Balas Review! :D

Honey Sho: Aku kabulkan! Maaf kalau gaje dan terima kasih Review-nya! :D

Happy Reading! :D


Special Chapter 10: Randomness Part Season 3


Randomness Part 21: Saat ada latihan Band gaje di rumah Hokuou-san tachi... (Request dari Dissa-CHAlovers yang minta Motochika main gitar)


Di ruang guru...

"Gue bosen, nih!" kata Yukimura.

"Memangnya lu doang? Gue juga, kale!" balas Motochika.

BRAK!

"Køhler-san! Kalau mau masuk, kagak usah pake dobrak pintu juga keles!" ujar Keiji kepada sang pendobrak pintu barusan.

"Hehehe, beklager! Oh iya, lu pada mau ke rumah gue kagak? Sve baru aja beli alat musik baru, lho!" kata Mathias.

"Boleh juga tuh, Makkun! Gue ikut, ya!" timpal Ieyasu.

"Me too!" Yang ini jangan ditanya siapa yang ngomong. Mereka adalah 'The Master English' kita! (Cowboy: "Lho? Kok lu nyebutnya 'mereka'?"/Thundy: "Orang 'The Master English' di NihoNime Gakuen ada dua orang!")


Di rumah Hokuou-san tachi...

"Wah, lengkap banget!" puji keenam guru itu kagum.

Alat musik tersebut terdiri dari dua gitar, satu drum, satu keyboard, dua bass, dan dua mikrofon. Kagak terlalu lengkap, tapi kayaknya cukup untuk ketujuh makhluk gaje itu bermain musik.

Ketujuh makhluk gaje itu pun langsung mengambil alat musik kesukaan masing-masing.

Hanya dalam hitungan detik, rumah itu pun langsung berubah menjadi abu karena ternyata ada bom (?) di dalam alat musik tersebut. Alhasil, mereka bertujuh harus membersihkan rumah sebelum Berwald pulang.


Randomness Part 22: Saat pelajaran Bahasa Inggris dengan Masamune di kelas 9E...

"Good morning, everybody!" sapa Masamune memasuki kelas.

"Morning, sir!" balas para mulas 9E.

"All right! My name is Masamune, your English Teacher! Anything question? Your can use your language!"

"Bapak udah punya pacar, belum?" tanya seseorang.

Webek, webek...

"Siapa yang nanya begitu?" tanya Hadi bingung. (Girl-chan: "Untuk Sho-san, sebenarnya Hadi di sini bukan nama teman anda, tapi Author kenalan saya di fandom Elsword! Dia sering ganti penname, jadi aku bingung gimana ngasih taunya! -_-" *digampar yang bersangkutan.*)

"Saki! Lu jangan nanya yang macem-macem, deh!" kata Dark kepada Sakazaki yang hanya bisa nyengir.

"No, little girl!" jawab Masamune datar. "Sekarang, aku ingin kalian kerjakan latihan di buku kalian! GPL!"

"Iya, pak!" Para mulas 9E pun langsung mengeluarkan buku latihan mereka.


Tiga puluh menit kemudian...

"Finish?" tanya Masamune.

"Udah, pak!" seru seluruh mulas 9E bersamaan.

"Nah, kau yang duduk di pojok! Baca jawaban nomor 1!" perintah Masamune sambil menunjuk Switch.

"Jawabannya D, pak!"

Pembahasan latihan pun berlangsung, sampai Masamune mendapati ada seorang anak yang bengong.

"Hey, you! Kenapa bengong?" tanya Masamune sambil menunjuk anak yang dimaksud.

"Ma-maaf, pak!" balas anak itu.

"Lagi nge-fly, tuh!" sindir 3-chan yang disambut siulan oleh semua mulas cowok 9E.

"Kamu jangan nge-fly, nanti kayak Dragonfly! Capung gitu!" tegur Masamune.

"Pak! Dragonfly itu artinya bukan capung, tapi naga terbang!" celetuk Hazuki tiba-tiba.

