WHITE KNIGHT ACADEMY
Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto
Genre : Romance, Friendship, Fighting
Pair : Naruto X Hinata
Warning: OOC, AU, SmartNaru & StrongHina
Summary : Disebuah dimensi yang bernama Knight's Territory terdapat sebuah akademi bernama White Knight Academy. Sekolah ini adalah HighSchool yang mengajarkan pelajaran dan ilmu beladiri. Terdapat murid bernama Uzumaki Naruto yang terkenal karena kecerdasannya dan pembuat strategi bertarung yang jitu. Dia menyukai gadis bernama Hinata tapi Hinata selalu menolaknya. Apakah Naruto akhirnya bisa menaklukan hati Hinata dan bagaimana dia menghadapi 4 gadis yang tergila-gila padanya?
Chapter 8 – The Secret Power
Karena kondisi Koyuki yang terluka cukup parah, Naruto dkk langsung membawanya ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, Koyuki langsung dimasukkan ke dalam ruang UGD. Setelah itu Naruto dkk menunggu di luar.
"Kuharap Kazahana-san baik-baik saja", ujar Sara.
"Kenapa sih bajingan-bajingan itu tega menyiksa dirinya seperti itu?", ujar Shion ketus.
"Dunia preman memang berbahaya ya..", ujar Sakura.
Sementara itu Naruto terus memandangi lurus ke depan dengan tatapan datar, dia masih tampak berpikir.
Setelah 1 jam menunggu, akhirnya dokter keluar dari ruang UGD. Naruto dkk segera menanyakan keadaannya pada dokter.
"Dokter, bagaimana keadaan Kazahana-san?", tanya Naruto.
"Dia mengalami luka memar yang cukup parah, tapi kami berhasil mengobatinya. Dia Cuma perlu dirawat beberapa hari disini sampai kondisi tubuhnya pulih kembali", ujar dokter.
"Benarkah? Syukurlah..", ujar Sara, Shion dan Sakura yang menghembuskan napas lega. Naruto tersenyum mendengar hal itu.
"Tapi aneh, kenapa kita menolongnya sejauh ini, padahal kan dia tidak akrab dengan kita. Bahkan dia sudah menyerang Sakura waktu lalu", ujar Shion.
"Shion-chan kalau menolong orang itu tidak boleh pilih kasih. Sesama manusia itu harus saling membantu", ujar Sara.
"Hehehe, kau benar Sara-chan. Gomen...", ujar Shion sambil terkekeh.
"Sepertinya Kazahana-san akan segera dipindahkan di kamar inap, ayo kita lihat", ujar Sakura.
Koyuki segera dipindahkan di kamar inap. Peralatan medis dipasangkan padanya. Naruto dkk melihatnya. Koyuki masih belum sadar dari pingsannya. Tapi setelah setengah jam, mata Koyuki mulai terbuka perlahan, dia mengerjap-ngerjapkan matanya lalu sedikit kaget melihat Naruto dkk yang menungguinya.
"Dimana aku? Kenapa kalian ada disini?", tanya Koyuki kaget.
"Ini di rumah sakit Kazahana-san. Kami tadi yang membawamu saat kau pingsan tadi", ujar Naruto.
"Begitu ya...", ujar Koyuki.
"Lalu bagaimana keadaanmu?", tanya Naruto.
"Yeah sepertinya sudah mendingan", ujar Koyuki.
"Syukurlah", ujar Naruto.
"Karena aku sudah baikan, kalian pulang saja sana. Kalian menganggu tidurku!", ujar Koyuki kasar.
"Hei kau ini, kami sudah menolongmu tahu! Beraninya kau berkata begitu!", ujar Shion geram.
"Apa peduliku? Sudah pulang sana!", usir Koyuki.
"Kau benar-benar wanita bedebah! Lain kali aku takkan menolongmu!", ujar Shion geram.
"Cih!", decih Koyuki.
"Ayo teman-teman sebaiknya kita pulang. Aku juga sudah malas melihat wajah sombongnya itu..", ujar Sakura. Sakura dan Shion mulai beranjak pergi.
"Kalau begitu kami permisi dulu ya Kazahana-san. Semoga cepat sembuh", ujar Sara dengan sopan lalu menyusul Sakura dan Shion.
"Kazahana-san aku pergi dulu", ujar Naruto lalu meninggalkan tempat itu.
"Dasar penganggu!", ujar Koyuki ketus.
Besok siangnya sepulang sekolah, entah kenapa Naruto mengunjungi rumah sakit itu lagi. Dia ingin melihat keadaan Koyuki. Dia segera ke kamar Koyuki dan mengetuk pintu.
TOK...TOK...TOK...
"Masuk saja!", ujar Koyuki dari dalam.
Kemudian pintu terbuka lalu menampilkan sosok Naruto. Koyuki kaget melihat Naruto lalu langsung menatapnya dengan tajam. Naruto kemudian masuk lalu duduk di sebelah Koyuki.
