Il Haneun Jung [일하는중]
By Aita Hwang
Main cast: Jeon Jungkook x Kim Taehyung
Other cast: Jimin, Hoseok, Seokjin
Rated: T
Warn! Yaoi! Plot-Rush! Typo(s)! Seme!Jungkook Uke!Taehyung
A.N: Ai ga bakal nyangka kalo masih ada yang ngeriview cerita ini xD di chap ini.. ada sedikit tambahan chara, kk… btw, ada yang mau saran judul ngga? Keliatannya… it's a lil bit strange.. pft.
Happy reading^^
Chap 3: Summer Shock
Setelah kejadian dimana Jungkook uhm mencium, uhm Taehyung, tidak ada perubahan suasana yang berarti bagi mereka berdua. Taehyung hanya menanyakan kapan Jungkook datang dan siapa yang memindahkannya ke ranjang. Dan Jungkook bersyukur sebanyak banyaknya saat Taehyung sama sekali tidak sadar tentang ciuman tadi malam. Sekarang, Jungkook yang berlebihan.
"Apa kau tadi malam menyeretku ke kamar?" Taehyung memicingkan matanya dan menatap Jungkook dengan sedikit khawatir akan dirinya sendiri. Jungkook hanya tertawa kecil dan mengacak surai brunnete Taehyung. Dan dia baru saja sadar, perbedaan tinggi mereka cukup jauh. Jungkook mengulas senyum bangga dan sedikit angkuh. Ya, Jungkook memang benar benar menyebalkan.
"Aku menggendongmu hyung. Kau kira aku tega untuk menyeretmu?" Jungkook terkekeh pelan dan mencubit gemas hidung Taehyung. Taehyung membulatkan matanya saat mendengar jawaban Jungkook. Dia mulai membayangkan bagaimana Jungkook mengangkat tubuhnya dan menurunkannya. Dan sekarang, Taehyung meruntuki dirinya. Bagaimana dia tertidur dengan pulas saat Jungkook tengah memindahkan tubuhnya, Taehyung tidak sanggup untuk membayangkannya. Semburat merah tipis sekarang menghiasi kedua pipi Taehyung.
'Jeon Jungkook menyebalkan!' Taehyung menginjak keras lantai yang ia pijak sekarang. Perlahan dia mendesah frustasi ketika mencoba untuk membayangkan kejadian tadi malam. Dia bahkan enggan untuk menatap Jungkook secara langsung. Taehyung benar benar sangat berlebihan. Di sisi lain, Jungkook terkekeh dan semakin gemas dengan tingkah Taehyung yang sedang malu.
Krucuk krucuk…
Jungkook yang tadinya ingin mengambil air dingin untuk diminum menoleh ke arah Taehyung yang sekarang sudah melakukan facepalming. Jungkook menahan tawanya dengan membungkam bibirnya sendiri dengan telapak tangannya. Taehyung tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya. Dia serasa ingin berteleportasi ke luar sini sekarang juga dan mengeyahkan dirinya dari hadapan Jungkook. Taehyung kembali berlebihan. Tapi sungguh! Rasanya sangat memalukan.
"Apa kau tadi malam tidak makan hyung?" Jungkook melompat dan merangkul pundak Taehyung, membuat Taehyung sedikit terlonjak dan memutar matanya dengan jengah. Namun Jungkook tetap merangkulnya dan menatap Taehyung dari dekat.
"Aku baru pulang dari rumah Yoongi hyung jam 10 malam bo–." Taehyung menoleh ke Jungkook dengan wajah flatnya dan kemudian terdiam. Dan jarak wajah mereka sekarang sangatlah dekat. Beberapa detik kemudian, Taehyung menjauhkan wajahnya dari Jungkook dengan pipinya yang memerah. Sekarang dia bahkan lupa dengan perutnya yang sudah tidak diisi lebih dari 12 jam.
"Mau makan di luar atau delivery?" Jungkook melepas rangkulannya dan mengambil air dinginnya, meminumnya langsung dari botolnya tanpa menggunakan gelas. Dan Taehyung berpikir sebentar sembari menyambar botol Jungkook dan meminum sisa airnya langsung dari botolnya. Itu memang kebiasaannya. Jungkook sebenarnya ingin memprotes hal yang dilakukan Taehyung barusan. Tapi dia mengurungkan niatnya, Jangan tanyakan mengapa, karena kalian sendiri pasti juga sudah mengetahuinya.
