WHITE KNIGHT ACADEMY
Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto
Genre : Romance dengan sedikit Fighting
Pair : Naruto X Hinata
Warning: OOC, AU, SmartNaru & StrongHina
Summary : Disebuah dimensi yang bernama Knight's Territory terdapat sebuah akademi bernama White Knight Academy. Sekolah ini adalah HighSchool yang mengajarkan pelajaran dan ilmu beladiri. Terdapat murid bernama Uzumaki Naruto yang terkenal karena kecerdasannya dan pembuat strategi bertarung yang jitu. Dia menyukai gadis bernama Hinata tapi Hinata selalu menolaknya. Apakah Naruto akhirnya bisa menaklukan hati Hinata dan bagaimana dia menghadapi 4 gadis yang tergila-gila padanya?
Chapter 4 – Gadis Imut yang Mesum, Miko Shion
"Aku ingin mengalahkanmu sekaligus...", ujar pria berambut pirang jabrik.
"A..kalahkanlah...", ujar wanita berambut pirang dengan poni sambil mendesah.
"Bersiaplah Shion..."
"Akhirnya...cepat masukkan lagi Naruto-kun..ah!.."
"Kita mulai..."
"Pa-panas, Naruto-kun..punyamu..ah!"
"Ah, punyamu lebih empuk dari yang kuduga..."
"A..Ah...ah...akh!.."
"Jangan-jangan yang tadi kamu keluar?"
"Mau bagaimana lagi? A-aku selalu memimpikan hal ini..ah..."
"Apakah sakit?"
"Daijoubu, Naruto-kun bisa lakukan sesuka Naruto-kun..ah.."
"Shion! Ah!"
"Naruto-kun ah!"
"Apa-apaan ini sialan!?", ujar Naruto geram.
Ternyata Naruto dan Shion sedang memainkan game. Wajah Shion sudah memerah karena nafsu sementara Naruto sedikit kesal melihat adegan di game hentai ini.
"Naruto-kun, ini adalah game yang kusuruh buat khusus. Aku meminta Shikamaru membuatnya dan akhirnya jadilah game PC yang memiliki 50 adegan hentai antara kau dan aku", ujar Shion.
"Shikamaru, sialan!", gumam Naruto.
"Terus apa tujuanmu memperlihatkan game ini?", tanya Naruto.
"Jika terus memainkan game ini Naru-kun, kamu akan jatuh cinta padaku dan lama-lama kau akan melakukan adegan-adegan hentai di game pada diriku yang asli. Kamu pasti akan melakukan hal-hal jorok padaku setiap hari!", ujar Shion sambil merangkul Naruto.
"Kau gila! Dasar hentai!", ujar Naruto lalu melepaskan rangkulan Shion lalu keluar dari kamarnya.
"Na-Naru-kun tunggu!", ujar Shion lalu mengejar Naruto.
"Apa lagi?", tanya Naruto ketus.
"Ayolah, kamu mainkan game ini. Game ini pasti menyenangkan!", ujar Shion.
"Menyenangkan apanya?! Game itu benar-benar gila!", ujar Naruto.
"Tidak ini benar-benar hebat. Aku dan Naru-kun melakukan adegan-adengan seks yang menggairahkan! Kamu pasti suka!", ujar Shion.
"Urusai! Ayo kita makan malam dulu!", ujar Naruto lalu mereka berdua menuju ruang makan.
Di ruang makan, terlihat Naruko sedang menghidangkan makanan-makanan yang terlihat enak diatas meja.
"Onii-chan, Shion-senpai, makanan sudah kusiapkan, ayo kita segera makan", ujar Naruko.
"Iya, Naruko-chan", ujar Naruto lalu duduk di bangku. Shion pun ikut duduk di bangku yang bersebelahan dengan Naruto.
"Kalau kita makan bersama seperti ini, kita seperti keluarga ya? Naru-kun suaminya, aku istrinya dan Naruko anaknya", ujar Shion dengan senyum sambil merangkul Naruto.
"Bicara apa kau?! Lagian ngapain kamu pakai acara-acara nginap disini?", tanya Naruto ketus.
