WHITE KNIGHT ACADEMY

Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto

Genre : Romance dengan sedikit Fighting

Pair : Naruto X Hinata

Warning: OOC, AU, SmartNaru & StrongHina

Summary : Disebuah dimensi yang bernama Knight's Territory terdapat sebuah akademi bernama White Knight Academy. Sekolah ini adalah HighSchool yang mengajarkan pelajaran dan ilmu beladiri. Terdapat murid bernama Uzumaki Naruto yang terkenal karena kecerdasannya dan pembuat strategi bertarung yang jitu. Dia menyukai gadis bernama Hinata tapi Hinata selalu menolaknya. Apakah Naruto akhirnya bisa menaklukan hati Hinata dan bagaimana dia menghadapi 4 gadis yang tergila-gila padanya?

Chapter 5 – Murid Pindahan dari Black Knight Academy, Haruno Sakura

Lalu masuklah seorang gadis cantik berambut pink ke dalam kelas. Gadis itu memiliki kulit putih mulus dan memiliki mata emerald yang indah. Dia kemudian menatap murid-murid sekelas. Murid-murid terperangah melihat gadis itu.

"Kawaii!", ujar para murid laki-laki.

"Perkenalkan dirimu, Haruno-san", ujar Kakashi.

"Ohayo, namaku Haruno Sakura. Mohon bantuannya!", ujar gadis yang ternyata bernama Sakura itu lalu membungkuk.

"Baiklah ada yang ingin kalian tanyakan padanya?", tanya Kakashi pada para murid.

"Nomor teleponmu berapa?"

"Kamu tinggal dimana?"

"Apa kamu sudah punya pacar?"

Seisi kelas mulai gaduh karena pertanyaan-pertanyaan gaje tadi. Sakura mulai bingung ingin menjawab. Kakashi segera menenangkan kelas.

"Hei diam sedikit. Jangan bertanya yang aneh-aneh! Lebih baik pertanyaan diwakilkan saja oleh ketua kelas", ujar Kakashi.

Matsuri selaku ketua kelas segera berdiri dan bertanya pada Sakura.

"Haruno-san, kalau boleh tahu, kamu pindah dari sekolah mana?", tanya Matsuri.

"Aku pindahan dari Black Knight Academy...", ujar Sakura.

"NAAAANIII?!", semua murid terkejut mendengar hal itu.

"Ja-jadi dia dari Black Knight Academy?", ujar beberapa siswa yang mulai berbisik-bisik.

"Sekolah itu kan sudah menyerang murid-murid kita berkali-kali"

"Apa dia juga salah satu berandalan seperti mereka?"

"Pasti dia berandalan, kudengar anak-anak Black Knight isinya berandalan semua!"

"Iya-iya benar-benar!"

Semua murid mulai berbisik-bisik setelah mendengar Sakura berasal dari Black Knight Academy. Kelas mulai gaduh, Kakashi segera menenangkannya.

"Anak-anak, mohon tenang. Jika sudah tak ada lagi yang ingin ditanyakan, maka Haruno kau bisa mencari tempat duduk yang kosong", ujar Kakashi.

"Hai, Arigato Sensei", ujar Sakura lalu mulai berjalan untuk mencari tempat duduk. Sakura berjalan tapi dilihat dengan tatapan tajam dari para murid. Lalu Sakura memutuskan duduk di bangku kosong yang paling belakang di pojok kiri kelas. Murid-murid terus memandangnya dengan tatapan aneh. Sakura sedikit bingung menerima pandangan-pandangan seperti itu.

"Ada apa ya dengan mereka? Mereka memandangku dengan tatapan yang aneh", batin Sakura.

Tak lama kemudian Kakashi keluar dari kelas dan Asuma masuk. Asuma segera memulai pelajarannya. Setelah beberapa jam belajar, kini tiba waktu istirahat. Murid-murid ada yang langsung keluar untuk ke kantin dll dan ada yang tinggal di kelas untuk sekedar kumpul-kumpul dan ngerumpi. Naruto seperti biasa keluar untuk tidur sebentar di atap diikuti Sara dan Shion. Sementara itu Sakura di pojokan kelas memandang sekitar.

"Disitu ada teman-teman yang berkumpul, lebih baik aku menyapa dan berkenalan saja dengan mereka", batin Sakura. Sakura segera berjalan untuk mendekati beberapa murid sekelasnya yang berkumpul.