"Mau apa kau kesini, pirang bodoh?", tanya Koyuki ketus.
"Aku Cuma ingin menjengukmu. Bagaimanapun kau ini masih murid bimbinganku", ujar Naruto.
"Cih, aku tak butuh belas kasihanmu!", ujar Koyuki.
"Kau sudah makan?", tanya Naruto.
"Memangnya kenapa? Itu bukan urusanmu!", ujar Koyuki.
"Aku membawakan bubur ayam spesial ini untukmu. Aku tahu makanan rumah sakit kurang begitu enak. Ini makanlah selagi hangat", ujar Naruto.
"Aku tidak lapar kok!", ujar Koyuki.
KRUUKK...
Tiba-tiba perut Koyuki berbunyi. Koyuki langsung menunduk malu. Naruto sedikit terkikik geli mendengar itu.
"Apa kau ketawa-ketawa?", ujar Koyuki ketus.
"Gomen, sepertinya kau lapar. Ayo makanlah ini, ini enak sekali lho", ujar Naruto.
"Baka, baiklah sini akan kumakan", ujar Koyuki.
Naruto kemudian segera menuangkan bubur itu ke mangkok yang tersedia disitu.
"Sepertinya tanganmu terluka, kau bisa makan sendiri?", tanya Naruto saat melihat tangan kanan Koyuki diperban.
"Aku bisa kok, sini kemarikan mangkoknya", ujar Koyuki. Mangkok itu diterima Koyuki dengan tangan kiri. Tapi saat akan memegang sendoknya dengan tangan kanan, tangan kanan Koyuki sulit menggenggamnya sehingga sendok itu terjatuh.
"Sial terjatuh!", umpat Koyuki.
"Sepertinya tidak bisa ya. Baiklah bagaimana kalau aku suapi?", tanya Naruto.
"Eh? Tidak usah, aku tidak jadi makan saja!", tolak Koyuki.
"Tapi perutmu daritadi meronta-ronta terus lho minta diisi", ujar Naruto.
"Ukh...baiklah..", ujar Koyuki.
Naruto menyuapi Koyuki bubur itu.
"Bagaimana enak bukan?", tanya Naruto.
"Hmm, enak juga...", ujar Koyuki sambil mengunyah.
"Kau makanlah yang banyak supaya cepat sembuh", ujar Naruto.
"Iya-iya", ujar Koyuki.
Naruto terus menyuapi Koyuki hingga bubur itu habis. Setelah itu Naruto sedikit bertanya-tanya pada Koyuki, tapi selalu dijawab Koyuki dengan nada ketus. Setelah hari mulai sore, Naruto pamit untuk pulang.
"Kalau begitu Kazahana-san, aku pulang dulu ya. Isitirahatlah yang cukup supaya bisa cepat sembuh", ujar Naruto.
"Iya-iya", ujar Koyuki. Naruto pun beranjak dari kamar Koyuki.
Besoknya lagi Naruto menjenguk Koyuki seperti kemarin. Naruto membawa makanan enak lagi untuk Koyuki. Tapi seperti biasa Koyuki selalu berbicara agak kasar pada Naruto. Tapi Naruto menanggapinya dengan sabar.
Besoknya lagi, Naruto datang. Koyuki mulai merasa heran pada Naruto, kenapa Naruto begitu memerhatikannya.
"Halo Kazahana-san, aku datang lagi!", sapa Naruto.
"Pirang bodoh, kenapa kau datang lagi?!", tanya Koyuki dengan kasar.
"Aku membawakan makanan lagi untukmu, semoga kau menikmatinya", ujar Naruto. Naruto segera membuka bungkusnya dan menuangkan makanan itu ke mangkok.
"Uzumaki, kenapa kau selalu memerhatikanku? Aku tahu, kamu suka padaku ya?", tanya Koyuki sambil memicingkan matanya.
"Eh? Bu-bukan begitu..", ujar Naruto.
"Tapi maaf saja ya, kau bukan tipeku. Aku takkan pernah menyukai laki-laki sepertimu!", ujar Koyuki.
"Aku bukannya suka padamu. Tapi aku punya janji yang harus dipertanggungjawabkan", ujar Naruto.
"Janji? Apa maksudmu?", tanya Koyuki bingung.
"Ya, janji pada kakakmu, Kazahana Ryuusei...", ujar Naruto.
"Dia?! Dia bukan kakakku! Dia itu aib bagi keluarga Kazahana!", ujar Koyuki dengan kasar.
"Ke-kenapa kau berkata seperti itu? Dia itu kakak kandungmu!", ujar Naruto.
"Karena cacat yang dimilikinya, aku selalu malu pada teman-temanku saat dia menjemputku di sekolah. Teman-temanku selalu mengolok-olokku karena memiliki kakak yang cacat. Aku benci dia! Dia membuatku selalu dihina!", ujar Koyuki.
