The Pink Haired and The Penguin

.

.

.


WARNING!

Ada adegan di chapter ini yang memiliki rating NC-17. Jika kalian melihat tanda [!] artinya adegan smut dimulai.


©xselumate©


Luhan sekarang sedang berjalan dengan angkuhnya di lobby gedung OSH Entertaiment. Semua mata tertuju pada lelaki blonde yang sedang memakai kacamata hitam dengan t-shirt abu-abu dan celana ripped jeans. Bukan masalah penampilannya yang membuat banyak mata tertuju padanya, namun karena sekarang berita terkonfirmasinya hubungan Luhan dengan Sehun sudah menyebar dimana-mana. Bahkan diluar tadi penggemarnya banyak yang memberinya selamat atas hubungannya, walaupun ada beberapa yang membencinya karena ia sudah mempunyai kekasih.

Luhan tahu banyak staff wanita yang sedang menatapnya sinis sambil membicarakan Luhan dengan berbisik-bisik. Tetapi lelaki itu bisa apa selain memasang wajahnya yang sangat angkuh. Hari ini Luhan benar-benar berada dalam mood yang kacau sehingga ia harus kembali ke 'bitch mode' andalannya.

Hari ini tidak ada Baekhyun yang menemaninya karena tadi Baekhyun hanya mengantarkan Luhan sampai didepan gedung agensi karena ia memiliki urusan mendadak. Jadi disinilah Luhan sekarang, berdiri didalam lift dengan dua staff wanita yang sedang menatapnya sinis, membuat Luhan ingin saja menusuk mata mereka dengan tusuk gigi.

Luhan tidak tahu jika kedua wanita itu memang sedang berbisik-bisik atau sedang berpura-pura, karena Luhan bisa mendengar suara mereka dengan jelas.

"Kau tahu tuan Oh Sehun kan?"

"Tahu lah, dia CEO baru kita yang sangat tampan dan kaya di usianya yang sangat muda. Tapi sayangnya ia sudah mempunyai kekasih..."

"Kekasih? Siapa?"

Sebenarnya wanita ini mempunyai ponsel atau tidak sih? Atau setidaknya tv. Bagaimana bisa wanita ini tidak mengetahui berita tentang aku dan Sehun?

"Aktor agensi ini. Bahkan ia sedang berdiri bersama kita. Huh, aku tidak tahu apa yang dilihat tuan Oh Sehun. Maksudku, dia bahkan tidak seberapa tampan. Cantik iya, tapi sifatnya sangat buruk! Dia sering bergonta-ganti pasangan lho! Apalagi kudengar dia adalah orang yang arogan, terlalu percaya diri, sombong, sok imut, bahkan aktingnya sangat buruk! Dia hanya menang fisik saja!"

Luhan rasanya ingin tertawa dan menjepit bibir wanita ini ke pintu lift. Apa wanita ini sengaja untuk memanas-manasi Luhan? Dia benar-benar meminta diberi pelajaran oleh Luhan.

Luhan berdeham. "Permisi, apa kalian bodoh? Atau mungkin... Idiot? Maksudku, kau berbisik-bisik tapi dengan suara yang keras. Kalian sengaja? Dengar ya, kalian disini hanyalah staff. Aku bisa saja memecat kalian karena aku adalah kekasih Oh Sehun. Lagipula kehilangan dua orang staff seperti kalian tidak akan merugikan agensi ini. Karena apa? Agensi ini tidak membutuhkan sampah seperti kalian." Kedua wanita itu hanya menundukkan kepalanya.

Luhan melanjutkan, "Ah sepertinya kalian staff baru ya? Pantas saja kalian tidak mengenalku. Ya, aku adalah Luhan yang arogan dan sombong. Jika kalian pikir aku akan diam seperti orang yang lemah? Salah besar. Bulan kemarin ada staff sampah seperti kalian berdua, namun sekarang ia sudah dipecat dari sini. Kalian mau hal itu terulang?" Kedua wanita itu langsung menggelengkan kepalanya.

Suara pintu lift terbuka terdengar. Luhan yang tadinya menyeringai sekarang tersenyum polos saat ada beberapa staff memasuki lift. Lelaki blonde itu tersenyum manis, setelah mengancam dua staff malang didepannya ini. Kemudian tangan Luhan bergerak untuk menempuk bahu kedua wanita itu.