"Aku kan Cuma ingin menemani kalian Naruto-kun. Kasihan kalian berdua tidur sendiri. Nanti malam aku kan tidur bersamamu Naru-kun, kita bisa tidur sambil berpelukan", ujar Shion.
"Tidak. Kau tidur bersama Naruko-chan. Keperjakaanku bisa hilang dalam sekejap jika tidur bersamamu", ujar Naruto.
"Jangan begitu dong Naru-kun, aku kan sangat menantikan acara nginap ini", ujar Shion.
"Pokoknya aku tidak mau tidur denganmu!", ujar Naruto ketus.
"Naruto-kun...", ujar Shion sambil menggembungkan pipinya.
"Lagipula, Shion-senpai, pria dan wanita yang belum menikah tidak baik bukan jika tidur bersama?", ujar Naruko.
"Kau dengar itu Shion? Bahkan Naruko-chan pun tahu hal seperti itu!", ujar Naruto.
"Baik-baik. Aku mengerti", ujar Shion masih dengan muka cemberut.
Mereka segera melanjutkan makan malamnya. Setelah selesai makan, Naruto segera beranjak dari tempat duduknya.
"Wah, kenyang...Aku mandi duluan ya di bak air panas", ujar Naruto.
Shion menatap kepergian Naruto lalu tersenyum licik.
Naruto kemudian segera menuju tempat bak air panas. Rumah Naruto tergolong besar. Karena itu memiliki tempat khusus untuk berendam di air panas. Klan Uzumaki merupakan klan yang cukup berpengaruh di Knight's Territory. Ayah Naruto telah meninggal sejak Naruko lahir, jadi Naruto dan Naruko menggunakan nama klan ibunya yaitu Uzumaki. Ibu Naruto dan Naruko, Uzumaki Kushina merupakan direktur dan pengusaha yang sukses selain itu dia merupakan mantan Knight yang hebat. Karena kerja keras ibu-nya lah Naruto dan Naruko bisa menikmati kehidupan yang mewah ini.
Naruto segera memasuki kamar ganti lalu melepaskan bajunya. Setelah itu dia segera berendam di bak air panas yang cukup besar. Naruto menikmati air panas yang enak itu sambil merilekskan pikiran.
"Fuaah...air panas ini sungguh bagus...", ujar Naruto.
Setelah lama berendam Naruto segera keluar dari bak air panas dengan memakai handuk di pinggangnya dan menuju ke kamar ganti. Tapi alangkah kagetnya dia menemukan Shion telah ada di dalam kamar ganti itu. Juga Shion mengendus-endus baju Naruto dengan penuh nafsu.
"Shi-Shion, apa yang kau lakukan disini!", ujar Naruto ketus.
"Naruto-kun..aku Cuma latihan mengkhayal", ujar Shion.
"Keluar!", ujar Naruto ketus.
Shion mundur sedikit lalu menatap bagian "itu"-nya Naruto yang terbungkus handuk.
"Sialan apa yang kau lihat! Sana keluar!", ujar Naruto sambil menutupi handuknya dengan tangannya.
"Aku akan keluar jika kamu tekan tombol ini", ujar Shion lalu meremas buah dadanya. Shion menggunakan kaos putih tipis yang agak panjang dan tidak menggunakan bra sehingga terlihat dengan jelas bentuk o**ainya.
"Disini juga ada, tapi nanti kamu keenakan kalau menekannya..", ujar Shion lalu menunjuk daerah "itu"-nya.
"Baka, keluar sana!", ujar Naruto ketus dengan muka memerah.
Shion berbalik dan mulai melangkah pergi.
"Tunggu Shion!", ujar Naruto.
"Apa?", tanya Shion.
"Aku tahu kamu sudah mengambil celana boxerku dari loker itu. Cepat kembalikan!", ujar Naruto.
"Maksudmu ini?", tanya Shion lalu menyingkap kaos panjangnya sehingga terlihat boxer Naruto yang kini dipakainya.
"Kenapa kau memakainya?!", ujar Naruto kaget.
"Aku tukar dengan celana dalamku disana", ujar Shion.