"Halo, aku Haruno Sakura, bolehkah aku bergabung disini?", tanya Sakura dengan senyum ramah.

Murid-murid yang berkumpul itu sedikit terkejut dengan kedatangan Sakura tapi mereka menghentikan percakapan mereka dan mulai menjauhi Sakura.

"Teman-teman disini mulai ngak enak suasananya, ayo kita ke kantin yuk?", ujar salah satu murid.

"Oh iya, ayo-ayo!", Mereka segera beranjak dari situ dan meninggalkan Sakura. Sakura memandang mereka dengan kecewa lalu kembali ke tempat duduknya dengan kepala tertunduk. Kini Sakura duduk di kelas sendirian.

3 hari berlalu sejak Sakura pindah ke White Knight Academy, tetapi dia belum mempunyai teman satupun. Semua teman sekelasnya selalu memandangnya sinis dan berusaha menjauhinya. Sakura merasa sedih dan kesepian. Dia ingin sekali berteman tetapi teman sekelasnya selalu menjauhinya.

"Padahal aku ingin berteman dengan mereka, tetapi kenapa ya mereka selalu menjauhiku?", batin Sakura.

Keesokan harinya, Naruto sedang berjalan pulang dari sekolahnya. Saat itu sudah sore karena sepulang sekolah dia menyempatkan bermain sepakbola bersama teman-temannya. Saat dia melewati taman bermain dia melihat seseorang yang dikenalnya. Gadis berambut pink yang sedang membagi-bagikan sesuatu pada anak-anak kecil.

"Bukankah itu Haruno Sakura? Sedang apa dia ya?", batin Naruto. Naruto kemudian berjalan mendekat untuk menghampiri Sakura.

"Selamat sore Haruno-san, sedang apa kau disini?", tanya Naruto yang kini telah menghampiri Sakura.

"Eh? Selamat sore juga Uzumaki-san", ujar Sakura sedikit kaget dengan kedatangan Naruto yang tiba-tiba.

"Aku sedang membagi-bagikan dango-dango ini untuk anak-anak kecil ini. Mereka ini anak-anak kurang mampu yang suka bermain dan berkumpul disini. Aku kasihan melihat mereka yang sering kelaparan karena kurang makan. Makanya aku selalu memberikan sisa jualan ini kepada mereka", ujar Sakura.

"Souka..kamu baik sekali. Jadi kamu berjualan dango?", tanya Naruto.

"I-iya, aku dan Okaa-san ku membuka usaha toko dango di rumah kami didekat sini. Apa kau mau mampir Uzumaki-san?", tanya Sakura.

"Oh iya, boleh saja, sekalian aku juga ingin mencoba dango-mu!", ujar Naruto.

"Baiklah, tapi tunggu aku selesai memberikan semua pada mereka ya?", ujar Sakura.

"Oh iya, sini aku bantu bagikan", ujar Naruto.

Naruto dan Sakura kemudian segera membagi-bagikan dango-dango itu kepada anak-anak kecil itu. Anak-anak kecil itu sangat senang dapat mengisi perut mereka dengan dango-dango yang enak itu. Akhirnya mereka selesai membagi-bagikan pada semua anak disitu.

"Arigatou, Sakura-nee-chan dan pacarnya, kami senang menerima dango-dango itu!", ujar anak-anak itu.

"Oh iya sama-sama dik, tapi dia ini bukan pacarku, dia Cuma temanku", ujar Sakura.

"Perkenalkan namaku Uzumaki Naruto, aku temannya Haruno-san", ujar Naruto.

"Oh begitu...sekali lagi arigatou Sakura-nee-chan dan Naruto-nii-chan! Kami pergi dulu!", ujar anak-anak itu lalu pergi darisitu. Sakura dan Naruto melambai-lambaikan tangan kepada anak-anak itu.

"Baiklah, Haruno-san ayo kita ke rumahmu!", ujar Naruto.

"Oh i-iya Uzumaki-san", ujar Sakura. Naruto dan Sakura segera berjalan menuju ke rumah Sakura.

Akhirnya mereka berdua sampai di rumah Sakura. Rumah Sakura tidak terlalu besar. Sederhana tetapi rapi. Mereka kemudian memasuki toko dan langsung disambut oleh ibunya Sakura.

