Il Haneun Jung [일하는중]

By Aita Hwang

Main cast: Jeon Jungkook x Kim Taehyung

Other cast: Park Jimin, Jung Hoseok, Jeon Seokjin, Jung Eunji

Rated: T

Warn! Yaoi! Plot-Rush! Typo(s)! Seme!Jungkook Uke!Taehyung

p.s: you'll get surprise here! Ppyong3


Chap 6: h.a.p.p.y


"Jungkook! Bangunlah cepat!" Taehyung masih setia mengetuk pintu berwarnakan putih polos dengan gantungan tempel bertuliskan "정국's". Demi Neptunus yang suka memeluk boneka teddy mungilnya, Jungkook benar benar susah dibangunkan. Taehyung bahkan mulai lelah karena terus terusan mengetuk pintu Jungkook tanpa mendengar sahutan dari orang yang ada di balik pintu tersebut.

"Jika kau tidak bangun, aku akan masu– oh? Tidak dikunci?" Taehyung sedikit tertegun saat pintu kamar Jungkook terbuka saat ia mendorong tuas pintunya sedikit ke bawah dan menariknya perlahan. Dengan sedikit gusar, kaki Taehyung mulai melangkah memasuki kamar Jungkook. Matanya menelusuri setiap ornamen yang terpajang manis di dalam kamar Jungkook. Pantas saja Jungkook melarangnya masuk kamarnya. Jika ia masuk, mungkin ia malah merengek agar mereka bertukar kamar. Taehyung terkekeh pelan memikirkannya.

Objek terakhir yang ditangkapnya adalah seonggok sesosok manusia yang biasanya ia jumpai setiap pagi beberapa bulan terakhir ini. Tanpa ia sadari, senyuman manisnya terulas dengan sempurna di wajahnya. Perlahan kakinya menuntun tubuhnya menuju ranjang Jungkook dan di sinilah ia sekarang. Duduk di pinggir ranjangnya dan memperhatikan Jungkook yang masih tertidur pulas.

"Jeon Jungkook-ie." Taehyung mengguncang pelan bahu Jungkook membuatnya mengerang protes. Taehyung terkekeh pelan melihat tingkat Jungkook, namun tetap saja ia harus membangunkannya. Jungkook baru ingat. Tadi malam ia terlalu lelah untuk sekedar mengunci pintunya dan menutup gordennya.

"Jungkook-ah, cepat bangun –whoaah! Jeon Jungkook!" Taehyung berteriak cukup keras saat Jungkook tiba tiba menarik tangan yang ada di bahunya dan menarik tubuhnya ikut masuk dalam selimut tebalnya. Sebut saja pelukan khusus untuk Jungkook di hari ulang tahunnya. Entahlah. Seberapa keras pekikan Taehyung sampai Jungkook bisa membuka matanya dengan sempurna. Jungkook hanya terkekeh pelan melihat hyungnya yang hanya bisa memprotes akting pura pura tidur Jungkook yang tidak lucu dan sama sekali tidak membrontak perlakuannya.

"Cepat bangun dan lepaskan aku,. Sebentar lagi jam 10." Taehyung merengek dengan nada manjanya yang terdengar manis. Jungkook terkekeh kecil dan hanya bisa melepaskan Taehyung dari dekapannya yang dadakan tersebut. Kau kira opsi yang dimiliki Jungkook ada berapa.

"Baiklah. Ngomong ngomong, hyung. Kau sudah mandi?" Jungkook terduduk di pinggir ranjangnya dan memperhatikan Taehyung yang menarik tuas pintunya untuk keluar dari ruangan Jungkook. Taehyung memutar bola matanya malas dan menggelengkan kepalanya dengan pelan, membuat surai brunette-nya ikut bergerak dengan pelan.

"Ini masih jam 8. Cepat mandi dan sarapan." Taehyung menatap Jungkook dengan tatapan malasnya dan beranjak dari kamar Jungkook.

"Bukannya kau bulang sudah jam 10 hyung?" Jungkook berteriak dari kamarnya tanpa bergerak seinchipun dari ranjangnya. Ini penipuan namanya.