"Hah?!" Masamune pun langsung kaget mendengarnya. "Maksudnya?"

"Sekarang begini, pak! Dragon artinya apa?"

"Naga!"

"Fly?"

"Terbang!"

"Kalau digabungin?"

"Naga terbang!"

"Nah, itu bapak tau!"

Sontak, seluruh mulas 9E pun langsung ngakak mendengarnya.

"Gue baru tau, coba!" kata Chalice.

"Helow! Lu orangnya ngeliat keadaan dulu, sih!" sindir Haruka. "Ada truk mau ngelindes lu, lu pake ngeliat keadaan dulu! Pas nyadar, lu udah tewas kelindes kale!"

Para mulas 9E pun kembali ngakak. Masamune? Dia hanya bisa speechless sampai bel istirahat berbunyi.


Randomness Part 23: Saat Mathias diajakin main badminton...

"Pak Mathias! Mau main sama kita kagak?" tawar Mea saat menghampiri sang ketua guru yang lagi duduk di pinggir lapangan.

"Hmm, boleh! Main apa?" tanya Mathias.

"Fur bloking!" jawab Mea bersemangat.

Webek, webek... (Thundy: "Bagi yang kagak tau, 'fur bloking' itu sama dengan badminton!")

"Ma-maksudnya badminton, pak!" ralat Girl-chan.

"Iya, badminton!"

"Ooh, badminton! Bilang kek dari tadi!" Mathias langsung ngeluarin raket yang entah dapat darimana dan berjalan ke sisi kanan lapangan. "Nah, udah siap?"

"Siap, pak!"

"Mulai!" kata Giro-kun yang menjadi wasit.


Beberapa set kemudian...

"Masuk! 50-6!" ujar Giro-kun.

Mea terlihat ngos-ngosan, sementara Mathias terlihat santai sambil memainkan raketnya.

"Masih mau lanjut, kagak?" tanya Mathias yang sebenarnya agak kasihan mengingat dia dari tadi jump smash terus.

"Sebentar ya, pak!" Mea pun segera memanggil Mitsunari. "Pak Mitsunari!"

"Hn?"

"Boleh pinjem raketnya, kagak?"

"Buat apaan?"

"Pinjem aja, kok!"

Mitsunari pun melemparkan raketnya dan ditangkap oleh Mea, sehingga...

"Kok pake dua raket, sih?" tanya Mathias bingung.

"Biarin, pak! Sekalian nabokin lalat!" jawab Mea watados sambil memasang kuda-kuda ala Kung Fu Panda (?).

"Nah, siap ya?" Mathias pun mulai memukul kok-nya.

"STAR BUST STREAM!" Ternyata, anak ini adalah otaku sejati.


Beberapa menit kemudian...

"Masuk! 70-26! Denma-" Giro-kun udah keburu di-death glare Mathias. "Ma-maksudnya, pak Mathias yang menang!"


Randomness Part 24: Saat ada guru baru dari CSO dan anak baru di kelas 9D... (Request dari Honey Sho yang minta Gerrard jadi guru dan para senior-nya jadi anak baru)

"WHAT THE FUCK?! WHAT THE HELL?! WHAT THE DENMARK?! LU SERIUS, KAN?!" tanriak Dissa kaget saat Sho memberitahukannya tentang kedatangan guru dan murid baru.

"Iya, Dissana sini menderita (?)!" jawab Sho sambil mengorek kupingnya akibat diteriaki barusan.

"Good morning, everybody!" sapa seorang pria berambut coklat bed style.

"Mor- LU NGAPAIN DI SINI, GER-KUN?!" tanya Sho yang mengenali pria itu.

Sontak, seluruh mulas 9D pun langsung natap Sho dengan wajah bingung.

"Author Honey, kagak cuma gue doang yang ada di sini! Si Andre juga!" jawab pria yang dipanggil 'Ger-kun' itu sambil menunjuk seorang pria berambut hitam tipis di sebelahnya.

