Kakinya mengayuh pedal sepeda seperti kesetanan. Sudah dua kali terjatuh di jalan menanjak lalu berbatu dan ia masih belum kapok.

"Aku, Chiba Yuu, bukan anak yang mudah menyeraaah!"

Memang tidak ada yang akan menyalahkannya jika Yuu masih berbaring di kamar dengan selimut menutupi kepala. Bukan maunya memiliki tubuh di bawah lima kaki sementara lawannya memiliki kualitas taraf internasional. Siapapun tahu usaha seperti itu akan berakhir sia-sia.

Sekali lagi sepedanya tergelincir saat menikung tajam. Salahnya juga karena tidak terfokus pada jalan, malah kembali mengingat kenangan yang belum sampai beberapa hari mengoyak banyak permukaan kulitnya. Jauh lebih sakit daripada bergesekan dengan aspal jalanan.

"SUATU SAAT, AKU AKAN TUMBUH DEWASA DAN MENJADI LEBIH KUATTT!"

Sepeda itu berhenti, berdecit dramatis di depan rumah keluarga Sano.


つづく