"Kalau aku tidak menggunakan cara itu kau tidak akan bangun manusia kelebihan kalsium!" Taehyung berteriak dari arah barat. Jelas itu dari dapurnya. Jungkook menumpukan kepalanya tepat di telapak kanannya. Paginya sangat menyenangkan bukan?


h.a.p.p.y


"Benar benar hari ini?" Jimin membulatkan matanya layaknya puppy yang menjijikkan bagi Jungkook dan menggemaskan bagi Hoseok. Ia meniup beberapa helai rambutnya yang cukup mengganggunya dengan cepat.

"Kau kira aku bercanda?" Jungkook memutar bola matanya malas dan meletakkan kedua tangannya di meja kecilnya dan kursinya seakan akan ia sedang duduk di kursi kantornya yang biasa ia duduki jika menggantikan ayahnya. Memasang posisi like a boss adalah keahlian alami yang diwariskan dari ayahnya dan dilatih oleh dirinya sendiri. Forever sassy maknae is exist, believe in me.

"Wow. Jeon Jungkook, kau orang yang paling keren yang ada di jurusan vocal." Jimin memeluk leher Jungkook dengan erat dan tertawa dengan nada melengkingnya. Sengaja erat agar Jungkook kehabisan nafas saat itu juga.

"Park fhuckin Jhimin! Lep-pash bodoh!" Jangan tanya siapa yang mengajarkan dia kata kata kotor seperti itu. Jungkook hampir mati matian mencari udara segar agar bisa membelai kembali tenggorokan serta paru parunya. Tangannya berusaha mendorong tubuh Jimin yang hanya membuat pemandangan yang ada di dunia ini bertambah menjijikkan. Entah kenapa hari itu Jungkook menjadi berlebihan. Sangat.

"Jungkook-ie! Jimin-ie!" Taehyung dengan segala aura charming dan flawlessnya berjalan dengan riang ke arah mereka. Jungkook serasa ingin memekik bahagia dan bersyukur sebanyak mungkin saat sesosok Taehyung bisa datang ke ruangan mata kuliahnya saat ini. Secara terpaksa Jimin melepaskan cengkraman penuh kasih sayangnya dari leher Jungkook dan berpura pura seakan tiada yang terjadi. Senadung kecil dan suara sepatu Taehyung yang bergesekan dengan lantai terdengar jelas di ruangan tersebut.

"Hey, Hoseok hyung kemana?" Taehyung mengambil bangku yang ada di samping Jungkook dan menumpukan kepalanya di kamus tebal miliknya yang ia bawa. Kebiasaan buruknya. Kamus yang sering dimanfaatkan sebagai bantal darurat jika kantuk menyergapnya dengan semangat. Dan dia telah menyoba beberapa kamus yang tebal untuk alas tidurnya. Dan menurut surveinya, sejauh ini kamus yang dipakai sekarang adalah yang terbaik. Baiklah, itu sama sekali tidak berguna.

"Dia sebentar lagi datang. Taehyung, itu kamus oxford punyaku?" Jimin melebarkan matanya saat ada tulisan hangul namanya di ujung kamus yang digunakan Taehyung. Dia masih ingin kamusnya suci dari air liur seorang alien menggemaskan. Tentu saja.

"Eum." Taehyung menganggukkan kepalanya dengan malas untuk menjawab pertanyaan Jimin dan menatap Jungkook yang entah sejak kapan ikut merebahkan kepalanya di meja. Tangan Jungkook yang perlahan terulur untuk merapikan surai brunnete Taehyung yang menghalangi pandangannya membuat segala sesuatu di sekitar mereka menjadi slow motion, dunia hanya terisi mereka berdua. Sekali lagi, Jungkook itu berlebihan.