"Ayo menelpon PHD!" Taehyung melompat kecil dan memeluk leher Jungkook dari samping. Matanya menatap Jungkook dengan pandangan sedikit memelas seperti anak anjing. Ya, itu termasuk salah satu hal yang ia lakukan saat ia meminta sesuatu. Dan Jungkook tidak tahan dengan keimutan hyungnya yang satu angkatan di atasnya tersebut hanya mencubit hidung Taehyung gemas dan tersenyum lebar lalu mengambil handphone miliknya dari saku dan mendial nomor 5. Jungkook jadi mulai berpikir siapa yang lebih tua sekarang.
"Kau bahkan memasukkan nomor Delivery ke dialmu Kook? Astaga." Taehyung mencubit lengan kanan Jungkook dengan cukup keras dan melepaskan pelukannya dari leher Jungkook. Dia lelah jika harus terus memeluk orang yang uhuk lebih tinggi daripada dirinya. Dan high difference yang tidak terlalu tajam membuat mereka berdua terlihat cukup –uhm, serasi. Jungkook hanya meringis pelan dan memberi kode kepada Taehyung untuk mengatakan apa yang ingin ia pesan.
"Meat Lovers, dengan Pepsi blue dan Apple pies. Ahh, dan juga Honey Bbq wingstreets." Taehyung mengatakan semua pesanannya dengan mata yang berbinar. Jungkook sedikit tertegun dengan semua pesanan Taehyung. Tapi ia tetap mengatakan semua pesanannya –lebih tepatnya pesanan Taehyung– dan menambahkan pesanannya dengan meminta sekotak Cheesy bites. Jungkook mengucapkan terima kasih di akhir panggilannya dengan senyum kecil yang mengembang di bibirnya lalu kembali memasukkan handphone miliknya ke dalam saku celana traineenya.
"Hyung, apa kau akan memakan semua pesanannya sendiri?" Jungkook menatap Taehyung dengan sedikit khawatir. Taehyung hanya tertawa kecil dan melompat ke sofa berwarna soft gray yang ada di depan televisi dan menjawab pertanyaan Jungkook dengan tawa yang masih belum bisa berhenti keluar dari bibirnya. Habit Taehyung memang sedikit aneh.
"Jika aku sendiri yang memesannya, mungkin aku bisa menghabiskannya sendirian. Hahah." Jungkook membuka mulutnya lebar dan menatap Taehyung dengan pandangan datar. Dia benar benar berbeda dan unik, persis seperti yang dikatakan Jimin kemarin.
Summer Shock
"Jungkook, filmnya membosankan." Taehyung memutar jengah bola matanya lalu mengambil satu sayap terakhir yang ada di kotak lalu menggigitnya. Jungkook hanya mengangkat bahunya singkat lalu mengambil sepotong pizza yang penuh akan daging dan pepperoni dari tempatnya.
"Ayolah hyung, sebentar lagi juga tamat." Jungkook masih enggan mengganti channel dan menyembunyikan remot tv di sampingnya. Film yang sudah berkali kali Taehyung tonton di laptopnya sekarang mereka tonton bersama di televisi Jungkook. Dan jangan protes jika Taehyung akan menjadi spoiler di samping Jungkook. Taehyung sangat hafal ceritanya. Sedangkan Jungkook hanya mengangguk dan tetap terfokus melihat televisinya. Terkadang ia juga ikut menghayati apa yang ditampilkan, sampai ia hampir terjatuh dari sofa karena lompatannya.
"Tenanglah, Wilee tidak akan mati. Tulang iganya patah dan dia tetap mengantarkan pesanannya. Bukankah dia keren?" Taehyung kembali menjadi spoiler. Saat tangannya ingin mengambil sayap barbequenya, tangannya hanya menangkap sisa bumbu yang ada di kotak putih tersebut. Lalu Taehyung baru saja ingat kalau tadi Kkami juga ikut memakan wingstreet miliknya. Dia menggerutu pelan dan menyingkirkan box kosong tersebut dari sofa dan mengambil botol pepsi di bawah lalu meminumnya.
