WHITE KNIGHT ACADEMY

Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto

Genre : Romance, Friendship, Fighting

Pair : Naruto X Hinata

Warning: OOC, AU, SmartNaru & StrongHina

Summary : Disebuah dimensi yang bernama Knight's Territory terdapat sebuah akademi bernama White Knight Academy. Sekolah ini adalah HighSchool yang mengajarkan pelajaran dan ilmu beladiri. Terdapat murid bernama Uzumaki Naruto yang terkenal karena kecerdasannya dan pembuat strategi bertarung yang jitu. Dia menyukai gadis bernama Hinata tapi Hinata selalu menolaknya. Apakah Naruto akhirnya bisa menaklukan hati Hinata dan bagaimana dia menghadapi 4 gadis yang tergila-gila padanya?

Chapter 7 – Yami no Hime: Kazahana Koyuki

Setelah pertarungan sengit antara kelas 2A dan kelas 2D berakhir dengan hasil kelas 2A memenangkan pertandingan itu, murid-murid besok paginya kembali ke sekolah untuk melakukan aktivitas belajar seperti biasa. Begitupun Naruto dkk, mereka kembali sekolah bersama-sama dan saling mengobrol. Mereka kini sudah berada di halaman sekolah untuk segera memasuki gedung sekolah.

"Hahhh...pertandingan kemarin memang melelahkan. Untunglah aku tidur dengan nyenyak tadi malam...", ujar Shion.

"Tapi biarpun melelahkan akhirnya kita bisa menang dan menyelamatkan Sakura-san", ujar Sara.

"Gomen telah merepotkan kalian. Sekali lagi terimakasih banyak sudah menolongku", ujar Sakura.

"Sudah tak apa-apa Sakura, kami ini temanmu, sudah sewajarnya kami membantumu", ujar Shion sambil senyum.

"Benar Saku-chi, kami ini akan selalu membantu teman kami yang dalam kesulitan. Jadi jika kamu dalam kesulitan jangan sungkan-sungkan meminta bantuan pada kita", ujar Hinata.

"Hai, Arigatou Hyuuga-senpai", ujar Sakura.

"Panggil saja aku Hinata", ujar Hinata sambil senyum.

Sementara itu Naruto berjalan agak jauh di belakang dengan diam. Dia tampaknya sedang memikirkan sesuatu. Dia berpikir sambil menatap langit.

"Kazahana Koyuki, sepertinya aku pernah mengenal nama itu. Tapi dimana ya?", batin Naruto. Naruto mengerutkan alisnya.

Naruto terus berjalan tanpa melihat ke depan tapi tiba-tiba...

BRAKK...

Karena tak melihat ke depan, Naruto tak sengaja menabrak seseorang hingga menindih tubuh orang itu. Dan yang ditabraknya ternyata adalah seorang gadis berambut hitam.

"Aduh...", rintih Naruto.

"Ugh", rintih gadis itu.

"Eh? Ka-kamu..", ujar Naruto kaget setelah melihat wajah gadis itu.

"Hei, cepat berdiri! Kau berat tahu!", ujar gadis itu.

Naruto segera berdiri dan gadis itu pun segera bangkit. Mereka berdua saling berhadapan.

"Lihat saja gara-gara kau, seragamku jadi kotor. Makanya kalau jalan lihat-lihat, dasar pirang bodoh!", ujar gadis itu.

"Ma-maaf aku tak sengaja sungguh. Biar sini kubersihkan", ujar Naruto lalu mendekati gadis itu.

"Tidak usah, jangan menyentuhku!", ujar gadis itu lalu berbalik dan berjalan lagi.

"Sekali lagi maaf. Kau Kazahana Koyuki, bukan?", tanya Naruto.

Gadis itu tak menjawab pertanyaan Naruto dan terus berjalan menuju ke sekolah. Kemudian Shion, Sara, Sakura dan Hinata segera menghampiri Naruto setelah melihat kejadian itu.

"Ada apa sayang, apa yang terjadi tadi?", tanya Shion.

"A-aku tak sengaja menabrak gadis itu karena kurang memperhatikan jalan. Tak apa-apa aku Cuma diomeli sedikit", ujar Naruto.

"Naru-kun diomeli? Awas dia ya kalau ketemu akan kuomeli juga dia!", ujar Shion.

"Hmm gadis itu, bukankah dia Yami no Hime, Kazahana Koyuki?", ujar Hinata.

"Benar nee-sama, kemarin aku sempat bertarung sedikit dengannya di Class War, dia itu petarung yang hebat", ujar Sara.

