WHITE KNIGHT ACADEMY
Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto
Genre : Romance dengan sedikit Fighting
Pair : Naruto X Hinata
Warning: OOC, AU, SmartNaru & StrongHina
Summary : Disebuah dimensi yang bernama Knight's Territory terdapat sebuah akademi bernama White Knight Academy. Sekolah ini adalah HighSchool yang mengajarkan pelajaran dan ilmu beladiri. Terdapat murid bernama Uzumaki Naruto yang terkenal karena kecerdasannya dan pembuat strategi bertarung yang jitu. Dia menyukai gadis bernama Hinata tapi Hinata selalu menolaknya. Apakah Naruto akhirnya bisa menaklukan hati Hinata dan bagaimana dia menghadapi 4 gadis yang tergila-gila padanya?
Chapter 2 – Adik Angkat Hinata, Hyuuga Sara
Pagi yang cerah di White Knight Academy. Para murid mulai berdatangan ke akademi yang mengajarkan pengetahuan sekaligus seni beladiri itu. Siswa-siswa banyak masuk sekolah dengan riang dan tersenyum cerah.
Kemudian muncullah tiga manusia berambut pirang. Wanita berambut pirang panjang menggandeng pria berambut pirang jabrik, lalu disebelahnya ada gadis berambut pirang dengan model rambut piggy tail.
"He-Hei, apa-apaan kau Shion, ngak perlu gandeng-gandeng segala, nanti disangka macam-macam oleh orang!", ujar Naruto yang agak risih karena digandeng lengannya oleh Shion dengan erat.
"Aku kan yang akan menjadi istrimu Naruto-kun, tentu saja kita harus bergandeng tangan seperti ini. Setelah kita menikah, kita akan melakukan seks setiap hari dan aku akan melahirkan banyak anak-anak yang lucu", ujar Shion.
"Siapa yang mau menikah denganmu?! Dasar kau ini!", ujar Naruto ketus.
"Kalau ngak menikah, tak apalah tapi jadikan aku partner sex-mu. Kita bisa berhubungan seks kapanpun kau mau", ujar Shion.
"Apa yang kau bicarakan? dasar gadis mesum!", ujar Naruto.
"Naruto-kun-Naruto-kun, aishiteru-aishiteru", ujar Shion sambil bersenandung.
"Wah-wah, Shion-senpai memang agresif sekali ya", ujar gadis berambut piggy tail.
"Iya, Naruko-chan, susah deh kalau begini", ujar Naruto.
Kemudian munculah Hinata dan Sara menghampiri mereka bertiga.
"Ohayo minna!", sapa Hinata.
"Oh, ohayo nee-san, Sara-chan", balas Naruto.
"O-ohayo Naruto-kun...", ujar Sara malu-malu.
"Narunaru, kenapa kemarin kau tidak datang? Padahal aku sudah menelponmu berkali-kali. Dasar kau adik yang nakal, kau harus menerima hukuman!", ujar Hinata lalu membenamkan wajah Naruto di dadanya.
"Ummf..nee-san sesak...", ujar Naruto kesesakan karena Hinata membenamkan wajah Naruto terlalu erat.
"Bukankah kau selalu memuji dada sexy-ku ini, kau senang kan bila diperlakukan seperti ini, adikku yang mesum?", tanya Hinata.
"Ummmf, tolong aku bisa kehabisan napas!", ujar Naruto berusaha meronta.
Semua yang disitu sweatdrop melihat hal itu. Hinata kemudian melepaskan Naruto dan Naruto bisa menghembuskan napas lega.
"Aku sudah lama tidak bertarung, bagaimana kalau kau yang menjadi mainan untuk bertarung? Sudah lama aku tak menghajar orang", ujar Hinata lalu mengapit leher Naruto dengan lengannya.
"Ahk, nee-san ampuni aku, aku pasti babak belur jika bertarung dengan nee-san!", ujar Naruto kesesakan.
"Ayolah Narunaru, sebagai adikku, kau harus membantuku memuaskan hasrat untuk bertarungku!", ujar Hinata masih belum melepaskan Naruto.
"Tidak, nee-san ampuni aku!", ujar Naruto memelas.
"Cih, kali ini kau kulepaskan, lain kali aku harus jadi mainan bertarungku", ujar Hinata lalu melepaskan Naruto.
"Ah, selamat...", ujar Naruto lalu menghela napas lega.
"Hei, Sara-chi, aku duluan ke kelas ya, kamu sama-samalah ke kelas bareng Narunaru dan Ecchi-onna", ujar Hinata lalu mulai beranjak dari situ.
