Il Haneun Jung [일하는중]
By Aita Hwang
Main cast: Jeon Jungkook x Kim Taehyung
Other cast: Park Jimin, Jung Hoseok
Rated: T –it's can be change, fufufu–
Warn! Yaoi! Plot-Rush! Typo(s)! Seme!Jungkook Uke!Taehyung
A.N.: ga nyangka kalau masih ada yang mau baca, jadi maluu .g xD fyi, sebenarnya Ai suka banget sama adlib yang kasar -_-… pfft xD Keknya disini ai bakal ngasih kejutan di ending, yang ga bakal ngejutin amat… pft
happy reading:D ppyong
Chap 2: It Just Happen
Di pagi hari Jungkook sudah disambut oleh bau khas kayu manis dari dapur apartement miliknya. Ahh, dia baru ingat jika kemarin dia sudah membebaskan Taehyung untuk melakukan apa saja di apartement nya, kecuali memasuki kamarnya sesuka hatinya. Kamar adalah ruang yang paling privasi bagi Jungkook.
Dan saat dia melangkah ke arah dapur, dia melihat 2 mug berisikan cinnamon roll. Saat Taehyung tengah mengambil sendok di rak, ekor matanya melihat Jungkook yang sudah terduduk di meja makan dengan outfit yang bisa dibilang cukup simple namun keren. T-shirt putih dan kemeja kotak hijau toska yang tidak dikancingkan dan juga celana pensil yang sangat cocok dengan kaki ramping Jungkook. Untuk sesaat, Taehyung terkagum kepada cara berpakaian Jungkook.
"Apa kau pintar memasak hyung?" Jungkook bertanya dengan mata yang berbinar saat menatap apa yang ada di dalam mugnya. Yang bisa Jungkook masak hanyalah telur dadar dan ramyun instan. Dan biasanya dia makan sereal atau menelpon delivery. Sisi lain seorang Jeon Jungkook, dia tidak terlalu pandai memasak.
"Ahh,.. tidak terlalu," Taehyung hanya tertawa kecil sembari menyodorkan satu sendok ke Jungkook dan mengambil mug berwarna hitam dan memakan isinya sembari mengambil ranselnya. Hari ini dia akan pergi ke kampusnya, dan sialnya jadwalnya bukan siang seperti biasanya, namun pagi hari. Itu hal yang cukup menjengkelkan menurut Taehyung.
Dan tidak sampai lima menit, kedua mug tersebut sudah terasingkan di ujung dapur Jungkook –lebih tepatnya di rak pencucian piring–. Dan yakinlah bahwa yang rela menyucinya hanyalah Taehyung. Taehyung sudah bergegas memasukkan beberapa buku dan juga netbook miliknya . Jika hari ini ia terlambat masuk kelas, mungkin dia sudah berada di surga. Dan Taehyung masih sayang nyawanya, dia ingin nyawanya mati di tangan Tuhan bukan Mr. Hwang.
Saat Taehyung tengah sibuk dengan berlari kesana kemari mencari print out tugasnya dan dia menggigit bibir bawahnya pelan saat mencarinya. Jika hilang tamat sudah riwayatnya. Dan ketika Taehyung panik, Jungkook menyodorkan beberapa kertas yang hampir mirip dengan tugasnya. Untuk beberapa saat, Taehyung terdiam untuk berpikir. Dan saat ia melihat tulisan 'Oleh Kim Taehyung', dia baru sadar bahwa itu adalah tugasnya. Dan saat itu juga, Taehyung merasa menjadi orang teridiot di seluruh dunia. Dia hanya facepalming untuk beberapa saat lalu mengambil lembaran kertas tersebut dari tangan Jungkook sembari mengucap terima kasih.
"Kukira tugas ini hilang. Terima kasih Jungkook-ah," Taehyung memamerkan senyumnya yang lebar lalu memasukkan tugas tersebut ke dalam ransel kecilnya. Jungkook hanya mengangguk kecil untuk mengiyakannya.