"Hai." Kecupan singkat mendarat di pipi Jimin dan jelas sekali pelakunya Hoseok. Entah sejak kapan ia datang dan duduk di samping Jimin. Rona tipis menghiasi kedua pipi tirus Jimin sekarang –dan hal itu terlihat sangat menggemaskan di mata Hoseok. Jimin hanya bisa menggerutu pelan sembari berusaha mengabaikan rasa panas yang menjalar di pipinya saat ini. Meskipun hampir setiap hari mereka melakukan hal seperti itu, Jimin tetap tidak bisa menghilangkan rasa menggelitik tersebut. Selamanya.

"Hyung. Hentikan ciuman dadakanmu." Jimin berkata lirih sembari menatap hyungnya dengan tatapan manjanya yang mungkin hanya Hoseok yang bisa melihatnya. Hoseok hanya mengangguk ringan dan tertawa dorky lalu menyandarkan kepalanya tepat di bahu kekasih atletisnya tersebut. Saat matanya melihat tingkah romantis pasangan di depannya tersebut, pertanyaan yang sering ia tanyakan terlontar kembali.

"Kapan kalian pacaran?" Dan setiap hari keduanya bertingkah sok bodoh dan berlagak seperti tak ada yang didengar mereka. Tapi entah kenapa kali ini Jungkook membalasnya dengan santai membuat Hoseok hampir tersedak air ludahnya sendiri dan Taehyung membulatkan matanya dengan sempurna. Apalagi dengan cara bicara Jungkook yang semakin hari semakin err –lupakan.

"Sebentar lagi. Tunggu saja apa susahnya hyung." Sekali lagi, seringai menawannya terulas dengan sempurna di wajah tampannya. Bagus sekali. Jungkook baru saja menjadi moodmaker dan moodbreaker di saat yang bersamaan.


h.a.p.p.y


"Ya. Aku harus pergi sekarang. Aku ada janji." Taehyung menyampirkan ransel kecilnya dengan cepat lalu beranjak dari kursi cafetaria mereka. Bersamaan dengan senyum kuda khas Hoseok yang muncul di wajahnya dan jari telunjuk dan tengahnya yang merenggang membentuk huruf V, kakinya melangkah menjauh dari bangku mereka dan berlari kecil dengan gaya layaknya anak kecil.

"Eih, dia ingin bertemu Jung Eunji noona?" ujar Hoseok sembari mengaduk jusnya dengan malas. Kepalanya menggeleng pelan melihat ransel Taehyung yang mengayun di punggungnya dari kanan ke kiri secara teratur. Benar benar seperti anak kecil yang polos. Matanya bergantian menatap Jimin yang masih sibuk dengan semangkuk jajangmyeon miliknya. Tangannya terulur mengusap saus hitam yang ada di ujung bibir kekasihnya dengan cepat lalu menjilatnya. Kebiasaannya.

"Ahh, hari ini klub tari maupun klub vocal tidak ada jadwal. Pantas saja." Jimin mengangguk pelan dan melempar senyuman manisnya pada Hoseok kemudian kecupan di pipi kanannya. Menganggap bahwa tidak ada Jungkook di sana. Sekali lagi, itu kebiasaannya. Namun Jungkook hanya berfokus melihat tubuh Taehyung yang semakin kecil termakan jarak dan hilang di belokan koridor.

"Hentikan kegiatan menggelikan kalian. Eunji noona? Maksudmu Eunji sunbaenim?" Jungkook memiringkan kepalanya sembari memainkan layar ponselnya. Entah apa yang ada di pikiran Jungkook sampai ia menekan ikon sns miliknya dan mengetikan nama Jung Eunji di kolom search. Bibirnya menyibir pelan saat menemukan akun sns sunbaenya tersebut. Anggaplah Jungkook cemburu sekarang.

"Kau kira yang bernama Eunji dengan marga Jung siapa lagi hah?" Jungkook hanya menghela nafas pelan saat melihat Jimin hampir tersedak oleh jajangmyeon miliknya. Pikirannya hanya terfokus akan satu hal. Untuk apa Taehyungnya menemui sunbae cantik tersebut? Tunggu, seharusnya Jungkook tidak menambahkan imbuhan –nya kepada nama Taehyung.