"Hei, Hinata-senpai, jangan menyebutku seperti itu!", ujar Shion.
"Maaf-maaf, tapi julukan itu sangat cocok untukmu, hahahaha. Jaa!", ujar Hinata lalu melangkah pergi.
"Na-Naruto-kun, Shion-chan, maafkan kelakuan Onee-sama ya, dia memang agak kasar seperti itu", ujar Sara lalu membungkuk.
"Tidak apa-apa Sara-chan, memang kelakuan Hinata-nee-san sudah sejak dulu seperti itu, aku memakluminya", ujar Naruto.
"Arigatou Naruto-kun", ujar Sara lalu tersenyum. Naruto sedikit blushing melihat senyum manis Sara.
"I-iya, ayo segera ke kelas", ujar Naruto lalu berjalan bersama tiga gadis itu.
Di belokan koridor mereka kemudian berpisah dengan Naruko karena dia masih kelas 1, sehingga kelasnya di lorong yang berbeda. Naruto, Sara dan Shion kemudian akhirnya tiba di kelas dan segera memasukinya.
Setelah bel berbunyi, sensei segera masuk untuk memberikan pelajaran. Setelah beberapa jam belajar akhirnya bel istirahat berbunyi. Naruto yang duluan meninggalkan kelas. Sementara Sara masih duduk di bangkunya lalu Shion datang menghampirinya.
"Hei, Sara-chan, kita makan sama-sama di kantin yuk?", ajak Shion.
"Go-gomen Shion-chan, aku sudah membawa obento dari rumah", ujar Sara.
"Souka..baiklah aku ke kantin dulu ya, ayo Matsuri-chan", ujar Shion lalu pergi keluar bersama Matsuri.
Lalu Sara melihat sekeliling, kelas masih ramai karena banyak murid yang di kelas. Sara agak malu untuk makan di kelas.
"Lebih baik, aku mencari tempat yang agak sepi agar bisa makan dengan tenang", gumam Sara. Sara segera membawa obentonya lalu keluar dari kelas.
Sara kemudian ke taman belakang, tapi banyak siswa berkumpul disana. Dia harus mencari tempat lain yang lebih sepi.
"Oh iya, atap sekolah kan selalu sepi", ujar Sara. Sara segera bergegas menaiki tangga untuk menuju atap sekolah.
Sesampainya di atap sekolah dia segera melihat sekeliling.
"Sepertinya tak ada orang disini, baguslah", ujar Sara lalu mulai berjalan untuk mencari tempat yang bagus. Tapi ketika dia sampai di dekat tangki air yang berada di atas atap sekolah, alangkah kagetnya dia melihat orang yang sedang tertidur pulas di bawah tangki air itu.
"Na-Naruto-kun!", gumam Sara.
Sara kemudian mendekati Naruto yang masih tertidur pulas. Dia menatap wajah Naruto lalu tersenyum.
"Naruto-kun ternyata memang tampan sekali. Bahkan saat tidur dia terlihat tampan..", gumam Sara.
"Ehmm...", gumam Naruto yang mulai terbangun.
"Eh, gawat dia mulai bangun, aku harus segera pergi darisini!", batin Sara. Sara berbalik dan bersiap untuk beranjak pergi.
"Lho, Sara-chan?", tanya Naruto yang kini sudah terbangun dan telah duduk.
"Na-Naruto-kun..", ujar Sara sambil menolehkan kepalanya ke belakang.
"Sedang apa kau disini?", tanya Naruto.
"Ehm..ano..i-itu..a-aku Cuma ingin makan bekalku disini tapi Naruto-kun sedang ti-tidur disini aku takut menganggu, jadi lebih baik aku pergi saja...", ujar Sara gugup lalu mulai melangkah pergi.
GREBB
Naruto menahan lengan Sara tiba-tiba. Sara kaget tangannya ditahan oleh Naruto.
"Sudah tak apa-apa, kau makan saja disini. Aku tidak terganggu kok", ujar Naruto sambil nyengir.
"E-eh..i-iya..a-arigatou Naruto-kun...", ujar Sara gugup lalu berbalik menghadap Naruto.
"Duduklah disini disampingku", ujar Naruto lalu duduk dan menunjuk tempat di sampingnya.
"I-iya..Naruto-kun...", ujar Sara lalu duduk di samping Naruto.
Beberapa menit berlalu dengan keheningan. Naruto terus memandang lurus kedepan. Sementara Sara yang pemalu, canggung untuk memulai percakapan, bahkan makanannya belum disentuhnya sedikitpun.