"Maumu sebenarnya apa?!", tanya Naruto ketus.
"Kamu bisa pakai celana dalamku Naru-kun.. Ta-tapi kalau bisa dikepalamu saja..", ujar Shion malu-malu.
"Apa?! Kau gila!", ujar Naruto.
"Salah sendiri kau sudah membuatku nafsu daritadi...Na-ru-to-kun...", ujar Shion dengan pose imut.
"Jangan seenak jidatmu! Lepaskan sekarang!", ujar Naruto.
"Benarkah?", tanya Shion lalu mulai melepaskan kaos putihnya.
"Bu-bukan itu, maksudnya celana boxerku!", ujar Naruto.
"Kalau begitu lepaskan saja sendiri", ujar Shion sambil menunggingkan pantatnya ke arah Naruto.
Naruto berusaha menjangkau boxer itu dengan tangannya.
"Aaah...jangan kasar...", ujar Shion dengan mendesah.
CTAK...
Naruto menyentil dahi Shion lalu menatap tajam Shion.
"Cara kotormu takkan berhasil padaku!", ujar Naruto.
"Apa boleh buat, aku harus membuat rencana baru..", ujar Shion lalu merangkak dengan cepat dan keluar darisitu.
"Hei tunggu Shion! Kembalikan dulu boxerku! Tunggu Shion, aku tak mau memakai celana dalammu!", ujar Naruto sambil berteriak.
Shion menghiraukan Naruto lalu terus lari. Shion berlari sambil terkikik.
Hari sudah larut malam. Naruto kini telah tertidur lelap. Namun tiba-tiba ada yang masuk diam-diam ke kamar Naruto. Ternyata itu adalah Shion. Shion kemudian berbaring disebelah Naruto dan menatap Naruto dengan penuh nafsu.
"Naruto-kun...aku sudah tak tahan lagi...wajahmu membuatku nafsu...", ujar Shion lalu wajahnya mulai mendekati wajah Naruto.
SYUTT
Naruto tiba-tiba saja melompat mundur sebelum dicium Shion. Shion pun kaget akan hal itu.
"Hampir saja...Apa yang kau lakukan Shion?!", ujar Naruto.
"Naruto-kun padahal aku baru saja ingin memberikanmu ciuman selamat malam. Kenapa kau menghindar sih?", tanya Shion.
"Itu tidak penting! Kenapa kau bisa menyusup ke kamarku? padahalkan sudah kukunci!", ujar Naruto.
"Aku punya kunci serep dari seluruh kamar di rumah ini, Naruto-kun...", ujar Shion lalu menunjukkan kunci-kunci itu.
"Gila! Darimana kau dapatkan itu?!", tanya Naruto.
"Itu tak penting Naruto-kun, yang penting aku ingin tidur bersama malam ini. Kumohon? Ya? Ya?", tanya Shion memelas.
"Tidak, keluar sana!", ujar Naruto lalu mendorong Shion keluar dari kamarnya dan mengambil kunci serep milik Shion. Naruto kemudian menutup pintu kamarnya.
"Naruto-kun! Naruto-kun!", ujar Shion sambil mengetuk-ngetuk pintu.
Shion kemudian berjalan dengan kepala tertunduk lalu menuju ruang untuk menonton televisi. Terlihat Naruko masih menonton televisi disitu.
"Shion-senpai, kamu belum tidur?", tanya Naruko.
"Iya, Naruko-chan", ujar Shion lalu duduk disebelah Naruko.
"Senpai terlihat tak bersemangat, boleh aku tahu kenapa?", tanya Naruko.
"Tak apa Naruko-chan, aku Cuma merasa sedikit sedih saja...", ujar Shion dengan raut muka sendu.
"Kenapa Senpai, ada sesuatu? Kau bisa menceritakannya padaku, mungkin aku bisa membantumu", ujar Naruko.
"Ini mengenai Naruto-kun. Sampai sekarang dia sepertinya tak pernah tertarik kepadaku...", ujar Shion.
"Eh?"