"Bekerja keraslah," Luhan semakin mendekat ke telinga keduanya dan membisikkan, "Dan jangan macam-macam padaku."

Dengan itu, Luhan pergi meninggalkan kedua wanita itu yang memucat. Luhan kembali menyeringai. Sudah lama ia tidak menindas staff disini.

Luhan berjalan ke kantor kekasihnya, maksudnya, kekasih palsunya. Saat ia memasuki ruangan itu, Sehun sedang membaca berkas-berkas yang hanya Sehun dan tuhan yang tahu. Lelaki blonde itu berjalan mendekati Sehun dan duduk dikursi yang berada didepan.

Sehun melirik Luhan sebentar sebelum kembali membaca berkas-berkas itu. Akhirnya Luhan melepas kacamata hitamnya, lalu melipat tangannya di dadanya sambil tersenyum.

"Sehun-ssi?"

Tidak ada jawaban.

"Tuan Oh Sehun?"

Tetap tidak ada jawaban.

"Ya! Oh Sehun!"

"Apa? Ini kantor, bukan hutan." Ujar Sehun tanpa melirik ke arah Luhan.

"Kau harus tanggung jawab! Gara-gara kau semua staff disini memandangku sinis! Aku juga kehilangan beberapa penggemarku! Aku bahkan tidak berani membaca komentar pada artikelku! Apalagi pengikutku di SNS berkurang! Pokoknya kau harus tanggung jawab!"

Sehun menatapnya dengan tatapan dinginnya, "Lalu?"

"Aku tidak mau tahu, pokoknya kau harus tanggung jawab! Kau mengambil barang berhargaku Sehun!"

Pada saat yang bersamaan, seorang staff sedang membuka pintu kantor Sehun dan langsung terkejut dengan pernyataan yang keluar dari bibir Luhan. Kata-kata 'barang berharga' membuat staff itu berpikir yang tidak-tidak. Staff tersebut langsung mengendap-endap berjalan mundur kemudian berlari sambil entah menulis apa di ponselnya.

"Jika barang berharga yang kau maksud adalah penggemar dan pengikut SNSmu aku tidak peduli. Lagipula sahamku naik karena berita kemarin. Jadi berhentilah berteriak seperti nenek-nenek dan carikan aku uang yang banyak."

Luhan menatap Sehun tidak percaya. Kenapa lelaki didepannya itu sangat gila, sangat ambisius, sangat tidak peduli, dan sangat mencintai uang?

"Oh ya, lagipula ide untuk berpura-pura menjadi kekasihmu adalah ide dari Baekhyun. Seharusnya kau berterima kasih dengan sahabatmu itu karena aku sangat menikmati permainan ini."

Baekhyun? Byun Baekhyun?! Sahabatnya sendiri yang menyuruh Sehun untuk mengaku-ngaku menjadi kekasihnya? Lihat saja nanti!

"Jangan memasang wajah seolah-olah kau akan merencanakan untuk mengambil alih dunia."

"Kau tahu Sehun? Aku keluar dari sini!"


Luhan sekarang berada di lobby gedung OSH Entertaiment. Ia memainkan ponselnya sambil berjalan untuk mengabaikan tatapan tidak enak dari para staff. Tiba-tiba saja ia menabrak seseorang sampai-sampai ponselnya terjatuh, untungnya tidak sampai pecah.

Luhan mengambil ponselnya dan ponsel orang yang ia tabrak tadi lalu berdiri sambil membersihkan bajunya. Lelaki didepannya juga sudah berdiri, namun ia masih meringis pelan. Lelaki itu memiliki rambut bewarna pastel merah muda dengan kaus muscle tank dan celana harem. Lelaki itu juga memiliki kulit berwarna tan dan bibir yang seksi. Luhan mengernyitkan dahinya karena ia merasa familiar dengan lelaki didepannya ini. Tapi ia tidak ingat kapan ia pernah melihat lelaki ini.

"Maaf- oh, Luhan sunbae?" Luhan hanya bisa tersenyum. Ternyata lelaki ini adalah hoobaenya. Sayangnya, Luhan tidak pernah mengingat hoobaenya.

"Apa kau tidak mengenalku?" Luhan menggelengkan kepalanya pelan.

"Kim Jongin. Panggil saja Kai. Aku sudah berada di agensi ini selama 3 tahun. Aku juga sering menyapa sunbae."