"Kudengar dia juga ketua dari geng preman Dark Rose. Pantas saja dia ditempatkan di kelas 2D. Sebenarnya aku tidak terlalu suka berandalan seperti mereka masuk di White Knight Academy", ujar Hinata.

"Benar, lebih baik orang-orang seperti mereka ngak ada di sekolah ini!", ujar Shion.

"Kazahana Koyuki...", gumam Naruto sambil terus berpikir.

Mereka segera memasuki kelas karena bel sudah berbunyi. Semua kemudian duduk di bangku masing-masing karena sensei sudah memasuki kelas dan segera memulai pelajaran. Setelah beberapa jam belajar, kini waktu istirahat tiba. Murid-murid segera berhamburan keluar dari kelas. Seperti biasa, Naruto, Sara, Shion, Sakura dan Hinata berkumpul di atap sekolah untuk makan bekal bersama-sama.

"Wah-wah, Sara-chi kau memang hebat, selalu saja bisa memasak makanan yang enak-enak", ujar Hinata sambil melahap makanan buatan Sara.

"Arigato nee-sama, aku tidak sehebat itu, masih banyak orang yang lebih enak masakannya dariku", ujar Sara.

"Tidak, masakanmu memang enak sekali kok, bagaimana pendapat kalian?", tanya Hinata.

"I-iya ini enak sekali, Sara-san memang berbakat", ujar Sakura.

"Oishii-oishii", ujar Shion.

Sementara Naruto terus terdiam sambil menatap makanannya, dia masih tampak berpikir.

PLAKK..

Hinata tiba-tiba memukul kepala Naruto dengan penutup kotak makanan. Naruto tersentak kaget dan merintih kesakitan.

"Auw...ittai!", jerit Naruto.

"Hei, Narunaru kalau makan jangan melamun! Lagipula apa sih yang kau lamunkan daritadi?", tanya Hinata.

"Aduh sakit nih nee-san..Aku Cuma sedang berpikir saja hahaha...", ujar Naruto sambil tertawa canggung.

"Apa sih yang daritadi kaupikirkan?", tanya Hinata lagi.

"Bukan apa-apa kok. Sebentar aku toilet dulu ya", ujar Naruto lalu beranjak darisitu dan turun untuk menuju toilet.

Setelah dari toilet, Naruto segera bergegas kembali menuju atap sekolah tapi saat dia melewati ruang guru dia berpapasan dengan Anko-sensei.

"Hei Uzumaki, kesini sebentar", ujar Anko.

"Oh iya, Mitarashi-sensei, ada apa ya?", tanya Naruto lalu mendekati Anko.

"Aku ingin berbicara sebentar denganmu. Begini, kau adalah anak kelas 2 yang sangat cerdas dan selalu mendapat peringkat 1 di bidang akademik, karena itu aku ingin kau menjadi tutor bagi seorang siswa. Orangtuanya meminta kepada pihak sekolah agar memberikan pengajaran ekstra padanya di bidang akademik karena nilai-nilai akademiknya selalu dibawah standar. Jadi aku ingin meminta bantuanmu untuk mengajarinya dan membimbingnya. Karena dengan cara tutor sebaya, kupikir mungkin akan lebih efektif untuk dia belajar, bagaimana boleh kan Uzumaki?", tanya Anko.

"Boleh saja sensei, tapi siapa yang akan kubimbing itu?', tanya Naruto.

"Oh dia anak kelas 2D, namanya Kazahana Koyuki", ujar Anko.

"Di-dia...", gumam Naruto.

"Ada apa Uzumaki, kau mengenalnya?", tanya Anko.

"A-aku Cuma tahu orangnya yang mana. Tapi aku tak begitu mengenalnya", ujar Naruto.

"Souka. Yang penting kau sudah menerima tugas ini. Jadi sebentar pulang sekolah aku akan memberitahunya untuk tetap di kelas dan akan diajar olehmu", ujar Anko.

"Baik, aku mengerti sensei", ujar Naruto.

"Kalau begitu arigato ya Uzumaki, jangan lupa sepulang sekolah segera menuju kelas 2D", ujar Anko.

"Baik, sensei!", ujar Naruto.

"Jadi aku akan mengajari Kazahana Koyuki ya...", gumam Naruto.

Naruto segera kembali ke atap lalu diomeli Hinata karena begitu lama kembalinya. Sesudah mereka menghabiskan bekal mereka, mereka segera kembali ke kelas. Bel kemudian berbunyi dan pelajaran selanjutnya dimulai. Setelah beberapa jam belajar akhirnya bel tanda pulang sekolah berbunyi. Sensei segera mengakhiri pelajaran dan keluar dari kelas. Kemudian murid-murid segera berhamburan keluar dari kelas.