"Tadaima", ujar Sakura.

"Okaerinasai, Saku-chan, lho ada tamu ya?", ujar ibu Sakura.

"I-iya ini..", ujar Sakura.

"Selamat sore, nama saya Uzumaki Naruto, saya teman sekelas Haruno-san", ujar Naruto lalu membungkuk.

"Selamat sore nak, aku ibunya Sakura, Haruno Mebuki, senang bertemu denganmu", ujar ibu Sakura, Mebuki.

"Senang juga bertemu denganmu", ujar Naruto.

"Jadi, Saku-chan, akhirnya kamu mendapatkan teman juga, Kaa-san senang", ujar Mebuki.

"I-iya Kaa-san", ujar Sakura.

"Jadi kamu kesini ingin bermain dengan Saku-chan?", tanya Mebuki.

"Tidak kok, aku Cuma mampir untuk mencoba dango buatan Haruno-san dan baa-san. Aku penasaran dengan rasanya", ujar Naruto.

"Oh begitu, baiklah akan kusiapkan, kamu duduk saja disitu dengan Saku-chan ya", ujar Mebuki.

"Oh, baik, Mebuki-baa-san", ujar Naruto lalu duduk dengan Sakura.

"Uzumaki-san, aku ingin bertanya sesuatu padamu, boleh?", tanya Sakura.

"Oh boleh saja, apa itu Haruno-san?", tanya Naruto.

"Kenapa ya, semua orang di kelas menjauhiku? Padahal aku ingin mencoba berteman dengan mereka, tapi mereka selalu menatapku dengan aneh dan mengacuhkanku", ujar Sakura.

"Oh, mungkin karena kamu berasal dari Black Knight Academy", ujar Naruto.

"Souka...aku mengerti sekarang...gara-gara perselisihan itu ya...", ujar Sakura dengan muka sendu.

"Ya, banyak murid-murid membenci Black Knight karena telah berbuat kejam pada murid-murid sekolah kita. Jadi mendengar kau adalah bekas murid Black Knight, mereka pasti menganggapmu jahat seperti anak-anak Black Knight pada umumnya", ujar Naruto.

"Souka...sepertinya aku tak bisa mempunyai teman ya...", ujar Sakura dengan raut wajah sedih.

"Tapi aku ingin jadi temanmu", ujar Naruto.

"Eh?", Sakura kaget.

"Menurutku, kau itu beda dengan anak-anak Black Knight lainnya. Kau gadis yang baik hati dan suka menolong orang lain. Buktinya kau berbuat baik pada anak-anak tadi. Itu membuktikan bahwa kau bukanlah anak nakal seperti imej dari akademi lama-mu itu. Kau adalah gadis yang baik Haruno-san", ujar Naruto lalu tersenyum.

"I-iya, Arigatou Uzumaki-san", ujar Naruto.

Tak lama kemudian Mebuki mengantar dango untuk Naruto.

"Ini silahkan dinikmati", ujar Mebuki.

"Oh iya, arigatou, baa-san", ujar Naruto.

Naruto memakan setusuk dango lalu melanjutkan pembicaraan lagi.

"Jadi, kenapa kau bisa pindah disini Haruno-san?", tanya Naruto.

"Itu dulunya kami tinggal di distrik Oto, jadi aku bersekolah di Black Knight, tapi setelah rumah kontrakan disana habis masanya, kami harus pindah rumah. Akhirnya ibu menemukan rumah yang berada di distrik Konoha ini. Rumah ini cukup murah jadi ibu langsung membelinya. Untuk menambah pendapatan, ibu membuka usaha toko dango ini", ujar Sakura.

"Souka...lalu kalian Cuma tinggal berdua? Dimana ayahmu?", tanya Naruto.

"I-itu, Otou-sanku sudah meninggal...", ujar Sakura.

"Gomenasai...", ujar Naruto.

"Tak apa-apa Uzumaki-san", ujar Sakura.

"Lalu bagaimana dengan usaha kalian ini, selalu berjalan dengan baik?", tanya Naruto.