Luhan mengangguk-angguk tanda jika ia paham. 3 tahun berada disini dan sering menyapanya, Luhan bahkan lupa kapan lelaki berambut merah muda ini menyapanya. Kecuali jika dia member dari grup band disini. Luhan tidak begitu mengenal grup band agensi karena mereka sering mengubah warna rambut mereka.

"Ah, pasti sunbae lupa karena aku merubah rambutku! Aku member dari grup band Playboys."

Luhan membuka mulutnya sambil menggumankan kata 'ooh~'. Luhan tahu siapa Playboys, mereka adalah grup band pria terkenal di Korea Selatan yang memiliki 5 member. Tentu saja terkadang Luhan mendengar lagu mereka, tapi Luhan tidak tahu siapa saja membernya.

Luhan tersenyum. "Oh, aku sering mendengarkan lagu kalian."

"Benarkah? Lagu yang mana?"

Luhan tersenyum miring, ia tahu, tapi dia tidak tahu apa judulnya. "Grow?"

Kai, lelaki itu hanya tertawa dengan renyah. Entah mengapa tawanya membuat Luhan ingin tertawa juga. Lelaki didepannya ini sangat manis saat tertawa. Berbeda dengan Sehun yang kaku dan dingin, lelaki ini lebih hangat dan menyenangkan. Luhan menjadi ingin mengenali Kai lebih dalam.

"Growl." Kai membenarkan sambil tersenyum dengan manis. Luhan rasanya ingin meleleh saat ini juga.

"Bagaimana jika kita pergi ke kafe? Agar kita lebih akrab?" Luhan hanya mengangguk kemudian mengikuti Kai dari belakang.

Tanpa Luhan sadari, seorang lelaki jangkung sedang berdiri di belakangnya dengan wajah datarnya.


"Antarkan aku ke kantornya Sehun."

Chanyeol mendesah panjang. Sejak tragedi malam itu, Baekhyun menjadi sangat sering berkunjung ke apartemennya. Keberatan? Tentu saja! Hari ini adalah dimana Chanyeol bisa bersantai dikamarnya sambil memainkan playstationnya dengan damai. Ia juga berencana pergi ke klub nanti malam untuk bermain dengan beberapa perempuan disana, mungkin saja ada yang bisa ia bawa pulang dan menghabiskan malam bersama. Namun ia harus membatalkannya karena ada seorang lelaki kecil yang sudah menunggu didepan pintu apartemennya dengan kacamatanya yang kebesaran.

"Pakai saja mobil vanmu, aku mau tidur." Chanyeol hampir saja menutup pintunya jika saja Baekhyun tidak menahannya sambil memasang muka memelas seperti anak anjing yang kelaparan.

"Mobil vanku masih di bengkel,"

Karena Chanyeol tidak bisa menolak permintaan Baekhyun -apalagi setelah Baekhyun memasang wajah memelasnya yang sangat menggemaskan itu-, akhirnya Chanyeol mempersilahkan Baekhyun untuk memasuki apartemennya dan menyuruh lelaki itu untuk menunggunya ganti pakaian. Namun bukannya duduk manis, Baekhyun justru berjalan mengelilingi apartemennya sambil melontarkan banyak pertanyaan yang membuat Chanyeol kewalahan untuk menjawabnya.

"Chanyeol-ssi, vasmu beli dimana?"

"Chanyeol-ssi, bagaimana caranya menyalakan lampu disini?"

"Chanyeol-ssi, apa kau tidak mempunyai monopoli?"

"Chanyeol-ssi, playstationmu harganya berapa?"

"Chanyeol-ssi, kenapa kau sangat lama sekali?"

Chanyeol-ssi, Chanyeol-ssi, Chanyeol-ssi, Chanyeol-ssi.

Chanyeol bahkan tidak bisa berkonsentrasi untuk memilih pakaian karena Baekhyun terlalu banyak berbicara dan menanyakan hal-hal yang tidak penting. Seingatnya Baekhyun tidak secerewet ini kemarin, atau jangan-jangan Baekhyun memiliki dua kepribadian? Atau jangan-jangan Baekhyun memiliki penyakit bipolar?

"Bisakah kau diam sebentar?!" Seru Chanyeol dari kamarnya. Kemudian hening. Chanyeol menghembuskan napasnya pelan lalu melepas t-shirt putihnya dan melemparnya ke atas ranjangnya.

