Sausage with Melted Mozarella Cheese

.

Screenplays!Sulay

.

M-

.

I don't own anything, except storyline

.

Akai Momo

.

Yaoi/ BL/ Be eL/ Boys Love/ Alternative universe with much baby typo

.

No Like, Don't Read!

.

Summary!: Hanya kisah singkat tentang pria manis dengan gaya pakaian ala pria feminim Perancis yang datang ke sebuah restoran berbintang, yang meminta bertemu dengan sang manajer restoran, yang meminta untuk dilayani oleh satu pelayan secara khusus ke beberapa puluh menit ke depan, dan yang memesan menu yang tak tercantum di sana.

Tapi, sebagai pelayan yang baik, bukankah Kim Joonmyun akan menuruti permintaan sang pelanggan-istimewa-yang-penting-menurut-tuan-manajer meskipun itu hal aneh..?

... Termasuk menyuruhnya duduk dan tetap patuh pada perintahnya untuk dia biarkan jari jemari kaki pelanggan berwajah manis bak malaikat itu menggerayangi selangkangannya.

Waiter!Joonmyun with Customer!Yixing


.

.

.

1) Halo. :D

2) Special Thanks untuk: yang baca, yang review, yang fave dan yang follow. Aku nggak nyangka responnya di luar dugaan. Terharu deh, ih. :*

3) Em. Iya, ya. Kok aku baru ngeh gitu ya, kalo karakter si emak di ff-ku kebanyakan jadi anak nakal-bin-bandel-tapi-seksi. Oh ya. Aku nggak khilaf bikin karakter si emak jadi gitu. :v

4) Tambahan satu chapter biar alurnya nggak terkesan terburu-buru. Nggak apa, kan..?

5) Rnr biar aku cepat update. :D


.

.

.

"He ate my heart, he ate my heart

Instead, he is a monster in my bed." (Monster-Lady Gaga)


.

.

.

Chapter 02 of 03


.

.

.

Tinta pena itu belum mengotori lembar notes-nya, yang berarti Joonmyun belum menggoreskan permukaan kertas berwarna putih gading itu setelah sang pelanggan mengatakan pesanannya.

Hening semu menyergap mereka berdua. Hanya bertatapan dengan ekspresi pada rupa diri masing-masing.

Pria 28 tahun yang merupakan anak keempat dari lima Kim Bersaudara tersebut masih terhanyut dengan pemikirannya: apa yang harus aku lakukan jika tamu pria manis ini memesan menu yang tidak tersedia di sini..?

Ingin sekali Joonmyun tidak peduli tentang pesanan pria manis di hadapannya. Toh, ia hanya tinggal memberikannya kepada penjaga meja kasir untuk selanjutnya diserahkan kepada chef, tunggu beberapa menit... Dan voila! Menu yang dipesan sudah memamerkan ekaistensi dan wangi khasnya. Setelah itu ia akan kembali ke meja si pemesan, lalu pergi menyambut tamu-tamu lain yang datang ke restoran.

Tapi tidak semudah yang Joonmyun rencanakan dalam benak, terutama ketika dirinya mengingat amanat dari sang manajer untuk melayani dengan sebaik-baiknya tamu istimewa-yang-penting tersebut. Jadi, ia memastikan menu yang dipesan si pelanggan manis yang kini tersenyum-senyum aneh padanya.

"Ehem." berdeham lagi untuk menyingkirkan sensasi canggung dan rasa kikuk yang menggantung di kerongkongan. "Apa anda yakin, tuan..?" tanyanya sopan.

"Maksudmu bertanya seperti itu karena kau kira aku main-main dan karenanya kau tidak ingin melayani pesananku, ya..?" pria manis berambut hitam lurus sepanjang tengkuk itu merautkan wajah tidak suka. Ia melipat tangannya di dada dan memposisikan kakinya menyilang, bergaya selayaknya vis besar.