"Iya sih, tapi karena keuangan yang kurang memadai, kami tak bisa mempekerjakan pegawai, makanya Kaa-san sering kewalahan dalam menyiapkan semuanya. Aku bisa membantu tapi tak seberapa. Aku sering kasihan melihat Kaa-san yang sering kelelahan karena terlalu banyak bekerja..", ujar Sakura.

"Souka..baiklah sudah kuputuskan! Aku akan membantumu dan ibumu disini! Akan kulakukan kerjaan semampuku!", ujar Naruto semangat.

"Ta-tapi Uzumaki-san tidak usah. Aku tak mau merepotkanmu", ujar Sakura.

"Tak apa-apa, karena kau kini adalah temanku, maka aku harus membantumu! Teman harus saling tolong-menolong bukan?", ujar Naruto,

"Ta-tapi tetap saja aku tidak enak padamu..", ujar Sakura.

"Daijoubu, aku ini pekerja keras. Aku kan membantumu sekuat tenagaku!", ujar Naruto.

"Baiklah, Arigatou Uzumaki-san", ujar Sakura.

"Panggil saja aku Naruto!", ujar Naruto sambil nyengir.

Besoknya Naruto memulai pekerjaannya di toko dango Sakura. Ibu Sakura juga sempat tak setuju Naruto ikut membantu karena tidak enak. Tapi karena Naruto terus memaksa, maka Mebuki terpaksa membiarkan Naruto ikut membantu. Naruto juga tak mau dibayar, dia melakukannya dengan ikhlas. Naruto bersemangat dalam membantu dalam usaha toko dango itu. Dari membeli bahan-bahan, menyapu, menerima tamu, semuanya dilakukannya dengan senang hati. Dengan adanya Naruto, Sakura dan ibunya menjadi sangat terbantu. 3 hari berturut-turut Naruto sepulang sekolah selalu membantu Sakura dan ibunya di toko dango. Hal itu juga membuat Naruto semakin akrab dengan keluarga Haruno.

"Arigatou, Naruto-kun karena kau selalu membantu kami selama ini. Pekerjaan kami menjadi lebih ringan", ujar Mebuki.

"Sama-sama Mebuki-baa-san, aku senang bisa membantu disini. Selain membantu aku juga kan bisa dapat dango gratis, hahahaha", ujar Naruto bercanda.

"Kau ini, jadi tujuanmu kesini itu ya? Dasar anak gratisan", ujar Mebuki sambil tertawa kecil.

"Aku juga ingin membantu temanku. Karena Sakura-san kini adalah temanku aku harus selalu membantunya", ujar Naruto.

"Souka...tapi tampaknya kau begitu perhatian pada Saku-chan? Jangan-jangan kamu suka padanya ya?", tanya Mebuki menggoda.

"Kaa-san ah..", ujar Sakura sambil memanyunkan bibirnya.

"E-enggak kok, aku Cuma ingin membantunya kok hahaha baa-san bisa saja", ujar Naruto sambil tertawa kecil.

"Tapi tampaknya Saku-chan menyukaimu loh..", ujar Mebuki.

"Kaa-san!", ujar Sakura menggerutu.

"Hahahaha!", ujar Mebuki sambil tertawa.

Setelah selesai bekerja, kini Naruto dan Sakura sedang beristirahat di padang rumput yang berada didekat situ sambil memandangi pemandangan sungai yang berada didepannya.

"Naruto, terimakasih banyak ya, sudah membantu kami selama ini. Karena ada kamu, kami jadi sangat terbantu", ujar Sakura.

"Itu sudah sewajarnya, aku dan kamu kan berteman. Teman itu harus saling membantu", ujar Naruto.

"Lalu mengenai kata-kata Okaa-san tadi hiraukan saja, dia itu Cuma bercanda kok Naruto", ujar Sakura.

"Iya aku tahu. Okaa-san-mu kan memang suka bercanda. Dia kaa-san yang baik", ujar Naruto.

"Lalu Naruto, apa kau sudah mempunyai...ah tidak jadi...", ujar Sakura.

"Apa sih Sakura-san, bilang saja padaku", ujar Naruto.

"Tidak usah, tidak jadi, ayo kita kembali", ujar Sakura.

"Baiklah ayo!", ujar Naruto. Sakura lalu memandangi Naruto sambil tersenyum.