Tanpa satu kalimat, Jungkook mengambil tas kecilnya dan berlari dari meja tersebut. Meninggalkan Jimin dan Hoseok agar mereka bisa lebih leluasa bermesraan –bukan, bukan itu tujuannya bodoh. Dan yang bisa dilakukan oleh mereka berdua hanyalah terdiam dengan mulut menganga dan tatapan kosongnya ke arah Jungkook yang berlari. Sekarang, yang dipikirkan mereka berdua sama. Ada apa dengan dua makhluk aneh itu?

Sekedar informasi. Jung Eunji memiliki club bernamakan 'A-pink' dengan semua membernya yang memiliki cantik dan memiliki lekuk tubuh yang membuat setiap perempuan iri dan para laki laki tersenyum aneh. Jangan lupa bahwa semua membernya juga memiliki suara yang merdu seperti diva. Dan dia adalah pemimpinnya. Lalu sekarang, ia sedang bertemu dengan Taehyungnya yang manis tersebut. Sebenarnya –lagi–, Jungkook tak perlu menggunakan imbuhan -nya karena bahkan Taehyung masih belum menjadi miliknya. Ya, belum.


h.a.p.p.y


Gelak tawa manis yang menggema, susana yang romantis. Setidaknya itu yang Jungkook tangkap dari pendengaran dan pengelihatannya. Sebenarnya Jungkook tidak ingin mengakuinya, tapi mereka berdua terlihat –cocok. Ya, Eunji yang nampak anggun dan juga menawan terlihat –uhuk, cocok bersanding dengan Taehyung yang supel dan tampan. Setidaknya, Jungkook yang menganggapnya begitu. Dan mungkin hanya Jungkook.

"Ahh, jadi kau tinggal dengan Jungkook itu? Hoobae tampan itu?" Jungkook bisa melihat senyuman manis khas sunbaenya yang terlihat lucu dan menggelikan di saat yang bersamaan. Ia juga melihat Taehyung menyeka air mata Eunji noona yang menggenang di ujung mata hazelnya dengan senyuman ovalnya yang khas. Jungkook menggeram pelan melihatnya. Apa apaan?!

"Yah, tinggal dengannya cukup menyenangkan. Ketimbang harus tinggal di rumah noona, pasti akan merepotkan Jung umma." Pipi Taehyung memanas saat mengatakan kalimat pertamanya, entah kenapa. Eunji yang gemas melihat pemandangan dongsaengnya dengan cepat mencubit pipi Taehyung dengan keras membuat sang brunnete merintih kesakitan dan memohon 'ampunan' sang noona. Dengan kekehan pelan Eunji melepaskan cubitannya dari pipi kanan Taehyung dan menggandeng tangan Taehyung dengan spontan. Jungkook terdiam. Melihat Taehyung tersenyum lebar dan menautkan jari mereka yang terlihat sangat serasi –meski lebih serasi jika tangan Eunji noona diganti dengan tangannya.

"Noona, ayo pulang."

"Hei, bagaimana kalau hari ini aku mencurimu. Ayo ke Lotte Mall." Kalimat protes yang terlontar dari bibir Taehyung dan gelak tawa melengking khas Eunji menghiasi taman kampus mereka dengan amat sempurna. Jungkook terdiam dengan tangan yang mengenggam erat ujung jaket yang ia pakai. Tangannya bisa saja memutih seketika jika saja ia tidak segera lari dari tempat tersebut dan mengumpat pelan di sepanjang perjalannya. Apa apaan mereka berdua. Ingin ngedate dadakan?


h.a.p.p.y


To: Jungkookies
Fr: Taetae Hyung
Title: -

Aku pulang terlambat hari ini kk. Aku sedang di baskin robbins, mau kubelikan rasa apa?

p.s: aku sedang diculik Eunji noona di Lotte Mall, mau menyelamatkanku? Haha.

