WHITE KNIGHT ACADEMY
Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto
Genre : Romance dengan sedikit Fighting
Pair : Naruto X Hinata
Warning: OOC, AU, SmartNaru & StrongHina
Summary : Disebuah dimensi yang bernama Knight's Territory terdapat sebuah akademi bernama White Knight Academy. Sekolah ini adalah HighSchool yang mengajarkan pelajaran dan ilmu beladiri. Terdapat murid bernama Uzumaki Naruto yang terkenal karena kecerdasannya dan pembuat strategi bertarung yang jitu. Dia menyukai gadis bernama Hinata tapi Hinata selalu menolaknya. Apakah Naruto akhirnya bisa menaklukan hati Hinata dan bagaimana dia menghadapi 4 gadis yang tergila-gila padanya?
Chapter 3 – Melawan Duo Mengerikan, Suigetsu dan Juugo
"Kenapa kalian selalu cari gara-gara dengan murid sekolah kami?!", tanya Naruto.
"Kami hanya ingin menghajar orang-orang lemah. Orang lemah tak pantas menjadi knight untuk Knight's Territory!", ujar Suigetsu.
"Kau benar-benar kurang ajar! Aku pasti akan mengalahkanmu!", ujar Naruto.
"Kalau begitu sini majulah!", ujar Suigetsu.
"Kuhajar kau brengsek!", ujar Naruto lalu maju menyerang dengan pedang kayunya.
TRANG
Suigetsu menangkis serangan Naruto dengan pedang besar miliknya. Mereka berdua pun bertarung. Sementara Juugo akan mulai menyerang anak kelas dua yang masih sadar tapi Sara menghalanginya.
"Minggir kau gadis kecil! Biarkan aku menghajar mereka!", ujar Juugo.
"Takkan kubiarkan, ayo akan kulawan kau!", ujar Sara lalu dari gulungan miliknya mengeluarkan katananya.
"Hohoho, kau berani menantangku, kau akan mati gadis bodoh!", ujar Juugo lalu mulai menyerang Sara.
HYUUGA STYLE: HOSHI NO SLASH!
Tubuh Juugo tersayat-sayat di bagian dada. Tapi Juugo masih bisa berdiri dan mulai menyerang Sara lagi.
"Kau lumayan juga, tapi kau takkan menang dariku!", ujar Juugo lalu menyerang Sara lagi.
"Rasakan ini, ARMORED PUNCH!", ujar Juugo lalu melancarkan pukulan dengan tangannya yang memiliki armor. Tapi Sara dapat menghindarinya lalu berusaha menyayat Juugo lagi. Mereka berdua lalu terus bertarung dengan sengit. Sara mengeluarkan teknik-teknik andalannya.
"HYUUGA STYLE: TORA NO SLASH!"
Sayatan dengan energi berbentuk cakar macan kini melucur dengan cepat ke arah Juugo. Juugo menangkisnya dengan tangannya tapi tangan Juugo tersayat-sayat. Juugo agak merintih menahan sakit.
"Souka...aku mengerti, ternyata kau berasal dari klan Hyuuga, teknik-teknik itu berasal dari klan Hyuuga", ujar Juugo.
"Kau benar, namaku Hyuuga Sara, anak kedua dari Hyuuga Hiashi pemimpin klan Hyuuga sekaligus pemilik White Knight Academy", ujar Sara.
"Oh, begitu, pantas saja kekuatanmu tak bisa diremehkan. Saatnya aku mulai serius melawanmu!", ujar Juugo lalu maju menyerang lagi.
Sementara Suigetsu dan Naruto terus bertarung. Tapi karena kekuatan fisik Naruto yang tergolong lemah, Naruto mulai kewalahan menghadapi Suigetsu. Suigetsu terus menyerang Naruto bertubi-tubi. Naruto terus menghindar tapi karena sedikit lengah, Naruto kini terpental terkena serangan Suigetsu.
"Uaakh..."Naruto terpental dan tersungkur di tanah.
"Hahaha, baka, kau memang lemah! Kau takkan mampu mengalahkanku!", ujar Suigetsu dengan pandangan meremehkan.
"Sialan, aku takkan menyerah semudah itu", ujar Naruto sambil merintih.