Chanyeol bersumpah jika jantungnya hampir lepas dari tempatnya saat ia berbalik ke arah ranjangnya dan menemukan Baekhyun sedang duduk di atas ranjangnya dengan wajah tanpa dosanya.

"Sedang apa kau disitu?"

"Duduk."

Chanyeol memutar bola matanya kesal dan memakai kemeja berwarna merah-hitam ke tubuhnya. Namun lagi-lagi ia membalikkan tubuhnya ke arah Baekhyun lagi dengan tatapan kesal. Bagaimana tidak? Baekhyun memandangnya secara intens ketika ia sedang berganti baju.

"Apa ka-"

"Chanyeol-ssi, kau fitness dimana?"


Mobil Audi R8 milik Chanyeol (sebenarnya milik Sehun) berhenti didepan gedung OSH Entertaiment. Chanyeol yang sekarang memakai kemeja merah-hitam dan celana ripped jeans yang memperlihatkan lututnya itu membuat banyak mata tertuju padanya. Apalagi dengan rambut silver dan kacamata hitamnya yang membuat banyak orang berpikir jika Chanyeol adalah seorang member grup band.

Baekhyun yang sedari tadi berdiri disebelah Chanyeol hanya menatap lelaki berambut silver itu dengan tatapan aneh. Ia hanya meminta Chanyeol untuk mengantarkannya ke kantor Sehun, bukan acara jumpa fans. Lagipula Chanyeol bukan aktor, ia adalah anak orang kaya yang sangat sombong dan menyebalkan.

Rich brat.

Baekhyun memutar bola matanya bosan dan berjalan mendahului Chanyeol yang sekarang sedang sibuk menebar pesonanya. Benar-benar Chanyeol yang berbeda dari Chanyeol yang kemarin.

"Chanyeol-ssi, apa kau harus berjalan se-dramatis itu?" Tanya Baekhyun dengan nada kesal. Chanyeol masih tersenyum sampai giginya terlihat, menghiraukan pertanyaan Baekhyun.

Sesampainya di lift, Baekhyun mengira jika Chanyeol akan berhenti menebar pesonanya kepada semua staff perempuan agensi ini. Namun ia salah, apalagi setelah seorang perempuan dengan rok super mini yang memperlihatkan kaki jenjangnya yang mulus. Sampai-sampai Baekhyun yakin jika perempuan itu membungkuk sedikit pasti akan memperlihatkan celana dalamnya. Chanyeol sekarang berdiri didekat perempuan itu, seolah-olah ia berancang-ancang untuk menggoda perempuan itu.

Baekhyun sempat mengira jika perempuan ini adalah perempuan yang dingin dan jual mahal. Lagi-lagi ia salah besar, perempuan itu justru semakin mendekatkan tubuhnya ke tubuh Chanyeol. Lalu dengan sengaja perempuan itu menjatuhkan dompet yang ia bawa. Dan benar saja, sekarang mereka berdua bisa melihat jelas celana dalam berwarna merah muda milik perempuan itu. Apalagi sekarang permukaan pantatnya sedang menempel di paha Chanyeol.

Murahan.

Baekhyun meringis ketika melihat pemandangan tersebut. Namun ia tidak bisa berbohong jika ia tidak tertarik dengan wajah Chanyeol sekarang. Ekspresi Chanyeol sekarang sangat menggoda, dengan seringaian dibibir Chanyeol yang membuatnya semakin seksi. Tanpa Baekhyun sadari, bukan hanya ia saja yang tertarik dengan Chanyeol, tetapi juga kepemilikannya yang sekarang mulai menegang.

Shit!

Sudah lama sejak ia terakhir kali bermain 'solo'. Sekitar 1 tahun yang lalu saat ia dan Luhan menonton film 19+ keatas bersama dan keduanya sama-sama menegang karena pemain laki-lakinya sangat seksi. Dan sekarang ia menegang karena Park Chanyeol. Terpaksa ia harus bermain 'solo' di toilet setelah sampai di lantai kantor Sehun.

"Ah, maaf ya," Perempuan itu tersenyum menggoda sambil menyelipkan kertas -yang sepertinya bertuliskan nomor teleponnya- ke kantong celana milik Chanyeol lalu keluar dari lift.

