Balas Review! :D

Honey Sho: Haha, iya! Fic-nya udah di-publish, kok! Cek aja sendiri dan terima kasih Review-nya! :D

Silvania48: Boleh aja, tapi hubunginya lewat PM kalau punya akun soalnya kalau di sini kagak enak lho! ^^a Okay, Thanks for Review! :D

Happy Reading! :D


Chapter 39: Pertanda?


Pagi hari yang cerah, tenang, tenteram, dan didampingi suara kaca pecah plus teriakan alay di dalam ruang guru sekolah nista kita! Yap! NihoNime Gakuen, atau yang biasa disingkat NNG!

"Yak, mantep! Rekor baru!" kata Motochika sambil megang stopwatch.

"Sip, berapa detik?" tanya Keiji.

"5,6 detik! Sini gantian!" jawab Motochika sambil memulai 'permainan' mereka.

"AAAAAAAAAAAAAAAAAA!" Terdengarlah suara alay yang berkumandang (?) di suatu tempat.

"Berapa detik?" tanya Motochika.

"Kamprot! 5,0 detik, beda tipis!" balas Keiji.

Ternyata, mereka sedang nyantet orang. Mereka sengaja masang foto wajah Lukas di tembok dan mengenainya dengan melemparkan bola basket. Oh, dan jangan lupa stopwatch untuk menghitung seberapa cepat reaksinya akan muncul.

Akhirnya, sang target pun mendatangi TKP dengan wajah yang Author-tak-bisa-jelaskan-dengan-perkataan.

"Anjir lu berdua! Muka gue ringsek sebelah, nih! Dasar penggemar mainan limbad! Jangan sampe gue telpon psikiater, ya!" bentak sang personifikasi Norwegia, Lukas Bondevik.

"Kita bosen main PS mulu! Lagian, gaji gue bulan ini dipotong sama Køhler-san gara-gara kemaren main skateboard di tiang listrik (?) sama Brokugaryuu! Jadinya gue puasin aja main ini!" balas Motochika sok polos.

"Lu berdua nyadar umur apa! Harusnya tuh kalian hang-out atau nge-date atau segala macem, bukannya nyantet orang begini!" usul Lukas sok bijak.

"Halah, lu sendiri? Dasar tua-tua jomblo!"

Jleb!

"Perjaka!"

Jleb jleb!

"Pedofil!"

Jleb jleb jleb!

"Om-om mesum!"

"Sorry ye, tapi gue kagak mesum!" bantah Lukas dengan wajah datar.

"Belum aja, tuh!" balas Keiji jahil.

"Au ah, gue mau keluar dulu!" ujar Lukas sambil berjalan meninggalkan mereka.

"Nyari udara segar?" tanya Motochika watados.

"Kagak, nyari cabe! Ya iyalah!" balas Lukas sewot sebelum pergi.

"Eh, Chika! Mending kita nyari Stoppersky-kun, yuk! Siapa tau aja dia bisa nolongin kita!" usul Keiji.

"Boleh juga, deh!"

Kedua Daimyo nista itu pun langsung pergi keluar ruangan.


Di lapangan...

"Woah! Benda macam apa itu?" tanya Sasuke.

"Entahlah!" balas Hanbei sambil angkat bahu.

Ternyata beberapa Daimyo sedang bergerombol melihat 'sesuatu' di sana. Motochika dan Keiji yang baru nyampe pun langsung menghampiri Kojuro yang kebetulan berada di belakang kerumunan tersebut.

"Oy, Koju! Ada apaan?" tanya Keiji sambil menepuk pundak sang 'Ryu no Migime'.

"Liat aja sendiri!" jawab Kojuro sambil menunjuk 'sesuatu' di depannya.

Sontak, mereka berdua langsung ber-jawdrop ria melihat sebuah Tank raksasa terparkir di tengah lapangan.

Well, sebenernya para Daimyo tidak tau benda apa itu!

"Sejak kapan benda itu ada di sini?" tanya keduanya cengo.

"Since yesterday!" jawab seseorang yang tidak perlu ditebak lagi, Date Masamune.

"Tapi, untuk apa?"

"I don't know! Memangnya aku pemilik benda ini?"

Oh, Masmun! Entah kenapa, kau seperti ingin mengatakan 'memangnya aku ibumu' kepada mereka.

"Flyt forbi, flytte over (Minggir, minggir)! Kalian mau potong gaji atau potong kepala?" tanya seseorang dengan nada mengancam di belakang mereka.

Tentu saja suara tadi langsung bikin mereka semua kabur secepat kilat dari tempat itu tanpa menengok sama sekali.

Yah, memangnya siapa yang mau Mathias memotong gaji (atau mungkin sekaligus kepala) mereka hanya karena hal sepele?

"Apa kagak ada cara lain selain ngancem kayak gitu untuk mengusir mereka?" tanya Lance yang muncul di sebelah sang ketua guru sambil membawa beberapa peralatan kebersihan.

"Mereka itu tukang kepo!" balas sang Danish yang melanjutkan kalimatnya dengan umpatan dalam bahasa negaranya.