"Dasar lemah, jangan bermimpi kau bisa mengalahkan Sasuke-sama! Dengan kemampuanmu seperti ini, 1 menit kau akan langsung diremukkan oleh kekuatan Sasuke-sama!", ujar Suigetsu.
"Ukkhhh", rintih Naruto.
"Baiklah, akan segera kuakhiri ini! Mati kau!", ujar Suigetsu lalu maju dan bersiap menebas Naruto.
"HYUUGA STYLE: HOSHI DESTROYER!
BUAAKH
"Uaaakh!", Suigetsu terlempar terkena serangan tiba-tiba yang dahsyat itu. Lalu muncullah sesosok gadis membelakangi Naruto.
"Hi-Hinata-nee-san!", ujar Naruto kaget.
"Untung aku sempat. Kau membuatku khawatir, Narunaru", ujar Hinata lalu membantu Naruto berdiri.
"A-Arigatou nee-san!", ujar Naruto.
"Sialan, siapa yang memukulku tadi!?", ujar Suigetsu geram.
"Itu aku. Memangnya kenapa?", tanya Hinata.
"Kau! Beraninya seorang gadis memukulku seperti ini?! Kau takkan kumaafkan!", ujar Suigetsu lalu mulai menyerang dengan pedangnya.
HYUUGA STYLE: EARTH DESTROYER!
BUAAKH...
"UAAAKKH" Suigetsu terpental sangat jauh. Serangan Hinata itu membuat tanah disekitar jadi terbelah dan hancur.
"Sugoi..nee-san memang benar-benar kuat...", gumam Naruto terperangah melihat kekuatan Hinata.
"Cih, orang lemah berharap bisa mengalahkanku? Itu mustahil", ujar Hinata.
Sementara itu Sara masih melawan Juugo. Juugo terus melancarkan pukulan-pukulan mautnya kepada Sara. Sara dapat menghindar dan membalas serangan dengan sayatan pedangnya. Juugo kemudian menggunakan tekniknya lagi.
"ARMORED PUNCH!"
"HYUUGA STYLE: HOSHI NO SLASH!"
Kedua serangan itu bertabrakan sehingga menghasilkan ledakan yang cukup besar. Tapi tak disangka Juugo muncul tiba-tiba di hadapan Sara dan bersiap memukul Sara.
"Mati kau Gadis Kecil!", ujar Juugo bersiap melayangkan pukulannya pada Sara.
"SUZAKU FIRE ARROW!"
JRASH...JRASH...JRASH...
"UAAKKHH", Juugo terpental dan tubuhnya tertancap panah-panah dengan kobaran api.
Sara kaget dan kemudian menoleh kebelakang.
"Shion-chan!", ujar Sara.
"Untung saja aku sempat", ujar Shion yang sedang memegang busurnya.
Mereka berempat kini berkumpul.
"Untung saja ada nee-san tadi, aku hampir saja mati", ujar Naruto.
"Makanya Narunaru, kamu harus lebih banyak latihan bertarung", ujar Hinata.
"I-iya, aku mengerti nee-san. Tapi nee-san dan Shion kok bisa ada disini?", tanya Naruto.
"Eh...ah...i-itu...", ujar Hinata gugup.
"Tentu saja untuk mengawasimu Naruto-kun. Aku tak mau kau cumbu-cumbuan sama Sara-chan. Kamu hanya boleh bercumbu denganku", ujar Shion manja lalu menggandeng lengan Naruto.
"Si-siapa yang cumbu-cumbuan? kami hanya jalan-jalan biasa kok!", ujar Naruto.
"Tapi Naruto, kaubilang kalian pergi bersama dengan teman-teman kalian, mana mereka?", tanya Hinata.
"A-ah i-itu..", ujar Naruto sambil garuk-garuk kepala.
"BRENGSEK KALIAN!"
Naruto dkk kaget mendengar umpatan itu. Ternyata Juugo dan Suigetsu masih bisa bangkit. Kini mereka berdua mengeluarkan aura-aura aneh dari tubuh mereka.
"Kalian pikir bisa semudah itu mengalahkan kami! Kalianlah yang akan kami habisi!", ujar Suigetsu geram.
"Bersiaplah untuk mati!", ujar Juugo.
"Mereka terlihat aneh, kekuatan mereka meningkat secara drastis", ujar Naruto.
"Baiklah Narunaru, karena kita sekarang sudah berada di tim, bagaimana kalau kau menunjukkan kemampuanmu dalam mengatur strategi bertarung?", tanya Hinata.