Naruto dan Sakura kemudian kembali ke toko. Mereka melanjutkan pekerjaan yang masih tersisa. Naruto kembali bekerja dengan semangat. Tapi ternyata diam-diam, Sakura suka mencuri pandang pada Naruto. Setelah Naruto bersamanya, entah kenapa Sakura merasakan perasaan aneh pada dirinya. Dia tersentuh dengan kebaikan hati dan keramahan Naruto.

Kini hari sudah larut malam, toko pun ditutup, setelah bersih-bersih, Naruto bersiap untuk pulang ke rumah.

"Nah, Sakura-san dan Mebuki-baa-san, aku pulang dulu ya, hari sudah larut, pasti imoutouku sudah mulai khawatir", ujar Naruto.

"Oh iya, terimakasih banyak Naruto-kun karena sudah banyak membantu kami", ujar Mebuki.

"Sama-sama baa-san, mungkin besok aku akan membantu lagi disini", ujar Naruto.

"Sudah tak usah, besok kan hari Minggu, lebih baik Naruto-kun istirahat saja. Kamu juga kan tidak harus terus-terusan bekerja, lebih baik kamu istirahat saja", ujar Mebuki.

"Oh, baiklah baa-san, kalau begitu aku pulang dulu. Sayonara. Sakura-san sampai ketemu di sekolah hari Senin!", ujar Naruto lalu mulai beranjak pergi darisitu.

"Oh iya hati-hati dijalan Naruto", ujar Sakura.

"Sampai jumpa, nak!", ujar Mebuki.

Naruto tersenyum pada mereka lalu mulai berjalan menjauh dari toko dango itu.

"Naruto-kun benar-benar anak yang baik ya?", ujar Mebuki.

"Iya, dia baik hati dan ramah. Dia juga yang pertama kali mau jadi temanku. Dia tidak memperdulikan statusku sebagai mantan murid Black Knight Academy. Dia mau berteman dengan siapa saja", ujar Sakura.

"Lalu Saku-chan kuperhatikan kau sering mencuri-curi pandang pada Naruto-kun, ternyata benar dugaan Kaa-san, kau mulai menyukainya ya?", tanya Mebuki menggoda.

"E-enggak kok Kaa-san! Kaa-san bicara apa?", ujar Sakura gelagapan.

"Sudah ngaku aja, aku bisa melihat dari pandangan matamu terhadap Naruto. Kamu tak bisa membohongi Kaa-san-mu, Saku-chan", ujar Mebuki.

"I-iya kuakui aku sedikit tertarik dengan Naruto, dia cowok yang pertama kali begitu perhatian terhadapku. Selama ini teman cowok yang kupunya adalah berandalan-berandalan yang sukanya berbuat jahat pada orang. Tapi dia berbeda, dia begitu baik dan suka membantu orang lain", ujar Sakura.

"Tampaknya Naruto-kun juga belum punya pacar, ayo berjuang Saku-chan, kamu pasti bisa menjadikannya kekasihmu", ujar Mebuki.

"Ta-tapi, kau tahu kan Kaa-san, dia itu anak orang kaya. Dia itu anak dari klan Uzumaki yang terkenal mempunyai perusahaan-perusahaan yang besar dan elit. Sedangkan aku Cuma gadis biasa yang takkan pernah sepadan dengannya. Mana mungkin dia akan menyukaiku? Dia pasti takkan menerimaku karena keadaanku seperti ini", ujar Sakura.

"Bicara apa kau, Saku-chan? Cinta itu tak mengenal status sosial. Asalkan kalian berdua saling mencintai, segala rintangan pasti dihadapi. Makanya kamu tak boleh menyerah, kamu harus selalu berusaha. Jika kamu terus berusaha, kuyakin suatu saat kamu akan mendapatkan cinta dari orang yang kamu cintai", ujar Mebuki.

"I-iya. Arigatou Kaa-san. Kaa-san adalah ibu yang terbaik!", ujar Sakura lalu memeluk ibunya.

"Kamu harus berjuang, nak", ujar Mebuki.

"Naruto, aku akan berusaha mendapatkan cintamu...", batin Sakura.

Hari Senin pun tiba, murid-murid White Knight Academy kini mulai memasuki sekolah lagi. Naruto kini memasuki kelas dan menyapa teman-teman sekelasnya. Lalu dia melihat Sakura sudah berada di bangkunya, Naruto segera menghampirinya.

