"Ayah berharap Ayu akan pergi ke tempat yang sangat diidam-idamkan oleh ayah suatu saat nanti…"

"Tempat apa itu? Di sana indah?"

Tubuh mungil itu begitu ringan saat diangkat ke udara, dibungkus oleh sepasang tangan kekar yang menjaganya dengan sangat hati-hati sampai waktu tak hingga.

"Sangat indah." terlihat senyum penuh cinta, "Sayangnya ayah tidak bisa melihat lapangan ragbi-nya secara langsung…"

"Kenapa?"

"Karena saat itu ayah sedang berada di rumah sakit."

Hanya cerita masa lalu, mungkin sudah terlalu basi ketika melewati hitungan dekade. Bahkan hingga kini belum ada petunjuk yang terpecahkan karena tidak ada dari kepingan hatinya terhubung—sekedar pemiliknya duduk diam sembari mencerna. Masih jauh perjalanannya seandainya ia tidak tergerak untuk melangkahkan kaki ke tempat biasa.

Yamada Ayumu baru saja bertengkar dengan ayahnya.


つづく