"Kalau bukan si BaKambing itu, gue dan Gerrard kagak bakalan mau berada di sini!" gerutu Andre kesal.

"LU PANGGIL GUE APA BARUSAN, HAH?! MAU MINTA DIPENGGAL NIH CERITANYA?!"

Suara cempreng super menggelegar membahana kayak bom nuklir (?) dari sang ketua guru pun sukses mengagetkan seisi kelas 9D beserta Gerrard dan Andre di dalamnya.

"BAKAMBING, PUAS?! LAGIAN, GUE JUGA KAGAK TAKUT SAMA LU! AYO KITA PERANG!" tantang Andre sambil ngeluarin SVDEX-nya.

"Mulai lagi, deh!" kata Gerrard sambil menghela nafas kecil.

"MATHY! KALAU MAU PERANG, JANGAN DI SINI! LU MAU JIWA KAGAK BERDOSA JADI KORBAN APA?!"

Semua makhluk di kelas itu pun langsung menengok ke arah sesosok gadis berambut hitam yang berteriak tepat di belakang sang ketua guru.

'Tadi ****/Girl-chan panggil pak Mathias apa? Mathy? Memangnya mereka pacaran?' batin para mulas 9D yang cengo mendengarnya.

"Lagian, bapak kan masih harus ngajar! Kelas sebelah pada protes gurunya keluar kelas pas ngajar!" kata Girl-chan datar sambil menyeret Mathias (entah gimana caranya) keluar kelas 9D.


Setelah adegan ketua guru nyasar kemudian...

"Baiklah! Seperti yang kalian tau, selain kami berdua sebagai guru baru, kalian bakalan kedatangan murid baru!" kata Gerrard datar. "Nah, anak baru! Silakam masuk!"

Kemudian, masuklah beberapa anak ke kelas 9D. Sebaiknya kita skip saja bagian perkenalannya biar singkat. *Narator digampar Reader.*


-skip time-


"Andre! Lu masih belum puas apa perang sama Mathias? Gue aja udah capek sama kelakuan lu berdua, tau kagak?!" tanya Gerrard kagak nyelow sama sekali.

"Memangnya Makkun sama Andre-san perang lagi?" tanya Ieyasu.

"Kayaknya! Gue tadi sempat diprotes sama anak-anak kelas 9B gara-gara Mathias teriak gaje pas dipanggil 'BaKambing'!" jelas Lance sedikit tidak enak.

Yah, semoga saja kejadian selanjutnya kagak gaje dengan kedatangan kedua makhluk nyasar itu! *Narator di-headshot pake Balrog dan SVDEX.*


Randomness Part 25: Saat ada kejadian orang mabok joget di ruang guru... (Terinspirasi dari sebuah video di Youtube berjudul 'What Finland does after some drinks')


Di ruang guru...

Mathias jawdrop, Emil sweatdrop, Lukas facepalm, Berwald headbang di tembok terdekat, sementara yang lainnya hanya bisa cengo.

Errr, kalian mau tau apa yang terjadi?

Karena di depan mereka, terdapat Tino yang sedang joget. Parahnya lagi, ternyata dia lagi MABOK! Buktinya adalah wajahnya yang memerah.

Sialnya lagi, dia mabok pas lagi jam ngajar! Jadi beberapa anak yang pengen manggil guru pun langsung ikutan cengo pas melihat tontonan gratis orang mabok yang joget di sana.


Randomness Part 26: Saat ada kejadian gaje saat istirahat...

Di NihoNime Gakuen, terdengar suara gaje dari lantai tiga.

"Itu suara siapa, coba?" tanya Dark sweatdrop.

"Paling pak Kambing sama Andre! Mereka kan sering banget berantem!" jawab Sakazaki watados.

"Apakah ini love-hate DenmAndre (?)?" tanya Sho watados.

"Awas! Nanti ada yang ngamuk, lho!" balas Dissa.

Keempat anak itu pun langsung tertawa, sampai...

GEDEBUM!