"Sayang, ayo pulang bareng yuk?", tanya Shion dengan nada manja pada Naruto.

"Maaf Shion, aku masih ada urusan di sekolah setelah ini. Kamu pulanglah duluan sama Naruko-chan", ujar Naruto.

"Mau ngapain sih? aku ikut dong!", ujar Shion.

"Ngak usah, aku akan lama, pulanglah duluan!", ujar Naruto.

"Naru-kun...", ujar Shion sambil mengembungkan pipinya.

Setelah itu Naruto segera menuju kelas 2D, saat mau memasuki kelas dia berpapasan dengan Gaara. Gaara menatapnya dengan tajam.

"Oh, hei Sabaku..", sapa Naruto.

"Uzumaki, mau apa kau kesini?', tanya Gaara.

"A-aku..dipanggil Mitarashi-sensei kesini", ujar Naruto.

"Hn", gumam Gaara lalu keluar dari kelas. Kelas 2D kini sudah sepi tersisa Anko dan Koyuki yang sedang duduk di bangkunya.

"Uzumaki akhirnya kau tiba, ini Kazahana Koyuki, dia yang akan diajari olehmu", ujar Anko.

"Ka-kau, pirang bodoh yang menabrakku tadi pagi!", ujar Koyuki kaget melihat Naruto.

"Ha-halo Kazahana-san, perkenalkan aku Uzumaki Naruto, aku diminta Mitarashi-sensei untuk menjadi tutormu", ujar Naruto.

"Benar, jadi Kazahana, mulai sekarang setiap pulang sekolah kau akan diajari dan dibimbing oleh Naruto dalam pelajaran akademik. Jadi belajar yang baik ya!", ujar Anko.

Koyuki Cuma sedikit mengangguk lalu menatap Naruto dengan tajam. Naruto sedikit bergidik ngeri melihat tatapan Koyuki.

"Uzumaki, ajarilah Kazahana dengan baik, semua kuserahkan padamu. Uzumaki kau harus mengajarinya dengan baik, pastikan dia belajar dengan sungguh-sungguh, kalau kau tidak mengajarnya dengan baik, kau pasti tahu kan akibatnya?!", ujar Anko dengan tatapan mengerikan.

"A-Aku mengerti sensei!", ujar Naruto dengan muka pucat.

"Kalau begitu aku pergi dulu, semoga sukses!", ujar Anko lalu keluar dari kelas.

Naruto kemudian mendekati Koyuki lalu duduk di bangku sebelahnya. Koyuki terus menatap Naruto dengan tajam.

"Ja-jadi, pelajaran apa yang kau ingin pelajari terlebih dahulu?", tanya Naruto.

"Tidak ada", ujar Koyuki.

"Lho? Kok gitu?", tanya Naruto bingung.

"Aku tak mau belajar!", ujar Koyuki.

"Ta-tapi aku sudah diminta untuk mengajarimu, kalau kau tak belajar nanti aku bisa diomeli sensei", ujar Naruto.

"Urusai! Pokoknya aku tak mau belajar!", ujar Koyuki ketus.

"Ke-kenapa?", tanya Naruto bingung.

"Bukan urusanmu! Pokoknya aku tak mau belajar! Aku pulang saja!", ujar Koyuki lalu berdiri.

"Tu-tunggu sebentar Kazahana-san. Aku sudah ditugaskan untuk mengajarimu, jadi aku harus melaksanakan tugas ini dengan baik. Apa jadinya jika sensei tahu aku tak mengajarimu?", ujar Naruto.

"Aku tak peduli, itu bukan urusanku. Pokoknya aku tak mau belajar dan aku mau pulang sekarang!", ujar Koyuki lalu mulai melangkah untuk pergi.

GREPP

Naruto menahan lengan Koyuki. Koyuki pun terhenti dan menatap Naruto dengan tajam.

"Kumohon, belajarlah, aku tak mau disiksa oleh Mitarashi-sensei, kau tahu kan betapa mengerikannya dia?", ujar Naruto memohon.

BRAKK..

Tiba-tiba Koyuki memukul punggung Naruto hingga tubuh Naruto terbentur di atas meja. Kemudian Koyuki menahan tangan Naruto dan mencengkram kepala Naruto supaya tetap berada di atas meja.

"Sudah kubilang kan, aku tak mau! Kau benar-benar membuatku marah, pirang! Akan kuhabisi kau disini!", ujar Koyuki geram.