"What the! Pria tua itu tega sekali!" Jungkook sedikit meringis saat adegan antagonis menyiksa sang tokoh utama dengan sedikit kejam. Taehyung hanya terkekeh kecil dan mencubit pipinya gemas melihat Jungkook bereaksi berlebihan terhadap adegan barusan. Jungkook berteriak dengan mulut penuh akan pizza, membuat Taehyung membungkam bibir Jungkook dengan tanggannya membuat Jungkook menghentikan teriakannya dan kembali menguyah makanan yang masih ada di mulutnya.
"Jungkook-ah, ayo kita pergi ke taman bermain." Taehyung mengambil tisu yang ada di meja dan mengusap tangan dan bibirnya lalu membuang tisunya sembarang.
"Taman bermain? Lotte World atau Everland?" Jungkook bangkit dari sofanya dan mulai membersihkan semua sampah yang berceceran. Dan tawaran Jungkook membuat Taehyung sangat bimbang. Dia ingin ke Everland sekarang, namun Lotte World juga. Dan saat Taehyung masih berpikir keras, film yang ditampilkan sudah tamat dan menampilkan iklan untuk mengganti acara.
"Aku ingin ikut Summer Splash di Everland, tapi aku ingin berbelanja di Lotte World. Ukh, kau saja yang pilih." Taehyung mengerucutkan bibirnya dan ikut membersihkan kotak makanan cepat saji mereka yang telah kosong. Taehyung baru sadar bahwa 2 kotak pizza mereka masih tersisa setengah.
"Jungkook, ini disimpan di kulkas?" Taehyung mengangkat kedua kotak tersebut dengan satu tangannya. Jungkook hanya mengangguk kecil dan tersenyum simpul sebagai jawabannya.
"Hyung, ganti pakaianmu. Kita akan ke Lotte World." Sudah Jimin katakan, Jungkook suka berkata tanpa basa basi. Dan kalimat Jungkook barusan hampir membuat kotak pizza mereka jatuh ke tempat sampah di samping kulkas.
Summer Shock
Di dalam mobil, mereka hanya menikmati keheningan yang ada. Hanya suara deru mobil dan beberapa lagu mellow yang dinyalakan Jungkook. Di saat lagu ketiga dimainkan, Taehyung sedikit tertarik mendengarkannya.
"Ini lagu Yanghwa BRDG? Kau suka Zion.T?" Taehyung menoleh ke arah Jungkook yang sedang sibuk memperhatikan menoleh sekilas dan mengangguk. Sepertinya, genre lagu kesukaan mereka sama.
"Sebenarnya, ini cover song." Dan saat suara sang penyanyi terdengar, itu memang suara pria lain. Jungkook sedikit meruntuki dirinya karena lupa untuk menghilangkan lagu covernya. Ya, yang sedang didengarkan mereka berdua adalah cover song Jungkook. Dan Jungkook sedikit bersyukur saat Taehyung tidak menyadarinya dan hanya menikmatinya. Sampai tiba tiba–
"Hya Jeon Jungkook! Bukankah ini suaramu?! Tadi beberapa liriknya diganti bukan? Suaramu keren!" Taehyung mendadak menjadi fanboy Jungkook detik itu juga. Teriakan Taehyung yang ricuh membuat Jungkook menutup telinga kanannya. Sayang sekali, Taehyung menyadarinya.
"Ya ya, itu rekamanku di studionya pamanku, Gray." Jungkook hanya menjawabnya dengan nada malas lalu kembali memfokuskan dirinya kepada jalanan padat yang ia lalui saat ini.
"Gray? Lee Sunghwa? Apa maksudmu Gray Lee? Producer yang terkenal itu?" Jungkook mendesah pasrah. Pada dasarnya Taehyung itu talkactive, jadi jika Taehyung selalu bertanya tanpa jeda, jangan salahkan dia. Dan mungkin, dewi fortuna selalu memihak Jungkook. Mereka sudah sampai di areal parkir Lotte World sekarang. Sepertinya, dewi fortuna sudah jatuh cinta kepada Jungkook.
"Hyung. Kita sudah sampai." Jungkook segera keluar dari mobilnya dan meninggalkan Taehyung begitu saja. Mungkin dia hanya lelah. Taehyung ikut keluar dari mobil Jungkook dan menyusulnya dengan sedikit berlari. Ingatlah bahwa Jungkook itu tinggi, maka dari itu, meski hanya berjalan dia terlihat seperti berlari. Dan hal itu membuat Taehyung kesusahan untuk menyejajarkan langkahnya dengan Jungkook.
