-gaje itu dibilang takdir?"
Ieyasu: "Bomat aja, lha! Gue males ngomonginnya!"
Me: "Review!" :D