"Ta-tapi Kazahana-san..", ujar Naruto.

"Naruto!"

Tiba-tiba Sakura datang memasuki kelas dan mendorong Koyuki hingga terjatuh. Naruto segera terlepas dari cengkraman Koyuki. Koyuki kemudian berdiri dan menatap Sakura dengan tajam.

"Siapa kau gadis pink?! Kau mau mencari masalah denganku?!", tanya Koyuki geram.

"Aku Haruno Sakura, temannya Naruto. Apa yang akan kaulakukan pada Naruto?", tanya Sakura.

"Aku Cuma ingin memberinya pelajaran. Beraninya dia memaksaku seperti itu, sungguh menganggu! Akan kuhajar dia hingga dia babak belur!", ujar Koyuki.

"Kau benar-benar gadis kurangajar! Jangan pernah menyakiti Naruto!", ujar Sakura geram.

"Khukhukhu aku baru ingat, kamu adalah gadis pindah dari Black Knight itu bukan? Kamu beruntung bisa selamat dari Sabaku bersaudara", ujar Koyuki.

"Itu karena aku punya teman-teman yang baik. Mereka akan selalu melindungi dan membantu teman-temannya yang dalam kesulitan", ujar Sakura.

"Hehh..teman? Aku tak butuh teman! Yang kubutuhkan hanyalah orang yang bisa kumanfaatkan!", ujar Koyuki.

"Kau bedebah! Kau benar-benar membuatku kesal!", ujar Sakura geram.

"Kau juga membuatku kesal, bagaimana kalau kita selesaikan dengan ini pertarungan?", tanya Koyuki.

"Baik aku terima tantanganmu! Ayo kita bertarung!", ujar Sakura.

"Bersiaplah untuk kalah, gadis pink", ujar Koyuki lalu tersenyum menyeringai.

"He-hei, kenapa harus bertarung sih?", ujar Naruto.

Kini di halaman belakang sekolah Sakura dan Koyuki telah berhadapan. Mereka saling bertatapan tajam. Mereka kemudian mengeluarkan senjata mereka masing-masing.

"Akhirnya setelah sekian lama aku bisa memakai Naginata ini lagi", ujar Sakura sambil memegang naginata miliknya. Naginata adalah sebuah tombak dengan pisau tajam di bagian ujung tombaknya.

"Heh..ayo kita selesaikan ini", ujar Koyuki sambil memegang kunai yang dihubungkan dengan rantai. Kunai-kunai itu berjumlah 8 buah dan semua dihubungkan dengan rantai.

"Waduh, kenapa harus bertarung sih?", ujar Naruto sambil menggaruk-garuk kepalanya.

"Kuhabisi kau!", ujar Koyuki lalu melempar kunai-kunainya menuju Sakura. Sakura kemudian menangkis serangan itu. Koyuki kemudian mengontrol arah kunai itu dengan rantainya. Sakura terus menangkis dengan naginata miliknya. Pertarungan tersebut semakin sengit. Tapi Koyuki yang terus-terusan menyerang dan Sakura Cuma bertahan.

"Kalau Cuma bertahan seperti itu, kau akan kalah!", ujar Koyuki lalu menambah laju serangannya.

"Kaupikir aku takkan menyerang? Jangan bercanda! NAGINATA CRASH!", ujar Sakura. Lalu tiba-tiba Sakura berlari dengan cepat ke arah Koyuki dan melancarkan sayatan-sayatan dari naginata miliknya. Tapi Koyuki berhasil menghindar dan menangkis dengan rantai-rantainya.

"Sialan, dia cepat juga...", gumam Koyuki.

"CHAINED KUNAI GREAT STAB!"

Kunai-kunai kini kembali menuju arah Sakura dengan cepat. Sakura dapat menangkisnya tapi ada yang berhasil menggores sedikit lengan kiri Sakura.

"Uuukh...", rintih Sakura sambil memegangi lengannya.

"Hahahaha, kena kau!", ujar Koyuki.

"Kau benar-benar kurang ajar!", ujar Sakura. Sakura kini tiba-tiba berlari dengan cepat menuju Koyuki.

"NAGINATA ILLUSION SLASH!"

Tiba-tiba Naginata milik Sakura dilemparnya. Lalu Naginata itu kini menjadi 5 buah Naginata yang melesat dengan cepat kearah Koyuki. Koyuki berhasil menghindarinya dan menangkisnya dengan rantai tetapi Naginata terakhir berhasil menggores pipi kanan Koyuki hingga pipinya berdarah.