"Aduh, bagaimana ini, aku berdua saja dengan Naruto-kun, apa yang harus dibicarakan ya?", batin Sara.
KRUUK...
"Eh?", Sara kaget mendengar suara perut Naruto yang lumayan kencang.
"Go-gomen Sara-chan", ujar Naruto sambil tersenyum.
"Na-Naruto-kun mau mencoba mencicipi obentoku? Sepertinya Naruto-kun lapar", tanya Sara.
"Ti-tidak usah Sara-chan, itukan makananmu, kau makan saja. Aku tak apa-apa", ujar Naruto.
"Tidak apa-apa Naruto-kun, aku membuat agak banyak hari ini, ayo cicipilah Naruto-kun", ujar Sara lalu menyodorkan kotak obentonya pada Naruto.
"Arigatou Sara-chan, aku jadi tidak enak. Baiklah aku makan ya, ittadakimasu", ujar Naruto lalu mengambil dengan sumpit sepotong udang goreng lalu melahapnya.
"Wah, enak sekali Sara-chan! Apa kamu yang memasaknya?", tanya Naruto.
"I-iya Naruto-kun, aku yang memasaknya", ujar Sara.
"Masakanmu enak sekali, kamu pasti akan menjadi istri yang baik", ujar Naruto lalu melahap lagi makanan buatan Sara.
"Eh? Ka-kamu tak perlu memujiku seperti itu Na-Naruto-kun, ma-masakanku masih biasa saja...", ujar Sara dengan tergagap.
"Tapi masakanmu benar-benar enak lho, laki-laki yang akan jadi suamimu kelak pasti akan bahagia setiap hari", ujar Naruto.
"A-Arigatou Naruto-kun...", ujar Sara dengan wajah memerah.
"Dan aku selalu berharap aku jadi istrimu dan kamu menjadi suamiku, Naruto-kun...", batin Sara.
"Ayo jangan Cuma aku yang makan, kamu harus makan juga Sara-chan", ujar Naruto.
"I-iya Naruto-kun", ujar Sara.
Kemudian mereka berdua makan bersama-sama obento itu. Mereka makan sambil berbincang walaupun Naruto yang sangat mendominasi percakapan dan Sara menjawab dengan gugup dan malu-malu. Naruto juga sering bercanda sehingga membuat Sara tertawa.
"Kau tahu, Sara-chan, kamu adalah sahabat wanitaku yang paling baik. Aku berharap kita bisa bersahabat selamanya", ujar Naruto.
Mendengar hal itu hati Sara merasa sedikit sakit. Tapi dia Cuma bisa tersenyum pada Naruto.
"Aku tidak ingin bersahabat denganmu selamanya Naruto-kun. Aku ingin nanti kau selalu berada disisiku sebagai pendamping hidupku...", batin Sara.
Setelah menyelesaikan makannya, Naruto mengucapkan terima kasih pada Sara lalu mereka berdua kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.
Beberapa jam pun berlalu, bel tanda pulang sekolah kini berbunyi. Para sensei segera mengakhiri pelajarannya dan murid-murid bersiap untuk pulang. Setelah sensei keluar dari kelas, murid-murid segera berhamburan keluar dari kelas.
"Naruto-kun tercinta, ayo pulang sama-sama", ujar Shion menghampiri Naruto yang masih sedang memasukkan buku-bukunya kedalam tasnya.
"Tidak Shion, aku ada urusan setelah ini, aku belum akan pulang ke rumah", ujar Naruto.
"Memangnya mau kemana? Aku ikut dong!", ujar Shion.
"Tidak boleh, lebih baik kau pulang dengan Naruko-chan saja!", ujar Naruto lalu mulai beranjak pergi.
"Naruto-kun, kamu jahat, masa' kamu meninggalkan cewekmu yang seksi ini", ujar Shion dengan pose yang dimut-imutkan.
"Kamu bukan cewekku!", ujar Naruto.
"Huh, Naruto-kun nyebelin!", ujar Shion dengan muka cemberut.
Setelah keluar dari akademi Naruto pergi ke kafe yang berada di jalan AkaNishiki. Dia kemudian masuk dan langsung dipanggil oleh seorang laki-laki bertopi dengan rambut gondrong berwarna coklat.
"Hei, Naruto, sini-sini!", panggil laki-laki itu.
"Oh iya, Hayate-senpai!", ujar Naruto lalu menghampiri laki-laki yang bernama Hayate itu.
Mereka berdua kemudian duduk di meja lalu memesan makanan.
"Sudah lama kita tidak bertemu Naruto, kamu tambah tinggi ya?", ujar Hayate.