"Ohayo, Sakura-san!", sapa Naruto.

"Ohayo, Naruto", jawab Sakura.

"Hei, hari ini kau banyak membawa dango? Mau diberikan kepada siapa?", tanya Naruto karena disekeliling meja Sakura terdapat banyak tas plastik yang berisi dango.

"Oh ini, aku kan bagikan pada teman-teman sekelas. Aku ingin memberikan ini untuk mencoba sekali lagi berteman dengan mereka", ujar Sakura.

"Oh begitu, kalau begitu, aku bantu bagikan ya?", ujar Naruto.

"Ti-tidak usah Naruto, nanti merepotkanmu lagi", ujar Sakura.

"Tak apa-apa, nanti kita bagikan ketika jam isitirahat", ujar Naruto.

"A-arigatou, Naruto", ujar Sakura lalu tersenyum.

Setelah beberapa jam belajar, kini bel tanda istirahat kini berbunyi. Banyak murid yang masih di kelas karena kebetulan kantin hari ini tutup. Naruto dan Sakura kemudian menghampiri Sara dan Shion.

"Hoi, Sara-chan, Shion, ini ada yang ingin kuberikan", ujar Naruto.

"Apa itu sayangku Naru-kun? cincin pertunangan kita?", tanya Shion dengan mata berbinar.

"Bukan bodoh! Ini dango buatan Sakura-san. Aku ingin kalian mencobanya", ujar Naruto lalu menyodorkan dua kotak dango pada Shion dan Sara. Mereka berdua pun menerimanya.

"Oh kalau begitu, arigatou ya Haruno-san, akan kucoba", ujar Shion dan Sara lalu mulai memakan setusuk.

"Wah, oishii", ujar Sara.

"Benar-benar enak sekali. Ini buatanmu?", tanya Shion.

"I-iya, itu buatanku", ujar Sakura.

"Kamu benar-benar hebat Haruno-san", ujar Shion sambil tersenyum.

"Iya dango-dango ini benar-benar enak", ujar Sara.

"Arigatou, aku senang kalian menikmatinya", ujar Sakura sambil membungkuk.

"Haruno-san, kulihat kau selalu kesepian di kelas, sebaiknya kau gabung-gabung bersama kami. Kita bisa ngobrol-ngobrol bersama. Ada aku, Sara-chan, Hinata-senpai dan Naruto", ujar Shion.

"Iya Haruno-san, jangan malu-malu, kami akan menerimamu sebagai teman kami. Maafkan selama ini kami sudah mengacuhkanmu. Tapi sekarang kami ingin menjadi temanmu", ujar Sara.

"Iya, setelah mendengar cerita dari calon suamiku ini, kami tersentuh dengan kebaikanmu. Kupikir kau ini adalah berandalan seperti murid Black Knight pada umumnya, tapi kami salah, ternyata kau begitu baik. Jadilah teman kami!", ujar Shion.

"A-arigatou, aku senang bisa berteman dengan kalian", ujar Sakura sambil terharu. Shion dan Sara kemudian tersenyum pada Sakura.

"Ayo, sekarang kita berikan pada ketiga makhluk gaje yang ada disana", ujar Naruto sambil menunjuk Shikamaru, Chouji, dan Rock Lee.

Sakura segera memberikan pada ketiga orang itu. Chouji merasa senang karena mendapat makanan, Shikamaru berterima kasih dengan sopan, sedangkan Lee begitu bersemangat memakannya karena baru pertama kalinya ia diberi makanan oleh seorang gadis cantik.

Tapi saat Sakura mencoba memberikan pada murid-murid lainnya, mereka mengacuhkannya. Mereka masih menganggap Sakura bukanlah anak yang baik. Mereka berbisik-bisik menganai Sakura.

"Jangan-jangan dia menaruh racun di makanan itu?"

"Benar, dia kan mungkin mata-mata yang dikirim Black Knight kemari"

"Ih, ngak sudi deh, makan kuenya"

Sakura yang mendengarkan komen-komen seperti itu langsung merasa sedih. Dia segera berlari keluar dari kelas sambil berlinangan airmata. Naruto berusaha mengejarnya. Tapi ketika dipertemuan lorong, Sakura tak sengaja menabrak seseorang.

"Aduh..sakit..", rintih Sakura yang pantatnya terbentur.

