Il Haneun Jung [일하는중]

By Aita Hwang

Main cast: Jeon Jungkook x Kim Taehyung

Other cast: Park Jimin, Jung Hoseok, Jeon Seokjin

Rated: T

Warn! Yaoi! Plot-Rush! Typo(s)! Seme!Jungkook Uke!Taehyung

A.N : This fict is dedicated for our Kookies Birthday! Happy Birthday Uri Hwanggeum maknae xD Seriously, our little maknae Jungkook is being an adult now xD He is legal now! /uhuk/


Chap 5 Plan


Jungkook bangun di pagi hari layaknya hari hari biasanya yang normal. Namun saat membuka pintunya, ia mendapati dirinya sendirian di apartement miliknya. Oh, bukankah sebelum Taehyung datang biasanya dia juga sendirian setiap ia ada di apartement miliknya?

Saat kakinya melangkah ke meja makan ia mendapati sepiring nasi goreng dengan segelas susu disampingnya dan sticky notes berwarna merah pastel yang tertempel di meja makannya. Ia terkekeh kecil dan mengambil sticky notesnya. Lihat? Hanya karena notes kecil yang diberikan Taehyung saja ia sudah tersenyum lebar seperti orang mendapat sesuatu.

'Maaf, aku harus berangkat pagi pagi hari ini. Makanlah yang banyak! Jika aku melihat makananku di tempat sampah, kau akan mati! Btw, Nice day!^^ –KTH'

Jungkook masih menampilkan senyuman menawannya saat ia membaca tulis tangan Taehyung. Ancamannya saja menggemaskan. Mungkin, jika ia mati di tangan Taehyung, dia akan rela. Uhuk.

Jungkook menyimpan notes tersebut di saku celananya dan memakan makanan yang ada di mejanya. Dia melihat ponsel yang ia saku sedari tadi. Jam 8.30 a.m. Dia menghabiskan makanannya dengan cepat dan meminum setengah gelas dari susunya lalu beranjak pergi dari tempat tinggalnya.

Jungkook lupa. Hari ini tanggal 31 Agustus dan nanti malam adalah perayaan ulang tahunnya yang ke 18. Dan karena itulah Taehyung bangun pagi pagi dan pergi duluan hari ini. Dia dan Jimin menyiapkan surprise party untuknya. Bukakah semua orang yang ada di kehidupan Jungkook sangat baik?


Plan


Saat materi kuliah sedang diajarkan oleh Mr. Joo di depan kelas mereka, Jimin dan Taehyung sama sekali tidak memperhatikan apa yang dikatakan dan apa yang dituliskan di papan lebar di depan kelasnya. Mereka sibuk mendiskusikan jenis cake, pernak pernik, kado, dan hal lainnya yang tentunya berhubungan dengan Jungkook.

"Tunggu, bukankah Jungkook punya Kkami?" Taehyung menumpukan dagunya tepat di telapak tangannya dan menatap Jimin. Jimin memutar bola matanya malas dan mencubit pipi Taehyung dengan keras menyebabkan rintihan kecil keluar dari bibir Taehyung.

"Kau bercanda? Kkami sudah dari minggu lalu dititipkan di ibu Jungkook karena Jungkook sudah terlalu sibuk. Lagipula yang berulang tahun bukan Kkami, tapi Jungkook." Jimin menatap jengah Taehyung dan memasang ekspresi flat miliknya. Taehyung tertawa canggung dan mengusap tengkuknya dengan wajah bodohnya. Ia baru ingat, Kkami minggu lalu sakit karena baik Jungkook maupun Taehyung tidak sempat untuk merawat maupun menyuruh orang lain untuk merawat kucing manis tersebut.

Maka hadiah untuk membelikan kandang baru dan sebungkus whiskas untuk Kkami dibatalkan. Dan beberapa detik kemudian usul Jimin cukup menyenangkan.

"Berikan dia snapback atau hoodie. Dia suka hal seperti itu." Jimin mengulas senyum lebarnya. Taehyung hanya menganggukkan kepala dan menurut karena dia tak tahu apa apa. Dia bahkan tidak tahu apa saja barang favorit roommate-nya setelah tinggal hampir 2 bulan bersama. Taehyung memang beda.