"Padahal sudah segala cara telah kulakukan untuk menarik perhatiannya. Tapi dia sepertinya tak pernah tertarik kepadaku. Dia tak pernah melihatku. Dia selalu saja menganggapku penganggu dan selalu mengusirku. Padahal aku melakukan semua itu karena aku ingin mendapat perhatiannya. Aku ingin dia tahu aku begitu mencintainya hingga melakukan semua itu. Tapi kenapa? Kenapa kakakmu tak pernah sekalipun membalas perhatianku?!", ujar Shion dengan airmata yang mulai mengalir.
"Senpai, boleh aku bertanya? Sebenarnya apa yang kau sukai dari Onii-chan?", tanya Naruko.
"I-itu..Naru-kun selalu baik padaku. Dia pemuda yang ramah dan ceria. Dulu sewaktu SD banyak yang sering mengejek dan menindasku tapi dia selalu membelaku. Dia begitu baik padaku sejak dulu. Sejak saat itu aku mulai menyukainya. Aku melakukan segala sesuatu untuk bisa menarik perhatiannya, tapi sampai sekarang semua itu tak berhasil. Di pikirannya Cuma ada Hinata-senpai, Hinata-senpai dan Hinata-senpai! Dia tak pernah melihatku! Padahal aku selalu mencintainya berbeda dengan Hinata-senpai yang menyia-nyiakan cinta tulus Naruto-kun!", ujar Shion.
"Souka...", ujar Naruko.
"Kenapa, Naruko? Kenapa? Apa aku ini kurang menarik baginya?! Apa dia tidak menganggapku seorang perempuan?! Kenapa Naruto-kun selalu saja mengacuhkanku?!", tanya Shion dengan nada tinggi.
"Kau salah, Senpai..", ujar Naruko.
"Eh? Apa maksudmu?", tanya Shion bingung.
"Akan kuceritakan apa yang sebenarnya..", ujar Naruko.
FLASHBACK ON
Di rumah keluarga Uzumaki, seorang bocah baru saja pulang sekolah. Dia segera memasuki rumahnya dan disambut adiknya.
"Tadaima", ujar bocah itu.
"Okaeri, Naruto-nii-chan!", ujar gadis kecil berambut pirang.
"Lho Onii-chan kenapa bajumu kotor begitu, wajahmu juga terluka, kamu kenapa?", tanya sang gadis kecil.
"Eh..i-itu Naruko-chan...aku tadi berkelahi dengan beberapa orang. Habisnya mereka berbuat nakal sih", ujar Naruto.
"Apa sih yang diperbuat mereka?", tanya Naruko.
"Mereka sedang membully seorang gadis kecil. Aku tak tega melihat gadis itu menderita seperti itu. Makanya aku menolongnya. Lagipula anak-anak itu sepertinya suka membully gadis itu akhir-akhir ini", ujar Naruto.
"Souka...tapi Onii-chan, jangan memaksakan dirimu...", ujar Naruko.
"Tak apa-apa Naruko-chan...aku harus menjadi kuat seperti Hinata-nee-san!", ujar Naruto.
Besok siangnya sepulang sekolah
"Lho Nii-chan berkelahi lagi?", tanya Naruko.
"Iya, mereka membully lagi gadis itu. Mereka tidak ada kapok-kapoknya, tapi kali ini aku menghajar mereka tanpa ampun sehingga mereka berjanji takkan menganggu lagi", ujar Naruto.
"Nii-chan, aku tahu nii-chan bermaksud baik. Tapi kenapa nii-chan sampai berbuat sejauh ini hanya untuk menolong gadis itu?", tanya Naruko.
"Ah iya..gadis itu sepertinya sangat memerlukan bantuan dan membutuhkan teman. Jadi aku harus menolongnya dan kini aku sudah berteman dengannya. Namanya Miko Shion. Dia gadis yang sangat imut dan cantik. Aku berjanji akan selalu melindunginya sebagai temannya! Dia adalah temanku yang berharga!", ujar Naruto sambil tersenyum.
"Aku mendukungmu nii-chan!", ujar Naruko.