"Iya Naru-kun sayang, kamu kan hebat dalam strategi bertarung. Buktinya karena strategi bertarungmu, kelas 1-B, kelas kita dulu bisa menang melawan kelas-kelas lainnya", ujar Shion.
"Baiklah, aku kan mencobanya!", ujar Naruto.
"Mati kalian bodoh!", ujar Suigetsu. Suigetsu dan Juugo kembali menyerang.
"Sara-chan, kamu menghadapi Suigetsu karena kalian sama-sama menggunakan pedang. Nee-san menghadapi Juugo karena sama-sama menggunakan kekuatan pukulan. Sementara Shion dibelakang untuk serangan backup dengan panah", ujar Naruto.
"Baiklah, ayo maju Sara-chi!", ujar Hinata.
"Iya, nee-sama!", ujar Sara. Hinata dan Sara maju untuk menghadapi lawan masing-masing.
Pertarungan berlangsung sengit. Naruto terus mengamati pergerakan musuh untuk menganalisis cara bertarung mereka.
"Suigetsu menyerang secara membabi buta dengan pedangnya, lebih baik Sara-chan menghindar dengan cepat lalu menyerangnya balik secara cepat dan mendadak!", ujar Naruto pada Sara.
"Baik aku mengerti Naruto-kun!", ujar Sara. Sara lalu menghindari serangan-serangan Suigetsu dengan cepat lalu menyerang balik dengan sangat cepat. Suigetsu mulai kewalahan menyerang dan mulai lengah sehingga Sara dapat memberikan beberapa sayatan ditubuh Suigetsu.
"Nee-san, Juugo adalah tipe penyerang dengan menggunakan armor ditangannya itu. Lebih baik nee-san segera menghancurkan armornya atau menyerang bagian-bagian vital tubuhnya. Sebaiknya menyerang kepala atau bagian dadanya!", ujar Naruto pada Hinata.
"Baiklah, akan kulakukan!", ujar Hinata. Hinata kemudian menyerang Juugo secara bertubi-tubi. Juugo dapat menangkisnya dengan armornya. Tapi Hinata menyerang dengan kekuatan ekstra di armornya hingga armor Juugo mulai retak. Lalu Hinata segera menggunakan tekniknya.
"HYUUGA STYLE: HOSHI DESTROYER!"
Serangan mematikan itu terkena di bagian dada Juugo. Juugo terpental cukup jauh tapi Hinata segera berlari untuk melanjutkan serangannya.
"HYUUGA STYLE: EARTH DESTROYER!"
"UAAAKH!", Juugo mengeluarkan banyak darah.
Serangan Hinata masih berlanjut. Dan ini serangan pamungkasnya!
"HYUUGA STYLE: JUUKENHOU!"
BUAAAKHH...
Juugo terpental dan membentur dinding hingga dinding disitu hancur. Juugo mengeluarkan banyak darah dan langsung tak sadarkan diri. Tanah-tanah disekitar situ hancur berantakan. Banyak orang yang telah lari dan keluar dari tempat bermain itu. Hinata tersenyum puas karena berhasil mengalahkan lawannya.
"Cih, lawan yang masih payah", ujar Hinata lalu berbalik.
Sementara Sara masih bertarung dengan sengit dengan Suigetsu. Sara terus menghindari serangan membabi buta Suigetsu dan menyerang secara mendadak dengan cepat.
"WATERWAVE SLASH!", ujar Suigetsu. Serangan pedang dengan air meluncur dengan cepat ke arah Sara. Sara dapat menghindarinya lalu melancarkan serangan balik.
"HYUUGA STYLE: FIRE DRAGON SLASH!"
Sayatan dengan kobaran api naga kini meluncur dengan cepat ke arah Suigetsu. Suigetsu berusaha menahan serangan itu dengan pedangnya tapi pedangnya tak dapat menahan serangan itu dan patah. Suigetsu pun terkena serangan itu dan tersayat hingga terpental. Suigetsu tak sadarkan diri.
"Akhirnya aku bisa mengalahkannya", ujar Sara lalu menyarungkan pedangnya.
Saat Sara dan Hinata kembali untuk menemui Naruto alangkah terkejutnya mereka melihat pemandangan di hadapan mereka ini.