"Oh iya. Tae hyung–ah, dimana kampusmu?" Jungkook mengambil ransel coklat yang tadinya tergeletak di sofa ruang tamunya dan memakainya.
"Di Seoul National University, memang kenapa?" Taehyung menoleh ke arah Jungkook saat ia hendak menarik kenop pintunya. Sekedar informasi, Seoul National University adalah universitas yang cukup favorit di Korea, dan Taehyung kuliah di sana tanpa membayar biaya sepeserpun. Dia mendapat beasiswa karena kepintarannya. Bukankah dia keren?
"Benarkah? Wow, kita sekampus hyung!" Jungkook sedikit berlebihan reaksinya menurut pemuda bersurai brunnete tersebut. Dan karena kebetulan mereka satu universitas, Jungkook memutuskan untuk berangkat bersama ke kampusnya menaiki mobil milknya. Jangan khawatir, Jungkook sudah mendapat izin mengemudi.
Dan pagi itu, untuk pertama kalinya Jungkook memberi tumpangan orang lain selain sahabat dan keluarganya.
It Just Happen
Saat mereka dalam perjalanan, suasana hening menyelimuti mereka tanpa bosan. Hanya alunan musik yang menemani mereka, tanpa beberapa percakapan. Dan Taehyung hanya sibuk menatap layar handphone-nya, sesekali tertawa kecil membuat Jungkook sedikit menatapnya heran.
"Apa yang kau lihat hyung?" Jungkook akhirnya bertanya karena sedari tadi Taehyung terkikik pelan sampai menyeka air matanya. Taehyung hanya menoleh lalu hanya berkata singkat untuk menjawabnya.
"Ahh, hanya mengenang teman lamaku, haha" Taehyung tersenyum kecil saat melihat foto lamanya dengan beberapa temannya dulu saat SMA. Dan kejadian itu mungkin sekitar 1 atau 2 tahun yang lalu. Dan mengetahui Taehyung tertawa kecil dan tersenyum karena hal yang sesederhana itu, Jungkook jadi ikut tersenyum karenanya. Kalau dipikir pikir, Taehyung itu sangat ramah dan baik.
Jungkook menginjak gasnya lebih keras saat mengetahui ia hampir terlambat. Bahkan Taehyung sedikit terjungkal ke belakang karena ulah Jungkook. Taehyung hanya merintih pelan dan memutar bola matanya malas. Asal kau tau, Taehyung sedikit tidak suka ngebut. Dan untuk situasi ini, Taehyung lebih memilih pasrah ketimbang harus memberi omelan panjang nan lebar miliknya kepala pemuda bersurai purple raven yang tengah mengemudi sekarang.
Dan saat mereka sampai di parkiran universitas mereka, mereka masih memiliki 5 menit untuk berjalan ke kelas mereka masing masing. Dan Taehyung lebih memilih berlari ketimbang berjalan. Sebelumnya dia membungkuk kepada Jungkook dan berterima kasih lalu berlari di koridor kampus tanpa memperhatikan tatapan yang dilayangkan ke arahnya. Beberapa heran, beberapa acuh tak acuh, dan beberapa yang lain sedikit risih karena derap sepatu kets Taehyung terdengar sangat keras.
Saat ia di depan kelasnya, dia serasa ingin bersujud di tempat saat itu. Mr. Hwang belum datang. Dan dia merasa menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini. Dari kejauhan Jungkook melihat Taehyung berjingkrak senang di ambang pintu kelasnya dengan wajah yang sumringah, membuat dirinya terkikik kecil dan tersenyum. Taehyung sangatlah menggemaskan, gumam Jungkook pelan. Dan saat ada seseorang bersurai coklat yang terlihat sedikit lebih tinggi merangkul Taehyung, senyuman Jungkook tiba tiba pudar. Dia menatap seseorang itu dengan jengah dan juga sedikit jengkel. Entah mengapa Jungkook merasa sangat tidak suka dengan hal itu, jangan tanya kenapa. Dan Jungkook hanya menghentikan kegiatannya melihat Taehyung lalu bergegas ke kelasnya.