Entah sejak kapan lift yang mereka tumpangi menjadi sangat panas bagi mereka berdua. Bahkan keduanya sama-sama berkeringat dingin. Chanyeol dan Baekhyun diam-diam saling mencuri pandang satu sama lain, sampai akhirnya pandangan mereka bertemu. Entah kenapa pandangan mereka berdua sama-sama jatuh ke bawah. Dan sebuah tonjolan adalah hal yang pertama kali yang mereka lihat.

Chanyeol mendekat ke arah Baekhyun, lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Baekhyun. "Sepertinya yang dibawah sana butuh bantuan,"

[!]

Mata Baekhyun membulat sempurna. Ia hampir membuka mulutnya jika saja pintu lift tidak terbuka. Saat berada diluar, Baekhyun akan membuka mulutnya lagi, namun Chanyeol justru menariknya ke toilet pria dan mengunci mereka berdua di salah satu stall toilet.

"Ma-mau apa kau?!"

"Baek, kau bukan straight kan?" Baekhyun menganggukkan kepalanya dan hampir membuka mulutnya lagi jika saja bibir Chanyeol tidak mengunci bibir Baekhyun.

Mereka berciuman sampai-sampai mereka kehabisan oksigen. Ciumannya turun ke leher Baekhyun sehingga membuat lelaki yang lebih kecil itu mendesah sambik memejamkan matanya. Baekhyun mengerang saat Chanyeol meninggalkan tanda berwarna kemerah-merahan di leher putih Baekhyun.

"Ini bukan pertama kalimu kan?" Tanya Chanyeol disela-sela ciumannya.

"Ini pertama kaliku!"

Chanyeol menatap mata Baekhyun sekali lagi. Kali ini lebih dalam dari tatapan sebelumnya.

"Bantu aku kali ini saja,"

Baekhyun tentu saja kebingungan. Ini pertama kalinya, ia tidak mau melakukannya dengan orang yang tidak ia cintai. Namun saat ini hormonnya sudah tidak bisa ia kendalikan, tubuhnya sudah sangat kepanasan, ia tidak bisa bermain solo lagi. Untuk apa ia bermain solo jika ada seseorang yang super tampan dan seksi didepannya? Lagipula ia bukan perempuan jadi ia tidak perlu menangis dengan dramatis jika sudah selesai melakukan itu.

"Lagipula ini sudah terlanjur Chanyeol," Baekhyun semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Chanyeol. "Lagipula aku juga butuh bantuanmu." Ucapnya dengan nada seduktif. Chanyeol kembali mengunci bibir tipis Baekhyun. Tangan kirinya ia gunakan untuk menahan tubuh Baekhyun, sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk membuka t-shirt yang masih menempel ditubuh Baekhyun.

Jari-jari lentik Baekhyun juga tidak bisa diam, tangan kanan Baekhyun beralih untuk membuka kancing kemeja Chanyeol sedangkan tangan kirinya sudah berada di kepemilikan Chanyeol. Decakan demi decakan tercipta dari bibir Baekhyun dan Chanyeol. Lidah mereka bertarung sembari saling menukar saliva. Mereka tidak peduli jika faktanya mereka kehabisan oksigen, mereka sudah dibutakan oleh nafsu.

Chanyeol mengerang keras saat jari lentik Baekhyun berhasil menyentuh kepemilikannya. Baekhyun menyeringai kecil sambil terus mengelus-elus 'adik' milik Chanyeol yang semakin membesar. Baekhyun menyamakan kepalanya dengan kepemilikan Chanyeol, lalu ia menurunkan celana jeans dan boxer Chanyeol sehingga memperlihatkan milik Chanyeol yang lebih besar darinya.

"Seperti yang kau minta, aku akan membantu adikmu." Suara Baekhyun benar-benar sangat seksi di telinga Chanyeol. Apalagi saat mulut Baekhyun penuh dengan kepemilikannya, Chanyeol bersumpah jika Baekhyun terlihat beribu-ribu kali lebih cantik dan seksi.

Desahan mereka memenuhi seluruh ruangan. Beruntung mereka telah mengunci toilet di lantai 15, sehingga tidak orang yang bisa menghentikan mereka. Mereka tidak peduli jika faktanya mereka sedang berada di perusahaan milik Sehun, mereka sedang dikuasai oleh nafsu dan keinginan.