"Oh, tidak. Bukan begitu maksud saya." Joonmyun kalang kabut, karenanya begitu sepasang telinga si pria Kim mendengar tuduhan tersurat sang pelanggan atas pertanyaannya, ia membungkuk tiga kali dengan sopan. "Maaf. Maaf. Maaf." katanya. "Saya hanya ingin memastikan jika anda memang memesan menu yang tidak ada di buku daftar menu. Selain itu, saya -atau mungkin restoran ini- baru pertama kali mendapatkan pelanggan yang memesan bukan dari daftar menunya."

"Jadi, apa menurutmu itu aneh, tuan pelayan..?"

"Oh! Sedikit menganggu sebenarnya, tuan. Maafkan saya."

"Tidak apa-apa. Mungkin, kau hanya kaget dan takut kalau memberikan secarik kertas berisi pesananku yang tak termasuk dalam menu umum tempat ini kepada orang-orang di belakang sana." Joonmyun mengangguk sopan dan tersenyum mengiyakan. Seandainya ia sedikit memandang lekat sang tamu, maka ia pasti akan mendapati semburat malu-malu pada kedua pipi pria manis itu. "Tapi tenang saja, aku sudah menduga hal ini sebelumnya, karena itulah aku memanggil manajer restoran ini. Sebab, aku sudah meminta izin padanya jika seandainya aku memesan makanan-minuman yang tidak terdaftar dalam buku menu, dan beliau mengizinkan. Jadi, silahkan tulis pesananku, tuan pelayan. Aku menunggu."

Joonmyun mendesah lega. Lantas pria dewasa itu mengangguk untuk kemudian menggoreskan tinta pena pada lembar notes yang ia genggam. "Baiklah, izinkan saya mengulanginya: satu porsi Medium Sausage with Mozarella Cheese. Apa anda memiliki pesanan lainnya, tuan..?"

Telapak tangan kanan pelanggan manis itu mengudara, bersamaan dengan gelengan kecil, menandakan bahwa pesanannya cukup itu saja.

"Kalau begitu, saya pamit, tuan. Mohon tunggu sebentar dan panggil saya jika ada yang ingin anda butuhkan."

Pria manis berpakaian modis tersebut mengangguk kecil. Membiarkan keping kembar wajah asiannya memandang punggung Joonmyun yang perlahan dengan pasti menjauh.

Ia merubah posisi duduknya.

Kini, kedua siku tangan mendarat di permukaan meja, sepasang telapak tangan menyangga kedua pipinya yang kembali bersemu cantik, matanya melengkung membentuk bulan sabit yang lucu, di mana di dalam bola mata indah itu terdapat kilat-kilat penuh arti.

Satu tarikan demi tarikan, sebuah senyum menjurus ke seringai kecil terpahat di wajah manisnya, dan setelah ujung lidahnya mencuat untuk menjilat bibir ceri bagian atas penuh sensualitas, pria itu berbisik lirih dengan pandang mata mengikuti gerak-gerik Joonmyun.

"Ya sayang, aku akan menunggu seperti anak baik. Setelah itu, saat kau kembali ke sini membawa pesananku, akan kupastikan bahwa kita bersenang-senang bersama."

Lagi. Ujung lidah merah merona pria mempesona itu menjilat penuh sensualitas bibirnya, bahkan di kedua belah atas-bawah. Hingga ia mengigit-gigitnya dengan gemas, merasa tidak sabar.

"Oh!" desahnya sembunyi-sembunyi. "Hanya dengan memikirkan seporsi sosis dengan lelehan keju mozarella saja membuat kedua mulutku berkedut-kedut dan basah."

Seinginnya ia cepat-cepat menyantap hidangannya, ia harus bisa menahan gejolak dalam diri dan bersabar sejenak. Tetapi tidak masalah, selama ia dijamin akan mendapatkan apa yang diinginkannya.

Melangkahlah perlahan agar kau mendapatkan hasil maksimal yang memuaskan, Zhang Yixing, batinnya.

.

.

.

To be Continued

.