"Narunaru, Ecchi-onna!", ujar Hinata kaget.
"Naruto-kun! Shion-chan!", ujar Sara kaget.
Kini dua ekor ular hitam besar sedang melilit tubuh Naruto dan Shion. Naruto dan Shion telah tak sadarkan diri. Tapi ular itu memiliki tubuh yang aneh. Tubuhnya seperti cair dan seperti tinta hitam. Lalu muncullah sesosok lelaki berambut hitam dengan senyuman khasnya.
"Kau! Si pelukis ekstrim! Apa yang kau lakukan pada mereka berdua?! Cepat lepaskan mereka!", ujar Hinata geram.
"Dewi perang, Hyuuga Hinata jangan marah-marah begitu dong santai saja. Aku tak bermaksud menyakiti mereka berdua", ujar Sai.
"Brengsek, apa maumu?!", tanya Hinata.
"Aku Cuma ingin mengatakan selamat karena kalian telah berhasil mengalahkan duo mengerikan itu. Kalian benar-benar hebat!", ujar Sai masih dengan senyum.
"Kau datang Cuma mengatakan hal ini. Jangan bercanda! Ayo cepat lepaskan mereka!", ujar Hinata.
"Baiklah, tapi sebagai hadiah perpisahan aku sudah menginjeksi racun pada kedua orang ini. Racun ini menyebar dengan sangat cepat lho, jadi kalian harus menemukan penawarnya secepatnya. Jika sampai terlambat ya... Mereka akan mati...", ujar Sai.
"Sialan kau! Kubunuh kau!", ujar Hinata lalu maju menyerang Sai.
Sai dapat menghindari serangan Hinata dengan melompat ke atas.
"Semoga kalian beruntung! JAA!", ujar Sai lalu menghilang dibalik tinta-tintanya.
"Brengsek! Kau benar-benar brengsek! Aku pasti akan menghabisimu nanti!", ujar Hinata.
"Naruto-kun, Shion-chan", ujar Sara lalu menghampiri Naruto dan Shion setelah ular itu meleleh menjadi tinta lagi.
"Mereka harus segera dibawa ke rumah sakit. Ayo cepat Sara-chi!", ujar Hinata. Hinata kemudian menggendong Naruto lalu Sara menggendong Shion.
Hinata dan Sara segera berlari dengan cepat menuju rumah sakit. Untung saja rumah sakit tak jauh darisitu. Naruto dan Shion segera dimasukan ke IGD dan langsung diperiksa. Hinata dan Sara menunggu diluar.
"Semoga, Naruto-kun dan Shion-chan bisa tertolong", ujar Sara lalu berdoa.
"Narunaru...", gumam Hinata.
Sara segera menelpon Naruko untuk memberitahu keadaan kakaknya. Juga menelpon kakak Shion, Taruho. Mereka berdua pun segera datang untuk melihat.
"Ja-jadi bagaimana keadaan Naruto-nii-chan?", tanya Naruko.
"Di-dia masih dalam keadaan kritis. Dokter sedang berusaha mengeluarkan racunnya dan membuat penawarnya", ujar Sara.
"Semoga saja nii-chan tidak apa-apa..", ujar Naruko berharap.
"Shion-chan semoga kau tak apa-apa..", ujar Taruho.
Setelah operasi dilakukan selama tiga jam, akhirnya dokter keluar dari ruang operasi. Hinata dkk segera menanyakan pada dokter.
"Ja-jadi bagaimana keadaan Naruto dan Shion, dokter?", tanya Hinata.
"Mereka berhasil kami selamatkan. Memang racun yang diberikan sangat banyak dan sangat susah membuat penawarnya tapi karena kerja keras kami akhirnya mereka bisa diselamatkan", ujar dokter.
"Benarkah? Arigatou dokter!", ujar Hinata. Hinata menghembuskan napas lega.
"Syukurlah Naruto-kun dan Shion-chan selamat", ujar Sara lega. Naruko dan Taruho juga menghembuskan napas lega.
"Kami akan segera memindahkan mereka berdua di kamar perawatan. Setelah mereka dipindahkan, kalian sudah bisa menjenguk mereka", ujar dokter.
"Baiklah, arigatou dokter", ujar Hinata lalu membungkuk.
Naruto dan Shion segera dipindahkan di kamar perawatan. Kini Hinata dan Sara sedang berada di kamar Naruto. Naruto masih tak sadarkan diri. Hinata dan Sara memandanginya dengan sendu.