"PAK MATHIAS JATUH! PAK MATHIAS JATUH DARI LANTAI TIGA!" teriak Luthfi panik dari arah lapangan.

Keempatnya pun berhenti tertawa dan segera menuju ke lapangan. Mereka mendapati sang ketua guru jatuh dari lantai tiga di lapangan yang baru disemen dengan kepala mendarat duluan.

"PAK MATHIAS!" pekik mereka berempat.

"Ja-jantungnya kagak berdetak lagi!" kata Idham saat mengecek detak jantungnya.

"Coba lu pompa! Lu kan tau yang begituan!" saran Giro-kun.

Idham pun segera memompa jantungnya.

"PAK! BAPAK JANGAN MATI DULU! KALAU BAPAK MATI, NANTI SIAPA YANG JAGAIN GIRL-CHAN?!" pekik Dissa.

"ANDRE! LU HARUS TANGGUNG JAWAB!" teriak Sho kepada Andre yang lagi berada di lantai tiga.

"Kalau mau cek tuh Kambing hidup atau kagak, jangan cek jantungnya!" ujar Andre. "Cek rambutnya, berdetak atau kagak!"

"APA MAKSUD LU BARUSAN, HAH?!" teriak Mathias yang tiba-tiba bangun dari mati surinya (?).

Idham pun langsung shock pas pria jabrik itu bangun tiba-tiba.

"BALIK LU KE SINI!" teriak sang ketua guru sambil nyiapin kapak dan berlari mengejar Andre yang udah kabur duluan.

Idham masih shock dengan kejadian di depannya. Pas Luthfi nepuk pundaknya...

BRUK!

Dia pun langsung pingsan.

"IDHAM-PYON!" teriak Giro-kun panik.


Di kelas 9C...

"Selamat siang, anak-anak!" sapa Lance.

"Siang, pak!" balas para mulas 9C.

"Lho? Idham kemana, ya?" tanya Lance saat mendapati kursi di sebelah Luthfi kosong.

"Di Klinik, pak! Tadi dia pingsan!" jawab Girl-chan datar.

"Pingsan? Pingsan kenapa?" tanya Lance lagi dengan bingung.

"Tadi pas kita lagi main, tiba-tiba pak Mathias jatuh dari lantai tiga! Terus, pas Idham mompain jantungnya, tiba-tiba tuh guru malah bangun dan ngejar Andre dengan sehatnya! Karena shock, dia pingsan, pak!" jelas Luthfi.

Seluruh mulas 9C (min Girl-chan, Giro-kun, Luthfi, dan Idham) pun langsung cengo mendengarnya, sementara Lance hanya bisa facepalm.

'Gila! Jatuh dari lantai tiga, tapi kagak kenapa-napa? Makhluk macam apa pak Mathias itu? Sieghart sang Immortal (?)?' batin mereka yang cengo tersebut.

"Hmm, baiklah! Kalau kalian mau kenapa ketua guru kalian bisa seperti itu, rahasianya..." Lance menatap langit-langit kelas dan berpikir cepat agar para mulas 9C kagak penasaran. "... ada pada rambutnya!"

"Ck ck ck ck! Rambut yang udah kayak jambul kambing itu bisa nyelamatin nyawa ketua guru kayak begitu! Bapak bangga padamu, wahai nak rambut (?)!" decak Feby kagum.


Randomness Part 27: Saat ada permainan ping pong gaje...

Hari ini, anak-anak di NihoNime Gakuen sedang berolahraga bersama para guru plus Nordic Five, Gerrard, dan Andre di GON alias Gelanggang Olahraga Nordic (?).