"Kim Taehyung–ssi, Park Jimin–ssi, mata ke arah papan tulis." Suara tajam nan mencekam menghentikan secara paksa pembicaaraan mereka. Taehyung dan Jimin bungkam dan menuruti permintaan dosen mereka. Tidak seperti Taehyung, Jimin sempat mendesis kata kata kotor khusus untuk Mr. Joo tercintanya.

"Taehyung–ah, kita lanjutkan nanti."


Plan


"Astaga, Jimin! Aku bahkan ingin membeli semuanya, untukku." Mata Taehyung berbinar binar saat mereka melihat deretan snapback yang bermacam macam. Di sisi lain ada pinky finger ring yang benar benar Taehyung sukai dan juga piercing yang warnanya bermacam macam. Sayangnya, Jimin mengelak kalimat Taehyung dan kembali mencari tipikal snapback kesukaan sahabatnya tersebut.

"Taetae, ini untuk Jungkook, bukan untukmu." Jimin kembali mencubit pipi Taehyung yang hampir membengkak karena seharian jadi korban kekesalan Jimin kepadanya. Taehyung sudah menangkisnya terlebih dahulu dan membalasnya dengan pukulan keras di kepalanya. Ingatlah, tinggi Jimin tidak sebanding dengan tinggi Taehyung. Namun sikap yang ditunjukkan bahkan 180 derajat dari penampilan fisik mereka.

Mereka masih berputar putar di areal kios tersebut. Sekedar mencari sesuatu yang cocok untuk orang yang akan berulang tahun besok. Pada akhirnya pilihan mereka jatuh kepada snapback berwarna hitam dan putih. Mereka memilih dua karena menurut Taehyung, mungkin Jungkook tidak suka salah satunya. Lihat? Taehyung sedikit childish. Cuma sedikit.

Dan saat Taehyung mengecek waktu di jam tangan mungil yang melingkar manis di pergelangan tangannya, ia mendadak sedikit panik. 5.00 p.m. Ini jamnya untuk pulang dan ia bahkan hanya mendapati dua buah snapback. Mereka bahkan belum mendapat pita, terompet dan apapun untuk membuat suasana ricuh nanti malam. Uhuk.

"Jiminie, Kita harus cepat." Taehyung menggenggam tangan Jimin engan erat dan menyeretnya ke kios untuk perlengkapan yang mereka butuhkan. Bahkan Jimin sudah tidak bisa melakukan apa apa lagi dan hanya bisa pasrah menghadapi Taehyung saat ini. Bersyukurlah karena Jimin itu sabar. Jika yang diajak Taehyung saat ini adalah Yoongi, mungkin ia hanya akan seperti anak hilang di kerumunan orang yang juga ikut berdesakan di pasar.

Mereka sangat sibuk sekarang. Sangat.


Plan


10.00 p.m.

Tidak bisa Jungkook pungkiri. Dia merindukan Taehyung sekarang. Sangat merindukannya.

Semenjak ia membuka matanya tadi pagi, ia tidak melihat Taehyung dan Jimin sama sekali. Jika Jimin tidak nampak di matanya, ia sudah berpikir pasti besok ia bisa menemuinya. Sedangkan Taehyung? Dia tidak bisa menjelaskannya dengan sebuah rentetan kalimat. Terlalu rumit.

Jadilah sekarang Jungkook yang menunggu Taehyung. Berputar putar di sekitar ruang tamunya dan menatap layar persegi panjangnya yang berwarna hitam legam dengan sedikit berharap ia mendapat notif. Sekarang Jungkook baru menyadari hidupnya berubah semenjak Taehyung datang. Biasanya ia tidak peduli siapa yang datang dan ia tidak akan pernah menanti siapapun untuk datang. Itu dulu.

Drrrrt... Drrrt..

Taetae hyung is calling

Jungkook segera melihat ponselnya dan memekik bahagia tanpa sadar saat melihat layarnya. Dia segera mengangkat teleponnya dan sedikit mengubah nada bicaranya menjadi unexcited. Dia hanya mengubah nadanya, tidak dengan ekspresinya yang nampak sangat kegirangan.

'Jungkook ah, kau di apartement?' Jungkook bisa mendengar nada lembut Taehyung serta suara bising mobil yang melaju dengan kencang di seberang sana. Apa Taehyung masih di jalanan? Apa yang dia lakukan tengah malam seperti ini? Jungkook mulai khawatir.