"Uaakkh...perih!", rintih Koyuki sambil memegangi pipinya.

"Rasakan kau!", ujar Sakura.

"Kau benar-benar membuatku marah! Akan kugunakan jurus pamungkasku!", ujar Koyuki lalu kunainya mulai terangkat untuk membuat sebuah teknik.

"Aku juga harus menggunakan Naginata Dragon Gate!", ujar Sakura lalu bersiap dengan naginatanya.

"Kau akan mati!", ujar mereka berdua bersamaan.

GREEP

GREEP

Saat akan melancarkan serangan pamungkas masing-masing, tiba-tiba tangan mereka ditahan oleh dua orang gadis. Ternyata itu Hinata dan Tenten. Hinata menahan Sakura sedangkan Tenten menahan Koyuki. Hinata dan Tenten kemudian menjatuhkan senjata-senjata mereka.

"Apa yang kalian lakukan?! Jangan bertarung sembarangan! Kalian bisa merusak gedung sekolah!", omel Tenten.

"Cih!", Koyuki berdecih.

"Saku-chi, apa yang terjadi sih? Kenapa kamu bisa bertarung dengan dia?", tanya Hinata.

"Gomen Hinata-senpai, tadi dia berusaha menghajar Naruto, lalu perkataannya membuatku kesal. Akhirnya aku emosi dan kami bertarung", ujar Sakura.

"Souka..", ujar Hinata.

"Sebaiknya kalian pulang! Tak ada lagi yang boleh bertarung disini!", ujar Tenten.

"Hn", gumam Koyuki lalu beranjak darisitu kemudian dia menatap dengan tatapan tajam pada mereka.

"Kazahana itu selalu saja membuat masalah...", ujar Tenten.

"Benar, mentang-mentang dia itu ketua Dark Rose selalu saja berbuat seenaknya", ujar Hinata.

Naruto kemudian menghampiri Sakura.

"Sakura-san kamu tak apa-apa?", tanya Naruto.

"I-iya aku tak apa-apa. Cuma sedikit tergores disini kok", ujar Sakura sambil memegangi lengannya yang telah mengeluarkan banyak darah.

"Ya ampun, ayo kita segera membawamu ke UKS", ujar Naruto lalu menggandeng Sakura. Sementara Hinata menatap mereka dengan pandangan yang sulit diartikan. Tenten bingung melihat Hinata menatap mereka seperti itu.

"Hei, Hinata, kamu kenapa?", tanya Tenten.

"Oh..eh..Tenten, ti-tidak apa-apa kok", ujar Hinata yang agak kaget dipanggil Tenten tiba-tiba.

Setelah itu Sakura segera diobati dan dirawat oleh dokter sekolah. Akhirnya Naruto dan Hinata mengantar Sakura pulang kerumah. Sesudah mengantar Sakura pulang mereka segera menuju ke rumah masing-masing. Naruto dan Hinata kini jalan bersama.

"Nee-san, aku benar-benar kaget mereka bisa bertarung seperti itu. Baru ini kulihat Sakura-san semarah itu", ujar Naruto.

"Kau ini tak peka ya? Dia begitu karena kamu Narunaru", ujar Hinata.

"Maksud nee-san?", tanya Naruto bingung.

"Sudahlah, nanti kamu tahu jawabannya sendiri", ujar Hinata lalu mempercepat langkahnya.

"Hei, nee-san tunggu! Beritahu aku dong kenapa?", tanya Naruto.

"Kejar aku dulu baru aku beritahu! Ayo Narunaru!", ujar Hinata lalu mulai berlari.

"Akan kutangkap kau nee-san!", ujar Naruto lalu mengejar Hinata.

Hinata dan Naruto kejar-kejaran di jalan tepi sungai itu. Lalu akhirnya Naruto berhasil menangkap Hinata. Naruto merangkul Hinata. Namun ketika dirangkul Naruto tiba-tiba saja jantung Hinata berdetak lebih cepat dan muka Hinata sedikit memerah.

"Kenapa ini? Kenapa jantungku berdetak kencang sekali? Tapi rangkulan Naruto begitu hangat..", batin Hinata.

"Akhirnya kutangkap kau nee-san! Sekarang beritahu apa itu", ujar Naruto.

"Narunaru, kau sedang memegang apa?", tanya Hinata.

Naruto ternyata merangkul Hinata dengan erat dan ternyata tangan Naruto tak sengaja memegang dada Hinata. Naruto pun tersentak kaget dan mukanya langsung memerah melihat hal itu. Naruto segera melepaskan Hinata.