Jungkook tekekeh pelan saat membaca pesan singkat dari Taehyung. Kenapa dia merasa seperti mendapat pesan singkat dari perempuan? Pada detik itu juga, Jungkook langsung membalas pesan singkat dari roommate tersayangnya dengan senyuman kecil yang menghiasi wajahnya. Jungkook nampak seperti orang gila –uhuk.

To: Taetae Hyung
Fr: Jungkookies
Title: -

Belikan aku rasa strawberry cheesecake dan jangan sampai leleh saat aku datang nanti. Aku datang jam 7.

Sedikit, sedikit sekali. Jungkook sebenarnya merasa tidak rela saat Taehyung menyebut nama Eunji di pesan singkatnya. Namun, meskipun dia tidak rela juga percuma. Lagipula untuk apa? Memikirkan hal tidak berguna seperti itu, Jungkook hanya menggelengkan kepalanya dengan cepat lalu menertawai tentang apa yang baru saja dipikirkannya.

Ekor matanya melirik jam dinding yang masih berdetak dengan ritme yang sama setiap harinya. Jarum pendeknya mengarah ke angka 5 dan yang lainnya menunjuk angka 6. Ada waktu satu setengah jam untuk mempersiapkan pakaian yang tepat untuk menyelamatkan tawanannya. Pft.

Dan untuk setengah jam kedepan, baik jari Taehyung yang ada di Lotte Mall sana ataupun jemari Jungkook yang ada di tempat tinggalnya sendiri akan menari tanpa henti di atas layar ponsel mereka masing masing. Percayalah.


h.a.p.p.y


"Kalian berdua mengabaikanku. Aku ingin pulang." Taehyung mengerucutkan bibirnya dan menyilangkan kedua tangannya layaknya anak kecil yang merajuk. Dan itu semua hanya karena Jin yang terus terusan bermesraan dengan Eunji di depannya seakan akan melupakan eksistensinya. Baiklah, sekarang Taehyung merasakan bagaimana rasanya menjadi orang lain saat ada pasangan yang merasa bahwa dunia hanya terisi mereka berdua. Sebut saja, karma –pft.

"Hei, kenapa kau tidak memanggil adikku kesini?" Jin menyahuti kalimat rajukan Taehyung dengan sangat sempurna. Pipi Taehyung memanas tanpa alasan, dan beruntungnya tak ada yang menyadari hal itu. Eunji tertawa dengan keras seperti kebiasaannya saat mendengar kata 'adikku' dari mulut kekasihnya. Ya, Eunji tidak akan pernah memacari Taehyung atau siapapun itu. Karena dia sudah menjadi milik Seokjin, kakak kandung Jungkook.

"Apa apaan kalian berdua." Taehyung menggerutu dengan pelan dan mengambil ponselnya dari saku jaketnya dan mengecek. Berharap ada satu notifikasi tertera di sana. Ada yang mengatakan bahwa, berharap itu nggak papa yah. Dan Taehyung hampir memekik bahagia saat melihat ada satu pesan singkat yang belum ia buka –sebelum ia membaca sang pengirim. Operator.

"Menunggu Jungkook?" Eunji menyeruput latte miliknya dengan cepat dan menatap Taehyung yang melemparinya dengan pandangan 'tebak-saja-sendiri' lalu kembali menggerakkan jemarinya di layar ponsel, kembali berharap. Sampai beberapa detik kemudian, Taehyung menghela nafas dengan lega dan bibirnya mengulas senyuman yang amat tipis hanya karena apa yang diharapkan benar benar terwujudkan. Jungkook mengiriminya pesan.

'Aku sudah di lantai 1. Kau dimana?'

'Kata Jin hyung restoran favoritmu. Finito atau apalah itu. Cepatlah kemari-.-' Jungkook tertawa pelan saat membaca pesan yang amat panjang dari dia sedikit terkejut saat ia melihat nama 'Jin' disebutkan di dalam sana. Taehyung bersama dengan Jin? Dan juga Eunji? Ada apa dengan semuanya sebenarnya.

Kaki jenjang Jungkook melangkah dengan cepat dengan tatapan mata yang masih terfokus kepada layar persegi yang digenggamnya.