"Nee-sama, aku akan melihat Shion-chan sebentar disebelah ya?", ujar Sara.
"Oh iya, aku akan menjaga Narunaru disini", ujar Hinata yang duduk di bangku sebelah kasur Naruto.
Sara pun keluar dari kamar inap Naruto dan menuju ke kamar Shion disebelah kamar Naruto. Hinata kemudian terus memandangi Naruto.
"Narunaru, gomenasai, tadi aku tidak dapat melindungimu...Aku benar-benar nee-san yang buruk. Seharusnya kakak yang baik harus dapat menjaga adiknya dengan baik...", ujar Hinata sambil menggenggam tangan Naruto.
"Aku benar-benar minta maaf Narunaru...aku pasti akan menghajar Sai untukmu..", ujar Hinata lagi dengan menatap Naruto intens.
"Cepatlah sembuh ya Narunaru...aku mencintaimu...", ujar Hinata lalu mencium dahi Naruto.
Sementara itu ternyata dibalik pintu Sara melihat Hinata mencium dahi Naruto. Sara kaget melihat hal tersebut.
"Hi-Hinata-nee-sama mencium dahi Naruto-kun?", gumam Sara.
Hinata kemudian mengelus-elus rambut Naruto dengan lembut dengan tangan kanannya. Lalu tangan kirinya menggenggam tangan kiri Naruto dengan erat. Hinata menatap Naruto dengan penuh kasih sayang.
"Pa-pandangan itu, aku belum pernah melihat nee-sama memandang Naruto-kun seperti itu...Apa memang nee-sama juga menyukai Naruto-kun?", batin Sara.
"Ta-tapi kan Hinata-nee-sama kan selalu menolak cinta Naruto-kun. Tak mungkinlah dia menyukai Naruto-kun...", batin Sara.
"Nee-sama?", tanya Sara yang kini memasuki kamar Naruto. Hinata segera melepaskan tangannya dari Naruto.
"Oh, hai Sara-chi, kau sudah melihat keadaan Ecchi-onna?", tanya Hinata dengan senyum gugup.
"Iya, dia juga tampaknya sudah baikan tapi belum juga sadarkan diri seperti Naruto-kun", ujar Sara.
"Souka...nanti aku juga akan melihatnya, tapi ini kan sudah larut malam ayo kita pulang Sara-chi", ujar Hinata lalu bangkit dari duduknya.
"Oh, i-iya nee-sama", ujar Sara.
Hinata kemudian menatap Naruto sebentar lalu tersenyum.
"Semoga kamu lekas sembuh Narunaru...",batin Hinata. Hinata dan Sara kemudian beranjak keluar dari kamar Naruto.
Mereka kemudian keluar lalu bertemu Naruko.
"Oh Hinata-senpai, Sara-senpai, sudah mau pulang ya?", tanya Naruko.
"Oh iya, Naru-chi, kami sudah mau pulang. Sudah larut malam, Otou-sama pasti sudah khawatir", ujar Hinata.
"Baiklah, Arigatou sudah menolong onii-chanku. Tanpa ada kalian yang membawanya ke rumah sakit pasti dia takkan tertolong", ujar Naruko.
"Tak apa-apa Naru-chi, aku ini kan kakaknya juga, jadi aku harus selalu menolong adikku. Baiklah kami pergi dulu ya. Jaa!", ujar Hinata.
"Jaa, Naruko-chan", ujar Sara.
"Jaa", ujar Naruko lalu memasuki kamar Naruto. Sara dan Hinata segera berjalan untuk keluar dari rumah sakit.
Hinata dan Sara akhirnya sampai dirumah. Kedatangan mereka langsung disambut oleh para pelayan. Klan Hyuuga merupakan salah satu klan terkaya dan berkuasa di Knight's Territory jadi mereka memiliki banyak pelayan dan pengawal. Bahkan Hyuuga Hiashi, ayah dari Hinata, Sara dan Hanabi merupakan pemimpin klan dan pemilik White Knight Academy.
Kemudian muncullah seorang gadis remaja berambut coklat panjang menghampiri mereka berdua.
"Tadaima", ujar Hinata dan Sara.
"Okaeri, Hinata-nee-sama dan kakakku yang anak pungut...", ujar Hanabi.