FLASHBACK OFF
"Begitulah ceritanya. Naruto-nii-chan selalu menganggapmu adalah teman yang paling berharga. Dia ingin selalu melindungimu. Walaupun dia sedikit acuh padamu tapi didalam hatinya dia berjanji akan selalu melindungimu...", ujar Naruko.
"Benarkah? Benarkah Naruto-kun berkata begitu?", tanya Shion.
"Benar. Lalu ada satu lagi yang pernah dia katakan padaku tentang senpai: Naruko-chan, Shion itu sebenarnya gadis yang sangat cantik dan ideal, kuakui dia gadis yang menawan", ujar Naruko.
"Kau dengar itu kan Senpai, Naruto-nii-chan sebenarnya sedikit tertarik kepadamu. Dia Cuma yang terlalu pandai menyembunyikan perasaannya", ujar Naruko.
"Arigatou Naruko-chan! Kamu mengembalikan rasa percaya diriku! Aku takkan menyerah. Aku akan mendapatkan cinta Naruto-kun! Aku pasti mendapatkannya!", ujar Shion semangat.
"Baguslah kalau begitu", ujar Naruko lalu tersenyum.
Besok paginya Naruto kini bersiap untuk pergi ke sekolah. Dia sedang memakai sepatunya di depan ruang tamu.
"Naruto-kun!", ujar Shion lalu memeluk Naruto dari belakang.
"Apa-apaan sih Shion?", tanya Naruto.
"Aku takkan pernah melepaskanmu Naruto-kun. Kamu adalah milikku!", ujar Shion.
"Apaan sih tiba-tiba begini?", tanya Naruto bingung.
"Naruko-chan telah menceritakan semuanya padaku. Ternyata kau menganggapku gadis yang menawan, aku senang sekali Naruto-kun", ujar Shion sambil mengeratkan pelukannya pada Naruto.
"Kau ini. Naruko-chan pasti bicara yang tidak-tidak ya. Tapi mengenai soal itu..", ujar Naruto menggantung.
"Apa Naruto-kun?", tanya Shion.
"Kau adalah teman baikku yang berharga. Aku akan selalu melindungimu, gadis cantik yang menawan..", ujar Naruto lalu menoleh ke belakang dan tersenyum. Shion terperangah melihat pesona dan kharisma Naruto yang menawan.
"Naruto-kun..aku memang tak salah pilih! Ayo kita segera menikah dan buat anak yang banyak!", ujar Shion.
"He-hei, bukan berarti aku mau menikah denganmu! Kau ingat aku hanya menganggapmu teman!", ujar Naruto.
"Aku tak peduli! Teman baik kan lama-lama jika dekat bisa jadi kekasih! Ayolah Naruto-kun terimalah aku sebagai istrimu!", ujar Shion.
"Kau ini berbuat keributan saja pagi-pagi! Berisik!", ujar Naruto ketus.
Naruto dan Shion terus adu mulut dan Naruko melihat mereka sambil tersenyum.
"Naruto-nii-chan, ganbatte...sepertinya hidupmu akan selalu diganggu oleh gadis-gadis yang tergila-gila padamu...", batin Naruko.
Mereka bertiga kini berangkat bersama ke sekolah. Di gerbang sekolah mereka bertemu Hinata dan Sara.
"Ohayo minna!", sapa Hinata.
"Ohayo nee-san, Sara-chan!", balas Naruto.
"Ohayo, Naruto-kun, Shion-chan, Naruko-chan", ujar Sara.
"Wah-wah, ecchi-onna ini memang selalu menempel padamu ya Narunaru?", tanya Hinata.
"Ah..oh..hei, Shion lepasin dong, masa' kamu menggandeng lenganku terus?!", ujar Naruto ketus.
"Aku ini kan calon istrimu Naru-kun, aku kan selalu ada disisimu", ujar Shion sambil bermanja-manja dengan lengan Naruto.
"Hei, Ecchi-onna, kau benar-benar genit ya, cobalah bersikap sewajarnya", ujar Hinata.
"Aku tak peduli. Aku yang akan memiliki Naru-kun, Hinata-senpai. Aku akan membuatnya jatuh cinta padaku dan melupakanmu Senpai. Lalu kita akan melakukan hubungan seks tiap hari lalu memiliki anak-anak yang lucu", ujar Shion.