"Kazahana-san kau...", ujar Naruto.
"Jadi kau berhubungan dengan dia? Aku tak mau mengenal orang yang berhubungan dengan dia! Pergi kau sana!", usir Koyuki.
"Ta-tapi Kazahana-san, nii-sanmu itu..", ujar Naruto lirih.
"Pergi bodoh!", usir Koyuki dengan suara keras.
"Ba-baiklah aku pergi dulu", ujar Naruto lalu berbalik dan keluar dari kamar Koyuki.
"Cih!"
Besoknya keadaan Koyuki sudah baikan dan dia bisa masuk ke sekolah lagi. Sepulang sekolah, Naruto menemuinya untuk kembali mengajarinya pelajaran.
"Aku tak mau belajar! Aku harus segera mencari Sakon! Akan kubalas dia!", ujar Koyuki.
"Ta-tapi Kazahana-san, kau tidak boleh pergi sendiri! Kau tahu kan betapa berbahayanya geng mereka!", ujar Naruto sambil menghalangi Koyuki.
"Aku harus membunuh Sakon! Aku tak peduli biar harus mati! Yang penting aku harus menghabisinya!", ujar Koyuki lalu mendorong Naruto.
"Kazahana-san...", gumam Naruto.
Koyuki segera keluar dari sekolah. Dia segera mencari dimana Sakon. Ternyata dugaannya benar, Sakon berada di markas Dark Rose. Disitu banyak berkumpul anak-anak buah Sakon. Dia segera masuk dan bertatapan tajam dengan mereka.
"Heh, berani sekali kau datang sendirian ke tempat ini? Kau memang sudah tidak sayang nyawa ya?", ujar Sakon dengan seringaiannya.
"Aku akan menghabisimu Sakon! Ayo kita bertarung satu lawan satu!", ujar Koyuki geram.
"Wah-wah, gadis lemah sepertimu menantangku? Kau akan kalah dalam 5 menit", ujar Sakon.
"Ayo kita bertarung Sakon!", ujar Koyuki.
"Baiklah, ayo maju sini", ujar Sakon.
Koyuki segera menyerang dengan kunai berantainya. Sakon berhasil menghindar dengan mudah serangan-serangan Koyuki. Sakon kemudian maju dengan cepat ke arah Koyuki lalu berhasil memukul Koyuki.
"TARENKEN"
Serangan tinjuan bertubi-tubi Sakon berhasil mengenai Koyuki. Koyuki pun terpental dan tubuhnya terbentur di dinding. Mulut Koyuki mengeluarkan banyak darah.
"Kuso...", umpat Koyuki.
"Hehehehe, dasar lemah!", ujar Sakon.
"Ini belum selesai! CHAINED KUNAI GREAT STAB!", ujar Koyuki lalu menyerang dengan kunai berantai miliknya lagi. Tapi Sakon menahan rantai Koyuki dengan tangannya lalu menariknya. Koyuki ikut tertarik ke arah Sakon.
"TARENKYAKU!"
Tendangan bertubi-tubi dilancarkan Sakon ke perut Koyuki. Koyuki kembali terlempar dan tersungkur di tanah.
"Hahahaha, kau lemah Yami no Hime!", ujar Sakon sambil tertawa mengerikan.
"Bedebah kau...", gumam Koyuki.
"Baiklah, akan segera kuakhiri ini", ujar Sakon lalu bersiap memukul Koyuki lagi.
"MATI KAU!"
BUAKHH
Satu pukulan mendarat di pipi Sakon. Sakon pun terpental dan tersungkur. Ternyata itu Naruto. Naruto memukul Sakon dengan keras. Semua kaget melihat kemunculan Naruto.
"U-uzumaki!", ujar Koyuki kaget.
"Hampir saja..untung aku sempat..", ujar Naruto.
"Cih! Beraninya kau memukulku? Akan kuhabisi kau penganggu!", umpat Sakon.
"Ke-kenapa kau ada disini?", tanya Koyuki.
"Tentu saja untuk menolongmu. Aku harus menepati janjiku pada Ryuusei-san", ujar Naruto.
"Hehehehe, pirang berani sekali kau! Kau juga akan segera mati jika menantangku!", ujar Sakon.
"Aku akan menghabisimu Sakon! Akan kubalaskan apa yang kau perbuat pada Ryuusei-san!", ujar Naruto geram.
"Ryuusei? Hoo si bisu itu ya...", ujar Sakon.
"Uzumaki ada apa ini? Apa yang sebenarnya terjadi?", tanya Koyuki bingung.
"Sebenarnya Kazahana-san, Sakon-lah yang telah membunuh nii-sanmu!", ujar Naruto sambil menunjuk Sakon.