"Hanabi-chan sudah kubilang jangan berkata kasar seperti itu pada Sara-chi!", ujar Hinata dengan tegas.
"Tapi itu kan memang kenyataannya, dia Cuma anak pungut. Dia bukan kakak kandungku hanya Hinata-nee-sama-lah kakak kandungku!", ujar Hanabi.
"Kau ini benar-benar tidak sopan ya?!", ujar Hinata geram.
"Su-sudah nee-sama, aku tak apa-apa. Jangan memarahi Hanabi-chan", ujar Sara.
"Aku tak butuh pembelaanmu, anak pungut! Aku selalu membencimu! Lebih baik kau tidak ada di keluarga ini!", ujar Hanabi kasar.
PLAKK
Hinata menampar Hanabi dengan keras. Hanabi kaget mendapat tamparan dari Hinata.
"Sudah kubilang jangan berkata seperti itu pada Sara-chi! Biarpun begitu dia ini tetap kakakmu Hanabi!", ujar Hinata geram.
"Nee-sama jahat! Kamu selalu hanya membela anak pungut ini! Kamu tak pernah menyayangiku!", ujar Hanabi lalu lari kekamarnya sambil meneteskan airmata.
"Anak itu...", ujar Hinata frustasi.
"Sudahlah, nee-sama, tak apa-apa. Aku ini tahu, aku ini Cuma anak yang diangkat oleh klan Hyuuga. Aku mengerti kenapa Hanabi-chan tak bisa menerimaku sebagai kakak", ujar Sara dengan raut wajah sendu.
"Tapi biarpun begitu, kita ini tetap kakak-adik. Sejak kau diangkat menjadi anak oleh Otou-sama dan Okaa-sama, kau sudah menjadi bagian dari keluarga Hyuuga. Kau bukanlah orang lain lagi. Hanabi harus menerimamu dan menghormatimu sebagai kakaknya", ujar Hinata.
"Hinata-nee-sama...", gumam Sara
"Biarpun kau bukan adik kandungku, aku selalu menyayangimu Sara-chi..", ujar Hinata.
"Hinata-nee-sama...aku juga selalu menyayangimu...", ujar Sara lalu memeluk Hinata.
Hinata kemudian mengelus-ngelus rambut Sara dan Sara menangis terisak di bahu Hinata.
Sungguh hubungan persaudaraan yang baik. Biarpun bukan saudara kandung tapi saling menyayangi.
Besoknya sepulang sekolah Sara dan Hinata kembali menjenguk Naruto. Naruto senang akan kedatangan mereka terutama kedatangan Hinata, gadis yang sangat dicintainya.
"Bagaimana Narunaru, keadaanmu? Sudah baikan?", tanya Hinata.
"Iya nee-san aku sudah baikan. Arigatou nee-san sudah menolongku kemarin", ujar Naruto lalu tersenyum.
"Hehehe, berarti aku sudah bisa menjadikanmu mainan bertarungku lagi, bersiaplah untuk dihajar Narunaru", ujar Hinata lalu bercanda dengan menonjok-nonjok lengan Naruto.
"Ah, nee-san kamu kejam, masa' aku baru sembuh langsung dihajar?", ujar Naruto sambil memanyunkan bibirnya.
"Kamu kan adikku yang baik, makanya kamu harus bisa memuaskan hasrat bertarungku", ujar Hinata.
"Kau ini Nee-san, benar-benar!", ujar Naruto ketus.
Naruto dan Hinata terus berbincang dan bercanda. Tapi terlihat tatapan Hinata pada Naruto sudah berbeda. Hinata terus menatap Naruto dengan tatapan yang lain dari biasanya. Sara menyadari hal itu dan membuatnya sedikit sakit hati.
"Sudah kuduga, tampaknya nee-sama mulai menyukai Naruto...", batin Sara. Sara kemudian tertunduk lesu lalu keluar dari kamar Naruto. Membiarkan Naruto dan Hinata terus bercanda dan berbincang berdua.
Sara kemudian menyandarkan diri di tembok sambil menatap langit-langit.
"Apa aku bisa mendapatkan Naruto-kun jika nee-sama juga menyukainya?", gumam Sara. Sara melihat langit-langit dengan tatapan sendu.
Sementara itu di Black Knight Academy...