Luhan mengaduk kopi Macchiatonya sambil tertawa saat mendengar cerita dari lelaki didepannya sekarang. Entah kenapa cerita yang Kai ceritakan selalu membuatnya terhibur. Kai sekarang sedang meminum Frappuchino Tiramissunya sambil tersenyum dengan manis.

"Luhan-ssi, memangnya kopi itu enak ya?" Kai bertanya sambil memakan kue Cheesecake Blueberry didepannya.

"Kenapa? Kau tidak suka ya?"

"Bukannya tidak suka, aku bosan dengan kopi karna manajerku selalu membelikanku kopi setiap hari agar aku tidak mengantuk lagi."

Luhan kembali tertawa. Kai yang didepannya ini sangat menggemaskan, bukan Kai berkarisma dan penuh dengan keseksian yang sedang berada dipanggung.

"Kai-ssi, kau tahu tidak bedanya Kai dengan Jongin?" Kai mengernyitkan dahinya lalu menggelengkan kepalanya. "Kai adalah kau yang berada dipanggung, penuh dengan karisma dan keseksian. Kalau Jongin adalah kau yang sekarang, polos dan menggemaskan."

Kai tertawa saat mendengar pernyataan dari Luhan. Mereka baru mengenal satu sama lain selama 3 jam, namun mereka sudah seperti mengenal satu sama lain selama 3 tahun lamanya.

"Jadi... Kai lebih seksi dari aku sekarang?" Ujar Kai dengan nada jahilnya.

"Tentu saja tidak! Kau tetap seksi, tetapi kau lebih pantas dibilang menggemaskan daripada seksi."

Mereka kembali tertawa bersama, namun terhenti ketika Luhan melihat tubuh jangkung Sehun yang sedang berjalan ke arahnya. Luhan mengernyitkan dahinya, untuk apa Sehun berada disini?

Tawa Kai juga berhenti ketika melihat tawa Luhan berhenti. Ia juga menoleh dan mendapati CEO agensinya berjalan ke arah mereja berdua.

"Sehuna!"

Luhan semakin mengernyitkan dahinya ketika Kai memanggil Sehun tanpa panggilan 'Tuan Oh'. Kepala Luhan mulai berputar-putar sebenarnya apa yang terjadi disini?

"Luhan-ssi, aku lupa bilang kepadamu jika CEO baru kita berdua adalah saudara kembarku yang terpisah!"

Apa? Saudara kembar? Kepala Luhan semakin berputar-putar ketika mendengar pernyataan dari Kai.

"Berhenti mengada-ada Jongin, aku adalah sahabatnya dari kecil. Orang tuaku dan orang tua Jongin adalah sahabat karib. Lagipula siapa yang ingin memiliki saudara kembar sejelek Jongin." Sehun menghempaskan tubuhnya ke kursi yang berada disebelah Luhan, lalu Sehun mengambil minuman milik Kai dan meminumnya tanpa seijin lelaki berambut merah muda itu.

"Ayo Lu, kita pulang. Bukannya Baekhyun tidak bisa menjemputmu?"

"H-hah?" Lalu Luhan melihat tatapan mata Sehun yang mengatakan ini-bagian-dari-permainan. "Oh ya, ayo Hunnie!" Luhan berdiri dan segera menggaet lengan milik Sehun. Kai menatap keduanya aneh.

"Kalian?"

"Jongin, pulanglah dan segera baca berita, oke?"

Sehun menarik Luhan keluar dari kafe, sedangkan Luhan hanya terpaksa ikut dan melambaikan tangannya ke arah Kai. Kai yang masih kebingungan pun segera membuka ponselnya lalu membuka situs berita dan menemukan nama Sehun dan Luhan disebutkan disebuah artikel.

"Oh my god, jadi mereka sepasang kekasih?"


Sekarang Luhan dan Sehun berada disebuah pusat toko buku terkenal di Seoul. Luhan meminta Sehun untuk mengantarkannya ke pusat toko buku karena sekarang penulis Do Kyungsoo sedang mengadakan acara penanda tanganan buku. Beberapa waktu lalu Baekhyun datang terlambat ke acara fansign karenanya. Jadi untuk membalas budi, Luhan akan menggantikan Baekhyun sekarang.