"Eh?", Koyuki kaget mendengar hal itu.
"Dulu keluarga kalian pernah tinggal di distrik Ame bukan? Sewaktu umurku 10 tahun, aku berlibur di rumah sepupuku di distrik Ame. Dan disana aku selalu bermain di taman yang berada di pusat kota. Disitulah aku bertemu Ryuusei-san. Dia memang tak dapat berbicara, tapi dia bisa berkomunikasi dengan menggunakan gambar dan tulisan yang ditulisnya di buku sketsanya. Dia sangat baik padaku dan teman-teman yang sering bermain disitu. Dia sering bermain dengan kami dan mengajari kami hal-hal yang menyenangkan. Dan di sela-sela ceritanya dia selalu bercerita tentang adiknya. Adik perempuannya yang cantik dan manis. Dia selalu ingin melindungi adiknya dan selalu sayang pada adiknya itu walaupun hubungan mereka agak kurang baik. Tapi suatu hari, kejadian tak terduga terjadi, ada dua anak yang bertengkar, mereka memperebutkan mainan. Ryuusei-san berusaha melerai mereka, tapi salah satu anak itu yaitu laki-laki berambut abu-abu itu tega menusuk perut Ryuusei-san dengan pisau miliknya karena Ryuusei-san dianggap menghalangi jalannya. Anak itu segera kabur dengan cepat. Kami semua kaget dan segera menghampiri Ryuusei-san. Perut Ryuusei-san banyak mengeluarkan darah. Kami sangat bingung dan sedih melihat hal itu. Di saat terakhirnya Ryuusei-san memberikan sebuah amplop hitam padaku. Dia kemudian tersenyum padaku lalu akhirnya menghembuskan napas terakhirnya. Dan anak laki-laki berambut perak yang tega menusuk Ryuusei-san adalah Sakon ini!", ujar Naruto.
"Hohoho, salahnya sendiri menghalangi jalanku! Sebenarnya aku ingin menghabisi anak berkacamata itu, tapi karena dia menghalangi maka kutusuk saja dia! Tapi aku tak menyesal melakukan itu, karena aku sangat menikmati merenggut nyawa orang!", ujar Sakon dengan muka mengerikan.
"Kau memang iblis! Kau bukan manusia lagi! Aku pasti akan menghabisimu!", ujar Naruto geram.
"Sakon, bedebah kau!", ujar Koyuki geram.
"Ayo akan kuhabisi kalian berdua!", ujar Sakon lalu mulai maju menyerang.
"Majulah Sakon! Akan kubalas apa yang kau perbuat pada Ryuusei-san!", ujar Naruto lalu menyerang dengan beam saber miliknya.
Mereka berdua kini bertarung dengan sengit. Naruto terus melayangkan sayatan-sayatan pada Sakon tapi Sakon berhasil menghindarinya. Sakon kemudian menyerang balik Naruto tapi Naruto juga dapat menghindarinya. Sementara itu Koyuki kini bangkit lagi dan menyerang dengan kunai berantainya lagi. Sakon berusaha menghindari serangan kedua orang itu.
Sementara itu diluar, ternyata Sakura, Shion, Sara dan Hinata sedang bertarung dengan para anak buah Sakon. Naruto dapat masuk ke dalam karena bantuan keempat gadis itu.
"Heh, mereka banyak sekali, dasar preman-preman sialan!", ujar Shion sambil memanah mereka satu persatu.
"Aku tak peduli jumlahnya, semua lawan akan kuhancurkan!", ujar Hinata.
"Ayo kita berjuang untuk membantu Naruto!", ujar Sakura.
Tiba-tiba ada 3 orang yang menyerang tiba-tiba mereka berempat. Keempat gadis itu pun mundur kebelakang dan kaget melihat ketiga orang itu.
"Mereka kan...", ujar Sakura kaget.
"Tayuya!", ujar Hinata dengan tatapan tajam.
"Goninshuu ya..", ujar Shion.
Tiga orang muncul dihadapan Hinata dkk. Satu pria dengan badan besar, satu pria berambut panjang yang diikat keatas dan menbawa busur dan panah. Yang satu wanita berambut pink gelap dengan suling di tangannya.
"Lama tak berjumpa ya Hinata", ujar gadis berambut pink.
"Tayuya, ternyata benar kau bergabung dengan Goninshuu. Kau benar-benar sudah tersesat di jalan yang salah", ujar Hinata.
"Aku menikmati menjadi anggota Goninshuu, aku bisa melakukan hal-hal sesukaku beda dengan sewaktu aku masih anggota Deva Five", ujar Tayuya.
"Hei bukankah itu Tayuya-senpai? Dia kan murid dari sekolah kita yang pindah dan keluar dari Deva Five", ujar Shion.
"Benar, dia keluar karena bermasalah dengan Tenten-senpai dan Temari-senpai. Tapi ternyata dia pindah ke Black Knight Academy dan bergabung dengan Goninshuu", ujar Sara.
