"HUWEEEEE~"
Sebagai anak laki-laki, Nakamura Komugi terlalu mudah mengeluarkan air mata. Ia mungkin hampir tidak bisa berbuat apapun jika tidak dibantu sahabat semasa kecilnya.
Mungkin juga masuk ke dalam klub ragbi bukan pilihan pribadinya. Bisa saja akibat diajak sepihak oleh Moe dan menurutnya itu lebih baik daripada melakukan sesuatu sendirian.
Kakinya masih mencoba menendang bola tak tentu arah. Makhluk lemah seperti Komugi tidak akan menyangkal bahwa berlatih merupakan obat yang paling mujarab untuk memperbaiki setiap kekurangannya.
"Padahal aku sudah membeli bola ini, tapi aku tidak bisa menendangnya sendiri. Bagaimana ini, a-aku tidak bisa kalau sendiriii! Huweeee~"
Pemilik surai kehijauan itu terus berpikir untuk melakukan sesuatu sebelum kesepian mengkonsumsi seluruh pikirannya. Lalu kakinya dengan sengaja menyepak bola rugbinya ke halaman rumah Moe, tentu saja sambil menangis.
つづく