'Dasar cerewet kk. Tunggulah sebentar.' Jungkook mendongakkan kepalanya di pintu masuk dan melihat silhouette Taehyung yang terlalu jelas baginya. Dan disana ia melihat Eunji bermesraan dengan Jin dan mengabaikan Taehyung –untuk kesekian kali sebenarnya. Jungkook tertawa kecil melihat Taehyung mengaduk jusnya tanpa ada niatan meminumnya. Ia tau sekarang kenapa Taehyung menyuruhnya cepat kemari.

Ia berjalan mendekati bangku hyungnya dan memberi kode kepada para sunbae menawannya untuk diam. Jin terkekeh pelan dan membiarkan adiknya tersebut memberi Taehyung sedikit kejutan. Dan dengan bodohnya, Taehyung sama sekali tak menyadari ada seseorang dibaliknya sekarang. Kedua tangan Jungkook dengan cepat menghalangi pandangan Taehyung dan tertawa kecil saat mendengar reflek Taehyung.

"Apa listriknya padam?" Taehyung berucap dengan polosnya dan meraba tangan Jungkook dengan pelan. Mencoba untuk menebak tangan siapa yang menutupi matanya. Kemudian ia melontarkan semua nama yang ada di otaknya dengan seenaknya. Berharap salah satu yang disebutnya benar.

"Jimin? Hobi hyung? Yoongi hyung? Ini tidak mungkin Jin hyung atau Eunji noona. Atau mungkin –Jungkook!" Taehyung memekik cukup keras dan menggenggam tangan Jungkook dengan erat –berusaha membuat matanya bisa menatap apa yang bisa ia tatap sebelumnya.

"Aku Jungkook hyung bodoh." Jungkook menyingkirkan tangannya dari kedua mata hazel manis Taehyung dan beralih pada surai brunnete Taehyung lalu mengacaknya dengan gemas. Membuat Taehyung sedikit menundukkan kepalanya dan menggerutu pelan. Jin dan Eunji menggelengkan kepala mereka secara bersamaan menatap mereka berdua. Jungkook dengan cepat mengambil bangku kosong yang ada di samping Taehyung dan mendudukinya tanpa ingin memesan sesuatu untuk dikonsumsi. Padahal biasanya Jungkook yang memesan banyak jika ia dan Jin mampir ke tempat ini.

"Kukira kau berbohong saat bilang kau sudah di lantai satu." Taehyung membalik sendok dan garpunya lalu menyeruput lecinya dengan cepat. Menumpukan kepalanya di telapak tangannya dan menatap Jungkook dengan tatapan judging miliknya.

"Kapan aku pernah berbohong? Ngomong ngomong, mana strawberry cheesecake-nya? Sudah leleh?" Setelah mengatakan semuanya, Jungkook terkekeh kecil. Menyadari bahwa ia juga ikut ikutan menjadi cerewet seperti hyungnya.

"Aku niatnya ingin membelinya bersamamu haha." Taehyung tersenyum lebar dan membetuk v sign dengan jarinya. Membuat Jungkook ikut tersenyum dan mencubit hidung Taehyung yang sama sekali tak punya kesalahan. Sekarang restoran tersebut sudah terdapat double date.

Dan tidak sampai lima belas menit Jungkook baru saja duduk di sana, Taehyung sudah memberi kode untuk pergi dari tempat tersebut. Membiarkan Eunji dan Jin menikmati date mereka. Jungkook hanya mendengus kecil dan berbalik mengirim kode untuk lebih lama di restoran favoritnya.

"Ayo beli es krim sekarang." Taehyung mengatakannya secepat kilat dan menarik tangan Jungkook dalam persekian detik. Semua hal yang dilakukan Taehyung memang selalu unpredictable. Dan Jungkook baru menyadarinya hari ini. Bahkan saat ia belum mengucapkan kata 'annyeong' dengan sempurna, Taehyung sudah menariknya menjauh dari bangku tersebut. Melesat jauh dari hyungnya dan Jungkook bisa menebak bahwa ia akan diseret ke Baskin Robbin.


h.a.p.p.y


"Jadi kau merindukanku?" Jungkook mengulum es krimnya dengan senyuman lebar yang terus menerus ada di wajah tampannya sejak mereka berdua keluar dari restoran. Taehyung merona dan reflek memukul keras kepala Jungkook dengan sedikit jinjit untuk menyembunyikan rasa malunya.