"Ahh! Gomen-gomen! Aku tak sengaja nee-san! Kumohon maafkan aku!", ujar Naruto memohon.

"Sudah-sudah, kali ini kumaafkan, lain kali awas kau ya!", ujar Hinata.

"Iya-iya aku mengerti nee-san, sekali lagi maaf ya...", ujar Naruto.

"Hn", gumam Hinata.

Mereka kembali melanjutkan perjalanan. Mereka kini berjalan dalam diam. Setelah lama berjalan akhirnya mereka berdua kini sampai di depan rumah Hinata.

"Kalau begitu sampai jumpa nee-san. Sampai ketemu besok di sekolah!", ujar Naruto.

"Jaa! Hati-hati di jalan Narunaru!", ujar Hinata.

Naruto kemudian segera pergi darisitu dan Hinata memasuki rumahnya.

Naruto sampai di rumahnya dan segera kekamarnya. Ketika dia sedang membuka laci untuk mengambil buku-buku, Dia menemukan surat-surat lama. Lalu dia menemukan salah satu surat yang mencolok karena amplopnya berwarna hitam. Dia kemudian membaca isi surat itu.

"Pengirim: Kazahana Ryuusei...", gumam Naruto. Naruto lalu berpikir dan berusaha mengingat nama itu.

"Kazahana Ryuusei..Kazahana Koyuki..Aku ingat sekarang!", ujar Naruto dengan keras.

Besoknya, sekolah berjalan seperti biasa. Sepulang sekolah, Naruto menghampiri Koyuki lagi tapi langsung ditolak oleh Koyuki untuk belajar.

"Sudah kubilangkan aku tak mau belajar!", ujar Koyuki ketus.

"Tapi Kazahana-san kalau kau tak mau belajar, nanti..", ujar Naruto.

"Aku tak peduli, aku mau pulang sekarang!", ujar Koyuki.

Koyuki kemudian keluar dari sekolah dan di gerbang sekolah dia dijemput oleh seorang laki-laki yang membawa motor besar.

"Koyuki-sama, kita akan segera berkumpul, ayo naiklah", ujar laki-laki berambut abu-abu dengan memakai lipstik berwarna hitam.

"Baiklah, Sakon, ayo kita berangkat!", ujar Koyuki. Koyuki segera naik di boncengan dan motor itu segera dijalankan oleh pria bernama Sakon itu.

Sakon mengendarai motor itu dengan kecepatan yang sangat ekstrim, sehingga akhirnya mereka tiba di tempat tujuan dengan sangat cepat. Mereka kini sampai di markas besar Dark Rose yang berada di tenggara Distrik Konoha. Para anggota segera menyapa dan menyambut Koyuki dengan hormat.

"Okaeri, Koyuki-sama!"

"Ayo kita segera mulai pertemuannya", ujar Koyuki.

Mereka segera berdiskusi untuk membicarakan kegiatan geng mereka selanjutnya.

Setelah pertemuan yang berlangsung selama 1 jam itu. Mereka segera bersiap-siap untuk pergi.

"Jadi, geng Wrath Unicorn menantang kita untuk bertarung jam 3 ini. Tempatnya di tepi Sungai Konoha. Ayo kita segera berangkat. Kita habisi mereka semua!", ujar Koyuki.

"Siap, Koyuki-sama!", ujar para anak buah.

Mereka segera menuju tempat itu dengan motor-motor. Mereka mengendarai motor dengan ugal-ugalan.

Akhirnya mereka tiba di tepi sungai Konoha. Disitu sudah berkumpul anggota geng Wrath Unicorn. Mereka menatap kedatangan Dark Rose dengan tatapan tajam. Kini kedua geng itu berhadapan dengan saling bertatapan tajam.

"Jadi kalian beraninya menantang kami! Kalian akan mati!", ujar Koyuki.

"Hohoho, kalian semua yang akan mati!", ujar ketua Wrath Unicorn.

"Ayo semua, serang!", komando Koyuki.

"WOOOO!"

"Serang mereka!", ujar ketua Wrath Unicorn.

"OOOOOO!"

Pertarungan kedua geng itu pun dimulai mereka bertarung dengan sengit. Mereka bertarung dengan brutal dan penuh kekejaman. Semua mempunyai nafsu membunuh yang sangat besar.

Tapi tiba-tiba di tengah pertarungan terjadi kekacauan. Beberapa anggota Dark Rose menyerang teman mereka sendiri, hampir sebagian anggota Dark Rose kini menyerang kawannya sendiri.