It Just Happen
"Hobie hyung, ayo ke cafeteria!" Taehyung bergelanyut manja pada Hoseok yang 1 angkatan di atasnya tersebut. Ngomong ngomong kenalkan. Hoseok, Jung Hoseok. Sahabat Taehyung yang sudah ia anggap sebagai kakak sendiri, sekaligus juga kekasih Jimin, sepupunya. Maka jangan heran jika Jimin membiarkan Taehyung memeluk ataupun merangkul Hoseok sesuka hatinya, karena Taehyung sendiri memang begitu kepada semua yang akrab dengannya –termasuk juga Jimin–.
Hoseok hanya tersenyum lebar saat Taehyung mulai merengek seperti ini. Pada dasarnya Taehyung memang sangat menggemaskan, dan ketika Taehyung mencoba untuk merengek untuk meminta sesuatu, keimutannya akan membuatmu tidak bisa menolak permintaannya. Hampir semua teman Taehyung sudah pernah melihat rengekan Taehyung. Dan untuk Jimin, sebelum ia menuruti permintaan Taehyung, dia akan meninju pelan pipinya atau mungkin memukul kepala Taehyung untuk menyalurkan rasa gemasnya. Jimin memang beda.
"Baiklah, ayo! Sekalian, kita menemui Jiminku," Hoseok merangkul Taehyung dan berjalan ke kelas Jimin dengan santai sesekali diselingi dengan candaan Hoseok yang berakhir dengan membuat Taehyung tertawa hingga perutnya keram.
Dan saat mereka ke kelas Jimin, mereka juga mendapati Jungkook di sana. Taehyung reflek menyapa mereka berdua tanpa ingin melepaskan tangannya dari lengan Hoseok. Dan saat Taehyung dan Hoseok mendekati mereka, Taehyung sekilas mendengar percakapan Jimin dan juga Jungkook, yang langsung dihentikan karena mereka berdua mendekat.
"Kau tertarik padanya heh?" itu Jimin, ngomong ngomong. Jungkook hanya menatap tajam Jimin lalu mengubahnya menjadi tatapan datar saat melihat Hoseok dan Taehyung datang. Sama halnya dengan Jimin, dia juga melayangkan tatapan datar kepada Taehyung, seakan akan memerintah Taehyung untuk melepaskan tangannya yang kotor dari lengan kekasihnya.
"Uh-oh, maaf Jiminie, hehe" Taehyung melepaskan lengannya dari Hoseok dan memberikan senyuman dorky miliknya yang terlihat idiot dan imut dalam waktu yang bersamaan. Dan Jimin sweatdrop melihat Taehyung seperti itu. Dengan begitu, Jimin sudah memaafkan Taehyung tanpa perlu mengatakannya. Jimin menarik pergelangan tangan Hoseok dengan keras agar dia bisa duduk di sampingnya. Itu sudah biasa. Untuk Taehyung, dia tersenyum lebar dan mengatakan permisi kepada Jungkook lalu duduk di sampingnya.
"Tae hyung–ah, jangan terlalu formal kepadaku," Jungkook mencubit gemas pipi Taehyung dan tersenyum lebar. Taehyung sedikit merintih dan berusaha menyingkirkan jari Jungkook. Bibirnya sudah berkerut sekarang.
"Arra, lhepaskan ukhh," Taehyung memprotes cubitan Jungkook yang semakin keras. Dan Jungkook tidak punya pilihan selain melepaskan cubitannya dengan kekehan kecil dan senyuman lebar yang mengembang karena tingkah imut Taehyung. Hoseok yang melihat semua itu hanya menggeleng pelan lalu berbisik kepada Jimin.
"Mereka berdua, kapan saling mengenal? Sudah berpacaran?" Pada dasarnya, pendengaran Jungkook sangatlah peka, dan secara otomatis, ia bisa mendengar apa yang dibisikkan oleh Hoseok kepada Jimin. Dan refleknya hanya mengambil bolpoin tebal di sampingnya lalu melemparkannya tepat di dahi mulus Hoseok dengan wajah flat. Taehyung hanya terkikik pelan melihat tingkah Jungkook tersebut.