"Apa apaan." Taehyung mengarahkan pandangannya ke semua arah –asal bukan Jungkook yang dituju oleh pandangannya. Dan dengan bodohnya ia memakan es krim choco almond miliknya layaknya anak kecil, membuat es krimnya tersebar di bagian bawah wajahnya –hampir secara merata. Jungkook terkekeh pelan dan menarik dagu Taehyung dengan cepat. Membuat Taehyung terdiam dengan ekspresi muka kebingungan.

"Apa yang kau lakukan?" Ujat Taehyung dengan nada polosnya membuat Jungkook semakin gemas. Jungkook menggunakan ibu jarinya untuk membersihkan es krim yang ada di wajah Taehyung dengan tawa kecil yang menggema dengan jelas di telinga Taehyung.

"Lain kali makan es krim pelan pelan hyung. Dasar." Jungkook mengulum senyumnya dan dengan reflek menjilat jarinya yang masih ada sisa choco almond dari bibir Taehyung. Pipi Taehyung semakin panas. Dia bahkan hanya memakan eskrimnya sedikit demi sedikit dengan menundukkan kepalanya sekarang. Serasa kehilangan selera untuk mengunyah potongan almond kecil beku yang terselip di es krimnya.

Sedangkan di sisi lain, cup es krim ukuran sedang milik Jungkook sudah kosong dan hilang dibuang Jungkook di tempat sampah yang baru saja mereka lewati bersamaan dengan sendok kecil yang diberikan tadi. Entahlah, padahal biasaya Jungkook jarang memakan es krimnya sampai habis. Mungkin karena yang membelikannya aalah seorang Kim Taehyung –uhuk.

"Hei. Tadi itu, apa yang dilakuka Jin hyung di sana?" Jungkook menanyakannya dengan nada datar seperti biasanya –sekali lagi, Jungkook pintar menutupi sesuatu. Taehyung mendongakkan kepalanya dengan tatapan polos nan kosong seperti biasanya. Lalu beberapa saat kemudian Taehyung terkekeh pelan dan menjawab pertanyaan Jungkook dengan nada tak kalah datar seperti nada Jungkook tadi.

"Aku berani bertaruh bahwa kau tidak tau hal ini. Jin hyung tadi kencan. Dengan Eunji noona." Jungkook yang tadinya baru saja mengambil cone Taehyung dan ingin menelan choco hazelnut yang baru saja ia kulum langsung tersedak.

"Kencan? Eunji? Jin? Jadi selama ini, hyung berkencan? Dengan Eunji sunbae?!" Jungkook membulatkan matanya dan menatap Taehyung dengan tatapan heran, terkejut, kaget, dan sedikit tersirat tatapan yang mengatakan 'the-fuck-with-that-human-being?!'. Tepat seperti perkataan Jin hyung tadi. Jungkook benar benar tidak mengetahuinya. Tangan Taehyung dengan cepat mengambil es krimnya kembali dan memakannya dengan cara yang sama seperti sebelum Jungkook memperingatinya tadi. Dan untungnya, kali ini hanya sekitar bibirnya yang penuh akan es krim coklat.

Saat Jungkook masih berpikir keras tentang berita yang baru saja diterimanya, Taehyung sudah menelan seluruh cone hingga ujungnya. Dan bibirnya yang penuh akan es krim dengan mudahnya dijilat oleh lidah panjangnya dengan secepat kilat –jelas sekali, masih ada sisa es krim coklat yang terlihat kontras dengan kulit Taehyung. Jungkook tersenyum kecil –lagi. Entah reflek dari mana, Jungkook berani menarik dagu Taehyung dan membersihkan sisa es krim Taehyung yang ada tepat di ujung bibir Taehyung –dengan bibirnya. Biar kuulangi. Jungkook reflek. Dan Taehyung hanya terdiam dengan wajah santai seperti sebelumnya.