"Jadi Tayuya mau apa kau kemari?", tanya Hinata.
"Kami ditugaskan oleh Sasuke-sama untuk mengalahkan kalian. Jadi bersiaplah untuk mati!", ujar Tayuya.
"Heh, baiklah ayo kita bertarung!", ujar Hinata.
"MUGEN ONSA!"
Bunyi seruling pun berbunyi. Tiba-tiba saja para anggota geng langsung menyerang Hinata. Mereka seperti terpengaruh oleh kekuatan suling itu. Mereka terus menyerang Hinata tapi Hinata langsung menghabisi mereka satu persatu.
"Serangan pengecut seperti dulu ya Tayuya? Cih kau belum berubah!", ujar Hinata.
"Nikmatilah pertarungan ini Hinata!", ujar Tayuya.
Sementara itu Shion kini berhadapan dengan orang yang memegang panah.
"Jadi kau ini Kidoumaru yang dijuluki pria laba-laba pemanah, aku pernah mendengar tentang kehebatanmu", ujar Shion.
"Ya, dan siapa kau gadis pirang?", tanya Kidoumaru.
"Aku Miko Shion, gadis pemanah dari klan Miko. Aku anak kelas 2A di White Kinght Academy dan calon istrinya Uzumaki Naruto!", ujar Shion.
"Miko? Jangan-jangan kau adik Taruho?", tanya Kidoumaru.
"Iya benar, darimana kau tahu tentang nii-sanku?", tanya Shion.
"Aku pernah bertarung dengannya 1 tahun yang lalu sewaktu dia masih sekolah di White Knight. Dia pemanah yang hebat. Tapi kini aku akan melawan adiknya. Aku ingin tahu apa kau sehebat kakakmu", ujar Kidoumaru.
"Begitu ya, asal kau tahu saja, aku ini lebih hebat dari nii-san!", ujar Shion.
"Khukhukhu, coba buktikan padaku!", ujar Kidoumaru.
Mereka segera mengambil posisi menjauh lalu saling menembakan panah mereka. Pertarungan sengit antara dua pemanah segera dimulai.
Sementara itu kini Sakura dan Sara sedang menghadapi orang yang berbadan besar.
"Jiroubou-san, daya hancur pukulanmu memang sangat luar biasa!", ujar Sakura.
"Sebenarnya aku tidak berniat melawanmu Haruno karena tak mau berurusan dengan Sai, tapi apa boleh buat ini adalah perintah Sasuke-sama", ujar Jiroubou sambil menyerang Sakura.
"Aku akan mengalahkanmu Jiroubou-san!", ujar Sakura.
"HOSHI NO SLASH!"
Serangan sayatan Sara kini melesat dengan cepat ke arah Jiroubou. Tapi Jiroubou mengangkat motor yang berada dekat situ lalu membuatnya tameng sehingga sayatan Sara tidak mengenainya. Kemudian Jiroubou melemparkan motor itu ke arah Sara.
"Terima ini gadis kecil!", ujar Jiroubou.
"NAGINATA CRUSH!"
Sakura menyayat motor itu dengan Naginata miliknya hingga motor itu terbelah dua. Motor itu tak jadi mengenai Sara.
"Huftt..hampir saja..Arigatou Sakura-san", ujar Sara.
"Ayo serang lagi dia Sara-san!", ujar Sakura.
"Yosh!", ujar Sara. Mereka berdua kembali menyerang Jiroubou.
Sementara itu pertarungan Naruto dan Koyuki melawan Sakon terus berlanjut. Naruto dan Koyuki terus melancarkan serangan-serangan mereka tapi Sakon dapat menghindarinya dengan baik.
"Sial dia hebat sekali bisa menghindari serangan-serangan kita dengan sempurna!", ujar Naruto.
"Aku pasti mengalahkannya! Aku akan mengalahkannya!", ujar Koyuki lalu mulai menyerang lagi dengan kunai berantai miliknya.
"Tak ada gunanya, terima ini TARENKEN!", ujar Sakon yang tiba-tiba berada dihadapan Koyuki dan memukul perut Koyuki bertubi-tubi.
"UAAKKHH!", Koyuki menjerit dan terpental hingga terbentur dinding.
"Bedebah kau Sakon!", ujar Naruto lalu menyerang dengan beam saber miliknya.
"TARENKYAKU!"
Sakon menyerang Naruto dengan cepat dan menendangnya bertubi-tubi. Naruto terlempar dan tersungkur.
"Hahaha, kalian pikir bisa mengalahkanku?! Jangan bercanda, mati saja sana!", ujar Sakon.
Sakon kemudian menghampiri Koyuki. Koyuki kemudian menatapnya dengan tajam.