"Jeon Jungkook! Apa yang kau lakukan bodoh!" Hoseok berteriak saat bolpoin tersebut mengenai dahinya. Rasanya cukup sakit, apalagi Jungkook melemparnya dengan sangat keras.
"Kau pikir aku tidak mendengar apa yang kau katakan pada Jimin hah?" Jungkook menyilangkan tangannya dan menatap Hoseok dengan tatapan tajamnya. Taehyung hanya memberi kode jimin untuk menghentikan kekonyolan mereka dengan pandangan mata. Jimin tidak sebodoh itu untuk tidak menyadari apa yang ingin dikatakan Taehyung, dia langsung menarik dagu Hoseok agar wajah mereka sejajar dan mencubit keras pipi Hoseok.
Dan di sisi lain, Taehyung hanya merangkul Jungkook sembari melihat kedua manusia yang ada di hadapan mereka tersebut. Hoseok yang merintih kesakitan karena cubitan Jimin yang semakin keras membuat Jungkook tidak tahan untuk tidak tertawa. Dan saat Taehyung merangkul pundak Jungkook, ia reflek memeluk pinggang Taehyung dan membuat jarak mereka berkurang. Taehyung sedikit berteriak saat Jungkook menariknya untuk mendekat. Bisa dipastikan pipi Taehyung sedikit memerah sekarang. Untuk sementara, Taehyung lupa tentang pertanyaan Hoseok yang sama sekali tak didengarnya.
"Hobie hyung, kau lupa aku lapar?" Taehyung mengerucutkan bibirnya dan memiringkan kepalanya –kalau dilihat lihat, Taehyung seperti menyandarkan kepalanya tepat di pundak Jungkook, kk–. Dan Jungkook cukup suka saat Taehyung bertingkah menggemaskan seperti ini. Ehem, kau yakin hanya cukup Jungkook?
Hoseok yang sedari sibuk dengan Jimin menoleh melihat Taehyung dengan segala tingkah imutnya. Dan untuk kesekian kalinya, Hoseok tidak bisa menolak keinginan Taehyung. Tapi dia sedikit terkejut dengan pose romantic Taehyung dan Jungkook, terlihat seperti foto pre-wedding –itu hanya pendapat Hoseok–. Hoseok hanya mengangguk malas dan menggenggam tangan Jimin. Dan tidak sampai beberapa menit, mereka sudah menghilang dari ruangan tersebut dan pergi ke cafeteria.
It Just Happen
Ketika Taehyung berjalan keluar dari kampus dan ingin pergi ke halte untuk menaiki bis dengan temannya, Jungkook sudah menghalangi jalannya. Dia hanya membuka kaca mobilnya dan menyuruh Taehyung untuk masuk ke dalam. Iya, menyuruh.
"Hyung, masuklah." Jungkook tersenyum lebar untuk menampilkan sisi ramahnya. Dia bisa melihat ada seseorang bertubuh tidak terlalu tinggi dengan kulit yang putih dan rambutnya yang berwarna pirang dengan wajah bulat yang manis. Dia terlihat seperti mutiara. Namun bagaimanapun juga Taehyung tetap lebih manis baginya. Uhm.
"Ahh, maaf Kook. Aku ingin ke rumah Yoongi hyung untuk mengerjakan tugas." Taehyung mengarahkan jari telunjuknya ke arah pemuda manis dengan surai pirang yang ada di sampingnya. Sebenarnya dia sedikit takut untuk menolak keinginan Jungkook –yah, dia tidak sadar bahwa intonasi Jungkook terlihat seperti memerintah–. Namun, tugas Sastra miliknya sungguh membuatnya pusing. Dan dia perlu Yoongi untuk menyelesaikannya.
