Guyuran air dari langit gelap yang cukup mendadak membuat banyak pengguna trayek harus berhenti sejenak dari perjalanannya. Tapi Kobayashi Mikiyo tidak berniat untuk berteduh sehingga lebih memilih untuk menghentikan skuternya di bangku taman terdekat.

Ia paham betul siklus hujan. Jatuh ke bumi, lalu kembali menjadi awan. Tapi kenapa mereka tidak pernah berhenti? Kenapa mereka tidak lelah dengan kejadian berulang kali?

"Kenapa kalian tidak pernah menyerah?"

Sementara satu kali terjatuh saja sudah membuat seorang Mikiyo hampir pupus.

Ah, mungkin karena hujan tidak pernah jatuh sendirian.

Persis seperti dirinya kini, ketika sosok tinggi berkacamata dengan properti bernilai tinggi menghampirinya untuk mengikrar janji semati—yubikiri.

"Jun?"

"Kita akan menjadi pemain ragbi profesional setelah ini. Pasti." dua genggaman dengan bunyi nyaring kemudian pecah di udara.


つづく