Mereka pun berolahraga dengan rusuh. Iya, rusuh! Luthfi, Girl-chan, Giro-kun, dan Idham lagi main tenis, walaupun ujung-ujungnya tuh raket malah dipake buat gebukin Luthfi yang baka tingkat tinggi. Yukimura, Sasuke, Lukas, dan Tino lagi main sepakbola yang sukses membuat kedua Daimyo dari Kai itu langsung cengo pas kedua anggota Nordic itu bisa nendang bola dari jauh dan masuk gawang. Andre, Gerrard, Berwald, Mitsunari, Kojuro, dan Hanbei lagi main basket yang berakhir dengan adegan MitsuHanbei, GerAndre *di-headshot pake Balrog dan SVDEX.*, dan SweJuro (?). *dikejar-kejar Kojuro dan Berwald dengan katana dan pedang.*

"Wah! Ada permainan bola ping pong, nih!" kata Lance saat melihat sebuat lapangan ping pong.

"Mau main?" tanya Emil.

"Gimana kalau kita mainnya kayak di anime aja?" tawar Ieyasu.

"Aku setuju!" jawab Mathias.

"Gue yang jadi wasitnya!" ujar Lukas datar.


Nah, sekarang kita liat permainan mereka! Emil dengan Lance, Mathias dengan Ieyasu. Bola di tangan Lance.

Lukas: "Pertanyaan pertama, sebutkan anime yang ada adegan transformasi pada character-nya!"

Mathias: "Eh?"

Lance: "Shugo Chara!"

Ieyasu: "Sailor Moon!"

Emil: "Kamichama Karin!"

Mathias: "Gue kagak tau banyak soal anime!"


Ronde kedua, bola masih di tangan Lance.

Lukas: "Pertanyaan kedua, sebutkan ibukota negara di Benua Asia!"

Lance: "Jakarta!"

Ieyasu: "Tokyo!"

Emil: "Beijing!"

Mathias: "Apa ada pertanyaan yang lebih gampangan lagi?"

Lukas: "Ini udah yang paling gampang! Lu-nya aja yang kagak bisa, Anko Uzai!"


Sementara itu, rupanya Motochika juga main ping pong sama Motonari, Sho, dan Dissa. Saat ini, dia sedang memikirkan pertanyaan yang bagus. Pas ngeliatin Mathias, dia pun langsung nyengir kuda laut (?).

Motochika: "Sebutkan siapa aja yang pantas menjadi Uke-nya Køhler-san!"

Alhasil, semua orang pun langsung nengok ke arah tempat ping pong yang dipakai sama mereka berempat.

"Hah?!" Mathias pun langsung kaget mendengarnya.

Motochika: "Keiji!"

Keiji langsung memasang tampang mesumnya.

Motonari: "Bondevik-san!"

Lukas hanya bisa blushing.

Sho: "Andre!"

Andre langsung ngasih death glare mautnya.

Dissa: "Pak Kenshin!"

"Sejak kapan Kenshin jadi Uke?!" teriak Mathias.

Sementara Kenshin udah langsung tepar di tempat.

Motochika: "Oxenstierna-san!"

"Yang ada mah gue mati duluan!" Mathias langsung merinding disko.

Sementara Berwald langsung ngeluarin dark aura andalannya.

Motonari: "Gerrard-san!"

"Hoi, mana mungkin?!" bantah Gerrard.

Sho: "Giro-kun!"

Girl-chan pun langsung menatap tajam adiknya.

"Eh, nee-chan! Ini kagak seperti yang lu pikirin!" elak Giro-kun.

Dissa: "Pak Lance!"

"Emil-san! Ini kagak kayak yang lu pikirin! Hati gue hanya untuk lu doang!" bantah Lance gelagapan.

Bola pun menuju ke arah Motochika yang masih memikirkan jawabannya. Pas ngeliatin penonton, dia pun kembali nyengir kuda laut.

Motochika: "Brokugaryuu!"

Webek, webek...

"Ma-maksudnya, pak Masamune?" tanya Dissa.

"Iyalah! Memangnya siapa lagi yang bapak panggil 'Brokugaryuu'?" jawab Motochika watados.

"Memangnya pak Masamune pernah jadi Uke?" tanya Sakazaki.

"Kayaknya iya, deh!" balas Luthfi. "Soalnya, gue pernah nemu foto dia lagi diperkaos sama pak Shingen beserta beberapa majalah porno di laci mejanya! Terus, gue juga bajak laptop-nya dan nemu foto-foto Hentai banyak banget!"