"Ohh," Jungkook mengangguk pelan dan menutup kaca mobilnya dan segera pergi ke kantor ayahnya. Dia hanya melalui mereka berdua tanpa ada ucapan lain. Ingatlah bahwa Jungkook tidak suka berbasa basi. Ini hari terakhirnya ia menggantikan ayahnya bekerja. Persetan dengan permohonan ayahnya yang menyuruhnya untuk menambah hari untuk mengerjakan berkas ayahnya. Dia hanya ingin menikmati apartementnya dengan santai. Meskipun tugas dari dosennya selalu gagal membuatnya bersantai.
Di tengah perjalanan, Jungkook mengambil handsfreenya dan memasangnya. Ia mendial nomor ibunya tersayang dan menunggu ibunya menjawab panggilannya. Dia hanya ingin meminta sesuatu yang kemarin ia lupa.
"Ada apa sayang?" Jungkook tidak bisa menghindari senyumnya saat ibunya sudah menjawab panggilannya.
"Ibu masih di Paris kan bersama ayah?" Padahal Jungkook sudah tahu bahwa besok ibunya akan pulang.
"iya, besok ibu baru pulang. Memang kenapa hmm?"
"Bisa ibu membeli macaron Laduree untukku? Aku ingin yang chocolate, citron, strawberry mashmellow dan vanilla. Ahh yang chesnut juga." Jungkook terkekeh kecil di akhir kalimatnya. Dia bisa membayangkan kalau ibunya memutar bola matanya malas. Dia sudah tersenyum lebar saat mengkhayal ibunya membawa dua kotak macaroon dengan merek favoritnya. Sisi lain Jungkook, jika dia sudah terbuka kepada seseorang, dia akan bersikap manja dan akan selalu tersenyum padamu.
It Just Happen
Taehyung terus berjalan memutari sofa hitam yang ada di ruang tamu Jungkook. Terkadang dia berhenti dan menatap jam dinding klasik yang ada di dinding di hadapannya lalu kembali mondar mandir. Dia hanya sedang menanti sang pemilik apartement pulang.
Sekarang sudah jam 11 p.m dan tidak ada tanda tanda Jungkook untuk membuka pintu masuk. Taehyung mendesah frustasi sekarang. Dia bahkan tidak tahu kenapa ia bisa menunggu Jungkook sedangkan dirinya sudah sangat mengantuk. Dia hanya sedikit khawatir tentang Jungkook. Oh ayolah, Jungkook lebih muda 2 tahun darinya dan dia belum pulang padahal sudah sangat larut malam.
"Jeon Jungkook, jam berapa sih dia pulang?" Taehyung menyibir pelan dan menghempaskan tubuhnya di sofa. Dia pun mencoba untuk membunuh waktu dengan berbaring di sofa yang tak terlalu besar tersebut dan memasang headsetnya. Saat ia mendengarkan lagu favoritnya, di menit ke 2 dia sudah terlelap di sofa tersebut dengan handphine yang masih di genggamannya. Sekarang sudah jam 12 malam.
Satu jam kemudian, Jungkook membuka pintu perlahan dan melepaskan sepatunya sembarangan. Saat ia melihat ruang tamunya, dia terperangah melihat Taehyung tertidur di sana. Tanpa selimut maupun bantal yang ada di kamarnya.
"Apa dia menungguku?" Jungkook mendekati Taehyung dengan langkah tanpa suara, takut membangunkannya. Saat ia menjongkok di hadapan Taehyung yang terlelap, dia mengulas senyumannya. Mengetahui ada yang mengkhawatirkannya, perasaannya menjadi bahagia. Jarinya terulur untuk merapikan surai brunette yang menutupi keningnya dan mengelus kepala Taehyung dengan pelan, sangat pelan.
Dia melepaskan headset yang menempel di telinga kanan Taehyung dan ikut mendengarkan lagu kesukaan Taehyung yang sedari tadi terus menerus dimainkan. Senyumnya semakin lebar saat mengetahui lagu yang didengarkan Taehyung juga lagu favoritnya. Namun ia hanya mendengarkannya sekilas dan mengambil handphone Taehyung lalu mematikan playlist lullaby Taehyung.