"Apa ini, apa yang terjadi, kenapa kalian menyerang kawan sendiri?!", tanya Koyuki dengan bingung.

Tiba-tiba Sakon menyerang Koyuki. Koyuki dapat menangkis serangan itu. Koyuki bingung dengan semua ini.

"Kenapa Sakon?! Kenapa bisa begini?! Kenapa kau menyerangku!?", tanya Koyuki.

"Khukhukhu, ini adalah rencanaku. Aku berencana untuk mengambil alih Dark Rose darimu. Jadi aku dan beberapa anggota lain berkhianat dan bergabung dengan Wrath Unicorn untuk melaksanakan rencana ini. Dengan matinya anggota yang setia padamu, aku bisa menjadikan Dark Rose menjadi geng milikku hahahahaha!", ujar Sakon sambil tertawa mengerikan.

"Kenapa? Kenapa? Padahal selama ini kau adalah orang kepercayaanku. Aku sangat mempercayaimu Sakon. Tapi kenapa kau bisa tega berbuat seperti ini!", ujar Koyuki geram.

"Aku Cuma berbuat seperti itu untuk mengelabuhimu, semua kulakukan demi mendapat kekuasaan ini. Bodohnya kau percaya padaku. Kini aku bisa memperkuat kedudukan-ku sebagai Goninshuu di Black Knight Academy!", ujar Sakon.

"Kau benar-benar brengsek, mati saja kau!", ujar Koyuki geram lalu menyerang dengan kunai berantainya.

BUAKH...BUAKH...BUAKH...

Sakon menghindar dan memukul Koyuki bertubi-tubi dengan keras hingga Koyuki terpental. Koyuki tersungkur dan mulutnya mengeluarkan banyak darah.

"Hahahaha, kau pikir gadis lemah sepertimu bisa mengalahkanku yang salah satu Goninshuu kepercayaan Sasuke-sama?! Jangan bermimpi, aku juga ini sudah kelas 3. Pengalaman bertarungku lebih banyak darimu!", ujar Sakon.

"Bedebah kau!", umpat Koyuki. Koyuki merasakan sakit luar biasa pada tubuhnya hingga tubuhnya sulit digerakkan.

Kini para anggota Dark Rose yang setia pada Koyuki telah terkapar tak berdaya. Wrath Unicorn dan para pengkhianat kini bersorak kegirangan.

"Akhirnya Dark Rose menjadi milikku! Hahahaha!", ujar Sakon sambil tertawa.

"Bagaimana dengan gadis ini? Kita siksa dia?", tanya para preman lain.

"Biar aku yang membereskannya!", ujar Sakon lalu bersiap memukul Koyuki.

"HENTIKAN!"

Semua kaget mendengar hal itu. Ternyata yang berteriak adalah Naruto. Naruto, Sakura, Shion dan Sara kemudian menghampiri Koyuki. Naruto bertatapan tajam dengan mereka semua.

"Heh, anak White Knight ya? Mau apa kalian kemari? Kalian mau cari mati juga ya?!", ujar Sakon dengan muka mengerikan.

"Apa-apaan kalian, seorang gadis yang sudah lemah dan tak bisa bertarung lagi mau kalian siksa! Dasar bajingan!", ujar Naruto geram.

"Jangan ikut campur urusan kami! Dasar sialan! Mau kubunuh kau?!", umpat Sakon.

"Hei, Sakon-san, hentikanlah", ujar Sakura lalu menatap Sakon.

"Hoo, kau Haruno Sakura, pemimpin anti-dewan murid, ternyata kau benar-benar pindah ya di White Knight Academy? Kau beruntung diampuni oleh Sasuke-sama", ujar Sakon.

"Sakon-san, kumohon padamu biarkanlah Kazahana-san. Dia sudah tak punya kekuatan lagi", ujar Sakura.

"Baiklah, aku mengerti. Kali ini dia kuampuni. Aku juga tak ingin berurusan dengan Sai jika sembarangan menyentuhmu", ujar Sakon.

"Baiklah, Arigatou Sakon-san. Sampaikan salamku pada Sai-nii-san", ujar Sakura.

"Aku mengerti, ayo kawan-kawan kita pergi. Jaa Haruno!", ujar Sakon lalu berbalik dan menuju motor masing-masing. Mereka segera pergi darisitu mengendarai motor masing-masing.

"Mereka benar-benar bajingan ya!", ujar Shion.

"Kazahana-san daijoubu? Tampaknya lukamu begitu parah, kami akan segera membawamu ke rumah sakit", tanya Sara.