"Bagaimana kalau kau yang duluan kuhabisi? Aku takkan lagi mengampunimu. Pergi saja kau ke alam baka sana!", ujar Sakon sambil menggenggam dagu Koyuki.
"Cuih!", Koyuki meludahi wajah Sakon.
"Kau benar-benar wanita kurang ajar! Mati saja kau!", ujar Sakon geram lalu mundur untuk bersiap menghabisi Koyuki.
"MATI KAU!"
BUAAKKHHH...
"Ohok!"
"U-uzumaki!"
Ternyata serangan itu mengenai punggung Naruto. Naruto mengeluarkan banyak darah dari mulutnya. Sebelum Sakon mengenai Koyuki, Naruto menghalanginya dan akhirnya serangan itu mengenai Naruto. Naruto merangkul Koyuki agar serangan Sakon tak mengenai Koyuki.
"U-uzumaki kenapa kau? Kenapa kau melindungiku?", tanya Koyuki.
"Karena aku sudah berjanji pada kakakmu untuk selalu melindungimu...", ujar Naruto lirih.
"Eh?", Koyuki kaget mendengar hal itu.
"Sebelum Ryuusei-san meninggal aku dan dia membuat janji, dia memintaku untuk selalu melindungi adiknya yang dia sayangi. Dan dia memberikan amplop ini padaku. Aku belum terlalu mengenalmu waktu lalu jadi aku belum memberikannya. Tapi sekarang saat yang tepat untuk menyerahkan ini padamu...", ujar Naruto lalu merogoh sakunya dan memberikan amplop itu pada Koyuki. Koyuki segera menerima dan membacanya. Koyuki tercengang membaca isi surat itu.
"Nii-san jadi dia...gomen nii-san..maafkan aku...", ujar Koyuki lalu mulai menitikkan air mata dan menangis terisak-isak.
"Ryuusei-san selalu menyayangimu Koyuki, kau sangat berharga dimatanya. Walaupun kau selalu membencinya, dia selalu menyayangimu...", ujar Naruto.
"Nii-san..maafkan aku...", ujar Koyuki lirih.
"TARENKYAKU!"
"Ohok!"
Lagi-lagi Sakon menendang Naruto bertubi-tubi. Naruto kembali mengeluarkan banyak darah. Tapi Naruto terus merangkul dan melindungi Koyuki.
"U-uzumaki!", ujar Koyuki.
"Aku sudah berjanji pada Ryuusei-san untuk selalu melindungimu. Aku takkan membiarkanmu dihabisi orang seperti dia...", ujar Naruto yang sudah lemas.
"U-uzumaki...", ujar Koyuki.
"Aku akan menggantikannya untuk selalu melindungimu...", ujar Naruto.
"Hehehe, mati saja kalian sana!", umpat Sakon.
"Kazahana-san tetaplah bertahan hidup...", ujar Naruto lalu rangkulannya pada Koyuki mulai lepas. Naruto pun terkapar di tanah.
"Uzumaki!", jerit Koyuki. Koyuki segera mendekatkan telinganya ke jantung Naruto.
"Gawat detak jantungnya mulai melemah...", gumam Koyuki.
"Sepertinya dia akan mati ya? Baiklah sekarang giliranmu!", ujar Sakon lalu mendekati Koyuki.
"Aku takkan menyerah! Akan kubalas kau karena telah membunuh nii-san!", ujar Koyuki lalu mengambil kunainya lalu melemparkannya pada Sakon. Sakon menghindarinya dan memukul Koyuki.
"Dasar gadis bodoh! Mati saja kau!", ujar Sakon.
Koyuki tak menyerah, dia terus menyerang Sakon dengan segenap kekuatan yang masih dimilikinya. Mereka berdua terus bertarung dengan sengit.
Sementara itu tubuh Naruto mulai menunjukkan gejala-gejala aneh. Tubuhnya mulai mengeluarkan aura-aura berwarna kuning keemasan. Dan aura-aura itu semakin lama semakin besar menyelimuti tubuh Naruto. Kini tubuh Naruto sudah sepenuhnya diselimuti aura-aura emas tersebut. Naruto tiba-tiba bangkit dengan mata merah menyala lalu maju menyerang Sakon. Naruto memukul Sakon dengan keras hingga terpental cukup jauh.
"Uaakkh!", jerit Sakon. Sakon tersungkur.
Koyuki kaget melihat wujud Naruto saat ini. Naruto diselimuti aura keemasan dan matanya merah menyala. Lalu disekitar tubuh Naruto terasa energi-energi yang sangat mengerikan. Lalu aura-aura itu membentuk sebuah rupa binatang rubah.
"I-ini..jangan-jangan...", ujar Koyuki kaget.
"Kenapa dia jadi seperti itu?", tanya Sakon lirih.
Sementara itu ternyata daritadi ada seorang pria berambut putih yang mengamati pertarungan mereka.