"Huh kau ini", ujar Hinata ketus.
"Ayolah, kita bisa terlambat ke kelas. Ayo cepat kita masuk!", ujar Naruko.
"Naruto-kun, aishiteru-aishiteru...", ujar Shion sambil bersenandung.
Sementara Hinata terus memandang dengan tatapan tajam. Sara pun terus melihat Naruto dan Shion yang begitu dekat.
"Cih, kenapa aku bisa merasa sekesal ini melihat Narunaru gandengan tangan sama Ecchi-onna?", batin Hinata.
"Shion-chan dan Hinata-nee-sama akan menjadi sainganku untuk mendapatkan Naruto-kun...", batin Sara.
Sementara Shion terus tersenyum senang dan bersenandung. Naruto Cuma terdiam dan agak risih digandeng oleh Shion.
Mereka segera menuju kelas masing-masing. Mereka segera duduk di bangku masing-masing. Shikamaru, Chouji dan Lee datang menghampiri Naruto dan Shion untuk mengobrol.
"Hoi Miko, bagaimana dengan game yang kubuat itu? kau sudah memperlihatkannya pada Naruto?", tanya Shikamaru.
"Sudah! Kamu memang mantap Nara! Game itu membuat Naruto terus membelalak melihat tubuhku yang seksi ini", ujar Shion.
"Bicara apa kau Shion?! Lalu Shikamaru, kenapa kau membuat game seperti itu! Itu menggelikan tahu!", ujar Naruto geram.
"Maaf-maaf, soalnya Miko sudah memberikan kesepakatan yang menarik sih, jadi aku setuju membuat game itu", ujar Shikamaru.
"Awas kau ya Shikamaru, akan kubalas kau!", ujar Naruto.
"Hahaha, santai Naruto", ujar Shikamaru.
"Memangnya apa yang kalian bicarakan ini?", tanya Chouji dan Lee bersamaan.
"Itu game me..ummmf...", ujar Shion lalu Naruto tiba-tiba membekap mulut Shion.
"Bu-bukan apa-apa, Cuma game pc standar biasa kok, hahaha", ujar Naruto sambil tertawa canggung.
"Souka..kukira apa", ujar Chouji.
"Awas kau jika menyebarkan mengenai game itu pada teman-teman!", bisik Naruto kepada Shion.
"Iya-iya, Naruto-kun aku mengerti. Tapi sebentar malam kita bercumbu ya?", ujar Shion.
"Kau ini!", ujar Naruto gusar.
Tiba-tiba bel tanda masuk telah berbunyi. Murid-murid segera menuju bangku masing-masing untuk siap mengikuti pelajaran. Tak lama kemudian Kakashi, wali kelas 2A, masuk kedalam kelas dan menyapa murid-murid.
"Ohayo, anak-anak!", ujar Kakashi.
"Ohayo, Hatake-sensei!", ujar para murid.
"Hari ini, saya sengaja masuk sebentar sebelum pelajaran Sarutobi-sensei untuk memberitahukan sesuatu. Kamu, silahkan masuk", ujar Kakashi lalu memanggil seseorang masuk ke kelas.
Lalu masuklah seorang gadis cantik berambut pink ke dalam kelas. Gadis itu memiliki kulit putih mulus dan memiliki mata emerald yang indah. Dia kemudian menatap murid-murid sekelas. Murid-murid terperangah melihat gadis itu.
"Kawaii!", ujar para murid laki-laki.
"Perkenalkan dirimu, Haruno-san", ujar Kakashi.
"Ohayo, namaku Haruno Sakura. Mohon bantuannya!", ujar gadis yang ternyata bernama Sakura itu lalu membungkuk.
"Baiklah ada yang ingin kalian tanyakan padanya?", tanya Kakashi pada para murid.
"Nomor teleponmu berapa?"
"Kamu tinggal dimana?"
"Apa kamu sudah punya pacar?"
Seisi kelas mulai gaduh karena pertanyaan-pertanyaan gaje tadi. Sakura mulai bingung ingin menjawab. Kakashi segera menenangkan kelas.