"Tentu saja hyung. Kau dimana sekarang?" Jungkook tetap menggunakan nada arogannya yang terkesan menusuk. Taehyung menjadi takut sendiri saat mendengarnya. Ayolah. Yang Taehyung bayangkan dengan apa yang sedang terjadi sekarang berbeda jauh. Sangat malah.

"Ah, aku sedang keluar dengan Jimin sekarang, mungkin aku akan menginap. Maaf baru mengabarimu, kk." Jungkook memutar bola matanya malas. Apa apaan sahabatnya itu. Jungkook dengan cepat menekan ikon gagang telepon berwarnakan merah tanpa mengucapkan sepatah katapun dan melempar ponselnya tepat di sofa yang ada di dekatnya. Anggap saja Jungkook kesal. Saat ekor matanya melirik jam dinding berwarnakan merah marun yang bertengger tepat di atas televisinya dia mendesah malas.

11.15.

Jungkook masih belum sadar, 45 menit lagi ia akan menjadi warga yang legal.


Plan


Ting Tong. Ting Tong. Ting Tong.

"Manusia macam apa yang mengunjungi orang lain tengah malam begini, argh" Jungkook meracau tidak jelas saat terbangun dari tidur singkatnya. Dia mengutuk dengan sadis kepada orang yang berani membunyikan bel apartemennya malam malam. Tangannya dengan beringas membuka pintu apartemennya tanpa memperhatikan mata kucing yang ada di pintunya maupun intercom yang masih menempel di samping pintunya. Saat dia sudah ingin mengomel panjang lebar, semua suaranya serasa tertahan dan tercekat.

Taehyung, Jimin, dan juga Hoseok sedang tersenyum lebar dan membawa kue tart berwarna putih dengan tulisan 'Happy 18th Birthday 전정국 ' –untuk emot berbentuk hati itu, sebenarnya hal itu adalah ide Taehyung– dan serentak meneriakkan namanya.

"Jeon Jungkook Happy Birthday!" Apa Jungkook boleh tersanjung? Jungkook hampir 5 menit menganga dan memasang wajah terkejut sebelum Jimin menginterupsinya.

"Apa kita tidak boleh masuk? Aku lelah bodoh." Jimin melempar tatapan malasnya dan segera memasuki apartement Jungkook sebelum Jungkook mengatakan 'boleh'. Sepertinya sudah jadi kebiasaan Jimin. Dan juga menjadi kebiasaan Jungkook untuk memberi kalimat kutukan dan umpatan khusus untuk sahabat tercintanya saat Jimin melewatinya dan menghempaskan tubuh kecilnya di sofanya yang tak berdosa.

Jungkook melangkah ke dalam dengan Taehyung dan Hoseok di belakang punggungnya. Mereka masih mengenal kata etika dan sopan santun. Jungkook akhirnya tahu kenapa seharian ini ia tak melihat Taehyung maupun Jimin. Dia jadi ingin menghambur ke dalam pelukan mereka berdua dan berteriak terima kasih sekeras mungkin. Tapi, ia mengurungkan niat itu dalam dalam. Dia masih ingin mendapat image baik di depan Taehyung. Uhuk.

Baru saja Taehyung meletakkan kuenya di meja ruang tamu Jungkook, ia sudah ditarik Jungkook ke sofa dan pinggangnya sudah dilingkari lengan Jungkook yang terkesan posesif.

"Heol, Jeon Jungkook. Buatlah harapan dan tiup lilinmu Kook." Taehyung mendorong tubuh Jungkook dengan malas dan membuat Jungkook sedikit mengerang protes lalu tertawa kecil. Jimin dan Hoseok? Mereka lebih sibuk dengan dunia mereka sendiri ketimbang mengurusi Jungkook. Saat mereka berdua mendengar kata 'lilin' mereka langsung menoleh dan melupakan sebentar kesibukan mereka.