"I-iya, sejak aku berhenti dari klub kendo aku jarang bertemu senpai. Senpai baik-baik saja?", tanya Naruto.
"Iya, aku baik-baik saja. Lalu Naruto sebenarnya aku ingin bertanya sesuatu padamu", ujar Hayate.
"Apa itu senpai?", tanya Naruto.
"Hari sabtu besok kamu lowong tidak? Kalau lowong, bagaimana kalau kita jalan-jalan bersama pacar kita. Double-date gitu, agar weekend jadi menyenangkan", ujar Hayate.
"Ta-tapi senpai sebenarnya aku..", ujar Naruto gugup.
"Tidak ada tapi-tapian, kamu harus datang, tentu laki-laki setampan dirimu sudah punya pacar bukan? Kalau begitu sampai ketemu hari sabtu. Aku harus buru-buru ke suatu tempat nih. Jaa!", ujar Hayate lalu beranjak pergi dari situ.
"Aduh, bagaimana ini, aku kan belum punya pacar", ujar Naruto lalu menggaruk –garuk kepalanya.
Naruto terus berpikir bagaimana untuk bisa menghadiri acara dari Hayate. Dia harus mencari gadis yang bisa berpura-pura jadi pacarnya nanti.
"Kalau Hinata-nee-san, dia pasti akan langsung menolak...Kalau Naruko, aku dan dia kan sangat mirip, langsung ketahuan kalau kakak-adik..Kalau Shion, jangan deh, aku takut dia bertingkah berlebihan. Oh iya Sara-chan! Dia sih agak pemalu, tapi hanya dia yang kemungkinan paling besar bisa diajak. Baiklah akan segera kutelpon dia", pikir Naruto. Naruto segera mengambil telepon genggamnya dan menelpon Sara.
Sementara Sara dirumah sedang mengerjakan PR-nya. Lalu tiba-tiba hp-nya berdering. Dia melihat nama pemanggilnya.
"Na-Naruto-kun! Ada apa dia menelponku?", gumam Sara kaget.
Sara segera mengangkat teleponnya.
"Moshi-moshi", ujar Sara.
"Halo, Sara-chan, kamu ada dimana?", tanya Naruto.
"A-aku ada dirumah, ada apa ya Naruto-kun?", tanya Sara.
"Sara-chan bolehkah aku meminta bantuanmu?", tanya Naruto.
"Bantuan untuk apa Naruto-kun?", tanya Sara.
"Ehm..ano..besok bolehkah kamu berpura-pura jadi pacarku dan jalan bersamaku? Kumohon, ada teman yang mengajakku double date dan dia tak menerima penolakkan. Kumohon untuk besok saja, aku sangat mengharapkan bantuanmu", ujar Naruto memohon.
Sara kaget mendengar permintaan Naruto itu. Dia terdiam sejenak.
"A-aku berpura-pura jadi pacar Naruto-kun?...", batin Sara. Wajah Sara mulai memerah.
"Ha-halo Sara-chan kamu masih ada disitu?", tanya Naruto.
"Eh..i-iya Naruto-kun, aku masih mendengarmu", ujar Sara.
"Bagaimana Sara-chan? kumohon saat ini hanya kamulah yang bisa kumintai tolong. Kumohon sekali ini saja ya, aku berjanji takkan menyentuhmu sembarangan", ujar Naruto.
"Ba-baiklah aku mau Naruto-kun. Aku akan membantumu semampuku", ujar Sara dengan wajah masih memerah.
"Benarkah? Hore! Arigatou Sara-chan! Kamu memang sahabatku yang paling baik!", ujar Naruto gembira.
"I-iya sama-sama Naruto-kun", ujar Sara.
"Baiklah aku akan menjemputmu pukul 11. Jangan lupa ya, sekali lagi arigatou Sara-chan!", ujar Naruto.
"Baiklah Naruto-kun", ujar Sara.
"OK , Sara-chan sampai ketemu besok!", ujar Naruto.
"I-iya, sampai ketemu besok Naruto-kun..", ujar Sara.
Naruto kemudian memutuskan sambungan teleponnya. Sara kemudian merebahkan badannya ke kasurnya dan menatap langit-langit.
"Besok aku akan berkencan dengan Naruto-kun. Ini seperti yang aku impi-impikan. Walaupun pura-pura aku tetap senang asalkan bisa bersama Naruto-kun..", ujar Sara lalu tersenyum-senyum sendiri.
CKLEK
"Woi Sara-chi, sedang apa kau? Kok senyum-senyum gaje gitu", tanya Hinata yang tiba-tiba masuk ke kamar Sara.