"Hei diam sedikit. Jangan bertanya yang aneh-aneh! Lebih baik pertanyaan diwakilkan saja oleh ketua kelas", ujar Kakashi.
Matsuri selaku ketua kelas segera berdiri dan bertanya pada Sakura.
"Haruno-san, kalau boleh tahu, kamu pindah dari sekolah mana?", tanya Matsuri.
"Aku pindahan dari Black Knight Academy...", ujar Sakura.
"NAAAANIII?!", semua murid terkejut mendengar hal itu.
To Be Continued...
Yosh! Chapter 4 update! Disini menceritakan hubungan antara Naruto dan Shion. Ternyata kemesuman Shion cukup ekstrim ya. Naruto bahkan kewalahan menghadapinya. Tapi biarpun begitu ternyata Naruto menganggap Shion teman yang berharga sehingga Shion makin jatuh cinta pada Naruto. Di akhir chapter juga muncul Sakura sebegai anak pindahan dari Black Knight Academy yang terkenal dengan anak-anaknya yang berandalan. Bagaimanakah kelanjutan kisahnya? Tunggu aja ya!
Balas review dulu:
Namikaze Sholkan: ok! Thx buat RnR!
Bunshin Anugrah ET: Disini sudah diperlihatkan. Pedang kayu Naruto merupakan senjata andalannya karena dia dulu ikut klub kendo. Pedang kayu itu Cuma pedang biasa yang sedikit dimodifikasi Naruto agar lebih kuat dan keras. Ok! Thx buat RnR!
Al-Faraoh: Ok! Thx buat rnr!
NuruHime-chan 19: Memang Naruto disini Cuma pintar di otak. Tapi nanti di beberapa chap selanjutnya dia akan memulai latihannya agar lebih kuat lagi sehingga dapat mengimbangi kekuatan Sasuke. Thx but rnr!
Kazuki-sama: ok! Thx buat rnr!
Yondaime Namikaze Fadil: Ok! Ngak apa-apa. Thx buat rnr!
Natsumi-chan: OK! Thx buat rnr!
Dragon warior: Arigato! Thx buat rnr!
Sammy-kun: OK! Thx buat rnr!
AF Namikaze: Naruto akan latihan setelah cerita dengan teman-teman ceweknya selesai dan akhirnya terbentuk tim yang paling kuat di White Knight Academy. Mungkin sekitar chapter 8. Disini romance banyak karena fic ini dasarnya memang fic romance. Adegan bertarung tetap ada tapi porsinya ngak terlalu banyak. Disini Hinata memang dibuat sedikit agresif, mencoba karakter Hinata yang agak beda. Tenang kok rate-nya ngak akan pindah. Thx buat RnR!
Kazehaya Sakazuki: ok! Thx buat rnr!
Mister X3: Maaf kalo ceritanya kurang seru akan saya perbaiki. Thx buat rnr!
Ha-chan: OK! Thx buat rnr!
Guest: ok! Thx buat rnr!
Khf16: Maaf Naruto yang sekarang masih lemah tapi nanti dia akan jadi kuat kok. Ok! Thx buat rnr!
Uzumaki 21: ngak ada sih. Cuman ada tindakan-tindakan yang agak mesum dari Shion. Soalnya ini masih rated T. Setelah cerita tentang cewek-cewek selesai dan terbentuk tim elit. Ok! Thx buat rnr!
Hate harem: Aku masih bingung ini fic harem ato bukan. Thx buat rnr!
Ilysm Hime by Waone: Ya Naruto disini masih lemah tapi nanti dia jadi kuat kok. Hahahaha. Thx buat rnr!
Blue-senpai: ok! Thx buat rnr!
Uzumaki zhufar: Arigato! OK! Thx buat rnr!
NoNamed: Fic ini memang sedikit terinspirasi dari anime itu tapi alur ceritanya beda banget kok. Thx buat rnr!
Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda sedikit terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa memberi jejak berupa review ya?
REVIEW PLEASE?
ARIGATOU GOZAIMASHITA!