"Kau sangat bodoh hyung." Jungkook terkekeh pelan dan memutuskan untuk mengangkat Taehyung dari sofa dan membawanya ke kamarnya. Jungkook memiliki tenaga yang cukup kuat walaupun dia juga cukup lelah setelah berurusan dengan file di ruangan kerja ayahnya tadi. Lagipula, tubuh Taehyung bisa digolongkan cukup ringan –menurut Jungkook. Jungkook merebahkan Taehyung di ranjang dengan pelan. Jungkook sedikit bersyukur karena hyungnya yang satu itu sama sekali tidak terbangun. Dia menyelimuti tubuh Taehyung sampai di dadanya dan kembali merapikan helai rambutnya yang sedikit berantakan. Kemudian ia sedikit berjongkok untuk menyamakan posisi wajah mereka.
"Goodnight Kim Taehyung." Jungkook menatap bibir Taehyung dengan lamat kemudian mengecupnya sekilas dan mematikan lampu kamar Taehyung. Dia pergi dari kamar Taehyung dan menutup pintunya. Dan beberapa saat kemudian ia baru tersadar. Ia baru saja mencium Taehyung. Matanya membulat sempurna saat ia baru sadar akan refleknya tadi. Yang tadi ia lakukan hanya reflek, sungguh!
Sekarang, Jungkook tidak bisa berhenti tersenyum dengan salah tingkah dengan ibu jarinya yang terus menerus mengusap bibirnya.
Jungkook merebahkan tubuhnya di ranjang dan bergumam tidak jelas dengan senyuman bossynya.
'Lagipula, dia tertidur. Jadi apa salahnya?' Ya, Jungkook memang sedikit menyebalkan.
.
.
.
To be continued…
.
.
.
A/N : maafin Aita yang Cuma nulis segini T^T ide ane tersita gegara nonton fancam blanket kick tadi… Taejin stop it come on -3- Terima kasih buat kalian yang mau nge fav nge follow apalagi sampe nge review.. duh ga nyangka banget masih ada yang mau baca :"v ukh /nangis terharu/ dan untuk update.. keknya sampe tanggal 15 ini ai disibukin sama sso.. jadi maafin banget ga bisa cepet cepet update.. tapi diusahain kok :D btw, yang minta rate berubah… pankapan aja kalo udah pas /nahlu/ K fine, sekian… c u next chap guys ^^ Ahh, can you give me your review?
Time to reply the review /nyalain kembang api/g
Mpiwkim3022 : hehe… udah lanjut nih^^ thanks supportnya | BbuingHeaven: udah lanjut nih^^ ciaa ditunggu /being embrassed/ thanks supportnyah :D | YuRhachan: udah lanjut :D | TaeKai : makasih loh udah suka :3 haha, Taehyung emang uke tapi suara baddass /peluk biasnim/ hmm boleh juga :v udah nih^^ semoga ga lama :D thanks for review | : Makasih udah suka kaak ^^ jan peluk peluk future husband Ai /tarik Taetae/ T^T udah lanjut nih^^ Thanks for ur support ^^ | Jisaid : R u really it's interesting? :" :" udah lanjut^^ thanks for review | yoitedumb : kkk tos yuk :v udah lanjutt | mamamama : Maafin x( abis ide tiba tiba muncul lalu ngilang… semoga bisa yah^^ Thanks reviewnya | Guest : semoga bisa yah.. hehe thanks reviewnya^^ | JustUkeVaddict : Iyadong, future husband Ai gituu :v kalo ide dan waktu berkehendak sih bisa, fu fu fu :v Bolehh bolehhh bangett, finally someone doesn't call me author :" definisikan arti gitu coba… Udah nih^^ Thanks for the support | Eclaire Oh : dua duanya bisa jadi top, kan galau hati dede /ndaa :v Kkami itu kucing yang foto ama Tae, yang kucingnya di box ituuh kk.. udah lanjut nih :D /give u flying kiss/ :v | Lee Shikuni : udah nih :D panas kenapa kak? :"v
