Okeya Mao sudah melewati dua kali jam makan, pagi dan siang—tapi perutnya belum terasa perih. Tubuhnya masih asik berbaring di puncak peraduan dengan headset menghiasi kedua telinganya.

"Mao, jangan lupa makan. Nanti kamu sakit…"

Ajakan lembut sang bunda dari balik pintu tidak pernah terdengar, juga lagu membosankan yang diputar shuffle olehnya sejak awal. Semua hanya menjadi alunan tanpa peran untuk mengalihkan berbagai ujung fokus yang sekiranya mengacau.

Hari ini ia bersumpah dalam hati untuk tidak menghirup udara kebebasan apapun alasannya. Tidak akan pernah mau kembali lagi pada mereka yang dua tahun belakangan menjulukinya Tsundere Boy secara sepihak.

"Pembohong…"

Nada suaranya tipis serupa dengung, "Yui seorang pembohong."

Ada percik kesal dalam hatinya mengingat gelar memalukan untuk dirinya memang benar adanya.


つづく