Sesampainya disana, semua mata tertuju pada Luhan dan Sehun. Tak jarang dari mereka mulai memotret mereka berdua. Bagaimana tidak? Luhan dan Sehun adalah pasangan terpopuler di Korea Selatan sekarang. Luhan dan Sehun yang tadinya sedang bertengkar karena insiden 'ponsel Luhan' di waktu lalu, sekarang justru saling berpegangan tangan dengan mesra, membuat orang-orang ingin mencubit pipi pasangan tersebut karena mereka sangat menggemaskan.

Seorang aktor dan pewaris Oh Group. Pasangan yang sempurna.

Dari jauh, Luhan bisa melihat jika acara fansign hampir selesai. Luhan segera menarik Sehun dan menggeretnya ke tempat fansign secepatnya. Ia melihat penulis Do Kyungsoo sedang membereskan barang-barangnya. Dengan segera ia berlari mendekatinya dan menahan tangannya.

"T-tunggu, bisakah kau menanda tangani ini?"

Lelaki bermata bulat itu diam sejenak ketika melihat kehadiran. Setelah 5 detik penuh dengan kesunyian, tiba-tiba saja lelaki itu berteriak histeris sambil memeluk tubuh Luhan erat dan memutar-mutar tubuhnya. Luhan hampir tidak bisa bernapas dan meminta Sehun bantuan. Namun karena Sehun adalah seorang asshole, dia hanya mengendikkan bahunya sambil memasang bitch-facenya.

"Akhirnya aku bisa bertemu denganmu Luhan-ssi! Senang bertemu denganmu! Namaku Do Kyungsoo, kau bisa memanggilku Kyungsoo! Dan aku adalah penggemar beratmu sejak kau berumur 10 tahun!"

Wow, seorang penulis terkenal se-Korea Selatan adalah penggemar beratnya? Efek dari kharisma Luhan memang tidak tertandingi.

"Aku merasa sangat terhormat bisa menjadi idola dari seorang penulis terkenal se-Korea Selatan."

"Sebut namaku! Kumohon! T-T"

"Kyungso-" Kyungsoo kembali berteriak dan kembali memeluk erat tubuh Luhan.

"Oh ya, Kyungsoo-ssi, tolong tanda-"

"Tolong tanda tangani bukuku! T-T" Kyungsoo menyodorkan bukunya ke Luhan. Seharusnya Luhan yang meminta tanda tangan disini, tapi justru sebaliknya.

"Tolong tanda tangani bukuku dulu," Kyungsoo langsung menyambar buku dari tangan Luhan dan memberi tanda tangannya. Begitu juga dengan Luhan. Lucu sekali, mereka bertukar tanda tangan.

Saat itu juga kaki Sehun rasanya mau lepas tempatnya. Ia bukan tipe orang yang senang menunggu orang lain.

"Lu, apa kau sudah selesai?"

Mata Kyungsoo kembali membulat sekali lagi. "Apakah itu kekasihmu Luhan-ssi? Astaga kalian sangat cocok sekali seperti dugaanku! Kau tahu? Aku sudah menuliskan fanfiction tentang kalian berdua saat pertama kali aku tahu berita kalian keluar!"

Luhan mengernyitkan dahinya. "Fanfiction? Aku dan Sehun?"

"Tentu! Aku sebenarnya adalah author fanfic sebelum menjadi penulis."

"Awww~ kau sangat manis! Kau juga sangat menyenangkan dan menggemaskan! Jadi anakku saja ya~" Luhan memeluk Kyungsoo erat seolah-olah Kyungsoo adalah anaknya yang hilang.

Luhan merasa jika Kyungsoo adalah orang yang seru. Ia bahkan mulai menyukai sifat Kyungsoo yang langsung to the point. Apalagi Kyungsoo sangat menggemaskan seperti penguin. "Kyungsoo-ssi, besok malam datanglah ke apartemenku, oke? Aku mengundangmu makan malam diapartemenku karena manajerku adalah penggemar beratmu."

Kyungsoo seperti ingin menangis. Makan malam? Dengan idola yang sangat ia cintai? Hell yeah!

"BENARKAH? Astaga, tentu saja aku akan datang! Tenang saja, aku mengetahui alamat tempat tinggalmu kok!"

Kemudian Luhan dan Kyungsoo kembali bercakap-cakapan sedangkan Sehun mulai bosan dan ingin segera menggeret Luhan pulang.

"Oh Luhan!"


"Sehun, kau marah?"