"Hi-Hinata-nee-sama? Bu-bukan apa-apa kok! Hahaha", ujar Sara sambil tertawa canggung.
"Pasti ada apa-apanya. Tak mungkin kamu senyum-senyum gitu tanpa sebab. Ayo bilang pada kakakmu ini", ujar Hinata.
"Tidak kok nee-sama, tidak ada apa-apa. Lalu ada perlu apa nee-sama kemari?", tanya Sara.
"Aku ingin meminjam hp-mu sebentar boleh tidak? Aku ingin mengirim e-mail pada Tenten, hp-ku lagi direparasi jadi pinjam hp-mu ya?", tanya Hinata.
"Oh iya, silahkan nee-sama", ujar Sara lalu memberikan hp-nya pada Hinata.
"Arigatou Sara-chi!", ujar Hinata lalu keluar dari kamar Sara.
Hinata kemudian segera mengetik emailnya dan mengirimkannya.
"Ya, emailnya sudah kukirim. Tapi lebih baik aku utak-atik hp Sara-chi sebentar ah. Siapa tahu ada hal-hal pentingnya yang dirahasiakan hihihihi", ujar Hinata sambil terkikik.
Hinata kemudian mengutak-atik hp Sara, lalu terakhir dia melihat daftar panggilan masuk. Dan dia melihat nama Naruto tertera paling atas.
"Narunaru menelpon Sara-chi? Aneh, tak biasanya mereka berdua telponan. Ada apa ya? Aku harus mencari tahu apa yang mereka bicarakan", ujar Hinata lalu kembali menuju kamar Sara.
Hinata kembali memasuki kamar Sara. Terlihat Sara masih berkutat dengan PR-nya.
"Sara-chi, barusan Narunaru menelponmu ya? Apa yang kalian bicarakan? Tak biasanya dia menelponmu", tanya Hinata.
"Ehm...ano...i-itu...Naruto-kun ada sedikit urusan denganku..", ujar Sara gugup.
"Urusan apa ya?", tanya Hinata penasaran.
"Ehm..a-ano...i-itu tak bisa kukatakan pada nee-sama karena Naruto-kun menyuruhku untuk tidak memberi tahu siapapun...", ujar Sara.
"Hoo begitu... si Narunaru sekarang suka main rahasia-rahasiaan ya? Baiklah aku mengerti", ujar Hinata.
"Maaf ya nee-sama", ujar Sara.
"Tidak apa-apa, arigatou sudah meminjamkan hp-mu Sara-chi", ujar Hinata lalu berbalik dan keluar dari kamar Sara.
"Hufft..untung saja aku tidak keceplosan...bisa gawat kalau nee-sama tahu tentang hal itu...", ujar Sara lega.
Besoknya pukul pukul 10.50, Sara telah siap menunggu Naruto. Dia sudah memakai baju yang cantik dan bagus lalu wajahnya dirias sedikit. Dia menatap dirinya di kaca lalu tersenyum.
"Ternyata aku ini cantik juga, tapi kenapa ya Naruto-kun tak sekalipun pernah melirikku?", batin Sara.
CKLEK
Tiba-tiba Hinata masuk ke dalam kamar Sara dan langsung merangkul Sara.
"Ada apa pagi-pagi begini kau sudah dandan? Kau mau kemana Sara-chi?", tanya Hinata.
"Hi-Hinata-nee-sama?! Ehm..ano..aku..", ujar Sara dengan gugup.
Tiba-tiba ponsel Sara berbunyi. Hinata dan Sara melihatnya, ternyata itu dari Naruto. Sara hendak mengambilnya tapi keduluan oleh Hinata. Hinata segera mengangkat teleponnya.
"Moshi-moshi", ujar Hinata.
"Halo, Sara-chan, aku sudah menunggu di depan rumahmu. Cepatlah turun ya", ujar Naruto lalu langsung memutuskan telepon.
"Sara-chi, kenapa Naruto menjemputmu? Sebenarnya kalian bedua ingin pergi kemana?", tanya Hinata.
"A-ano..nee-sama kami...", ujar Sara tergagap.
"Sebaiknya kita turun dan menemui Narunaru dibawah. Aku ingin mendengar penjelasan kalian berdua", ujar Hinata lalu mereka berdua segera turun untuk menemui Naruto.
Mereka berdua akhirnya keluar dan menemukan Naruto sedang berdiri menunggu disebelah pagar rumah.
"Ohayo Sara-chan...Hi-Hinata-nee-san?", sapa Naruto lalu kaget melihat Hinata.
"Narunaru sebenarnya kalian ini mau pergi kemana?", tanya Hinata.