Masamune pun langsung headbang di tembok terdekat. Terbongkar sudah! Sementara Mathias hanya bisa pundung di pojokan meratapi nasibnya yang merupakan seorang Seme sejati.


Randomness Part 28: Saat ketua guru membaca kartu ucapan selamat ulang tahun... (Bagi yang tau Denmark ultah tanggal berapa, silakan hubungi saya! Saya pengen banget bikin birthday fic buat dia! *plak!*)

Mathias menatap tumpukan kartu di meja kerjanya. Yah, dia tidak terlalu ingat kalau hari ini ulang tahunnya, tapi tetap saja dia sangat bahagia mendapatkan kartu ucapan baik dari teman sesama Nation, sesama guru, sahabatnya, maupun para murid.

Dia mengambil salah satu kartu dan membacanya.


Selamat ulang tahun, Køhler-san! Semoga panjang umur, sehat sentosa, tambah ganteng, dan cepat nikah (hanya bercanda)!

Maeda Keiji


Mathias hanya bisa sweatdrop membacanya.

Yah, mengingat Keiji agak sedikit mesum, dia hanya bisa memakluminya dan membaca kartu berikutnya.


Happy Brithday! Semoga semakin hebat, ya! Oh, iya! Alfred-san nanya, kapan lu mau ke Amerika? Dia nungguin, lho!

Lance Stoppersky


Mathias sedikit mengerutkan keningnya. Sejak kapan Lance akrab dengan salah satu teman sesama Awesome Trio-nya?

Ah, sudahlah! Dia pun beralih ke kartu berikutnya.


Otanjubi Omedettou, Makkun! Kapan-kapan gue ke negara lu, dong! Boleh, kagak? :)

Tokugawa Ieyasu


Mathias hanya bisa nyengir membacanya. Sepertinya dia perlu memesan tiket pesawat ke negaranya sebagai hadiah ultah Ieyasu tahun depan.

Perasaan mual pun terlihat di wajahnya saat dia membaca kartu berikutnya.


Selamat ultah ya, cyiiin! Eike bahagia banget dengernya! Apalagi Max sampe maksa Andre-san nulis ucapan ultah buat lu, cyiiin! Romantis bengetz, deh! Eike juga mau, lho!

Ch0s0k4b3 M0t0ch1k4


Mathias langsung muntah di tempat.

Kayaknya mode bancinya Motochika kambuh lagi, deh! Udah gitu, ngapain coba kembaran si Hero juga nimbrung di sana? Apa jangan-jangan mereka janjian nulis ucapan itu di taman lawang?

Dia langsung membaca kartu berikutnya sambil berusaha melupakan isi ucapan yang nyaris membuatnya sakit mata tersebut.


Met Ultah, Mathy! Semoga tetap eksis bareng Nordic, ya! :D

Girl-chan alias **** ********


Oke, ucapan yang satu ini sukses membuat Mathias nyaris terjungkal dari kursinya saking kagak tahan membaca ucapan dari 'murid kesayangan'-nya barusan. Nah, surat berikutnya jauh lebih aneh karena isinya sedikit ngaco!


Met Ultah, Denmaku-pyon! Semoga bapak cepat nikah sama nee-chan (keceplosan)!

Giro-kun


Sumpah! Kayaknya tuh anak mau nyari mati sama Mathias, deh! Ngapain coba dia ngarep kakaknya bakalan kawin sama ketua guru itu? Apa otaknya habis terbang ke jonggol (?), ya?

Dia hanya bisa geleng-geleng kepala dan berniat membaca kartu berikutnya.

Tapi entah kenapa, kartu yang dipegangnya sekarang mengandung (?) aura milik seseorang yang dikenalnya. Apa maksud Motochika tentang Max yang maksa Andre buat nulis ucapan ke dia itu memang benar?

Dia pun membacanya dengan ragu dan langsung jawdrop di tempat melihat isinya.