"..."

"Aku tahu kau marah tadi, tapi tidak perlu memanggilku dengan margamu kan! Aku bisa membayangkan jika besok itu akan menjadi bahan bahasan lagi!"

"..."

"Oh ya, bukankah Kyungsoo sangat menggemaskan? Dia sangat imut seperti anak kecil! Aku ingin mengadopsinya menjadi anakku!"

"..."

"Oh Sehun!"

"Apa?"

Sekarang mereka berdua sedang berada dimobil milik Sehun. Sehun sedari tadi hanya terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun. Sedangkan Luham sedang sibuk membicarakan tentang bagaimana imutnya Kyungsoo dan betapa tampannya Kai.

"Sehun, hari ini aneh sekali."

"Kenapa?"

"Baekhyun sama sekali tidak menghubungiku. Biasanya dia selalu menghubungiku setidaknya 5 kali dalam sehari!"

Sehun juga merasa janggal, pasalnya Chanyeol juga tidak menghubunginya. Lalu ia teringat jika tadi siang ia memiliki janji dengan Baekhyun dan ternyata ia tidak datang.

"Kau memasang pelacak di ponsel Baekhyun kan? Soalnya aku juga memasang pelacak pada ponsel Chanyeol karena dia sekretarisku," Luhan mengangguk. Akhirnya Sehun menepikan mobilnya ke pinggir jalan dan mencoba melacak ponsel Baekhyun dan Chanyeol sekarang. Namun setelah dilacak, ternyata mereka berdua berada ditempat yang sama,

Gedung OSH Entertaiment.

Mereka saling bertatap-tatapan sebelum akhirnya Sehun langsung melajukan mobil ke arah gedung perusahaannya.


Sekarang mereka berdua sedang berada di lantai 15, entah apa yang membuat Luhan yakin jika Baekhyun berada disini.

Pertama, Luhan dam Sehun membuka toilet dan membuka setiap stall disitu. Namun nihil, mereka berdua tidak berada disitu. Kedua, ke ruang janitor, namun juga tidak ada tanda-tanda keduanya. Mereka hampir frustasi. Dalam pikiran mereka sudah terbayang Baekhyun dan Chanyeol sedang disuatu ruangan didalam gedung ini.

Mereka hampir masuk kedalam lift jika saja Luhan tidak mengusulkan Sehun untuk mengecek ruangannya juga.

Luhan dan Sehun memasuki ruangan milik Sehun. Tidak ada siapa-siapa. Tubuh Luhan melemas, ia khawatir dengan keadaan sahabatnya itu. Lalu Sehun teringat ruangan pribadinya yang berada didalam kantornya, akhirnya Sehun berjalan ke ruangan itu diikuti oleh Luhan.

Dan benar saja, mereka menemukan Baekhyun dan Chanyeol. Tapi bukan seperti yang mereka bayangkan, mereka tidak disekap, ataupun disiksa. Justru mereka sekarang sedang tidur bersama disebuah sofa sambil berpelukan erat. Ditambah tanpa memakai pakaian apapun kecuali selimut yang menutupi tubuh mereka. Hal itu membuat kedua pasang mata milik Sehun dan Luhan membulat sempurna.

"OH MY GOD!"


Maaf lama updatenya! Tolong ngertiin kalo aku juga manusia, aku juga butuh waktu buat mikirin ide selanjutnya:( maaf juga kalo kependekan ;-;

Hohoho~ ChanBaek smut scene! Cie yang ngira kalo itu HunHan xD maaf buat adegan nganu yang bener-bener super awkward dan aneh. Aku gatau gimana caranya nulis hal begitu, taunya baca :v kata-katanya juga gak terlalu vulgar ya karna ini rating awalnya PG-17. Lagian aku bingung gimana cara membahasakan anunya cowok '-' kan gak mungkin aku nulis dick, cock, junior, atau p*nis. Soalnya itu udah masuk rated M kan XD

Ada yang tau kenapa aku kasih judul chapter ini 'The Pink Haired and The Penguin'? Kekeke~

Oh ya satu lagi, pls ya jangan bilang kalo ff ini remakenya Who You Came From The Star. Iya bener aku terinspirasi dari drama itu, tapi ini bukan remake:( emangnya Sehun alien? Gak kan:v

Oke, jangan lupa tinggalkan review kalian! Ily~