"Akhirnya dia muncul juga! Youkou emas!", ujar pria itu.
Naruto yang dikelilingi aura bewujud rubah emas itu kini melesat dengan cepat ke arah Sakon. Dia memukul Sakon bertubi-tubi. Sakon berusaha melawan tapi pergerakan Naruto sangat cepat. Dia memukul Sakon tanpa henti. Sakon mulai kewalahan menghadapinya.
"TARENKEN!"
Naruto dapat menangkis serangan itu. Dia kemudian memukul Sakon sekuat tenaga. Sakon terlempar dan membentur tanah. Naruto segera datang dan menendang lagi tubuh Sakon. Sakon banyak mengeluarkan darah. Kini Naruto membentuk energinya membentuk sebuah cakar yang besar dan menggaruk tubuh Sakon hingga Sakon tersayat.
"UAAAKKHHH!"
"Di-dia kuat sekali... Tapi dia tak seperti Uzumaki yang biasanya...", gumam Koyuki yang menyaksikan kehebatan Naruto.
Kini Naruto mencengkram leher Sakon. Dia mencengkramnya dengan kuat hingga Sakon kini kesulitan bernapas.
"Tak kusangka kau memiliki yang seperti ini..Tapi aku takkan kalah disini...", ujar Sakon sambil menyeringai.
Naruto lebih kuat mencengkram leher Sakon. Sakon semakin tercekik.
"Mati saja kau sialan!", umpat Sakon.
BUAAKHHH
Naruto memukul bagian dada Sakon dengan keras hingga tangannya tembus. Sakon langsung mati dalam sekejap. Naruto kemudian melepaskan tangannya lalu melemparkan tubuh Sakon yang tak bernyawa. Naruto kemudian berteriak dengan kencang seperti mengaum. Naruto kemudian menatap para anggota geng yang masih berdiri dan menonton pertarungan itu. Mereka bergidik ngeri melihat tatapan mata Naruto yang mengerikan.
Naruto langsung menyerang para anggota preman itu dengan membabi buta. Semua dihabisi Naruto dalam sekejap. Para preman itu semuanya tewas terkapar. Koyuki sangat ketakutan melihat hal itu. Kini Naruto menatap Koyuki dengan tajam. Koyuki gugup dan tak bergerak. Naruto kemudian berlari ke arah Koyuki.
"GREAT TIGER SEALING!"
Tiba-tiba seseorang mendekati Naruto dengan cepat dari belakang dan menempelkan sesuatu di punggung Naruto. Naruto kemudian terhenti dan berteriak histeris. Perlahan-lahan aura itu mulai menghilang dari tubuh Naruto. Naruto kemudian langsung tak sadarkan diri. Tubuh Naruto kemudian langsung ditangkap oleh orang itu sebelum jatuh ke tanah.
"Hufft hampir saja...", ujar orang itu. Pria itu berambut merah dengan mata biru yang membentuk seperti pusaran.
"A-anda kan...", ujar Koyuki kaget melihat orang itu.
"Ayo nona, kita keluar darisini", ujar pria berambut merah itu.
Sementara itu lelaki berambut putih yang mengamati dari atas tersenyum menyeringai melihat hal itu.
"Youkou emas, lain kali kita akan bertemu...", ujar pria itu lalu pergi darisitu.
Sementara diluar Hinata dkk berhasil mengalahkan para anggota Goninshuu. Mereka langsung beristirahat karena kelelahan sehabis bertarung.
"Akhirnya mereka kalah juga...Mereka memang benar-benar kuat...", ujar Sakura.
"Cih, Tayuya kau bodoh!", ujar Hinata.
"Aduh, bajuku jadi rusak karena panah-panah sialan dari pria laba-laba itu!", ujar Shion.
"I-itu Naruto-kun!", ujar Sara yang melihat Naruto digendong oleh seorang pria dan diikuti oleh Koyuki. Mereka langsung menghampiri Naruto.
"A-anda kan...", ujar Hinata kaget.
"Wah-wah, Hinata-chan, Shion-chan, Sara-chan kalian sudah besar-besar ya. Kalian bertumbuh menjadi gadis-gadis yang cantik!", ujar pria berambut merah itu sambil tersenyum.
"Bukankah orang ini adalah Knight yang paling tersohor di Knight's Territory. Ketua dari organisasi Akatsuki, perkumpulan dari 9 Knight terhebat", ujar Sakura kaget.
"Hahahaha, aku terkenal ya, senang bertemu dengan kalian semua!", ujar pria berambut merah itu.
"Uzumaki Nagato-san!", ujar Hinata.
"Ya, dan mulai beberapa hari kedepan, aku akan tinggal di distrik ini dan melatih Naruto cara mengendalikan kekuatan Youkou", ujar Nagato.
To Be Continued...