Dan saat Jungkook membalikkan badannya dan melihat Taehyung yang berlarian ke arahnya, hal itu terlihat lucu bagi Jungkook. Ia tak bisa menghindari tawanya. Saat Taehyung sudah berada di sampingnya dengan nafas yang tidak teratur, Jungkook merangkul pinggang Taehyung dengan erat dan melambatkan langkahnya. Opsi yang terakhir, itu sebenarnya saran pemuda bersurai merah terang yang menjadi sahabat Jungkook. Sedikit gila, tapi Jungkook tetap melakukannya. Uhuk.
"Y-ya Jungkook." Taehyung memelankan suaranya dan membiarkan Jungkook merangkulnya. Dia tidak tau lagi bagaimana wajahnya saat ini. Jungkook hanya tersenyum kecil saat melihat Taehyung menghindari kontak matanya namun tetap menerima perlakuannya. Dia terlalu menggemaskan untuk Jungkook.
Summer Shock
"Jungkook, aku lapar." Taehyung mengerutkan bibirnya dengan imut sembari memeluk erat lengan kanan. Jika orang lain yang tidak tahu bila mereka hanya berteman, mungkin mereka sudah disangka sebagai pasangan yang romantis. Sungguh! Daritadi Jungkook terus terusan memeluk pinggang Taehyung, atau kadang menggenggam tangan Taehyung dengan erat dengan senyum lebar yang tidak pernah hilang sedetikpun.
Sebenarnya Jungkook sendiri senang bisa terus terusan memeluk pinggan Taehyung tanpa pemberontakan yang berarti. Apalagi ia hanya memasuki wahana yang sedikit ekstrim. Biasanya Taehyung akan meloncak takut atau kaget dan reflek memeluknya erat. Mengingat hal itu membuat Jungkook kembali menampilkan senyuman bossy miliknya.
"Kau lapar hyung?" Jungkook menolehkan kepalanya dan menatap Taehyung yang sedang merengek. Jungkook menahan hasratnya untuk tidak mencium bibir ranum Taehyung. Taehyung menganggukkan kepalanya dengan semangat dan matanya membentuk lengkungan yang hampir seperti bulan sabit.
"Baiklah." Jungkook masih dengan senyuman lebarnya menggenggam tangan Taehyung dan menyeretnya ke restoran daging yang ada di samping bianglala. Jungkook biasanya makan di sana saat ia pergi bersama teman temannya. Taehyung sedikit memberontak dan mengeluh saat Jungkook menyeretnya dengan paksa. Ayolah, langkah Jungkook terlalu lebar untuknya.
Dan saat mereka berdua telah duduk, Taehyung melayangkan protesnya yang panjang, hingga Jungkook sendiri ikut merasa lelah. Rentetan kalimat protes Taehyung terhenti saat pelayan datang dan menyodorkan buku menu dengan senyuman ramahnya. Saat Taehyung masih membuka lembar pertama, Jungkook sudah menyampaikan pesanannya.
"Tenderloin steak satu dan jus jeruk satu untukku." Jungkook mengulas senyuman tipisnya ke arah sang pelayan dan dibalas anggukan kecil.
"Aku sama sepertinya, dan minumannya, aku ingin jus leci saja." Taehyung menyodorkan buku menunya dan tersenyum lebar sembari mengucap terima kasih. Saat Taehyung hendak meminum air putih yang ada di meja mereka, ia hampir tersedak karena kalimat yang dilontarkan oleh sang pelayan. Sedangkan Jungkook membulatkan matanya ke arah sang pelayan.
"Ahh, apa kalian sepasang kekasih? Kami sedang mengadakan promo. Jika kalian berdua memesan pesanan yang sama, maka akan mendapat potongan harga." Sejenak mereka berdua berpikir. Taehyung sebenarnya sangat suka jus leci dan sedikit benci jeruk. Sedangkan Jungkook, jangan tanya, dia tidak akan pernah mengalah. Dan Jungkook sebenarnya tidak perlu potongan harga karena ia sendiri bisa membayar 10 steak sekalipun karena sekarang ia membawa kartu kreditnya.