HAPPY BIRTHDAY YA, KAMBING! GUE NULIS INI KARENA DIPAKSA MAX YANG LAGI BANCI MODE ON! SEBENARNYA GUE KAGAK RELA, TAPI LU TAU KAN KEMBARAN GUE TUH KAYAK GIMANA SIFATNYA? OKE, INTINYA WISH YOU THE BEST AJA!

ANDRE


Kartu ucapan penuh caps itu pun nyaris membuat Mathias headbang di mejanya kalau saja Emil tidak memasuki ruangannya sambil membawa beberapa bungkus licorice.

"Hoi, Dan! Lu lagi baca apaan?" tanya pemuda Icelandic itu sambil memakan licorice-nya.

"Hanya kartu ucapan aja! Mau baca juga?" jawab pria Danish itu bertanya balik.

"Boleh juga! Kebetulan gue juga lagi kagak ada kerjaan!"

Keduanya pun membaca kartu ucapan yang aneh bin ajaib tersebut.


Randomness Part 29: Saat Emil mengunjungi kelas 9D saat jam ngajar...

Emil sekarang sedang berjalan menuju ke kelas 9D. Dia kesal karena Mathias memaksanya menggantikan Lance yang tiba-tiba sakit perut dan dilarikan ke Klinik.

Saat dia sampai di kelas itu, bocah Icelandic itu langsung cengo pas melihat 9D yang kosong melompong.

'Anak-anaknya pada kemana, coba?' batin Emil heran.

Dia berpikir sebentar. Mereka kagak mungkin ke kamar mandi berjamah. Hanya ada satu tempat yang mereka kunjungi kalau kagak ada guru.

Kantin!

Emil pun segera berjalan menuju ke Kantin dan benar saja! Ternyata mereka semua lagi main poker di salah satu meja kantin.

"Bisa Straight, tuh!" kata Emil sambil menghampiri anak-anak itu.

"Oh, iya!" kata James sambil menengok ke belakang. "Eh, pak Emil!"

"Bapak kok munculnya tiba-tiba, sih? Kayak 'datang tak dijemput, pulang tak diantar' aja!" tanya Dissa watados.

"Itu mah jelangkung, bapak kan Nati-" Emil segera menutup mulutnya karena nyaris keceplosan.

"Nati apa?" tanya Jihan bingung.

"Lupakan!" balas Emil mengalihkan pembicaraan. "Sekarang bapak tanya sama kalian! Ini jam apaan?"

"Jam pelajaran, pak!" jawab Angel.

"Terus, ngapain kalian ke kantin? Satu kelas pula!" tanya Emil lagi.

"Habisnya, katanya guru sejarahnya sakit perut!" balas Fahri.

Emil pun langsung facepalm di tempat.

"Baikah! Pertanyaan terakhir bapak! Kenapa kalian lepas sepatu?" tanya Emil saat melihat para mulas 9D pada kagak pake sepatu.

"Malas, pak!" seru seluruh mulas 9D bersamaan.

Emil udah langsung double facepalm mendengarnya.

"Udahlah! Sekarang kalian ke kelas dan pake sepatu kalian!" perintah Emil.

Alhasil, seluruh mulas 9D pun membereskan kartu mereka dan langsung ke kelas. Sementara Emil? Dia hanya bisa geleng-geleng kepala menghadapi anak-anak itu.


Randomness Part 30: Saat ada kegiatan Pramuka di NihoNime Gakuen... (Request dari Honey Sho -lagi?- yang minta ada kegiatan pramuka)


Di rumah Girl-chan...

"Hoam!" Giro-kun baru saja bangun tidur saat mendapati kakaknya sedang mencari sesuatu.

"Lu nyari apaan, nee-chan?" tanyanya heran.

"Hoi, Giro! Lu liat baju pramuka gue, kagak?" tanya Girl-chan sambil sibuk celingukan gaje.

"Kagak liat dan jangan panggil gue 'Giro'! Memangnya gue itu uang giral apa?" jawab Giro-kun sweatdrop.