"Ehm e-eto...aku sebenarnya ingin mengajak Sara-chan jalan-jalan tapi kami bersama teman-teman sekelas kami kok hahaha", ujar Naruto sambil tertawa canggung.
GREBB
"Souka...baiklah hati-hati di jalan ya. Jaga baik-baik Sara-chi, awas kalau ada apa-apa, takkan kuampuni kau!", ujar Hinata sedikit mengancam sambil mengapit leher Naruto dengan lengannya.
"Uaakh...Ba-baiklah nee-san aku mengerti. Akan kujaga Sara-chan baik-baik. Tapi tolong lepaskan aku nee-san!", ujar Naruto yang kesesakan karena lehernya diapit dengan erat. Hinata kemudian melepaskan Naruto.
"Aku pergi dulu Hinata-nee-sama", ujar Sara lalu mulai beranjak pergi bersama Naruto.
"Iya Sara-chi hati-hati di jalan", ujar Hinata.
Naruto dan Sara mulai berjalan menjauh. Hinata terus menatap mereka dari kejauhan.
"Entah kenapa melihat mereka jalan berdua, ada perasaan yang mengganjal di hatiku. Aku seperti tak rela Narunaru pergi bersama gadis lain...", batin Hinata. Hinata menatap kepergian mereka dengan tatapan sendu.
"Apa yang kaupikirkan Hinata? Mereka kan tidak hanya pergi berdua. Lebih baik santai dulu ah...", ujar Hinata lalu masuk kembali kerumah.
Sementara itu setelah berjalan dan naik bus, Naruto dan Sara kini tiba di taman bermain yang berada di pusat kota. Mereka janjian ketemu dengan Hayate di loket karcis masuk. Mereka berdua segera menuju ke loker karcis dan menemukan Hayate dan pacarnya yang berambut ungu panjang telah menunggu disitu sambil mengantri untuk mendapatkan tiket masuk.
"Konichiwa, Hayate-senpai!", sapa Naruto.
"Konichiwa Naruto!", balas Hayate.
"Senpai sudah lama menunggu kami?", tanya Naruto.
"Tidak, kami berdua baru juga sampai. Hei, jadi ini pacarmu Naruto, wah dia cantik juga", ujar Hayate.
"I-iya. Perkenalkan dirimu Sara-chan", ujar Naruto.
"Konichiwa, namaku Hyuuga Sara, senang bertemu denganmu", ujar Sara sambil membungkuk.
"Namaku Gekkou Hayate dan ini pacarku Uzaki Yugao, senang juga bertemu denganmu", ujar Hayate.
"Senang bertemu denganmu", ujar pacar Hayate, Yugao.
"Jadi kita akan bersenang-senang disini senpai?", tanya Naruto.
"Tentu saja, kita bersenang-senang!", ujar Hayate semangat.
Setelah mendapatkan karcis masuk, mereka segera memasuki area taman bermain dan melihat-lihat permainan apa yang ingin pertama dimainkan.
"Sara-chan, mainan apa yang bagus dimainkan pertama kali?", tanya Naruto.
"Te-terserah Naruto-kun saja", ujar Sara.
"Baiklah kita naik yang ringan-ringan dulu saja, bagaimana kalau komedi putar?", tanya Naruto.
"Baiklah, sepertinya bagus", ujar Sara.
"Ayo Sara-chan", ujar Naruto lalu menggenggam tangan Sara dan menariknya menuju ke tempat komedi putar.
"Aku dan Naruto-kun berpegangan tangan seperti ini? Oh Kami-sama jika ini mimpi tolong jangan bangunkan aku dari mimpi indah ini...", batin Sara. Wajah Sara mulai memerah.
Naruto dan Sara kemudian segera menaiki komedi putar itu.
"Wah, sudah lama aku tak bermain di taman bermain seperti ini. Ini sungguh menyenangkan! Iya kan Sara-chan?", tanya Naruto sambil nyengir.
"I-iya, ini menyenangkan", ujar Sara.
"Ayo bersenang-senang!", ujar Naruto semangat.
Lalu setelah itu Naruto dan Sara juga Hayate dan Yugao bersama-sama mencoba permainan-permainan lain, semua menikmati permainan itu dan semua terlihat senang. Terutama Sara, walaupun Cuma pura-pura, bisa berkencan dengan Naruto adalah hal yang dimpi-impikannya selama ini.
Tak terasa hari mulai sore, matahari mulai terbenam. Naruto dan Sara sedang duduk untuk beristirahat di bangku taman.