"Jungkook-ah, leci saja yah?" Taehyung menatap Jungkook dengan menggigit bibirnya tanpa sadar membuat Jungkook sedikit iba. Tatapannya sangat memelas membuat Jungkook tak tega untuk mempertahankan jus jeruknya. Jungkook memutar matanya dan memutuskan untuk ikut memesan jus leci.
"Baiklah, batalkan jus jeruknya." Sang pelayan hanya mengangguk dan tersenyum lebar lalu pergi meninggalkan mereka berdua. Jungkook mencubit keras pipi Taehyung yang ada di sampingnya lalu mengacak surai brunnete Taehyung dengan gemas membuat Taehyung merintih pelan dan mengerucutkan bibirnya.
"Bagaimana bisa kau lebih tua 2 tahun dariku hyung?" Jungkook menyanggah kepalanya dengan satu tangannya dan menatap Taehyung dengan lamat. Taehyung hanya mengangkat bahunya dan tertawa kecil. Ia memasang headset yang ia bawa di sakunya dan mendengarkan lagu yang ada di ponselnya. Saat ia memejamkan matanya untuk menikmati lagunya, ia merasa ada sesuatu yang mengganggu di pundaknya.
"Jungkook?" Taehyung melihat mata Jungkook yang terpejam dan ia merasakan surai Jungkook yang menyentuh kulit lehernya. Ya, yang menganggu pundak Taehyung adalah kepala Jungkook. Yang ia dengar hanya gumaman 'hmm' dari Jungkook. Taehyung hanya mendesah pasrah dan membiarkan Jungkook bersandar di pundaknya. Tanpa ia sadari, Jantungnya berdegub dua kali lebih cepat dari sebelumnya, dan Taehyung menikmatinya.
Saat pesanan mereka datang, Taehyung mendorong paksa kepala Jungkook dari pundaknya dan memakan steaknya tanpa memperhatikan protesan Jungkook. Mereka benar benar terlihat seperti sepasang kekasih sekarang.
Summer Shock
"Jungkook-ah, ayo beli kembang gula. Aku yang traktir." Taehyung menggenggam lengan Jungkook dengan erat dan menariknya ke mesin kembang gula yang ada di dekat mereka. Jungkook hanya menggeleng pelan dan ikut berlari –lebih tepatnya ia hanya membiarkan Taehyung menyeretnya–.
Saat Taehyung tengah membuat Kembang gulanya, ia melihat silhouette seseorang di barisan orang pembeli burger di kedai yang ada tepat di samping toilet. Dan silhouette tersebut nampak sangat Taehyung kenali. Tapi Taehyung lebih memilih untuk mengabaikannya dan kembali membuat kembang gulanya.
"Hyung, aku ke toilet sebentar yah." Jungkook menyunggingkan senyum kudanya yang terlihat bodoh dan segera melesat ke toilet umum. Taehyung mengangkat bahunya sesaat lalu memasang tatapan i-don't-give-any-shits.
Saat Taehyung duduk di bangku yang ada di dekatnya dan tengah memakan kembang gula miliknya, ia merasa pandangannya menghitam. Ada seseorang yang menutupi kedua matanya. Dan reflek, Taehyung meraba telapak tangan yang menghalangi pandangannya tersebut dengan sedikit jengah. Kemudian ia berpikir sebentar dan–
"Jin hyungie!" Taehyung tersenyum lebar dan menggenggam tangan Jin. Dan telinganya menangkap suara tawa yang renyah yang sudah ia hafal.
"Kenapa kau dengan mudah menebaknya hah?" Jin terkekeh pelan dan merangkul pundak Taehyung dengan erat. Taehyung hanya tersenyum lebar dan memeluk Jin dengan bahkan lupa jika sekarang ia sedang membawa dua batang cotton candy di tangannya.
"Sendirian hyung?" Taehyung perlahan merenggangkan pelukannya dan menatap Jin dengan matanya yang sedang berbinar. Jin hanya mengangguk dan mencubit gemas hidung Taehyung. Taehyung hanya mengerucutkan bibirnya dengan manja dan menyingkirkan jari Jin dari hidungnya. Andai saja Jungkook melihat ini, mungkin dia akan menarik Taehyung dari sisi Jin dan menatapnya dengan tajam. Sayangnya, dia sedang sibuk dengan urusannya di toilet.
