Di dalam ruang keluarga, Ishizuka Kaoru masih tekun menjahit bagian pinggir boneka kelincinya yang rusak. Beberapa kali matanya mengamati ujung jarum di tangannya dengan seksama, berharap bisa memperbaiki juga bagian hatinya yang baru saja cacat.

Sebuah gigitan mantap lalu semua urusan berakhir. Benang dan properti menjahit lainnya sudah bisa dikembalikan ke tempatnya seperti sedia kala, ia tersenyum puas sebelum tangannya mengatup erat.

"Ibu berjanji kan, akan selalu menjagaku supaya tetap menjadi anak manis?"

Setelah cukup memanjatkan doa, ia menyisir surai gelap panjangnya dengan buku jari. Dibentuk kuncir kuda supaya leluasa bergerak nanti.

"Kalau begitu, aku berangkat ke lapangan dulu."

Wangi dupa menguar di dalam ruangan. Boneka kelinci itu sudah kembali utuh, dijajar dengan rapih di sebelah bunga dan foto almarhum ibunya.


つづく