"Ugh...", rintih orang yang ditabrak Sakura.

"Kau beraninya menabrak Gaara!", ujar pria dengan rambut coklat dengan tato abstrak diwajahnya.

"Gomenasai, aku tak sengaja", ujar Sakura.

"Kau! beraninya kau menabrakku!", ujar pemuda berambut merah lalu mendorong Sakura ke dinding. Pemuda itu kemudian mencengkram dagu Sakura lalu menatapnya tajam.

"Maafkan kecerobohanku. Aku benar-benar tak sengaja", ujar Sakura.

"Oh kau, jangan-jangan murid kelas 2A yang pindah dari Black Knight Academy itu ya? Akhirnya aku bertemu denganmu, akan kubalas Black Knight karena telah menghajar dengan sadis kakak sepupuku!", ujar Gaara lalu menampar Sakura.

"Ugh..i-ittai", rintih Sakura.

"Kalian murid Black Knight adalah sampah, aku tak sudi murid mereka pindah ke sekolah ini!", ujar Gaara lalu menampar Sakura lagi.

"Kumohon, tolong jangan sakiti aku!", ujar Sakura memohon.

"Tak akan, aku akan menyiksamu sampai aku puas!", ujar Gaara, Gaara bersiap menampar Sakura lagi.

"HENTIKAN!"

Gaara kaget mendengar suara itu. Ternyata itu Naruto dan berlari menghampiri Sakura.

"Apa-apaan kau sialan! Jangan menyakitinya! Cepat lepaskan dia!", ujar Naruto.

"Hoo..Uzumaki ternyata kau ya. Tenanglah aku Cuma memberi pelajaran padanya", ujar Gaara.

"Jangan memukulnya, dia itu temanku!", ujar Naruto lalu memukul wajah Gaara.

Gaara terpental dan bibirnya mengeluarkan darah.

"Sialan apa yang kau lakukan pada Gaara?! Kau cari mati ya!", ujar pemuda berambut coklat.

"Beraninya kau memukulku Uzumaki! Kau mau mencari masalah denganku!?", ujar Gaara.

"Kau yang mencari masalah! Beraninya kau memukul seorang gadis yang tak bersalah! Kau benar-benar bajingan Sabaku!", ujar Naruto geram.

"Cih! Kalau begitu, Kankurou", ujar Gaara lalu memberikan kode pada Kankurou.

Tiba-tiba Kankurou mengeluarkan sebuah boneka besar yang mengerikan dari gulungannya kemudian boneka itu meluncur dengan cepat ke arah Sakura lalu memasukkan Sakura kedalam tubuh boneka itu. Gaara kemudian maju dengan cepat kearah Naruto lalu memukul Naruto. Naruto pun terpental.

"Uukhh...apa yang kau lakukan pada Sakura-san?", ujar Naruto.

"Aku akan menjadikannya sebagai sebuah taruhan. Sudah lama aku menantikan saat ini. Kami kelas 2D menantang kalian kelas 2A untuk bertarung dalam Class War! Jika kami menang, kami akan menyiksanya sampai dia mati. Tapi jika kalian menang, kalian boleh mengambilnya kembali. Bagaimana? Kau setuju Uzumaki?", tanya Gaara dengan senyum seringainya.

"Baiklah, aku terima tantanganmu! Aku pasti akan menyelamatkan Sakura-san!", ujar Naruto.

"Khukhukhu, kalian akan habis Uzumaki!", ujar Gaara sambil tersenyum menyeringai.

Pertarungan sengit antara kelas 2A melawan 2D segera dimulai!

To Be Continued...

Yosh! Chapter 5 update! Disini Haruno Sakura muncul sebagai murid pindahan dari Black Knight Academy. Namun dia dijauhi teman sekelasnya karena mereka mengira Sakura adalah anak berandalan seperti murid Black Knight pada umumnya. Tapi akhirnya Naruto mengetahui bahwa Sakura sebenarnya gadis yang baik dan mau jadi temannya. Naruto suka membantu Sakura dan perhatian padanya sehingga Sakura sepertinya mulai menyukai Naruto. Tapi di akhir cerita, Sakura ditawan oleh Gaara dan Kankurou, murid kelas 2D dan menantang Naruto dan kelas 2A untuk mengadakan Class War. Siapakah yang akan menang?