"Hyung, saus mustard burgernya berceceran, kk." Taehyung tertawa dan mengusap ujung bibir tebal hyungnya dan membersihkannya dengan tisu yang ia bawa. Jin tersenyum tipis dan mengucapkan terima kasih sebagai balasan. Perlahan, Taehyung menyandarkan kepalanya di bahu tegap milik Jin. Mengingat sudah bertahun tahun ia tidak melihat Jin, jadi jika ia terlihat sangat manja kepada Jin, maklumilah.
"Kk, terima kasih. Apa kau juga sendirian di sini?" Jin tersenyum hangat dan terus menerus menatap Taehyung yang tersenyum dorky. Taehyung menggeleng pelan dan tetap memeluk Jin yang duduk di sampingnya.
"Aku bersama Jung– itu dia!" Taehyung yang baru beberapa detik menyandarkan kepalanya di pundak Jin langsung mengangkat kepalanya dan melepaskan pelukannya dengan reflek. Jin terdiam sebentar saat melihat bayangan yang mendekat ke arah mereka berdua. Ia kemudian mengingat sebentar wajah Jungkook.
Mata doenya, hidungnya yang lancip, bibirnya yang tidak terlalu tipis dan gigi kelincinya yang sedang ia tampakkan dan juga tubuhnya yang cukup tinggi, hampir mirip seperti dirinya–Tunggu. Kenapa Jin sehafal itu? Dan saat dia sudah mengingatnya, matanya melebar dan dia terperangah.
"Jin hyung-ah, ini–"
"Jungkook?"/"Jin hyung? What the–"
.
.
.
To be continued…
.
.
.
A/N : Oke, this is too much! Fuckit, otak Ai lama lama ga bisa diajak kompromi -_- Duh au ah, ini yang paling pendek di antara yang lain -_- Apalagi kemarin pas seleksi sso jawaban ga ke submit -_- liat pengumuman tim Ai ga lolos /curhat/cerita/gitu/huuhh/ hope next chap tambah banyak words nya -3- Then, kalian semua yang nge fav, review, follow, kalian semua luar biasahh x') aku terharu T^T Maafin yah, ini chap yang paling ngecewain, menurut gue :"v Tapi, semoga chap depan bisa lebih panjang deh… See ya next time!
Lets reply! Syung ^o^)/
BbuingHeaven: gigit aja udah kk, xD maaf yah telat T-T akan diusahain lah yap ^^ thanks supportnya || Lee Shikuni: jan dibantai dong :"v Karungin aja deh Ai rela :v kk.. Already dear || yoitedumb: Kalo bangun pan barabe masalahnya -_- heheh :v kalo Ai udah niat bikin rate naik, dinaikin kok /grin/ :vthanks juga udah review ;;-;; /tos :v thanks support nya^^ || TaeKai: hahah, Jungkook kapan sih nga so sweetie? /uhuk/ already^^ || 94shidae: gak ada kata terlambat kok ^^ Kookie emang manly kok sebenernya :v kayaknya ngga deh… udah lanjutt, thanks for ur support^^ || 95: hahay, uri Taetae-ie pan istri yang berbakti :v Pada dasarnya pan jjk itu geblek, ga sadar itu pacarnya si pjm :v udah nih^^ thnks for ur support:" || taetae: hehe, thanks udah suka dear ^^ kalo niat sih naik :v udah kok^^ || JustUkeVaddict: ngehee :v maafin, abisnya ini otak ga bisa diajak kompromi banget T^T kan jjk belum pacaran /uhuk uhuk/ ga ngerti ah '^' /sok polos/ Kalo niat deh :'v already bby^^ thanks supportnya :D || : demi pjm yang tinggi semampai /jleb/ V emang imut xD udah nih || Ansleon: mulai apa? :v kok ambigu fasternya /nahlu -_- udah lanjut kok^^ || kimjeon97: Pada dasarnya, Ai bakatnya nulis yang fluffy :" ga tega bikin yang harsh, tapi suka baca yang harsh /sesukalu deh/ ga ditendang aja? :v Thanks for waiting^^ udah lanjut kok, thanks supportnya :D || 1: thanks for ur correction and everythings ^^ udah lanjut nih :v || MyNameX: ngehee xD namanya juga darah muda /hah?/ Udah takdirnya Jungkook mak B| aww really? Thanks^^ udah lanjut kok :D