Lance pun hanya bisa tertawa mendengar umpatan Mathias yang sebenarnya bukan lelucon sama sekali.

"Entah kenapa, sepertinya kita terbalik! Aku merasa selera humorku bukan pada lelucon, tapi pada umpatan!"

Pria jabrik itu hanya bisa menghela nafas panjang. Mata birunya menatap intens sang Gunner yang membalas tatapannya dengan alis yang naik karena bingung.

"Bersihkan Tank-mu sebelum pasukan kepo itu datang lagi!" perintah Mathias sambil berbalik dan pergi meninggalkan Lance.

"Oke!" balas pemuda berambut merah itu singkat sambil menghampiri Tank tersebut dan menaruh peralatan yang dibawanya di dekat kakinya. "Mari kita bersihkan dirimu, Valkyrie!"


Di Kantin...

"Eh, Darukun! Lu udah tau, belum?"

"Tau apaan, Lut?"

"Kayaknya pak Lance punya Tank gede di lapangan, deh!"

"Masa, sih?"

"Iye! Tadi gue liat sendiri, lho!"

"Ciyus?"

"Sepuluh rius malah!"

Yah, terlihat dua anak cowok yang lagi ngobrol di salah satu sudut meja Kantin. Mereka adalah Luthfi dan Dark.

"Kalian ngomongin apaan, sih? Gue kagak ngerti, deh!" tanya Idham yang menghampiri mereka sambil membawa makaroni banyak rasa yang dibelinya.

"Cuma masalah kecil, tapi..." Dark berpikir sebentar untuk mencari pertanyaan yang bisa diajukan. "Lu inget kan kalau pak Lance itu mantan tentara?"

"Apa hubungannya sama obrolan ngaco kalian?" Idham nanya balik sambil duduk dan membuka bungkus makaroni-nya.

"Sedikit, sih! Lu kagak liat Tank gede di lapangan tadi?" jawab Luthfi nanya balik.

"Liat, tapi gue males tau!" jawab Idham cuek sambil memakan makaroni-nya.

Luthfi hanya bisa sweatdrop melihat sifat cuek Idham barusan.

"Moncong-moncong, ada kabar terakhir dari pak Kambing?" tanya Idham mengubah topik pembicaraan sambil memakan kembali makaroni-nya.

'Pak Kambing' adalah nama panggilan sebagian murid NNG kepada ketua guru mereka. Yah, tentunya jarang diucapkan di depan orangnya! Soalnya, itu sama aja gali liang kubur sendiri di depan Mathias!

"Yah, katanya akan ada guru baru dan guru lama mau diliburkan!" jawab Dark yang merupakan stalker guru paling ulung se-NNG.

Webek, webek...

"Uhuk, uhuk!" Idham langsung tersedak makanannya.

"Minum, Dham! Minum! Oy, apa ada es teh atau semacamnya di sekitar sini?!" tanya Luthfi panik saat melihat sobatnya tersedak.

Sontak, Dark langsung ngacir dan balik lagi dengan segalon air, kemudian meminumkannya tanpa peringatan ke mulut Idham.

"Astaga Kambing, Idham-pyon! Lu abis diapain sampe diminumin segalon air?!" tanya Giro yang kebetulan melihat kejadian itu dan segera menghampiri mereka bertiga.

"Sialan lu berdua! Jangan pake segalon air juga, keles!" umpat Idham kesal sambil mengelap mulutnya dengan tangan.

"Yah, abisnya cuma ini doang yang gue temuin!" balas Dark watados.

"Yah, cari kek yang lebih normal! Masa segalon air pake dibawa segala?! Baju gue jadi basah, kan?! Memangnya lu kate gue ini apaan?!" gerutu pemuda berkacamata itu panjang lebar.

"Andalite?" tanya Luthfi dengan tampang sebego Kaito (?) yang sukses dihadiahi tonjokan maut sampai mukanya ringsek.

"Jangan bawa nama di buku 'Animorphs' itu, kampret!" bentak Idham emosi.

"Udahlah kalian!" lerai Giro sambil menghela nafas dan menggelengkan kepalanya sampai kunciran rambutnya ikut bergoyang.

"Lha, lu sendiri ngapain di sini?" tanya Idham yang udah tenang kembali sambil menunjuk Giro.

"Aku? Ya nyariin Nee-chan, lha!" balas pemuda itu watados.

"Orangnya di perpus!" ujar Luthfi sambil nunjuk keluar Kantin.

"Danke!" Giro pun langsung melesat pergi menjauhi mereka bertiga.

"Kita bicarakan ini besok dan lain kali, carilah minuman yang normal kalau ngeliat orang tersedak!" Idham pun pergi meninggalkan kedua temannya.

Tanpa disadari, seseorang telah memperhatikan mereka bertiga.

"Nah, semoga bersenang-senang!"


To Be Continue...


Ugh, lama banget kagak update 'BTP'! Tapi aku usahain kagak terlalu ngaret aja soalnya mungkin kagak bakalan bisa update cepat mengingat udah SMK dan masuk sekolah tanggal 27!

Review! :D