Yosh! Chapter 8 update! Disini akhirnya Naruto dan Koyuki bertarung melawan Sakon. Juga anggota Goninshuu lain melawan Hinata dkk. Juga terungkap bagaimana hubungan antara Naruto, Koyuki dan kakaknya Koyuki, Ryuusei. Ternyata Sakon yang telah membunuh Ryuusei dan Naruto berniat membalasnya. Juga Naruto berjanji pada Ryuusei untuk selalu melindungi Koyuki. Lalu kekuatan rahasia Naruto terungkap disini, Naruto memiliki kekuatan rubah emas legendaris yaitu Youkou. Dengan kekuatan Youkou, Naruto berhasil menghabisi Sakon dan anak buahnya. Tapi tampaknya Naruto menjadi lepas kendali jika menggunakan kekuatan Youkou karena dia hampir saja menyerang Koyuki. Untung saja dihentikan oleh Uzumaki Nagato. Akhirnya Hinata dkk berhasil juga mengalahkan 3 anggota Goninshuu yang lainnya. Dan di akhir cerita Nagato mengatakan bahwa dia akan melatih Naruto mengendalikan kekuatan Youkou. Berhasilkan Naruto mengendalikan kekuatan Youkou?
Balas review dulu:
Blue-senpai: Yang akan melatih Naruto adalah Nagato. Ok! Thx buat rnr!
Muharrom catang: ok! Thx buat rnr!
Namikaze Sholkhan: arigato! Thx buat rnr!
Issei-shan: Apa maksudnya ya? Thx buat rnr!
Uzumaki 21: Bukan Jiraiya tapi Nagato, Nagato akan melatih Naruto cara mengendalikan kekuatan Youkou. Mungkin akan tamat di chapter 11 atau 12. Thx buat rnr!
Uzumaki-Namikaze Serizawa: Ok! Naruto ingin balas dendam pada Sakon karena telah membunuh Ryuusei. Thx buat rnr!
Dragon warior: ok! Thx buat rnr!
Nervous: Thx buat rnr!
Uzumakihendra4: Iya disini koyukinya kasar dan tsundere. Adegan ecchi mungkin ada di chapter depan. Thx buat rnr!
Guest: ok! Thx buat rnr!
Renzy Strife: OK! Thx buat rnr!
Sammy-kun: OK! Thx buat rnr!
Ha-chan: OK! Thx buat rnr!
Ahmadbima27: Ya begitulah. OK! Thx buat rnr!
Kazuki-sama: OK! Thx buat rnr!
Meong chan: Ya begitulah disini, Hinata senpainya Naruto. OK! Thx buat rnr!
Natsumi-chan: OK! Thx buat rnr!
Aoi Senko: OK! Thx buat rnr!
Misti Chan: Maaf akhir-akhir ini saya membuat ceritanya lebih banyak ke fighting karena banyak permintaan. Nanti di chap-chap depan akan saya banyakin romancenya. Arigato pujiannya. OK! Thx buat rnr!
Arramsye rudyezavflin: Ya ending chap 7 ini memang sengaja dibuat penasaran. Disini Ryuusei adalah kakak Koyuki bukan ayahnya. Memang Sakonlah yang telah membunuh Ryuusei karena Sakon sepertinya mengalami gangguan kejiwaan karena suka membunuh orang. Yang melatih Naruto adalah Nagato. Ok! Thx buat rnr!
Vicestering: OK! Thx buat rnr!
Fazrul21: Hahaha, tetap ending dari fic ini akan NaruHina. Iya akan saya coba menonton anime itu. OK! Thx buat rnr!
Awar muna: Mungkin yang dimaksud Naruto adalah kakaknya Koyuki, Ryuusei.
Namikaze yondaime: Arigato! Disini memang walaupun Naruto telah dipukul habis-habisan oleh Sakon dia tetap bersikeras melindungi Koyuki. Karena janji yang telah dibuatnya pada Ryuusei untuk selalu melindungi Koyuki menggantikan Ryuusei. Koyuki akan menyatakan rasa sukanya pada Naruto di chap depan. Hinata memang sudah menyukai Naruto dari awal tapi karena suatu alasan dia tidak bisa menerima Naruto. OK! Thx buat rnr!
Rei no kyojin: Maaf kalo sedikit, soalnya ini masih penjelasan antara hubungan Naruto dan keempat gadis yang suka padanya. Setelah ini mungkin porsi romance NaruHina akan lebih banyak. Thx buat rnr!
Bunshin Anugrah ET: Dia adalah kakaknya Koyuki dan menjadi orang yang dikenal baik oleh Naruto sewaktu Naruto berumur 10 tahun. Kalau mengenai suratnya baca aja chap ini. OK! Thx buat rnr!
Guest: OK! Thx buat rnr!
Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda sedikit terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa memberi jejak berupa review ya?
REVIEW PLEASE?
ARIGATOU GOZAIMASHITA!