Satu kedip.

Taehyung masih belum tahu apa yang terjadi.

Dua kedip.

Taehyung merasa ada sesuatu yang lembut menyentuh ujung bibirnya.

Tiga ke-

Taehyung membulatkan matanya dan masih terdiam.

-dip.

Taehyung baru sadar, ia baru saja mendapat first kiss. Astaga!

Jungkook mengakhiri proses' membersihkan sisa es krim di wajah calon pacarnya' dan tersenyum kikuk. Dan Taehyung tidak tahu kenapa, jantungnya serasa berdetum terlalu kuat seakan akan ingin memecahkan tulang rusuknya dan keluar dari bagian tubuhnya. Dan hal yang membuatnya semakin bingung, kenapa ia merasa pipinya sangat panas dan juga ujung bibirnya terasa sangat manis. Ukh, lupakan.

"Kenapa es krimnya lebih manis yah?" Jungkook menolehkan kepalanya, berusaha menghindari kontak mata dengan Taehyung. Baiklah, ia tau ia salah. Tapi itu refleknya! Dan bodohnya lagi, mereka melakukan hal seperti itu di tengah perjalanan mereka pulang. Entahlah, itu bodoh atau romantis –pft.

Taehyung memegang ujung bibirnya dengan wajah blank. Dia masih terkejut. Dan jika diingat ingat, Jungokok sudah dua kali melakukan reflek bejat seperti barusan. Sepanjang perjalanan pulang mereka, semua terasa hening dan nyaman. Meskipun sedikit canggung. Dan saat itu juga, Jungkook berharap ending mereka adalah tergolong happy ending, bukan happen ending. Dan saat itu juga, Jungkook berharap ending mereka adalah tergolong happy ending, bukan sebuah happen ending.

.

.

.

To be continued

.

.

.

a.n: Uwaaah.. ini udah berapa bulan ga digubris ff nya :" :" Bahkan ampe lupa mau ngetik gegara laptop dipake cbt terus ukh T-T /curhat ceritanya nih/ tapi ngomong ngomong, kalo masih ada yang nungguin makasih loh xD terharu jadinya :" :" dan jan hajat gue kalo masih gue gantungin. Lagi :v tapi beneran, sebenernya banyak fanfict yang Ai ketik, cuma kena writer's block jadi males nerusin :" tapi keknya fict ini bakal diterusinnya agak lama dan gue gagal hiatus /yeayy/ dan jan khawathir, yang alphabet + songfict bakal diterusin, kalo rajin /get slapped/ Then. Please type up ur review and see ya next chap hon:* .g

Reply ur review~

94shidae: dd juga gakuku liatin jimin highnote pas dope T-T ehh... kalo nyindir entar kena diss... udah balik kk :v maaf yah lama T-T | JustUkeVaddict: iya maafin Ai :" nih agak panjangan :" keknya gajadi .-. males bikin yang rated... thanks a lot dear :3 | Evil88-alien95: nih bikin kobam :v | TaeKai: next chap maybe hahahahah :v | utsukushii02: rencana buat... secret :v already^^ | ameliariska330: maklumin alien kesayangan Ai please /peluk taetae/ done^^ | ohyuns: iya kak :"v | Lee Shikuni: biarin, entar biar bikin plot baru .g. ayo tebakin nanti jk bakal ngapain dan apa caranya jimin :v | XiRuLin: maaf yah lama :" itu btw caps nya nanti Ai bantu matiin. Maafin, Namjoonnya ga bakal dimunculin. Sibuk bikin mixtape ke 2 /g. Duh aku juga cinta kamu deh | callieag97: udah^^ | guest 1: udah! | guest2: kk. Sengaja /g :v udah kok^^ | Onye: maaf yah lama T-T | humaira9394: udah tamat hiatusnya beb :v