"Wah, tak kusangka permainan-permainan itu begitu menguras tenaga. Tapi tetap hari ini menyenangkan!", ujar Naruto.
"I-iya, Naruto-kun, menyenangkan", ujar Sara.
"Hei, Sara-chan bagaimana kalau kita naik bianglala sebelum pulang? Pemandangan sunset dari bianglala keren lho", tanya Naruto.
"Ba-baiklah, kupikir itu ide yang bagus", ujar Sara.
"Ok, ayo kita naik bianglala!", ujar Naruto dan mereka berdua segera pergi untuk menaiki bianglala.
Sementara itu didekat situ ada dua gadis yang sedang mengamati Naruto dan Sara secara sembunyi-sembunyi. Tapi mereka di tempat yang berbeda. Mereka bersembunyi di balik semak-semak, tapi tanpa sadar tubuh mereka semakin mendekat dan mereka berdua saling bersenggolan.
"Aduh ittai, siapa sih yang menyenggolku?"
"Auw, sakit nih pantatku!"
"Lho, Hinata-senpai!?"
"Ecchi-onna?!"
"Sedang apa kau disini!?", tanya mereka berdua bersamaan.
"A-aku tentu saja mengikuti dan mengawasi my lovely Naruto-kun, aku tak rela dia nanti cumbu-cumbuan sama Sara! Lalu Hinata-senpai ngapain disini?", tanya Shion.
"Ng, a-ano...aku...", ujar Hinata gugup.
"Wah, mereka mulai jauh, ayo kejar!", ujar Shion. Hinata lalu menyusul mengejar.
Kini Naruto dan Sara telah menaiki bianglala, tapi sebelum itu Naruto membeli es krim. Naruto meminumnya dengan lahap sehingga tidak sadar es krim itu belepotan di sekitar bibirnya.
"A-ano..Naruto-kun..i-itu..wajahmu belepotan dengan es krim", ujar Sara.
"Oh, benarkah? waduh aku ngak bawa saputangan lagi", ujar Naruto kebingungan.
"I-ini, pakai saja punyaku", ujar Sara lalu menyodorkan saputangan berwarna merah muda miliknya pada Naruto.
"Arigatou, Sara-chan, kamu benar-benar baik!", ujar Naruto sambil tersenyum.
"I-iya, sama-sama Naruto-kun", ujar Sara.
Mereka berdua kini telah berada di bagian puncak bianglala sehingga terlihat pemandangan sunset yang indah karena kebetulan taman bermain itu berada di dekat pantai.
"Wah, sunsetnya benar-benar indah Sara-chan! Aku beruntung bisa melihat hal seperti ini!", ujar Naruto terkagum-kagum.
"Iya, sunsetnya benar-benar indah", ujar Sara.
Tiba-tiba terjadi guncangan di bianglala itu, sehingga Naruto dan Sara kehilangan keseimbangan lalu Naruto menindih tubuh Sara dan tak sengaja mencium bibir Sara. Sara kaget dengan yang terjadi dan wajahnya mulai memerah begitu juga Naruto. Setelah itu Naruto segera bangkit dan sedikit menjauh dari Sara.
"Go-gomenasai, Sara-chan, itu tadi kecelakaan, aku tak bermaksud menciummu, ini gara-gara guncangan tadi", ujar Naruto masih dengan muka memerah.
"I-iya aku mengerti Naruto-kun. Tak apa-apa", ujar Sara malu-malu sambil blushing.
"Naruto-kun menciumku, oh Kami-sama, aku benar-benar beruntung hari ini!", batin Sara. Sara kemudian tersenyum.
Tak lama kemudian mereka turun dari bianglala dan bergegas untuk pulang tapi saat mereka melewati taman bunga seperti ada keributan disitu. Orang-orang berkerumun seperti melihat sesuatu.
"Ada apa ya itu Sara, ayo kita lihat dulu", ujar Naruto lalu mereka berdua segera menuju kerumunan itu.
Saat mereka melihat ternyata terjadi perkelahian disana. Dua orang pria yang terlihat garang sedang menghajar beberapa orang.
"Hei, bukankah itu anak-anak dari kelas 2-B akademi kita?", tanya Naruto.
"Iya dan mereka bertarung dengan dua anak dari Black Night yang menyerang kita waktu lalu!", ujar Sara.
"Hei kalian!", ujar Naruto. Kedua murid dari Black Night Academy itu kemudian menoleh pada Naruto.
"Kau! bukankah murid lemah yang melawan Sasuke-sama waktu lalu?! beraninya kau menunjukkan diri pada kami?! Kau cari mati ya!", ujar Suigetsu.