"Bagaimana Sai, Juugo dan Suigetsu berhasil menghajar orang-orang itu?", tanya Sasuke.
"Suigetsu dan Juugo berhasil mengalahkan beberapa orang tapi mereka berhasil dikalahkan dan dihabisi", ujar Sai.
"Souka..Siapa yang berhasil mengalahkan mereka?", tanya Sasuke.
"Mereka adalah Hyuuga bersaudara, Hinata dan Sara. Juga terlibat di pertarungan itu ada Uzumaki Naruto dan Miko Shion", ujar Sai.
"Hyuuga ya? Aku tahu mereka berdua memang kuat", ujar Sasuke.
"Tapi sebelum aku pergi, aku sempat memberikan racun untuk Naruto dan Shion, tapi untuk racun seperti itu pasti sudah berhasil diobati. Aku sengaja melakukan itu hanya untuk menggertak saja", ujar Sai.
"Yah baguslah Sai, kau membuat mereka sedikit menderita. Tapi kalau duo mengerikan itu sudah kalah maka kita harus mengutus mereka saja", ujar Sasuke.
"Maksud Sasuke-sama?", tanya Sai.
"Aku akan segera mengutus Goninshuu untuk menyerang murid-murid White Knight Academy. Mereka pasti akan membabat habis White Knight", ujar Sasuke.
"Ide bagus Sasuke-sama", ujar Sai lalu tersenyum.
"Kalian akan hancur secara perlahan sebelum pertandingan terakhir dimulai White Knight Academy! Hahahaha!", ujar Sasuke lalu tertawa mengerikan.
To be Continued...
Yosh chapter 3 update! Disini Hinata dan Sara melawan Juugo dan Suigetsu. Mereka menunjukkan kekuatan mereka sebagai anggota klan Hyuuga. Klan yang terkuat di Knight's Territory. Akhirnya mereka berhasil mengalahkan duo mengerikan itu tapi Naruto dan Shion diracuni oleh Sai. Tapi untungnya mereka berdua selamat. Disini juga muncul karakter Hanabi yang agak angkuh dan sombong. Dan sepertinya Hinata mulai menunjukkan rasa cintanya pada Naruto. Bagaimana kelanjutannya? Tunggu aja ya!
Chapter berikutnya saya akan membahas mengenai hubungan Naruto dan Shion tapi tentu saja main pairnya tetap NaruHina.
Balas Review dulu:
Namikaze Sholkan: Ok! Thx buat RnR!
Yondaime Namikaze Fadil: Ok! Thx buat RnR!
Anggraxi: Masih misteri, tunggu aja kelanjutannya...Thx buat RnR!
Kazehaya Sakazuki: Sebenarnya karakter Naruto disini ngak terlalu berisik kayak canon tapi dia suka bergaul dan ramah pada orang lain karena memiliki otak yang pintar pula. Thx buat RnR!
Al-Faraoh: Ok! Hanabi muncul di chap ini. Thx buat RnR!
Kazuki-sama: Ok! Thx buat RnR!
Sammy-kun: ok! Thx buat RnR!
Tuxedo Putih: Kemungkinan begitu, tunggu aja kelanjutannya. Thx buat RnR!
Arrobeys likeuzhyu: arigatou! Main pair disini tetap Naruhina tapi saya akan menceritakan juga hubungan Naruto dengan gadis2 yg suka padanya. Ok! Thx buat RnR!
Khf16: Ok! Thx buat RnR!
Natsumi-chan: Ok! Thx buat RnR!
Mhirna ameliah: arigato! Ok! Thx buat RnR!
Naruhine-chan: arigato! Ok! Thx buat RnR!
DarkYami Kugamawa: Ok! Thx buat RnR!
Ha-chan: Ok! Thx buat RnR!
Bunshin Anugrah ET: Arigato! Memang sifat Hinata disini saya buat lebih berani dan agak kasar. Shion disini memang sangat mesum, chapter depan akan lebih kelihatan lagi kemesumannya. Thx buat RnR!
Saladin no jutsu: arigato! Ok! Thx buat RnR!
Blue-senpai: ya, begitulah..., Naruto begitu baik dan ramah sehingga disukai banyak cewek. Ok! Thx buat RnR!
Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda sedikit terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa memberi jejak berupa review ya?
REVIEW PLEASE?
ARIGATOU GOZAIMASHITA!