"Beklager! Lagian, kita kan mau pramuka! Masa lu kagak tau, sih?"

Webek, webek...

"WUAPHUAAAAAAAAAAAA?! WHAT THE FUCK?! WHAT THE HELL?! WHAT THE DENMARK?! KOK BARU SEKARANG NGASIH TAUNYA?!"

"Yeee, salah sendiri lu tidur pas pak Mathias ngasih tau kegiatan pramuka!"

"Lagian, suaranya Denmaku-pyon udah kayak bom atom (?), sih!"

"Apa hubungannya? Sudahlah, cepat bantuin gue cari baju pramuka!"

"Iya, nee-chan!"


Di NihoNime Gakuen...

"Lama banget, sih! Kalian kagak kesiangan, kan?" tanya Idham saat kedua bocah itu tiba di sekolah.

"Salahin Giro!" jawab Girl-chan singkat (dan tentu saja bad mood) sambil berjalan pergi.

"Dia kenapa, ya?" tanya Luthfi bingung.

"Menekedele!" jawab Giro-kun sambil angkat bahu.

PRIIIT PRIIIT TOEEET (?)!

Semua anak pun langsung berbaris di lapangan. Mathias pun menyiapkan barisan anak-anak sarap tersebut. *digampar bersama.*

"Nah, anak-anak! Sekarang kita kedatangan beberapa anak baru!" ujar Mathias bersemangat. "Baiklah, anak baru! Silakan kemari!"

Beberapa anak pun langsung berjalan ke depan. Tapi salah satu dari mereka adalah seseorang yang Duo bersaudara itu kenal.

"GIRU-CHAN/NEE-PYON (?)?!" teriak Girl-chan dan Giro-kun kaget sambil menunjuk seorang gadis yang mirip Girl-chan, tapi rambutnya tergerai, bermata hazel, serta memakai baju pramuka cewek, sarung tangan hitam, dan sepatu Mary Sue.

"Hayai! Ternyata kalian, toh!" kata gadis bernama Giru-chan itu.

"Sejak kapan kalian kenal dia?" tanya Dissa heran.

"Dia saudara kami!" jawab Duo bersaudara itu bersamaan.


-skip time-


Di lapangan, terlihat beberapa orang yang sibuk sendiri. Ada Girl-chan dan Giru-chan yang beradu pipa dan tongkat pramuka, Sho yang lagi ngobrol dengan beberapa anak yang merupakan kenalannya, Giro-kun yang lagi mainin lagu karya Mozart, Beethoven, dan Chopin dengan biola kesayangannya, Luthfi dan Idham yang lagi main 'Get Rich' di HP mereka, Dissa yang lagi kabur karena Sakazaki nenteng kucing, dan berbagai macam kegiatan lainnya.

Yah, kegiatan setelah pramuka di NihoNime Gakuen memang selalu seperti itu! Agak gaje!


To Be Continue...


Me: "Entah kenapa, saya merasa Chapter ini agak konyol! Apalagi yang nomor 25! Saya sampai berusaha untuk tidak tertawa saking gilanya Tino di video itu! Te-" *merinding disko pas ngerasain dark aura di belakangnya.*

Berwald: "K'u h'rus t'nggung j'wab k'rena t'lah m'n'stak'n 'str'ku!" *nyiapin pedang plus dark aura.*

Me: "Giro-kun! Cepat akhiri Chapter ini!" *langsung kabur dikejar-kejar Berwald.*

Cowboy: "Tapi sebelum itu, gue mau ngasih tau kalau BakAuthor bakalan lama meng-update fic ini! Dia masih nyari inspirasi dari fandom lain!

Thundy: "Terus, buat Sho-san, maaf kalau Request-nya dibikin agak gaje! Belakangan ini otak Author lagi ngadat soal kelanjutan 'TCSC' (maksudnya 'The Crazy Summer Camping') dan fic lainnya!"

Cowboy: "Nah, silakan Giro!"

Giro-kun: "Review!" :D