"Kenapa kalian selalu cari gara-gara dengan murid sekolah kami?!", tanya Naruto.
"Kami hanya ingin menghajar orang-orang lemah. Orang lemah tak pantas menjadi knight untuk Knight's Territory!", ujar Suigetsu.
"Kau benar-benar kurang ajar! Aku pasti akan mengalahkanmu!", ujar Naruto.
"Kalau begitu sini majulah!", ujar Suigetsu.
"Kuhajar kau brengsek!", ujar Naruto lalu maju menyerang dengan pedang kayunya.
TRANG
Suigetsu menangkis serangan Naruto dengan pedang besar miliknya. Mereka berdua pun bertarung. Sementara Juugo akan mulai menyerang anak kelas dua yang masih sadar tapi Sara menghalanginya.
"Minggir kau gadis kecil! Biarkan aku menghajar mereka!", ujar Juugo.
"Takkan kubiarkan, ayo akan kulawan kau!", ujar Sara lalu dari gulungan miliknya mengeluarkan katananya.
"Hohoho, kau berani menantangku, kau akan mati gadis bodoh!", ujar Juugo lalu mulai menyerang Sara.
HYUUGA STYLE: HOSHI NO SLASH!
Tubuh Juugo tersayat-sayat di bagian dada. Tapi Juugo masih bisa berdiri dan mulai menyerang Sara lagi.
"Kau lumayan juga, tapi kau takkan menang dariku!", ujar Juugo lalu menyerang Sara lagi.
Bagaimana kelanjutan pertarungan mereka? Silahkan lihat kelanjutannya di chapter depan!
To Be Continued...
Yosh! Chapter 2 update! Disini di chapter 2, author akan menceritakan bagaimana hubungan Naruto dengan Sara. Sara adalah adik angkat dari Hinata, yang diangkat oleh klan Hyuuga saat dia masih berumur 5 tahun. Sara adalah cewek yang pemalu dan sangat sopan. Dia menyukai Naruto sejak kecil karena Naruto sangat baik dan perhatian padanya. Sara adalah pengguna katana yang hebat dari klan Hyuuga.
Oh iya, nanti sesudah ini, author akan membahas satu-persatu cewek-cewek yang menyukai Naruto, mungkin selanjutnya Shion dan dua orang lain masih misterius jadi tunggu aja...
Balas review dulu:
Guest: Ok! Thx buat RnR!
Kazehaya Sakazuki: OK! Thx buat RnR!
Anggraxi: memang Naruto disini pertamanya lemah karena dia tak terlalu hebat dalam kekuatan fisik dan lebih mengandalkan kecerdasannya. Tapi seiring pengalamannya bertarung dia akan semakin kuat. Thx buat RnR!
Bohdong palacio: Arigatou. Thx buat RnR!
Uzumaki zhufar: Arigatou. Ok! Thx buat RnR!
Naruhine-chan: Arigatou. Sebenarnya saya juga berencana membuat Naruto mempunyai kekuatan khusus. OK! Thx buat RnR!
Nhl's: Maksudnya, selama ini Sasuke-lah yang menjadi otak penyerangan pada murid-murid White Knight. Naruto berniat menyadarkan Sasuke bahwa yang dia lakukan itu salah dan membuat White Knight dan Black Knight menjadi damai. Thx buat RnR!
Guest: Arigatou! Ok! Thx buat RnR!
DarkYami Kugamawa: Ok! Thx buat RnR!
Blue-senpai: OK! Thx buat RNR!
Uzumaki-Namikaze Serizawa: Arigatou! Ok! Thx buat Rnr!
Natsumi-chan: Arigatou! OK! Thx buat Rnr!
SHERINARU: Ya, saya sengaja bikin Hinata lebih tua untuk memberikan kesan yang berbeda dari fic-fic lain. Hinata disini sangat kuat jadi takkan mudah dikalahkan. Ok! Thx buat RnR!
Kazuki-sama: Ok! Thx buat RnR!
Khf16: Bukan season 3 sih, tapi nanti endingnya akan berhubungan dengan cerita samurai force dan sora kaizoku. Ok! Thx buat RnR!
Bunshin Anugrah ET: Arigatou. Iya begitulah. Saya rencana bikinnya begitu tapi nanti lihat perkembangan ceritanya. Ok! Thx buat rnr!
Arrobeys likeuzhyu: ok! Thx buat RnR!
AF Namikaze: Ok! Mungkin seperti itu. Thx buat RnR!
Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda sedikit terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa memberi jejak berupa review ya?
REVIEW PLEASE?
ARIGATOU GOZAIMASHITA!