"Haha, baiklah Tae hyung ." Jungkook membentuk kurva manis di bibirnya dan mengadahkan tangannya sembari memejamkan matanya. Tanpa mereka berempat sadari, lilinnya sudah meleleh seperempatnya saat Jungkook mengatakan harapannya. Saat Jungkook membuka matanya dan meniup lilinnya dalam hitungan sepersekian detik, Jungkook mendapat pelukan dari ketiga hyungnya dan berbagai ucapan selamat.

Malam yang panjang ini, mungkin akan berbekas di hati Jungkook. Selamanya.


Plan


"Jungkook-ah, kami pulang dulu." Jimin dan Hoseok berseru keras sembari keluar dari apartement Jungkook. Sekarang sudah jam dua pagi dan baik Jungkook maupun Taehyung masih terjaga. Meski sebenarnya mata Taehyung sudah sayu dan tubuhnya telah merindukan ranjangnya, ia hanya ingin menemani Jungkook. Yang tersisa hanya mereka berdua sekarang.

"Ya ya. Jungkook tidurlah. Nanti pagi kita ada jadwal kuliah bukan?" Taehyung mengembangkan senyuman manisnya dengan mata yang terbuka hanya setengahnya. Bahkan Taehyungnya terlihat menggemaskan di saat seperti ini. Taehyung-nya. Uhuk.

"Tidurlah lebih dulu hyung, kau terlihat lelah. Kk." Jungkook mengacak pelan surai brunnete Taehyung dan mengulum bibirnya untuk tidak menggigit Taehyung. Ekor matanya kembali melirik jam dinding yang masih menempel dengan apik. 2.30 a.m. Pantas saja.

"Ugh, baiklah. Selamat malam." Taehyung melesat ke kamarnya dengan langkah yang gontai sebelum lengannya ditahan oleh Jungkook dan pertanyaan yang dilontarkan oleh Jungkook sayup sayup didengarnya.

"Hyung. Apa kau menyukai seseorang sekarang?" Taehyung merasa lengannya dipegang erat oleh Jungkook. Jungkook gugup. Hanya itu.

"Hah? Menyukai? Bagaimana kalau jawabanku iya?" Taehyung kembali mengulas senyuman manisnya sebelum akhirnya ia menghilang di balik pintu kamarnya dan meninggalkan Jungkook yang terkesiap. Iya? Jungkook tentu boleh berharap bukan?

Jungkook memekik bahagia dalam hatinya.

.

.

.

To Be Continued

.

.

.

A.N : Kyaahhhh, Ai sadar banget, ini yang paling pendek diantara yang lain -_- udah pendek, telat lagi -_- SEMUA INI KARENA PACAR AKUH DATENG KE BANDARA SOEHAT DAN AI GA BISA JEMPUT ADUHELAH, AA' MAAFIN T^T /gasp a while/slapped/ akhir akhir ini, Ai mulai sibuk sama urusan angkatan akhir T^T duhelahh T^T keknya bakal hiatus deh -_- palagi bentar lagi ikon debut /apa hubungannya saolohh/ maafin Ai, jangan ditimpuk T^T

Reply ur review *flyin kiss .no*

Lucky Miku: Udah lanjut kok ^^ kk, ini malah lebih pendek -3- ayo tebak kapan jadiannya :v | EVIL88-ALIEN95: Buahah, teman tapi mbann :v bhak, ya ya :v emang xD | 1: Cem apa aja rapet -_- ohok, kata siapa ohok. Hayoo ngapain itu apaan ayo :v ayo tebak, ada apa engga :v thanks supportnya :3 | winachan62: Ohok, sengaja, ohok... haha next time kali ya :v | ameliariska331: udah kok^^ | utsukushii02: emang xDD already ^^ | Alestie:mencengangkan, gitu kak :" hiks :" gaboleh kakkk /bantuin kukis/ ofc kak^^ | SJMK95: hahah :"v ya, jungkuk mah gitu :" aduh, sibuk nih maaf T^T tapi diusahain cepet kok^^ emang -3- Thanks very much^^ | JustUkeVaddict: /tabok -_-/ kk, pankapan ane jadi penghulu/? Ayo tebak :v tebak aja udah tebak :v hanjay -3- already ^^ thanks for ur support^^ | yoitedumb: ayo tebaaak :v hesemeleh :" | Lee Shikuni: kk, udah kok kak :v | 94shidae: huee maafin telat T^T tebakin aja udah tebak :v emang ngegemesin T^T