Balas review dulu:

Kazehaya Sakazuki: hahaha, sepertinya begitu... ok! Thx buat rnr!

Author nata: Ok! Hahaha, biar aja karena main pairnya tetap NaruHina. Ok! Thx buat rnr!

Bohdong palacio: Memang kayaknya fic ini sudah mengarah ke harem karena nantinya Naruto akan disukai oleh 5 wanita sekaligus. Tetapi saya tetap menekankan ini main pairnya NaruHina karena endingnya akan saya buat mengarah ke pair ini. Saran kamu akan saya pertimbangkan. Ok! Thx buat rnr!

Blue-senpai: Sakura itu bukan utusan Sasuke. Dia pindah ke White Knight karena alasan pindah rumah dan juga satu alasan rahasia yang akan diungkapkan di chapter depan. Ok! Thx buat rnr!

Uzumaki 21: ya, sepertinya cerita akan mengarah ke pair itu. Hahaha game itu memang hentai banget. Sakura dan satu lagi akan diungkapkan di chap depan. Thx buat rnr!

Saus Kacang: hahahaha! Sakura bukanlah taktik Sasuke. Sepertinya begitu, Sakura masuk dalam hitungan. Thx buat rnr!

Natsumi-chan: OK! Jadi salah satu cewek yang menyukai Naruto. Thx buat rnr!

Ahmadbima 27: ok! Thx buat rnr!

Silent reader: arigato! Ok! Thx buat rnr!

Kazuki-sama: ok! Thx buat rnr!

Sammy-kun: ok! Thx buat rnr!

Khf16: ok! Thx buat rnr!

Ha-chan: ok! Thx buat rnr!

Guest: ok! Thx buat rnr!

Namikaze Sholkhan: Akan ada yang melatih Naruto agar lebih kuat lagi tapi saya masih merahasiakannya. Tunggu aja kelanjutannya. Thx buat rnr!

Ahmadbima 27: kesepakatan itu sebenarnya mungkin Shion telah memberikan barang yang bagus pada Shikamaru, mengenai barangnya saya tak memikirkannya. Thx buat rnr!

Sairaji423: ya, begitulah..ok! thx buat rnr!

Bunshin Anugrah ET: kesepakatan itu sebenarnya mungkin Shion telah memberikan barang yang bagus pada Shikamaru, mengenai barangnya saya tak memikirkannya. Sakura keluar dari Black Knight karena pindah rumah juga karena satu alasan rahasia yang diungkap di chap depan. Ya Sakura mulai menyukai Naruto karena Naruto selalu membantunya dan memperhatikannya. Thx buat rnr!

Uzumaki zhufar: Ngak sih, Sakura bukanlah utusan Black Knight. Thx buat rnr!

Hqhqhqhq: Gomen, karena sepertinya fic ini mengarah ke harem. Tapi main pairnya tetap NaruHina. Thx buat rnr!

Arramsye rudyezavfiin: Memang karakter disini kebanyakan OOC. Sasuke memang disini sangat licik dan jahat. Sakura bukanlah rencana Sasuke dia pindah karena alasan pindah rumah. Ya sepertinya begitu karena Sakura mulai menyukai Naruto. Fic ini memang sudah mengarah ke harem. Ok! Thx buat rnr!

Fazrul21: iya ini fic ke-6 saya. Ya penulisannya memang saya bikin sedikit berbeda dengan Samurai Force. Disini chara Hinata dan Shion sengaja dibuat OOC untuk menunjang jalan cerita. Naruto disini awalnya belum terlalu kuat dan hanya mengandalkan pedang kayunya tapi nanti dia kan dilatih oleh seseorang dan akan menjadi lebih kuat hingga dapat menghadapi Sasuke nantinya. Mereka bukanlah shinobi, tapi murid akademi yang dilatih seni beladiri khusus seperti teknik Hyuuga Style dan teknik milik Sai itu. Saya membuatn tekniknya mirip untuk lebih mencocokan dengan chara-nya. Maaf kalau first kiss-nya Naruto bukan Hinata. Sepertinya begitu, harem. Ok! Thx buat rnr!

Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda sedikit terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa memberi jejak berupa review ya?

REVIEW PLEASE?

ARIGATOU GOZAIMASHITA!