"Sakon! Akan kubalas kau! Akan kuhabisi kau!", ujar Koyuki geram.

"Sakon itu tak salah lagi, dia yang telah membunuh orang itu...bedebah dia!", ujar Naruto geram.

"Apa maksudmu Naruto?", tanya Sakura bingung.

"Kita harus membuat perhitungan dengan Sakon. Kazahana-san aku akan membantumu balas dendam padanya!", ujar Naruto dengan tatapan tajam.

Semua kaget mendengar perkataan Naruto.

To Be Continued...

Yosh! Chapter 7 update! Disini muncul Kazahana Koyuki muncul sebagai gadis kelima. Koyuki adalah gadis yang angkuh, kasar, kejam dan mengerikan. Dia adalah ketua dari Dark Rose, geng preman yang mengerikan. Disini Naruto disuruh Anko-sensei untuk menjadi tutor Koyuki tapi Koyuki menolak untuk belajar dan hampir menghajar Naruto. Untung ada Sakura yang menghentikannya dan Sakura akhirnya bertarung melawan Koyuki lalu dihentikan Hinata dan Tenten. Disini juga terjadi kekacauan antara anggota Dark Rose, dimana Sakon salah satu Goninshuu dari Black Knight Academy, mengkhianati Koyuki dan merebut kepemimpinan Dark Rose. Koyuki berencana balas dendam pada Sakon dan Naruto juga sepertinya berniat membalas Sakon. Karena alasan apakah Naruto melakukan itu? Oh iya chapter depan semua anggota Goninshuu akan muncul dan juga di bagian akhir chap depan, orang yang akan melatih Naruto akan muncul. Siapakah dia? Tunggu aja kelanjutannya ya!

Balas review dulu:

Namikaze Sholkhan: Arigato! Thx buat rnr!

Bohdong palacio: Maaf kalau ngak jadi naruharem, ok! Thx buat rnr!

Saladin: Di chap 9 Naruto akan memulai latihannya untuk menjadi lebih kuat. Thx buat rnr!

Nervous: thx buat rnr!

Uzumakihendra4: Arigato! Thx buat rnr!

Uzumaki 21: Sorry itu ada salah penulisan, awalnya gue mau karakter Kinkaku tapi diganti Omoi, itu sepertinya yang lupa saya ganti. Kalau masalah ciuman, aku belum memikirkannya. Mungkin ada , mungkin tidak. Thx buat rnr!

Muharrom catang: ok! Thx buat rnr!

Sammy-kun: ok! Thx buat rnr!

Namikaze yondaime: arigato! Romance NaruHina kayaknya bakalan ada sebelum chap terakhir. Naruto akan dilatih pada chapter 9. Ok! Thx buat rnr!

Kazuki-sama: ok! Thx buat rnr!

Natsumi-chan: ok! Thx buat rnr!

Ha-chan: ok! Thx buat rnr!

Renzy Strife: arigato! Maaf kalau banyak typo, gue kurang teliti. Ok! Thx buat rnr!

Guest: ok! Thx buat rnr!

Ahmadbima27: ok! Thx buat rnr!

Christania-hime: arigato nia! Ah gue masih belum terlalu jago, lebih baik belajar sama autor-author yang lebih senior. Ok! Thx buat rnr!

Dragon warior: ok! Thx buat rnr!

Bunshin Anugrah ET: Iya disini ceritanya Gaara sangat suka pada Matsuri. Bakalan ada chapter khusus NaruHina sebelum chap ending. Ok! Thx buat rnr!

AnnisaIP: Iya begitulah, tapi mungkin chap depan baru Koyuki akan mulai menyukai Naruto. Hahaha begitulah disini Naruto disukai oleh 5 gadis cantik. Thx buat rnr!

Fazrul21: Anime apaan tuh? Gue baru tahu. Ok! Thx buat rnr!

Vicestring: Ngak apa-apa. Ok! Thx buat rnr!

Arramsye rudyezavflin: arigato! Thx buat rnr!

Arramsye rudyezavflin: Naruto akan dilatih dan akan bertambah kuat di chapter 9. First kiss Naru sebenarnya diambil Sara di chap 2 walaupun itu Cuma accident. Ya begitulah Gaara sangat menyukai Matsuri disini. Koyuki memang gadis mengerikan dan kuat karena merupakan ketua dari geng preman. OK! Thx buat rnr!

Nervous: thx buat rnr!

Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda sedikit terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa memberi jejak berupa review ya?

REVIEW PLEASE?

ARIGATOU GOZAIMASHITA!